Roni Nugraha
Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Jalan Agatis, Bogor, 16680, Jawa Barat, Indonesia

Published : 55 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Internalisasi Nilai Nilai Akhlak Melalui Medium Sastra dalam Pembelajaran Akidah Akhlak di MA Persis 31 Banjaran Valenti Yusron, Feny; Nugraha, Roni; Komala, Ela
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v5i4.893

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji internalisasi nilai akhlak melalui sastra (short movie dan puisi) di Madrasah Aliyah, merespons dominasi metode ceramah yang kurang efektif bagi generasi digital. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian mengintegrasikan teori Al-Ghazali, Konstruktivisme Sosial, Pembelajaran Transformatif, dan Estetika Resepsi. Data dikumpulkan via observasi, wawancara, dan analisis dokumen, lalu dianalisis tematik-fenomenologis. Hasil menunjukkan sastra menciptakan pengalaman edukatif emosional dan reflektif, membangkitkan partisipasi aktif serta diskusi kolektif. Proses internalisasi berlangsung melalui paparan, apresiasi, identifikasi, integrasi, hingga implementasi, selaras dengan tazkiyatun nafs. Pendekatan kolaboratif guru dan keragaman interpretasi siswa memperkuat konstruksi makna sosial. Sastra terbukti menyentuh dimensi kognitif, emosional, sosial, dan spiritual secara holistik. Integrasi hikmah Islam dan teori kontemporer menjadikannya model transformatif dan kontekstual. Rekomendasi mencakup pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, dan inovasi media sastra di lembaga Islam.
Implementasi Program Halaqah Persistri di Pimpinan Jama’ah (PJ) Babakan Ciparay Untuk Membentuk Wanita Salihah Farida, Hasna; Nugraha, Roni; Nurmawan
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 5 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v5i5.896

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembinaan karakter wanita salihah dalam organisasi Persistri, khususnya melalui program halaqah yang diselenggarakan di Pimpinan Jama’ah (PJ) Babakan Ciparay. Meskipun program ini telah berjalan dalam jangka waktu yang cukup lama, efektivitasnya dalam membentuk wanita muslimah yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari belum terungkap secara ilmiah.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program halaqah dalam membentuk karakter wanita salihah. Penelitian ini didasarkan pada konsep pendidikan Islam dan pembinaan akhlak, yang memandang halaqah sebagai sarana strategis dalam internalisasi nilai keagamaan dan penguatan peran wanita di keluarga, jama’ah, dan masyarakat.Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian dilaksanakan di PJ Persistri Babakan Ciparay dengan subjek penelitian terdiri atas pengurus, fasilitator halaqah, dan anggota aktif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara interaktif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program halaqah telah dilakukan secara sistematis, dengan fokus pada pembentukan akhlak dan keterampilan hidup islami. Pengorganisasian berjalan efektif melalui struktur kepengurusan yang jelas serta koordinasi yang baik antar pihak terkait. Pelaksanaan program menggunakan metode variatif seperti ceramah, diskusi, simulasi, dan praktik langsung yang berhasil meningkatkan pemahaman keagamaan dan keterampilan praktis anggota. Evaluasi program memperlihatkan adanya perubahan positif pada sikap, perilaku, dan kedisiplinan beribadah peserta. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa implementasi program halaqah Persistri di PJ Babakan Ciparay terbukti efektif dalam membentuk wanita salihah yang berilmu, berakhlak mulia, dan mandiri. Program ini juga berpotensi menjadi model pengembangan pembinaan anggota bagi tingkat jama’ah lainnya.
POETIC INTERPRETATION OF THE QUR'AN AND SUNDANESE LITERATURE: PUPUJIAN POEM OF WAL FAJRI BY K.H.E.ABDULLAH Nugraha, Roni
Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur'an dan Tafsir Vol 7 No 1 (2022): Volume 7 No. 1, June 2022
Publisher : The Department of the Qur'anic Studies, Faculty of Ushuluddin, Adab, and Da'wah, State Institute of Islamic Studies (IAIN) Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at-tibyan.v7i1.3839

