Claim Missing Document
Check
Articles

Construction of Social Reality for Physical Distancing During the COVID-19 Pandemic Maylanny Christin; Dasrun Hidayat; Atie Rachmiatie
Jurnal Komunikasi Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v13i1.9612

Abstract

The focus of the research is communication behavior in the Physical Distancing phase during COVID-19. Physical Distancing is a government policy intended to reduce the spread of COVID-19. The research objective was to analyze the knowledge and communication behavior of the people. The method used is phenomenology with a qualitative approach. Involving the people of Bandung city as research informants as many as 11 people. The technique of collecting data through online interviews is that physical distancing is still in place. The results showed that the physical distancing phase of the community's communication behavior can be categorized into three groups including active, sympathetic, and indifferent groups. Active group means being concerned with finding information and implementing Physical Distancing policies. The sympathy group is receiving Physical Distancing information, but not fully carrying out Physical Distancing. Informant groups are indifferent or passive informants in seeking information and do not carry out Physical Distancing. Another communication behavior that the Physical Distancing phase activities is carried out online using digital media. Informants admit that Physical Distancing activities have changed the dimension of interpersonal communication which requires the presence of distance, but the Physical Distancing phase has turned virtual. This communication behavior builds a shared experience that online communication encourages the formation of virtual relationships. The results of this study are expected to contribute to online communication competence as an effort to maintain the quality of communication even though it is done online. Fokus penelitian adalah perilaku komunikasi pada fase Physical Distancing selama COVID-19. Physical Distancing merupakan kebijakan pemerintah yang dimaksudkan untuk mengurangi penyebaran COVID-19. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengetahuan dan perilaku komunikasi masyarakat. Metode yang digunakan fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Melibatkan masyarakat kota Bandung sebagai informan penelitian sebanyak 11 orang. Adapun teknik pengumpulan data melalui wawancara daring mengingat masih diberlakukannya Physical Distancing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku komunikasi masyarakat fase Physical Distancing dapat dikategorikan dalam tiga kelompok meliputi kelompok aktif, simpati, dan acuh. Kelompok aktif artinya peduli dengan mencari informasi dan menjalankan kebijakan Physical Distancing. Kelompok simpati yaitu menerima informasi Physical Distancing, namun tidak sepenuhnya menjalankan Physical Distancing. Kelompok informan acuh atau informan pasif dalam mencari informasi dan tidak menjalankan Physical Distancing. Perilaku komunikasi lainnya bahwa aktivitas fase Physical Distancing dilakukan secara daring dengan menggunakan media digital. Informan mengakui bahwa aktivitas Physical Distancing telah merubah dimensi komunikasi interpersonal yang mensyaratkan kehadiran jarak, namun fase Physical Distancing berubah menjadi virtual. Perilaku komunikasi tersebut membangun pengalaman bersama bahwa komunikasi daring mendorong terbentuknya hubungan virtual. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap kompetensi komunikasi daring sebagai upaya menjaga kualitas komunikasi meskipun dilakukan secara daring.
Gaya Komunikasi Politik Karna Sobahi Atas Kemenangan Pemilihan Bupati Majalengka Periode 2018-2023 (Studi Kasus Gaya Komunikasi Bupati Majalengka Karna Sobahi) Adi Junadi; Atie Rachmiatie; Dedeh Fardiah
Jurnal komunikan Vol. 1 No. 1 (2022): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v1i1.292

