Claim Missing Document
Check
Articles

Hutan Lestari Rakyat Sejahtera Nurrochmat, Dodik Ridho
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 2 No 1 (2020): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0201.57-61

Abstract

Perhutanan Sosial merupakan suatu program yang dimaksudkan untuk mengurangi kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan pemanfaatan kawasan hutan yang dilaksanakan melalui pemberian akses legal kepada masyarakat setempat berupa pengelolaan Hutan Desa, Izin Usaha Hutan Kemasyarakatan, Hutan Tanaman Rakyat, Kemitraan Kehutanan atau pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat untuk kesejahteraan masyarakat dan kelestarian sumber daya hutan. Intisari Perhutanan Sosial adalah upaya menyejahterakan masyarakat di sekitar hutan melalui peningkatan produktivitas sesuai dengan fungsi pokok kawasan hutan. Dengan demikian, nilai ekonomi lahan hutan meningkat dan dapat kompetitif dengan penggunaan lain. Jika lahan hutan memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan dapat dinikmati oleh masyarakat, maka konversi hutan menjadi penggunaan lain tidak akan terjadi. Pada akhirnya, diharapkan kuantitas luasan kawasan hutan dapat dipertahankan dan kualitas fungsi pokok kawasan hutan dapat ditingkatkan.
Strategi Peningkatan Produksi Padi di Masa Pandemi dan Opsi Keberlanjutannya Nurrochmat, Dodik Ridho
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 2 No 1 (2020): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0201.62-65

Abstract

Produksi padi di masa pandemi COVID-19 diperkirakan akan menurun diantaranya karena terjadinya pergeseran waktu awal musim kemarau di beberapa wilayah Indonesia. Jika tidak dilakukan langkah antisipasi yang tepat dikhawatirkan situasi akan berkembang menuju kondisi krisis pangan yang berpotensi membahayakan stabilitas ekonomi dan politik nasional. Sinyal pembatasan ekspor beras dari beberapa negara sahabat produsen utama beras dunia memperkecil atau bahkan menutup opsi impor dan mengharuskan Indonesia untuk dapat menyiapkan pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri. Ada beberapa potensi peningkatan produksi beras dan pangan dalam negeri di masa mendatang, diantaranya melalui pencetakan sawah baru, intensifikasi, ekstensifikasi, serta diversifikasi pangan. Namun demikian, dalam kondisi mendesak seperti saat ini strategi yang disarankan adalah program yang dapat meningkatkan produksi beras dan pangan alternatif secara relatif cepat, murah, dan mudah dilaksanakan sehingga stok beras nasional aman dan kebutuhan pangan khususnya beras tersedia dalam jumlah yang cukup dan harga yang wajar ketika sewaktu-waktu diperlukan.
Neue-Gemeinschaft: Transformasi Digital pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Komunitas Pedesaan Banyuwangi, Jawa Timur Mazya, Thita; M Kolopaking, Lala; Hadi Dharmawan, Arya; Ridho Nurrochmat, Dodik; Satria, Arif
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 10 No. 1 (2022): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22500/10202238533

Abstract

This study aims to analyze the digital transformation of changing rural economy towards a digital society. Qualitative research methods were used, including 50 participants and in-depth interview informants, with participatory observation, policy analysis, and three series of focus group discussions both in person and online. The study found that internet intervention significantly impacts collective behaviour and improves MSMEs development. Referring to the continuum theory of Gemeinschaft-Gesellschaft, the study showed that these changes result in the formation of a ‘Neue Gemeinschaft’. Rural MSMEs are entering a new era due to the adoption of digital technology by businesses that support and exhibit characteristics such as the intensity of the use of internet networks, the ability to conduct digital transactions, and the preservation of village social values. Theoretically and empirically, the research indicates that digital transformation is driven by a change in collective behaviour around technology use, followed by inclusive rural digital economy.
Why is Multi-Business Forestry Needed to Overcome the Low Performance of Forestry Governance and Food Security in Indonesia? Suryanto, Suryanto; Nurrochmat, Dodik Ridho; Tarigan, Suria Darma; Siregar, Iskandar Zulkarnaen; Yassir, Ishak; Silalahi, Mangarah; Mansur, Irdika; Harisson, Rhett D.; Wahyudi, Agus; Abdulah, Lutfy
Forest and Society Vol. 8 No. 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Forestry Faculty, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/fs.v8i2.32529

