p-Index From 2021 - 2026
12.084
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Nurse Media Journal of Nursing e-Journal Pustaka Kesehatan Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Masyarakat (IKESMA) Jurnal Berkala Epidemiologi Jurnal NERS Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education JKG (Jurnal Keperawatan Global) Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) UNEJ e-Proceeding Majalah Kesehatan FKUB Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) NurseLine Journal Jurnal Kesehatan Komunitas Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Journal of Nursing Care Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Jurnal Ners ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Abdimasku : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Kesehatan Tambusai MAHESA : Malahayati Health Student Journal Nursing and Health Sciences Journal (NHSJ) Journal of Applied Nursing and Health Nursing Information Journal Lentera Perawat Journal of Global Pharma Technology Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Keperawatan Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Dedikasi Saintek Jurnal Pengabdian Masyarakat Health and Technology Journal (HTECHJ) Jurnal Kegawatdaruratan Medis Indonesia Jurnal Kesehatan dr. Soebandi Journal of Community Empowerment for Multidisciplinary (JCEMTY) International Journal of Community Services International Journal of Contemporary Sciences (IJCS) Malahayati International Journal of Nursing and Health Science DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Claim Missing Document
Check
Articles

Deep Breathing Spiritual Therapy to Reduce Pre-Circumcision Anxiety in Children in Sukoreno Village, Jember Regency: Terapi Spiritual Deep Breathing Untuk Menurunkan Kecemasan Pra-Khitan Pada Anak Di Desa Sukoreno Kabupaten Jember Kushariyadi; Rondhianto
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v1i1.36

Abstract

Health problems in the community in Sukoreno Village, Jember Regency, namely children feeling anxious and even afraid when circumcision is about to be performed. This is because children receive information from their friends which makes fear worse for no apparent reason. The family, especially the parents, also have difficulty dealing with these problems so they don't know how to handle them. Parents have never known about deep breathing spiritual therapy and its benefits in preventing or reducing anxiety and fear, especially in children who will be circumcised. The aim is to provide education or health counseling regarding deep breathing spiritual therapy to reduce anxiety in children who are about to be circumcised in Sukoreno Village, Jember Regency. Using the education or health counseling stage method, namely the orientation, work, and termination stages. Using the leaflet instrument as an extension tool. The results of the service are providing education about the meaning of deep breathing spiritual therapy, the goals and benefits of therapy, indications for therapy, benefits of therapy, mechanisms of therapy, and things that need to be considered in therapy. There were 20 children who attended. The conclusion of this dedication is that deep breathing spiritual therapy is useful in reducing anxiety in children who will be circumcised.
Pencegahan Kerusakan Saraf Perifer Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Nistiandani, Ana; Sutawardana, Jon Hafan; Rondhianto
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v2i1.75

Abstract

Kerusakan saraf perifer merupakan komplikasi diabetes melitus (DM) yang dapat menyebabkan kecacatan secara permanen. Kabupaten Jember memiliki angka DM yang tinggi dan penderitanya memiliki resiko untuk mengalami kerusakan saraf perifer. Desa Mayang merupakan mitra sasaran yang membutuhkan informasi untuk mencegah kerusakan saraf perifer. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mencegah kerusakan saraf perifer pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Kabupaten Jember. Metode pelaksanaan dilakukan dengan ceramah, diskusi, adanya evaluasi berdasarkan nilai pretes dan postes yang diberikan kepada peserta. Hasil kegiatan ini menunjukkan nilai pretes yang didapatkan dari rata-rata jawaban benar yaitu 41,79%. Sedangkan nilai benar rata-rata peserta postest yaitu 69,5%. Meskipun jawaban benar peserta belum mencapai 100%, dapat dikatakan bahwa terdapat peningkatan secara pengetahuan terkait diabetes melitus dan pencegahan komplikasi kerusakan saraf perifer pada peserta.Berdasarkan hasil tersebut, terdapat peningkatan nilai rata-rata jawaban benar dari peserta pengabdian kepada masyarakat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa edukasi dengan metode diskusi dan ceramah efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat.
Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Pada Pelajar SMPN 1 Jenggawah Melalui Team Building Games Setioputro, Baskoro; Rondhianto; Siswoyo; Agustin, Agil; Rubiansyah, Getha Maharani; Ramadhan, Firman; Pasanti, Jesicha Melni; Mukarromah, Siti Murdiyati
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v2i1.99

