Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BUDIDAYA VERTIKULTUR DAN PEMBUATAN PESTISIDA NABATI DI DUSUN NAPAN KABUPATEN KAMPAR Septya, Fanny; Rosnita, Rosnita; Yulida, Roza; Andriani, Yulia
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2588

Abstract

Masyarakat dusun napan mayoritas bekerja sebagai petani dan buruh tani. Penduduk perempuan usia produktif >50% yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan hanya menjadi ibu rumah tangga. Dengan demikian penting dilakukan pemberdayaan masyarakat dengan budidaya tanaman sayuran dengan teknik vertikultur dan pembuatan pestisida nabati untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga sebagai salah satu upaya untuk memberdayakan masyarakat, baik komunitas maupun secara kelembagaan. Tujuan pengabdian ini adalah 1) Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang proses pembuatan vertikultur dalam upaya pemanfaatan lahan pekarangan, 2) Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang proses pembuatan pestisida nabati. Metode pelaksanaan meliputi observasi kondisi lahan pekarangan masyarakat lokal, sosialisasi rencana kegiatan dengan masyarakat sasaran, persiapan alat dan bahan, pelaksanaan kegiatan pemberdayaan dan evaluasi kegiatan. Kegiatan sosialisasi pembuatan vertikultur dan pestisida nabati ini terlaksana dengan persentase 90%. Peserta yang mengikuti kegiatan pembuatan vertikultur dan pestisida nabati sudah mengetahui dan mampu untuk menciptakan kemandiriaan kebutuhan rumah tangga menanam tanaman dengan teknik vertikultur dan membuat pestisida nabati yang aman bagi lingkungan
URBAN FARMING SEBAGAI UPAYA KETAHANAN PANGAN KELUARGA DI KELURAHAN LABUH BARU TIMUR KOTA PEKANBARU Septya, Fanny; Rosnita, Rosnita; Yulida, Roza; Andriani, Yulia
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i1.1552

Abstract

Urban farming adalah salah satu solusi sistem pertanian di kota, karena saat ini terjadi penyempitan lahan kosong akibat pembangunan di perkotaan. Tujuan utama kegiatan pertanian perkotaan adalah untuk menjaga ketahanan pangan keluarga. Kegiatan urban farming dilakukan dalam dua bentuk kegiatan yaitu warung hidup dan budikdamber (budidaya ikan dan tanaman dalam ember). Penerapan dilakukan melalui sosialisasi budikdamber yang terdiri dari ikan lele dan tanaman kangkung serta melalui kegiatan pembuatan warung hidup dengan memanfaatkan perkarangan rumah warga dan yang lebih difokuskan pada tanaman-tanaman yang sering dikonsumsi oleh keluarga dan mudah untuk dibuat dalam bercocok tanam. Masyarakat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, dan telah menerapkan membudidayakan sayuran di pekarangan dan membuat budikdamber  
Kejadian Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Palembang Rosnita, Rosnita; Murni, Nani Sari; Wahyudi, Arie
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 13 No. 2 (2024): September
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v13i2.863

