Claim Missing Document
Check
Articles

How the Print Media Industry Survived in the Digital Era Firmansyah Firmansyah; Sophia Novita; Atie Rachmiatie; Septiawan Santana K.; Alex Sobur; Dian Widya Putri
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24329/aspikom.v7i1.1013

Abstract

In the era of information technology, print media is on the verge of extinction. The Pikiran Rakyat Newspaper, one of the largest local newspapers in West Java, still survives. This study illustrates how print media can survive in the era of digital society. This research uses a sequential explanatory design method by combining quantitative and qualitative data. Quantitative data was collected using a survey to a sample of readers totaling 1540 respondents. The sample was determined using purposive sampling with unique qualifications for potential readers in West Java. Qualitative data using observation, interviews, and FGD. The quantitative results showed that respondents admitted they were still interested in consuming newspapers. Newspapers have advantages over online media; clickbait does not exist. The qualitative results indicate that print media can still survive, not as a source of income but as an icon of the company.
PENGARUH KEPEMILIKAN SMARTPHONE OLEH ANAK USIA DINI TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA DAN PSIKOSOSIAL DI TAMAN KANAK-KANAK Sandriani Sandriani; Herry Garna; Atie Rachmiatie
JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMU- ILMU KEPERAWATAN, KEBIDANAN, FARMASI DAN ANALIS KESEHATAN, SEKOLAH TINGGI KESEHATAN MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 5 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jurkes.v5i2.39

Abstract

Pertumbuhan anak perlu perhatian serius dengan mendapatkan gizi yang baik, stimulasi memadai yang terjangkau oleh layanan kesehatan yang berkualitas, serta deteksi intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang khususnya anak balita. Saat ini penggunaan teknologi digital bukan saja di kalangan dewasa dan remaja, tetapi banyak anak usia dini seperti anak prasekolah atau anak Taman Kanak-kanak sudah menggunakan gadget karena faktor orangtua yang sibuk bekerja dan harga gadget yang semakin murah akibat persaingan di pasaran. Bermain smartphone terlalu sering maka anak akan banyak menghabiskan waktu untuk dirinya sendiri dan menjadi pribadi individualis sehingga tumbuh sikap tidak perduli terhadap sesamanya maupun terhadap orang lain. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kepemilikan smartphone oleh anak usia dini di taman kanak-kanak terhadap perkembangan bahasa dan perkembangan psikososial di Taman Kanak-kanak Al-Munumi dan taman kanak-kanak Ajar Sukaresik tahun ajaran 2017 sampai 2018 usia 4 sampai 6 tahun yang berada di Wilayah Kabupaten Ciamis. Penelitian analitik observatif dengan desain cross sectional dengan munggunakan teknik proporsional random sampling. Uji chi-square menunjukkan hasil nilai p 0,005. pada penggunaan smartphone milik sendiri sebanyak 63%, untuk perkembangan bahasa hampir sama antara yang sesuai dan tidak sesuai masing masing-masing 52% dan 48%, dan untuk perkembangan psikosoial yang sesuai 37% dan yang tidak sesuai sebanyak 63%.Nilai ini menyatakan bahwa ada pengaruh kepemilikan smartphone oleh anak usia dini terhadap perkembangan bahasa dan perkembangan psikososial di taman kanak-kanak. Terdapat pengaruh kepemilikan smartphone terhadap perkembangan bahasa dan perkembangan psikososial anak usia dini dalam upaya menuju kesehatan keluarga. Penggunaan smartphone oleh anak harus dibatasi oleh orang tua.
HUBUNGAN ANTARA MOTIF KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN KEPUASAN KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI GENERASI MILENIAL sri wahyuning astuti; Atwar Bajari; Atie Rachmiatie; Anter Venus
PRoMEDIA Vol 5, No 2 (2019): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v5i2.2358