Abstract

Gempa bumi adalah bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Kota Jember merupakan salah satu kota yang terletak di sumber gempa potensial, yaitu terdapat lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia di daerah selatan Jawa Timur. Sekolah merupakan bangunan yang menampung banyak individu sehingga dapat menyebabkan korban jiwa dan material akibat gempa bumi. Siswa SMPN 1 Jenggawah, Kabupaten Jember, belum pernah mendapatkan penyuluhan tentang kesiapsiagaan gempa bumi., sehingga siswa tidak siap jika menghadapi bencana gempa bumi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan intensi dan sikap siswa menghadapi bencana gempa bumi. Metode pendidikan kesehatan yang digunakan adalah team building games. Setelah mendapatkan materi melalui ceramah, siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan berjalan melalui pos-pos untuk mengaplikasikan materi yang diperoleh. Evaluasi dilakukan dengan one group pre-post test design. Pendidikan Kesehatan diikuti oleh 68 siswa. Hasil pre-test menunjukkan 13,3% siswa memiliki intensi lemah dan 17,6% memiliki sikap negative. Setelah mendapatkan Pendidikan Kesehatan dengan team building games seluruh siswa memiliki intensi positif. Sedangkan sikap negative berkurang menjadi 14,7%. Pendidikan Kesehatan dengan metode team building games bisa meningkatkan intensi seluruh siswa dalam menghadapi gempa bumi, dan menurunkan jumlah siswa yang memiliki sikap negative. Team building games dapat digunakan sebagai metode untuk meningkatkan intensi dan sikap dalam menghadapi gempa bumi bagi siswa SMP.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Dengan Metode Ceramah dan Simulasi Bantuan Hidup Dasar Pada Siswa SMA Rondhianto; Setioputro, Baskoro; Yunanto, Rismawan Adi
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v2i3.114

Abstract

Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan suatu bentuk keterampilan yang mempertahankan jalan napas dan sirkulasi tanpa adanya alat dan dilakukan kapan pun. Keterampilan ini dapat dilakukan oleh siapapun, termasuk siswa SMA. Secara umum, banyak orang awam yang belum mengetahui keterampilan ini. Oleh karena itu, tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa tentang BHD sehingga mereka dapat berperan dalam menghadapi keadaan darurat serta membantu menyelamatkan nyawa. Metode yang digunakan yaitu ceramah dan simulasi.  Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Responden diminta untuk mengisi kuesioner sebelum dilakukan intervensi (Pre-test) dan setelah intervensi (Post-test). Kemudian, data dianalisa menggunakan uji Wilcoxon (p˂α = 0,05). Sebelum dilakukan pendidikan kesehatan sebagian besar responden mempunyai pengetahuan dalam kategori sedang dengan presentase 75%, sedangkan pada keterampilan siswa dalam kategori terampil memiliki presentase 5%. Namun, setelah diberikan pendidikan kesehatan pengetahuan siswa meningkat dengan presentase 90%, sedangkan pada keterampilan siswa juga terjadi peningkatan dengan presentase 62,5%. Hasil analisa uji statistik menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan (0,000<0,05) sebelum dan setelah dilakukannya pendidikan kesehatan. Metode ceramah dan simulasi dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SMAN 4 Jember dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Upaya pendidikan kesehatan ini dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menyelamatkan nyawa dalam kegawatdaruratan.
Optimalisasi Keterampilan Penanganan Gawat Darurat Perdarahan Melalui Metode Simulasi Kasus pada Remaja Yunanto, Rismawan Adi; Kushariyadi; Rondhianto; Iswatiningtyas, Nur Faiza; Nisak, Efir Rifatun
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v3i2.288

