p-Index From 2021 - 2026
6.802
P-Index
This Author published in this journals
All Journal E-Jurnal Medika Udayana VISIKES Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Media Gizi Indonesia (MGI) Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Jurnal Biometrika dan Kependudukan (Journal of Biometrics and Population) JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Public Health of Indonesia Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Jurnal Abadimas Adi Buana Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Kreativitas PKM Review of Primary Care Practice and Education (Kajian Praktik dan Pendidikan Layanan Primer) Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Leverage, Engagement, Empowerment of Community (LeECOM) Jurnal Ners Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat jurnal syntax admiration Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Scientific Journal Asian Journal of Health Research Jurnal Pengabdian Mandiri Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan CoMPHI Journal : Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Prominentia Medical Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Jurnal Abdimas Kesehatan Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KUALITAS LAYANAN RAWAT JALAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS KORI KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA Kaka, Wilhelmus Alvin; Wartiningsih, Minarni; Ritunga, Imelda
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.22230

Abstract

Tingkat kepuasan pasien rawat jalan merupakan hal yang krusial bagi keberhasilan puskesmas. Kepuasan pelanggan merupakan perasaan kecewa ataupun senang pengguna layanan  yang  muncul ketika melakukan pembandingan  kinerja  sebuah layanan  yang  dihasilkan  terhadap  harapan  pelanggan. Layanan dokter, perawat, administrasi, laboratorium, radiologi, farmasi dan makanan yang terintegrasi untuk menghasilkan layanan komprehensif dapat menjadi pengukur kepuasan. Rata-rata tingkat kepuasan pasien atas pelayanan kesehatan di Puskesmas Kori Kabupaten Sumba Barat Daya pada tahun 2022 berada diangka 87,5% dimana ini masih tak memenuhi standar sesuai ketetapan Kemenkes RI sebesar 100%. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan bagi pasien rawat jalan dengan tingkat kepuasan pasien di puskesmas Kori Kabupaten Sumba Barat Daya. Penelitian ini dilakukan secara observasional analitik beserta mengunakan metode simple random sampling dimana pengambilan sampel di puskesmas dan jumlah responden dihitung mengunakan rumus slovin. Pengambilan sampel responden mengunakan kuesioner kualitas pelayanan dan kepuasan pasiens. Pengolahan data penelitian menggunakan aplikasi SPSS dengan uji korelasi spearman. Dalam penelitian ini didapatkan rata-rata tingkat kepuasan pasien 96%. Hasil uji korelasi antara kualitas layanan yang meliputi atas (kehandalan, empati, bukti nyata, jaminan, dan kualitas daya tanggap) dengan variabel kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Kori didapatkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Disimpulkan bahwasanya ada korelasi signifikan dari setiap variabel kualitas layanan beserta variabel kepuasan di puskesmas Kori.
Hubungan Antara Brand Equity Dengan Tingkat Kepuasan Pasien RSWS Surabaya Viena, Windi Clara; Wartiningsih, Minarni; Ritunga, Imelda
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 1 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 1, Februari 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i1.604

