Claim Missing Document
Check
Articles

Model Strategi Public Relations Humas Kota Bandung dalam Mempertahankan Citra Budaya Sunda Destyra Rusmana; Atie Rachmiatie
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9408

Abstract

Abstract. The fading of Sundanese culture has had a major impact on the existence of culture in Indonesia. Each culture has an important role in shaping the national identity and cultural diversity of Indonesia. If Sundanese culture and other cultures continue to be marginalized and threatened with extinction, it will worsen the condition of cultural diversity in Indonesia and threaten the existence of culture as a part of national identity. The government's role in maintaining the existence of culture then becomes important. As an institution that relies on public trust, a positive image is a necessity. In building the positive image, of the role of public relations is needed. This research aims to find the role of the public relations strategy to maintain cultural image. The method used in this research is the qualitative method with the constructivism perspective and a case study of Bandung City Public Relations. Research results from this study are indicate that Bandung City Public Relations activities use existing aspects of the 4 Process PR model which consists of fact finding, planning, implementation and evaluation. Abstrak. Pudarnya budaya Sunda memiliki dampak yang besar pada eksistensi budaya di Indonesia. Setiap kebudayaan memiliki peran penting dalam membentuk identitas bangsa dan keberagaman budaya Indonesia. Jika budaya Sunda dan kebudayaan lainnya terus terpinggirkan dan terancam punah, maka akan memperparah kondisi keberagaman budaya di Indonesia dan mengancam eksistensi kebudayaan sebagai bagian dari identitas bangsa. Peran pemerintah dalam mempertahankan eksistensi budaya lantas menjadi penting. Sebagai lembaga yang mengandalkan kepercayaan publik, citra positif menjadi sebuah keharusan tersendiri. Dalam membangun citra peran public relations dibutuhkan secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi public relations dalam mengemban tugasnya untuk menjaga citra budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan cara pandang konstruktivisme dan pendekatan studi kasus pada Humas Kota Bandung. Hasil pada penelitian ini menunjukkan kegiatan Humas Kota Bandung menggunakan aspek-aspek yang ada pada model 4 Process PR yang mana terdiri dari fact finding, planning, implementation dan evaluation
Promosi Kesehatan dalam Bentuk Media Digital Campaign untuk Pencegahan Stunting Rachmiatie, Atie; Ravena, Dey; Kurniadi, Oji; Drajat, Mohamad Subur; Martian, Ferra
Jurnal Soshum Insentif Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Soshum Insentif
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36787/jsi.v6i2.1182

Abstract

Indonesia berada di puncak bonus demografi, maka kualitas sumber daya manusia menjadi tantangan besar. Berdasarkan World Population Review Oktober 2022, mengemukakan bahwa tingkat Intelegence Quotient orang Indonesia rata-rata 78,49% dan berada di peringkat 130 dari 199 negara di dunia serta urutan terakhir dari 10 negara ASEAN. Sejak tahun 2000–2010, lebih dari 30% anak balita Indoesia mengalami tengkes. Permasalahan tersebut ditemukan di Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya. Secara umum, yang saling berkaitan dan mempengaruhi yaitu; Kemiskinan, Kebersihan, dan Stunting. PKM ini bertujuan membangun persepsi, pemahaman dan keterampilan para pemangku kepentingan dalam mencegah stunting dan cara-cara mengantisipasinya melalui strategi komunikasi kesehatan dalam bentuk digital media campaign. Maka, dibutuhkan content sehat dan manfaat bagi para content creator dan kecerdasan informasi bagi penerimannya, untuk menangkal hoaxs/propaganda, informasi menyesatkan tentang kesehatan. Hasil PKM menunjukkan diantaranya; terdapat peningkatan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran dari para pemangku kepentingan yang relevan tentang perlunya koordinasi yang intens untuk pencegahan stunting.
Cultural Adaptation of Indonesian Muslim Women Students in Europe Alexandria Cempaka Harum; Atie Rachmiatie; Ike Junita Triwardhani
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Volume 23, No. 1 June 2024
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v23i1.3437