Abstract

Perdarahan merupakan salah satu kondisi yang sering dialami oleh pasien yang mengalami kecelakaan. Perdarahan yang tidak ditangani dengan segera akan menjadi keadaan darurat medis karena dapat mengakibatkan syok dan mengancam nyawa manusia. Program pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan penanganan darurat perdarahan dan pertolongan pertama kecelakaan terhadap pengetahuan remaja di SMPN 2 Jember. Kegiatan dilakukan dengan program pengabdian pada sekolah dengan desain pre-experimental one group pre-test post test dan pelatihan berbasis case simulation method. Sasaran program pengabdian ini adalah 39 remaja di SMPN 2 Jember yang terdiri dari 2 laki-laki dan 37 perempuan. Data pengetahuan remaja terkait penanganan perdarahan menunjukkan nilai mean -pre-test 42,05, nilai mean post-test 70,76, dan hasil meant different bernilai positif 28,7. Kegiatan program pengabdian sekolah berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja terkait penanganan darurat perdarahan dan pertolongan pertama kecelakaan.
The impact of self-care deficits and infection control among patients with tracheostomies in intensive care unit: A scoping review Novianty, Aluh Eka; Rondhianto, Rondhianto; Rachmawati, Iis
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v8i2.849

Abstract

Background: Patients in intensive care units (ICUs) with tracheostomies are particularly susceptible to nosocomial infections, notably ventilator-associated pneumonia (VAP) and lower respiratory tract infections. A key contributing factor is the presence of self-care deficits, as these patients are generally unable to maintain airway hygiene or perform tracheostomy wound care independently. These deficits are compounded by healthcare worker workload, constrained ICU resources, and the absence of standardized care protocols. A comprehensive synthesis of existing evidence is therefore necessary to clarify the relationship between self-care deficits and infection risk. Purpose: To explore and analyze the association between self-care deficits and infection incidence in ICU patients with tracheostomy, with a focus on identifying key risk factors, implementation challenges, and effective infection prevention strategies. Method: A systematic literature search was conducted using databases including ProQuest, JSTOR, BMC, and Google Scholar, covering studies published between January 2015 and December 2024. Of 1,157 articles initially identified, 35 were selected for full-text review based on predefined inclusion and exclusion criteria. Quality appraisal was conducted using the Joanna Briggs Institute (JBI) framework, yielding 11 articles for final inclusion. Results: Self-care deficits substantially contribute to nosocomial infection risk in ICU patients with tracheostomies. Identified risk factors include ineffective secretion management, poor oral hygiene, and improper suctioning techniques. Inadequate education for both patients and caregivers following ICU discharge further exacerbates this risk. Additional barriers include limited medical equipment availability, insufficient training in tracheostomy wound care, and healthcare provider burden. Furthermore, there is a lack of research addressing the long-term consequences of self-care deficits and the effectiveness of patient-centered educational interventions. Conclusion: Self-care deficits significantly elevate the risk of infection among ICU patients with tracheostomies, primarily due to impaired hygiene and secretion management. Contributing factors include insufficient resources, absence of standardized protocols, and limited educational support for patients and caregivers. Although nursing interventions have demonstrated potential in mitigating these risks, their implementation remains inconsistent. Further research is warranted to assess the long-term effectiveness of targeted, patient-centered self-care education strategies.
Optimizing Mental Health Cadres In Disaster Response: Stress Management and Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) in Agricultural Communities Rahmawati, Primasari Mahardhika; Rondhianto, Rondhianto; Pebriyanti, Dwi Ochta; Suhari, Suhari; Sulistyono, R Endro
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 11, No 2 (2025): June
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpkm.104898

