Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Status Karies pada Lansia di RSPAL Dr Ramelan Yuni Madhona Sari; Bambang Hadi Sugito; Silvia Prasetyowati; Agus Marjianto
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2440

Abstract

Karies gigi masih menjadi masalah kesehatan yang banyak dialami lansia dan diduga berkaitan dengan tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan status karies pada lansia di RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah pasien lansia berusia 60 tahun ke atas yang berobat di Poliklinik Gigi RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Sampel penelitian sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dan formulir pemeriksaan indeks Decayed, Missing, Filled Teeth (DMFT). Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan uji Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 27 pada tingkat signifikansi 5%. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup (37%), sedangkan status karies didominasi kategori sangat tinggi (97%). Hasil uji Pearson Product Moment menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan status karies pada lansia (p = 0,000) dengan koefisien korelasi sebesar 0,716. Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut berhubungan secara signifikan dengan status karies pada lansia. Peningkatan pengetahuan melalui program edukasi diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan karies dan peningkatan kesehatan gigi dan mulut pada lansia.
Hubungan Motivasi Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dengan Status Kebersihan Gigi Dan Mulut Pada Lansia Penderita Diabetes Di Puskesmas Kedungdoro Koroida Handertika; Silvia Prasetyowati; Rohistul Laily; Bambang Hadi Sugito
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1454

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan gigi danmulut, khususnya pada lansia. Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada kelompok ini tidak hanyadipengaruhi kondisi fisik, tetapi juga motivasi dalam melakukan perilaku pemeliharaan kesehatan. Penelitian inibertujuan menganalisis hubungan motivasi pemeliharaan kesehatan gigi dengan status kebersihan gigi dan mulutpada lansia penderita diabetes melitus di Puskesmas Kedungdoro. Penelitian menggunakan desain analitikkorelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 32 lansiapenderita diabetes melitus yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Motivasi diukur menggunakankuesioner berbasis Health Belief Model (HBM), sedangkan status kebersihan gigi dan mulut dinilaimenggunakan Oral Hygiene Index-Simplified (OHI-S). Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Spearmanrank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki motivasi pemeliharaan kesehatangigi dalam kategori rendah (68,8%) dan status kebersihan gigi dan mulut dalam kategori buruk (75,0%). Hasil ujiSpearman rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi pemeliharaan kesehatan gigidengan status kebersihan gigi dan mulut (p=0,000), dengan koefisien korelasi -0,673 yang menunjukkanhubungan kuat dengan arah negatif. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan motivasi melalui edukasidan upaya promotif-preventif untuk mendukung pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada lansia penderitadiabetes melitus.
Motivation for Maintaining Oral Hygiene and Its Association with Debris Index Scores Among the Elderly Muhammad Noer Rachman Putra Mulyono Arja; Sri Hidayati; Bambang Hadi Sugito
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 17, No 8 (2026): August 2026
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf170803

