Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Profil Pelajar Pancasila Dimensi Kreatif Pada Pembelajaran IPAS Materi “Daerahku Kebangganku” Kelas V SD Negeri 31 Banda Aceh Apriliana, Indah Della; Nurmasyitah, Nurmasyitah; Fitri, Aida
Jurnal Kalacakra: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 6, No 2 (2025): July 2025
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kalacakra.v6i2.9703

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi Profil Pelajar Pancasila dimensi kreatif dalam pembelajaran IPAS materi “Daerahku Kebanggaanku” di kelas V SD Negeri 31 Banda Aceh.  Penelitian ini mendeskripsikan integrasi dimensi kreatif Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran yang mengangkat tema pengenalan dan kebanggaan terhadap daerah asal siswa.  Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi fenomenologi untuk menggali pengalaman subyektif guru dan siswa.  Partisipan dipilih melalui purposive sampling, yaitu guru IPAS kelas V dan siswa kelas V berjumlah 29 orang yang mengikuti pembelajaran materi "Daerahku Kebanggaanku".  Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian diharapkan memberikan wawasan tentang optimalisasi pengembangan kreativitas siswa dalam pembelajaran IPAS dan kontribusi pada pengembangan kurikulum.
APPLICATION OF ROLE PLAYING LEARNING METHOD TOWARDS STUDENTS' LEARNING OUTCOMES ON NARRATIVE TEXT MATERIAL IN GRADE IV OF RANTAU PANJANG STATE ELEMENTARY SCHOOL Utamy, Fera Marlinda; Nurmasyitah, Nurmasyitah; Safiah, Intan
Elementary Education Research Vol 10, No 2 (2025): MEI 2025 (In progres)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v10i2.34010

Abstract

This study aims to analyze the application of the Role Playing learning method to student learning outcomes in narrative text material in grade IV of Rantau Panjang State Elementary School. The Role Playing method is a learning strategy that involves students in role-playing activities, so that they can understand the material more interactively and enjoyably. The purpose of the study was to determine the application of the role playing method to student learning outcomes in narrative text material in grade IV at Rantau Panjang State Elementary School, Aceh Tamiang Regency. The approach in this study used a qualitative approach with a descriptive type. This research was conducted at Rantau Panjang State Elementary School. The subjects of this study were all 15 fourth-grade students at Rantau Panjang State Elementary School. Data were obtained through interviews and tests. The results showed that the Role Playing method had a positive impact on student involvement in learning and improved their understanding of narrative text. Students were more enthusiastic and able to compose narrative texts better after participating in learning with this method. These findings indicate that the Role Playing method can be an effective learning strategy in improving student learning outcomes..
THE EFFECT OF USING KAHOOT EDUCATIONAL GAME MEDIA ON STUDENTS' LEARNING OUTCOMES IN PANCASILA EDUCATION LEARNING ON SOCIAL AND CULTURAL DIVERSITY MATERIALS IN CLASS IV OF SDN 32 BANDA ACEH Maulani, Ade Ria; Mislinawati, Mislinawati; Nurmasyitah, Nurmasyitah
Elementary Education Research Vol 10, No 2 (2025): MEI 2025 (In progres)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v10i2.34048

Abstract

The learning process still focuses on the teacher and does not utilize technological media, thus affecting learning outcomes that are not optimal. One solution that can be used is the use of interactive learning media, based on Kahoot educational game media. This study was conducted with the aim of knowing the effect of using Kahoot educational game media on student learning outcomes in Pancasila education learning material on social and cultural diversity in class IV SDN 32 Banda Aceh. This study used a quantitative approach with the type of research Quasi Experimental and Nonequivalent Control Group Design. The population in this study involved all fourth grade students of SDN 32 Banda Aceh, totaling 58 students. The sample in the study was divided into two groups, namely the experimental class totaling 30 students and the control class totaling 28 students selected using the total sampling technique. Data collection was carried out through giving pre-test and post-test using an instrument in the form of a multiple choice test consisting of 20 questions. To measure significant differences in learning outcomes between experimental and control classes, researchers used the Mann-Whitney test. The results of data analysis showed the value of Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.000 0.05, which indicates a significant difference between learning outcomes using Kahoot educational game media and conventional learning, so Ha is accepted and H0 is rejected. The conclusion in this study is that there is an effect of using Kahoot educational game media on student learning outcomes in Pancasila education learning material on social and cultural diversity in class IV SDN 32 Banda Aceh.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Pada Pembelajaran IPAS Siswa Kelas V SD Negeri 2 Mata Ie Atikah, Batrisya; Mislinawati, Mislinawati; Nurmasyitah, Nurmasyitah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.26847