Abstract

Gaya komunikasi politik seseorang dalam konteks pemilihan kepala daerah merupakan aspek penting, karena gaya komunikasi politik yang efektif akan membuat masyarakat percaya, yang pada akhirnya dapat meningkatkan perolehan suara dalam pemilihan kepala daerah. Permasalahan yang seringkali terjadi dalam kajian gaya komunikasi politik, yakni sulit nya mendapatkan ciri khas gaya komunikasi dari aktor politik untuk menjadi pembeda dari aktor politik lainnya. Penelitian ini menggunakan studi kasus yang menjelaskan bahwa Karna Sobahi yang berasal dari kalangan Birokrat,kemudian sukses menjadi Bupati Kabupaten Majalengka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi gaya komunikasi politik Karna Sobahi didasarkan pada kajian kebutuhan masyarakat, sehingga pesan komunikasi politik yang disampaikan Karna Sobahi sangat sesuai dengan keadaan masyarakat. Tipe gaya komunikasi politik Karna Sobahi, peneliti sebut sebagai “Komunikasi Empati-Homophily” karena pembawaan komunikasi yang rapi, sopan, dan penuh kharisma menjadi pembeda Karna Sobahi dengan aktor politik lainnya dalam konteks gaya komunikasi. Metode penerapan gaya komunikasi Karna Sobahi fokus pada kegiatan bertemu langsung dengan masyarakat, hal ini dikarenakan Karna Sobahi mampu mengangkat secara langsung permasalahan yang terjadi di Kabupaten Majalengka. Ketiga hal itu merupakan aspek penting dalam penelitian ini, kemudian yang menjadi saran bagi Karna Sobahi yakni lebih aktif dalam menggunakan sosial media, karena terdapat pergeseran kegiatan-kegiatan sosial di masyarakat yang mulai masuk pada ranah digitalisasi. Kata Kunci: Gaya Komunikasi; Politik; Karna Sobahi
MODEL BISNIS RADIO SIARAN ARDAN GROUP BANDUNG DI ERA KONVERGENSI Susana, Eli; Rachmiatie, Atie; Yuniati, Yenni
Jurnal Soshum Insentif Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Soshum Insentif
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36787/jsi.v7i2.1719

Abstract

Revolusi digital telah mengubah cara masyarakat mengonsumsi media. Perkembangan teknologi internet dan perangkat mobile telah menciptakan platform baru bagi siaran radio, seperti streaming online, podcast, dan layanan audio digital lainnya. Tujuan dari kajian ini untuk menganalisis upaya lembaga radio konvensional dalam beradaptasi dengan era konvergensi/digitalisasi, serta bagaimana menghadapi risiko menjadi using, bahkan menjadi punah. Perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen ini berdampak pada industri radio untuk tetap eksis dengan bisnisnya, content yang relevan dan adaptasi pada kompetitor. Kasus pada Radio Ardan Group telah mengadopsi model bisnis baru dengan mengintegrasikan radio konvensional dengan platform digital untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan mix method (kualitatif dan kuantitatif), dengan wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan kuesioner yang melibatkan 102 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konvergensi media mendorong diversifikasi sumber pendapatan melalui platform digital, kolaborasi konten kreatif, serta pemanfaatan interaksi digital dengan pendengar. Transformasi ini tidak hanya membantu radio bertahan di tengah persaingan ketat, tetapi juga membuka peluang baru dalam meningkatkan keterlibatan audiens. Model bisnis terintegrasi yang diterapkan Ardan Group ini dapat menjadi prototipe bagi stasiun radio lainnya untuk beradaptasi di era digital.
Strategi Manjemen Media Online dI Masa Pandemi COVID-19 Nihayah, Izzatin; Rachmiatie, Atie; Rinawati, Rini
Annaba: Jurnal Ilmu Jurnalistik Vol. 9 No. 2 (2024): Annaba : Jurnal Ilmu Jurnalistik
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/annaba.v9i2.41270