Abstract

Latar belakang: Tingkat kepuasan pasien berkaitan secara linier dengan tingkat kualitas pelayanan sebuah rumah sakit sehingga dalam menentukan pemanfaatan pelayanan kesehatan, konsumen akan cenderung untuk melakukan berbagai pertimbangan sebelum mengambil keputusan untuk memilih pelayanan tersebut. Salah satu indikator yang dapat menjadi pertimbangan adalah merek yang merupakan identitas dari produk tersebut. Untuk mengetahui kuat tidaknya suatu merek dapat diketahui dengan mengukur brand equity rumah sakit tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan antara brand equity dengan kepuasan pasien Rumah Sakit Wiyung Sejahtera, Surabaya. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan rancangan penelitian Cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada Agustus hingga Oktober 2023 di poli rawat jalan Rumah Sakit Wiyung Sejahtera Surabaya. Variabel dependen adalah kepuasan pasien dan variabel independen adalah brand equity. Data yang digunakan merupakan data primer melalui pembagian kuesioner kepada 100 responden yang dipilih secara systematic random sampling, kemudian dilakukan uji Spearman.Hasil: Didapatkan hasil korelasi Spearman Rank Test pada variabel loyalitas merek diperoleh nilai p=0,000 dan nilai r=0,613. Hasil korelasi Spearman Rank Test pada variabel kesadaran merek diperoleh nilai p=0,002 dan nilai r=0,308. Hasil korelasi Spearman Rank Test pada variabel persepsi kualitas diperoleh nilai p=0,000 dan r=0,509. Hasil korelasi Spearman Rank Test pada variabel asosiasi merek diperoleh nilai p=0,000 dan r=0,439. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara keempat variabel brand equity dengan kepuasan pasien Rumah Sakit Wiyung Sejahtera Surabaya Kata Kunci: Brand equity, Kepuasan pasien, Rumah sakit Background: The patient satisfaction level has a linear relationship with the quality of service. Therefore, in determining the utilization of healthcare services, consumers are likely to consider various factors before deciding on choosing a particular service. One indicator that can be taken into consideration is the brand, which serves as the identity of the product. The strength of the brand of a hospital can be determined by measuring its brand equity. The objective of this research was to examine the relationship between brand equity and patient satisfaction at Wiyung Sejahtera Hospital in Surabaya.Methods: The researchers use quantitative study methods alongside observational analytics and Cross-sectional design. The research was conducted from August to October 2023 at the outpatient clinic of Wiyung Sejahtera Hospital, Surabaya. The dependent variable was patient satisfaction, while the independent variable was brand equity. Data used were considered primary data, collected using a questionnaire and was answered by 100 respondents that were chosen with systematic random sampling. The collected data were analyzed statistically using Spearman test.Results: The Spearman Rank Test results for the variable of brand loyalty yielded a p-value of 0.000 and an R-value of 0.613. For the variable of brand awareness, the Spearman Rank Test resulted in a p-value of 0.002 and an R-value of 0.308. The variable of perceived quality obtained a p-value of 0.000 and an R-value of 0.509. Finally, the Spearman Rank Test for the variable of brand association produced a p-value of 0.000 and r value of 0.439.Conclusions: There was a significant correlation between the four brand equity variables and patient satisfaction at Wiyung Sejahtera Hospital, Surabaya.Keywords: Brand equity, Hospital, Patient satisfaction
Hereditary Persistence of Fetal Hemoglobin (HPFH) in Community Tanzilia, May Fanny; Wartiningsih, Minarni
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i2.15191

Abstract

Hereditary Persistence of Fetal Hemoglobin adalah kasus yang jarang terjadi di komunitas. Kondisi heterogen ini ditandai dengan produksi hemoglobin fetus (Hb F) yang menetap hingga dewasa dimana seharusnya pada usia dewasa produksi hemoglobin dewasa (Hb A) yang mendominasi. HPFH diklasifikasikan dalam dua bentuk yaitu delesi dan non delesi. HPFH dapat dianggap sebagai bentuk talasemia β atau δβ ringan karena kegagalan sintesis rantai β dikompensasi oleh rantai γ setelah periode neonatal. Hb F dapat meningkat pada dewasa akibat kelainan herediter sintesis hemoglobin maupun kondisi dapatan (acquired) dari diagnosis banding kelainan hemoglobin lainnya. Diagnosis HPFH berdasarkan pada keadaan klinis, pemeriksaan darah rutin, dan pemeriksaan laboratorium khusus yaitu dengan mengukur kadar Hb F dan distribusi interseluler Hb F. Metode pemeriksaan Hb F dapat dilakukan dengan metode elektroforesis hemoglobin. Pemeriksaan Hb F bertujuan untuk menegakkan diagnosis adanya kelainan herediter rantai globin dan kondisi dapatan (acquired) lainnya, dimana pada keadaan tersebut, kadar Hb F akan meningkat. Untuk itu diperlukan pengukuran kadar Hb F secara tepat.
PROMOTING MENTAL HEALTH BEHAVIOR IN WOMEN OF REPRODUCTIVE AGE THROUGH ANALYSIS OF ITS INFLUENCING FACTORS IN PENIWEN VILLAGE, MALANG REGENCY Silitonga, Hanna Tabita Hasianna; Wartiningsih, Minarni; Juliasih, Ni Njoman; Tari Kupula, Tiara; Justine Thiotansen , Keith; Cahyono, Agung; Alya Rachmanita, Fathiya; Dyah Saputri, Arini; Fathoni Syahda , Almer; Yuniati, Evi
Jurnal Biometrika dan Kependudukan Vol. 14 No. 2 (2025): JURNAL BIOMETRIKA DAN KEPENDUDUKAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbk.v14i2.2025.218-232

