Claim Missing Document
Check
Articles

Tindak Ujaran pada Anak Hiperaktif Usia Dua Tahun Fauzi Rahman; Ryan Hidayat
Deiksis Vol 11, No 01 (2019): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.563 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v11i01.3020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindak ujaran pada anak hiperaktif usia dua tahun. Hiperaktif merupakan suatu gangguan perilaku yang tidak normal, disebabkan disfungsi pada suatu sistem otak dengan salah satu gejalanya yaitu tidak mampu memusatkan perhatian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analisis, dan data yang diambil adalah sumber lisan yang dikumpulkan dengan menulis kata atau kalimat yang diujarkan sang anak. Metode kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa anak hiperaktif pada usia dua tahun telah mampu memproduksi struktur kalimat yang dapat berupa pernyataan, permintaan, maupun pertanyaan. Meskipun telah mampu menjelaskan tiga bentuk kalimat tersebut, pelafalan yang digunakan masih belum jelas dan sebagian besar kata yang diucapkan masih terjadi pemendekan kata seperti agus (bagus), ndah (bunda), biim (mobil) dll.. Selain itu, anak hiperaktif sangat sering dalam bergerak, bertanya, dan membuat pernyataan. Sebagian besar kegiatannya selama terjaga
Analisis Lirik Lagu dan Aplikasinya dalam Pembelajaran Gaya Bahasa serta Puisi di Sekolah Dasar Fauzi Rahman; Puji Anto
Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 1 (2015): The Journal of Innovation in Elementary Education
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jipd.v1i1.8

Abstract

This paper describes how the lyrics can be positioned as a poetry which can be applied by teachers in schools as a learning media of Indonesian language. The lyrics are sung poetry. This statement is the foundation that teachers can make the lyrics of famous songs as teaching material of language style and poetry in school. In this paper taken an example lyrics to a song called "Sahabat" by Peterpan. When we position the lyrics into a poetry, then the content contained therein can also be assessed using the approach in studying poetry such as searching for and analyzing the meaning of language style.
SURVEI INTENSITAS MENULIS CAPTION DI INSTAGRAM MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FKIP UHAMKA (CAPTION WRITING INTENSITY SURVEY ON INSTAGRAM BY PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA’S STUDENTS AT FKIP UHAMKA) Ummul Qura, Nini Ibrahim, Fauzi Rahman
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 1 (2022): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v12i1.13041

Abstract

AbstractCaption Writing Intensity Survey on Instagram by Pendidikan Bahasa dan SastraIndonesia’s Students at FKIP UHAMKA. In their daily life, students often use Instagram,both in reading other people's statuses and in writing captions for themselves. Therefore, thisstudy aims to determine the intensity of writing Instagram captions fo the students ofIndonesian Language and Literature Education at FKIP UHAMKA. This research methoduses a quantitative survey approach with a descriptive survey through a Cross SectionalStudy research design. The results of show that on the indicator of appreciation, and thefrequency indicator of the intensity of using Instagram, the data shows that most students areat a high intensity in their daily operations and writing captions on Instagram accounts.Keywords: Instagram, intensity, caption, UHAMKA studentsAbstrakSurvei Intensitas Menulis Caption di Instagram Mahasiswa Pendidikan Bahasa danSastra Indonesia FKIP UHAMKA. Dalam kesehariannya, mahasiswa sering menggunakanInstagram, baik dalam membaca status orang lain maupun dalam menulis caption dirinya.Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas menulis captionInstagram Mahasiswa PBSI (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) FKIP UHAMKA.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei survey deskriptifmelalui rancangan penelitian Cross Sectional Study. Hasil penelitian terlihat bahwa padaindikator penghayatan, dan indikator frekuensi dalam intensitas menggunakan Instagram,data-data menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada intensitas yang tinggidalam kesehariannya mengoperasikan dan menulis caption di akun Instagram.Kata-kata kunci: Instagram, intensitas, caption, mahasiswa UHAMKA
GAYA BAHASA DALAM HUMOR WEBTOON BERJUDUL TAHILALATS KARYA NURFADLI MURSYID Fauzi Rahman; Ahmad Khoiril Anam; Ahmad Muzaki
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 1 (2022): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pujangga.v8i1.1619