Abstract

The 0.6% contribution of the forestry sector to GDP is considered very low despite 64.1% of Indonesia's land area being allocated as forests. Most of the 64.8% production forest allocated is not yet optimized for strengthening national food security, in which Indonesia is ranked 65th in the world. Therefore, an innovative forest management system is needed to synergize timber and non-timber production. This paper presents a multi-business forestry (Mb-F) implementation strategy analyzed through a dynamic system-based multi-criterion decision-making tool named Super Model Mb-F (SM Mb-F). SM Mb-F is built based on a causal loop diagram (CLD), which describes the dynamic relationship between land typology suitability and decisions related to the type of business, commodities, land use area, workload, and financing for many variables relating to 5M business principles and sustainability. Results showed that CLD formulated in 280 sub-models in a total of 4,764 decision variables with an error deviation of 6.4%. The SM Mb-F simulation on two sample concession units produces a projected increase in wood supply, employment, and state revenue, plus the provision of new functions such as food, NTFP, and environmental services. These benefits are obtained by business feasibility. Assuming that gradually until 2030, the Mb-F can be implemented in 32% of Indonesia's production forests, then by 2045, it is projected that there will be an increase in wood production by 296.8%, state revenue by 654.3%, and labor absorption by 985.7%, as well as adding food production up to 19.36 M tons. This is because the land use efficiency of the current operation of forest concessions following the Annual Allowable Cut (AAC) under the selective cutting and replanting system in Indonesia (TPTI) is only about 3% of the total area of forest concession. Assuming the cutting cycle is 35 years, timber could be extracted in 1/35 of the total forest concession area. Implementing Mb-F will significantly improve the land use efficiency from about 3% to 90%.  The Mb-F will also restrain the rate of decline in carbon stocks, which is deeper if governance is still under the BAU scenario. This research suggests further global research, emphasizing the importance of innovative models for sustainable forestry governance and food security worldwide.
Komitmen IPB sebagai Nature Positive Universities IPB, BPKB; Dwiyanti, Fifi Gus; Zulkarnaen Siregar, Iskandar; Kaswanto; Raffiudin, Rika; Priawandiputra, Windra; Herdiyeni, Yeni; Santoso, Nyoto; Nurrochmat, Dodik Ridho; Qayim, Ibnul; Mardiana, Rina; Putra, Heriansyah; Utami, Anisa Dwi
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 6 No 3 (2024): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0603.953-958

Abstract

IPB University telah berkomitmen untuk menjadi bagian dari Nature Positive Universities Network, yang sejalan dengan komitmen IPB sebagai Green Campus (Kampus Hijau), Kampus Biodiversitas dan komitmen IPB Netral Karbon 2030, dengan melaksanakan empat elemen Nature Positive yakni: (1) penilaian dasar keanekaragaman hayati, (2) penentuan target alam yang spesifik; (3) pengayaan dan penanaman; dan (4) pelaporan data atau status keanekaragaman hayati secara tahunan. Namun tantangan utamanya adalah bagaimana merubah fixed mindset ke arah Nature Positive, selain merubah paradigma menjadi Kampus Hijau. Tentunya, diperlukan visi yang kuat, dukungan finansial, tata kelola yang baik serta perilaku ramah lingkungan seluruh sivitas akademika. Beberapa langkah yang dapat dilakukan IPB University menuju Nature Positive Universities antara lain penentuan lokasi penilaian keanekaragaman hayati kampus IPB untuk Nature Positive Universities project, penilaian dasar keanekaragaman flora dan fauna sebagai baseline status keanekaragaman hayati di kampus IPB, deliniasi Taman Hutan Kampus, dan pembuatan permanent plot Taman Hutan Kampus untuk monitoring keanekaragaman hayati, pengayaan tanaman, penilaian keanekaragaman hayati secara berkala, serta pembangunan basis data dan sistem informasi keanekaragaman hayati.
The Potential Ecological Impact of Oil Palm Agroforestry as Term of Improvement for Restoring Harapan Rainforest Rahmani, Tabah Arif; Nurrochmat, Dodik Ridho; Park, Mi Sun; Boer, Rizaldi; Ekayani, Meti
Jurnal Manajemen Hutan Tropika Vol. 30 No. 3 (2024)
Publisher : Institut Pertanian Bogor (IPB University)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7226/jtfm.30.3.376

