ANTONIUS PETRUS RUMENGAN
Department Of Marine Science, Faculty Of Fisheries And Marine Science, Universitas Sam Ratulangi. Jl. Kampus UNSRAT Bahu, Manado 95115, North Sulawesi, Indonesia

Published : 59 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Indicator Species and Diversity in Mangroves at Darunu Mangrove Park Mahmud, Maudy Rusmini; Rumengan, Antonius; Paruntu, Carolus Paulus; Schaduw, Joshian Nicolas William; Rumampuk, Natalie Detty C.; Warouw, Veibe
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 13 No. 1 (2025): ISSUE JANUARY-JUNE 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i1.59128

Abstract

Mangrove ecosystems play a crucial role in maintaining the ecological balance of coastal areas, including protection against abrasion, providing habitat for marine species, and acting as a carbon sink. This study aims to identify indicator species and analyze biodiversity in Darunu Mangrove Park, Darunu Village, Wori Subdistrict, North Minahasa Regency. The research was conducted over three months (May–July 2024) using a line transect method for vegetation data collection. The results show that three dominant mangrove species were identified: Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, and Sonneratia alba. R. mucronata exhibited significant dominance, both in terms of mature trees and saplings, and had the highest Important Value Index (IVI). The mangrove species diversity in this area is classified as low, with the. Diversity Index (H’) indicates an imbalance in the ecosystem's species composition. The Dominance Index (C) and Evenness Index (E) analyses indicate strong dominance by certain species, particularly R. mucronata. This study recommends the importance of enhanced monitoring and more intensive conservation efforts, including the replanting of threatened mangrove species and raising community awareness of mangrove ecosystem conservation. Keywords: Darunu Mangrove Park, Diversity, Indicator Species, Important Value Index.   Abstrak   Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi pesisir, meliputi perlindungan terhadap abrasi, penyedia habitat bagi spesies laut, dan sebagai penyerap karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies indikator dan menganalisis keanekaragaman hayati di Darunu Mangrove Park, Desa Darunu, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan (Mei-Juli 2024) dengan menggunakan metode transek garis untuk pengambilan data vegetasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis mangrove dominan, yaitu R. apiculata, R. mucronata, dan S. alba. Jenis R. mucronata menunjukkan dominasi yang signifikan, baik pada tingkat pohon maupun pancang, serta memiliki nilai Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi. Keanekaragaman jenis mangrove di kawasan ini tergolong rendah dengan Indeks Keanekaragaman (H’) menunjukkan ketidakseimbangan spesies dalam ekosistem. Analisis Indeks Dominansi (C) dan Indeks Kemerataan (E) mengindikasikan adanya dominasi yang kuat dari beberapa spesies tertentu, terutama R. mucronata. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pemantauan dan upaya konservasi yang lebih intensif, termasuk penanaman kembali spesies mangrove yang terancam dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian ekosistem mangrove. Kata kunci: Darunu Mangrove Park, Indeks Nilai Penting, Keanekaragaman, Spesies indicator
Priority Strategy for Mangrove Ecotourism Development at Budo Tourism Village Luturkey, Maureen Fenesya; Paruntu, Carolus Paulus; Rumengan, Antonius Petrus; Ompi, Medy; Sumilat, Deiske Adeleine; Manembu, Indri Shelovita
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 13 No. 1 (2025): ISSUE JANUARY-JUNE 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted for three months, starting from March to June 2024. The research method used was a qualitative descriptive method with a survey technique.  Data collection was carried out by collecting primary data and secondary data.  Data analysis to formulate priority strategies for developing mangrove ecotourism at Budo Tourism Village using SWOT analysis (strength, weakness, opportunity, threat) and strategy choice analysis to obtain key success factors (priority strategies). The results of this research obtained 7 (seven) priority strategies that can be used by stakeholders, especially BUMDES managers in Budo Village for the development of sustainable mangrove ecotourism. To create a public policy, it is recommended to the Budo Village government, especially the BUMDES manager, to pay attention and consider academic studies from the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, UNSRAT, in the form of 7 (seven) key success factors or priority strategies. Keywords: key success factors, mangrove ecotourism, SWOT, strategic choice analysis   Abstrak   Riset ini dilaksanakan di kawasan ekowisata mangrove Desa Wisata Budo dan berlangsung selama 3 bulan, dimulai dari bulan Maret sampai Juni 2024.  Metode riset yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dengan teknik survei.  Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder.  Analisis data untuk merumuskan strategi pengembangan ekowisata mangrove Desa Wisata Budo menggunakan analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, threat) dan analisis pilihan strategi untuk memperoleh faktor-faktor kunci keberhasilan (strategi prioritas). Hasil penelitian ini memperoleh 7 (tujuh) urutan strategi prioritas yang dapat digunakan oleh stakeholders, khususnya pengelola BUMDES Desa Budo untuk pengembangan ekowisata mangrove yang berkelanjutan. Dalam rangka membuat suatu kebijakan publik direkomendasikan kepada pemerintah Desa Budo, khususnya pengelola BUMDES untuk memperhatikan dan mempertimbangkan kajian akademik dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat berupa 7 (tujuh) faktor-faktor kunci keberhasilan atau strategi prioritas tersebut. Kata kunci: Analisis pilihan strategi, ekowisata mangrove, faktor-faktor kunci keberhasilan, SWOT
KESESUAIAN EKOWISATA MANGROVE DI WILAYAH PESISIR DESA SONSILO KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Renaldy Alexander Marpaung; Desy M. H. Mantiri; Antonius P. Rumengan; Deislie R. H. Kumampung; Rignolda Djamaluddin; Suria Darwisito
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 3 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.12.3.2024.59329