Abstract

Natural disasters produce both immediate and prolonged psychological consequences, including stress, anxiety, and depression. These effects require comprehensive interventions combining stress management strategies with the Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). This study aimed to enhance mental health cadres' capacity to support disaster resilience programs in agricultural communities, focusing on Indonesia's disaster-prone Lumajang District. The research implemented a two-phase intervention: First, 30 health cadres received training using a quantitative pre-experimental design with pre-test and post-test evaluations. Second, these trained cadres conducted home visits for 80 community members, with outcomes measured using the PTSD Checklist (PCL-5). Results demonstrated significant improvements across both cadres and community members. Cadres' stress management knowledge increased substantially from an average pre-test score of 50% (poor category) to 76.6% (good category) post-intervention. Most importantly, SEFT implementation reduced PTSD symptoms among community members from 41.25% to 11.25%. The study also revealed high participant engagement, with all 30 cadres completing training and demonstrating strong knowledge retention. These findings confirm that targeted training in SEFT and stress management can effectively enhance mental health cadres' professional capabilities. By strengthening frontline responders' skills, communities gain greater capacity to address post-disaster psychosocial challenges and build long-term resilience. The research highlights the value of integrating evidence-based psychological interventions with community health worker programs, particularly in vulnerable agricultural regions facing recurrent disasters. This cadre-centered approach offers a sustainable model for improving mental health outcomes in disaster-affected populations while supporting broader disaster preparedness initiatives. Where it will also support the achievement of SDG 3.
Pengaruh Pelatihan dan Kompetensi Tenaga Medis terhadap Daya Tanggap Stroke Center: Suatu Tinjauan Sistematis Kustiarini, Ari; Rondhianto, Rondhianto; A'la, Muhamad Zulfatul
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 15 No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v15i3.3754

Abstract

Pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga medis memainkan peran penting dalam meningkatkan daya tanggap pusat layanan stroke, terutama dalam mempercepat penanganan dan meningkatkan kualitas perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis pengaruh pelatihan dan kompetensi tenaga medis terhadap daya tanggap Stroke Center serta dampaknya pada kualitas perawatan dan keselamatan pasien  stroke.  Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis terhadap enam artikel yang dipilih dari berbagai basis data daring terkemuka antara tahun 2020 hingga 2024, yang membahas pengaruh pelatihan dan kompetensi terhadap respons pusat layanan stroke. Seleksi artikel dilakukan secara ketat dengan menggunakan alat penilaian kritis dari lembaga internasional. Sumber data diperoleh dari pencarian di Google Scholar, ProQuest, Wiley, dan BMC untuk mengidentifikasi studi yang relevan. Artikel yang disertakan adalah yang menggunakan metode kuantitatif, kualitatif, atau campuran. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelatihan tenaga medis berdampak positif dalam mempercepat respons waktu, meningkatkan akurasi diagnosis, dan memperbaiki koordinasi tim dalam pelayanan stroke. Meskipun terdapat temuan bahwa pelatihan tertentu dapat menambah beban kerja, manfaatnya terhadap keselamatan pasien dan efisiensi layanan lebih menonjol. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan dan pengembangan kompetensi tenaga medis secara berkelanjutan sangat esensial untuk peningkatan respons pusat layanan stroke.
Effect of the Family Caregiver Empowerment Model Intervention on the Self-Efficacy of People with Type 2 Diabetes Mellitus Rondhianto, Rondhianto; Hakam, Mulia; Al Alawi, Rafi Izuddin
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 20 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS)
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2025.20.1.9388

