Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pandai Sikek Melalui Pemanfaatan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Juliana Koto; Septri; Andri Gemaini
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT OLAHRAGA DAN KESEHATAN (JASO) 2025: Jurnal Pengabdian Masyarakat Olahraga dan Kesehatan, Special Edition: KKN Tahun 2025
Publisher : DEPARTEMEN KESEHATAN DAN REKREASI UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jaso.vi.89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi masyarakat di Nagari Pandai Sikek melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Nagari ini terdiri dari empat jorong, yaitu Jorong Baruah, Jorong Koto Tinggi, Jorong Tanjung, dan Jorong Pagu Pagu, yang memiliki kekayaan alam melimpah. Masyarakat mengandalkan hasil pertanian sayur-sayuran dan kerajinan ukiran kayu sebagai sumber utama penghidupan. Pertanian lokal menjadi penopang kebutuhan sehari-hari sekaligus sumber pendapatan melalui penjualan ke pasar tradisional. Sementara itu, ukiran kayu menjadi produk budaya bernilai tinggi yang dapat dijual sebagai suvenir. Selain sektor pertanian dan kerajinan, keindahan alam Pandai Sikek yang dikelilingi perbukitan dan udara segar memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam. Program ini berfokus pada penguatan sektor pertanian melalui teknik bercocok tanam sederhana dan pemasaran hasil panen, serta promosi wisata alam melalui media digital untuk memperkenalkan keunikan daerah ini kepada pasar yang lebih luas. Pendekatan ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan ekonomi lokal tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan.
Pemberdayaan Masyarakat Nagari Melalui Pelatihan Pemandu Wisata Stand Up Paddle Di Kawasan Wisata Mandeh Sungai Nyalo Ridho Bahtra; Andri Gemaini
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT OLAHRAGA DAN KESEHATAN (JASO) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Olahraga dan Kesehatan
Publisher : DEPARTEMEN KESEHATAN DAN REKREASI UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jaso.v5i2.125

Abstract

Kawasan Wisata Mandeh Sungai Nyalo merupakan destinasi wisata utama di Kabupaten Pesisir Selatan yang terkenal dengan keindahan pantainya dengan atraksi wisata air seperti snorkling dan diving. Sebagai destinasi wisata yang telah memasuki masa kedewasaan dalam product life cycle, aktifitas wisata di kawasan ini relatif terbatas. Dengan kata lain, perlu adanya aktraksi alternatif khususnya bagi wisatawan yang sudah pernah mengikuti atraksi wisata air yang ada. Stand up paddle (SUP) merupakan kegiatan yang ramah lingkungan dan inovatif yang dapat ditawarkan sebagai salah satu aktifitas alternatif kegiatan wisata di Sungai Nyalo yang relatif mudah diakses oleh berbagai kalangan. Selain dapat menjawab keterbatasan atraksi wisata, Stand up paddle berpeluang membuka ekonomi baru bagi masyarakat setempat dan memperpanjang masa tinggal wisatawan. Artikel ini menguraikan program pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan pemandu wisata Stand up paddle di Kawasan Mandeh Sungai Nyalo, yang bertujuan untuk memperkenalkan aktivitas baru ini sebagai bagian dari pariwisata bahari lokal. Kegiatan pelatihan Stand up paddle diikuti oleh 20 peserta dari pelaku wisata, pemuda, dan kelompok masyarakat Nagari Sungai Nyalo. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya diversifikasi produk wisata dan pemberdayaan masyarakat lokal. Materi dalam kegiatan ini dikemas dalam beberapa format yaitu workshop, diskusi, demonstrasi, dan praktek. Melalui pelatihan ini, para peserta secara antusias telah mempelajari teknik dasar Stand up paddle dan bagaimana memandu wisatawan. Pelatihan ini memberikan hasil yang memuaskan dan menunjukkan bahwa Stand up paddle memiliki potensi besar sebagai aktivitas alternatif yang dapat membantu mendiversifikasi daya tarik wisata Kawasan Mandeh Sungai Nyalo. Stand up paddle dapat menjadi alternatif pengembangan pariwisata yang berkelanjutan yang memerlukan inovasi dalam menciptakan kegiatan alternatif yang dapat menarik wisatawan dan memperkaya pengalaman mereka. Untuk keberlanjutan program ini, diperlukan peningkatan fasilitas serta promosi yang lebih gencar agar Stand up paddle dapat lebih dikenal oleh wisatawan.
