Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR MODULAR PADA RUMAH SUSUN ITB JATINANGOR Putri, Shely Pratiwi Sanjaya; Purwantiasning, Ari Widyati
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 8 No 1 (2021): June
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v8i1a9

Abstract

Abstrak_ Di kota besar dan metro pengembangan hunian vertikal sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak, permasalahan berupa ketersediaan lahan merupakan salah satu faktor pendorong pemangku kepentingan untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut. Kontruksi yang digunakan pun bermacam-macam dan terus berkembang setiap tahunnya. Pada masa setelah perang dunia kedua konsep hunian dengan modular mulai popular, dan konsep tersebut memiliki banyak keunggulan sehingga pada masa sekarang sudah mulai digunakan dan dikembangkan. Secara general konsep Arsitektur Modular dapat didefinisikan berupa objek rancangan berdasarkan modul tertentu, dengan bentuk yang sama dan diulang secara berulang-ulang. Le Corbusier juga berpendapat pada “Teori Modular” bahwa melihat Modular bukan hanya sebagai angka yang mengadopsi harmoni, namun juga sebagai alat pengukur yang dapat menghitung jarak, permukaan, dan volume. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan tujuan untuk mengetahui dan memahami Penerapan Konsep Arsitektur Modular pada Rumah Susun ITB Jatinangor. Kesimpulan yang didapat ialah Rumah Susun ini telah menerapkan dan sesuai  dengan prinsip serta syarat modular dari Teori Modular Le Corbusier dan Teori Ryan E. Meskipun pada sistem struktur, bangunan ini secara keseluruhan belum menggunakan komponen prefabrikasi, namun secara garis besar 95% bangunan ini telah menggunakan modul prefabrikasi antara lain komponen kolom, balok, plat, dinding, tangga dan tiang pancang. Sehingga bangunan ini dapat dikatakan sebagai bangunan modular. Serta komponen bangunan yang tidak dalam komponen modular ialah komponen pada struktur bawah yaitu pada pilecap dan pada dinding pada area tangga, yang menggunakan metode konvensional pada saat pembangunan terjadi.Kata kunci: Hunian Vertikal; Modular; Prefabrikasi. Abstract_ In large cities and metro vertical residential development has become a very urgent need. The problem of land availability is one of the driving factors for stakeholders to solve the problem immediately. The construction used is various and continues to grow every year. In the post-world war second world, the concept of modular housing began to be popular, and the concept has many advantages, so it has started to be used and developed in the present. In general, the concept of Modular Architecture can be defined as a design object based on a specific module, with the same shape and repeated repeatedly. Le Corbusier also argues in the "Modular Theory" that it sees Modular not only as a number that adopts harmony but also as a gauge that can calculate distance, surface, and volume. This research uses a qualitative descriptive method to know and understand the Application of Modular Architecture concepts in ITB Jatinangor Flats. The conclusion obtained is that this flat has been applied and by the modular principles and requirements of The Le Corbusier Modular Theory and Ryan E Theory. Although in the structure system, the building as a whole has not used prefabricated components, but in general, 95% of the building has used prefabricated modules, including column components, beams, plates, walls, stairs, and stakes. So this building can be said to be a modular building, and building components that are not in modular components are elements on the lower structure on the pile cap and on the wall in the stairwell area, which uses conventional methods at the time of construction.Keywords:  Vertical Housing; Module; Prefabricated. 
TELAAH PERMEABILITAS PADA KAWASAN BERSEJARAH CLARKE QUAY DI SINGAPURA Purwantiasning, Ari Widyati; Prayogi, Lutfi; Hantono, Dedi; Sari, Yeptadian
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 9 No 1 (2022): June
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v9i1a2