Abstract

Peningkatan kemampuan berpikir kritis yang baik tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan peserta didik, tetapi juga didukung oleh model pembelajaran yang digunakan. Salah satu model pembelajaran yang sesuai untuk pembelajaran IPAS kelas V adalah model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran IPAS siswa kelas V SD Negeri 2 Mata Ie. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas V B SD Negeri 2 Mata Ie yang berjumlah 20 peserta didik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini, yaitu dengan observasi, wawancara dan tes untuk melihat penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) serta mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) secara keseluruhan terlaksana dengan baik dan memenuhi setiap aspek yang diharapkan. Proses pembelajaran menjadi lebih menarik, dengan peningkatan motivasi dan partisipasi aktif peserta didik dalam memahami materi pelajaran. Hasil tes menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) memberikan dampak positif terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi Indonesiaku Kaya Raya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap penerapan model pembelajaran yang efektif terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik di sekolah dasar
Pengaruh Model Pembelajaran Aktif Tipe The Power of Two terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SD Negeri 6 Ketol Kabupaten Aceh Tengah Tawari, Yuni; Fitri, Aida; Nurmasyitah, Nurmasyitah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.27787

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh Hasil belajar siswa tergolong rendah. Selain permasalah hasil belajar, penggunaan model yang kurang tepat dalam menyampaikan materi pembelajaran juga menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Aktif Tipe The Power Of Two Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SD Negeri 6 Ketol Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode eksperimen dengan jenis penelitian Quasi Eksperimental Design dengan desain Non-equivalent Control Group Design. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling total dengan jumlah sampel sebanyak 40 siswa SD Negeri 6 Ketol Aceh Tengah tahun ajaran 2024/2025 yaitu 20 siswa VA kelas eksperimen dan 20 siswa VB kelas kontrol. Data dikumpulkan menggunakan soal tes objektif sebanyak 20 butir soal untuk mengukur hasil belajar pada materi seperti apakah budaya daerahku. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah melakukan pembelajaran menggunakan model pembelajaran aktif tipe The Power Of Two dengan hasil belajar siswa berdasarkan rata-rata nilai posttest untuk kelas eksperimen sebesar 75,00 dan kelas kontrol sebesar 54,75. Adapun uji hipotesis dengan hasil Sig (2-tailed) sebesar 0.001 < 0,05. Hal ini berarti menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai posttest yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh model pembelajaran Aktif Tipe The Power Of Two terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Negeri 6 Ketol Aceh Tengah
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Inside Outside Circle (IOC) Pada Materi IPAS Indonesiaku Kaya Raya terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V SD Negeri 4 Ketol Aceh Tengah Mahbengi, Sayu; Nurmasyitah, Nurmasyitah; Hasniyati, Hasniyati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29243

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil rendahnya nilai siswa diantaranya dikarenakan guru masih menerapkan model pembelajaran langsung (ceramah) yang dimana model pembelajaran langsung itu belum mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Selain permasalahan hasil belajar, penggunaan model yang kurang tepat dalam menyampaikan materi pembelajaran juga menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Inside Outside Circle (IOC) Pada Materi IPAS Indonesiaku Kaya Raya Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V Sd Negeri 4 Ketol Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Eksperimental dan Nonequivalent Control Group Design. populasi dalam peneltian ini melibatkan seluruh peserta didik kelas V SDN 4 Ketol yang berjumlah 40 peserta didik.Sampel penelitian terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelas eksperimen yang berjumlah 20 peserta didik dan kelas kontrol yang berjumlah 20 peserta didik, yang dipilih menggunakan teknik sampling total. Pengumpulan data yang dilakukan melalui pemberian assesment pre-test dan pots-test yang menggunakan instrument berupa tes pilihan ganda yang terdiri dari 20 soal pilihan ganda. Untuk mengetahui pengaruh hasil belajar yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, peneliti menggunkan uji Mann-Whitney. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh dari nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara hasil belajar menggunakan model pembelajaran Inside Outside Circle (IOC). Maka Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif Inside Outside Circle (IOC) pada materi IPAS indonesiaku kaya raya terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 4 ketol Aceh Tengah
Hubungan Antara Gaya Belajar dengan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas IV SD Negeri 1 Lambheu Humairah, Humairah; Nurmasyitah, Nurmasyitah; Safiah, Intan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30438