Abstract

A stable person is described as a person who is able to establish positive interpersonal relationships. Interpersonal relationships are built through interpersonal communication. The way a person chooses motives in interpersonal communication is believed to be able to influence their satisfaction in communicating. Interpersonal communication motives are a reason for someone to be involved in communication and how someone communicates. 6 motives are the reasons for a person to communicate, namely pleasure, affection, inclusion, escape, relaxation and control (A. M. Rubin, Martin, & Rubin, 1998). Millennial as a generation that stands out in terms of numbers has several uniqueness and weaknesses. One of the salient weaknesses of this generation, which is almost half of Indonesia's population, is the inability to establish interpersonal communication. This inability, of course, affects the satisfaction of their communication and interpersonal relationships.This research will try to find a relationship between interpersonal communication motives with relationship satisfaction and millennial interpersonal communication in Indonesia. The subjects in this study are the millennial generation in high school in the south Jakarta area, aged 15-19 years. (Howe, 2014). Data was collected using a Motive Interpersonal Communication Scale consisting of 27 items (R. B. Rubin, Perse, & Barbato, 1988) and Communication Satisfaction Scale consisting of 18 items. (Hecht, 1978)  To calculate data from this study using SEM analysis. In addition to seeing the relationship between the two variables, also to find out the dimensions of each research relationship. The results revealed a positive relationship between the selection of interpersonal communication motives with interpersonal communication satisfaction with a CR value of 8.942 and an etimate value of 0.401Keywords: interpersonal communication satisfaction, millennial generation, communication motives. Relationship satisfactionAbstrak            Pribadi yang stabil digambarkan sebagai pribadi yang mampu menjalin hubungan interpersonal secara positif. Hubungan interpersonal diantaranya dibangun melalui komunikasi interpersonal. Cara seseorang memilih motif dalam melakukan komunikasi interpersonal, dipercaya mampu mempengaruhi kepuasaan mereka dalam berkomunikasi. Motif komunikasi interpersonal adalah alasan seseorang untuk terlibat dalam komunikasi dan bagaimana seseorang melakukan komunikasi. 6 motif menjadi alasan seseorang melakukan komunikasi, yakni kesenangan, kasih sayang, inklusi, pelarian, relaksasi dan kontrol.(A. M. Rubin, Martin, & Rubin, 1998). Milenial sebagai generasi yang menonjol dari segi jumlah memiliki beberapa keunikan maupun kelemahan. Salah satu kelemahan yang menonjol yang dimiliki oleh generasi yang jumlahnya hanpir separuh dari jumlah penduduk Indonesai ini adalah ketidakmampuan menjalin komunikasi interpersonal. Ketidakmampuan ini,tentu saja mempengaruhi kepuasaan komunikasi dan hubungan interpersonal mereka.            Riset ini akan mencoba mencari hubungan antara motif komunikasi interpersonal dengan kepuasan hubungan dan komunikasi interpersonal milenial di Indonesia. Subyek dalam penelitian ini adalah generasi milenial yang ada Sekolah Menengah Atas di wilayah jakarta selatan yang berumur 15-19 tahun. (Howe, 2014).             Data diambil dengan menggunakan Skala Motif komunikasi antar pribadi yang terdiri dari 27 item(R. B. Rubin, Perse, & Barbato, 1988)  dan Skala Kepuasan Komunikasi yang terdiri dari 18 item. (Hecht, 1978)  Untuk menghitung data dari penelitian ini menggunakan analisis SEM. Selain untuk melihat hubungan antara kedua variabel, juga untuk mengetahui hubungan perdimensi dari masing-masing skala penelitian.  Hasil penelitian mengungkap ada hubungan positif antara pemilihan motif komunikasi antarpribadi dengan kepuasaan komunikasi interpersonal dengan nilai CR= 8,942 dan nilai etimate 0,401 Kata Kunci: kepuasan komunikasi antar pribadi, generasi milenial, motif komunikasi. Kepuasaan hubungan
Kampanye Membangun Women Empowerment pada Akun Instagram Anisa Dwi Nanda Septiningrum; Atie Rachmiatie
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 2, No. 1, Juli 2022 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.127 KB) | DOI: 10.29313/jrjmd.v2i1.839