Abstract

Abstrak_ Dalam sebuah perencanaan kota, konsep dan teori tentang perencanaan kota menjadi penting sebagai dasar-dasar pemikirannya. Salah satu teori dan konsep yang diperkenalkan oleh Kevin Lynch adalah teori tentang permeabilitas di dalam sebuah Kawasan. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji tentang sebuah Kawasan bersejarah di Singapura yaitu Clarke Quay dengan menggunakan teori permeabilitas yang diperkenalkan oleh Kevin Lynch. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memahami bagaimana sebuah Kawasan bersejarah memiliki kemampuan permeabilitas bagi penggunanya. Telaah yang telah dilaksanakan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif naratif dengan mengangkat Kawasan Clarke Quay di Singapura sebagai studi kasus untuk dikaji menggunakan teori permeabilitas. Penelitian dilakukan selama enam bulan dan diselesaikan dengan analisis pemetaan menggunakan prinsip-prinsip permeabilitas. Hasil akhir yang dicapai adalah dengan memperlihatkan bagaimana sebuah Kawasan bersejarah harus memiliki kemampuan permeabilitas bagi penggunanya, sehingga Kawasan tersebut juga memiliki legibilitas atau kejelasan seperti yang disampaikan oleh Kevin Lynch dalam teorinya. Kata kunci : Permeabilitas; Kawasan Bersejarah; Kevin Lynch; Clarke Quay Abstract_ In an urban planning, concepts and theories about urban planning become important as the basics of thought. One of the theories and concepts introduced by Kevin Lynch is the theory of permeability in an area. This paper aims to examine a historic area in Singapore, namely Clarke Quay using the permeability theory introduced by Kevin Lynch. In addition, this study also aims to understand how a historic area has permeability capabilities for its users. This study has been carried out using a qualitative method with a descriptive narrative approach by using the Clarke Quay area in Singapore as a case study to be studied using the permeability theory. The study was conducted for six months and was completed by mapping analysis using the permeability principles. The final result achieved is to show how a historicarea must have permeability capabilities for its users, so that the area also has legitimacy or clarity as stated by Kevin Lynch in his theory. Keywords : Permeability; Historical Site; Kevin Lynch; Clarke Quay
TELAAH ARSITEKTUR HERITAGE TRAIL KOTA ISTANBUL, TURKI Ari Widyati Purwantiasning; Saeful Bahri
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 10 No 1 (2023): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v10i1a7

Abstract

This paper is a literature and precedent study examining the heritage trail of the City of Istanbul, Turkey. Istanbul, Turkey, was chosen as the object of the precedent study because the city is rich in history and Islamic civilization. As the title implies, this study also aims to reveal how the heritage trail is applied as a tourism of Islamic culture and history. As a reference, a guide on the heritage trail is used to review each trail presented for analysis. Four heritage trails in the City of Istanbul have been selected to represent all existing heritage trails. These four trails are the Istanbul Introduction Walk, the Istanbul Old CLineline, the Mosques of Istanbul Lane, and the Old European Quarter line. Four heritage trails were chosen as a representation of the many heritage trails in Istanbul, Turkey, and are four paths that have spatial meaning both spatially and in terms of building figures that can represent all heritage trails of Istanbul, Turkey. The study is carried out on the study of precedents by applying narratively the method of literature and precedent study. Data was collected through field observation techniques, observations, and experiences of the architectural space of the City of Istanbul. Direct description of objects is also done by doing the experience of architectural space on each object discussed in this precedent study. The results of this study are intended as a discourse and additional insight for all circles, both academics and the broader community, so that they better understand the existence of cultural heritage around it. With the guidance of the heritage trail, the study is carried out based on existing principles, looking at the grouping of buildings on each path presented based on the year of civilization, architectural style, history, and supporting elements.
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR PERILAKU PADA KAMPUNG SUSUN AKUARIUM, JAKARTA UTARA Erlangga, Agus; Purwantiasning, Ari Widyati
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 7, No 2 (2023): Purwarupa Vol 7 No 2 September 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.2.7-14