Abstract

The COVID-19 pandemic is a major disaster for all sectors in Indonesia, including the media business. The media must be able to survive and continue to provide news in the midst of a pandemic. The purpose of this research is to discuss the analysis of strengths and weaknesses, to know planning patterns in reporting online media, to know and to analyze the steps for organizing online media planning and to know and to analyze why reporting strategies must be carried out during a pandemic. In this study used a qualitative method with a case study approach. The data collection technique is through in-depth interviews, observation and document tracing. This research resulted in strengths and weaknesses in news management during a pandemic, namely easy-to-access online media, increased readers on the jabar.tribunnews.com website, and has loyal readers. The downside is that access requires a smartphone and internet network, there is a decrease in revenue due to reduced advertisers and the reporting process uses applicable regulations (Health Protocol). There are four stages of the Management Process, namely Planning, Organizing, Actuating and Controlling in the reporting process. The reporting process consists of five processes, namely news planning, news search, news writing, news editing, and news publishing. The background of the change in management strategy is that there are internal factors, namely communication and employees and also external factors, namely decreased income, the economy and also government regulations.
THE EFFECT OF THE “RAYQAL” APPLICATION ON MOTHERS’ KNOWLEDGE, ATTITUDE, AND BEHAVIOR IN STIMULATING TODDLER DEVELOPMENT Harefa, Umy Darni; Herawati, Yanti; Rachmiatie, Atie; Garna, Herry; Anwar, Anita Deborah; Wijayanegara, Hidayat
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 14, No 02 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v14i02.7620

Abstract

Parents need effective media to enhance their knowledge, attitudes, and behaviors in supporting early childhood growth and development. One such tool is the "Rayqal" application, which is designed to help mothers stimulate optimal development in toddlers. This study aimed to analyze the effect of the "Rayqal" application on improving maternal knowledge, attitudes, and behaviors related to toddler development. A quasi-experimental design with a pretest-posttest control group was used. The population consisted of 80 mothers with children aged 0–59 months, selected using a total sampling technique. Data were analyzed using the Mann-Whitney test. Results showed significant differences in knowledge (ρ=0.000), attitudes (ρ=0.000), and behaviors (ρ=0.000) after the use of the "Rayqal" application. Specifically, in the intervention group, behavior scores increased from a pretest mean of 0.65 to a posttest mean of 1.18. These findings indicate that "Rayqal" significantly improved maternal abilities to support child development. In conclusion, the "Rayqal" application positively influences mothers' knowledge, attitudes, and behaviors in stimulating toddler growth. It is recommended that the use of "Rayqal" be expanded to support SDIDTK (Early Detection and Intervention for Child Growth and Development) programs at Gunungsitoli District Health Center to help prevent developmental delays in children.           
Strategi Komunikasi Pariwisata Halal Studi Kasus Implementasi Halal Hotel di Indonesia dan Thailand Rachmiatie, Atie; Fitria, Rahma; Suryadi, Karim; Ceha, Rahmat
Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 1 (2020): Amwaluna : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/amwaluna.v4i1.8083

Abstract

Indonesia menempati rangking pertama pada sepuluh destinasi favorit untuk liburan, dengan indeks 78 pada GMTI 2019. Pemerintah gencar mencanangkan pengembangan pariwisata halal. Namun perkembangan Hotel Halal di Indonesia tidak semarak di Thailand, yang diduga ada permasalahan komunikasi antara pemerintah dengan industri.Tujuan penelitian ini untuk mengkaji strategi komunikasi yang efektif dalam menyosialisasikan konsep hotel halal.Metode kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus, dan teknik purposive sampling, pada pengelola hotel Halal di Bandung dan Bangkok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dari pemerintah penting dalam memperkuat persepsi tentang product value dan benefit dari pariwisata halal. Latar belakang ada hotel halal karena faktor intrinsic yaitu agama dari pemilik dan exstrinsic yaitu, permintaan wisatawan dan biaya. Perbedaan perkembangan hotel halal, di Bangkok minat wisatawan muslim sangat tinggi, sehingga inisiatif datang dari pengusaha,sedangkan di Bandung, standar dasar halal dianggap sudah menyatu dalam kehidupan masyarakat, sehingga tidak urgent untuk menerapkan “branding” hotel halal. Untuk itu Model strategi komunikasi pariwisata efektif diperlukan pemerintah dalam pengembangan wisata halal.
Public Information Disclosure and Crisis Communication in the Time of the COVID-19 Outbreak Safaria, Anne Friday; Malik, Dedy Djamaluddin; Rachmiatie, Atie
Mediator: Jurnal Komunikasi Vol. 18 No. 1 (2025): Mediator: Jurnal Komunikasi (Sinta 2)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v18i1.4956

