Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Attoriolong

GEJOLAK POLITIK PASCAPROKLAMASI KEMERDEKAAN DI SELAYAR umar, ahmadin
Attoriolong Vol 10, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud mengajak pembaca menemukenali gejala politik yang muncul pascaproklamasi di Selayar. Peristiwa politik ini menguatkan realita bahwa proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, memang bukanlah puncak ataupun akhir dari seluruh perjuangan bangsa Indonesia. Sebaliknya, beberapa peristiwa (gejolak) politik dalam kurun ini tak ubahnya sebuah episode tersendiri dalam perjuangan. Situasi yang belum terlalu kondusif pascaproklamasi kemerdekaan di Selayar adalah salah satu bukti sekaligus faktor pemicu para tokoh yang berhaluan nasionalis membentuk Komite Penyelenggaraan Kemerdekaan (KPK) yang ditetapkan dalam rapat yang berlangsung 28 Agustus 1945. Tidak lama kemudian, awal September 1945 KPK mengadakan rapat di Benteng untuk membahas peristiwa Cina Hoa Kiau yang terjadi  Agustus 1945. Untuk menyelenggarakan pemerintahan di Selayar, maka Komite Penyelenggaraan Kemerdekaan (KPK) segera menyempurnakan tugas revolusi sebagai Badan Pelaksana Kekuasaan.
Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan di Desa Pambusuang, 2002-2017 Reksawan, M. Diant; Ahmadin, Ahmadin; Ridha, M. Rasyid
Attoriolong Vol 18, No 1 (2020): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.001 KB)

Abstract

Karya ini berupaya menjelaskan perubahan kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Pambusuang sejak tahun 2002 hingga 2017 setelah modernisasi atau era modern. Puncak modernisasi baru terjadi di awal tahun 2000-an lebih tepatnya tahun 2002 dimana hal ini diperkuat dari adanya kegiatan melaut terakhir dengan perahu sandeq suatu kelompok nelayan di tahun tersebut. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah kehidupan sosial ekonomi masayarakat nelayan di Desa Pambusuang yang lebih baik setelah modernisasi perahu, serta dampak sosial lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan interkasi sosial. Penelitian ini adalah menggunakan pendekatan penelitian historis (Historical Research), yang terdiri atas beberapa tahapan yakni: (1) Heuristik, dengan mengumpulkan arsip terkait data-data kehidupan social ekonomi masyarakat nelayan Desa Pambusuang dari buku-buku maupun karya tulis ilmiah yang terkait permasalahan. (2) Kritik atau proses verifikasi keaslian sumber sejarah. (3) Interpretasi atau penafsiran sumber sejarah, dan (4) Historiografi, yakni tahap penulisan sejarah.
Industri Rumah Tangga: Kajian Sejarah Pade’de Uring-Uring Di Jipang Kabupaten Gowa, 1980-2018. Nurwira, Nurwira; Ahmadin, Ahmadin; Najamuddin, Najamuddin
Attoriolong Vol 19, No 1 (2021): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang Pade’de Uring-Uring mampu bertahan di Desa Jipang dalam rentang waktu 1980-2018, dinamika Pade’de Uring-Uring di Desa Jipang, dan dampak keberadaan Pade’de Uring-Uring di Desa Jipang bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan empat tahapan kerja yakni heuristik atau pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kritik dilakukan dengan cara kritik ektern dan intern untuk melihat keotentikan data yang disampaikan. Kemudian interpretasi atau memberikan penafsiran terhadap data yang disampaikan narasumber,dan historiografi yaitu penulisan sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri rumah tangga pade’de uring-uring dapat bertahan karena selain digunakan sebagai kebutuhan alat-alat dapur masyarakat setempat, uring-uring juga menjadi alat upacara tradisional. Permintaan terhadap kerajinan gerabah tidak pernah hilang sehingga bernilai ekonomi. Dalam perjalanannya pade’de uring-uring mengalami dinamika akibat adanya alat-alat dapur yang lebih efisien digunakan terbuat dari bahan plastic dan aluminium. Dampak keberadaan pade’de uring-uring dapat dilihat dalam berbagai aspek, yakni adanya hubungan kerja sama antar masyarakat, berdampak pada perekonomian pengrajin, dan digunakan pula dalam berbagai upacara tradisional, serta berdampak pada lingkungan dengan aktivitas penggalian tanah sebagai bahan baku uring-uring.
