Claim Missing Document
Check
Articles

Gaya Komunikasi Politik Karna Sobahi Atas Kemenangan Pemilihan Bupati Majalengka Periode 2018-2023 (Studi Kasus Gaya Komunikasi Bupati Majalengka Karna Sobahi) Adi Junadi; Atie Rachmiatie; Dedeh Fardiah
Jurnal komunikan Vol. 1 No. 1 (2022): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v1i1.292

Abstract

Gaya komunikasi politik seseorang dalam konteks pemilihan kepala daerah merupakan aspek penting, karena gaya komunikasi politik yang efektif akan membuat masyarakat percaya, yang pada akhirnya dapat meningkatkan perolehan suara dalam pemilihan kepala daerah. Permasalahan yang seringkali terjadi dalam kajian gaya komunikasi politik, yakni sulit nya mendapatkan ciri khas gaya komunikasi dari aktor politik untuk menjadi pembeda dari aktor politik lainnya. Penelitian ini menggunakan studi kasus yang menjelaskan bahwa Karna Sobahi yang berasal dari kalangan Birokrat,kemudian sukses menjadi Bupati Kabupaten Majalengka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi gaya komunikasi politik Karna Sobahi didasarkan pada kajian kebutuhan masyarakat, sehingga pesan komunikasi politik yang disampaikan Karna Sobahi sangat sesuai dengan keadaan masyarakat. Tipe gaya komunikasi politik Karna Sobahi, peneliti sebut sebagai “Komunikasi Empati-Homophily” karena pembawaan komunikasi yang rapi, sopan, dan penuh kharisma menjadi pembeda Karna Sobahi dengan aktor politik lainnya dalam konteks gaya komunikasi. Metode penerapan gaya komunikasi Karna Sobahi fokus pada kegiatan bertemu langsung dengan masyarakat, hal ini dikarenakan Karna Sobahi mampu mengangkat secara langsung permasalahan yang terjadi di Kabupaten Majalengka. Ketiga hal itu merupakan aspek penting dalam penelitian ini, kemudian yang menjadi saran bagi Karna Sobahi yakni lebih aktif dalam menggunakan sosial media, karena terdapat pergeseran kegiatan-kegiatan sosial di masyarakat yang mulai masuk pada ranah digitalisasi. Kata Kunci: Gaya Komunikasi; Politik; Karna Sobahi
MODEL BISNIS RADIO SIARAN ARDAN GROUP BANDUNG DI ERA KONVERGENSI Susana, Eli; Rachmiatie, Atie; Yuniati, Yenni
Jurnal Soshum Insentif Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Soshum Insentif
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36787/jsi.v7i2.1719

Abstract

Revolusi digital telah mengubah cara masyarakat mengonsumsi media. Perkembangan teknologi internet dan perangkat mobile telah menciptakan platform baru bagi siaran radio, seperti streaming online, podcast, dan layanan audio digital lainnya. Tujuan dari kajian ini untuk menganalisis upaya lembaga radio konvensional dalam beradaptasi dengan era konvergensi/digitalisasi, serta bagaimana menghadapi risiko menjadi using, bahkan menjadi punah. Perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen ini berdampak pada industri radio untuk tetap eksis dengan bisnisnya, content yang relevan dan adaptasi pada kompetitor. Kasus pada Radio Ardan Group telah mengadopsi model bisnis baru dengan mengintegrasikan radio konvensional dengan platform digital untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan mix method (kualitatif dan kuantitatif), dengan wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan kuesioner yang melibatkan 102 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konvergensi media mendorong diversifikasi sumber pendapatan melalui platform digital, kolaborasi konten kreatif, serta pemanfaatan interaksi digital dengan pendengar. Transformasi ini tidak hanya membantu radio bertahan di tengah persaingan ketat, tetapi juga membuka peluang baru dalam meningkatkan keterlibatan audiens. Model bisnis terintegrasi yang diterapkan Ardan Group ini dapat menjadi prototipe bagi stasiun radio lainnya untuk beradaptasi di era digital.
Strategi Manjemen Media Online dI Masa Pandemi COVID-19 Nihayah, Izzatin; Rachmiatie, Atie; Rinawati, Rini
Annaba: Jurnal Ilmu Jurnalistik Vol. 9 No. 2 (2024): Annaba : Jurnal Ilmu Jurnalistik
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/annaba.v9i2.41270