Abstract

Mangrove adalah pepohonan atau komunitas tumbuhan tingkat tinggi yang tumbuh di garis pantai yang mempengaruhi pasang surut air laut. Kawasan mangrove menjadi sumber daya alam dan dapat dikembangkan dengan kegiatan ekowisata yang bertanggung jawab terhadap kelestarian alam dan memberikan manfaat ekonomi serta kebutuhan budaya bagi masyarakat dalam menjaga kelestarian mangrove. Tujuan Penelitian ini mengetahui nilai indeks kesesuaian parameter di Desa Sonsilo. Penelitian ini dilakukan melalui pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer dan sekunder diperoleh di lapangan, meliputi kerapatan mangrove, ketebalan mangrove, jenis mangrove, objek biota, dan data sekunder pengambilan data pasang surut. Teknik pengumpulan kerapatan mangrove menggunakan line transect pada setiap transek yang diamati tarik terlebih dahulu garis transek dengan panjang 100 m dan setiap transek akan diberikan jarak 50 m, pada setiap garis diberikan sebanyak 5 plot, kemudian dalam setiap plot diberikan ukuran 10x10 m. Hasil nilai rata-rata paramaeter kesesuaian ekowisata pada ketebalan mangrove rata-rata di Desa Sonsilo 535,25 m. jumlah pada individu mangrove yaitu 8 spesies Avicennia marina, Bruguiera gymnorrhiza, Ceriops tagal, Nypa fruticans, Rhizopora apiculata, Rhizopora sp., Sonneratia alba, Xylocarpus sp. pada objek biota asosiasi terdapat ikan, udang, kepiting, moluska dan burung, dan nilai rata-rata pasang surut 0 - 1 m. Kata Kunci: Desa Sonsilo, Ekowisata, Mangrove, Kepadatan, Ketebalan
ESTIMASI BIOMASSA DAN SIMPANAN KARBON PADA AKAR MANGROVE DI DESA RATATOTOK MUARA KECAMATAN RATATOTOK KABUPATEN MINAHASA TENGGARA PROVINSI SULAWESI UTARA Vildo Kasenda; Antonius P. Rumengan; Medy Ompi; Rignolda Djamaludin; Gustaf N. Mamangkey; Sandra Tilaar
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 12 No. 3 (2024): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.12.3.2024.59883

