Claim Missing Document
Check
Articles

Modernization of Pesantren and Graduate Quality Ruhiyat, Ruhiyat; Didin Saepudin; Nirwan Syafrin; Budi Handrianto4
Formosa Journal of Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 2 (2024): February 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjmr.v3i2.8227

Abstract

Pesantren as an educational institution that produces human resources who have faith and the ability to implement knowledge as the quality of its graduates, needs to make adjustments to the times, both technologically and in terms of the quality of graduates. Pesantren graduates will be measured by their ability in the community to do something useful and felt directly in real terms. Therefore, pesantren should not close themselves off from the modern education system, but rather adapt to the existing and developing system to produce quality graduates. Along with the times, the requirements and indicators of quality graduates were born, this became a reference for pesantren to make changes to the education process, as well as changes in technology became a reference for pesantren to make changes to infrastructure facilities as a forum for developing the quality of graduates.
Model Pengembangan Kurikulum Kaderisasi Ulama Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) Yogyakarta Masa Depan Fihri, Ahmad; Saepudin, Didin; Husaini, Adian; Syafrin, Nirwan
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i04.5104

Abstract

Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) merupakan model kaderisasi ulama di Muhammadiyah. Keberadaannya dianggap dan diharapkan dapat menjawab problem kelangkaan ulama di Muhammadiyah. Sebagai sebuah lembaga pendidikan, PUTM dihadapkan kepada beberapa problematika formalitas kelembagaan yang harus segera ditemukan solusi dan jalan keluarnya. Studi ini mencoba melakukan analisa-analisa atas problem yang ada sekaligus merumuskan strategi pengembangan berdasarkan analasis SWOT. Melalui strategi-strategi tersebut, PUTM Yogyakarta dapat melakukan pembenahan dan pengembangan demi kemampuan menjawab tantangan zaman dan organisasi Muhammadiyah.
TEORI PENDIDIKAN DI ERA KEMUNDURAN ISLAM PADA ABAD KE-7 H MENURUT IBN KHALDUN M. Nurman Ardiansyah; Abbas Mansur Tamam; Nirwan Syafrin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.31508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teori pendidikan menurut Ibn Khaldun dalam konteks kemunduran peradaban Islam pada abad ke-7 H. Periode ini ditandai oleh melemahnya kekuasaan politik Islam, fragmentasi sosial, serta menurunnya produktivitas keilmuan. Ibn Khaldun, melalui karya monumentalnya Muqaddimah, menawarkan kerangka pemikiran pendidikan yang tidak hanya filosofis, tetapi juga sosiologis dan historis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis-filosofis, melalui studi pustaka terhadap karya primer dan sekunder terkait pemikiran Ibn Khaldun dan dinamika pendidikan Islam abad ke-7 H. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibn Khaldun mengkritik metode pengajaran yang mekanistik dan mengabaikan aspek pemahaman serta tahapan belajar. Ia menekankan pentingnya pembinaan akhlak, kesesuaian metode dengan tahap perkembangan intelektual peserta didik, dan keterkaitan erat antara pendidikan, kondisi sosial, dan siklus peradaban. Pemikiran ini relevan sebagai dasar evaluatif terhadap sistem pendidikan Islam di masa krisis, sekaligus sebagai inspirasi pembaruan pendidikan Islam masa kini.
MUSLIMAH AESTHETIC EDUCATION AS AN INTEGRATED LEARNING STRATEGY FOR SECONDARY LEVEL FEMALE STUDENTS IN THE ERA OF THE DEATH OF EXPERTISE Feryani, Elsa; Handrianto, Budi; Syafrin, Nirwan
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 04 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v14i04.9038

Abstract

Background: The era of the "death of expertise," characterized by an overwhelming flow of unverified digital information, poses a threat to the critical reasoning ability (bashirah) of students, particularly among females. Purpose: This study aims to design, implement, and evaluate an integrated Islamic Aesthetic Education model as a pedagogical strategy to enhance aesthetic sensitivity (dzauq) and critical thinking among female students in a modern Islamic boarding school. The model synthesizes Dewey's theory of experience with the concept of ihsan, emphasizing experiential and reflective learning. Method: Using a Participatory Action Research (PAR) design, the study actively involves students in each learning cycle. Findings reveal that the model significantly improves students’ aesthetic sensitivity and critical reasoning, thereby strengthening their character. Result: This highlights the role of aesthetic education as an antidote to superficial information, equipping students to engage with content more thoughtfully and critically. Additionally, the model fosters the development of moral awareness, empathy, and social responsibility. These results underscore the importance of an education approach that not only focuses on information mastery but also on character-building and critical thinking, grounded in ihsan and meaningful experiences. Conclusion: Consequently, this model offers valuable insights for broader implementation in Islamic educational institutions, addressing similar challenges in today’s digital age.
Analisis Komparatif Tujuan Pendidikan Islam dan Barat Pendekatan Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis Sri Liestiati, Tuty; Mansur Tamam, Abas; Syafrin, Nirwan
Diversity: Jurnal Ilmiah Pascasarjana Vol. 5 No. 3 (2025): Diversity: Jurnal Ilmiah Pascasarjana
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/diversityjournal.v5i3.22193

Abstract

Dikotomi antara ilmu pengetahuan umum dan agama telah menciptakan krisis epistemik dalam sistem pendidikan global, yang menuntut peninjauan ulang terhadap tujuan akhir pendidikan. Artikel ini bertujuan menganalisis perbedaan fundamental dan potensi sintesis antara tujuan pendidikan Islam dan Barat menggunakan pendekatan filosofis-komparatif melalui dimensi Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologis. Dengan menelaah literatur klasik dan kontemporer, penelitian ini menemukan disparitas tajam: secara ontologis, pendidikan Barat modern cenderung membentuk subjek otonom (Homo Economicus) yang berorientasi materi, sedangkan pendidikan Islam bertujuan membentuk Manusia Paripurna (Insan Kamil) yang menyadari statusnya sebagai hamba dan khalifah. Secara epistemologis dan aksiologis, dominasi rasionalisme empiris dan utilitarianisme Barat dipertentangkan dengan konsep integrasi ilmu (Tawhid al-'Ulum) dan Ta'dib dalam Islam. Meskipun demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi metodologis dimungkinkan dengan mengadopsi pedagogi kritis Barat yang diletakkan di bawah subordinasi nilai etika Islam. Sintesis ini menawarkan model pendidikan holistik yang mereorientasi kompetensi profesional demi pencapaian kebahagiaan sejati (falah), memberikan solusi atas alienasi moral manusia modern.