ANTONIUS PETRUS RUMENGAN
Department Of Marine Science, Faculty Of Fisheries And Marine Science, Universitas Sam Ratulangi. Jl. Kampus UNSRAT Bahu, Manado 95115, North Sulawesi, Indonesia

Published : 59 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Awal Fitoremediasi Merkuri Pada Caulerpa serrulata dan Halimeda macroloba dari Perairan Teluk Totok Siahaan, Dedy Octavian; Mantiri, Desy M. H.; Rumengan, Antonius
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 3, No 2 (2015): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.3.2.2015.9582

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan alga spesies Caulerpa serrulata dan Halimeda macroloba sebagai agen fitoremediator merkuri di perairan laut. Analisis merkuri pada sedimen dan jaringan alga berdasarkan metode standar United State Environmental Protection Agency (USEPA) yang dilakukan di Water Laboratory Nusantara (WLN) dengan menggunakan Inductively Coupled Plasma Mass Spectroscopy (ICP-MS) instrument. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Caulerpa serrulata mampu mengabsorbsi merkuri sebanyak 0,20 ppm dan Halimeda macroloba mampu mengabsorbsi sebanyak 0,11 ppm dari perairan Teluk Totok. Selain itu kemampuan Caulerpa serrulata dan Halimeda macroloba mentoleransi kadar merkuri yang tinggi di sedimen tempat alga tersebut tumbuh bisa menjadi pertimbangan bahwa alga tersebut memiliki potensi untuk dapat digunakan sebagai salah satu organisme fitoremediaotor merkuri di perairan laut.
Estimasi potensi karbon pada sedimen ekosistem mangrove di pesisir Taman Nasional Bunaken bagian utara Verisandria, Rio; Schaduw, Joshian; Sondak, Calvyn; Ompi, Medy; Rumengan, Antonius; Rangan, Jety
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 6, No 1 (2018): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.6.1.2018.20567

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan salah satu potensi yang menjadi parameter untuk dikaji dari ekosistem Blue Carbon. Mangrove memanfaatkan CO2 untuk proses fotosintesis dan menyimpannya dalam stok biomassa dan sedimen sebagai upaya mitigasi perubahan iklim. Perkiraan penyimpanan karbon pada ekosistem mangrove begitu besar sehingga penting untuk menghitung persentase estimasi simpanan karbon pada ekosistem mangrove terutama pada sedimen mangrove. Telah dilakukan penelitian untuk mengestimasi simpanan karbon pada sedimen ekosistem mangrove yang tumbuh di Pesisir Taman Nasional Bunaken bagian Utara. Pengambilan sampel sedimen mangrove dilakukan dengan teknik Purpose Sampling dan data yang diperoleh dianalisis dengan metode Loss on Ignition. Nilai rata-rata densitas sedimen tanah tertinggi terletak pada lapisan kedalaman 60-100 cm, yaitu pada bagian depan dan tengah masing-masing sebesar 0,78 g/cm3 dan 0,80 g/cm3. Pada titik bagian belakang terletak di kedalaman 0-30 cm yaitu 0,90 g/cm3. Nilai rata-rata persentase karbon tertinggi terletak pada lapisan kedalaman 60-100 cm, masing-masing bagian depan sebesar 20,61%; bagian tengah sebesar 22,01%; dan bagian belakang sebesar 16,18%. Nilai rata-rata simpanan karbon pada sedimen ekosistem mangrove di Pesisir Taman Nasional Bunaken bagian Utara tersebar di 5 lokasi, yaitu di Molas sebesar 126,61 Mg ha-1; di Meras sebesar 157,01 Mg ha-1; di Tongkaina sebesar 138,26 Mg ha-1; di Bahowo sebesar 40,25 Mg ha-1; dan di Tiwoho sebesar 136,54 Mg ha-1.
UJI AKTIVITAS ANTIKOAGULAN EKSTRAK MANGROVE Aegiceras corniculatum Tangkery, Robert A. B.; Paransa, Darus Sa’adah; Rumengan, Antonius
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 1 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.1.1.2013.1278