Abstract

Mangrove merupakan tumbuhan tingkat tinggi yang berhasil tumbuh dan berkembang pada habitat intertidal yang berada di antara daratan dan laut di daerah tropis dan sub tropis. Hutan mangrove merupakan suatu ekosistem yang hidup di daerah pesisir pantai dan memiliki substrat berlumpur, muara sungai yang dipengaruhi oleh air laut serta dapat hidup di daerah dengan rentan salinitas yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengidentifikasi jenis mangrove, serta mengetahui nilai biomassa dan juga simpanan karbon pada akar mangrove di Desa Ratatotok Muara, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode line transek kuadrat yang meneliti jenis mangrove, jumlah biomassa pada mangrove,dan simpanan karbon pada akar mangrove. Penelitian ini dilakukan dengan total 3 transek, dan setiap transek memiliki jarak 50 m. Garis transek ditarik dari laut ke darat sepanjang 100 m, kemudian dibuat kuadran berukuran 10x10 m. Setiap kuadran diletakkan pada garis transek di titik 0-10 sampai 90-100 m. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan jenis mangrove yaitu Rhizophora sp, Rhizophora apiculata, Ceriops tagal, dan Sonneratia alba. Hasil analisis nilai biomassa dan simpanan karbon pada akar mangrove cukup tinggi jumlah biomassa berkisar antara 34.15 -107.62 ton/ha.sedangkan jumlah simpanan karbon pada akar mangrove berkisar antara 16.04 – 54.58 ton/ha. Kata kunci: Mangrove, Estimasi , Biomassa,Karbon ,Ratatotok Muara
IDENTIFIKASI KOPEPODA DARI PERAIRAN BATU LUBANG, LEMBEH SELATAN, BITUNG Cristio Singon; Joice R.T.S.L Rimper; Veibe Warouw; Antonius P. Rumengan; Stenly Wullur; Kurniati Kemer
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.13.1.2025.60829

Abstract

Pulau Lembeh merupakan bagian dari wilayah administratif Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Secara administratif, pulau ini terbagi menjadi dua kecamatan, yakni Kecamatan Lembeh Utara dan Kecamatan Lembeh Selatan. Masyarakat yang tinggal di Pulau Lembeh sangat bergantung pada transportasi laut, terutama kapal, untuk mendukung aktivitas sehari-hari mereka. Aktivitas-aktivitas tersebut berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem, khususnya mengancam populasi plankton Plankton, organisme kecil yang hidup di perairan, memiliki peran penting dalam ekosistem perairan. Mengubah bahan anorganik menjadi organik dan memproduksi oksigen, serta menjadi indikator kualitas perairan. Informasi tentang plankton di Kawasan Perairan Batu Lubang Lembeh Selatan, Kota Bitung, masih terbatas, sehingga penelitian tentang inventarisasi jenis zooplankton perlu dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 8 genus zooplankton dari kelas Copepoda di Perairan Batu Lubang Lembeh Selatan Bitung Perairan. Suhu rata-rata perairan berkisar antara 28,04°C hingga 28,59°C, yang normal untuk ekosistem perairan. Salinitas, yang juga penting bagi kehidupan plankton, berada dalam kisaran yang normal di stasiun penelitian. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang komposisi zooplankton dan kondisi lingkungan di Perairan Batu Lubang Lembeh Selatan Bitung, serta menyoroti pentingnya pemantauan terus-menerus terhadap kesehatan ekosistem perairan. Kata kunci: Zooplankton, Identifikasi, Lembeh, Plankton
Determination of Dominant Mangrove Species and Comparison of Tree and Sapling Composition in The Mangrove Area of Sonsilo Village, West Likupang District, North Minahasa Regency Mandei, Kania F.A.; Rumengan, Antonius P.; Paruntu, Carolus P.; Manembu, Indri S.; Ginting, Elvy L.; Djamaluddin, Rignolda
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.14.1.2026.66590