Abstract

This article examines the poetic explanation of K.H.E. Abdullah (1918-1994) about time in Q.S. al-Fajr [89]: 1-5. The poem K.H.E. Abdullah not only interprets Q.S. al-Fajr [89]: 1-5 as a phenomenon of the circulation of time in the universe but also as a metaphor for the journey of human life. His interpretation was published in the Iber Sundanese magazine in the October-December 1970 edition in the rubric of Tafsir Al-Qur'an. E. Abdullah is the second generation activist of the Islamic Unity organization (PERSIS) after A. Hassan. Based on library research and the descriptive-analytical method, this article shows that the verse about the phenomenon of time in al-Fajr/89: 1-5 is interpreted metaphorically as a description of human life in the world. The word al-Fajr means youth before ruruntuk (old age) comes. Laya>l 'asr is interpreted as alternating nights describing the increasing age. Al-syaf' interpreted as a whole moon night, represents a perfect age as an adult. Al-watr interpreted when the night turns dark reflects the time of getting older. The passage of youth into old age means wa al-layl iz\a> yasr (by night when it passes). From the Sundanese literary approach, E. Abdullah's pupujian poem generally shows the works that refer to the rules of pupujian, as seen in the number of lines, syllables of arrays, and the final rhyme of each line (a-a-a-a). This pupujian poem emphasizes that although E. Abdullah is active in the modernist Islam movement, he still preserves the tradition of pupujian in his work to bring himself closer to the local culture.
Aplikasi Enzim Pepsin Lambung Tuna terhadap Karakteristik Protein Daging Sapi Nurhayati, Tati; Nugraha, Roni; Kurniawan, Riki
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 19, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Politeknik - Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v19i1.981

Abstract

Pepsin dari lambung ikan tuna merupakan salah satu bentuk pemanfaatan hasil samping berupa enzim proteolitik yang dapat digunakan dalam bidang pangan. Enzim pepsin dapat diaplikasikan pada daging. Daging sapi merupakan salah satu bahan pangan dengan kandungan protein yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh penambahan enzim pepsin dari lambung ikan tuna sirip kuning dan perlakuan tusukan terhadap protein daging sapi. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap faktorial (RALF) dengan dua faktor yaitu konsentrasi enzim (0, 14.000, dan 28.000 U/mg) dan faktor tusukan (dengan tusukan dan tanpa tusukan). Kombinasi penambahan enzim dan perlakuan tusukan memengaruhi proporsi protein daging. Penambahan pepsin dengan aktivitas 14.000 U/mg dengan tusukan menghasilkan total protein daging terlarut sebesar 19,03 ± 0,64 mg/g, kandungan protein sarkoplasma daging terlarut 15,16 mg/g, protein sarkoplasma 9,09 mg/g dan protein myofibril sebesar 23,51 mg/g. Penambahan enzim pepsin dan perlakuan tusukan memengaruhi kadar sarkoplasma dan profil protein. Enzim pepsin dan tusukan pada daging memengaruhi kelarutan protein miofibril, tetapi tidak mengurangi kadar protein miofibril. AbstractTuna gastric pepsin is a fishery by-product waste in the form of proteolytic enzymes that can be used in the food segment. The pepsin enzyme can be applied to meat. Beef is a food source of high protein. This study aimed to determine the effect of adding the pepsin enzyme from yellowfin tuna stomach and stabbing treatment to beef protein. This study used a completely randomized factorial design with two factors, namely enzyme concentration (0, 14.000, and 28.000 U/mg) and stabbing factor (with and without stabbing). The combination of enzyme addition and stabbing treatment affects the protein proportion of the meat. The addition of pepsin 14.000 U/mg with stabbing showed results with a total protein solubility value of meat was 19,32 mg/g, sarcoplasmic protein solubility of meat was 15,16 mg/g, sarcoplasmic protein content was 9,09 mg/g, and myofibril protein content was 23,51 mg/g. The treatment with the addition of pepsin enzyme and stabbing affected the sarcoplasmic levels and protein profile. Enzyme treatment and stabbing affected myofibril protein solubility, but did not reduce myofibril protein levels.
Characterization and Effect of Processing on Parvalbumin Content in Indonesian Shortfin Eel (Anguilla Bicolor-bicolor) Mahardika, Vania; Nurilmala, Mala; Nurjanah, Nurjanah; Pertiwi, Rizsa Mustika; Nugraha, Roni
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 18, No 3 (2023): December 2023
Publisher : :Agency for Marine and Fisheries Research and Human Resources, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.851