Abstract

The aims of this research is to evaluate the mental health status of women of reproductive age in Peniwen Village, Malang Regency, and to analyze factors that influence stress, anxiety, and depression, with the goal of promoting positive mental health behaviors. This research employed a quantitative, cross-sectional approac. There were 47 respondents involved in this research that accidentaly attended the local posyandu (integrated health post). Data were collected through structured questionnaires contains socio-demographic characteristics, the Depression, Anxiety, and Stress Scale (DASS-21), and perceived social support. The bivariate analysis was using chi-square and linear regression tests, while multivariate analysis was using multiple linear regression. Findings revealed that the prevalence of stress among the respondents was 10.6%, anxiety was 2.1%, and depression  was 6.4%. From bivariate analysis, it was found that occcupation was significantly associated with anxiety (p=0.012), marital status also had significant relationships with both stress (p=0.002) and depression (p=0.000). Social support demonstrated a negative and significant influence on depression (t = -1.744; p= 0.088). Multivariate analysis showed that occupation, marital status, and social support were significant predictors of depression; age and social support were significant predictors of anxiety; and marital status significantly influenced stress levels. These results showed that occupational conditions, marital status, age, and social support had critical role in shaping mental health outcomes among women of reproductive age. Enhancing mental well-being and foster healthier behaviors in this population could be done by addressing these factors through targeted community-based interventions.
Keuntungan Ekonomi, Munculnya Problem Lingkungan, dan Kesehatan Pada Kawasan Pesisir Penghasil Rumput Laut di Pulau Tarakan : Studi Kasus Tri Astuti Sugiyatmi; Sulidah Sulidah; Minarni Wartiningsih
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41694

Abstract

Pendahuluan: Rumput laut adalah komoditas  khas yang bernilai ekonomi tinggi  di wilayah pesisir dan  memberikan berbagai dampak  terhadap kesejahteraan dan kesehatan untuk  para pekerjanya.  Botol plastik, sebagai bahan produksi rumput laut menghiasi  lingkungan pemukiman petani rumput laut baik yang masih dipakai maupun yang sudah menjadi sampah. Berbagai problem kesehatan  akan muncul mengiringi  menumpuknya  sampah,  buruknya sanitasi  serta adanya berbagai vektor penyakit menular. Penelitian ini bertujuan untuk  mengeksplorasi tentang kasus budidaya rumput laut beserta dampak positif dari sisi ekonomi serta potensi  munculnya permasalahan lingkungan dan kesehatan.  Metode: Jenis penelitian ini adalah studi kasus eksploratif dengan rancangan desain kasus tunggal. Unit analisis adalah kawasan pemukiman penghasil rumput laut. Subyek penelitian adalah  data-data kesehatan puskesmas yang membawahi kawasan pemukiman tempat budidaya rumput laut.  Data kualitatif diperoleh dari wawancara. Informan terbagi menjadi para petani rumput laut beserta pemangku kebijakan terkait yaitu dari pihak kelurahan dan puskesmas. Hasil Penelitian: Banyak temuan penyakit menular di wilayah pemukiman pesisir. Ada kecenderungan petani rumput laut terserang beberapa  jenis penyakit seperti dermatitis, diare, dan demam berdarah. Kualitas kesehatan  lingkungan pemukiman petani rumput laut cukup memprihatinkan, kotor dan cenderung kumuh.  Kualitas kehidupan petani rumput laut membutuhkan perhatian yang lebih baik. Kesimpulan: Budidaya rumput laut menimbulkan dampak positif yang perlu dikelola  dan dampak negatif yang perlu dimitigasi dengan baik. Saran, disarankan agar dilakukan kajian yang lebih luas dengan memperhatikan faktor-faktor lain, seperti dukungan stakeholder khususnya terkait regulasi guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif terhadap pembudidaya rumput laut.
HUBUNGAN MUTU PELAYANANA DAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS SIMOMULYO Wartiningsih, Minarni; Attliantika W, Firzhoneinsky Arsyahera; Yuwono, Natalia; Handayani, Lidya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54253