Abstract

Kampung Vertikal saat ini sudah mulai dikembangkan oleh pemerintah di Jakarta. Sudah ada beberapa permukiman horizontal yang menjadi permukiman vertikal, beberapa permukiman yang sudah menjadi permukiman vertikal salah satunya di sebabkan program pemerintah yang akhirnya mengahruskan permukiman itu terkena gusuran untuk pembangunan-pembangunan pemerintah. Sebuah Kampung Vertikal merupakan salah satu solusi kepadatan di permukiman dengan lahan yang terbatas. Studi Kasus pada penelitian ini yang di gunakan adalah Kampung Susun Akuarium yang terletak di Jakarta Utara. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi perilaku penghuni dan memahami apa saja kebutuhan dari penghuni Kampung Vertikal/Kampung Susun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskritif kualitatif naratif yang acuan variable nya di antaranya adalah observasi, wawancara, analisis dokumen pribadi, lalu menguraikan suatu hal dengan apa adanya dengan data-data yang di kumpulkan berupa sebuah gambar, kata-kata atau penalaran, dan bukan berupa angka-angka. Berdasarkan hasil dari analisis prinsip-prinsip arsitektur perilaku menurut teori dari Weinstein & David, Kampung Susun Akuarium ini sudah memenuhi keempat prinsip yang ada pada teori tersebut. Semua prinsip yang sudah diterapkan pada kampung susun ini di antaranya Memiliki ruang yang sesui dengan fungsinya dan dapat dimanfaatkan oleh warga seperti ruang usaha (kios) dan koridor yang cukup lebar. memiliki koridor yang lebar sehingga memberikan kenyamanan untuk warga dan memiliki ruang usaha, ruang terbuka hijau (Kebun) dan aula yang dapat mewadahi aktivitas warganya. Memiliki bentuk atap yang selaras dengan sekiatarnya menjadi harmonis, warna cat putih pada bangunan memberikan nilai estetika dan memberikan kesan bersih dan nyaman untuk warga, dan pola ruang yang unik di sesuaikan dengan prilaku warga seperti ruang dapur yang berada di dekat pintu keluar/masuk untuk mengantisipasi sesuatu hal yang tidak di inginkan.
KAJIAN KONSEP TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT PADA KAWASAN CENTRAL BUSINESS DISTRICT BINTARO JAYA, TANGERANG Syah, Ervin; Purwantiasning, Ari Widyati
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 2 (2024): Purwarupa Vol 8 No 2 September 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.2.107-118

Abstract

ABSTRAK. Transit Oriented Development atau disingkat TOD merupakan konsep pengembangan kawasan dengen menerapkan simpul transit pada kawasan sehingga terjadinya integrasi antar moda transportasi umum massal yang terkoneksi dengan moda transportasi tidak bermotor. Prinsip TOD dipergunakan untuk menata kawasan yang telah berkembang untuk mengurangi kemacetan dan kesemrawutan di kota sehingga meningkatkan kualitas lingkungan. Salah satu cara untuk mengatasi masalah transportasi perkotaan adalah dengan mewujudkan sistem transportasi yang berkelanjutan adalah menerapkan konsep kawasan pembangunan berorientasi transit, yang mulai diterapkan di beberapa wilayah perkotaan di Indonesia. Kemacetan sering kali terjadi pada derah dengan kegiatan aktivitas yang tinggi seperti Central Business District (CBD) sehingga tujuan penelitian dilakukan untuk melihat potensi pengembangan TOD pada kawasan CBD Bintaro Jaya. Penelitian dilakukan dengan penedatan metode kualitatif deskriptif dengan mengkaji 8 prinsip TOD menurut Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) yaitu walking, cycling, connecting, transit, mixing, densifying, compacting, dan shifting. Hasil dari penelitian pada kawasan CBD Bintaro Jaya belum menerapkan sepenuhnya prinsip TOD hal tersebut masih terdapat kekurangan pada setiap prinsip-prinsip TOD yang ada. Kata Kunci: TOD, CBD, Kawasan ABSTRACT. Transit Oriented Development or abbreviated as TOD is a regional development concept by implementing transit nodes in the area so that integration occurs between modes of mass public transportation that are connected to non-motorized modes of transportation. TOD principles are used to organize developed areas to reduce traffic jams and chaos in cities thereby improving environmental quality. One way to overcome urban transportation problems is to create a sustainable transportation system by implementing the concept of transit-oriented development areas, which is starting to be implemented in several urban areas in Indonesia. Congestion often occurs in areas with high activity such as the Central Business District (CBD), so the aim of the research was to see the potential for TOD development in the Bintaro Jaya CBD area. The research was carried out using descriptive qualitative methods by examining the 8 TOD principles according to the Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), namely walking, cycling, connecting, transit, mixing, densifying, compacting, and shifting. The results of research in the Bintaro Jaya CBD area have not fully implemented the TOD principles, this means that there are still deficiencies in each of the existing TOD principles. Keywords: TOD, CBD, Urban
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR METAFORA PADA GUGGENHEIM BILBAO MUSEUM, SPANYOL IBRAHIM, SHAFA ARMELIA; PURWANTIASNING, ARI WIDYATI
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 1 (2024): Purwarupa Vol 8 No 1 Maret 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.1.75-82

