Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Persepsi Orang Tua Terhadap Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Moral Bagi Anak (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Yaa Bunayya) Wardati, Wardati Humaero; Siti Rokhmah; A. Ubaidillah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.12460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi orang tua terhadap Pondok Pesantren Yaa Bunayya sebagai lembaga pendidikan moral bagi anak, serta mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi keputusan mereka dalam memilih pesantren tersebut. Penelitian ini berangkat dari pentingnya lembaga pendidikan berbasis Islam dalam pembentukan karakter, terutama di tengah meningkatnya kekhawatiran akan degradasi moral pada anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian berada di Pondok Pesantren Yaa Bunayya, Kota Jayapura. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, serta penyebaran angket kepada 70 orang tua atau wali santri. Wawancara dilakukan terhadap 5 orang tua yang dipilih secara purposive. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik, sedangkan pengabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi orang tua terhadap Pondok Pesantren Yaa Bunayya tergolong sangat positif, khususnya dalam tiga aspek utama, yaitu persepsi fisiologis, sosial-budaya, dan pengamatan terhadap produk kreatif manusia. Di antara ketiga aspek tersebut, pengamatan terhadap produk kreatif manusia merupakan aspek yang paling dominan. Sementara itu, dari dua kategori faktor yang memengaruhi pengambilan keputusan orang tua, yaitu faktor internal dan eksternal, faktor internal menjadi yang paling berpengaruh, terutama berkaitan dengan keinginan orang tua untuk membentuk akhlak mulia pada anak. Faktor internal ini memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan faktor-faktor lainnya.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI TOLERANSI ANTARUMAT BERAGAMA  DI SMA NEGERI 5 JAYAPURA Rahmaniar Zainuddin; Siti Rokhmah; M. Anang Firdaus
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi nilai-nilai toleransi antarumat beragama di SMA Negeri 5 Jayapura, Papua. Fokus penelitian mencakup dua hal: pelaksanaan toleransi di lingkungan sekolah dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 5 Jayapura dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan kondisi nyata praktik toleransi beragama. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan pedagogis dan sosio-kultural. Sumber data terdiri dari 21 warga sekolah—1 guru Pendidikan Agama Islam, 1 guru Pendidikan Agama Kristen, 14 siswa muslim, dan 5 siswa non-muslim—serta 1 tokoh agama dari masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi toleransi sudah berjalan cukup baik. Sikap saling menghargai tampak dalam doa bersama sebelum pelajaran, kesempatan beribadah sesuai agama masing-masing, serta interaksi sehari-hari yang mencerminkan keterbukaan terhadap perbedaan. Lingkungan sekolah yang plural turut mendukung terciptanya suasana belajar yang harmonis dan inklusif. Faktor-faktor yang memengaruhi tumbuhnya toleransi meliputi faktor pendukung, seperti keberagaman siswa, peran aktif guru, dan kebijakan sekolah yang mendorong kerukunan. Namun, terdapat pula hambatan, seperti adanya stereotip dari sebagian siswa, pemahaman yang belum mendalam tentang toleransi, dan pengaruh lingkungan luar sekolah. Penelitian ini berimplikasi pada perlunya penguatan program sekolah terkait toleransi, seperti kegiatan kolaboratif lintas agama atau diskusi kebhinekaan. Guru juga disarankan mengikuti pelatihan mengenai pendidikan multikultural. Selain itu, kerja sama dengan orang tua dan masyarakat perlu ditingkatkan agar nilai toleransi dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
SMART COMPOSTING SYSTEM: INOVASI IOT UNTUK PENGOLAHAN DAN PEMANTAUAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA Rozaq Rais, Nendy Akbar; Rokhmah, Siti
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 4 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i4.9365