Abstract

Abstract. Magdalene or magdalene.co is one of the pioneering women's online media that focuses on providing content with a critical perspective, empowering, educating, and entertaining related to issues of gender equality and feminism in Indonesia. With a research that entitled "Campaigns to Build Women Empowerment on Instagram Accounts (Qualitative Descriptive Study of Campaigns on @magdaleneid Instagram Accounts in Building Women Empowerment)" by utilizing of the Campaign Componential Model. This research aims to find out what are the campaign sources, campaign channels, campaign messages, target audience, campaign effects, campaign feedback, and campaign noise that obtained by the @magdaleneid Instagram account related to campaigns of Women Empowerment. The main focus of the speaker in this research is Hera Diani who is one of the main Founders and Managing Editor, also Siti Parhani as Digital Media Specialist from Magdalene. Data collection techniques that used in this study include structured interviews, content analysis, and literature study. Data analysis techniques that used in this research are data reduction, data presentation, conclusion drawing and verification. Based on the results of the research, Magdalene.co website was used as a source of information for organizing campaigns, as a campaign channel it was considered more dialogic, information on campaign messages on Instagram was considered actual and varied, the wider audience became the target audience in organizing campaigns, creating engagement is one of the ways to achieve the success of the campaign effect, the emergence feedback is the of public awareness in a gender perspective, and negative prejudices that are obtained as campaign noise. Abstrak. Magdalene atau magdalene.co adalah salah satu media online perempuan perintis yang memfokuskan untuk menyediakan konten-konten dengan perspektif yang kritis, memberdayakan, mengedukasi, menghibur terkait dengan isu kesetaraan gender dan juga feminisme yang ada di Indonesia. Dengan penelitian yang berjudul “Kampanye Membangun Women Empowerment Pada Akun Instagram (Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Kampanye Pada Akun Instagram @magdaleneid dalam Membangun Women Empowerment)” yaitu dengan memanfaatkan Model Komponensial Kampanye. Penelitian ini memiliki tujuan antara lain yaitu untuk mengetahui apa sajakah sumber kampanye, saluran kampanye, pesan kampanye, target audiens, efek kampanye, umpan balik kampanye, serta gangguan kampanye yang diperoleh melalui akun Instagram @magdaleneid terkait dengan adanya kampanye mengenai Women Empowerment. Fokus subjek dalam penelitian ini adalah Hera Diani yang merupakan salah seorang Founder utama sekaligus Managing Editor serta Siti Parhani sebagai Digital Media Specialist dari Magdalene. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan diantaranya yaitu wawancara terstruktur, analisis isi konten, serta studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini diantara lain yaitu berupa reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa website Magdalene.co digunakan sebagai sumber informasi dari penyelenggaraan kampanye, adapun sebagai saluran kampanye Instagram dinilai lebih dialogis, informasi pada pesan kampanye pada Instagram juga dinilai lebih aktual serta beragam, khalayak luas menjadi target audiens Magdalene dalam penyelenggaraan kampanye, terciptanya engagement menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan efek kampanye, munculnya umpan balik akan kesadaran masyarakat dalam berperspektif gender, serta prasangka negatif yang didapatkan dianggap sebagai salah satu bagian dari gangguan kampanye yang ada pada akun Instagram @magdaleneid.
Prinsip Kebenaran dalam Pemberitaan Virus Corona di Media Kompas.com Rakha Fauzan Hawadi; Atie Rachmiatie
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.075 KB) | DOI: 10.29313/bcsj.v2i1.1368

