Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Quality Testing of Frozen Loin Tuna (Thunnus albacares) Dewi, Jelita; Sayuti, Mohammad; Salampessy, Randi B.S
Jurnal Media Akuakultur Indonesia Vol 4 No 3 (2024): Indonesian Journal of Aquaculture Medium
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/mediaakuakultur.v4i3.3892

Abstract

Indonesia as the largest tuna producing country has potential in the international tuna market. Frozen tuna loin is a fishery product made from fresh tuna as raw material. This study aims to determine the quality of frozen tuna loin products at PT. Treasures of the Ambon Maluku Ocean. Organoleptic quality testing refers to SNI 01-4110.1-2006, ALT test refers to SNI 2332.3: 2015, E. coli refers to SNI 2332.1: 2015., Salmonella refers to SNI 01-2332-2006), chemistry (histamine) refers to SNI 2354.10: 2009 , direct observation of the application of cold chain in the processing room and frozen tuna loin products, yield calculations were carried out 10 times. Observations for productivity calculations were carried out 10 times. Organoleptic test results for raw materials scored 8 while organoleptic frozen tuna loin products scored 8. Microbiological test results for tuna loin products ALT 1.7 X 10³ col/g, E. coli <3 APM/g, Salmonella negative. The result of trimming yield test (trimming l) was 96.53%, and trimming II was 90.26%, while the result of trimming productivity test (trimming l) was 104.42 kg/hour/person and trimming II) 152.21 kg/hour/person. Overall frozen tuna loin products comply with SNI standards for frozen tuna loin (7968: 2014).
EFEK FORTIFIKASI SARI BUAH PEDADA (Sonneratia caselarois) TERHADAP MUTU SENSORI, KIMIA DAN MIKROBIOLOGI HARD CANDY Sayuti, Mohammad; Afifah, Rufnia Ayu; Wiranti, Wiranti
Chanos Chanos Vol 23, No 1 (2025): CHANOS CHANOS
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/chanos.v23i1.14958

Abstract

Candy is a most liked product by all groups, including children, teenagers, adults, and older people. This study aimed to determine Sonneratia caseolaris fruit juice fortification's effect on candy's sensory, chemical, and microbiological quality. This study used a completely randomized design with one factor with four levels of Sonneratia caseolaris fruit juice fortification treatment: F1 (25%), F2 (50%), F3 (75%), and F4 (100%), which were repeated three times. The results of the hedonic test showed the highest level of preference for the color parameter in F1 (25%), while for the aroma, taste, and texture parameters, the highest in F4 (100%). The results of the water content with the highest value in F3 was 1.10%, the highest ash content in F2 was 0.61%, the highest reducing sugar in F1 was 10.75%, and the highest saccharose content in the F4 was 44.53%. Candy did not contain Escherichia coli bacteria, yet contained Coliform bacteria 3.6 APM/mL in F2(50%) and F3(75%). This finding is expected to provide new insights for industry and research to develop candy from local food sources. Permen adalah jenis makanan yang disukai oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Sari buah sering digunakan dalam produk permen untuk menambah cita rasa, salah satunya berasal dari buah pedada. Buah pedada merupakan hasil dari pohon mangrove yang tumbuh di wilayah pesisir dan masih jarang dimanfaatkan secara optimal. Rasanya yang asam membuatnya cocok untuk diaplikasikan pada produk permen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fortifikasi sari buah pedada (Sonneratia caseolaris) terhadap mutu sensori, kimia dan mikrobiologi hard candy. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor dengan empat taraf perlakuan fortifikasi sari buah Sonneratia caseolaris: F1(25%), F2(50%), F3(75%), dan F4(100%), yang diulang sebanyak tiga kali. Hasil uji hedonik menunjukan bahwa tingkat kesukaan tertinggi untuk parameter warna pada F1 (25%) sedangkan untuk parameter aroma, rasa dan tekstur tertinggi pada F4 (100%). Hasil kadar air dengan nilai tertinggi pada F3 yaitu 1,10%, kadar abu tertinggi pada F2 yaitu 0,61%, gula reduksi tertinggi pada F1 yaitu 10,75% dan kandungan sukrosa tertinggi pada formula F4 44,53%. Hard candy hasil penelitian tidak mengandung bakteri Escherichia coli dan mengandung bakteri Coliform dengan jumlah 3,6 APM/mL pada F2(50%) dan F3(75%). Diharapkan temuan ini dapat menjadi referensi baru bagi dunia industri dan penelitian dalam mengembangkan produk hard candy berbahan dasar pangan lokal yang memiliki cita rasa unik.
Pengamatan Sistem Rantai Dingin, Pengujian Mutu, Rendemen, Produktivitas dan Kelayakan Dasar Pengolahan Fillet Ikan Lemadang (Coryphaena hippurus) Beku Sayuti, Mohammad; Berlian, Tasha Putri; Siregar, Resmi Rumenta
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v6i2.15120