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) cases in South Sumatra are among the top 10 in Indonesia and Palembang City has the highest case. This study aims to analyse the frequency distribution of gender, address, marital status, history of blood transfusion, history of sexually transmitted diseases, number of sexual partners, drug use status, alcohol drinking habits, type of work, HIV history in partners, condom use status and socioeconomic, risky sexual behaviour and HIV incidence in Palembang City. This type of research is descriptive. The sample technique used was total sampling. Data collection was done by questionnaire, analysed using Univariate analysis. The results obtained frequency distribution of gender: 83.0% male, 89.4% lived in Palembang city, 69.1% unmarried, 76.6% had a history of receiving blood transfusions, 53.2% had a history of sexually transmitted diseases, 61. 7% had more than 1 sexual partner, 80.9% had a history of drug use, 52.1% did not have a habit of drinking alcohol, 72.3% had a risky job, 76.6% had a partner who had HIV, 77.7% always used condoms, 77.7% had an income below minimum wage, 68.1% did not have a history of risky sexual behaviour. Conclusion: HIV patients in Palembang City in 2024 are mostly men who live in Palembang City, unmarried, have a history of blood transfusions and other sexually transmitted diseases, have more than 1 sexual partner, have ever consumed drugs, have jobs that are at risk of HIV transmission, have sexual partners with HIV sufferers, use condoms during intercourse, earn below the minimum wage.
PARTISIPASI GENDER DITINJAU DARI KEGIATAN REPRODUKTIF (REPRODUCTIVE ROLES), KEGIATAN PRODUKTIF (PRODUCTIVE ROLES) DAN KEGIATAN SOSIAL (COMMUNITY ROLES) DALAM AGROINDUSTRI MIE SAGU DI KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Risnawati, Devi; Rosnita, Rosnita; Arifudin, Arifudin
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i1.1525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana partisipasi gender ditinjau dari kegiatan reproduktif  (reproductive roles), kegiatan produktif(productive roles) dan kegiatan sosial(community roles)dalam agroindustri mie sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakanteknik cluster sampling. Peneliti memilih Cluster Sampling adalah teknik sampling yang digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang diteliti atau sumber data sangat luas. Penelitian ini diambil satu kecamatan di Kepulauan Meranti yang memiliki populasi pelaku usaha mie sagu terbanyak. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini bersumber dari data primer dan data sekunder.Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi gender yang dilakukan pada pelaku usaha agroindustri mie sagu ditemukan bahwa pada reproductive roles atau kegiatan rumah tangga sebagian besar dilakukan secara bersama-sama, dalam analisis curahan waktu kerja diketahui bahwa pada kegiatan ini lebih dominan dilakukan oleh istri dengan curahan waktu sebesar 52,95 persen/bulan sedangkan suami hanya 25,54 persen/bulan. Productive roles atau kegiatan agroindustri sebagian besar dilakukan oleh suami, dengan curahan waktu sebesar 57,50 persen/bulan, sedangkan istri hanya 33,08 persen/bulan. Community role atau kegiatan sosial lebih besar dilakukan suami dengan hasil curahan waktu pada kegiatan sosial sebesar 16,96 persen, sedangkan istri hanya 13,97 persen/bulan.
ANALISIS TATA KELOLA BUMDES DI PROVINSI RIAU Aulia, Marcha Annisa; Rifai, Ahmad; Rosnita, Rosnita
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i2.1600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Good Corporate Governance (GCG) BUMDes di Provinsi Riau. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga dipilih 680 BUMDes dari 10 Kabupaten di Provinsi Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan GCG dari yang tertinggi hingga terendah secara berurutan adalah transparansi, responsibilitas, independensi, kewajaran dan akuntabilitas. BUMDes di Kabupaten Bengkalis menempati nilai penerapan GCG tertinggi yang dikategorikan sangat baik, sedangkan BUMDes di Kabupaten Rokan Hilir menempati nilai penerapan GCG terendah yang dikategorikan baik. Untuk meningkatkan kategori penerapan GCG, BUMDes di Provinsi Riau khususnya BUMDes Kabupaten Rokan Hilir harus menerapkan lima prinsip GCG yang terdiri dari transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi dan keadilan.
PELATIHAN PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGURUS ASOSIASI PETANI KARET KUANTAN SINGINGI (APKARKUSI) DALAM DIGITALISASI PEMASARAN KARET Rosnita, Rosnita; Yulida, Roza; Andriani, Yulia; Septya, Fanny; Herlon, Meki
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 1 No. 1 (2023): JP2N: September - Desember 2023
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/dzh7xj56

Abstract

Riau Province is the third largest rubber producer in Indonesia in 2021. Kuantan Singingi Regency has the largest rubber area in Riau with an area of 126,240 Ha and production of 82,375 tons (BPS Riau Province, 2022). This district usually has the highest rubber price compared to other districts, because farmers in this district who are members of farmer groups market rubber with an auction system through the Kuantan Singingi Rubber Farmers Association (APKARKUSI). This institution fosters farmers who are members of farmer groups spread across 6 (six) sub-districts. This Community Service activity carried out at APKARKUSI in the form of Capacity Building Training for the Management of the Kuantan Singingi Rubber Farmers Association (APKARKUSI) in Digitalizing Rubber Marketing. The target of this PKM activity is members of APKARKUSI Kuantan Singingi Regency.
Potential Oil Palm Industry Development in Riau Syahza, Almasdi; Rosnita, Rosnita; Suwondo, Suwondo; Nasrul, Besri
International Research Journal of Business Studies Vol. 6 No. 2 (2013): August - November 2013
Publisher : Universitas Prasetiya Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21632/irjbs.6.2.133-147

