Claim Missing Document
Check
Articles

Found 57 Documents
Search
Journal : Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

Karakterisasi Karbon Aktif Dari Limbah Padat Nilam Dengan Variasi Konsentrasi Aktivator Harahap, Nurul Aulia; Kurniawan, Eddy; Ginting, Zainuddin; Muhammad, Muhammad; Dewi, Rozanna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.13414

Abstract

Meskipun tersedia secara luas, namun limbah penyulingan minyak nilam belum dimanfaatkan secara optimal dan mungkin dapat dijadikan sebagai bahan awal produksi karbon aktif. Zat amorf yang dikenal sebagai "karbon aktif" dibuat dari bahan yang mengandung karbon atau mengandung arang yang telah melalui proses tertentu untuk meningkatkan kemampuan adsorpsinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi aktivator KOH yang optimal berbahan baku limbah padat nilam. Meskipun penelitian ini telah dilakukan sebelumnya, namun belum pernah dilakukan dengan cara seperti ini: menggunakan bahan baku limbah padat nilam dengan konsentrasi aktivator KOH yang berbeda untuk mencari karbon aktif yang optimal pada konsentrasi aktivator 4M. Untuk meningkatkan luas permukaan karbon dan memiliki serapan yang baik, penelitian ini akan menerapkan teknik karbonisasi dan aktivasi. Pada penelitian ini, limbah padat nilam dikarbonisasi pada suhu 300°C. Produk karbonisasi selanjutnya diaktivasi menggunakan aktivator KOH, dengan ukuran karbon berbeda dan konsentrasi karbon 50 dan 100 mesh. Berdasarkan penelitian dan pengujian diperoleh persentase serapan terbesar sebesar 94,01% pada sampel 100 mesh, kadar abu terendah sebesar 1,78% pada sampel 100 mesh, dan hasil pengujian kadar air terendah sebesar 5,78% pada sampel 50 mesh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas karbon aktif meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi larutan aktivator KOHMeskipun tersedia secara luas, namun limbah penyulingan minyak nilam belum dimanfaatkan secara optimal dan mungkin dapat dijadikan sebagai bahan awal produksi karbon aktif. Zat amorf yang dikenal sebagai "karbon aktif" dibuat dari bahan yang mengandung karbon atau mengandung arang yang telah melalui proses tertentu untuk meningkatkan kemampuan adsorpsinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi aktivator KOH yang optimal berbahan baku limbah padat nilam. Meskipun penelitian ini telah dilakukan sebelumnya, namun belum pernah dilakukan dengan cara seperti ini: menggunakan bahan baku limbah padat nilam dengan konsentrasi aktivator KOH yang berbeda untuk mencari karbon aktif yang optimal pada konsentrasi aktivator 4M. Untuk meningkatkan luas permukaan karbon dan memiliki serapan yang baik, penelitian ini akan menerapkan teknik karbonisasi dan aktivasi. Pada penelitian ini, limbah padat nilam dikarbonisasi pada suhu 300°C. Produk karbonisasi selanjutnya diaktivasi menggunakan aktivator KOH, dengan ukuran karbon berbeda dan konsentrasi karbon 50 dan 100 mesh. Berdasarkan penelitian dan pengujian diperoleh persentase serapan terbesar sebesar 94,01% pada sampel 100 mesh, kadar abu terendah sebesar 1,78% pada sampel 100 mesh, dan hasil pengujian kadar air terendah sebesar 5,78% pada sampel 50 mesh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas karbon aktif meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi larutan aktivator KOH. 
PEMBUATAN BIOBRIKET DARI CAMPURAN LIMBAH PADAT KELAPA MUDA (COCOS NUCIFERA L) DAN BOTTOM ASH (ABU BOILER PABRIK KELAPA SAWIT) MENGGUNAKAN PEREKAT GETAH KARET Harahap, Handoyo; Ibrahim, Ishak; Ginting, Zainuddin; Kurniawan, Eddy; Muhammad, Muhammad
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.14168