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila masih tergolong rendah, rendahnya hasil belajar ini disebabkan banyak peserta didik belum menyadari gaya belajar mereka sendiri sehingga mereka kesulitan dalam menemukan cara belajar yang lpaling efektif, akibatnya peserta didik cenderung menghafal materi tanpa benar-benar memahami konsep dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya belajar dengan hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila siswa kelas IV di SD Negeri 1 Lambheu. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Subjek penelitian terdiri dari 59 siswa yang terbagi ke dalam kelas IV A dan IV B. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki gaya belajar visual dengan rata-rata skor 39,10, diikuti gaya belajar auditorial dengan rata-rata 36,17, dan kinestetik dengan rata-rata 35,37. Hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa menunjukkan kategori sangat baik dengan rata-rata nilai 89,15. Uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, uji homogenitas menunjukkan data homogen, dan uji linearitas menunjukkan hubungan linear antara gaya belajar dan hasil belajar. Namun, berdasarkan hasil uji ANOVA, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaya belajar visual, auditorial, maupun kinestetik dengan hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa gaya belajar tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas IV di SD Negeri 1 Lambheu.
Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Melalui Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Google Sites pada Topik Kekayaan Budaya Indonesia di Kelas IV Sekolah Dasar Muliani, Siska; Safiah, Intan; Nurmasyitah, Nurmasyitah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30569

Abstract

Rendahnya hasil belajar peserta didik diakibatkan kurangnya penggunaan media berbasis teknologi dalam proses belajar mengajar. Pembelajaran sebelumnya lebih banyak menggunakan metode ceramah dan buku teks, sehingga peserta didik kurang termotivasi dan tidak fokus selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan peserta didik serta untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik setelah penggunaan media interaktif berbasis google sites pada topik kekayaan budaya Indonesia di kelas IV Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah seluruh peserta didik kelas IV SD Negeri Kandang Cut Aceh Besar yang berjumlah 31 orang. Instrumen pengumpulan data berupa lembar observasi dan soal tes sebanyak 20 butir soal berupa pilihan ganda. Teknik pengumpulan data menggunkan observasi dan tes. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa aktivitas guru dan peserta didik serta hasil belajar pada siklus I dan II mengalami peningkatan. Nilai rata-rata aktivitas guru pada siklus I 3,3 dengan kriteria sangat baik dan pada siklus II meningkat menjadi 3,6 dengan kriteria sangat baik. Nilai rata-rata aktivitas peserta didik pada siklus I 64% dengan kriteria baik dan meningkat pada siklus II menjadi 88% dengan kriteria sangat baik. Dan peresentase ketuntasan klasikal pada siklus I 39% meningkat pada siklus II menjadi 80%. Terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis google sites pada pembelajaran topik kekayaan budaya Indonesia di kelas IV Sekolah Dasar.
Penerapan Model Pembelajaran Teams Games Tournamen (Tgt) Terhadap Hasil Belajar IPAS di Kelas IV SD Negeri 29 Banda Aceh Matondang, Nuraini Sa’diah Br; Nurmasyitah, Nurmasyitah; Hasniyati, Hasniyati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30682