Abstract

Cultural adaptability in the context of international students' intercultural communication has affected how communication works. Indonesian students, especially those who display their identity as Muslim women, have their challenges in adapting to both academic and social-cultural contexts. This study discusses the cultural adaptation of Indonesian Muslim women students to societies in Europe. All informants who are scholarship awardee students have obstacles in adapting, especially when communicating with the societies. This study aims to discover how Gudykunst’s Anxiety and Uncertainty Management theory interprets the experience phenomena around individuals in adapting to Societies in Europe through intercultural communication. The study uses a qualitative method with a phenomenological approach. Five informants in this research have gone through in-depth interviews, observation, and documentation. The results of the study show that the experiences are related to academic and social experiences adapting to the local community’s culture (cultural), adapting to individual personality (sociocultural), and adapting to interpersonal perceptions (psycho-cultural). Indonesian Muslim women students need to be familiar with the local community, open to accepting differences in society, and able to interpret the meaning of accepted in intercultural communication context.
Hubungan Social Media Marketing Akun Instagram @sarisari.jajanpasar dengan Keputusan Pembelian Konsumen Puput Fatonah; Atie Rachmiatie
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i1.12300

Abstract

Abstract. Rapid technological developments have changed the way humans communicate and acces information via the internet. Instagram, as a popular social media, is now not only a place for self-expression but also a bussines tool such as the Instagram account @sarisari.jajanpasar. with social media marketing strategies and enganging content, this account aims to reach a wider audience and influence consumer purchases. Based on this phenomenon, the problems in this research are follows: (1) Is there a relationship between entertainment and consumer purchasing decisions? (2) Is there a relationship between interactions and consumer purchasing decisions? (3) Is there a relationship between the trend and consumer purchasing decisions? (4) Is there a relationship between customization and consumer purchasing decisions? (5) Is there a relationship between word of mouth and consumer purchasing decisions?. Researchers used correlational analysis techniques using a quantitative approach. The population selected in this research were followers of the Instagram account @sarisari.jajanpasar, totaling 36.400 people. With the sampling technique, namely simple random sampling, the total research sample was 100 people. The data collection techniques used in this reaearch were questionnaires, interviews, observation and literature study. The data analysis techniques used in this research are descriptive analysis techniques and inferentiao analysis techniques. The results of this research are: There is a significant relationship with the Speraman Rank correlation coefficient of 0.860, meaning that the relationship between the Social Media Marketing Instagram account @sarisari.jajanpasar and the purchasing decisions of the followers has a strong relationship. Abstrak. Perkembangan teknologi yang pesat telah mengubah cara manusia berkomunikasi dan mengakses informasi melalui internet. Instagram, sebagai media social popular kini bukan hanya tempat ekspresi diri tetapi juga alat bisnis seperti akun Instagram @sarisari.jajanpasar. Dengan strategi social media marketing dan konten yang menarik, akun ini bertujuan untuk mencapai audiens yang lebih luas dan mempengaruhi pembelian konsumen. Berdasarakan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini disurumuskan sebagai berikut: (1) Apakah terdapat hubungan antara hiburan (entertainment) terhadap keputusan pembelian konsumen? (2) Apakah terdapat hubungan antara interaksi (interaction) terhadap keputusan pembelian konsumen? (3) Apakah terdapat hubungan antara trendi (trendiness) terhadap iklan dengan kesadaran merek Le Minerale? (4) Apakah terdapat hubungan antara kustomisasi (customization) terhadap keputusan pembelian konsumen? (5) Apakah terdapat hubungan antara persepsi dari mulut ke mulut (word of mouth) terhadap kepitisan pembelian konsumen?. Peneliti menggunakan metode teknik analisis korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah followers akun Instagram @sarisari.jajanpasar yang berjumlah 36.400 orang. Dengan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling diperoleh jumlah sampel penelitian sebanyak 100 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, wawancara, observasi, dan studi pustaka. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknis analisis deskriptif dan teknik analisis inferensial. Hasil dari penelitian ini adalah: Terdapat hubungan yang signifikan dengan koefisien korelasi Rank Spearman 0.860, artinya Hubungan antara Social Media Marketing akun Instagram @sarisari.jajanpasar dengan keputusan pembelian pada followers memiliki hubungan yang kuat.
Halal Tourism Village Potential Through Asset Based Community Development Rachmiatie, Atie; Setiawan, Ferry; Yuningsih, Ani; Suja’i, Imam Sukwatus
AMWALUNA (Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah) Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Univeristas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/amwaluna.v7i1.11068