Abstract

Poor oral hygiene remains a persistent problem among older adults, with debris accumulation on the tooth surface serving as a key clinical indicator of inadequate self‑care. Motivation; both intrinsic and extrinsic is widely recognized as a behavioral driver of oral hygiene practices. However, empirical evidence linking motivation directly to debris index scores among Indonesian elderly populations is still limited. Understanding this relationship is essential for designing effective community‑based oral health interventions. This study aimed to analyze the association between oral hygiene maintenance motivation and debris index scores among older adults. A cross‑sectional observational‑analytic design was employed, involving 54 elderly respondents selected through simple random sampling from the population of Posyandu Lansia (Elderly Integrated Health Service Post) of RT 02 RW 06, Gayungan. Motivation was assessed using a Likert‑scale questionnaire consisting of favorable and unfavorable items. Debris index scores were obtained through direct clinical examination of six index teeth using disclosing solution. Data analysis was conducted using the Spearman rank correlation test with a significance level of α = 0.05. More than half of the respondents (55.56%) demonstrated moderate motivation, while 44.44% exhibited strong motivation. Most participants (59.26%) had poor debris index scores, and only 16.67% were categorized as having good oral hygiene. A statistically significant and strong negative correlation was identified between motivation and debris index scores (p = 0.000; r = −0.806), indicating that higher motivation corresponds to lower debris accumulation. Respondents with moderate motivation were substantially more likely to fall into the poor debris category compared to those with strong motivation, suggesting that motivation must reach a certain threshold before it meaningfully improves oral hygiene outcomes. In conclusion, motivation plays a significant role in determining debris index scores among older adults and represents a modifiable behavioral factor.Keywords: elderly; motivation; behavioral determinants; oral hygiene; debris index
Co-Authors Abdi Imanullah Mahulauw Ahsani Taqwim Ridwan Taqwim Ridwan Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anggraini, Dian Arief Iriansyah Putra Asri, Abil Astuti Setiyani, Astuti Ayu Dwi Pradnyani Azizah Shofiyatul Fadhilah Azzahra Septiana Nur Annisa Darjati Dedi Kurniawan Demes Nurmayanti Dewi De Fatimah Dewi Diah Permatasari, Ni Kadek Dinda Novia Ramadhani Diyatama, Niko Arinda Putri Dyah Harum Kartika Dzaldiri, Tabitha Zevanya Endang Purwaningsih Endang Purwaningsih Endarini, Lully Hani Ernie Maduratna Setiawatie Evi Yunita N Ginarsih, Yuni Hadi Suryono Hadinoto, Maria Elisea Kiswantoro Hendro Suharnowo Heru Santoso Wahito Nugroho Hikmatun Ariany Mabruroh Hilmi Yumni I Gusti Ayu Kusuma Astuti Ngurah Putri I Putu Suiraoka I.G.A Kusuma Astuti N.P I.G.A Kusuma Astuti. N.P I.G.A. Kusuma Astuti N.P I.G.A. Kusuma Astuti N.P. Ida Chairanna M IGA Kusuma Astuti NP Ilham, Saiful Imam Sarwo Edi Imam Sarwo Edie Indah Lestari, Indah Ira Puspita Sari Isfentiani, Dina Isnanto Isnanto Isnanto Izzakiya Chalida Zain Izzatun Nuriy Taufik Joel Rey U. Acob Juliana Christyaningsih Kamiliyatun Nisaa' Kartika Rahayuningsih, Christ Khambali, Khambali Kiaonarni OW Kinzoku Nur Alif Komang Ayu Purnama Dewi Koroida Handertika Kusuma Astuti N.P, I.G.A Larasati, Ratih Larasati, Ratiha Lastati, Lastati Lembunai Tat Alberta, Lembunai Tat Luthfi Zainur Rohmah Luthfiyah, Sari Mahirawatie, Ida Chairanna mardatillah, marifah asmaul Mardlatillah, Lutviana Maria Devielda Kurnia Dewi Marjianto, Agus Masya, Resgita Nadila Minnatillah, Aula Moh. Zikry Ariansyah Nayu Muhammad Noer Rachman Putra Mulyono Arja Mutiarawati, Diah Titik N. S. Widodo Najwa Maulida Manik Ni Nyoman Trisna Arta Cahyani Nika Laillan Thowilla Niken Arlintya Ramadhani Noer Ulfah Novia Putri Ranata Nuning Marina Pengge Nur Hatijah Ossy Amalia Julfani Prasetyowati, Silvia Puspita Dewi, Teresia Retna Rohistul Laily Rosita Novayanti Nur Arofah Sahrir Sillehu Sanglar Polnok Sari Lutfiah Sasongkowati, Retno Sealomita Rizka Apritama Septiarini, Dwi Siagian, Hotmaida Sindi Anggela sindi Siti Alfiah Siti Fitria Ulfah Sri Hidayati Sri Hidayati Sri Utami Stefani Dwi Adelia Putri Susanto Suliati Suliati Sumasto, Hery Sunomo Hadi Suparji Suparji Vani, Adinia Septio Vonny Amanda Rusmawaty Wahyu Ningsi Mony Wahyudadi, Badai Septa Winarko, Winarko winarko, winarko Wiwin Martiningsih Yuni Madhona Sari Yusianti Silviani Zhorif Abrial Afif