Pedagang Kaki Lima di Pelabuhan Paotere Kelurahan Gusung Kota Makassar 2001-2019 Annisa Pratiwi, Zulfira; Jumadi, Jumadi; Ahmadin, Ahmadin
Attoriolong Vol 18, No 2 (2020): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Pedagang Kaki Lima di Pelabuhan Paotere Kelurahan Gusung Kota Makassar 2001-2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang keberadaan pedagang kaki lima di Pelabuhan Paotere, dan mendesripsikan bagaimana Perkembangan Pedagang Kaki Lima di Pelabuhan Paotere dari tahun 2001-2019.  Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang terdiri dari pengumpulan data atau heuristic, kemudian melakukan kritik yang terdiri dari kritik internal dan kritik eksternal, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini dilakukan dengan informasi dari para pedagang kaki lima dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan pedagang kaki lima di Pelabuhan Paotere disebabkan oleh faktor budaya warisan turun temurun, daya Tarik ekonomi kota dan pelabuhan paotere sebagai penggerak ekonomi masyarakat sekitar. Perkembangan pedagang kaki lima dari tahun 2001-2019 sudah mengalami penurunan dari segi ekonomi maupun jumlah kios yang terdapat di Pelabuhan Paotere sehingga saat ini banyak dari pedagang kaki lima mempunyai usaha sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sekitar tahun 2015 pihak pengelola PT. Pelindo IV melakukan pendekatan kepada para pedagang untuk sewa menyewa lahan dan adanya aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh pedagang. Hal inilah yang menyebabkan munculnya perselisihan yang hingga kini masih belum mencair. Kesimpulan dari penelitian ini keberadaan pedagang kaki lima sudah menjadi budaya tersendiri di lahan yang mereka tempati bahwa tanah tersebut belum dikelola oleh pihak pelindo. Perkembangan pedagang kaki lima hingga saat ini mulai beralih profesi dengan mencari usaha sampingan untuk menutupi kebutuhan hidup sehingga dapat dikatakan keberadaan pedagang kaki lima di pelabuhan paotere sudah mulai hilang eksistensinya.
Objek Wisata Rammang-Rammang Kabupaten Maros 2012-2021 Rohim, Nur Fatimah; Ahmadin, Ahmadin; Ridha, M. Rasyid
Attoriolong Vol 19, No 2 (2021): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberian gambaran latar belakang keberadaan awal Objek Wisata Rammang-Rammang di Kabupaten Maros, proses perkembangan Objek Wisata Rammang-Rammang di Kabupaten Maros, dan dampak keberadaan Objek Wisata Rammang-Rammang di Kabupaten Maros bagi masyarakat sekitar maupun bagi pemerintah kabupaten maros. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, sehingga dalam proses penelitiannya menggunakan metode penelitian yang sesuai dengan kaidah keilmuan sejarah yang terdiri tas beberapa tahapan. Tahapan tersebut ialah heuristik, kritik, intrepetasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kabupaten Maros memiliki potensi Pariwisata yang dapat dikembangkan secara maksimum oleh kelompok sadar wisata dan unit ekowisata badan usaha milik desa Desa Salenrang, sehingga objek wisata rammang-rammang resmi memiliki izin pengelolaan sejak tahun 2015 oleh pemerintah Kabupaten Maros. Keberadaan objek wisata rammang-rammang memberikan dampak bagi kehidupan perekonomian, baik bagi masyarakat sekitar pada khususnya dan kabupaten maros pada umumnya yang dapat dilihat melalui meningkatnya taraf hidup masyarakat.