Abstract

Proses pengomposan sampah organik rumah tangga kerap menghadapi kendala akibat kurangnya pemantauan terhadap kondisi lingkungan, sehingga kualitas kompos menurun dan waktu penguraian menjadi lebih lama. Penelitian ini mengembangkan sistem Smart Composting Bin berbasis IoT yang dilengkapi sensor suhu, kelembapan udara, kelembapan kompos, serta sensor gas yang terhubung ke platform Blynk untuk pemantauan real-time. Data dikumpulkan selama empat minggu melalui pencatatan otomatis dan dianalisis menggunakan grafik serta tabel. Sistem ini tidak hanya memonitor, tetapi juga menyesuaikan kondisi optimal dengan mengaktifkan pompa air otomatis ketika kelembapan berada di bawah 40% dan mengirimkan notifikasi pada pengguna jika kelembapan kompos lebih dari 60%. Hasil pengujian membuktikan perangkat mampu menjaga suhu pada fase termofilik (50–60 °C) dan kelembapan pada kisaran ideal (55–65%). Evaluasi memperlihatkan bahwa penerapan Smart Composting Bin mempercepat proses dekomposisi, menjaga kestabilan kondisi pengomposan, serta menghasilkan kompos matang lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Dengan demikian, penggunaan teknologi IoT terbukti mampu meningkatkan efisiensi dan mutu pengomposan, serta berpotensi diimplementasikan secara luas dalam pengelolaan sampah organik rumah tangga..
Implementasi Penanaman Pendidikan Agama Islam pada Aspek Al-Qur’an dan Akidah di TPQ Fattuhul Qulub Distrik Doyo Baru Amin Mustofa; Siti Rokhmah; Asep Rosadi
Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2026): Mei: Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/karakter.v3i2.2127

Abstract

This study aims to describe the implementation of instilling Islamic Religious Education values in the aspects of the Qur’an and Aqidah at TPQ Fattuhul Qulub, Doyo Baru District. The background of this research is based on the importance of Islamic religious education in shaping children’s character and morals from an early age amid the decline in the morality of the younger generation. TPQ, as a non-formal educational institution, has an important role in instilling Islamic values through learning the Qur’an, aqidah, and morals. However, in its implementation, several obstacles are still found, such as the low understanding of students regarding religious values, varying abilities in reading the Qur’an, and the lack of support from family and community environments.This study employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation at TPQ Fattuhul Qulub, Doyo Baru District. The focus of the research includes the planning, implementation, and evaluation processes of instilling Islamic Religious Education values in the aspects of the Qur’an and Aqidah.The results of the study indicate that the instillation of Islamic Religious Education values has been carried out through structured stages of planning, implementation, and evaluation. The learning process was conducted using the methods of Iqra’, tahsin, tahfidz, talaqqi, lectures, role modeling, habituation, and exemplary stories. In the Qur’anic aspect, students were guided to read the Qur’an according to tajwid rules and memorize short surahs, while in the Aqidah aspect, students were taught the pillars of faith, the attributes of Allah and His Messenger, and the formation of Islamic morals. The evaluation results showed improvements in Qur’anic reading skills, memorization, understanding of aqidah, and changes in students’ religious behavior, such as becoming more disciplined, polite, and diligent in worship. This success was supported by the exemplary behavior of the teachers and the involvement of parents in the learning process.
Regression-PID: Bare-Metal Predictive Temperature Control via Multiple Linear Regression on an ESP32-Based IoT Egg Incubator Zainal Arifin; Siti Rokhmah; Tino Feri Efendi
International Journal of Computer and Information System (IJCIS) Vol 7, No 2 (2026): IJCIS : Vol 7 - Issue 2 - 2026
Publisher : Institut Teknologi Bisnis AAS Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/ijcis.v7i2.281

Abstract

Abstract - The success of egg hatching depends on the stability of the incubation temperature within a highly strict tolerance (±0.3°C). Conventional PID controllers in egg incubators are reactive, correcting temperature only after an error is detected, which makes them prone to overshoot during warm-up. This study proposes Regression-PID — a PID controller augmented with a Multiple Linear Regression (MLR) predictive model deployed as bare-metal arithmetic in ESP32 firmware, without any machine learning framework. Trained offline using Ordinary Least Squares on historical temperature and duty cycle data, the optimal window W = 5 yields 11 coefficients (R² = 0.7634, RMSE = 0.1512°C) stored in 44 bytes of flash. The 30-second-ahead temperature prediction drives the proportional and derivative terms; the integral term uses actual temperature to guarantee steady-state error elimination. A comparative experiment was performed on an ESP32-based IoT egg incubator with real-time MQTT telemetry to a cloud backend. Regression-PID reduces overshoot by 68.1% (0.44 vs. 1.38°C), ISE by 89.7% (0.71 vs. 6.92 °C²·s), IAE by 74.6%, and steady-state standard deviation by 73.9% (0.014 vs. 0.053°C); both modes maintained the ±0.3°C tolerance band 100% of the time. Computational overhead is only +12.17 µs per cycle (0.0012% of the 1-second period) with deterministic latency. Performance differences are confirmed by Mann-Whitney U (p = 0.0009, r = 0.777) and Wilcoxon Signed-Rank (p < 0.0001). These results demonstrate that linear regression is sufficient for predictive thermal control in quasi-linear systems, with minimal complexity and no compromise to real-time feasibility.