Abstract

Low family support in diabetes management can decrease the self-efficacy of people with type 2 diabetes mellitus (T2DM), impacting diabetes management and outcomes. Healthcare providers can use the family caregiver empowerment model (FCEM) intervention to empower families as caregivers. The study aimed to analyze the effect of the FCEM intervention on people with T2DM self-efficacy. The randomized control trial study was conducted with 85 respondents (intervention group = 41; control group = 44), randomly selected using cluster random sampling. The intervention group received an empowering intervention based on the FCEM model, while the control group received standard care. Sociodemographic and diabetes self-efficacy questionnaires were used to collect the data. Data were analyzed using the dependent t-test and Mann-Whitney U test. The results showed a significant difference in self-efficacy in both groups before and after the intervention (p = 0.001). There was also a significant difference between the intervention and control groups (p = 0.001). The FCEM interventions had a positive effect on the self-efficacy of the people with T2DM. Therefore, healthcare providers can use the FCEM intervention to enhance the family's role in diabetes management and increase the self-efficacy of people with T2DM, improving diabetes self-management and outcomes.
A Systematic Review of Adaptation Measurement Instruments Based on Roy's Adaptation Model in the Nursing Context Syamsidar, Syamsidar; Asmaningrum, Nurfika; Rondhianto, Rondhianto
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 11, No 1 (2025): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2025
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v11i1.2225