Abstract

Ikan lemadang (Coryphaena hippurus) merupakan hasil tangkapan sampingan (by catch), walaupun jumlah produksi masih relatif kecil, namun permintaan pasar ikan lemadang cukup tinggi, sehingga memberikan peluang besar bagi Indonesia sebagai produsen untuk ekspor dalam bentuk segar maupun beku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem rantai dingin, mutu, rendemen, produktivitas dan kelayakan dasar pada pengolahan fillet ikan lemadang (Coryphaena hippurus) beku. Pengujian mutu bahan baku dan produk akhir meliputi dari pengujian organoleptik mengacu SNI 4110:2020 ikan beku, SNI 2696:2013 fillet ikan beku, pengujian produk akhir meliputi pengujian mikrobiologi Angka Lempeng Total (ALT), E. coli mengacu SNI 01-2332.1-2015, pengujian Salmonella berdasarkan SNI ISO 6579-1.2017, pengujian Vibrio cholerae berdasarkan SNI 01-2332.4-2006. Pengamatan penerapan rantai dingin dilakukan pada produk, air dan suhu ruang selama proses produksi, pengamatan rendemen, produktivitas dilakukan 8 kali pengamatan dengan masing-masing 3 kali ulangan, penerapan dan penilaian kelayakan dasar diamati pada penerapan GMP dan SSOP di unit pengolahan berdasarkan Permen KP No. 17 Tahun 2019. Hasil penerapan rantai dingin pada produk, air dan ruangan sudah diterapkan dengan baik. Hasil uji organoleptik bahan baku dan produk akhir mendapatkan nilai rata-rata 8. Hasil uji mikrobiologi pada produk fillet ikan lemadang beku pada ALT yaitu 2,2x103 Koloni/g, E. coli <1,8 MPN/g, Salmonella dan V. cholerae negatif. Hasil rata-rata rendemen fillet 66,05%, skinning dan trimming 42,76%. Hasil rata-rata produktivitas skinning dan trimming 90,37 kg/jam/orang. GMP dan SSOP telah dilaksanakan dengan baik sesuai Permen KP No.17 Tahun 2019, namun terdapat 2 temuan minor sehingga mendapatkan nilai SKP dengan predikat “A”. Secara keseluruhan produk fillet lemadang beku telah memenuhi standar SNI 2696:2013 tentang fillet ikan beku.
Quality Characteristics, Cold Chain System, Yield and Productivity of Frozen Tuna (Thunnus albacares) Steak Processing Sayuti, Mohammad; Rafiani, Evi; Salampessy, Randi B.S.
PELAGICUS Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/plgc.v4i3.13077