Abstract

ABSTRAK. Arsitektur metafora merupakan salah satu konsep yang menggunakan simbol-simbol atau cerita untuk menyampaikan pesan, makna, dan nilai yang lebih dalam tentang bangunan itu sendiri kepada penggunanya. Penerapan konsep ini banyak digunakan pada bangunan-bangunan, terutama pada bangunan yang mempunyai arti penting dan sejarah dalam pembentukannya. Arsitektur metafora dibagi menjadi tiga jenis: metafora abstrak, metafora konkrit, dan metafora gabungan. Penerapan konsep arsitektur metafora pada desain museum dapat memungkinkan museum menyampaikan cerita dan makna secara lebih mendalam, menghidupkan koleksi seni dan budaya dalam konteks yang bermakna. Oleh karena itu, museum tidak lagi sekadar tempat menyimpan koleksi tetapi juga sarana edukasi dan pengalaman menarik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi penerapan prinsip konsep arsitektur metafora pada bangunan museum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian menunjukkan bahwa Guggenheim Bilbao Museum mengadopsi konsep arsitektur abstrak dan berdasarkan analisis, museum ini sebagian besar tampak seperti bentuk dengan ciri-ciri visual yang abstrak, biasanya menggunakan kiasan, dan sulit untuk dikenali. Kata Kunci: arsitektur, metafora, museum, Guggenheim ABSTRACT. Metaphor architecture is a concept that uses symbols or stories to convey messages, meanings, and deeper values about the building itself to its users. The application of this concept is widely used in buildings, especially in buildings that have significance and history in their creation. Metaphor architecture is divided into three types: abstract metaphor, concrete metaphor, and combined metaphor. Applying the concept of metaphor architecture to museum design can enable museums to convey stories and meanings more deeply, bringing art and cultural collections to life in a meaningful context. As a result, the museum is no longer just a place to store collections, but also a vehicle for education and engaging experiences. The purpose of this research is to explore the application of the principles of metaphorical architectural concepts in museum buildings. The method used in this research is descriptive qualitative method. The research shows that the Guggenheim Bilbao Museum adopts the concept of abstract architecture and based on the analysis, the museum mostly looks like a form with visual features that are abstract, usually use metaphors and are difficult to recognize.Keywords: architecture, metaphor, museum, Guggenheim
Kajian Arsitektur Bioklimatik Pada Bangunan Hunian Vertikal (Studi Kasus Universitas Bunda Mulya Housing Jakarta) KURNIA, YUDI; Purwantiasning, Ari Widyati
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 6, No 2 (2022): Purwarupa Vol 6 No 2 September 2022
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.6.2.53-60