Abstract

Abstract. This research is motivated by the massive coverage of the corona virus in online media, almost all online mass media make health issues related to the corona virus the prima donna of news. However, in practice many mass media are the principles of truth in journalism and prioritize speed in delivering news. Kompas.com is one of the online media that intensively spreads information related to the corona virus. From some of the news that he published, it was necessary to question his responsibility and the principles of truth he applied. According to Bill Kovach truth in journalism is absolute truth, but functional truth. Therefore, the purpose of this study is to find out about the principle of truth in the corona virus news text in the online media Kompas.com. Also to find out the principle of truth in the practice of discourse in reporting the corona virus in the online media Kompas.com. Finally, to find out socio-cultural practices in reporting the corona virus on Kompas.com online media. The methodology used is qualitative with Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis approach. The results of this study show; (1) Kompas Online presents the truth that is not deep enough and positions itself as a transmitter and receiver of information. (2) The discourse of truth that is displayed does not represent the vision of Kompas Online with the lack of balance in the news and the tendency for speed. (3) The factors of the pandemic situation and the information needs that pushed Kompas Online to become one of the factors in the news about the current corona virus, on the other hand the culture of conformity of the Indonesian people also influenced Kompas Online in its reporting so that the discourse presented to the public seemed short and lacked depth. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masifnya pemberitaan virus corona di media online, hampir seluruh media massa online menjadikan isu kesehatan terkait virus corona menjadi primadona pemberitaannya. Namun dalam pelaksanaannya banyak media massa yang kerap mengabaikan prinsip kebenaran dalam jurnalisme dan mengutamakan kecepatan dalam menyampaikan berita. Kompas.com merupakan salah satu media online yang secara intens mengbarkan informasi terkait virus corona. Dari beberapa pemberitaan yang dimuatnya, perlu dipertanyakan kredibilitas serta prinsip kebenaran yang diterapkannya. Menurut Bill Kovach kebenaran dalam jurnalisme bukanlah kebenaran yang mutlak, melainkan kebenaran yang fungsional. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang prinsip kebenaran pada teks pemberitaan virus corona di media online Kompas.com. Juga untuk mengetahui prinsip kebenaran pada praktik wacana dalam pemberitaan virus corona di media online Kompas.com. Terakhir untuk mengetahui praktik sosial budaya dalam pemberitaan virus corona di media online Kompas.com. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Hasil dari penelitian ini menunjukan; (1) Kompas Online menampilkan wacana kebenaran yang kurang mendalam serta memposisikan dirinya sebatas penyampai dan penerima informasi. (2) Wacana kebenaran yang ditampilkan tidak merepresentasikan visi dari Kompas Online dengan kurang berimbangnye berita dan kecenderungan pada kecepatan. (3) Faktor situasi pandemi dan kebutuhan informasi mendorong Kompas Online menjadi salah satu faktor dari pemberitaan mengenai virus corona saat ini, di sisi lain budaya komformitas masyarakat Indonesia turut memengaruhi Kompas Online dalam pemberitaannya sehingga wacana yang ditampilkan kepada masyarakat terkesan singkat dan kurang mendalam.
Kepercayaan Gen X terhadap Informasi di Media Sosial Nova Nadifah; Atie Rachmiatie
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.783 KB) | DOI: 10.29313/bcsj.v2i2.3142

Abstract

Abstract. The phenomenon of Indonesian people's media consumption patterns, especially generation X, who are mostly still technologically illiterate, raises questions to analyze the Gen X Audience Reception in the Kasomalang Market Traders Association Community on the Consumption of Information "Market Issues" in WhatsApp chat groups. This study uses a qualitative method with an audience reception analysis approach. Data collection techniques in this study used data triangulation, namely Content Analysis, Interviews, and Documentation. The results of this study include: Information Consumption Patterns carried out by Gen X in the Kasomalang Market Traders Association Community, namely there are some who are waiting for the information to be sent in the group, some are also spreading the information to the Kasomalang Market Traders Association Community group. Then in the position of receiving information, two of the five sources occupy a dominant and negotiating position, each of which occupies one position, while three of them occupy an opposition position. With different trust factors, starting from educational background, age, and proximity of someone who makes gen x in the Kasomalang Market Traders Association Community trust information. Abstrak. Fenomena pola konsumsi media masyarakat Indonesia terutama generasi X yang sebagian besar masih buta teknologi memunculkan pertanyaan untuk Menganalisis Resepsi Audiens Gen X di Komunitas Paguyuban Pedagang Pasar Kasomalang Terhadap Konsumsi Informasi “Isu Pasar” di grup chat WhatsApp. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis resepsi audiens. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tringulasi data, yaitu Analisis Isi, Wawancara, dan Dokumentasi. Hasil dari penelitian ini antara lain: Pola Konsumsi Informasi yang dilakukan oleh Gen X di Komunitas Paguyuban Pedagang Pasar Kasomalang yaitu ada Sebagian yang menunggu informasi itu dikirimkan di grup ada juga yang menyebarkan informasi itu ke grup Komunitas Paguyuban Pedagang Pasar Kasomalang. Kemudian dalam posisi penerimaan informasi, dua dari lima narasumber menempati posisi dominan dan negosiasi yang masing-masing menempati satu posisi, sedangkan tiga diantaranya menempati posisi oposisi. Dengan factor kepercayaan yang berbeda-beda, dimulai dari latar belakang Pendidikan, umur, dan kedekatan seseorang yang membuat gen x di Komunitas Paguyuban Pedagang Pasar Kasomalang mempercayai suatu informasi.
Partisipasi Citizen Journalism dalam Mengembangkan Informasi Seni Ketangkasan Domba Garut Tannia Meirina Anwar; Atie Rachmiatie
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i1.5899