Masyarakat Maritim di Desa Lantang Peo Kepulauan Tanakeke Kab Takalar: Kajian Sejarah Sosial Ekonomi Nelayan Rumput Laut, 1959-2019. M. Nur Aidil Fitri; Ahmadin Ahmadin; Muh.Rasyid Ridha
Attoriolong Vol 20, No 2 (2022): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang terbentuknya masyarakat maritim, kondisi sosial dan ekonomi, dinamika yang terjadi pada masyarakat di Lantang Peo. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan yaitu: heuristik (pengumpulan data atau sumber), kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa: (1) Terbentuknya pemukiman dan sebuah sistem Masyarakat di Lantang Peo yang terjadi pada dua fase. (2) Kehidupan Sosial-Ekonomi pada masyarakat Lantang Peo sebagai nelayan, penebang pohon bakau hingga pembudidaya rumput laut. (3) dinamika yang terjadi pada masyarakat di Lantang Peo yang terjadi pada tahun 1959-1970, masyarakat nelayan masih bersifat tradisional. Sedangkan pada tahun 1980-1990 masyarakat nelayan sudah melakukan moderenisasi. Selanjutnya tahun 2000-2019 masyarakat bertransformasi dari nelayan ke pembudidaya rumput laut.
Tradisi Mappanre Temme’ Pada Pernikahan Masyarakat Suku Bugis Dusun Labose Desa Laskap Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur, 1967-2021. Nurwina S; Jumadi Jumadi; Ahmadin Ahmadin
Attoriolong Vol 20, No 2 (2022): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang munculnya tradisi mappanre temme’  pada pernikahan adat suku Bugis dikalangan masyarakat Bugis, untuk mengetahui makna-makna yang terkandung di dalam tradisi ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif ialah suatu proses penelitian untuk memahami fenomena-fenomena manusia atau sosial menciptakan gambaran yang menyeluruh dan kompleks yang dapat disajikan dengan kata-kata, melaporkan pandangan terperinci yang diperoleh dari sumber informan, serta dilakukan dalam latar setting yang alamiah. Tahun 1967 diambil dan dijadikan batasan tahun dengan alasan objek penelitian yakni Dusun Labose secara resmi masuk menjadi salah satu dusun di Desa Laskap, sedangkan batasan waktu penelitian diambil yakni tahun 2021 karena tahun tersebut merupakan waktu pling mutakhir dalam pengumpulan data penelitian. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam upacara tradisi mappanre temme’ pada pernikahan adat masyarakat suku Bugis di Dusun Labose ada beberapa alasan sehingga tradisi ini masih dilaksanakan, diantaranya adalah masih adanya kepercayaan dari nenek moyang terdahulu, faktor turun-temurun atau warisan dari para tetua sehingga harus dilaksanakan sehari sebelum menjelang akad pernikahan dilangsungkan. Di dalam tradisi mappanre temme’ kedua mempelai pengantin melaksanakan tradisi ini di rumahnya maing-masing yang didampingi oleh guru mengaji dan kedua orang tuanya. Calon pengantin memakai baju adat suku Bugis yang biasanya dikenal dengan sebutan baju Bo’do khas suku Bugis, kemudian calon pengantin mengikuti bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh guru mengaji yang telah di amanahkan oleh orangtua calon pengantin untuk memandu berlangsungnya acara mappanre temme’. Dalam tradisi ini juga terdapat makna-makna simbol yang terdapat pada hidangan yang disajikan. 