Abstract

Oil palm is one of Indonesia’s main commodities that play a role in the growth of the national economy. It has a considerable contribution in generating foreign exchange and employment. Development of Indonesia’s CPO processing industry and its derivatives is in line with the growth of plantation area and production of oil palm as a source of raw materials. Until 2011, Indonesia’s oil palm plantation area reached 2,103,175 ha with an FFB production of 36,809,252 tons. Meanwhile, oil palm mill (OPM) processing capacity was 30,019,200 tons only. The analysis showed the regional carrying capacity (RCC) was 1.584. Each FFB should be processed in less than 8 hours or RCC for OPM must be smaller than 1 (RCC, 1). Higher production of oil palm plantations in Riau is the potency to increase the OPM. The results of calculations by land development and farm productivity, Riau region is still lacking of 16 OPM units with a capacity of 60 tons / hour or identical to 21 OPM units at a capacity of 45 tons / hour. The deficiency in OPM impacts the price and income of oil palm farmers in rural areas. High demand for OPM in Riau is a business opportunity for investors to develop an OPM and industry of products derived from oil palm. 
Pelatihan Penggunaan Website Untuk Meningkatkan Literasi Media Petani Kelapa Sawit Di Desa Kiap Jaya Kecamatan Bandar Sei Kijang Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau Yulida, Roza; Rosnita, Rosnita; Kurnia, Deby; Andriani, Yulia; Restuhadi, Fajar
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 3 No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v3i2.13850

Abstract

Kiab Jaya village has the main potential, namely oil palm, where oil palm is an agricultural sector that can provide a sizeable contribution. Palm oil farmers are one of the farmer groups incorporated in the Village Unit Cooperatives (KUD), this makes KUD to continue to produce new innovations that are able to bring the farmer groups to continue to develop, especially in supporting community welfare. Website as an information system that can provide accurate information, it can be utilized by KUD to become a media that supports the role of KUD, bringing farmer groups to be able to operate in a successful way by means of technology literacy so that farmer groups will continue to get information the latest and increase the literacy of oil palm farmers. Therefore, the purpose of this community service activity is to create a KUD Website named Koperasi Kiap Mandiri, which later will contain information about cooperatives and information about oil palm plantations, by involving the students as well as agents of change. The method of the activity is in the form of website creation training for Kukerta Students, website management training for cooperative administrators in managing websites, training in using websites for participants (cooperative members), and website launching. This activity begins with a time span from April to September 2019. The results of this activity are the formation of the cooperative website Kiap Jaya Mandiri, website module with ISBN: 978-623-7512-49-3, the formation of website managers and increased knowledge and skills about the technical use of the website , searching for information about oil palm science and technology through websites and sharing information through media websites, so as to increase media literacy in oil palm farmers.
SOCIAL STRUCTURE, ACTOR RELATIONS, AND CHALLENGES IN THE DEVELOPMENT OF THE COCONUT COIR INDUSTRY IN INDRAGIRI HILIR REGENCY Mustaqim, Mustaqim; Herlon, Meki; Rifa’i, Ahmad; Rosnita, Rosnita; Yulida, Roza; Muwardi, Didi; Ridho, Zulhamid
Agripreneur : Jurnal Pertanian Agribisnis Vol. 14 No. 2 (2025): December: Ilmu Pertanian dan Bidang Terkait
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/agripreneur.v14i2.6906