Abstract

Mangrove forests are key ecosystems in tropical coastal areas that function as environmental stability guards through physical roles (preventing erosion and tsunamis), chemical (absorbing pollutants and storing carbon), and biological (marine biota habitat and source of biodiversity). This study aims to identify the species and determine the dominant species of mangroves and the comparison of tree and sapling composition in the mangrove area of ​​Sonsilo Village, West Likupang District, North Minahasa Regency.  The research was conducted over three months (September–November 2024) using a purposive sampling method to collect data on density, canopy cover, and species frequency. The results revealed seven mangrove species: A. marina, B. gymnorrhiza, C. tagal, R. apiculata, R. mucronata, S. alba, and X. granatum.  Among these, three species (B. gymnorrhiza, R. apiculata, and R. mucronata) were dominant at both tree and sapling levels, exhibiting the highest Importance Value Index (IVI).  Mangrove species diversity in the area is categorized as low to moderate, as indicated by the Shannon-Wiener Diversity Index (H'), reflecting that species richness is not yet fully optimal. Analysis of the Dominance Index (D) and Evenness Index (J') suggests a relatively even distribution of individuals among species.  The study recommends regular monitoring and evaluation, as well as conservation efforts, to maintain the stability of the mangrove ecosystem and support its sustainable use. These findings highlight the importance of biodiversity management in preserving the ecological balance of mangrove habitats. Keywords: Sonsilo Village, mangroves, mangroves composition
Estimation of Carbon Stored in Mangrove Vegetation in Pinasungkulan Village, Minahasa Regency Erlangga, Muhammad; Schaduw, Joshian N. W.; Paransa, Darus S. J.; Rumengan, Antonius P.; Rampengan, Royke M.; Sondak, Calvyn F. A.
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.14.1.2026.66095

Abstract

Mangrove ecosystems have an important role in mitigating greenhouse gas emissions through their ability to absorb and store carbon. This study aims to determine mangrove vegetation density as well as to estimate aboveground biomass, belowground biomass, and stored carbon in Pinasungkulan Village, Tombariri District, Minahasa Regency. The method used was the line transect method with three plots measuring 10 × 10 m² on each transect and measurement of diameter at breast height (DBH) on individuals with a stem circumference ≥16 cm. The results showed four mangrove species, namely Avicennia marina, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, and Sonneratia alba. The results of data analysis showed that tree density across 3 transects ranged from 800–1.400 ind/ha. Data analysis of aboveground biomass values across 3 transects ranged from 151,85–502,06 ton/ha with an average of 287,74 ton/ha. Data analysis of belowground biomass values across 3 transects ranged from 61,05–179,56 ton/ha with an average of 108,20 ton/ha. Data analysis of total mangrove biomass values across 3 transects ranged from 212,90–681,62 ton/ha with an average of 395,94 ton/ha. Data analysis of stored carbon values across 3 transects ranged from 100,06–320,36 ton/ha with an average of 186,09 ton/ha. Keywords: mangrove vegetation, Pinasungkulan Village, mangrove vegetation density   Abstrak Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam mitigasi emisi gas rumah kaca melalui kemampuan penyerapan dan penyimpanan karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan vegetasi mangrove serta estimasi biomassa di atas permukaan tanah, biomassa di bawah permukaan tanah, dan karbon tersimpan di Desa Pinasungkulan, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa. Metode yang digunakan adalah metode garis transek dengan tiga plot berukuran 10 × 10 m² pada setiap transek dan pengukuran diameter batang setinggi dada (DBH) pada individu dengan keliling batang ≥16 cm. Hasil penelitian menunjukkan empat spesies mangrove, yaitu Avicennia marina, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Sonneratia alba. Hasil analisis data  kerapatan pohon pada 3 transek berkisar antara 800–1.400 ind/ha. Analisis data nilai biomassa di atas permukaan tanah pada 3 transek berada pada kisaran 151,85–502,06 ton/ha dengan rata-rata 287,74 ton/ha. Analisis data nilai biomassa di bawah permukaan tanah pada 3 transek berkisar 61,05–179,56 ton/ha dengan rata-rata 108,20 ton/ha. Analisis data nilai biomassa total biomassa pada 3 transek berada pada kisaran 212,90–681,62 ton/ha dengan rata-rata 395,94 ton/ha. Analisis data nilai karbon tersimpan pada 3 transek berkisar antara 100,06–320,36 ton/ha dengan rata-rata 186,09 ton/ha. Kata kunci: vegetasi mangrove, Desa Pinasungkulan, kerapatan vegetasi mangrove
Ecological Analysis of Megabenthos in Coral Reef Ecosystems of The Waters Surrounding Bahoi Village, North Minahasa Regency Grathia Charity; Manembu, Indri S.; Mamangkey, N. Gustaf F.; Rumengan, Antonius P.; Boneka, Farnis B.; Tilaar, Sandra O.
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.14.1.2026.65927