Abstract

Abstract.This research is motivated by citizen journalism or known as Citizen journalism has an active role in the process of collecting, reporting, analyzing, and disseminating news and information owned. The purpose of this study was to determine the contribution, role, and expectations of citizen journalism in the development of Sundanese cultural information, the art of dexterity of the Garut sheep on social media Instagram. This relates to the nature of humanity that needs and is accustomed to telling "story" to others. Today's culture has a lot of acculturation and many foreign cultures come. As many cultures enter, people begin to forget about it. Garut Sheep Dexterity Art which has begun to dim and is almost extinct. With the help of citizen journalism Through social media Instagram, friendship and friendship then become very easy to access, this cultural art is starting to be spread again and it can be said that this culture has increased in level from previous years. Not only in Garut, this art has also spread to several cities, for example: Bandung, Sumedang, Bogor, Tasikmalaya. This research uses a qualitative method with an explanatory case study approach. By using interview data collection techniques with informants and administrators of HPDKI (Indonesian Goat Sheep Breeders Association), observation, and content analysis or Instagram content about the art of garut sheep agility. The results of the study found that citizen journalism has an important role in developing information on the art of garut sheep agility on Instagram social media. It's just that there has been no more contribution for HPDKI or the Indonesian Sheep Goat Breeders Association as the organization that houses the art of arrowroot sheep agility. Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi oleh citizen journalism atau dikenal dengan Jurnalisme Warga mempunyai peran aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, analisis, dan menyebarkan berita serta informasi yang dimiliki. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kontribusi, peran, dan harapan citizen journalism dalam pengembangan informasi budaya sunda seni ketangkasan domba garut di media sosial Instagram. Hal ini berkaitan dengan sifat kemanusiaan yang membutuhkan dan terbiasa menyampaikan “kisah” kepada sesama. Kebudayaan saat ini telah banyak akulturasi dan banyak budaya asing berdatangan. Seiring banyaknya budaya yang masuk, masyarakat pun mulai melupainya. Seni Ketangkasan Domba Garut yang sudah mulai redup dan hampir punah. Dengan dibantu oleh citizen journalism Melalui sosial media Instagram, maka perkawanan dan persahabatan lalu menjadi sangat mudah untuk diakses, Seni kebudayaan ini pun mulai terjamak lagi dan dapat dikatakan bahwa budaya ini naik tingkatannya dari taun taun sebelumnya.Tak hanya di Garut, kesenian ini pun sudah menyebar ke beberapa kota, contohnya: Bandung, Sumedang, Bogor, Tasikmalaya. Penelitian ini memakai metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksplanatoris. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dengan informan dan pengurus HPDKI (Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia), observasi, serta analisis isi atau konten Instagram tentang seni ketangkasan domba garut. Hasil penelitian menemukan bahwa citizen journalism memiliki peran penting dalam pengembangan infomasi seni ketangkasan domba garut di media social Instagram. Hanya saja belum ada kontribusi lebih untuk HPDKI atau Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia selaku organisasi yang menaungi seni ketangkasan domba garut.
Makna Self-Healing pada Yayasan Rangkoel Care Indonesia Bella Maulina; Atie Rachmiatie
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8119