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis wujud gaya bahasa yang diimplikasikan dalam humor Webtoon Tahilalats karya Nurfadli Mursyid. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini berorientasi pada gaya bahasa yang terdapat dalam humor webtoon Tahilalats. Berdasarkan penelitian yang dilakukan mengenai gaya bahasa dalam humor webtoon Tahilalats, dapat diketahui terdapat jenis-jenis gaya bahasa yang didominasi oleh penggunaan jenis gaya bahasa penegasan sebanyak 16 temuan atau setara dengan 43%, penggunaan gaya bahasa perbandingan sebanyak 15 temuan atau setara dengan 41%, penggunaan jenis gaya bahasa pertentangan sebanyak 3 temuan atau setara dengan 8%, dan penggunaan jenis gaya bahasa sindiran sebanyak 3 temuan atau setara dengan 8%. Dari data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa penggunaan jenis gaya bahasa penegasan memiliki jumlah yang paling banyak dibandingkan dengan penggunaan jenis gaya bahasa lainnya dalam webtoon tersebut.
Speech Act of Indonesian Stand Up Comedian that Potentially Implicated to Racist Problem (Linguistic Forensic Analysis) Nini Ibrahim; Ummul Qura; Fauzi Rahman
Humanus Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1256.529 KB) | DOI: 10.24036/humanus.v19i2.109638

Abstract

Indonesia has been made busy by the circulation of video footage showing the stand up comedian (komika) in a stand up comedy event that offend SARA (ethnicity, religion, ancestry, and group of people). The purpose of this study was to analyze the komika’s materials using forensic linguistic analysis with functional pragmatic approaches. The method used in this research is descriptive qualitative with functional pragmatic analysis using data analysis techniques (1) speech illocution analysis, (2) speech implicature, and (3) level of speech validity. The results showed that the illocutionary power and implicature of the identified komika could fulfill the elements of leading opinion as an expression offending SARA. On the illocutionary power of speech, it is classified that an indicated declarative and expressive speech can potentially offend the speech partner. Moreover, if the diction is used in the speech, it raises the issue of SARA.
IMPLEMENTASI EVALUASI MODEL KIRKPATRICK PADA PROGRAM PELATIHAN TEKNIK BERCERITA DONGENG GURU SDN NAGRAK 01 Ryan Hidayat; Fauzi Rahman; Bambang Perkasa Alam; Azhari Ikhwati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.7816

Abstract

Peningkatan profesionalisme guru ditandai dengan peningkatan kompetensi yang harus dimiliki guru, yaitu kompetensi pedagogik yang berkaitan dengan pengelolaan peserta didik, kompetensi sosial yang berkaitan dengan keterampilan komunikasi, dan kompetensi profesional yang berkaitan dengan kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan meningkatkan kualitas pembelajaran. sedang belajar. Mendongeng adalah keterampilan yang harus dipupuk oleh guru. Guru yang mengajar siswa sekolah dasar harus kreatif dalam pendekatan mereka untuk mengajar untuk melibatkan dan memotivasi siswa mereka. Jadikan cerita Anda kaya dengan detail yang jelas. Jika Anda memiliki materi tentang mendongeng, gunakan untuk menghidupkan cerita Anda dengan gambar yang jelas dan detail yang menarik. Para siswa selalu senang ketika guru meluangkan waktu untuk menjelaskan cerita di balik dongeng dengan sangat detail. Untuk menjadi pendongeng yang baik, seorang guru harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang isi cerita, terampil dalam menggunakan berbagai teknik mendongeng, dan memiliki penampilan panggung yang baik. Dongeng adalah jenis cerita yang biasanya menampilkan unsur magis dan dimaksudkan untuk menghibur dan menyenangkan. Cerita-cerita ini sering memiliki pesan moral atau pelajaran bagi mereka, dan dinikmati oleh anak-anak dan orang dewasa. Dongeng adalah cerita yang diturunkan dari generasi ke generasi. Mereka biasanya memiliki unsur magis atau supernatural, dan seringkali mengajarkan pelajaran moral.
Perbandingan dan Representasi Feminisme Eksistensialis dalam Novel Berlatar Papua Berjudul Namaku Teweraut dan Tanah Tabu Fauzi Rahman
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.59 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9181