Abstract

Megabenthos are a group of organisms larger than 1 cm that inhabit the seafloor and are sensitive to environmental changes. Information regarding megabenthos in Bahoi Village has not yet been published; therefore, this study was conducted to fill the data gap related to benthic community structure in the area. Data were collected at three stations representing different levels of ecological pressure using the Benthos Belt Transect  method, with a transect length of 70 m and an observation width of 2 m, resulting in a total surveyed area of 140 m² per station. Target megabenthos recorded included Diadema spp., Linckia laevigata, Tridacninae, and Drupella cornus. Based on the analysis, Station 1 (near settlement and non-MPA) showed densities of Diadema spp. of 2.11 ind/m², Linckia laevigata of 0.04 ind/m², Tridacninae of 0.03 ind/m², and Drupella cornus of 0.07 ind/m², with H’ = 0.29, C = 0.88, and E = 0.2. Station 2 (MPA) recorded densities of Diadema spp. of 0.007 ind/m², Linckia laevigata of 0.029 ind/m², Tridacninae of 0.014 ind/m², and Drupella cornus of 0.014 ind/m², with H’ = 1.27, C = 0.30, and E = 0.9. Station 3 (far from settlement and non-MPA) showed densities of Linckia laevigata of 0.19 ind/m² and Diadema spp. of 0.07 ind/m², with H’ = 0.58, C = 0.61, and E = 0.8. The patterns of ecological indices indicate a strong relationship between the intensity of human intervention and habitat characteristics in determining the stability of megabenthic communities. Keywords: megabenthos, coral reefs, community, benthos belt transect, Bahoi Village   Abstrak Megabentos merupakan kelompok organisme yang hidup di dasar laut dan berukuran lebih dari 1 cm yang sensitif terhadap perubahan lingkungan. Informasi mengenai megabentos di Desa Bahoi hingga kini belum dipublikasikan sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengisi kesenjangan data terkait struktur komunitas bentik di wilayah tersebut. Pengumpulan data dilakukan pada tiga stasiun yang mewakili perbedaan tingkat tekanan ekologis menggunakan metode Benthos Belt Transect sepanjang 70 m dengan lebar pengamatan 2 m sehingga total area pengamatan 140 m² per stasiun. Megabentos target yang ditemukan meliputi Diadema spp., Linckia laevigata, Tridacninae, dan Drupella cornus. Berdasarkan analisis data, Stasiun 1 (dekat permukiman & non-DPL) memiliki kepadatan Diadema spp. sebesar 2,11 ind/m², Linckia laevigata sebesar 0,04 ind/m², Tridacninae sebesar 0,03 ind/m² dan Drupella cornus sebesar 0,07 ind/m² dengan H’=0,29, C=0,88, dan E=0,2. Stasiun 2 (DPL) memiliki kepadatan Diadema spp. sebesar 0,007 ind/m², Linckia laevigata sebesar 0,029 ind/m², Tridacninae sebesar 0,014 ind/m² dan Drupella cornus sebesar 0,014 ind/m² dengan H’=1,27, C=0,3 dan E=0,9. Stasiun 3 (jauh dari permukiman & non-DPL) memiliki kepadatan Linckia laevigata sebesar 0,19 ind/m² serta Diadema spp. sebesar 0,07 ind/m² dengan H’=0,58, C=0,61 dan E=0,8. Pola indeks ekologi menunjukkan hubungan kuat antara tingkat tekanan intervensi manusia dan karakteristik habitat terhadap stabilitas komunitas megabentos. Kata kunci: megabentos, terumbu karang, komunitas, benthos belt transect, Desa Bahoi
Identification of pigment profiles and antioxidant activity of Rhizophora mucronata mangrove leaves origin Lembeh, North Sulawesi, Indonesia ANTONIUS PETRUS RUMENGAN; ELVI SISKA MANDIANGAN; Wendy Alexander Tanod; DARUS SAADAH JOHANIS PARANSA; CAROLUS PAULUS PARUNTU; DESY MARIA HELENA MANTIRI
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 22 No. 7 (2021)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d220730