Abstract

Mangrove telah lama dikenal oleh penduduk yang berada di daerah pesisirsebagai sumber bahan pangan, bangunan dan obat-obatan tradisional. Pada penelitianini digunakan batang dari tumbuhan bakau Aegiceras corniculatum yang diambil dipesisir pantai Desa Mokupa Kecamatan Tombariri untuk diamati secara laboratorikapakah Aegiceras corniculatum memiliki aktivitas antikoagulasi. Untuk memperolehekstrak kasar dari tumbuhan bakau Aegiceras corniculatum khususnya pada batang,digunakan metode ekstraksi secara maserasi.Pengujian dilakukan pada darah manusiayang diujikan pada 5 orang sukarelawan. Pengujian ini dilakukan pada masing-masingorang dimana dilakukan 5 pengujian setiap orangnya. Pengujian pertama yaitu pengujiandarah yang tidak diberi perlakuan apa-apa, pengujian kedua yaitu darah yangditambahkan dengan ekstrak Aegiceras corniculatum, pengujian ketiga yaitu darah yangditambahkan dengan EDTA, pengujian keempat yaitu darah yang ditambahkan EDTAdan ekstrak Aegiceras corniculatum, dan pengujian kelima yaitu darah yang ditambahkandengan etanol. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara ilmiah di laboratorium,apakah pemanfaatan dari tumbuhan bakau Aegiceras corniculatummemiliki aktivitasantikoagulan pada darahmanusia dan juga untuk membandingkan aktivitas koagulasidarah dari ekstrak mangrove Aegiceras corniculatum dengan kontrol.Dari hasil pengujiandi laboratorium, ekstrak Aegiceras corniculatum tidak memiliki aktivitas koagulasi,melainkan memiliki sifat antikoagulan atau anti pembekuan darah.
UJI LARVASIDA NYAMUK (Aedes aegypti) DARI ASCIDIAN (Didemnum molle) Rumengan, Antonius P
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.709 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.6.2.2010.166

Abstract

Dengue haemorrhagie fever is one of the disease which caused by dengue virus. It spreads out by mosquito Aedes aegypti as the vector. To date, people use abate as the larvacidal.  Yet it causes the negative effects, such as bad odor, rustiness of the water container and resistency either to the larvae or to the living environment if continue using it. The objective of the research was to examine the larvacidal activity of Didemnum molle extract against A. aegypti larvae. The sample was extracted with methanol to give methanolic extract which was further partitioned with ethyl acetate, hexane, and chloroform to yield three fractions of ethyl acetate, hexane, and chloroform. Methanolic extract and the three fractions were tested against the A. aegypti larvae instar III for several concentrations. Abate and tap water were used as controls. The result exhibited that Didemnum molle extracts contain or produce larvacidae substances against A. aegypti larvae. They are approved by the data of methanolic extract and the 3 fractions which are more powerful than abate, particularly hexane. However it still needs to be purified to obtain single active compound.
Simpanan karbon sedimen di bawah tegakan spesies mangrove alami dan mangrove rehabilitasi Irmalita Tahir; Desy MH Mantiri; Antonius P Rumengan; Andika Muhammad; Firdaut Ismail; Rustam Effendi Paembonan; Najamuddin Najamuddin; Nebuchadnezzar Akbar; Inayah Inayah; Eko S Wibowo; Abdul Ajiz Siolimbona; Zulhan A Harahap
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v6i1.6517

Abstract

Deteksi Unit-unit CRISPR (Clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repeat) pada Genom Beberapa Mikroba yang Berasosiasi dengan Ascidia Laut Trezya Pangemanan; Inneke Rumengan; Kurniati Kemer; Antonius Rumengan; Elvy Ginting; Rosita Lintang; Joudy Sangari
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 13 No. 2 (2023): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v13i2.48847

Abstract

Sekuens CRISPR merupakan suatu rangkaian nukleotida pada genom banyak mikroba yang terdiri dari urutan-urutan nukleotida palindromik berulang yang mengapit sekuens spesifik yang berasal dari asam nukleat asing. Studi ini bertujuan untuk memperoleh data sekuens genom beberapa mikroba dari komunitas mikrobioma ascidia yang tersedia di NCBI GenBank®, serta mendeteksi keberadaan unit-unit CRISPR pada genom mikroba tersebut dengan analisis in silico menggunakan CRISPRCasFinder. Data sekuens genom utuh berhasil diperoleh untuk Synechococcus sp. PCC 7002 (3.008,047 MB), Leptolyngbya sp. PCC 7376 (5.125,950 MB), Candidatus endolissoclinum faulkneri L2 (1.481,191 MB), dan Prochlorococcus marinus (1.751,080 MB), juga urutan genom shotgun untuk ketiga strain Prochloron didemni (P2-Fiji, P3-Solomon dan P4-Papua New Guinea) masing-masing dengan ukuran 84,370; 40,852; dan 64,281 MB. Sekuens CRISPR terdeteksi pada tiga dari tujuh genom mikroba dengan kisaran 2-20 unit CRPSR. Tipe sistem CRISPR-Cas perlu ditelusuri lebih lanjut ke depan.
Skrining Pigmen Karotenoid pada Kepiting Grapsus sp. dengan Menggunakan Pemisahan Kromatografi Werianty Liony Zeak; Darus Sa’adah J. Paransa; Antonius Rumengan; Kurniati Kemer; James J.H Paulus; Desy M.H Mantiri
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.7.1.2019.23457