Abstract

One of the prospective products that can be developed from tuna is frozen tuna. One processing technique to preserve tuna fish is generally through freezing. F frozen tuna steak is one of the many processed tuna products produced through freezing. The aim of the research is to analyze quality characteristics, application of the cold chain system, calculation of yield and productivity in the processing of frozen tuna steaks at PT. Wahyu Pradana Binamulia. The research method uses a qualitative descriptive method with research stages including process flow observation, organoleptic quality measurements, microbiology (ALT, E. coli, Salmonella), chemistry (histamine), yield calculations, productivity calculations. The data collection method was by directly following processing activities and interviews for the frozen tuna steak processing process, while other data was carried out by testing. The results of the research obtained the processing flow of frozen tuna steak at PT. Wahyu Pradana Binamulia has 23 stages. The organoleptic test results for raw materials have a value of 8 and the final product has a value of 9. The raw material test results for ALT are 6.2 x 103 col/g, Coliform <3 MPN/g, E. coli <3 MPN/g and Salmonella with negative results. The final product test results were ALT 5.5 x 103 col/g, Coliform <3 MPN/g, E. coli <3 MPN/g, and Salmonella with negative results. The histamine test results obtained were 6.9 ppm in the raw material and 7.4 ppm in the final product. Observation results of raw material and product temperatures ≤4.4°C, room temperature ≤20°C and air temperature ≤4.4°C. The yield at the weeding stage was 78.37%, loin formation was 69.40%, dark meat separation and skin removal was 60.77%, trimming was 45.11%, steak formation was 40.48%, retauching was 39. 02%. Employee productivity results at the weeding stage had an average value of 1,214.23 kg/hour/org, for the trimming stage 530.12 kg/hour/org, for the steak formation stage 599.66 kg/hour/org. It can be concluded. The research conclusions show that the quality of raw materials and frozen tuna steak products has met the established SNI standards.
Karakteristik Fisiko-Kimia Dan Proses Produksi Pakan Apung Ikan Lele (Clarias sp.) Sayuti, Mohammad; Dewi, Larasati Rama; Sofian, Achmad
PELAGICUS Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/plgc.v3i1.10485

Abstract

Salah satu komoditas unggulan pada budidaya ikan air tawar adalah ikan lele. Proses budidaya ikan lele membutuhkan ketersediaan pakan. Kebutuhan pakan masih didominasi pakan komersil dengan harga yang tinggi. Pakan buatan menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan pakan budidaya ikan lele. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan dan kualitas yang terkandung pada pakan apung untuk ikan lele. Penelitian dilaksanakan dari 01 Maret 2021 sampai 30 Mei 2021 di KUB Timoer Mandiri, Jember, Jawa Timur. Observasi langsung dilakukan untuk mengetahui proses pembuatan pakan. Pengujian pakan apung dilakukan dengan uji proksimat dan uji fisik pakan. Pengujian proksimat pada bahan dan pakan yang diproduksi sesuai standar AOAC 2005. Pengujian fisik pakan meliputi pengujian warna, bau, lama mengapung, kecepatan tenggelam, daya apung dan pengujian stabilitas pakan yang dilakukan tanpa aerator. Proses produksi pakan apung ikan lele meliputi persiapan bahan, penepungan, formulasi pakan, penimbangan, pencampuran, pencetakan, pengeringan, pendinginan, pengepakan dan penyimpanan. Hasil pengujian proksimat bahan baku pakan sudah memenuhi untuk pembuatan pakan. Pakan apung ikan lele memiliki kandungan protein 31.17%, abu 6.86%, lemak 5.29%, serat 6.17%, air 10.35%, BETN 39.76%, gross energy 3.891,43 Kcal/kg pakan dan digestible energy 31.131.419 Kcal/kg pakan. Pakan apung memiliki warna coklat cerah, bau menyengat, lama mengapung 424 menit, kecepatan tenggelam 0.39 cm/detik, daya apung 100% dan pakan hancur di dasar pada menit 480. Pakan apung ikan lele yang dihasilkan memiliki kualitas baik fisik dan kimia yang menyerupai dengan pakan komersial.
Karakteristik Mutu Rajungan (Portunnus pelagicus) Pasteurisasi dalam Kaleng di BMI, Lampung Selatan, Lampung Sipahutar, Yuliati H.; Khamariah, Khomsyah; Sayuti, Mohammad; Arif, Galih AF
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 1 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v1i1.15198