Abstract

Village tourism" and "halal tourism" are two concepts that are currently become the priority of government programs and the center of global attention. Combining these two concepts is not easy. With the Asset Based Community Development (ABCD) approach, this study aims to map the potential of Dayeuh Kolot Village, Subang Regency as an asset in implementing and developing halal tourism. This research uses descriptive qualitative methods, with interview and FGD data collection techniques. The focuses of this research are: first, to map the recognition and knowledge of the concept of halal tourism from the stakeholders.  Second, to identify tourist destinations as resources owned village. The results showed that the village’s potencies for supporting tourism had been identified, utilized, and initiated by authority of village leaders. The Village also has a fairly high potential of natural resource, but it has not meet the requirements of halal tourism industry standards. The village leaders, tourism actors and community groups are familiar and understand the concept of Halal Tourism Village, but were not ready to implement it. Socialization, collaboration, and appropriate regulations are still needed for Pentahelix stakeholders in rural areas for the development of halal tourism villages. As an implication of this research, it is necessary to strengthen the religious aspect, i.e., increased the understanding of Islamic law of the "halalness" of tourism products and services that are tangible, as well as intangible aspects of tourism such as cleanliness, honesty, tolerance and physical and psychological health.
Pola Komunikasi Keluarga pada Hubungan Jarak Jauh Anak dengan Orang Tua Aisyah Nur Afifah; Atie Rachmiatie
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.11663

Abstract

Abstract. Family communication is an important aspect in the formation of behavior that will affect the attitude and growth of children because it contains elements of education. Nowadays, many parents are willing to separate from their children, so that their children get the best university in achieving their desired goals. This long-distance family communication often experiences obstacles. The purpose of this research is to find out the experience of communication in long-distance relationships between children and parents in maintaining family harmony and to find out how long-distance relationships can provide meaning in maintaining family communication. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach. The data collection methods used in this research are interviews and observations. The theory used is family relationship scheme theory. The findings of this study are that they conduct long-distance communication with parents to maintain harmony by conducting intense communication. The drivers of this communication are financial support, a sense of loss and longing, while the inhibiting motives are bad networks, and each other's busyness. Then the meaning obtained from this experience is to become more familiar, communication becomes more open, and more appreciative of the time when they are together. Abstrak. Komunikasi keluarga merupakan aspek penting dalam pembentukan perilaku yang akan mempengaruhi sikap dan pertumbuhan anak karena didalamnya mengandung unsur pendidikan. Saat ini banyak orang tua yang rela berpisah dengan anak, agar anak mendapatkan universitas yang terbaik dalam meraih cita-cita yang diinginkan. Komunikasi keluarga jarak jauh ini sering mengalami kendala. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman komunikasi dalam hubungan jarak jauh antara anak dengan orang tua dalam menjaga keharmonisan keluarga dan untuk mengetahui bagaimana hubungan jarak jauh dapat memberikan makna dalam menjaga komunikasi keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini wawancara dan observasi. Teori yang dipakai menggunakan teori skema hubungan keluarga. Temuan penelitian ini yaitu mereka melakukan komunikasi jarak jauh dengan orang tua untuk menjaga keharmonisan dengan melakukan komunikasi yang intens. Pendorong komunikasi ini yaitu dukungan finansial, rasa kehilangan dan kerinduan, Sedangkan motif penghambatnya yaitu jaringan yang buruk, dan kesibukan satu sama lain. Lalu makna yang didapat dari pengalaman ini yaitu menjadi lebih akrab komunikasi menjadi lebih terbuka, dan lebih menghargai waktu pada saat sedang bersama.
Implementasi Kampanye Politik sebagai Elektabilitas Pemilihan Kepala Desa Fia Khoerunnisa; Atie Rachmiatie
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.12948