Abstract

Screening of Carotenoid Pigmen in Crabs of Grapsus sp. Using Chromatography Separation Grapsus sp. is one of the sea crustaceans that has a unique characteristic on its claws, which has a purplish and blackish green color on the carapace organ, this indicates that the crap carapace of Grapsus sp. has pigment content. From this pigment content that is then isolated to determine the type of pigment by using Thin Layer Chromatography and Column Chromatography. The carapace extract of Grapsus sp. crab which was isolated then analyzed, the result identified that the crab carapace of Grapsus sp. had the type of pigment ß-Carotene, Echinenone, Cantaxanthin and Astaxanthin.Keywords: Grapsus sp., Thin Layer Chromatography, Column Chromatography, Astaxanthin Pigments. Grapsus sp. adalah salah satu krustasea laut yang memiliki ciri khas unik pada bagian capitnya yaitu memiliki warna keunguan dan hijau kehitaman pada organ karapas, hal ini menandakan bahwa karapas kepiting Grapsus sp. memiliki kandungan pigmen. Dari kandungan pigmen inilah yang kemudian diisolasi untuk mengetahui jenis pigmen dengan menggunakan pemisahan Kromatografi Lapis Tipis dan Kromatografi Kolom. Ekstrak karapas kepiting Grapsus sp. yang telah diisolasi kemudian di analisis, maka teridentifikasi bahwa karapas kepiting Grapsus sp. memiliki jenis pigmen ß- Karoten, Ekinenon, Kantaxantin dan Astaxantin.Kata Kunci: Grapsus sp., Kromatografi Lapis Tipis, Kromatografi Kolom, Pigmen Astaxanti
ESTIMASI KARBON VEGETASI MANGROVE DI KELURAHAN PINTU KOTA KECAMATAN LEMBEH UTARA KOTA BITUNG Gerardus M Tiolong; Antonius P Rumengan; Calvyn F A Sondak; Farnis B Boneka; N Gustaf Mamangkey; Christine Kondoy
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 2 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.7.2.2019.24215

Abstract

Global warming is one of the issues in the world today, marked by an increase in the temperature of the earth which is directly related to greenhouse gases. Mangrove forest is one of the potential parameters to be studied from the Blue Carbon ecosystem. Estimates of carbon storage in mangrove forests are so large that it is important to calculate carbon stock estimates in mangrove vegetation. This study aims to estimate the carbon content of mangrove trees in the Pintu Kota Village, North Lembeh District, Bitung City. The method used in this research activity is the Line Transect method. Biomass calculation of mangrove trees, using allometric equations. Based on the results of the study after identified mangroves in Pintu Kota Village there were 4 types of mangroves, which consisted of, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Bruguiera gymnorhiza and Soneratia alba. The highest total value of the highest biomass was found at station (2) with a value of 124.01 tons / ha, then at station (3) at 99.02 tons / ha. While the lowest biomass results are at station (1) of 84.15 tons / ha. sehinggah the estimation results of the highest potential carbon content is at the station (2) with a value of 58.29 tons C / ha then at station (3) of 46.54 tons C / ha, while the estimated yield of the lowest carbon content is also found at the station ( 1) with a value of 39.55 tons C / ha.Keywords: Carbon, mangrove, Pintu Kota Village, Bitung City Pemanasan global merupakan salah satu isu di dunia saat ini, ditandai dengan adanya peristiwa meningkatnya suhu bumi yang terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca. Hutan mangrove merupakan salah satu potensi yang menjadi parameter untuk dikaji dari ekosistem Blue Carbon. Perkiraan penyimpanan karbon pada hutan mangrove begitu besar sehingga penting untuk menghitung estimasi simpanan karbon pada vegetasi mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk Mengestimasi kandungan karbon pohon mangrove yang ada di Kelurahan Pintu Kota Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung. Metode yang digunakan dalam kegiatan penelitian ini ialah metode transek garis (Line Transect ). Penghitungan biomassa pohon mangrove, menggunakan persamaan allometrik. Berdasarkan dari hasil penelitian setelah diindentifikasi mangrove di Kelurahan Pintu Kota terdapat 4 jenis mangrove, yang terdiri dari, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Bruguiera gymnorhiza dan Soneratia alba. Diperoleh hasil total nilai rata-rata biomassa yang tertinggi terdapat pada stasiun (2) dengan nilai 124,01 ton/ha, kemudian pada stasiun (3) sebesar 99,02 ton/ha. Sedangkan hasil biomassa terendah terdapat pada stasiun (1) sebesar 84,15 ton/ha. sehinggah hasil estimasi potensi kandungan karbon yang tertinggi terdapat pada stasiun (2) dengan nilai 58,29 ton C/ha kemudian pada stasiun (3) sebesar 46,54 ton C/ha, sedangkan hasil estimasi potensi kandungan karbon terendah juga terdapat pada stasiun (1) dengan nilai 39,55 ton C/ha.Kata kunci: Karbon, mangrove, Kelurahan Pintu Kota, Kota Bitung.
ISOLASI PIGMEN KAROTENOID DARI KEPITING Grapsus sp. (CAROTENOID PIGMENTS ISOLATION FROM CRABS Grapsus sp.) Dias Diasasthisa; Darus J Paransa; Desy MH Mantiri; Antonius Rumengan; Veibe Warouw; Meiske Salaki
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 2 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.7.2.2019.24216