Abstract

Pengalengan merupakan salah satu bentuk pengolahan dan pengawetan ikan modern serta memerlukan pengemasan dan sterilisasi yang cermat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan metode pengolahan kepiting kalengan yang dipasteurisasi. Metode ini dilakukan melalui observasi dan survei yang mengikuti pelaksanaan penelitian di lapangan. Pengujian mutu dilakukan pada daging rajungan rebus dingin dan daging rajungan pasteurisasi dalam kaleng meliputi mutu sensori, mikrobiologi (Angka Lempeng Total/ALT. Escherichia coli dan Salmonella) dan kimia (chloramphenicol). Analisa data dilakukan dengan deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan rajungan pasteurisasi dalam kaleng dilakukan dengan baik, tetapi tidak sesuai dengan SNI 6929.3:2010 tentang cara menangani dan mengolah daging rajungan pasteurisasi dalam kaleng. Hasil uji nilai sensori daging rajungan rebus dingin rata-rata 8, dan sensori rajungan kaleng pasteurisasi nilai rata-rata 7. Penerapan rantai dingin telah diterapkan dengan baik dengan suhu rajungan pada receiving 1,9°C, sizing 3,3°C, picking 8,6°C, sortir 7,4°C, dark room 7,7°C, final checking8,3°C, mixing and before seaming 9,1°C. Hasil pengujian mikrobiologi produk akhir ALT 4x102 koloni/g, Coliform <3 (APM/g), E. coli <3.0 (APM/g), S. aureus <3 (APM/g), Listeria Negatif, Salmonella Negatif, Vibrio Negatif. Hasil uji antibiotik rajungan bahan baku rata-rata not detected ppb, sesuai dengan standar perusahaan dan SNI. Hasil pengujian fisik berupa filth tidak melebihi standar dan bobot tuntas pada produk akhir dinyatakan tidak kurang dari standar yang telah ditetapkan SNI minimal 90%.
Karakteristik Mutu Pengolahan Lemuru (Sardinella Lemuru) dengan Media Saus Tomat dalam Kaleng Di PT. STP, Negara - Bali Syihabbudin, Yunus H; Sipahutar, Yuliati H; Sayuti, Mohammad; Siregar, Arpan N; Napitupulu, Romauli Juliana
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 1 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v1i1.15187

Abstract

Ikan lemuru merupakan salah satu komoditas yang banyak diolah sebagai produk ikan kaleng karena bernilai ekonomis tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik proses pengolahan ikan lemuru kaleng dalam media saos tomat, yang meliputi alur proses pengolahan, pengujian mutu bahan baku dan produk akhir. Data primer dilakukan dengan cara ikut serta melakukan proses produksi, observasi dan melakukan wawancara pada karyawan sedangkan data sekunder diperoleh dari arsip/dokumentasi perusahaan.  Pengolahan ikan lemuru kaleng meliputi 17 tahapan proses mulai dari penerimaan bahan baku hingga pengiriman. Nilai organoleptik mutu bahan baku adalah 9 dan nilai sensori produk akhir  adalah 8,67. Nilai bobot tuntas kaleng untuk ukuran 202 x 308 (155) rata rata 56,67%  dan kaleng  ukuran 300 x 407 (425) rata-rata 59.75%. Hasil uji histamin bahan baku ikan segar dan produk akhir lemuru kaleng adalah 7,4 ppm dan 13.75 ppm. Hasil uji kadar logam berat pada bahan baku ikan segar dan produk akhir lemuru kaleng meliputi Timbal (Pb) sebesar 0,02 mg/kg dan 0,3 mg/kg; Kadmium (Cd) sebesar 0,01 mg/kg dan 0,02 mg/kg; Merkuri (Hg) sebesar 0,03 mg/kg dan 0,03 mg/kg. Nilai ALT bahan baku ikan segar  sebesar 2,6 x 103koloni/g, E.coli, Coliform dan Vibrio parahaemolyticus dengan hasil <3,0 APM/g, Salmonella dan Vibrio cholerae dengan hasil negatif.
Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Prosedure (SSOP) pada Pengolahan Rajungan (Portunus pelagicus) Pasteurisasi dalam Kaleng di PT. NXX, Makassar Krisna, Aridhea D; Sipahutar, Yuliati H; Sayuti, Mohammad; Napitupulu, Romauli Juliana
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 1 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v1i1.15192