Abstract

Abstract. A campaign is an activity carried out by a person or political group to promote and convey their goals to the public and attract their attention to gain support. In a political campaign, communication must be two-way, there is reciprocity from the communicator and it reaches the communicant. This researcher identified the following: 1) How is the political campaign process in increasing the electability of the Margajaya Village Head? 2) How is the intensity of the political campaign carried out by the Head of Margajaya Village? 3) What are the factors that support and hinder the success of the campaign carried out by the Head of Margajaya Village? 4) Why did the Head of Margajaya Village use a political campaign using the Anjangsana method? The theory used in this research is Diffusion of Innovation which has 4 campaign stage processes, namely: Information, Persuasion, Reason and Confirmation. Which is used during the campaign process of the Margajaya Village Head, which will be studied in this study to determine the effectiveness of the campaign carried out by the Margajaya Village Head. The method used in this research is a qualitative case study method. The data collection techniques used in this research are observation, in-depth interviews, and documentation. As a result of this research, the Head of Margajaya Village achieved his election by maintaining relationships with the people of Margajaya Village. In addition, conducting a personal campaign or using the Anjangsana method to the people of Margajaya Village to maintain the relationship with the village community. Political campaigns carried out by the Village Head personally to the community can find out directly the aspirations and complaints that are being faced. The Village Head can also deliver his campaign messages more openly and effectively. With this Anjangsana method campaign, the Village Head can achieve high electability during the Village Head election. Abstrak. Kampanye yaitu sebuah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok politik untuk mempromosikan dan menyampaikan tujuan mereka kepada masyarakat dan menarik perhatian mereka untuk mendapatkan dukungan. Dalam kampanye politik komunikasi yang dilakukan harus dua arah, adanya timbal balik dari komunikator dan sampainya kepada komunikan. Peneliti ini di indentifikasikan sebagai berikut: 1) Bagaimana proses kampanye politik dalam meningkatkan elektabilitas Kepala Desa Margajaya? 2) Bagaimana intensitas kampanye politik yang dilakukan oleh Kepala Desa Margajaya? 3) Apa saja faktor yang mendukung dan menghambat keberhasilan kampanye yang dilakukan oleh Kepala Desa Margajaya? 4) Mengapa Kepala Desa Margajaya menggunakan kampanye politik dengan metode Anjangsana?. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Difusi Inovasi yang memiliki 4 proses tahapan kampanye yaitu: Informasi, Persuasi, Alasan dan Konfirmasi. Yang digunakan selama proses kampanye Kepala Desa Margajaya, yang akan dikaji pada penelitian ini untuk mengetahui keefektifan kampanye yang dilakukan oleh Kepala Desa Margajaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini, Kepala Desa Margajaya dalam meraih keterpilihanya dengan cara menjaga relasi dengan masyarakat Desa Margajaya. Selain itu, melakukan kampanye secara personal atau menggunkan metode Anjangsana kepada masyarakat Desa Margajaya untuk menjaga tali silaturahim dengan masyarakat Desa. Kampanye politik yang dilakukan oleh Kepala Desa secara personal kepada masyarakat dapat mengetahui secara langsung aspirasi dan keluhan yang sedang dihadapi. Kepala Desa juga dapat menyampaikan pesan-pesan kampanyenya lebih terbuka dan efektif. Dengan kampanye metode Anjangsana ini Kepala Desa dapat meraih elektabilitas yang tinggi pada saat pemilihan Kepala Desa.
Prinsip Kebenaran dalam Pemberitaan Virus Corona di Media Kompas.com Rakha Fauzan Hawadi; Atie Rachmiatie
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v4i1.12318