Abstract

Mutu pelayanan yang baik mencerminkan kemampuan fasilitas kesehatan dalam memberikan layanan yang aman, efektif, responsif, serta sesuai dengan kebutuhan pasien. Mutu pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan tingkat kepuasan pasien, karena kepuasan pasien mencerminkan penilaian pasien terhadap kesesuaian antara harapan dan pelayanan yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mutu pelayanan dan kepuasan pasien di Puskesmas Simomulyo Surabaya.Penelitian menggunakan pendekatan analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 responden, diperoleh melalui teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher-Exact TestMutu pelayanan dikategorikan baik dengan 70 responden (70%) dengan dimensi keterjangkauan akses, kenyamanan, dan informasi memiliki nilai baik oleh 65 responden (65%). Kepuasan dinilai baik dengan presentase 61 responden (61%). Mayoritas responden sebanyak 60 orang (85,7%) menilai mutu pelayanan berada pada kategori cukup dengan tingkat kepuasan tinggi, sementara hanya sebagian kecil responden sebanyak 1 orang (3,3%) yang menunjukkan mutu pelayanan dalam kategori cukup dan tingkat kepuasan rendah. Uji bivariat menunjukkan p-value sebesar <0,001 (p value <0,05). Dapat disimpulkan bahwa mutu dan kepuasan dinilai baik serta terdapat hubungan antara mutu pelayanan dan kepuasan pasien di Puskesmas Simomulyo Surabaya.
Penggunaan Tabir Surya Berbagai SPF dalam Mencegah Lentigo Solaris pada Kulit yang Terpapar Sinar Matahari Nur Faiza, Monica Ambarwati; Nurhadi, Stefani; Pramita, Desy Hinda; Mellyanawati; Wartiningsih, Minarni; Wirya, Stephen Akihiro; Suryadarma, Antonius Yansen
Scientific Journal Vol. 5 No. 1 (2026): SCIENA Volume V No 1, January 2026
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v5i1.306

Abstract

Pendahuluan: Sinar UV dapat mengaktivasi melanosit sehingga meningkatkan produksi melanin dan memicu terbentuknya hiperpigmentasi pada kulit. Lentigo solaris adalah salah satu hiperpigmentasi kulit yang terjadi akibat paparan sinar ultraviolet (UV) jangka panjang. Lentigo solaris tidak menimbulkan masalah kesehatan serius tetapi dapat mengganggu estetika kulit. Tujuan penelitian: Untuk mengevaluasi hubungan penggunaan tabir surya berbagai SPF terhadap pembentukan lentigo solaris pada individu yang terpapar sinar matahari. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case control dengan total 85 responden, terdiri dari 17 responden dengan lentigo solaris dan 68 responden tanpa lentigo solaris. Pengukuran lentigo solaris dilakukan menggunakan skin analyzer berdasarkan parameter UV Spots, sedangkan penggunaan tabir surya dinilai melalui kuesioner terstandarisasi. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan bermakna antara penggunaan tabir surya dan kejadian lentigo solaris (p = 0,007). Responden yang tidak menggunakan tabir surya memiliki risiko 5,093 kali lebih besar mengalami lentigo solaris dibandingkan responden yang menggunakan tabir surya (95% CI: 1,643–15,785). Beberapa responden yang tidak menggunakan tabir surya tetapi tidak mengalami lentigo solaris, menunjukkan bahwa faktor lain seperti fototipe kulit dan intensitas paparan UV juga berperan. Kesimpulan: Penggunaan tabir surya merupakan faktor protektif penting dalam mencegah pembentukan lentigo solaris.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP ORANG TUA TERKAIT VAKSIN HPV PADA ANAK PEREMPUAN USIA SEKOLAH DASAR KELAS 4 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ASEMBAGUS Louisa, Zabrina Abigail; Silitonga, Hanna Tabita Hasianna; Mellyanawati, Mellyanawati; Wartiningsih, Minarni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.56153