Abstract

Indonesian shortfin eel (Anguilla bicolor bicolor) is a high economic value fish and a high nutritional content. However, their utilization can be limited because of hypersensitivity cases in individuals allergic to fish. This study aimed to determine the characteristics of the fish major allergenic protein, parvalbumin in different parts of the eel fillet and the effects of boiling technique on the content of this protein. The samples were boiled with 100 mL of water in an Erlenmeyer flask at 95°C for 10 min. The eel fillet was divided into three parts: the front, middle, and rear part of the body. Protein profiles from each part were identified using sodium dodecyl sulfate-polyacrylamide gel electrophoresis and Bradford assays. Parvalbumin was further purified by ammonium sulfate precipitation. The concentration of protein in the different parts of the eel was not significantly different, whereas the processing treatments (meat with water (F1 extract) and meat without water (F2 extract)) affected protein concentration. Eel meat contained proteins with molecular weights ranging from 10 to 186 kDa. Parvalbumins are highly water-soluble, as their content was reduced in the fillet, but were observed at a high concentration in the water after boiling. Parvalbumins of eel were purified by ammonium sulfate 70-90% with high purity. Interestingly, two different bands were observed in SDS-PAGE, suggesting the presence of a protein variant. The molecular weight of parvalbumin obtained from purification ranged from 10 to 11 kDa, similar to that of other fish.
Translating Sacred Scriptures in Sundanese: A Comparative Analysis of the Bible and the Qur’an in West Java, Indonesia Nugraha, Roni; Permanik, Intan; Rohmana, Jajang A
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis Vol. 26 No. 2 (2025): Juli
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/qh.v26i2.6187

Abstract

This study critically examines the various characteristics of the Sundanese translations of the Bible and the Qur’an. It focuses on two translations of each scripture—S. Coolsma’s 1891 and the LAI 1991 editions of the Bible, alongside Miwah Tarjamahna (2002) and MORA (2020) translations of the Qur’an. Using library research and employing Venuti’s theory of foreignization-domestication, as well as Vermeer’s Skopos theory, this study examines linguistic orientations in both target and source languages. The findings reveal significant distinctions in translation strategies. Bible translations into Sundanese predominantly adopt domestication strategies, emphasizing fluency and accessibility in the target language. In contrast, the Qur’anic translations preserve source language structures through foreignization, reflecting fidelity to original Arabic forms. These tendencies are shaped not only by textual and doctrinal considerations but also by historical and sociolinguistic contexts. Specifically, Bible translations are characterized by colloquial expression and dynamic shifts in Indonesian Bible translation movements, while Qur’anic translations maintain formal diction and syntactic patterns rooted in Arabic. The analysis further identifies lexical, semantic, and syntactic patterns that reveal each scripture’s translation ideology. These differences illustrate how theological authority, religious tradition, and institutional policy influence linguistic choices. The study highlights the importance of understanding translation as a cultural and ideological act, particularly in multilingual and multi-religious regions such as West Java.
Purifikasi dan karakterisasi parvalbumin patin dan gurami: Purification and characterization of catfish and gourami parvalbumin Nugraha, Roni; Safitri, Novemi Gita; Nurilmala, Mala; Pertiwi, Rizsa Mustika
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 12 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(12)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i12.52147

Abstract

Parvalbumin merupakan protein penyebab utama alergi ikan. Namun, penderita alergi ikan menunjukkan reaksi yang berbeda terhadap jenis ikan yang berbeda. Oleh karena itu, purifikasi dan karakterisasi parvalbumin pada berbagai spesies ikan penting untuk dilakukan sebagai upaya pengembangan teknologi deteksi alergi ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan saturasi ammonium sulfat terbaik untuk purifikasi parvalbumin dan mengkarakterisasinya secara in silico. Parvalbumin dari ikan patin dan gurami mentah dan hasil pemasakan dimurnikan dan dikarakterisasi. Parvalbumin dimurnikan dengan metode presipitasi amonium sulfat (20-90% saturasi), kemudian diidentifikasi menggunakan metode SDS-PAGE. Sifat alergenisitas parvalbumin dari gurami dan patin dianalisis secara in silico. Identifikasi profil protein menunjukkan adanya 2 pita yang merepresentasikan parvalbumin dengan bobot molekul 11 dan 14 kDa. Pemurnian menggunakan amonium sulfat belum menghasilkan parvalbumin yang murni karena masih ditemukan adanya pita-pita protein lain yang cukup tebal. Namun, amonium sulfat dengan saturasi 80-90% menghasilkan profil yang terbaik pada proses pemurnian parvalbumin dari ikan mentah dan 90-100% untuk ikan yang dimasak. Hasil analisis bioinformatika menunjukkan adanya 7 sekuen parvalbumin untuk ikan patin, tetapi tidak ditemukan adanya sekuen parvalbumin untuk ikan gurami. Sekuen parvalbumin ikan patin dengan kode XP_026772003.1 memiliki kemiripan yang tinggi dengan parvalbumin dari spesies lain misalnya salmon dan tilapia yang terbukti alergenik. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam karakterisasi parvalbumin lebih lanjut untuk mendukung adanya diagnosis yang lebih baik.
RASIONALITAS TAFSIR AL-QURâN KARYA A. HASSAN: Rubrik Tafsir Al-Hidayah dalam Majalah al-Fatwa Tahun 1931-1933 Nugraha, Roni
Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 1 (2024): Al-Bayan : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Quranic and Tafsir studies Programme at Ushuluddin Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-bayan.v9i1.38583