Abstract

Abstract. This research is motivated by the massive coverage of the corona virus in online media, almost all online mass media have made health issues related to the corona virus the mainstay of their reporting. However, in practice, many mass media often ignore the principles of truth in journalism and prioritize speed in delivering news. Kompas.com is one of the online media that intensively spreads information related to the corona virus. From some of the reports he published, it is necessary to question the credibility and the principles of truth that it applies. According to Bill Kovach, truth in journalism is not absolute truth, but functional truth. Therefore, the purpose of this study is to find out about the principle of truth in the text of the news on the corona virus in the online media Kompas.com. Also to find out the principles of truth in the practice of discourse in reporting the corona virus in online media Kompas.com. Finally, to find out about socio-cultural practices in reporting the corona virus on the online media Kompas.com. The methodology used is qualitative with Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis approach. The results of this study indicate; (1) Kompas Online presents a discourse of truth that is less profound and positions itself as a conveyor and recipient of information. (2) The discourse on truth that is presented does not represent the vision of Kompas Online with unbalanced news and trends in speed. (3) The factor of the pandemic situation and the need for information encourages Kompas Online to become one of the factors in the coverage of the current corona virus, on the other hand the culture of conformity of the Indonesian people also influences Kompas Online in its reporting so that the discourse displayed to the public seems short and lacks depth. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masifnya pemberitaan virus corona di media online, hampir seluruh media massa online menjadikan isu kesehatan terkait virus corona menjadi primadona pemberitaannya. Namun dalam pelaksanaannya banyak media massa yang kerap mengabaikan prinsip kebenaran dalam jurnalisme dan mengutamakan kecepatan dalam menyampaikan berita. Kompas.com merupakan salah satu media online yang secara intens mengbarkan informasi terkait virus corona. Dari beberapa pemberitaan yang dimuatnya, perlu dipertanyakan kredibilitas serta prinsip kebenaran yang diterapkannya. Menurut Bill Kovach kebenaran dalam jurnalisme bukanlah kebenaran yang mutlak, melainkan kebenaran yang fungsional. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang prinsip kebenaran pada teks pemberitaan virus corona di media online Kompas.com. Juga untuk mengetahui prinsip kebenaran pada praktik wacana dalam pemberitaan virus corona di media online Kompas.com. Terakhir untuk mengetahui praktik sosial budaya dalam pemberitaan virus corona di media online Kompas.com. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Hasil dari penelitian ini menunjukan; (1) Kompas Online menampilkan wacana kebenaran yang kurang mendalam serta memposisikan dirinya sebatas penyampai dan penerima informasi. (2) Wacana kebenaran yang ditampilkan tidak merepresentasikan visi dari Kompas Online dengan kurang berimbangnye berita dan kecenderungan pada kecepatan. (3) Faktor situasi pandemi dan kebutuhan informasi mendorong Kompas Online menjadi salah satu faktor dari pemberitaan mengenai virus corona saat ini, di sisi lain budaya komformitas masyarakat Indonesia turut memengaruhi Kompas Online dalam pemberitaannya sehingga wacana yang ditampilkan kepada masyarakat terkesan singkat dan kurang mendalam.
Pemberitaan Calon Presiden Prabowo Subianto dalam Bingkai Media Alif Adhasya Daffa Gunawan; Atie Rachmiatie
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v4i2.14947

Abstract

Abstract. The Indonesian Presidential Election of 2024 marks the third time Prabowo Subianto is running for President. He is currently candidate number two (2), with Gibran Rakabuming as his Vice-Presidential candidate. This Indonesian democratic event is a national five-year affair that will undoubtedly be covered by various media, including television, radio, social media, online media, and others. Private mass media owners have their interests and objectives in every news report they publish, despite regulations requiring media neutrality, prohibiting any bias or specific tendencies. The aim of this research is to analyze the four dimensions of Robert Entman's framing, which are defining problems, diagnosing causes, making moral judgments, and treatment recommendations, in the news coverage of presidential candidate Prabowo Subianto on cnnindonesia.com. This research adopts a qualitative approach and employs framing analysis methods, with data taken from 10 news articles published by cnnindonesia.com during the first presidential debate attended by the three candidates. The findings during the research period revealed 1,062 news articles about Prabowo, 895 about Anies, and 863 about Ganjar, between November 13 and December 31, 2023. The conclusion of this study is that there is no bias and a tendency in cnnindonesia.com's online media coverage towards Prabowo Subianto during the 2024 election period. Abstrak. Pemilihan umum calon Presiden Indonesia edisi tahun 2024, menjadikan ketiga kalinya Prabowo Subianto, bertarung dalam pemilihan Presiden. Saat ini, ia mendapatkan nomor urut dua (2) bersama Gibran Rakabuming, selaku calon Wakil Presiden. Pesta demokrasi Indonesia ini, merupakan acara nasional 5 tahun-an, yang tentu akan diliput oleh media. Seperti, media televisi, radio, media sosial, media online dan sebagainya. Media massa swasta, tentu para pemiliknya mempunyai kepentingan dan tujuan sendiri dalam setaip pemberitaan yang dipublikasikan, padahal peraturan menetapkan media harus netral, tidak boleh ada keberpihakan atau kecenderungan tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah, untuk mengetahui keempat dari dimensi framing Robert Entman, yaitu untuk mengetahui, pendefinisian masalah (define problems), perkiraan penyebab masalah (diagnose causes), pembuatan keputusan moral (make moral judgement), penyelesaian masalah (treatment recommendation), pada pemberitaan calon Presiden Prabowo Subianto di media online cnnindonesia.com. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan menggunakan metode analisis framing, data diambil dari 10 pemberitaan yang dipublikasikan oleh cnnindonesia.com, saat ketiga calon Presiden Indonesia, menghadiri debat pertama. Hasil yang ditemukan selama penelitian berlangsung adalah, terdapat 1.062 pemberitaan tentang Prabowo, 895 pemberitaan tentang Anies, dan 863 pemberitaan tentang Ganjar, dalam kurun waktu 13 November hingga 31 Desember 2023. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, ditemukan tidak adanya keberpihakan dan juga kecenderungan pemberitaan dalam media online cnnindonesia.com, terhadap Prabowo Subianto, dalam masa pemilu edisi tahun 2024.
Construction of Social Reality for Physical Distancing During the COVID-19 Pandemic Maylanny Christin; Dasrun Hidayat; Atie Rachmiatie
Jurnal Komunikasi Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v13i1.9612