Abstract

Pengalengan ikan dilakukan secara hermetis yang diikuti dengan tahapan strerilisasi untuk mengawetkan produk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengalengan rajungan pasteurisasi dalam kaleng menggunakan metode observasi dan survey, mengikuti langsung seluruh proses pengalengan, mulai penerimaan bahan baku hingga pemuatan. Pengujian  mutu dilakukan dengan organoleptik dan sensori, pengukuran suhu serta pengamatan penerapan GMP dan SSOP. Analisa data dilakukan deskriptif dan komparatif. Alur proses pengolahan ranjungan sudah sesuai SNI yang terdiri dari 12 tahapan yaitu penerimaan bahan baku, sortasi, pendektesian logam, pencampuran, pengisisan dan penimbangan, penutupan kaleng, pasteurisasi, pendinginan, pengkodean, pengemasan, penyimpanan dingin, pemuatan. Hasil uji nilai sensori daging rajungan rebus dingin rata-rata 8,  dan sensori rajungan kaleng pasteurisasi nilai rata-rata 8.  Bobot tuntas adalah 98,51%±0,04. Penerapan suhu telah dilakukan dengan baik pada penerimaan bahan baku 1,0°C±03, sortasi  4,01°C ±0,3; pencampuran 5,3°C ±0,5, Pengisian dan penimbangan 6,7°C ±0,4; penutupan kaleng 7,9°C ±0,3; pasteurisasi 84,0°C ±04 dan pendinginan 0,1°C ±1,0. Penerapan GMP dan SSOP telah dilakukan dengan baik oleh perusahaan dan dapat mengurangi adanya kontaminasi di dalam proses produksi.
Analisis Penerapan Sistem Rantai Dingin dan Identifikasi Mutu, Rendemen dan Produktivitas pada Pengolahan Fillet Ikan Lemadang (Coryphaena hippurus) Beku Berlian, Tasha Putri; Siregar, Resmi Rumenta; Sayuti, Mohammad
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 1 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v1i1.15202