Abstract

Artikel ini mengkaji rasionalitas penafsiran A. Hassan (1887-1958) pada rubrik “Tafsir al-Hidayah” dalam majalah al-Fatwa edisi 1-20 (1931-1933). A. Hassan dikenal sebagai salah seorang tokoh pembaharu Islam di Indonesia. Ia merupakan guru utama organisasi Persatuan Islam (PERSIS). Melalui pendekatan analisis wacana kritis Fairclough, hasil kajian menunjukkan bahwa penafsiran A. Hassan dalam rubrik “Tafsir al-Hidayah” tersebut termasuk ke dalam kategori tafsir rasional (bi al-ra’y). Hal ini terlihat dari kecenderungannya dalam mengutamakan makna ayat berdasarkan analisis kebahasaan dibanding riwayat. Ia juga sama sekali tidak menggunakan riwayat Israiliyat. Rasionalitas penafsiran A. Hassan tersebut tidak lepas dari interaksinya dengan karya Muslim pembaharu dari Mesir, seperti Muhammad ‘Abduh, melalui tafsir Juzʾ ʿAmmā. A. Hassan terlihat kadang hanya menduplikasi pemikiran ‘Abduh, tetapi kadang pula melampauinya dengan melakukan inovasi, modifikasi dan pengembangan penafsiran. Sebuah dinamika jejaring pembaharuan pemikiran Islam awal abad ke-20 antara Mesir dan Asia Tenggara.
Effect of anesthesy materials on stunning time, water quality, waking time, and blood glucose of carp fish (Cyprinus carpio) Kurniawan, Riki; Nugraha, Roni; Khairi, Nur Alifah
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 6, No 2 (2025): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 6 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v6i2.13091

Abstract

Fishery commodities in a live condition are preferred and demanded by consumers. The stunning method (anesthesia) is an important solution to reduce fish metabolism during transportation, so that fish are more resistant to stress and mortality can be reduced. One of the methods of stunning that can be done is using natural anesthetic ingredients, namely clove and lemongrass oil. This study aims to determine the natural anesthetic ingredients on fainting time, recovery time, water quality, and blood glucose of carp (Cyprinus carpio). The study used experimental method and the data were analyzed descriptively. Clove oil showed the fastest stupor time compared to lemongrass oil and β-hydroxyethyl phenyl ether with an average initial sedation time of 1 minute 48 seconds and a stupor time of 3 minutes 3 seconds. Meanwhile, the time required to get fit to get fit again is an average of 2 minutes 44 seconds and 7 minutes. Clove oil influenced the fastest behavioral response by giving the effect of fainting at the 5th minute and the slowest total operculum opening of 182. Water quality, namely temperature (29.1℃ to 29.15℃) and ammonia (0 to 0.5 ppm) increased, while DO (5.9 to 4.95 mg/L) and pH (7.33 to 6.67) decreased after being given clove oil. The blood glucose of goldfish was normal after stunning using clove oil at 76 mg/dL. Clove oil has the potential to be a natural anesthetic for goldfish stunning.
Perubahan profil protein dan tekstur rajungan (Portunus pelagicus) kukus selama penyimpanan dingin dan beku: Alterations in protein profile and texture of steamed blue swimming crab (Portunus pelagicus) during chilled and frozen storage Duanassurya, Megana; Nugraha, Roni; Nurilmala, Mala
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 11 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(11)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/y8fdxz35