Inovasi Desa Wisata Kreatif Melalui Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kawasan Nagari Dalko Kecamatan Tanjung Raya Alimuddin; Dewi Pebriyani; Liza; Muhamad Sazeli Rifki; Sepriadi; Andri Gemaini
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT OLAHRAGA DAN KESEHATAN (JASO) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Olahraga dan Kesehatan
Publisher : DEPARTEMEN KESEHATAN DAN REKREASI UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nagari Dalko mempunyai potensi yang cukup menjanjikan, salah satu contohnya di bidang pariwisata. Pada Kenagarian tersebut terdapat tiga air terjun yang sangat indah yaitu air terjun Si Gadih Ranti, Sarasah Pontong, dan Bukit Batu Alang yang mana apabila bisa dikleloa dengan baik tentu bisa berdampak kepada kondisi ekonomi masyarakat setempat. Dengan pengelolaan yang sistematis dan terstruktur akan mampu memberikan dampak yang sangat luar biasa kepada masyarakat utamanya dalam bidang ekonomi. Namun potensi besar tersebut secara realita bahwa belum dapat terkelola dengan baik. Beberapa hal yang menjadi masalah yang ditemukan antara lain keterbatasan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan manajemen pariwisata yang mengarah pada pariwisata yang kreatif dan inovatif. Masalah berikutnya yang ditemukan adalah minimnya kreativitas masyarakat dalam mempromosikan dan memasarkan objek wisata yang dimiliki sehingga perkembangan pariwisata yang ada menjadi melambat. Selain itu, masyarakat juga belum memetakan lokasi-lokasi strategis yang dapat dijadikan lokasi/spot foto yang bisa dikembangkan sehingga pengunujung tidak monoton pada satu destinasi saja. Dengan penentuan spot-spot foto terbaik dapat digunakan untuk menjadi daya tarik wisatawan. Adapun solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah memberikan pengetahuan yang mendalam terkait pengelolaan wisata dengan rincian kegiatan sebagai berikut; (1) Meningkatkan kualitas manajemen pengelolaan dengan memberikan pelatihan pengelolaan manajemen wisata. (2) Meningkatkan promosi dan pemasaran melalui pelatihan manajemen pemasaran dan bisnis. (3) Melakukan pemetaan lokasi untuk spot-spot foto. Berdasarkan solusi yang diberikan, maka telah dilakukan kegiatan antara lain: (1) Pelatihan manajemen pengelolaan pariwisata yang baik kreatif dan inovatif kepada masyarakat atau kelompok sadar wisata dengan menghadirkan pemateri yang ahli dalam bidang pengelolaan pariwisata, (2) Pelatihan manajemen bisnis dan pemasaran oleh ahli manjemen bisnis kepada masyarakat, (3) Melakukan pemetaan lokasi/spot foto terbaik yang akan dilakukan oleh ahli geografi dan pariwisata sehingga dapat ditentukan lokasi terbaik untuk dikembangkan sehingga menjadi lokasi strategis untuk wisatawan mengambil dokumentasi serta menjadi daya tarik tersendiri untuk wistawan. Hasil dari pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu membantu masyarakat dalam meningkatkan keterampilan dalam melaksanakan manajemen kepariwisataan dan cara-cara melakukan pemanduan yang baik sehingga membantu untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di daerah Dalko.