Abstract

Background: Measurement of adaptation in nursing based on Roy's Adaptation Model is critical to understanding how patients adapt to chronic medical conditions. This model examines patient adaptation in four main modes: physiological, self-concept, role-function, and interdependence. This study aims to review and evaluate adaptation measurement instruments developed based on Roy's Adaptation Model, as well as assess their effectiveness and limitations in the context of nursing patients with chronic diseases. Methods: This study used a Systematic Literature Review (SLR) approach by following the PRISMA guidelines. The literature search was conducted systematically through reputable academic databases, such as Scopus, PubMed, Google Scholar, and DOAJ. The search strategy incorporated Boolean Operators to ensure broad coverage and topic relevance. The keywords used included measurement instruments, the Roy Adaptation Model, and aspects of validity and reliability. Studies included in this review contained information related to the development or application of patient adaptation measurement instruments with the Roy Adaptation Model in a nursing context. Selected articles were published between 2015 and 2025 and met strict inclusion and exclusion criteria. Results: Twenty articles were found that met the inclusion criteria. Adaptation measurement instruments based on Roy's Adaptation Model showed good validity and reliability, but had limitations in measuring all modes of adaptation holistically. Existing instruments are mostly applied in specific care contexts, such as patients with heart failure, neurodegenerative diseases, and palliative care. Some instruments only measure one or two modes of adaptation, which limits a comprehensive picture of the patient's adaptation process. Conclusions: Although the existing instruments are valid and reliable, there is still a need to develop more holistic instruments that can integrate all four modes of adaptation in one cross-culturally validated measurement tool. Future research is recommended to expand the application of the Roy Adaptation Model in various care contexts.
Co-Authors Abdillah, Achlish Afandi, Alfid Agus Meriroja Agustin, Agil Ahdya Islaha Widyaputri Ahdya Islaha Widyaputri, Ahdya Ahmad Fathoni Ahmad Rifai Ahsan Ahsan Ajeng Dian Sandika Akhmad Zainur Ridla Al Alawi, Rafi Izuddin Alfid Tri Afandi Alwan Wijaya Alya 'Izzatur Rohmah Amadea Yollanda Ana Nistiandani Andani, Kadek Novi Anggun Afrix Rozana Anis Fitri Nurul Anggraeni Anisah Ardiana ARIF HIDAYATULLAH Artha Artha, Artha Ayu Kurnia Vidiany Baehaqi Baskoro Setioputro Baskoro Setioputro Basuki, Pinky Issabella Nanda Benjayamas Pilayon Candra, Eka Yufi Septriana Chanicha Chaitonthueng Chasanah, Nur Fitria Ulfa Devy Meylina Christy Dewi Amaliyah Wahidah Dicky Andriansyah Dina Helianti DINI KURNIAWATI Dodi Wijaya Dodi, Dodi Wijaya Dwi Ochta Pebriyanti Dwi Yuni Lestari Endrian Kurniawan, Dicky Enggal Hadi Kurniyawan Erna Hartatik Erti Ikhtiarini Dewi Esti Utarti Febrian Maulana Putra FITRI NURCAHYANI Fitriani Fitriani Fuad Hasim Wafi Gigih Permana Kusuma Putra Gunarto, Sugito Tri Hafan Sutawardana, Jon Handoko, Dhimas Rizky Hartatik, Erna Hasan, Hafifah Heri Siswanto Heri Siswanto Indriana Noor Istiqomah Intan Nur Annisa Iriawandani, Debie Saktyana Issabella Nanda Basuki, Pinky Iswatiningtyas, Nur Faiza Jannah, Latifah Nur Jon Haffan Sutawardana Juthaluck Saentho Ketut Ima Ismara Kiki Maria Kudlori, Ahmad Kurniawan Setia Budi, Fandi Ahmad Kushariyadi Kushariyadi Kushariyadi Kushariyadi Kusnanto Kusnanto Kusnul Kotimah Kustiarini, Ari Laili Nur Azizah Lantin Sulistiyorini, Lantin Latifah Nur Jannah Lianawati Lianawati Linda, Baiq Linda Agustina Lumprom, Orachorn Mahdi , Nabilla Novia Mardiati Mardiati Mashuri Mashuri Mei Syafriadi Mohammad Shodikin Muhamad Zulfatul A’la Muhammad Aldi Muhammad Fakhrur Rozsy Muhammad Nur, Kholid Rosyidi Mukarromah, Siti Murdiyati Mulia Hakam Murtaqib Murtaqib Musarrofa, Faise Lailatul Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Nailul Aizza Rizqiyyah Niruwan Turnbull Nisak, Efir Rifatun Nistiandani, Ana Noor Ika Wardani Novianty, Aluh Eka Novita Nurkamilah Nur Widayati Nurfika Asmaningrum Nurfika Asmaningrum Nursalam, Nursalam Olifia Nafa Jelita Olifia Nafa Jelita Pairin Yodsuban Pasanti, Jesicha Melni Peni Perdani Juliningrum, Peni Perdani Pradika Ghozi Syamsir Primasari Mahardhika Rahmawati Putri Zalsabila, Annisa Putri, Nicky Septiana R Endro Sulistyono RA. Arsyifa Nanda Fedora Rachmawati, Iis Rahma Yunita Rahman, Zaiful Rahmatullah, M. Nauval Rahmawati, Iis ramadhan, firman Ratna Sari Hardiani Rini Riyanti Ririn Halimatus Sa`diah Rismawan Adi Yunanto Rizki Fitriani, Atmim Rohananingsih, Rohananingsih Rohkmah, Dewi Rosalind Prihandini Rubiansyah, Getha Maharani Ruris Haristiani Ruris Haristiani Sinta Qur'aini SISWOYO Siswoyo Siswoyo Siswoyo Siswoyo Siswoyo Siswoyo Siswoyo Siti Marina Wiastuti Soenarnatalina Melaniani Sri Wahyuni Sugih Utami, Wiwien Sugito Tri Gunarto Suhari Suhari Suhari SUHARSONO Suharsono Suharsono Sujarwanto SUJARWANTO Sutrisno Sutrisno Sutrisno, Sutrisno Syamsiar, Pradika Ghozi syamsidar syamsidar Tantut Susanto Tantut Susanto Ufaidah, Faiqoh Salsabillah Umardi , Adhelia Ananda Umayanah Umayanah umniyyah, zahratul Wahyuni, Ika Sri Wantiyah Wantiyah Wardani, Noor Ika Wardani, Novita Putri Eka Widya Maulina Cantika Putri Wijayanti, Sinta Wulandari, Winda Cindy Yonda, Nila Nabila Yulia, Yulia Misni Yuriasti, Eni Yuriasti, Nining Wahyuni Zahreni Hamzah Zaiful Rahman