Abstract

Carotenoids are pigments with a range of red, orange and yellow colors. In carotenoid and chlorophyll plants are located in chloroplasts which undergo photosynthesis as well as photosynthetic bacteria and fungi. Carotenoid compounds have antioxidant activity, anticancer, as precursors of vitamin A and can enhance immunity. Crustaceans like crabs Grapsus sp. have carotenoid pigments, visible red, orange, and yellow are scattered in the carapace. Pigments found in crustaceans as well as crabs of Grapsus sp. generally sourced from food eaten by the crab. To determine the process of carotenoid pigment metabolism, each crab organ of Grapsus sp. isolated using thin layer chromatography separation method and column chromatography to determine the type of pigment contained therein. Pigment types identified in the crabs of Grapsus sp. males using the TLC method: β-carotene, Astasen type, Cantasantin, Astasantin, and Adonirubin. Pigment types identified in the crabs of Grapsus sp. males using the CC method: β-carotene, Astasen, β-cryptosanthine, Zeaxantine, and Cryptosanthine. Keywords : Grapsus sp., Thin Layer Chromatography, Column Chromatography, Carotenoids Pigments.             Karotenoid merupakan pigmen dengan kisaran warna merah, orange dan kuning. Pada tumbuhan karotenoid dan klorofil terletak pada kloroplas yang mengalami proses fotosintesis seperti juga pada bakteri fotosintetik dan fungi. Senyawa karotenoid memiliki aktivitas antioksidan, antikanker, sebagai prekursor vitamin A dan dapat meningkatkan imunitas. Krustasea seperti kepiting Grapsus sp. mempunyai pigmen karotenoid, terlihat warna merah, jingga, dan kuning yang tersebar pada karapas. Pigmen yang terdapat pada krustasea demikian juga pada kepiting Grapsus sp. umumnya bersumber dari makanan yang dimakan oleh kepiting tersebut. Untuk mengetahui proses metabolisme pigmen karotenoid maka masing-masing organ kepiting Grapsus sp. diisolasi dengan menggunakan metode pemisahan kromatografi lapis tipis dan kromatografi kolom untuk mengetahui jenis pigmen yang terkandung didalamnya. Jenis pigmen yang teridentifikasi pada kepiting Grapsus sp. jantan dengan metode KLT yaitu : β- karoten, Tipe Astasen, Kantasantin, Astasantin, dan Adonirubin. Jenis pigmen yang teridentifikasi pada kepiting Grapsus sp. jantan dengan metode KK  yaitu : β- karoten, Astasen, β-kriptosantin, Zeaxantin, dan Kriptosantin. Kata Kunci : Grapsus sp., Kromatografi Lapis Tipis, Kromatografi Kolom, Pigmen Karotenoid.  
STUDI PERUMUSAN STRATEGI PENGELOLAAN EKOWISATA BAHARI KOTA MANADO DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 BERDASARKAN ANALISIS SWOT Sarif Hidayat; Antonius P Rumengan; Suria Darwisito; Medy Ompi; Winda M Mingkid; Billy Th Wagey; Carolus P Paruntu
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 7 No. 3 (2019): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.7.3.2019.24421