Abstract

Around 20.000 ha of forestland in the Harapan Rainforest, Jambi Province, Indonesia, is currently under encroachment by local communities. Local communities encroach on forest land converted into oil palm plantations. Expanding oil palm plantations into forest areas led to biodiversity loss and massive carbon emissions. The annual net carbon emissions of oil palm transformation from the forest in Indonesia is around 12.41–25.83 ton-1 ha-1 year-1. Oil palm agroforestry is considered to be able to increase carbon sequestration and the biodiversity level. CRC-990/EFForTS has established an oil palm agroforestry experimental plot in Jambi Province, Indonesia, namely B11 plot. This study compares the carbon sequestration and biodiversity level between oil palm monoculture and agroforestry. The data collected in this study was obtained from the CRC-990 experimental plots. We collected data on the CRC-990 oil palm agroforestry plot in 6 plots of 40 m × 40 m and 6 plots of 20 m × 20 m. We chose the location and theme of this research because, until now, no research has been conducted yet to calculate the potential carbon absorption capacity and biodiversity level of oil palm agroforestry patterns in B11 plot. This study uses an allometric equation and IPCC guidelines to estimate biomass and carbon sequestration. SNI 8014 is used to evaluate the biodiversity level. This study found that oil palm agroforestry has more significant carbon sequestration. Increasing intercropping in oil palm agroforestry will increase the amount of carbon sequestration. This study also found that oil palm agroforestry has a higher biodiversity level. The species diversity of oil palm agroforestry is moderate, while oil palm monoculture is low. These potential ecological impacts can be considered an initial step in restoring the Harapan Rainforest. It is important to choose appropriate intercrops and proper management to increase the successful implementation of oil palm agroforestry.
Perbandingan Finansial Usaha Budidaya Bambu dan Sengon Haris Prasetyo; Dodik Ridho Nurrochmat; Leti Sundawati
Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 15 No 1 (2021): Maret
Publisher : Faculty of Forestry Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1160.186 KB) | DOI: 10.22146/jik.v15i1.1502

Abstract

Bamboo is proven to provide multi-benefits from the aspects of production, ecology and socio-economic. However, bamboo is still not fully developed. People tend to replace bamboo with wood species which are considered to be more profitable, one of them is sengon. The purpose of this study was to analyze bamboo management practices carried out by farmers and compare between sengon and bamboo cultivation which is more financially profitable. Financial analysis conducted includes: Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR) and Internal Rate of Return (IRR). Analysis of market aspect and social aspect using the Market Analysis and Development (MA&D) method. The sensitivity analysis is carried out on the condition of fixed income while costs increase by 10% and 30% and fixed costs while income rises by 10% and 30%. The analysis included the analysis of market aspect and social aspect. The results of the financial analysis showed that the cultivation of petung bamboo with a spacing of 6x6 meters gave the highest yield with NPV value of IDR330.329.538, BCR 29.10 and IRR of 25.18%. Nevertheless; looking at market and social aspects, bamboo and sengon can be developed in agroforestry to ensure sustainability and continuity of income for farmers. Bamboo and sengon cultivation business is feasible to be conducted because the high demand which cannot be met from the existing sources.
Acceptability Model of The Use of Forest Area Policy in Bangka Belitung Setiawan, Dian; Nurrochmat, Dodik Ridho; Kuncahyo, Budi
Media Konservasi Vol. 23 No. 1 (2018): Media Konservasi Vol. 23 No. 1 April 2018
Publisher : Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism - IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.823 KB) | DOI: 10.29244/medkon.23.1.65-76