Abstract

The COVID-19 pandemic is a major disaster for all sectors in Indonesia, including the media business. The media must be able to survive and continue to provide news in the midst of a pandemic. The purpose of this research is to discuss the analysis of strengths and weaknesses, to know planning patterns in reporting online media, to know and to analyze the steps for organizing online media planning and to know and to analyze why reporting strategies must be carried out during a pandemic. In this study used a qualitative method with a case study approach. The data collection technique is through in-depth interviews, observation and document tracing. This research resulted in strengths and weaknesses in news management during a pandemic, namely easy-to-access online media, increased readers on the jabar.tribunnews.com website, and has loyal readers. The downside is that access requires a smartphone and internet network, there is a decrease in revenue due to reduced advertisers and the reporting process uses applicable regulations (Health Protocol). There are four stages of the Management Process, namely Planning, Organizing, Actuating and Controlling in the reporting process. The reporting process consists of five processes, namely news planning, news search, news writing, news editing, and news publishing. The background of the change in management strategy is that there are internal factors, namely communication and employees and also external factors, namely decreased income, the economy and also government regulations.
THE EFFECT OF THE “RAYQAL” APPLICATION ON MOTHERS’ KNOWLEDGE, ATTITUDE, AND BEHAVIOR IN STIMULATING TODDLER DEVELOPMENT Harefa, Umy Darni; Herawati, Yanti; Rachmiatie, Atie; Garna, Herry; Anwar, Anita Deborah; Wijayanegara, Hidayat
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 14, No 02 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v14i02.7620

Abstract

Parents need effective media to enhance their knowledge, attitudes, and behaviors in supporting early childhood growth and development. One such tool is the "Rayqal" application, which is designed to help mothers stimulate optimal development in toddlers. This study aimed to analyze the effect of the "Rayqal" application on improving maternal knowledge, attitudes, and behaviors related to toddler development. A quasi-experimental design with a pretest-posttest control group was used. The population consisted of 80 mothers with children aged 0–59 months, selected using a total sampling technique. Data were analyzed using the Mann-Whitney test. Results showed significant differences in knowledge (ρ=0.000), attitudes (ρ=0.000), and behaviors (ρ=0.000) after the use of the "Rayqal" application. Specifically, in the intervention group, behavior scores increased from a pretest mean of 0.65 to a posttest mean of 1.18. These findings indicate that "Rayqal" significantly improved maternal abilities to support child development. In conclusion, the "Rayqal" application positively influences mothers' knowledge, attitudes, and behaviors in stimulating toddler growth. It is recommended that the use of "Rayqal" be expanded to support SDIDTK (Early Detection and Intervention for Child Growth and Development) programs at Gunungsitoli District Health Center to help prevent developmental delays in children.           
Strategi Komunikasi Pariwisata Halal Studi Kasus Implementasi Halal Hotel di Indonesia dan Thailand Rachmiatie, Atie; Fitria, Rahma; Suryadi, Karim; Ceha, Rahmat
Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 1 (2020): Amwaluna : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/amwaluna.v4i1.8083

Abstract

Indonesia menempati rangking pertama pada sepuluh destinasi favorit untuk liburan, dengan indeks 78 pada GMTI 2019. Pemerintah gencar mencanangkan pengembangan pariwisata halal. Namun perkembangan Hotel Halal di Indonesia tidak semarak di Thailand, yang diduga ada permasalahan komunikasi antara pemerintah dengan industri.Tujuan penelitian ini untuk mengkaji strategi komunikasi yang efektif dalam menyosialisasikan konsep hotel halal.Metode kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus, dan teknik purposive sampling, pada pengelola hotel Halal di Bandung dan Bangkok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dari pemerintah penting dalam memperkuat persepsi tentang product value dan benefit dari pariwisata halal. Latar belakang ada hotel halal karena faktor intrinsic yaitu agama dari pemilik dan exstrinsic yaitu, permintaan wisatawan dan biaya. Perbedaan perkembangan hotel halal, di Bangkok minat wisatawan muslim sangat tinggi, sehingga inisiatif datang dari pengusaha,sedangkan di Bandung, standar dasar halal dianggap sudah menyatu dalam kehidupan masyarakat, sehingga tidak urgent untuk menerapkan “branding” hotel halal. Untuk itu Model strategi komunikasi pariwisata efektif diperlukan pemerintah dalam pengembangan wisata halal.
Public Information Disclosure and Crisis Communication in the Time of the COVID-19 Outbreak Safaria, Anne Friday; Malik, Dedy Djamaluddin; Rachmiatie, Atie
Mediator: Jurnal Komunikasi Vol. 18 No. 1 (2025): Mediator: Jurnal Komunikasi (Sinta 2)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v18i1.4956

Abstract

This article aims to determine how the government implemented public information disclosure and crisis communication management during the COVID-19 pandemic. Theoretically, crisis communication is divided into three phases: pre-crisis, crisis phase, and post-crisis. This article uses a qualitative approach by framing  (qualitative content analysis) issues related to crisis communication. Data collection comes from government media outlets as primary data and non-government media, books, journal articles, and other documents as secondary data. This study found that the content of the information conveyed is divided into three phases of crisis communication. Still, the government has been unable to handle crisis communication during the COVID-19 pandemic optimally. This is due to a lack of preparation in collecting pandemic data, a lack of coordination between institutions and elites, and the failure to disseminate public information that has not been widespread across all regions/provinces. This research is expected to contribute to the theory and practice of Public Administration and Communication, particularly in formulating and implementing public policies for crisis communication management in dealing with future crises.