Abstract

Biobriket merupakan sumber energi yang berasal dari biomassa yang bisa digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti. Abu boiler merupakan hasil pembakaran di alat boiler pada pabrik PKS, sedangkan Limbah dari Kelapa Muda terdiri dari sabut dan tempurung yang berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan baku pembuatan biobriket. Penelitian ini sebelumnya sudah pernah dilakukan menggunakan dengan campuran bottom ash batu bara dari limbah PLTU proses karbonisasi. Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui karakterstik biobriket yaitu dengan cara menganalisa Proximate, Nilai Kalor dan Laju pembakaran.. Pembuatan biobriket dilakukan dengan proses karbonisasi dengan ukuran Mesh 80, dan komposisi campuran limbah padat kelapa muda dan limbah bottom ash 100:0, 70:30, 50:50, 30:70, 0:100, menggunakan perekat getah karet dengan kadar perekat 2, 3 dan 4 gram. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil optimum yaitu pada biobriket dengan komposisi bahan baku (70:30) dengan kadar perekat 2 gr dimana kadar air sebesar 1,024%, kadar abu sebesar 1,10%, zat terbang sebesar 10,83 %, karbon terikat 88,54%, nilai laju pembakaran sebesar 0,196 gr/menit dan analisa kalor yang didapat yaitu 7255,73 kal/gr. Maka biobriket yang dihasilkan memenuhi standar SNI, dimana untuk analisa air dan abu < 8%, Volatile Matter < 15%, Fixed Carbon >77% dan analisa kalor yaitu minimal 5000 cal/g (SNI 1/6235/2000).  Kata Kunci:Biobriket, Limbah Kelapa Muda, Limbah Bottom ash, Nilai Kalor, Proximate
PEMANFAATAN LIMBAH TONGKOL JAGUNG UNTUK PEMBUATAN ARANG BRIKET DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN PEREKAT LEM K Aurora, Tassa; jalaluddin, jalaluddin; Ibrahim, Ishak; Ginting, Zainuddin; Kurniawan, Eddy
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.14317

Abstract

Ketika sumber daya alam semakin langka, pengembangan sumber energi alternatif menjadi penting. Salah satu pemanfaatan energi alternatif adalah penggunaan energi biomassa, dan penelitian ini limbah tongkol jagung digunakan menjadi bahan baku biomassa. Dalam penelitian ini ukuran partikel arang adalah 50 mesh, dengan perekat K 15, 20, 25, 30, dan 35% digunakan sebagai perekat, dan perbandingan bahan bakunya adalah 90:10, 80:20, 70:30, 60:40, 50:50. Briket dibuat dengan metode karbonisasi, yaitu pembakaran bahan mentah untuk mengubah bahan organik menjadi karbon dan kemudian menghilangkan bahan organik tersebut. Arang mengandung air dan zat lain yang tidak diperlukan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya. yang selama ini belum dilakukan adalah pemanfaatan lem K untuk membuat briket.Berdasarkan hasil penelitian, perbandingan bahan baku 60: 40 dan lem tulang 25% menghasilkan briket kualitas terbaik dengan sifat sebagai berikut: kadar air 4,02%, kadar abu 4,84%, massa jenis 0,45 g/cm3, nilai kalor 5,649 (kal/g). Berdasarkan hasil penelitian ini, penggunaan lem tulang sebagai bahan perekat telah terbukti kegunaannya sebagai bahan perekat, dan limbah tongkol jagung serta serbuk gergaji kayu merupakan bahan baku alternatif dalam produksi briket.
EKSTRAKSI MINYAK BIJI ALPUKAT (Persea Americana Mill) DENGAN PELARUT N-HEKSANA Syahfitri, Ajeng; Ibrahim, Ishak; Kurniawan, Eddy; Jalaluddin, Jalaluddin; Ginting, Zainuddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.14683