Abstract

Abstract. This research was conducted based on the existence of a phenomenon regarding the existence of misinterpretation among the people, especially Generation Z regarding the meaning of "self-healing". The purpose of this research is to find out how Generation Z, especially members of the Rangkoel Care Indonesia Foundation, form a meaning of self-healing. This qualitative research uses a phenomenological approach, because this study aims to find meaning in a statement based on individual experiences of a phenomenon through in-depth research. By using the theory of motivation that was initiated by Alfred Schutz, regarding the formation of self-healing motives based on "because motives" and "in order motives". Data were obtained through in-depth in-depth interviews with research subjects, namely social & mental health activists. The results of the study showed that the informant felt that he was in a sincere/accepting situation in every situation, obtained calm, peace, and well-being within himself, then was able to know himself well, heal from the pain of past wounds, and do problem solving. Abstrak. Penelitian ini dilakukan berdasarkan dengan adanya fenomena mengenai adanya kesalahan pemaknaan di kalangan masyarakat khususnya Generasi Z mengenai pemaknaan “self-healing”. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Generasi Z khususnya Anggota Yayasan Rangkoel Care Indonesia, dalam pembentukan sebuah makna self-healing. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode pendekatan fenomenologi, karena penelitian ini bertujuan untuk mencari arti secara pernyataan berdasarkan pengalaman individu terhadap suatu fenomena melalui penelitian yang mendalam. Dengan menggunakan teori Motivasi yang dicetuskan oleh Alfred Schutz, tentang pembentukan motif self-healing berdasarkan “because motif" dan "in order motif”. Data diperoleh melalui in-depth interview mendalam dengan subjek penelitian, yaitu aktivis kegiatan sosial & mental health. Hasil penelitian menunjukan bahwan informan merasa sudah ada disituasi ikhlas/menerima dalam setiap keadaan, memperoleh adanya ketenangan, ketentraman, dan kesejahteraan didalam dirinya, lalu bisa mengenal diri sendiri dengan baik, penyembuhan dari rasa sakit luka dimasa lalu, dan melakukan problem solving.
Manajemen Emosi dalam Dimensi Komunikasi Antarpribadi Rizqi Pratama Putra; Atie Rachmiatie
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8197

Abstract

Abstract. Interpersonal communication is a technique for communicators to convey messages to recipients with specific goals, such as changing the communicant's perception or influencing attitudes or behavior. One of the special schools in the Kiaracondong area, SLB C Sukapura is dedicated to educating students with disabilities. The theory used is action assembly published by John Greene in 1984 and the theory put forward by Daniel Goleman about emotional intelligence. The purpose of this research is to understand more deeply about managing emotions. The method used by researchers is a qualitative research method with a phenomenological study approach and based on the experience of informants obtained from in-depth interviews, observation and documentation. The results of this study are first, the teacher's motives for students with special needs in an effort to manage emotions, namely to shape the attitudes and behavior of students in social activities so that they are not easily provoked by emotions if they feel uncomfortable. Second, managing the teacher's emotions because students will imitate all the behavior and attitudes of the teacher in all things, if the teacher is easily provoked by his emotions, then the success of the teacher's motives in managing the emotions of his students will not be achieved. Third, the meaning obtained by a teacher in an effort to manage student emotions depends on the experience and perspective of the individual teacher. Fourth, the calmness of the teacher is an important aspect in the successful management of student emotions, students' anxiety will arise if they feel uncomfortable in their surroundings. Abstrak. Komunikasi antar pribadi adalah teknik bagi komunikator untuk menyampaikan pesan kepada penerima dengan tujuan tertentu, seperti mengubah persepsi komunikan atau mempengaruhi sikap maupun perilaku. Salah satu sekolah luar biasa di daerah Kiaracondong, SLB C Sukapura didedikasikan untuk mendidik murid-murid yang memiliki kelainan. Teori yang digunakan yaitu action assembly yang dipublikasikan oleh John Greene pada tahun 1984 dan teori yang dikemukakan oleh Daniel Goleman tentang kecerdasan emosional. Tujuan penelitian ini yaitu memahami lebih dalam tentang pengelolaan emosi. Metode yang digunakan peneliti yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi dan berdasarkan dengan pengalaman narasumber yang diperoleh dari wawancara mendalam, observasi dan juga dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, motif guru terhadap murid berkebutuhan khusus dalam upaya mengelola emosi yaitu membentuk sikap dan perilaku murid dalam kegiatan bersosialisasi agar tidak mudah terpancing emosi jika merasa tidak nyaman. Kedua pengelolaan emosi guru karena murid akan meniru seluruh perilaku dan sikap guru dalam segala hal, jika guru mudah terpancing emosinya maka keberhasilan dari motif guru dalam mengelola emosi muridnya tidak akan tercapai. Ketiga, makna yang diperoleh seorang guru dalam upaya pengelolaan emosi murid tergantung pada pengalaman dan perspektif individu guru. Keempat, ketenangan guru menjadi aspek penting dalam keberhasilan pengelolaan emosi murid, kegelisahan murid akan timbul jika sedang merasa tidak nyaman berada di lingkungan sekitarnya.
Korean Pop sebagai Inspirator dalam Pembuatan Karya Novel Romance Sandra Ramayanti; Atie Rachmiatie
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8607