Abstract

ABSTRAK. Universitas Bunda Mulya Housing merupakan sebuah asrama atau tempat tinggal untuk mahasiswa Universitas Bunda Mulya baik untuk mahasiswa yang jauh dari kampus atau dari luar kota Jakarta. Bangunan ini merupakan respon Universitas Bunda Mulia terhadap masalah lalu lintas terparah di dunia Jakarta sebagai salah satu kota besar dengan populasi lebih dari 10 juta dan meningkatnya jumlah mahasiswa luar kota yang mendaftar ke universitas setiap tahun. Bangunan UBM Housing hanya berjarak lima menit berjalan kaki dari kampus. UBM Housing adalah bangunan yang disediakan oleh Universitas Bunda Mulya untuk para mahasiswanya. UMB Housing dapat dikatakan memenuhi arsitektur bioklimatik karena UBM Housing bisa menghasilkan sebuah desain yang merespon iklim setempat dengan keterbatasan lahan yang membuat suhu di dalam bangunan nyaman bagi aktivitas manusia dan bisa memanfaatkan sumber daya alam untuk kenyamanan di dalam bangunan.  Arsitektur bioklimatik merupakan arsitektur modern yang di pengeruhi oleh iklim. Arsitektur bioklimatik adalah pendekatan yang dilakukan oleh arsitek agar dapat membantu untuk menyelesaikan sebuah desain dengan memperhatikan hubungan antara iklim pada daerah tersebut dengan bentuk arsitektur yang akan dibangun. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Dengan pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan gambaran penerapan arsitektur bioklimatik pada bangunan UMB Housing. Tujuan dilakukan penelitian yaitu untuk memahami konsep arsitektur bioklimatik dalam desian bangunan UMB Housing. Selain itu untuk memahami bagaimana penerapan konsep arsitektur bioklimatik dalam bangunan UBM Housing. Kata Kunci: Arsitektur, arsitektur bioklimatik, iklim ABSTRACT. Bunda Mulya Housing University is a hostel or residence for Bunda Mulya University students, both for students who are far from campus or from outside the city of Jakarta. This building is the response of Bunda Mulia University to the world's worst traffic problem. Jakarta is a big city with a population of more than 10 million and an increasing number of out-of-town students applying to the university every year. The UBM Housing building is only a five-minute walk from the campus. UBM Housing is a building provided by Bunda Mulya University for its students. UMB Housing can be said to fulfill bioclimatic architecture because UBM Housing can produce a design that responds to the local climate with limited land that makes the temperature inside the building comfortable for human activities and can utilize natural resources for comfort inside the building. Bioclimatic architecture is modern architecture that is influenced by climate. Bioclimatic architecture is an approach taken by architects to help complete a design by taking into account the relationship between the climate in the area and the architectural form to be built. The approach used in this study is a qualitative descriptive approach. With this approach it is expected to be able to produce an overview of the application of bioclimatic architecture in UMB Housing buildings. The purpose of this research is to understand the concept of bioclimatic architecture in the UMB Housing building design. In addition to understanding how to apply the concept of bioclimatic architecture in UBM Housing buildings. Keywords: architecture, bioclimatic architecture, climate
Usulan Desain Penataan Kawasaan Permukiman Nelayan di Tanjung Pasir dengan Konsep Menata Tanpa Menggusur Sari, Yeptadian; Purwantiasning, Ari Widyati; Hantono, Dedi; Erlangga, Agus; Putri, Alifvia Malinda; Meisanti, Meisanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 10 (2023): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i10.562

Abstract

Kawasan Tanjung Pasir merupakan kawasan yang besar dan memiliki banyak potensi alam yang luar biasa, namun pada kenyataannya saat ini kawasan ini tidak memiliki fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak, dan tidak terintegrasi dengan baiknya area wisata Tanjung Pasir dan permukiman warga membuat kawasan ini tidak dapat dimaksimalkan  secara ekonomi oleh warga. Kondisi saat ini kawasan Pantai Tanjung Pasir Tangerang masih sangat sederhana, meskipun sudah terlihat adanya upaya penataan. Namun Kondisi pantai yang ada sangat kotor akan sampah-sampah yang berserakan dan minim fasilitas membuat wisata di dalam kawasan ini tidak maksimal dengan kurangnya minat berwisata air seperti renang di laut. Abrasi yang terjadi di zona permukiman nelayan yang semakin tahun permukain air lautnya menaik sehingga keberadaan GSP 100m tidak terlihat lagi membuat warga cemas akan kondisi hunian dan lingkungannya.Oleh sebab itu, pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk melakukan pendampingan penataan kembali kawasan Pantai Tanjung Pasir tanpa menggusur keadaan eksisting yang ada pada kawasan tersebut. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam beberapa langkah, namun hal yang pertama dilakukan adalah dengan mengidentifikasi dan mengobservasi keadaan eksisting kawasan kampung nelayan Tanjung Pasir, setelah itu akan diketahui isu dan permasalahan dari kawasan tersebut sehingga dapat dicari solusi penyelesaian permasalahannya dari sisi arsitektural. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah usulan desain kawasan Tanjung Pasir baik kawasan permukimannya, kawasan pariwisatanya maupun dari sisi infrastrukturnya tanpa menggusur bangunan dan fasilitas eksisting.
A MORPHOLOGICAL STUDY OF HISTORICAL AREA, A CASE STUDY: KOWLOON AREA, HONG KONG Purwantiasning, Ari Widyati; Bahri, Saeful
International Journal of Built Environment and Scientific Research Vol 8, No 2 (2024): International Journal of Built Environment and Scĥientific Research
Publisher : Department of Architecture Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijbesr.8.2.115-122