Abstract

Infeksi Human papilloma virus (HPV) merupakan masalah kesehatan yang dapat menyerang kulit dan mukosa serta berpotensi menyebabkan lesi pra-kanker hingga kanker serviks. Pencegahan primer yang paling efektif dilakukan melalui pemberian vaksin HPV pada anak perempuan usia sekolah sebelum terpapar aktivitas seksual. Namun, pelaksanaan program vaksinasi HPV masih menghadapi kendala berupa rendahnya penerimaan orang tua, yang berkaitan dengan pengetahuan dan sikap terhadap vaksin tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan dan sikap orang tua terkait vaksin HPV pada anak perempuan kelas IV sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Asembagus. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan potong lintang. Populasi penelitian adalah seluruh orang tua dari anak perempuan kelas IV sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Asembagus. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Variabel penelitian meliputi pengetahuan dan sikap orang tua terhadap vaksin HPV. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2025 menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai vaksin HPV sebesar 62%, sedangkan 38% responden memiliki pengetahuan kurang. Namun, mayoritas responden menunjukkan sikap negatif terhadap pemberian vaksin HPV, yaitu sebesar 89%, dan hanya 11% yang memiliki sikap positif. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa meskipun sebagian besar orang tua memiliki pengetahuan yang baik tentang vaksin HPV, sikap terhadap vaksinasi HPV masih cenderung negatif, sehingga diperlukan upaya edukasi yang lebih komprehensif untuk meningkatkan penerimaan vaksin HPV.
Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pasien BPJS di Poli Umum Puskesmas Simomulyo Surabaya Rachel Theresia Stephanie S; Minarni Wartiningsih; Hendera Henderi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i2.10304