Abstract

Abstract. With the increasing number of K-Pop or Korean Pop fans in Indonesia, it will also increase the effect or influence that the people will get. Not only regarding negative influences, there are also positive things from its influence, namely the inspiration of K-Pop fans or what is often called K-Popers so that they can produce works in book form, or rather romance books. Therefore, this research was conducted, in order to find out what things from K-Pop can inspire the K-popers community to work, the process of making works that the book writers from the K-Popers community went through, and the reasons why books are the choice for channeling inspiration and work. This study uses a qualitative research method with a case study approach. The research used a purposive sampling technique to select research subjects, and data collection techniques by means of interviews, observation, and documentation. In this study, the results were obtained which could be concluded that the writers of the K-Popers community were inspired through several factors, namely because of their own preferences, the nature, attitude and mindset of K-Pop idols, and visuals. The process of making his own work occurs after getting inspiration through the factors mentioned earlier which are obtained through his favorite Idol shows, but for the formation of characters, the determination of the storyline is determined by the writer. The choice of the book itself is due to the backgrounds of the different writers, but all of them have the same interest in writing and have the opportunity to turn their work into a novel. Abstrak. Dengan semakin banyaknya penggemar K-Pop atau Korean Pop di Indonesia, hal itu membuat semakin bertambahnya juga efek atau pengaruh yang akan didapatkan masyarakatnya. Tak hanya mengenai pengaruh negatif, adapula hal positif dari pengaruhnya adalah Terinspirasinya para penggemar K-Pop atau yang sering disebut K-Popers sehingga bisa menghasilkan karya dalam bentuk buku, atau lebih tepatnya buku romance. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan, agar mengetahui apa saja yang saja dari K-Pop yang dapat menginspirasi komunitas K-popers untuk berkarya, Proses pembuatan Karya yang dilalui oleh penulis buku dari komunitas K-Popers., dan alasan buku menjadi pilihan untuk menyalurkan inspirasi dan berkarya. Penelitian ini menggunakkan metode penelitian Kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian menggunakkan teknik purposive sampling untuk memilih subjek penelitian, dan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dan Dokumentasi. Dalam penelitian ini kemudian didapatkan hasil yang bisa disimpulkan bahwa para penulis komunitas K-Popers terinspirasi melalui beberapa faktor yakni karena kegemarannya sendiri, sifat, sikap dan pola pikir yang dimiliki Idol K-Pop, dan visual. Proses pembuatan karyanya sendiri terjadi setelah mendapatkan inspirasi melalui faktor yang sudah disebutkan tadi yang mana didapat melalui tayangan Idol kesukaannya, namun untuk pembentukan karakter, penentuan jalan cerita ditentukan oleh sang penulis. Pemilihan buku sendiri dikarenakan latar belakang dari penulis yang berbeda-beda, namun semua memiliki ketertarikan yang sama dalam menulis dan memiliki kesempatan menjadikan karya mereka menjadi sebuah karya Novel.