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan serta merepresentasikan feminisme eksistensialis dalam novel berjudul Namaku Teweraut karya Ani Sekarningsih dengan novel Tanah Tabu karya Anindhita S. Thayf. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sastra perbandingan. Analisis data atau prosedur analisis penelitian dilakukan dengan cara membaca keseluruhan novel, menandai bagian-bagian yang dianggap sesuai dengan sasaran kajian feminisme eksistensialis, mereduksi bagian yang tidak termasuk kajian feminisme eksistensialis, mengklasifikasikan persamaan dan perbedaan hasil analisis, hingga menarik simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Namaku Teweraut merepresentasikan suku Asmat yang masih menganut sistem poligami, perjodohan, perempuan tidak boleh mengambil keputusan atau memilih jalan hidupnya dan mengabaikan pentingnya pendidikan. Adapun novel Tanah Tabu mengisahkan suku Dani yang mengesampingkan pendidikan dan mengutamakan pernikahan karena perempuan tidak perlu belajar cukup mengurus keluarga dan patuh pada suami. Dalam kedua novel ini dijelaskan bahwa tokoh wanita tidak bisa mengenyam pendidikan secara bebas karena terikat dengan sistem patriarki.
Analysis of Lexical and Grammatical Cohesion in Short Stories Nasi Aking untuk Calon Presiden by Manaf Maulana as a Discourse Learning Media Puji Anto; Fauzi Rahman; Sahrul Umami
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.01 KB) | DOI: 10.30998/jh.v5i2.741

Abstract

Cohesion is very important in a discourse to combine sentences and between sentences. One of the elements that can be used as a measure of a discourse is cohesive or cannot be seen from the use of cohesion. The short story entitled Nasi Aking for Presidential Candidates by Manaf Maulana was chosen as the object of research because the text uses a lot of cohesion markers, both lexical and grammatical, so it is necessary to identify what types of cohesion exist. The results of the research will be used as a medium for learning discourse. The approach used in this research is a qualitative descriptive approach. The data source used is a short story with the title Nasi Aking for Presidential Candidates by Manaf Maulana. The research data are discourse texts which allegedly apply a certain type of cohesion. The technique used to collect data is the listening and note-taking technique. Data analysis in this study used the agih method. The results of this study show that there are several types of cohesion, such as lexical cohesion including reiteration and collocation, while grammatical cohesion includes conjunctions, substitutions, ellipsis, and references. Based on the description of the recapitulation table of the analysis of the entire paragraph, the most data that has been found from 25 sentence pairs in the short story "Nasi Aking for Presidential Candidates" by Manaf Maulana which was obtained from NOVA magazine edition: 1370/XXVII May 26 - June 2014 is, lexical cohesion which has relationship of repetition repetition of repetition is the same as exact.Keywords: Wacana, Lexical and Grammatical Cohesion, Short Stories, Learning Media
Classic Polemical Between the novel of Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck and Magdalena Fauzi Rahman
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2017): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.355 KB) | DOI: 10.30998/jh.v1i2.44