Abstract

This study examines the morphological changes of Kowloon Area of Hong Kong by using a morphological component approach of land use, street patterns, and building patterns. The method of this study used the historical method, which includes four stages: heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The results showed that the morphological growth of Kowloon Area showed significant growth and changes. The land use of Kowloon Area as a historical area has shown changes with an increase in the residential, trade, and service sectors, and industry, which is balanced to increasing the green area, on the other hand, a reduction in the agricultural and plantation sectors. The street pattern network of Kowloon Area of Hong Kong shows there are many pedestrian lane and areas for pedestrian and currently has a mixed pattern. The building’s types in Kowloon Area of Hong Kong have been regarded as a modern one which are contextual with the historical buildings from colonial era within the area.
Kajian Kontekstualitas Bentuk Bangunan Di Kawasan Pecinan, Parakan, Temanggung, Jawa Tengah Firdaus, Lutpi Alfian; Hanifianto, Rifqi; Muhammad, Nurhuda Ali; Purwantiasning, Ari Widyati
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 21, No 2: Juli 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.3921

Abstract

Kontekstual merupakan suatu konsep arsitektur yang mengacu pada sesuatu yang terikat dengan lingkungan sekitarnya. Arsitektur kontekstual menitikberatkan pada penyesuaian konstruksi atau desain suatu bangunan dengan bangunan disekitarnya melalui suatu proses yang dapat merevitalisasi bangunan lama dengan fungsi baru atau yang ada saat ini berdasarkan kondisi sekitar lokasi, sehingga konsep kontekstual terdiri dari tiga unsur yang saling berhubungan: aktivitas, lingkungan, dan visual. Kontekstual sangat bersinergi dengan suatu kawasan, salah satunya kawasan Pecinan Parakan, khususnya dalam hal bentuk bangunannya. Parakan sangat terkenal dengan komunitas Tionghoa dan juga komunitas Peranakan Tionghoa yang hingga saat ini masih menjaga nilai-nilai luhur Tiongkok dan bahasa Tionghoa. Metode pernelitin yang akan digunakan untuk mengkaji arsitektur kontekstual pada bentuk bangunan di kawasan Pecinan, Parakan, Temanggung, Jawa Tengah ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu dengan cara studi literatur. Untuk mengetahui serta memahami penerapan prinsip arsitektur kontekstual dalam segi bentuk bangunan di pecinan parakan, Temanggung, Jawa tengah. Selain itu ada juga temuan bahwa dari kawasan tersebut memiliki bentuk harmoni dan kontras di lihat dari sudut pandang atap bangunan dan pada elemen bukaan.