Aroeppala dalam Panggung Politik Pemerintahan di Sulawesi Selatan 1945 –1966 Rahmatul Yushar; Ahmadin Ahmadin; Patahuddin Patahuddin
Attoriolong Vol 20, No 2 (2022): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang, peran, kedudukan Aroeppala, awalkarir Aroeppala dalam pemerintahan, kemudian perkembangan karir Aroeppala dalam Politik Pemerintahan di daerah Selayar dan beberapa daerah di Sulawesi Selatan, serta akhir karirpolitik dari Aroeppala. Penelitian ini adalah penelitian sejarah dengan pendekatan deskriptifanalisis. Penelitian ini dilakukan melalui studi lapangan dan kajian pustaka dengan menggunakan metode penelitian sejarah yang mempunyai tahapan kerja, yaitu heuristik, kritiksumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakangkeluarga Aroeppala mempunyai garis keturunan bangsawan yang secara status sosial tergolongtinggi di tengah masyarakat. Hal inilah yang menjadi peluang bagi Aroeppala untuk mampumelanjutkan pendidikannya yang tidak mampu dijangkau oleh orang lain. Aroeppala pun bersekolah di OSVIA yang lulusannya bekerja sebagai pegawai administrasi pemerintahan. Kebutuhan akan sumber daya manusia pasca proklamasi kemerdekaan sangatlah besar gunamenjalankan pemerintahan yang ditinggalkan oleh pemerintahan militer Jepang. Oleh karenaitu Aroeppala pun mengisi beberapa tempat –tempat di bagian administrasi pemerintahan mulai dari pegawai administarsi pemerintahan biasa hingga menjadi anggota DPR-GR/MPRS padatahun 1966-1971. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa tidak lamanya masa jabatan Aroeppala di setiap tempat dikarenakan kondisi keamanan belum sepenuhnyapulih pasca kemerdekaan dikarenakan adanya NICA. Aroeppala merupakan sosok dengan kepribadian yang sangat bermasyarakat, adil, disiplin dan jujur sehingga selalu menjadi pilihan untuk ditempatkan di berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Nelayan Rajungan di Kampung Lantebung Kota Makassar 2000-2019 Nurainun Nurainun; Najamuddin Najamuddin; Ahmadin Ahmadin
Attoriolong Vol 20, No 2 (2022): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan tentang : pentingnya Rajungan bagi masyarakat Lantebung, latar belakang perdagangan rajungan di Kampung Lantebung, dan dinamika perdagangan rajungan di Kampung Lantebung pada tahun 2000-2019. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rajungan memiliki nilai penting karena menangkap rajungan adalah bagian dari warisan masa lalu. Selain itu, rajungan merupakan penopang kehidupan masyarakat Lantebung. Adapun yang melatarbelakangi masyarakat Lantebung menangkap rajungan dimulai ketika munculnya perusahaan besar yang melirik hasil tangkapan rajungan di awal tahun 2000-an sehingga masyarakat setempat menjadikan rajungan sebagai komoditas utama di samping hasil tangkapan laut lainnya. Dijadikannya rajungan sebagai komoditas memberikan pemahaman pada masyarakat setempat untuk melestarikan habitat rajungan, yakni hutan mangrove (bakau). Pelestarian hutan bakau ini pula membawa dampak ekonomi tersendri seperti adanya eko-wisata mangrove, kemudian dapat merangsang roda ekonomi masyarakat pesisir Kampung Lantebung. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa secara umum rajungan memberikan banyak manfaat tidak hanya dari segi ekonomi, segi sosial-masyarakat, tetapi juga pelestarian lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri atas tahapan: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara studi arsip dan studi pustaka.