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas dan kuantitas minyak biji alpukat. Minyak biji alpukat adalah minyak nabati yang berasal dari biji alpukat dapat digunakan sebagai bahan baku biodiesel. Biji alpukat tidak hanya mengandung antara 15-20% minyak, tetapi juga memiliki sejumlah sifat biologis, termasuk sifat antioksidan, larvasida, fungisida, hipolipidemik, amoebisidal, dan giardisidal. Hasil yang diinginkan dalam penelitian ini adalah bahwa minyak biji alpukat tersebut dapat dijadikan minyak dalam pembuatan biodiesel dengan melihat kualitas dan kuantitas minyak seperti %randemene, densitas, viskositas, kadar air, kadar ALB dan komposisi minyak biji alpukat. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, tetapi belum pernah dilakukan dengan penambahan variasi dari pelarut n-heksana dan waktu ekstraksi. Pembuatan minyak ini menggunakan metode ekstraksi soxhletasi dengan pelarut n-heksana. Dengan variasi volume pelarut n-heksana (150,200, 250, 300 dan 350 ml) dan waktu ekstraksi (180, 210, 240, 270 dan 300 menit) pada temperature 60oC. Setelah itu hasil ekstraksi minyak tersebut dipisahkan antara minyak dan pelarut n-heksana dengan metode distilasi pada temperatur 70oC sampai pelarut n-heksana tidak menetes. Hasil distilasi tersebut kemudian dianalisa %randemen, densitas, viskositas, kadar air, kadar FFA dan uji komposisi atau kandungan minyak dengan meetode GC-MS. Dengan hasil rata-rata % randemen yaitu 18,0907%, densitas 0.6923 gr/ml, viskositas 1,20966 cSt, nilai kadar air 0,1336%, nilai kadar ALB 0,1776% dan hasil uji GC-MS menunjukkan bahwa mengandung asam palmitat atau senyawa asam n-heksadekanoat selama 32,689 menit. Pada penelitian ini, minyak biji alpukat dapat digunakan sebagai salah satu bahan baku biodiesel.  
Pembuatan Tepung Asap Cair (Liquid Smoke Powder) Dari Limbah Padat Nilam (Pogostemon Cablin Benth) Menggunakan Enkapsulasi Kitosan Nuraini Hutagaol, Intan; Ginting, Zainuddin; Hakim, Lukman; Suryati, Suryati; Masrullita, Masrullita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.17483