Abstract

This article aims to determine how the government implemented public information disclosure and crisis communication management during the COVID-19 pandemic. Theoretically, crisis communication is divided into three phases: pre-crisis, crisis phase, and post-crisis. This article uses a qualitative approach by framing  (qualitative content analysis) issues related to crisis communication. Data collection comes from government media outlets as primary data and non-government media, books, journal articles, and other documents as secondary data. This study found that the content of the information conveyed is divided into three phases of crisis communication. Still, the government has been unable to handle crisis communication during the COVID-19 pandemic optimally. This is due to a lack of preparation in collecting pandemic data, a lack of coordination between institutions and elites, and the failure to disseminate public information that has not been widespread across all regions/provinces. This research is expected to contribute to the theory and practice of Public Administration and Communication, particularly in formulating and implementing public policies for crisis communication management in dealing with future crises.
Artificial Intelligence as a Catalyst for Sustainable MSME Development in the Halal and Green Economy Rachmiatie, Atie; Sadikin, Aning Sofyan; Respitawulan; Lichandra, Funny
International Journal of Community Service (IJCS) Vol. 4 No. 2 (2025): July-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijcs.v4i2.1471

Abstract

Micro, small, and medium enterprises (MSMEs) serve as the backbone of Indonesia’s national economy, particularly in Bandung Regency, home to over 47,000 MSMEs. However, MSMEs face major challenges including limited marketing skills, low product quality due to insufficient digital access, limited awareness of halal certification, and environmentally unsustainable practices. This community service initiative addressed these issues by implementing an Asset-Based Community Development (ABCD) approach through workshops, technical assistance, and Penta helix collaboration involving academia, government, communities, and media. The program focused on enhancing digital literacy, introducing Artificial Intelligence (AI) for business efficiency, promoting Islamic finance, and fostering a halal and green economic ecosystem. The results show a significant increase in business actors’ interest and awareness in adopting AI and digital tools, especially in creating AI-generated social media content for marketing. Moreover, participants demonstrated improved understanding and capacity to pursue halal certification and eco-friendly packaging. The key outcome of the program is the establishment of a cross-sectoral coordination forum and the organization of an MSME exhibition as a sustainable effort to strengthen MSEs competitiveness.
National Fiqh Discourse in the Digital Public Sphere: A Case Study of TVMu’s Dialektika Program Umar, Tia Muthiah; Atie Rachmiatie; Kiki Zakiah; Makroen Sanjaya
Komunikator Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jkm.v17i2.28533

Abstract

The discourse of national fiqh within Indonesia’s digital public sphere has become increasingly prominent with the rise of digital media, particularly as religious discussions intersect with issues of nationality, pluralism, and civic identity. This study examines how the concept of national fiqh is articulated through TVMu’s Dialektika program, which functions as a digital deliberative arena for Islamic communication. Using a qualitative case study approach, the research analyzes four selected episodes and incorporates insights from interviews with the editorial team, supported by NVivo-assisted coding (open, axial, and selective). The findings indicate several key dimensions: the strategic selection of credible communicators; message framing that emphasizes justice, pluralism, and the integration of Islamic principles with Pancasila; the use of multiplatform distribution through television, YouTube, and social media; a dual audience strategy addressing both Muhammadiyah members and the wider Muslim public; and a discursive shift from provocative narratives toward ethical deliberation. Overall, Dialektika functions as a moderate Islamic medium that not only delivers normative da'wah but also fosters an inclusive deliberative public sphere, reinforcing the relevance of national fiqh in sustaining social cohesion and shaping civic Islam. The novelty of this study lies in its integration of national fiqh discourse, digital media analysis, and deliberative public sphere theory while positioning the Lasswell model solely as a technical mapping framework
Performance of Public Relations of Bawaslu RI in the Implementation of Crisis Management to Build Public Trust After the 2024 Election Ema Rosmayati; Atie Rachmiatie; Septiawan Santana
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i2.2154