Abstract

Service quality is an important factor in health service delivery because it affects patient satisfaction. BPJS patient satisfaction is an indicator of the success of Puskesmas services and reflects service quality, particularly in terms of structure and process. In general, this study aims to analyze the effect of service quality on BPJS patient satisfaction at the Simomulyo Surabaya Puskesmas General Clinic. More specifically, this study aims to identify service quality based on the dimensions of structure and process, measure the level of BPJS patient satisfaction, and analyze the influence of each dimension of service quality on patient satisfaction. This study used a quantitative observational design with a cross-sectional approach. The population consists of all BPJS patients at the Simomulyo Surabaya Community Health Center General Clinic in 2025, totaling 4,412 patients. The sample consisted of 98 respondents calculated using the Slovin formula with simple random sampling technique. Data were collected using a service quality and patient satisfaction questionnaire based on Donabedian's theory, and data analysis was performed using simple linear regression tests. Service quality was rated as good, with an average score of 3.49 for both the structure and process dimensions. BPJS patient satisfaction was also rated as good, with an average score of 3.42. There is a significant influence between the structure dimension and patient satisfaction (p-value 0.000 < 0.05) and the process dimension and patient satisfaction (p-value 0.000 < 0.05). Service quality has a significant effect on BPJS patient satisfaction at the Simomulyo Surabaya Community Health Center General Clinic. Further research is recommended to examine other dimensions of service quality, and the Community Health Center is expected to improve service quality to increase BPJS patient satisfaction.
Co-Authors Abigail Elsha Tiara Susanto Adam Hilman Wibisono Ade Lia Ramadani Adellita Ilmas Bintang Mohamad Adhitya Ginting Agung Cahyono Agung, Purwakaning Purnomo Al Fahira, Syalwa Khana Aldy Dion Alvionita Muntholib Alvionita Muntholib Alya Rachmanita, Fathiya Ananda Nabilla Setyani Angeline, Priscilla Annisa Nurida Antonius Yansen Suryadarma Aren Lestyani Aria Ganna Henryanto Ariesta Andriani, Nathania Disa Aristya, Tania Atmadjaja, Agnes Attliantika W, Firzhoneinsky Arsyahera Bambang Wirjatmadi Bella Ayu Adinda Billy Daniel Mesaakh Billy Daniel Messakh Bimo Rafi Prayogo Bimo Sasono Casey Clarissa Gondo Cempaka Harsa Sekarputri Charles Siahaan Charles Siahaan Chindy Claudya Angriyanto Chindy Claudya Angriyanto David Sukardi Kodrat Dewi Mayasari Dewi, Dewa Ayu Liona Dominikus Raditya Atmaka Donny Arintha Putra Gabriella Dyah Saputri, Arini Erfince Wanimboe Eric Dino Tandoyo Etha Rambung Evelyn Danielle Wijaya Evelyn Danielle Wijaya Fanny Tanzilia, May Fasyicha Lisana Nur Ilmiyah Fathoni Syahda , Almer Febri Endra Budi Setyawan Ferdinandus, Pieter David Adriaan Firda Aulia Wiraputri Glenn Gilang Manyering Gonaldy, Vincent Aurelius Gusto Benyamin Messakh Hanna Tabita Hasianna Silitonga Harum Nida&#039;ul Husna Hebert Adrianto Hendera Henderi Himawan, Asavita Rhena Hudi Winarso Imelda Ritunga Indira Xena Salvita Isnaini Isnaini Ivana Velda Jasin, Jessica Lingga Jemima Lewi Santoso Jonathan Loody Lukas Justine Thiotansen , Keith Kaka, Wilhelmus Alvin Karimah, Azimatul Kevin Cerwyn Dedwydd Lidya Handayani Lilik Djuari Lisa Rahmawati Louisa, Zabrina Abigail Lukman Handoko Maelo, Clara Angraini Mahulette, Aisyah Nurulhisa Marilyn Firmantho Maya Syahria Saleh Mellyanawati Mellyanawati Muhammad Amin Rais Nadia Refina Tiurlan Barasa Nanik Setijowati Natalia Yuwono Nathania Disa Ariesta Andriani Ni Djoman Juliasih Ni Njoman Juliasih Noviani, Doris Nur Faiza, Monica Ambarwati Pardosi, Delima Silvani Paskadita, Nafiri Eldya Prajitno, Subur Prameswari, Gita Pramita, Desy Hinda Prayitno, Subur Prayogo, Michelle Christina Putri Maharani Salsa Bilatussalama Putu Gede Julian Yuan Pratama Putu Gede Julian Yuan Pratama Rachel Theresia Stephanie S Rachmawati, Fathin Aulia Rifka Irhamna Rifka Irhamna Risa Mauludia Rosida Dewi, Melinda Alfiani Santoso, Gianina Angelia Shalzabila, Tiara Cahya Novia Sincihu, Yudhiakuari Siusanto Hadi Soesanto, Danoe Soetedja, Venny Sofyan Kurniawan, Widya Arif Soplantila, Chelsy Gravia Stefani Nurhadi Sugiyatmi, Tri Astuti Tail, Melthina Angelia Tanzilia, May Fanny Tari Kupula, Tiara Tatas H.P. Brotosudarmo Thomy Aljabbari Zaman Timothy Tobias Tri Astuti Sugiyatmi Ully, Sulidah Valeria Rosalind Angkawidjaja Victor Setiawan Tandean Viena, Windi Clara Vincent Aurelius Gonaldy Wanimbo, Erfince Wardani, Karmila Ayu Widiya Hari Kurnia Wienta Diarsvitri Wijaya, Evelyn Danielle Wilmida, Anggun Diah Wirya, Stephen Akihiro Xela Adilla Pramesthi Xela Adilla Pramesthi Yuman Arya Nasrullah Yuniati, Evi Zhakia, Jelita Zhufatul