Perubahan iklim seperti el nino berpengaruh besar pada cuaca dan iklim, dampak el nino terhadap sektor pertanian di Kota Palangkaraya yang diprediksi akan mengalami cuaca ekstrem pada 2023. Lahan gambut yang mendominasi memberikan tantangan tersendiri, terutama kekeringan. Perubahan iklim mempengaruhi ketahanan pangan melalui tiga faktor utama: ketersediaan pangan, keterjangkauan, dan stabilitas. Pemerintah daerah, dengan prinsip otonomi, memiliki peran penting dalam merumuskan kebijakan dan strategi ketahanan pangan. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangkaraya berperan sebagai koordinator dalam upaya menghadapi perubahan iklim, khususnya el nino. Tujuan penelitian untuk menganalisis strategi ketahanan pangan dalam menghadapi perubahan iklim el nino tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melibatkan studi lapangan dan studi pustaka data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangkaraya telah menerapkan sejumlah strategi untuk mengatasi dampak el nino. Strategi melibatkan aspek ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas pangan. Data menunjukkan bahwa strategi tersebut memberikan hasil positif, dengan surplus pada beberapa komoditas pangan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan memiliki kekuatan dalam implementasi kebijakan yang berdampak positif pada masyarakat. Kendala utama terletak pada keterbatasan anggaran dan jumlah sumber daya manusia. Peluang terletak pada optimalisasi potensi petani dan program pengendalian dampak iklim. Perubahan iklim el nino tidak secara signifikan merubah ketahanan pangan di Kota Palangkaraya.