Abstract

Limbah padat merupakan limbah yang tidak terpakai dan jumlahnya sangat banyak. Ketersediaan limbah nilam padat mempunyai potensi yang besar untuk diolah menjadi bubuk cair, karena mengandung komponen organik seperti selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh konsentrasi kitosan dan suhu pengeringan terhadap kadar udara, rendemen , densitas curah dan keasaman (pH) tepung asap cair yang diperoleh. Metode penelitian menggunakan proses pengeringan yang dilakukan pada variasi suhu pengeringan 130, 135, 140, dan 145ËšC dan konsentrasi kitosan 10%, 20% dan 30%. Dari penelitian diperoleh nilai kadar air terendah pada kitosan 30% dan suhu 145°C yaitu sebesar 3,73%. Hasil tertinggi pada konsentrasi kitosan 30% dan suhu 145°C yaitu sebesar 25%. Kepadatan massal tertinggi pada konsentrasi kitosan 30% dan suhu 145°C yaitu sebesar 0,8 gr/ml. Keasaman (pH) terendah pada konsentrasi kitosan 30% yaitu sebesar 4,27.
Pengaruh Tinggi Dan Kecepatan Aliran Chimney Di Pabrik Kelapa Sawit Terhadap Partikulat Dengan Menggunakan Computational Fluid Dynamics Hukaimah, Hashifah; Kurniawan, Eddy; Jalaluddin, Jalaluddin; Ginting, Zainuddin; Bahri, Syamsul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chimney pada pabrik kelapa sawit merupakan tahap terakhir yang dilalui emisi hasil pembakaran bahan bakar boiler. Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) dilakukan untuk menganalisa konsentrasi partikulat dengan variasi tinggi dan kecepatan aliran chimney. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah Metode CFD yang dilakukan menggunakan software Ansys Workbench (fluent) 2024 R1 dengan variasi tinggi chimney yang digunakan yaitu 20, 24, 28, 32, 36 m dan kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, 16 m/s. Diameter partikulat yang diamati 10 µm dengan laju emisi 0,0024 kg/s. Hasil penelitian didapatkan konsentrasi partikulat pada tinggi chimney 20 m pada kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, dan 16 m/s sebesar 875, 152, 88,8, 70,6, dan 59,7 mg/m3. Konsentrasi partikulat pada tinggi chimney 24 m pada kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, dan 16 m/s sebesar 578, 152, 86,2, 69,9, dan 52,1 mg/m3. Konsentrasi partikulat pada tinggi chimney 28 m pada kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, dan 16 m/s sebesar 351, 114, 83,6, 68,7, dan 51,3 mg/m3. Konsentrasi partikulat pada tinggi chimney 32 m pada kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, dan 16 m/s sebesar 285, 100, 83,3, 62,8, dan 51,3 mg/m3. Dan konsentrasi partikulat pada tinggi chimney 36 m pada kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, dan 16 m/s sebesar 171, 98,2, 76,2, 60,6, dan 50,5 mg/m3 Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan tinggi dan kecepatan aliran pada chimney menghasilkan konsentrasi partikulat yang lebih rendah. Hal ini disebabkan oleh bertambahnya ruang partikulat untuk berdistribusi dan waktu partikulat berakumulasi yang lebih singkat.
PEMBUATAN BIOKOMPOSIT KITOSAN DAN PATI KACANG KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERRILL) SEBAGAI APLIKASI PEMBALUT LUKA DENGAN PENAMBAHAN ASAM TANAT DAN ASAM SITRAT Wulandari, Melianda Putri; -, Suryati -; Ginting, Zainuddin; -, Sulhatun -; Hakim, Lukman
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.20544