Co-Authors Aditya Wicaksono Agam Didik Ramadhan AGAM DIDIK Ramadhan Ahmad Azis Mulyantoro Ahmad Mubarak Djuha Ahmad Mubarak Djuha Ahmad Mubarak Djuha Ahmad Yusuf Aisy, Karlina Rohadatul Al-Amin, Roby Alief Muzakkii Saliim Pertama Alreiga Referendiza Wiraprama Alreiga Referendiza Wiraprama, Alreiga Referendiza Andiani Imantaka Andik Krisdianto Andrea Gina Karima Angel Palastri Anggana Fitri Satwikasari Anggana Fitri Satwikasari Anggana Fitri Satwikasari Anggoro Cipto Ismoyo anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Anisa Annisa Shafa Kamila ari Hadi weepee ari Hadi weepee, ari Hadi Asa Aulia Asep Septian Ashadi Astriani Putri Wulandari Aulia Widya Chandra Aulia widya Chandra Bella Mareta Thania Buana, Muhammad Cakra Cahyo Abdi Rasid Cahyo Agung Nugroho Dedi Hantono Dedi Hantono Dedi Hantono Dedi Hantono Dedi hantono, Dedi Dimas Bayu Bintoro Dinda Wahyuning Hati Dwi Andika Agusliyanto Erlangga, Agus EVI PUSPITASARI PUSPITASARI Fadwah Maghfurah Faiz Al Farisi Fajar, Putra Fajar, Putra Fajar Faridzal Faridzal Farrel Ghifari Fauzi Firdaus Ferdianto Yanu Suprihatin Finta Lissimia Finta Lissimia Finta Lissimia, Finta Firdaus, Lutpi Alfian Ghifari, Farrel Ghiffari Goldra Putra N Ghulam Akhmad Al Faqi Giriana, Dewinta Firda Halim Saputra Halimah, Hana Handri Saputra HANIFIANTO, RIFQI Hermawan, Adi Hibatullah, Helmi Bariq Hilman Fadhillah Himawan, Muchamad Taufiqur IBRAHIM, SHAFA ARMELIA Ilfaya Ilham Burhanudin Ilham Pane Ivan Junanda Izzat Fadhlur Rahman Junaedi Junaedi kartika dwi cahyanti Kintan Gumanti Artha Kurnia, Yudi kus yusron hanif Lily Mauliani Lily Mauliani Lily Mauliani Luqmanul Hakim Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi Lutfi Prayogi, Lutfi Meisanti, Meisanti Mohammad Baskoro Muhammad Akbar Rafsyanjani Muhammad Alwan Rosyadi Muhammad Alwan Rosyadi Muhammad Cakra Buana Muhammad Faiz Akmal Muhammad Ibnu Fachry Muhammad Rizky Saputra Muhammad Syafrizal Faqih Muhammad, Nurhuda Ali Musthapha, Zainal Mustofa Sakhid Nasir Ali Ridho Nurhidayah Komala Nurhidayah Nurhidayah Komala Nurhidayah, Nurhidayah Komala Nursandi, Izwan Ariq Nusyawal, Muhammad Fikri Pane, Ilham paramita rusadi Pratama, Anggi Putra Priambudi Dwi Prasetyo Priambudi Dwi Prasetyo Purnama, Dinar Agung Putra Fajar PUTRI, ALIFVIA MALINDA Putri, Shely Pratiwi Sanjaya Rafsyanjani, Muhammad Akbar Ramadhan, Agam Didik Ratna Dewi Nur'aini Retdia Sofiana Rudy Thalib Rustama Fasda Bimaktumaru Saeful Bahri Saputra, Muhammad Rizky Sari Hibatunnisa Fadhilah Satrio Aji Nugroho Prasetya Satrio Wibowo Sejati Pertiwi, Dewi Milenia Zhasmin Septiawan, Wawan Setiawan, Sandy Shely Pratiwi Sanjaya Putri Sidabutar, Yuanita F D Sri Indriani Solehah Suranta Ginting Syah, Ervin Taufik Hidayat Thania, Bella Mareta Tiara Amelia Tiara, Naria Vidalia Tri Kusumawati Ully Irma Maulina Hanafiah Vivaldi Rizqi Hisyam Vivaldi Rizqi Hisyam Wafirul Aqli Wardany, Mutia Setya Wawan Gunawan Yandri, Sepli Yeptadian Sari Yeptadian Sari Yoyok - Agustina Yudi Kurnia Zelly Rinaldi