Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Fon

DAMAR KAMBANG: RESISTANSI PEREMPUAN MADURA ATAS BUDAYA NORMATIF Diyana Mareta Hermawati; Aquarini Priyatna; Amaliatun Saleha
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fhzjxz31

Abstract

ABSTRAK: Tulisan ini mendiskusikan perempuan Madura dalam novel Damar Kambang karya Muna Masyari, penulis asal Madura, yang melakukan perlawanan atas budaya normatif. Muna Masyari dikenal sebagai penulis Madura dengan karakteristik karya yang mengangkat budaya Madura. Dalam novel Damar Kambang, Muna Masyari menarasikan tiga perempuan dengan sudut pandang “aku” narator perempuan dalam pergulatan pernikahan. Metode close reading dengan teknik membaca dan mencatat digunakan untuk mengurai permasalahan penelitian. Data yang dikumpulkan berfokus pada sudut pandang “aku” narator perempuan, keterkaitan tokoh, peristiwa, dan alur yang menunjukkan bahwa novel Damar Kambang menempatkan perempuan Madura tidak sebagai objek. Perempuan Madura dalam institusi pernikahan pada novel Damar Kambang secara berulang ditampilkan mempertanyakan dan menunjukkan diri sebagai subjek. Protes terhadap norma mengenai peran dan identitas perempuan Madura serta tengka (tatakrama Madura) ditampilkan melalui penggambaran karakter perempuan yang memutuskan melakukan hubungan seksual di luar pernikahan, dominasi hubungan seksual dalam pernikahan terhadap laki-laki, dan penyerahan diri pada laki-laki yang tidak dicintai sebagai bentuk pelunas utang.
Kritik Atas Representasi dan Stereotipe Perempuan Sunda dalam Film Before, Now & Then (Nana) Azhar Febryan; Aquarini Priyatna; Taufik Ampera
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 22 No 1 (2026)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fv2c3z07

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini mengkaji representasi dan stereotipe perempuan Sunda dalam film Before, Now & Then (Nana) dengan menyoroti bagaimana konstruksi visual dan naratif film tersebut menampilkan perempuan sebagai figur yang pasrah, sensual, serta tidak berdaya. Penelitian ini berangkat dari kesenjangan antara keberagaman identitas perempuan Sunda dalam realitas sosial dengan representasi yang dibakukan dalam karya sinema populer. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bentuk-bentuk representasi yang dianggap keliru serta mengidentifikasi mekanisme naratif yang memperkuat stereotipe etnis dan gender. Metode yang digunakan adalah analisis tekstual film dengan pendekatan teori representasi, gender, dan etnisitas. Temuan utama menunjukkan bahwa film ini mereproduksi pola homogenisasi identitas perempuan Sunda, menempatkan mereka sebagai objek emosional dan seksual, serta mengonstruksi tubuh perempuan sebagai pusat konflik melodramatik. Selain itu, alur dan struktur film turut memperkuat narasi yang memosisikan perempuan sebagai sumber masalah atau ketidakseimbangan sosial. Kesimpulannya, film ini tidak hanya menampilkan misrepresentasi perempuan Sunda, tetapi juga mengukuhkan cara pandang patriarkal yang membatasi agensi perempuan dalam ruang budaya dan sinematik. KATA KUNCI:  Representasi perempuan; Stereotipe etnis; Perempuan Sunda; Analisis film       KRITIK ATAS REPRESENTASI DAN STEREOTIPE PEREMPUAN SUNDA DALAM FILM BEFORE, NOW & THEN (NANA)   ABSTRACT: This study examines the representation and stereotyping of Sundanese women in the film Before, Now & Then (Nana) by analyzing how its visual and narrative structures portray women as passive, sensual, and socially powerless. The research addresses the gap between the diverse lived experiences of Sundanese women and the simplified portrayals presented in popular cinema. The aim of this study is to identify problematic forms of representation and to analyze the narrative mechanisms that reinforce ethnic and gender stereotypes. The study employs a textual film analysis supported by theories of representation, gender, and ethnicity. The findings reveal that the film reproduces a homogenized image of Sundanese women, positioning them as emotional and sexual objects and situating their bodies at the center of melodramatic conflict. Furthermore, the film’s storyline reinforces a narrative that frames women as sources of moral disruption and social imbalance. In conclusion, the film does not merely offer [mis]representation of Sundanese women, but also sustains patriarchal perspectives that restrict female agency within cultural and cinematic spaces. KEYWORDS:  Women’s representation; Ethnic stereotypes; Sundanese women; film analysis  
Co-Authors Aceng Abdullah Aceng Abdullah Acep Iwan Saidi Adi Kurniawan Adipurwawidjana, Ari J Adji, Muhammad Ageza, Gorivana Aida Anwariyatul Fuadah Aksa, Yati Amalia, Sira Kamila Dewanti Amaliatun Saleha Anastasia Dewi Wulandari Anastasia Dewi Wulandari Ani Rostiyati Aprilia, Nurul Hanifa Ari J. Adipurwawidjana Ari J. Adipurwawidjana Ari Jogaiswara Adipurwawidjana Arining Wibowo Asep Yusup Hudayat Azhar Febryan Cece Sobarna Dadan Suwarna Dade Mahzumi Dade Mahzumi, Dade Darmawan, Adam Dessyratna Putry Dimas Yudhistira Dimas Yudhistira, Dimas Diyana Mareta Hermawati Diyana Mareta Hermawati Dzulfikar Al-anbiya Eka Ayu Wahyuni Ekaning Krisnawati Endah Istiqomah Apriliani Ezzah Fathinah Fauziah Ismi Desiana Faza Fauzan Azhima Gian Nova Sudrajat Nur Hanifah Puji Utami Hary Ganjar Budiman Hazbini Hazbini Heri Isnaini Hilda Septriani Ikeh, Tri Sulapmi Dolina Indrawan Dwisetya Suhendi, Indrawan Dwisetya Indriyani Rachman Jordy Satria Widodo Lilis Suryani Lina Meilinawati Lina Meilinawati Rahayu Lina Meilinawati, Lina Luqman, Arief Mecca, Ali Mega Subekti Mia Dwianna Widyaningtyas Mori, Alifa Syauqina Muhamad Adji Mulyadi, R.M Nisa'ul Fithri Mardani Shihab Nita, Ida Ayu Eka Vania Cahya Novia Nurul Ulfah Nurhayati, Nita Nurullah, Maria Fiducia Permata, Denti Primiani, Nurrahma Probowati, Andarini Rani R. M. Mulyadi R. M. Mulyadi R.M. Mulyadi R.M. Mulyadi Raden Mohamad Herdian Bhakti Raden Muhammad Mulyadi Rahmasari, Rifka Alif Rani, Seni Melia Rasus Budhyono Renti Mahkota Resa Restu Pauji Ridwan, Muhammad Fauzi Rifki Zamzam Mustafa Rifki Zamzam Mustaffa Rikma Dewi, Nenden Rojak, Mohamad Abdul Rosyidah Antoni, Cheryl Desyanti Safrina Noorman, Safrina Sartika Sari Siti Karlinah Sri Rijati Wardiani syukur, andi abd khaliq Taufik Ampera Teddi Muhtadin Tisna Prabasmoro Tri Sulapmi Dolina Ikeh Wibowo, Arining wibowo, arining Yovela, Stasya Yuris Fahman Zaidan Zakaria, Mumuh Muhsin Zhafirah, Faizzah Shabrina