Abstract

Wound dressing adalah lapisan pelindung luka untuk menjaga kelembapan dan mendukung proses penyembuhan dan pertumbuhan jaringan secara alami. Produk ini harus memiliki sifat biokompatibel, rendah toksisitas, antibakteri, serta stabilitas kimia yang baik agar dapat mempercepat proses penyembuhan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan biokomposit wound dressing berbahan dasar kitosan dan pati kacang kedelai dengan penambahan crosslinker berupa asam tanat dan asam sitrat. Metode penelitian meliputi tiga tahap, yaitu persiapan bahan baku, pembuatan biokomposit, dan pengujian sifat-sifatnya. Pada analisa swelling hasil dari biokomposit dengan bahan aditif Asam Tanat yang terbaik yaitu pada konsentrasi 10% sebesar 466,66 % dan asam sitrat pada konsentrasi 10% sebesar 650,00 %. Pada analisa absorbsi hasil dari biokomposit dengan bahan aditif asam tanat yang terbaik yaitu pada  konsentrasi 10% sebesar 666,66 % dan asam sitrat pada konsentrasi 10%  sebesar 1.078,57 %. Pada analisa ketebalan hasil dari biokomposit dengan bahan aditif asam tanat yang terbaik yaitu pada konsentrasi 10% sebesar 0,156 mm dan asam sitrat pada konsentrasi 10% sebesar 0,154 mm. Pada analisa kuat tarik dan elongasi menunjukkan hasil terbaik pada biokomposit dengan asam tanat 2% sebesar 13,44 MPa dan 2,08 mm dan asam sitrat 6% sebesar 13,48 Mpa dan 1,28 mm. Pada analisa Analisis FTIR mengidentifikasi gugus fungsi O-H dan C-H, yang mengindikasikan sifat hidrofilik, mudah terdegradasi, dan ramah lingkungan. Pada analisa antibakteri, biokomposit dengan asam tanat 6% mampu mengurangi jumlah bakteri menjadi 20 count, sedangkan asam sitrat 6% menghasilkan 12 count.
Co-Authors -, Sulhatun - -, Suryati - A M Syam abdullah, humaira Absa, Munzir Adi Setiawan Adrin, Prista Agam Muarif Agus Salim Ahmad Fikri Amiratul Husna Angga Tri Agusna PA Armadani, Wika Arnawan Hasibuan Asnadia Asnadia Asran Asran Aulia, Muhammad Rifki Aulia, Sekar Aurora, Tassa Azhari Azhari Budhi Santri Kusuma Budhi Santri Kusuma Chairina Chairina Chalisna Wildani Dahliana Abdullah Dede Ibrahim Muthawali Desi Sri Pasca Sari Sembiring, Desi Sri Pasca Sari Devia Ayu Setyowati Dinda Robiatul Al Qory Eddy Kurniawan Effendi, Mulia Efri Marnelisa Eva Diana Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Fatiha Lubis, Rabitha Canny fatimah Fatimah Fazira, Zetta Feni Lestari Berutu Ferri Safriwardy Fibarzi, Wiza Ulfa Fioza Ozly Erian Fitra Rahmatika Fuji Maharani Furqan, Muhammad Alif Gultom, Togu Sahat Martua Gusti Indah Sari Hanie, Nawardah Harahap, Handoyo Harahap, Nurul Aulia Hermawan, Yuda Hesni, Yuli Hijjrah, Nur Hijratul Izzati Hukaimah, Hashifah humairah, syarifah siti Husnul Chatimah, Husnul I Ibrahim Ibrahim Muthawali, Dede Ibrahim, Ishak Ishak Ibrahim Ishak Ishak Ishak Ishak Ishak, I Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jasmani Jasmani Kamar, Iqbal Kartika Kartika Khairul Anshar Kuniawan, Eddy Kurniawan, Eddi Lailatul Munouwarah Laksono Trisnantoro Leni Maulinda, Leni Lukman Hakim Lukman Hakim Lukman Hakim Luthfi Mughni Anisa Haryono M Muhammad Mahaziva Putri Maghfirah Tambunan Mahdayani Sinaga, Citra Puspita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Meriatna Meriatna Misbahul Jannah Muhammad Muhammad Abrar Muhammad Fadlan Siregar Muhammad Ilyas Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad, Muhammad Mulyatun Mulyatun Mulyawan, Rizka Mutawali, Dede Ibrahim Muthawali, Dede Ibrahim Muthmainnah Muthmainnah Mutiara Pujana Pujana Nabila Hamnasia Nadira Diandra Nasrul ZA Novi Sylvia Nur rizqi Fattah Lubis Nuraini Hutagaol, Intan Nurdiah, Ika Nurhabiah Nurhabiah Nurlaila, Rizka Nurmalita Nurmalita Oktaviani oktaviani Pane, Yunita panjaitan, Ira wardani Prasatia, Ridha Purwoko, Agus Putri Nurjannah Putri Sara Fhariza Rahma Yanti Ramadhan, Cindia Rauzatul Jannah Z Retwan, M.Alif Alzahy Ridha Gebrina Rizki Rika Santi S. Tumangger Rini Meiyanti Riskina, Shafira Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rizky, Audry Azilla Rizkya Faradaiza Rozanna Dewi S Maliki Salimuddin Salimuddin Santri Kusuma, Budhi Saragih, Tamara Habibi Sarah Sarah Seriani Annisa Setiawaty, Sri Shella Vanesa Shintia Clarita Shrestha, Ashish Sitanggang, Evi Dahliani Siti Nurjannah Sri Santika Sry Wahyuni Damanik Sulhatun Sulhatun Suryadi Suryadi Suryati Suryati Suryati Suryati Suryati Syahfitri, Ajeng Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Tampubolon, Heriansyah Tata Tirani Tri Agusna PA, Angga Ulfa, Raudhatul Vania, Sherryl Wiyani, Sri Wulandari, Melianda Putri Yani, Firda Tirta yanti, eva Yuda Hermawan Zetta Fazira Zulfida Najla Azni Zulmiardi, Zulmiardi Zulnazri, Z