Abstract

The focus of the research is communication behavior in the Physical Distancing phase during COVID-19. Physical Distancing is a government policy intended to reduce the spread of COVID-19. The research objective was to analyze the knowledge and communication behavior of the people. The method used is phenomenology with a qualitative approach. Involving the people of Bandung city as research informants as many as 11 people. The technique of collecting data through online interviews is that physical distancing is still in place. The results showed that the physical distancing phase of the community's communication behavior can be categorized into three groups including active, sympathetic, and indifferent groups. Active group means being concerned with finding information and implementing Physical Distancing policies. The sympathy group is receiving Physical Distancing information, but not fully carrying out Physical Distancing. Informant groups are indifferent or passive informants in seeking information and do not carry out Physical Distancing. Another communication behavior that the Physical Distancing phase activities is carried out online using digital media. Informants admit that Physical Distancing activities have changed the dimension of interpersonal communication which requires the presence of distance, but the Physical Distancing phase has turned virtual. This communication behavior builds a shared experience that online communication encourages the formation of virtual relationships. The results of this study are expected to contribute to online communication competence as an effort to maintain the quality of communication even though it is done online. Fokus penelitian adalah perilaku komunikasi pada fase Physical Distancing selama COVID-19. Physical Distancing merupakan kebijakan pemerintah yang dimaksudkan untuk mengurangi penyebaran COVID-19. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengetahuan dan perilaku komunikasi masyarakat. Metode yang digunakan fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Melibatkan masyarakat kota Bandung sebagai informan penelitian sebanyak 11 orang. Adapun teknik pengumpulan data melalui wawancara daring mengingat masih diberlakukannya Physical Distancing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku komunikasi masyarakat fase Physical Distancing dapat dikategorikan dalam tiga kelompok meliputi kelompok aktif, simpati, dan acuh. Kelompok aktif artinya peduli dengan mencari informasi dan menjalankan kebijakan Physical Distancing. Kelompok simpati yaitu menerima informasi Physical Distancing, namun tidak sepenuhnya menjalankan Physical Distancing. Kelompok informan acuh atau informan pasif dalam mencari informasi dan tidak menjalankan Physical Distancing. Perilaku komunikasi lainnya bahwa aktivitas fase Physical Distancing dilakukan secara daring dengan menggunakan media digital. Informan mengakui bahwa aktivitas Physical Distancing telah merubah dimensi komunikasi interpersonal yang mensyaratkan kehadiran jarak, namun fase Physical Distancing berubah menjadi virtual. Perilaku komunikasi tersebut membangun pengalaman bersama bahwa komunikasi daring mendorong terbentuknya hubungan virtual. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap kompetensi komunikasi daring sebagai upaya menjaga kualitas komunikasi meskipun dilakukan secara daring.