Abstract

The use of forest area (UFA) policy is a forest management policy by government to accommodate the needs for mining sector in forest area.This study aims to analyze the factors that become key drivers and influence the acceptance of UFA program and also build the agent-based modelsimulation of UFA policy. The method built in this research is using Structural Equation Modelling and Agent-Based Modelling approach. Based onthe results of confirmatory factor analysis, the factors that play a role in the acceptance of the program is the understanding and participation ofstakeholders related to UFA program and the availability of land allocation to be given license to borrow forest area. In addition, based on the ABMapproach, in order to anticipate the increased deforestation rate in available forest cover, it is necessary to accelerate and increase the rate ofmining reclamation activities by license holders.Keywords: agent-based modelling, structural equation modelling, the use of forest area 
ANALISIS WACANA IMPLEMENTASI PROGRAM PERHUTANAN SOSIAL DI INDONESIA Iswari, Nurul; Nurrochmat, Dodik Ridho; Ekayani, Meti
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 12 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v12i2.64837

Abstract

Pemerintah Indonesia berkomitmendalam upaya mencapaipembangunan hutanlestari dan kesejahteraan masyarakatmelalui program Perhutanan Sosial (PS). Kemunculan narasi kebijakan PS mulai meluas sejak ditetapkannya PermenLHK Nomor 83 Tahun 2016 tentang Perhutanan Sosial. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui narasi dalam media ilmiah dan media massa berkaitan dengan kebijakan PS dan sekaligus menduga bahwa pelaksanaan PS menemukan berbagai hambatan. Sebagian besar pernyataan (statements)dalam artikel yang membahas tentang pelaksanaan PS merupakan artikel dalam media ilmiah, yaitu 308 pernyataan dari 82 artikel media ilmiah. Sedangkan dalam media massa diperoleh 41 pernyataan dalam 32 artikel yang membahas implementasi PS. Media ilmiah menilai bahwa kesuksesan pelaksanaan PS dapat terjadi karena peningkatan pendapatan masyarakat dan hal ini memotivasi masyarakat untuk terlibat dalam program PS. Para informan juga menilai bahwa dengan peningkatan pendapatan melalui program PS turut memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat, seperti peningkatan taraf pendidikan. Persepsi ini sejalan dengan narasi dalam media massa yang menilai bahwa PS memiliki dampak paling besar terhadap kualitas hidup masyarakat secara nonekonomi. Di sisi lain, pengaruh pelaksanaan PS terhadap perubahan sikap masyarakat dinilai positif oleh media ilmiah. Masyarakat memperoleh kepercayaan diri dalam mengelola kawasan hutan jika pemerintah memberikan izin akses.
NEGARA, HUTAN, DAN MASYARAKAT DALAM UU 41 TAHUN 1999: SEBUAH ANALISIS POLITIK EKOLOGI Nurrochmat, Dodik Ridho; Sunarta, Sigit; Suwarno, Eno
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 12 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v12i2.64859