Bulukumba pada Masa Pemerintahan Zainuddin Hasan, 2010-2015 Andi Asrullah; Patahuddin Patahuddin; ahmadin Ahmadin
Attoriolong Vol 20, No 1 (2022): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menunjukkan bagaimana perkembangan pembangunan, konsep pembangunan dan implementasi pembangunan, dan pandangan masyarakat Bulukumba terhadap masa pemerintahan Zainuddin Hasan. Hasil dari penelitian ini, Sesuai dengan konsep pembangunannya termuat dalam visinya yakni “Sejahterakan Masyarakat dengan membangun Desa, menata Kota, melalui Kemandirian Lokal yang Bernafaskan Keagamaan”, pemerintahan Zainuddin Hasan melaksanakan pembangunan  pada semua bidang kehidupan dengan titik berat dibidang ekonomi, sosial, dan budaya. Dapat disimpulkan bahwa Bulukumba pada masa pemerintahan Zainuddin Hasan mengalami kemajuan atau peningkatan dalam berbagai bidang, seperti dalam bidang sarana dan prasarana dengan banyaknya pembangunan fisik yang bisa dilihat seperti Masjid Islamic Center Dato’ Tiro yang menjadi ikon baru Kabupaten Bulukumba, bidang ekonomi dengan meningkatnya PDRB (Pendapatan Daerah Rural Bruto) Kabupaten Bulukumba yang didominasi sektor pertanian,   bidang sosial budaya dari sektor kesehatan dengan adanya pembangunan atau peningkatan fasilitas kesehatan yang menentukan derajat kesehatan masyarakat, dari sektor pendidikan dengan adanya pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang tersebar di berbagai pelosok daerah, dan serta sektor – sektor lainnya yang mendorong  peningkatan  kehidupan sosial dan kebudayaan masyarakat.
Co-Authors A. Octamaya Tenri Awaru A. Reni Agustina. M Aba, Akbar Abdul Azis Abdul Rahman Abdul Rahman Abdul Rahman Abdul Rahman Abdul Rahman Abdul Rahman Abdul Rahman Abidin, Abdi Dermawan Achmad Idrus Al Islami Agustang, Andi Ahmad Syahrir Amiruddin Amiruddin Amiruddin Amiruddin Amirullah -, Amirullah Amirullah Amirullah Amirullah Amirullah Ana Fajarningsi Andi Asrullah Andi Ima Kesuma Andi Tenrile Annisa Pratiwi, Zulfira Anrical Anrical April Cahaya Ashari Ramlan Asmunandar Asmunandar Asmunandar Asmunandar Asmunandar Asmunandar Asmunandar, Asmunandar Bahri Bahri Bahri Bahri Bahri bahri Bosra, Mustari Bustan Bustan Dahlia Pinem Dandi Bahtiar Darman Manda Manda Fatimah Irhas Haerianty Rezky Sani Halfiah Halfiah Haryono, Indriani Hermin Hermin Ismail Muslimin Ita Musfirowati Hanika Jannah. A., Sitti Miftahul Jejen, Atep Jovita Oktaviani Putri Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Khaer , Fajrul La Malihu M. Nur Aidil Fitri M. Rasyid Ridha M. Rasyid Ridha M. Yunasri Ridhoh Madjid, Saleh Maemunah Maemunah Malihu, La Mansyur, Khumairah Mardi Lestari A Mrs Musdalifah Muh Nur Fajri Ramadhana Muh Rasyid Ridha Muh. Zainuddin Badollahi Muh.Rasyid Ridha Muhammad Hidayatullah Muhammad Ikbal Muhammad Syukur Muhammad Yahya Muhaimin Syarifuddin Mustari Bosra Mustika Sari Wulandari Najamuddin Najamuddin Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Nasuhan, Najamuddin Nur Alfi Laila Badru Nur Atika Nurainun Nurainun Nurfatmawati Nurfatmawati Nurkasri Wulan Nurwina S Nurwira, Nurwira Omedetho Jermias, Emanuel Patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuddin Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmatul Yushar Reksawan, M. Diant Reski ayu Lestari Rifal Rifal Rifal, Rifal Rifal, Rifal Rismawati Rismawati Rohim, Nur Fatimah Rosdiana Hafid Rusdi Rusdi Salmiyati, Mrs Samudra Sanur, Ilham Sanur, Ilham Samudra Satria Wulandari Sofyan, Hady Sriyuni Wahyuningsih Ripal Supriadi Torro Syahrir Kila Syamsu Andi Kamaruddin Wahyudi Ishak Widia Astuti Ansar Yulia, Irma Denada Yusuf, Indriani Pratiwi