Abstract

Abstract. Rumengan AP, Mandiangan ES, Tanod WA, Paransa DSJ, Paruntu CP, Mantiri DMH. 2021. Identification of pigment profiles and antioxidant activity of Rhizophora mucronata mangrove leaves origin Lembeh, North Sulawesi, Indonesia. Biodiversitas 22: 2805-2816. Mangroves plants contain unique pigments which can serve both nutraceutical and pharmaceutical purpose. Therefore, this preliminary study aims to identify the pigment profiles of Rhizophora mucronata mangrove leaves (HPLC method) and to computationally evaluate the antioxidant mechanism of the pigments (PASS and STITCH analysis). Furthermore, it evaluated the antioxidant capacity of R. mucronata leaves extracts (DPPH method), and the pigment profiles detected using HPLC were chlorophyll a (68.61%), chlorophyll b (27.69%), lutein (29.94%), beta-carotene (14.05%), pheophytin a (8.72), violaxanthin (5.19%), and neoxanthin (3.65%). Beta-carotene, lutein, neoxanthin, and violaxanthin were predicted to have potential as antioxidants properties using PASS analysis. While neoxanthin and violaxanthin were predicted as free radical scavengers, beta-carotene was an Nrf-2 stimulant. The STITCH analysis showed that the pigments contained in the leaves interacted synergistically by activating as antioxidant enzymes and inhibiting the expression of oxidative stress proteins. The ethanol extract of R. mucronata leaves may be a potent antioxidant with an IC50 20.99 ± 0.33 µg/mL. Therefore, the pigment contained in R. mucronata leaves is a potential source of antioxidants.
Co-Authors , Esther D. Angkouw Adnan S Wantasen Agung Windarto Ajrin Y Nusi Andika Muhammad Andreas Marbun Angkouw , Esther Dellayani Ari B Rondonuwu Ari B. Rondonuwu Ari Berty Rondonuwu Bella R. Lelewa Billy J. Kepel Billy T. Wagey Billy Th Wagey Billy Wagey Billy Wagey Bonde, Alis Febri Boneka, Farnis B. Boneka Calvyn F. A. Sondak, Calvyn F. A. Calvyn F.A Sondak Carolus P Paruntu Carolus P Paruntu Carolus P Paruntu Carolus P. Paruntu CAROLUS PAULUS PARUNTU Carolus Paulus Paruntu Carolus Paulus Paruntu Chatrien A. L. Sinjal Christian Palit Christine Kondoy Christine Kondoy Cosme B. De C. Da Costa Cristio Singon Daisy Monica Makapedua Darus S. Paransa DARUS SAADAH JOHANIS PARANSA Dedy Octavian Siahaan, Dedy Octavian Deiske A. Sumilat Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Deiske. A. Sumilat Deislie R. H. Kumampung DESY MARIA HELENA MANTIRI Dias Diasasthisa Eko S Wibowo ELVI SISKA MANDIANGAN Elvy Ginting Elvy L. Ginting, Elvy L. Elvy Like Ginting