Abstract

Ikan lemadang (Coryphaena hippurus) adalah hasil samping tangkapan (by catch) yang sering tidak terlalu diperhitungkan karena jumlahnya relatif sedikit. Namun permintaan pasar terhadap ikan lemadang yang cukup tinggi, menjadi peluang untuk dimanfaatkan dan ditingkatkan nilai ekonominya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem rantai dingin, mengidentifikasi mutu ikan lemadang, menganalisis rendemen dan produktivitas pada pengolahan fillet ikan lemadang (Coryphaena hippurus) beku. Pengujian mutu bahan baku dan produk akhir meliputi pengujian organoleptik (SNI 4110:2020), dan pengujian fillet ikan beku (SNI 2696:2013). Pengujian mutu produk akhir meliputi pengujian mikrobiologi meliputi pengujian  Angka Lempeng Total (ALT) dan bakteri patogen meliputi  E. coli, Salmonella, dan Vibrio cholerae Pengamatan penerapan rantai dingin dilakukan dengan mengukur suhu produk selama proses produksi. Pengamatan rendemen dilakukan pada tahap pemfilletan dan skinning/trimming,  sedangkan perhitungan produktivitas karyawan dilakukan pada tahap  skinning dan trimming. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan rantai dingin pada produk sudah diterapkan dengan baik, dimana ikan diolah dalam kondisi beku (suhu berkisan antara - 15,2°C sampai -21,3 °C). Nilai organoleptik bahan baku dan produk akhir rata-rata 8. Uji mikrobiologi menunjukkan bahwa kandungan ALT fillet lemadang beku yaitu 2,2x103 kol/g, E. coli <1,8 APM/g, Salmonella dan V. chlorea negatif. Rendemen rata-rata pada tahap pemfilletan, skinning/trimming mencapai 66,05% dan 42,76%.  Produktivitas tenaga kerja pada tahap skinning/trimming mencapai 90,37 kg/jam/orang.
THE INFLUENCE OF WOTON (Sterculia shillinglawii) LEAVES MEAL SUPPLEMENTATION ON THE GROWTH AND DIGESTIBILITY PERFORMANCES OF TILAPIA (Oreochromis niloticus) JUVENILES Hismayasari, Intanurfemi B.; Supriatna, Iman; Sayuti, Mohammad; Budiadnyani, I Gusti Ayu; Saidin, Saidin; Asma, Siti; Prajayanti, Vini Taru F.; Abadi, Agung S.
Jurnal Riset Akuakultur Vol 20, No 1 (2025): Maret (2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.20.1.2025.79-87