Abstract

The objective of this research was to formulate a strategy for managing maritime ecotourism in the era of industrial revolution 4.0 in the city of Manado. The study was conducted at the coastal areas of the mainland of Manado City and Bunaken Island for 3 months, February - May 2019. The research method was a survey with descriptive analysis and SWOT. The results of the study obtained 4 strategy formulations (key success factors) in the context of managing maritime ecotourism in the industrial revolution era 4.0 in the city of Manado, namely: 1) Increasing law enforcement in the field of marine ecotourism, waste management on land and sea, 2) Awareness of the community environmental hygiene both on land and sea, 3) Empowering biodiversity resources of coral reefs, seagrass beds and mangroves in the park for developing marine maritime ecotourism through digital applications, and 4) managing and developing resorts, coastal culinary attractions, points of diving spots, and tourism  ports. The results of the SWOT curve show the condition of marine ecotourism in the city of Manado in quadrant 2, namely a situation where the threat to the development of marine ecotourism is more dominant than opportunity, but there are strengths of tourism organizations that can be relied on. Stakeholders are expected to be able to improve performance so that quadrant 2 conditions change to quadrant 1, which is to support an aggressive strategy: a very good situation because of the power that is used to seize profitable opportunities. In the era of industrial revolution 4.0, every stakeholder in the maritime ecotourism industry in the city of Manado was supposed to change the management system towards digital-based by making applicationsKeywords: Bunaken island, revolution industry 4.0, Manado city, marine ecotourism, strategyTujuan penelitian adalah untuk merumuskan strategi pengelolaan ekowisata bahari di era revolusi industri 4.0 di Kota Manado.  Penelitian dilakukan di wilayah pesisir daratan Kota Manado dan Pulau Bunaken selama 3 bulan, Februari - Mei 2019. Metode penelitian adalah survei dengan analisis deskriptif dan SWOT. Hasil penelitian diperoleh 4 rumusan strategi (faktor-faktor kunci keberhasilan) dalam rangka pengelolaan ekowisata bahari era revolusi industri 4.0 di Kota Manado, yaitu: 1) Meningkatkan penegakan hukum di bidang ekowisata bahari, pengelolaan sampah di darat maupun laut, 2) Menyadarkan masyarakat tentang kebersihan lingkungan baik di daratan maupun lautan, 3) Memberdayakan sumber daya keanekaragaman hayati terumbu karang, padang lamun dan mangrove di kawasan TNB untuk pengembangan ekowisata bahari melalui aplikasi digital, dan 4) Mengelola dan mengembangkan resort, tempat-tempat wisata kuliner pantai, titik-titik penyelaman, dan pelabuhan pariwisata.  Hasil kurva SWOT memperlihatkan kondisi ekowisata bahari Kota Manado berada dalam kuadran 2, yaitu situasi dimana ancaman terhadap pengembangan ekowisata bahari lebih dominan dibandingkan peluang, namun ada kekuatan organisasi kepariwisataan yang dapat diandalkan. Pemangku kepentingan diharapkan dapat meningkatkan kinerja agar kondisi kuadran 2 berubah menjadi kuadran 1, yaitu mendukung strategi agresif: situasi yang sangat baik karena adanya kekuatan yang dimanfaatkan untuk meraih peluang yang menguntungkan.  Dalam era revolusi industri 4.0, maka setiap pemangku kepentingan industri ekowisata bahari di Kota Manado sudah seharusnya merubah sistem pengelolaan yang ada ke arah berbasis digital dengan cara membuat aplikasi pengelolaan ekowisata bahari.Kata Kunci: Ekowisata bahari, revolusi industri 4.0, Kota Manado, Pulau Bunaken, strategi