Erlangga, Muhammad Erly Y Kaligis Erly Y. Kaligis Esry T Opa Esther D. Angkouw Farnis B Boneka Farnis B Boneka Farnis B. Boneka Farnis B. Boneka Fernando Gultom, Fernando Firdaut Ismail Fitje Losung Frans Lumuindong George L Pandeirot Gerardus M Tiolong Ginting, Elvy Like Grathia Charity Grevo S. Gerung Gustaf N. Mamangkey Hariyani Sambali Hengky J Sinjal Hermanto Manengkey Hermanto W.K. Manengkey Inayah Inayah Indri Manembu Indri S Manembu Indri S. Manembu Inneke Rumengan Irmalita Tahir James J.H Paulus Jane Mamuaja Jans Lalita Johan Tumiwa Joice R.T.S.L Rimper Joice R.T.S.L. Rimper Joshian N. W. Schaduw Joshian N.W. Schaduw Joshian N.W. Schaduw Joshua W.T. Mailoor Joudy Sangari Khristin I. F. Kondoy, Khristin I. F. Khusnul Hotimah Kurnia Kemer, Kurnia Kurniati Kemer Kurniati Kemer Kurniati Kemer Laurentius Th X Lalamentik Lidya Magdalena Luturkey, Maureen Fenesya Mahmud, Maudy Rusmini Mandei, Kania F.A. Mantiri, Desy M. H Maykel R Munaimbala Medy Ompi Medy Ompi Medy Ompi Meiske Salaki Mikhael A Maramis Muhammad Zhaqif Ambarak Musak, Putra N Gustaf Mamangkey N. Gustaf F. Mamangkey Najamuddin N Natalie D Rumampuk Natalie D. C. Rumampuk Natalie Rumampuk Nebuchadnezzar Akbar Nego E. Bataragoa Noldy G F Mamangkey Noldy G.F Mamangkey Noviantika Rumengan Nurdin Jusuf Olivio E. De Jesus Soares Paraeng, Pricilia Paransa, Darus Sa'adah Johanis Paulus, James Ping A. Angmalisang Ping Astony Angmalisang Ping Astony Angmalisang Puasa, Elsian Putra Musak Rangan, Jety Remy E. P Mangindaan Renaldy Alexander Marpaung Rene Charles Kepel, Rene Charles Reynaldo Mangore Rignolda Djamaluddin Rignolda Djamaludin Rizald Max Rompas, Rizald Max Robert A. B. Tangkery Robert A. Bara Roeroe, Kakaskasen Andreas Romario Pohos Rosita Lintang Royke M. Rampengan Royke M. Rampengan Rumampuk, Natalie Detty C. Runtuwene, Heard C.C. Ruru, Ricky Andreas Rustam Effendi Paembonan Sandra O. Tilaar Sandra Tilaar Sandra Tilaar Sanjay Gagu Sarif Hidayat Sarifudin Tidore Silvester B Pratasik Siolimbona, Abdul Ajiz Stefano Juliander Suwarsono Stenly Wullur Stephanus Mandagi Stevania M Runtuwene Sumilat, Deiske Adeleine Suria Darwasito Suria Darwisito Suria Darwisito Surya Darwisito Suzanne L. Undap Tambunan, Rose Agustin Tidore, Fadli Tirsa Lumbu Trezya Pangemanan Undap , Suzanne Lydia Veibe Warouw Veibe Warouw Veibe Warouw Verisandria, Rio Victoria E. N. Manoppo Victoria EN Manopo Vildo Kasenda Vinsensius V. Makawaehe Wendy Alexander Tanod Werianty Liony Zeak Winda Mercedes Mingkid Yogo Pamungkas, Yogo Zulhan A Harahap