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of Woton (Sterculia shillinglawii) leaves meal supplementation on the growth performance and digestibility of tilapia (Oreochromis niloticus) juveniles. The treatments consisted of Woton leaves meal at inclusion levels of 0% (A), 5% (B), 10% (C), 15% (D), and 20% (E), with each treatment replicated three times. The observed parameters included average daily growth (ADG), average body weight (ABW), growth rate (GR), specific growth rate (SGR), survival rate (SR), feed conversion ratio (FCR), and feed efficiency (FE), as well as protein digestibility and total digestibility. Analysis of variance showed no significant differences in ADG, ABW, GR, and SR among the treatments. However, Treatment B recorded a relatively higher SGR (2.73 ± 0.44% day-1) compared to the other treatments (P < 0.05). The analysis of digestibility revealed significant differences. Treatment C (15% inclusion level) resulted in the highest protein digestibility (99.39 ± 0.02%) and total digestibility (99.37 ± 0.01%), while a lower FCR (1.76 ± 0.24) and a higher FE (57.59 ± 7.85%) were found in Treatment B (P<0.05). This study highlighted that despite Woton leaves meal improving fish digestibility and feed efficiency, its supplementation in fish feed should be limited to 5-10% due to the adverse effects of its flavonoid compounds. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi tepung daun Woton (Sterculia shillinglawii) terhadap kinerja pertumbuhan dan kecernaan juvenil ikan nila (Oreochromis niloticus). Perlakuan terdiri atas tepung daun Woton pada tingkat inklusi 0% (A), 5% (B), 10% (C), 15% (D), dan 20% (E), dengan setiap perlakuan diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi rata-rata pertumbuhan harian (RPH), rata-rata bobot tubuh (RBT), laju pertumbuhan (LP), laju pertumbuhan spesifik (LPS), tingkat kelangsungan hidup (TKH), rasio konversi pakan (RKP), dan efisiensi pakan (EP) serta kecernaan protein dan kecernaan total. Analisis varians tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan pada RPH, RBT, LP, dan TKH di antara perlakuan. Namun, Perlakuan B menunjukkan LPS yang relatif lebih tinggi (2,73 ± 0,44% hari-1) dibanding dengan perlakuan lainnya (P<0,05). Analisis kecernaan mengungkapkan perbedaan yang signifikan. Perlakuan C (tingkat inklusi 15%) menghasilkan kecernaan protein tertinggi (99,39 ± 0,02%) dan kecernaan total tertinggi (99,37 ± 0,01%), sedangkan RKP yang lebih rendah (1,76 ± 0,24) dan EP yang lebih tinggi (57,59 ± 7,85%) ditemukan pada Perlakuan B (P<0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun tepung daun Woton meningkatkan kecernaan dan efisiensi pakan ikan, suplementasinya pada pakan ikan sebaiknya dibatasi hingga 5-10% karena dampak negatif senyawa flavonoid yang dikandungnya.
Co-Authors Abadi, Agung S. Achmad Poernomo Achmad Sofian Aef Permadi Afifah, Rufnia Ayu Agung Setia Abadi Agung Setia Abadi Ahmad Junaidi ahmad yani Ahmad Yani Akhmad Saeroji Anasri Tanjung Andes Andes Anugerah Anugerah Arif, Galih AF Asma, Siti Asriani Asriani Asriani Asriani Asriani, Asriani Bambang Winarno Berlian, Tasha Putri Bertiantono, Anugrah Cesar Welya Refdi David Obrian Simbolon Dewi, Jelita Dewi, Larasati Rama Dharmayanti, Niken Didik Iswadi, Didik Dwi Rahmadi Endang - Gunaisah Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Fadhilah, Muhammad Naufal Fajar Ridzki Ferliana Widasari Gatot Hendra Prakoso Hadi Nurohman Handoko, Yudi Prasetyo Heny Budi Purnamasari Hismayasari Hismayasari Hismayasari, Intannurfemi Hismayasari, Intanurfemi B Hismayasari, Intanurfemi B. I Gusti Ayu Budiadnyani I Ketut Sumandiarsa Iman Supriatna Iman Supriatna Iman Supriatna Intannurfemi Hismayasari Intanurfehmi B. Hismayasari Intanurfemi Bacandra Jaulim Sirait Kadarusman Ketut Sumandiarsa Khamariah, Khomsyah Krisna, Aridhea D Lalong, Paulus Risan F. Lisandry, Marwanti M. Chotim Masengi, Simson Maulani, Aghitia Misbah Sururi Muhamad Yusup Muhammad Naufal Fadhilah Muhammad Zaky Latif Muhfizar, Muhfizar Mustasim, Mustasim Napitupulu, Romauli Juliana Ni Nyoman Febriyanti Maharani Putri Niken Dharmayanti Nofi Sulistyo Rini Nur Hidayah Nur Hidayah Nur, Shinta Dia Nurbani, Siti Zachro Nurohman, Hadi Panjaitan, Pola Sabar Tumohom Poltak, Hendra Prajayanti, Vini Taru F. Prayudi, Adham Purnamasari, Henny Budi Raden Haryo Bimo Setiarto, Raden Haryo Bimo Rafiani, Evi Rafli Muhammad Syah Zalukhu Randi B. Salampessy Randi B.S Salampessy Randi B.S. Salampessy Randi Bokhi S. Salampessy Randi Bokhy Syuliana Salampessy Resmi R Siregar Resmi Rumenta Siregar Rufnia Ayu Afifah Safaruddin, Chotim Sahira, Reza Waldani Saidin Saidin Saidin saidin, saidin Saidin, Saidin Salampessy, Randi B. S. Salampessy, Randi B.S Salampessy, Randi Bokhy S. Salampessy, Randi Bokhy Syuliana Salsabilla, Fitria Dwi Samanta, Pinki Natalia Simson Masengi Sipahutar, Yuliati H Sipahutar, Yuliati H. Sipahutar, Yuliati Hotmauli Siregar, Arpan N Siregar, Arpan Nasri Siregar, Resmi Rumenta Siregar, Resmi Ruminta Siswahyuningsih, Sri Siti Zachro Nurbani Sitorus, Paulus Pardamean Rinaldo Sri Siswahyuningsih Suhermanto, Achmad Sumandiarsha, I Ketut Syihabbudin, Yunus H Ulat, Muhammad Ali Vini Taru Febriani Prajayati Widi Astuti Wiranti, Wiranti Wiwik Handayani Yuliandri, Rahmat Yuliati H. Sipahutar