Abstract

This study aims to determine the comparison between the novel Tenggelamnya Kapal van Der Wijck (TKVDW) by Hamka with Magdalena by Al-Manfaluthi. There was a calm question of Hamka's novel which was the result of a copy of the Magdalena. By the method of literary comparison, the results obtained are that indeed in both novels, there are similarities starting from the plot, the detail of the story, and the function of character. However, each story with a different social background ultimately shows its own story, ideas, and social details. Furthermore, regarding the similarity of the story and the rumors of plagiarism by Buya Hamka, there is indeed a plot resemblance, there are thoughts and ideas that remind Magdalena. But the reader must be intelligent and admit that in his narrative in the novel TKVDW, there is a culture of his own, his own experience, as well as his own problems.
Inaccuracy of Diction in Arrangements by Class VII Students of Daar El Arqam Mauk Islamic Middle School Ahmad Hidayatullah; Nini Ibrahim; Fauzi Rahman; Ahmad Muzaki
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.763 KB) | DOI: 10.30998/jh.v5i1.641

Abstract

Diction is the most important aspect in determining sentence clarity. Through diction, a person can develop ideas in his descriptive essay. Therefore, the purpose of this study was to examine the inaccuracy of diction in students' descriptive essays, and to describe the results of the research as learning materials. This research method is a qualitative description method. This research was conducted by analyzing students' descriptive essays based on the inaccuracy of diction in the sentences used. The results of this study indicate that there are students' inaccuracies in using diction, namely 53 inaccuracy of diction based on lexical meaning, 34 grammatical meanings, 12 use of synonyms, and 4 uses of denotation and connotation. The conclusion in this study is that the students' ability to use diction has not been properly used in the descriptions they made.Keywords: Inaccuracy, Diction, Arrangements
Co-Authors Abu Maskur Ahmad Hidayatullah Ahmad Hidayatullah Ahmad Khoiril Anam Ahmad Muzaki Ahmad Muzaki Amalia , Nur Aulia , Tiara Rahma Aurellia , Nathasha Awla Akbar Ilma Azhari Amri Azhari Ikhwati Baadilla, Irwan Badruddin Hsubky Bajuri, Muhammad Zahrul Jihadurrohim Bambang Perkasa Alam Bramantyo , Andreas Celine Nadya Ramadhani Chairani , Aisyah Efriza, Nazriel Eko Suhartono Fairul Zabadi Fairul Zabadi Fairul Zabadi, Fairul Fatihah , Fairuz Arkan Fauzi Rahman Fauziah Suparman Fidikrila, Sela Latania Fitria Iswari Hamidah Apriani Haura, Alyssa Nahwa Hidayat, Ryan Hidayati, Deasy Wahyu Hilda Hilaliyah Hilda Hilaliyah Ibrahim, Nini Irwan Baadilla Isna Syauqiah Junaidi , Febi Kurniadi, Hafiska Lintang M. P., Paulinna Mawaidi, Mawaidi Meitria Syahadatina Noor Miftahulkhairah Anwar Mukammilatuzzahro, Wanda Mulyani, Prastiwi Anjar Muzaki, Ahmad Nini Ibrahim Nini Ibrahim Nur Amalia Oisina , Ilona Vicenovi Perdana , Muhammad Andhika Dwi Perdana, Muhammad Ricky Pradono, Arif Pratama, Sintia Prawira, Mentari Putrirahayu Prima Gusti Yanti Puji Anto Puri Kurniasih Purnama, Muhammad Sega Sufia Purwanti, Efin Putri Ramadhani, Aisyah Rita Laksmitasari Rahayu Rusdi, Rona Herjulia Ryan Hidayat Sahrul Umami Setiawan, Muhammad Yusuf Setiyawan, Dwika Bagus Siti Kodariah Sulis Setiawati Sulistyawati Supatmi Supatmi Sutrisno, Imam Wahyu Pratama Syah , Muhamad Akbar Syarif Hidayatullah Trie Utari Dewi, Trie Utari Ummul Qura Wahyudi, Deni Qizky Wini Tarmini Wirawati, Denik Yuliani , Prima Dwi Yuliani, Prima Dwi Zainal Rafli, Zainal Zamzam, Rohimi