Abstract

Kompleksitas komunikasi publik pada penyelenggaraan Pemilu 2024 meningkatkan potensi terjadinya krisis komunikasi akibat penyebaran disinformasi, hoaks, polarisasi politik, serta tingginya perhatian masyarakat terhadap kinerja Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI). Kondisi tersebut menuntut Humas Bawaslu RI menerapkan manajemen krisis dan strategi komunikasi yang efektif untuk menjaga reputasi organisasi sekaligus membangun kepercayaan publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen krisis oleh Humas Bawaslu RI serta strategi komunikasi krisis yang diterapkan dalam membangun kepercayaan publik pasca Pemilu 2024. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña dengan bantuan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen krisis dilakukan secara sistematis melalui identifikasi isu, media monitoring, early warning system, analisis sentimen, koordinasi Tim Manajemen Krisis, serta penerapan Pedoman Manajemen Krisis sebagai dasar pengambilan keputusan komunikasi. Strategi komunikasi krisis diterapkan secara adaptif melalui diminish strategy, bolstering strategy, dan rebuild strategy yang didukung komunikasi publik yang transparan, akurat, dan konsisten sehingga mampu memperkuat reputasi organisasi dan membangun kepercayaan publik. Penelitian ini menghasilkan Model Integratif Implementasi Manajemen Krisis Humas dalam Membangun Kepercayaan Publik yang mengintegrasikan identifikasi krisis, implementasi pedoman, strategi komunikasi krisis, komunikasi publik, dan evaluasi berkelanjutan sebagai satu siklus manajemen krisis pada organisasi sektor publik.
Co-Authors Adi Junadi Aditya Eko Adrianto Ahmad Nada Kusnendar Aisyah Nur Afifah Alex Sobur Alexandria Cempaka Harum Alif Adhasya Daffa Gunawan Ani Yuningsih Aning Sofyan Sadikin Anisa Dwi Nanda Septiningrum Anita Deborah Anwar Anne Friday Safaria Anne Maryani Anter Venus Asep Ahmad Sidik Astri Mutia Ekasari Astuti, Sri Wahyuning Atwar Bajari Bella Maulina Ceha, Rahmat Cikal Estetika Wijaya Dadi Ahmadi Dasrun Hidayat Deddy Mulyana Dedeh Fardiah Dedy Djamaluddin Malik Destyra Rusmana Dey Ravena Dey Ravena Dian Widya Putri Dinda Rizkyana Eli Susana, Eli Ema Khotimah Ema Rosmayati Fajar Nugraha Fajarini Putri Hidayat Farihat Kamil Farihat Kamil Ferry Setiawan Fia Khoerunnisa Firmansyah Firmansyah Harefa, Umy Darni Herry Garna Herry Garna Hidayat Wijayanegara Ike Junita Triwardhani Imam Indratno INA HELENA AGUSTINA Irfan Safrudin Karim Suryadi Karim Suryadi Kiki Zakiah Darmawan Lichandra, Funny Ma'mun Sutisna Makroen Sanjaya Martian, Ferra Maylanny Christin Mohamad Subur Drajat Nadya Faradila Nia Kurniati Nihayah, Izzatin Nova Nadifah Nurrhisma Yuniar O Hasbiansyah Oji Kurniadi Pawit M. Yusuf, Pawit M. Puput Fatonah Raditya Pratama Rahma Fitria Rahma Fitria, Rahma Rahmat Ceha Rakha Fauzan Hawadi Rakha Fauzan Hawadi Respitawulan Rini Rinawati Riswandha Risang Aji Rizqi Pratama Putra Rowawi, Roni Salman Alfarisyi Lesmana Sandra Ramayanti Sandriani Septiawan Santana Septiawan Santana Kurnia Shandi Noor Khotimah Sophia Novita Suja’i, Imam Sukwatus Tannia Meirina Anwar Teni Nurlatifah Tia Muthiah Tresna Wiwitan Vermanda Maharani Sonya Verry Damayanti Yanti Herawati Yayu Hizza Anisa Yeni Yuniati Yeni Yuniati, Yeni Yenni Yuniati Yuristia Wira Cholifah