Abstract

Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan disahkan pada masa reformasi dengan semangat untuk menata pengelolaan hutan demi kemakmuran rakyat. Namun, realitas implementasinya menunjukkan bahwa UU ini justru memperkuat dominasi negara dan meminggirkan peran masyarakat lokal dan adat. Dalam rangka proses perubahan UU 41/1999 yang saat ini masuk dalam agenda legislasi nasional, studi ini menggunakan pendekatan politik ekologi untuk menganalisis pasal-pasal kunci dan mengungkap dimensi kekuasaan, eksklusi hukum, serta bias teknokratis dalam regulasi tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa UU ini mereproduksi ketimpangan struktural dalam penguasaan dan pemanfaatan hutan, serta mengabaikan keberadaan modal sosial dan kearifan lokal. Temuan ini mendukung urgensi reformasi kebijakan kehutanan yang lebih adil, inklusif, dan berbasis keadilan ekologis. Kajian ini memberikan kontribusi konseptual dan rekomendasi praktis bagi reformulasi hukum dasar kehutanan yang demokratis dan partisipatif.
Co-Authors Aceng Hidayat Achmad Fachrodji Agung Wibowo Agus Justianto Agus Justianto Agus Justianto Agus Poerwadianto Agus Wahyudi Ahmad Erani Yustika Aldila Paramita Andi Agustiadi Ardhi Yusuf Ardian surya Nurhakim Ari Suharto Arief Daryanto Arif Satria Arya Hadi Dharmawan Asis Budiawan Baguna, Firlawanti Lestari Bahruni . Bambang Hero Saharjo Bramasto Nugroho Budi Kuncahyo Cecep Kusmana Christine Wulandari Clara M. Kusharto Daniel Pontoan Darwo Darwo David Andreas Deddy Ruchjadi Dewi Febriani Dewi Febriani Dhany Yuniati Di Gregorio, Monica Didik Suharjito Dodi Supriatna Dudung Darusman Dudung Darusman Dudung Darusman Dudung Darusman Dudung Darusman Dudung Darusman Efi Yuliati Yovi Efi Yuliyati Yovi Emi Roslinda ENDANG SUHENDANG Eno Suwarno Eny Widiya Astuti Ernan Rustiadi Fadhlan K. Hamdja Faradis Alfi Zain Farma Yuniandra Fentie Salaka Fifi Gus Dwiyanti Fitri Nurfatriani Fitri Nurfatriani Fitri Nurfatriani,S.Hut,M.Si Gunawan Santosa Gustan Pari Gustan Pari Gustan Pari Handian Purwawangsa Hapsoh Hapsoh Hardjanto Hardjanto - Hardjanto Hardjanto Haris Prasetyo Harisson, Rhett D. Hariyatno Dwiprabowo Hariyatno Dwiprabowo Hermanto Siregar IBNUL QAYIM Ibrahim , Syufriadi Idqan Fahmi Iffatul Ulfah Ignatius Adi Nugroho Ignatius Adi Nugroho Iin Ichwandi Iman Santoso Iman Santoso IPB, BPKB Irdika Mansur Ishak Yassir ISKANDAR ZULKARNAEN SIREGAR Iswanto Iswari, Nurul Isyana Rahayu, Isyana Jadda Muthiah James Thomas Erbaugh James Thomas Erbaugh Julijanti Julijanti Julijanti Julijanti Julijanti Julijanti Jun Harbi K Kasmaliasari Kartodihardjo, Hariadi Lala M Kolopaking Latifah Kosim Kadarusman Leti Sundawati Lilik Noor Yuliati Lukas Giessen Lutfy Abdulah Lutfy Abdulah M. Krott Manifas Zubayr Manifas Zubayr, Manifas Martha Christina Yufuai Maulana , Agus Meti Ekayani Mimi Salminah Mira Yulianti Muhammad Alif K. Sahide Muhammad Fachril Husain Jeddawi Muhammad Firdaus Muhammad Ridwan Muhammad Sarif Muhammad Sidiq Mukhamad Najib Nandi Kosmaryandi Nastiti Siswi Indrasti Nurheni Wijayanto Nurtjahjawilasa Nurtjahjawilasa Nurtjahjawilasa Nurtjahjawilasa Nurtjahjawilasa Nurtjahjawilasa, Nurtjahjawilasa Nyoto Santoso Oki Hadiyati Oktedy Andryansah Ono Suparno P. Perdinan Park, Mi Sun Pitojo Budiono Putra, Heriansyah R. Birner Rahmani, Tabah Arif Rahmat Budiono Rahmat Budiono Reza Purnomo RIKA RAFFIUDIN Rina Mardiana Rinekso Soekmadi Rio Firmansyah Ristianto Pribadi Rizal Syarief Rizaldi Boer S Agus Cahyadi Sarah Burns Secunda Selamet Santoso Secunda Selamet Santoso Setiadi Djohar Setiawan, Dian Shelly Atriani Iskandar Sheriffdeen, Muhammad Sigit Sunarta, Sigit Silalahi, Mangarah Siti Nurkomariyah Sofyan Husein Siregar Sukadaryati Sukadaryati Sukadaryati Sukadaryati Sukadaryati Sulistya Ekawati Sulistya Ekawati Sulistya Ekawati Suria Darma Tarigan Suryanto Suryanto Suyanto Suyanto Syaiful Anwar Tania June TATAN SUKWIKA Tatang Tiryana Thita Moralitha Mayza Trina Ayuni Ujang Sumarwan Ulfah Juniarti Siregar Utami, Anisa Dwi Vania Pramatatya WINDRA PRIAWANDIPUTRA, WINDRA Yelin Adalina Yulius Hero