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus), atau dikenal juga sebagai blue swimming crab merupakan sumber protein hewani berkualitas tinggi dengan tekstur yang khas. Proses penyimpanan dapat mengubah profil protein yang berakibat pada perubahan tekstur. Namun, belum ada penelitian yang mengamati perubahan profil protein rajungan selama penyimpanan setelah proses pengukusan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh pengukusan dan penyimpanan pada suhu dingin dan beku terhadap profil protein serta tekstur rajungan. Daging rajungan segar dan kukus dibagi menjadi tiga bagian untuk analisis, yaitu claw meat (CM), jumbo lump (JL) dan leg meat (LEG). Daging rajungan kukus disimpan pada suhu dingin (4°C) dan suhu beku (-18°C) pada waktu penyimpanan yang berbeda. Ketiga bagian daging rajungan memiliki profil protein dan tekstur yang berbeda. Bagian CM mengandung protein larut air tertinggi, yaitu sebesar 3,837±0,16 mg/mL, diikuti JL dan LEG. Secara umum, proses pengukusan mengubah profil protein dan tekstur ketiga bagian daging rajungan. Kandungan protein larut air mengalami penurunan yang signifikan terutama pada bagian CM, yaitu hampir 50%. Adapun nilai tekstur mengalami peningkatan terutama di bagian LEG. Penyimpanan suhu beku lebih mampu mempertahankan kondisi protein dibandingkan dengan suhu dingin. Kandungan protein larut air yang disimpan pada suhu beku cenderung stabil, namun fluktuatif pada daging yang disimpan pada suhu dingin. Analisis profil protein menggunakan SDS-PAGE memperlihatkan adanya penurunan jumlah pita protein setelah proses pengukusan terutama pita-pita protein berbobot molekul besar >50 kDa. Adapun proses penyimpanan baik suhu dingin maupun beku tidak banyak mengubah profil protein.
Co-Authors - - cholifah Achmad, Fariz Adudin Alijaya, Adudin Agoes M Jacoeb Agoes M Jacoeb Agoes Mardiono Jacoeb Agus Yulianto Al-Muta'aliyah, Fayed Fauzan Aninditya Artina Setiaputri Asadatun Abdullah Basrawi, Joyce Bulan Basrawy, Joyce Bulan Bustami Ibrahim Desniar - - Diana Ningdya Lihuana Duanassurya, Megana ella - salamah Ella Salamah Fafa Rizkon Karima Fahmi, Muhamad Ismail Farida, Hasna Fariz Rizki, Fariz Rizki Ramdhani Fathurahman, Muhammad Iqbal Firda Agnes Monica Giri Rohmad Barokah Hadi, Asdianur Hadillah, Arief Himawan, Pebrian Erdiana Irama Dramawanti Pamungkas Irzal Effendi Isti'anah, Ismi Isti'anah, Ismi - Jajang A Rohmana Jannah, Arum Jayanti, Feby Dwi Kamil, Ihsan Kamilawati, Ella Kamilawatie, Ella Khairi, Nur Alifah Komala, Ela Kristian Edo Zulfamy Kurniawan, Farhan Kustiariyah Tarman La Ode Sahaba Lee, Wen-Chien Lestari SM, Nelis Luh Putu Ratna Sundari Magfiroh, Nia Daniyatul Mahardika, Vania Mala Nurilmala Mandela, Risco Marisa Permatasari Misla Alfitri Mohammad Irfan N. Nurjanah Nadia Fabella Nazihah, Nilna Tsabita Novrian, Arfie Nurbayasari, Rodiah Nurhakim, Iwan Ridwan Nurhaliza, Ghefira Nurmawan Nurmawan, Nurmawan Permanik, Intan Pertiwi, Rizsa Mustika Pitriani, Leni Pramesti, Nabilla Adhiany Puspita Sari Dewi Qonaah, Eneng Rahma Dini Arbajayanti Riki Kurniawan Riyan Maulana Rizsa Mustika Pertiwi Rizsa Mustika Pertiwi Rizsa Mustika Pertiwi Rohaeni, Anie Rosidah Rosidah Ruddy Suwandi Safitri, Novemi Gita safrina dyah hardiningtyas siluh putu sri dia utari Siti Nurjannah Sugeng Heri Suseno Suhada, Arie Noviana Syakir, Fahmie Ahmad Syarifuddin, Asep Tarliah, Liah Tarsyidah, Rita TATI NURHAYATI Tri Kalbu Ardiningrum Sejati Uut Tri Utami Valenti Yusron, Feny Wina Novila