Abstract

This study investigated the social structure, actor relations, and challenges in the development of the coconut coir industry in Indragiri Hilir Regency, one of Indonesia’s largest coconut-producing regions. Despite abundant raw materials, the downstream coconut coir sector remains underdeveloped and characterized by structural inequalities. A qualitative descriptive approach was applied, utilizing in-depth interviews, participatory observations, and document analysis involving key actors, including farmers, collectors, small and medium enterprises (SMEs), and government institutions. The findings revealed a hierarchical social structure and pronounced power asymmetries within the production chain. Farmers occupy subordinate positions due to limited capital, technology, and market information, functioning as price takers with minimal access to added value. Large collectors dominate pricing, distribution, and access to markets, creating a local oligopsonistic structure. Patron–client relations further reinforce economic dependency, limiting farmers’ autonomy to engage with alternative markets. Additionally, institutional weaknesses, fragmented government policies, rudimentary processing technologies, and insufficient logistics infrastructure hinder the development of a more inclusive and competitive value chain. The study highlights that social, economic, and institutional factors jointly shape structural barriers, underscoring the need for coordinated interventions to strengthen farmer agency, institutional capacity, and equitable value distribution.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Ramadhan Agrippina Wiraningtyas, Agrippina Ahmad Rifai Aisyah, Maya Nur Al Fatah, Aung Ezra Almasdi Syahza Andriana, Hanifaturrahmi Anggit Grahito Wicaksono Angraini, Elisya Apriani, Riska Ardiansyah, Ahmad Ari Widodo Arifuddin Arifuddin Arifudin arifudin Ariska, Syf.Fatimah Ariyo, Ariyo Aulia, Marcha Annisa Bayong Tjasyono HK Besri Nasrul Bilhandi, Bilhandi Budiman Tampubolon Christanto, Ludovicus Hari Denny Sutrisna, Denny Deviasari, Deviasari Didi Muwardi Dja’far Siddik Eka Yulianti Endang Uliyanti Enok Maryani Eri Sayamar Ervina Ervina Evy Maharani Fajar Restuhadi Faturrahman, Fachry Gedion, Gedion Gustia Kusuma Wardani Hamidi, M. Rasyid Hamidi, Muhammad Rasyid Haniah, Asri Arifatul Harahap, Novika Sari Hartono D Mamu, Hartono D Heri Kresnadi Herlina Herlina Hery Kresnadi Hidayat, Tommi Islam, Umi Rawdhatul Januardi, Anggie Eko Jayawarsa, A.A. Ketut Jessica, Josephine Juliyatno, Arwin Dwi Kaswari Kaswari Kausar, Kausar Kresna, Hery Kristiani, Imelda Kurnia, Deby Kurnia, Deby La Iru Linarti, Linarti Luky Adrianto Marzuki Marzuki Mastar Asran Muhammad Rivai Mujayana, Endang Muri, Lidia Mustaqim Mustaqim Mustaqim Mustaqim, Mustaqim Mustofa, Mukhlis Nani Sari Murni Novia Dewi Novianty, Yustina Nugraha Lubis, Ade Apriliadi Nurazira, Nurazira Nurfitasari, Mimi Nurikhlas, Aditya Ompu sunggu, Esterida Br Pancarudin, Pancarudin Phreti, Phreti Pramesti, Widya Aldiena Purwandi, Maman Ramadhan, Ivan Ratna Sari, Mira Dwi Regosiasi, Regosiasi Retuhadi, Fajar Rezkiani, Nofi Riawati Riawati Rifa’I, Ahmad Risnawati, Devi Roito, Christina Uli Rosnita, Margiati Rosnita, Marzuki Rosnita, Sugiyono Roza Yulida Santi, Klara SAPUTRA, WILSON Septya, Fanny Septya, Fany SISPA PEBRIAN Siswana, Lina Siti Halidjah Siti Suhartini Sri Utami Sugiyono Sugiyono Suhardi Marli Sumaryanti, Eka Susilawati, Roberta Suwondo Suwondo Syahbuddin Syahbuddin Syahri Wahyuda Warman Tahmid Sabri Taufiq, Andriani Kartika Trisla Warningsih Ulfah, Fatia Wahyudi, Arie Winanti, Lisdiah Yeni Kusumawaty Yeremia, Firmanus Yulia Andriani, Yulia Yulida, Roza Yulida Yunita, Aprilla Yusri, Jum'atri Zulhamid Ridho