Co-Authors , Esther D. Angkouw Adnan S Wantasen Agung Windarto Ajrin Y Nusi Andika Muhammad Andreas Marbun Angkouw , Esther Dellayani Ari B Rondonuwu Ari B. Rondonuwu Ari Berty Rondonuwu Bella R. Lelewa Billy J. Kepel Billy T. Wagey Billy Th Wagey Billy Wagey Billy Wagey Bonde, Alis Febri Boneka, Farnis B. Boneka Calvyn F. A. Sondak, Calvyn F. A. Calvyn F.A Sondak Carolus P Paruntu Carolus P Paruntu Carolus P Paruntu Carolus P. Paruntu CAROLUS PAULUS PARUNTU Carolus Paulus Paruntu Carolus Paulus Paruntu Chatrien A. L. Sinjal Christian Palit Christine Kondoy Christine Kondoy Cosme B. De C. Da Costa Cristio Singon Daisy Monica Makapedua Darus S. Paransa DARUS SAADAH JOHANIS PARANSA Dedy Octavian Siahaan, Dedy Octavian Deiske A. Sumilat Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Deiske. A. Sumilat Deislie R. H. Kumampung DESY MARIA HELENA MANTIRI Dias Diasasthisa Eko S Wibowo ELVI SISKA MANDIANGAN Elvy Ginting Elvy L. Ginting, Elvy L. Elvy Like Ginting Erlangga, Muhammad Erly Y Kaligis Erly Y. Kaligis Esry T Opa Esther D. Angkouw Farnis B Boneka Farnis B Boneka Farnis B. Boneka Farnis B. Boneka Fernando Gultom, Fernando Firdaut Ismail Fitje Losung Frans Lumuindong George L Pandeirot Gerardus M Tiolong Ginting, Elvy Like Grathia Charity Grevo S. Gerung Gustaf N. Mamangkey Hariyani Sambali Hengky J Sinjal Hermanto Manengkey Hermanto W.K. Manengkey Inayah Inayah Indri Manembu Indri S Manembu Indri S. Manembu Inneke Rumengan Irmalita Tahir James J.H Paulus Jane Mamuaja Jans Lalita Johan Tumiwa Joice R.T.S.L Rimper Joice R.T.S.L. Rimper Joshian N. W. Schaduw Joshian N.W. Schaduw Joshian N.W. Schaduw Joshua W.T. Mailoor Joudy Sangari Khristin I. F. Kondoy, Khristin I. F. Khusnul Hotimah Kurnia Kemer, Kurnia Kurniati Kemer Kurniati Kemer Kurniati Kemer Laurentius Th X Lalamentik Lidya Magdalena Luturkey, Maureen Fenesya Mahmud, Maudy Rusmini Mandei, Kania F.A. Mantiri, Desy M. H Maykel R Munaimbala Medy Ompi Medy Ompi Medy Ompi Meiske Salaki Mikhael A Maramis Muhammad Zhaqif Ambarak Musak, Putra N Gustaf Mamangkey N. Gustaf F. Mamangkey Najamuddin N Natalie D Rumampuk Natalie D. C. Rumampuk Natalie Rumampuk Nebuchadnezzar Akbar Nego E. Bataragoa Noldy G F Mamangkey Noldy G.F Mamangkey Noviantika Rumengan Nurdin Jusuf Olivio E. De Jesus Soares Paraeng, Pricilia Paransa, Darus Sa'adah Johanis Paulus, James Ping A. Angmalisang Ping Astony Angmalisang Ping Astony Angmalisang Puasa, Elsian Putra Musak Rangan, Jety Remy E. P Mangindaan Renaldy Alexander Marpaung Rene Charles Kepel, Rene Charles Reynaldo Mangore Rignolda Djamaluddin Rignolda Djamaludin Rizald Max Rompas, Rizald Max Robert A. B. Tangkery Robert A. Bara Roeroe, Kakaskasen Andreas Romario Pohos Rosita Lintang Royke M. Rampengan Royke M. Rampengan Rumampuk, Natalie Detty C. Runtuwene, Heard C.C. Ruru, Ricky Andreas Rustam Effendi Paembonan Sandra O. Tilaar Sandra Tilaar Sandra Tilaar Sanjay Gagu Sarif Hidayat Sarifudin Tidore Silvester B Pratasik Siolimbona, Abdul Ajiz Stefano Juliander Suwarsono Stenly Wullur Stephanus Mandagi Stevania M Runtuwene Sumilat, Deiske Adeleine Suria Darwasito Suria Darwisito Suria Darwisito Surya Darwisito Suzanne L. Undap Tambunan, Rose Agustin Tidore, Fadli Tirsa Lumbu Trezya Pangemanan Undap , Suzanne Lydia Veibe Warouw Veibe Warouw Veibe Warouw Verisandria, Rio Victoria E. N. Manoppo Victoria EN Manopo Vildo Kasenda Vinsensius V. Makawaehe Wendy Alexander Tanod Werianty Liony Zeak Winda Mercedes Mingkid Yogo Pamungkas, Yogo Zulhan A Harahap