Abstract

Pada pendidikan dasar terdapat berbagai mata pelajaran, salah satu yang sangat penting untuk dipelajari adalah mata pelajaran IPAS khususnya IPS. Berdasarkan observasi awal peneliti di SDN 29 Banda Aceh menunjukan bahwa hasil belajar IPS siswa masih rendah. Rendahnya hasil belajar IPS siswa selain terlihat dari jawaban pertanyaan yang diberikan langsung oleh guru saat proses pembelajaran, ada pertanyaan tertulis yang diberikan oleh guru kepada siswa. Beberapa siswa mendapatkan nilai 65 sampai 70, termasuk belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 75. Hal ini disebabkan karena siswa belum terlibat aktif dalam proses pembelajaran, siswa yang memliki kemampuan lebih yang mendominasi kegiatan pembelajaran, kurangnya minat siswa dalam belajar, siswa kurang percaya diri dengan jawabannya sendiri, dan ada beberapa guru menerapkan model mengajar konvensional dalam mengajarkan IPS. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan agar menambah keaktifan siswa secara mandiri maupun berkelompok yaitu model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). TGT merupakan model pembelajaran yang membentuk sebuah kelompok belajar dan selanjutnya kelompok tersebut akan saling berkompetisi. Dengan model seperti ini akan mampu merangsang peserta didik untuk aktif. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu “bagaimana penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) terhadap Hasil Belajar IPAS di Kelas IV SDN 29 Banda Aceh?”, bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) terhadap Hasil Belajar IPAS di Kelas IV SDN 29 Banda Aceh. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) terhadap Hasil Belajar IPAS di Kelas IV SDN 29 Banda Aceh sudah terlaksana dengan baik dan berhasil, berdasarkan hasil observasi dan wawancara dapat disimpulkan kelima komponen TGT saat proses pembelajaran yaitu presentasi kelas, tim, game, tournament, dan penghargaan bagi setiap kelompok sudah tercapai. Selain itu, tercapainya penelitian ini juga dapat dilihat dari permasalahan yang terjadi di kelas IVA ketika observasi awal peneliti yang dapat teratasi.
ANALISIS PEMBENTUKAN KARAKTER PEDULI SOSIAL MELALUI PEMBELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS V SD NEGERI TELUK RUMBIA Wahyuni, Sri; Nurmasyitah, Nurmasyitah; Fitriani, Suci
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 8 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/cendikia.v2i8.2443

Abstract

Kurangnya kepedulian siswa terhadap sesama dan lingkungan sekitarnya menjadi salah satu permasalahan yang ditemui peneliti. Adapun cara yang dapat dilakukan dalam membentuk karakter peduli sosial siswa yaitu dengan pembelaaran IPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembentukan karakter peduli sosial siswa melalui pembelajaran IPS pada siswa kelas V SD Negeri Teluk Rumbia. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas V dan siswa kelas V yang berjumlah 23 orang yang mengikuti pembelajaran. Untuk memperoleh data peneliti menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan tahap reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan serta menggunakan bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sikap peduli sosial yang dilakukan siswa kelas V SD Negeri Teluk Rumbia berdasarkan pembelajaran IPS yang berisi tentang arti penting sikap peduli sosial, peran guru dalam membentuk sikap peduli sosial, faktor pendukung dan penghambat dalam membentuk sikap peduli sosial pada siswa. Dalam membentuk karakter peduli sosial guru mengajarkan beberapa kegiatan yang nantinya akan menjadi pembiasaan bagi peserta didik. Hal yang dilakukan seperti tolong menolong, saling menyapa, menjenguk teman yang sedang sakit, memberikan sumbangan pada teman yang mendapatkan musibah. Guru merupakan orang yang berperan penting dalam pembentukan karakter peduli sosial pada peserta didik disekolah. Guru juga mengajarakan tentang pembiasaan perilaku dimana guru akan mencontohkan perilaku saling tolong menolong, saling menyapa, dan saling mengormati. Diluar proses pembelajaran seperti waktu istirahat guru akan menyapa peserta didik yang sedang bermain agar hati-hati, guru juga akan menyapa guru yang lainnya, hal ini dilakukan agar para peserta didik bisa melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh guru mereka. Dapat disimpulkan bahwa pembentukan karakter peduli sosial siswa dapat dilakukan melalui pembelajaran IPS pada siswa kelas V SD Negeri Teluk Rumbia.