Claim Missing Document
Check
Articles

TRANSFORMASI KEPERCAYAAN TRADISIONAL MARAPU MENJADI AGAMA ISLAM DI ARUBARA KELURAHAN TETANDARA, KECAMATAN ENDE SELATAN, KABUPATEN ENDE Gani, Mainal; Samingan, Samingan; Wasa, Damianus R. Sumbi
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 7 No 2 (2022): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v7i2.2431

Abstract

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana sejarah kepercayaan tradisional Marapu di Arubara? 2) Bagaimana latarbelakang transformasi kepercayaan Marapu di Arubara? 3) Bagaimana perkembangan agama Islam di Arubara? Penelitian ini bertujuan untuk: 1) untuk mengetahui bagaimana sejarah kepercayaan tradisional Marapu 2) untuk mengetahui bagaimana latarbelakang transformasi kepercayaan Marapu di Arubara 3) bagaimana perkembangan agama Islam di Arubara. Penelitian menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif sedangkan pendekatan yang digunakan yaitu etnografi dan teknik penggumpulan yang digunakan ialah teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, transformasi kepercayaan tradisional Marapu terjadi di Kampung Arubara dengan adanya beberapa faktor penyebab seperti faktor dakwah/ syi’ar agama, perdagang dan pernikahan. Selain dari ketiga faktor utama ada faktor pendukung yang memperkuat terjadinya transformasi kepercayaan seperti faktor sosial, ekonomi dan hukum. Transformasi kepercayaan tradisional Marapu menjadi agama Islam di Arubara Kelurahan Tetandara Kecamatan Ende Selatan Kabupaten Ende ini terjadi karena adanya konflik perebutan lahan tanah milik masyarakat Sumba. Perebutan lahan tanah inilah yang mengakibatkan terjadinya peperangan antara masyarakat Sumba dengan kepala suku. Akibat terjadinya perebutan lahan ini maka sebagian masyarakat Sumba memilih meninggalkan tempat asalnya (Sumba) dan mencari tempat baru yaitu Arubara. Perkembangan agama Islam di Arubara terjadi sejak kedatangan Abdul Gani ( seorang ulama) yang berasal dari Mbongawani. Kedatangan beliau di Arubara membawa pengaruh besar karena mengajarkan tata cara sholat dan membaca al-qur’an serta beliau juga yang pertama kali mendirikan masjid dan menjadi imam pertama.
HISTORY PERSAHABATAN TIMUR DAN BARAT: SOEKARNO DAN JOHN FITZGERAL KENNEDY Samingan, Samingan
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 7 No 2 (2022): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v7i2.2624

Abstract

Dalam penelitian ini membahas tentang bagaimana perjalanan persahabatan Soekarno dengan John F. Kennedy. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana persahabatan antara Soekarno dengan John F. Kennedy. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah karena penelitian berbasis sejarah. Dalam penelitian sejarah ada beberapa beberapa yang harus dilalui di antaranya, yaitu heuristik, kritik sumber, interprestasi dan historiografi atau penulisan sejarah. Adapun hasil dalam penelitian ini yaitu bahwa inti persahabatan antara Soekarno dan Kennedy pada dasarnya adalah upaya untuk memperkuat hubungan antara Indonesia dan Amerika Serikat. Meskipun keduanya memiliki perbedaan ideologi dan kepentingan nasional yang berbeda, namun mereka berhasil menjalin hubungan diplomatik yang baik dan saling menghormati. Kennedy mengakui pentingnya Indonesia sebagai negara yang berperan penting dalam hubungan Amerika Serikat dengan Asia Tenggara, sementara Soekarno melihat hubungan dengan Amerika Serikat sebagai kunci penting dalam memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional. Jadi dengan demikian dapat disimpulkan bahwa persabatan antara Soekarno dengan John F. Kennedy pada dasarnya memiliki tujuan kepentingan politik tapi saling menguntungkan antara Indonesia dengan Amerika Serikat.
PEREMPUAN PENGRAJIN TENUN IKAT MOTIF KULIT ULAR (ULA KULIKENG) SEBAGAI PENJAGA NILAI KEARIFAN LOKAL DI DESA LEWOKLUOK KECAMATAN DEMON PAGONG KABUPATEN FLORES TIMUR Seku Abe, Yohana; Samingan, Samingan; Wati, Fatma
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8 No 1 (2023): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v8i1.2848

Abstract

kaum perempuan pengrajin tenun ikat dalam mempertahankan tenun ikat motif kulit ular (ula kulikeng)?, 2). Bagaimana proses pembuatan tenun ikat motif kulit ular (ula kulikeng)? dan 3). Nilai-nilai kearifan lokal mana saja yang dipersentasikan di dalam tenun ikat motif kulit ular (ula kulikeng)? Tujuan yang mau dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya kaum perempuan pengrajin tenun ikat dalam mempertahankan tenun ikat motif kulit ular (ula kulikeng), untuk mengetahui proses pembuatan tenun ikat motif kulit ular (ula kulikeng) dan untuk mengetahui nilai-nilai kearifan lokal yang dipersentasikan dalam tenun ikat motif kulit ular (ula kulikeng) di Desa Lewokluok. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, dengan teknik pengumpulan data dan teknik analisis data. Hasil penelitian lapangan memperlihatkan bahwa upaya kaum perempuan dalam mempertahankan tenun ikat motif kulit ular (ula kulikeng) sebagai berikut:1). Membentuk kelompok tenun ikat. 2). Memperkenalkan tenun ikat pada festival budaya. 3). Sanggar tenun ikat dalam keluarga. 4). Pendidikan di sekolah dalam pelajaran mulok. Setelah itu proses pembuatan tenun ikat motif kulit ular (ula kulikeng) sebagai berikut: 1). Pelepasan biji kapas dari kapas. 2). Penghalusan atau pelemasan kapas. 3). Penggulungan kapas. 4). Memintal kapas. 5). Menggulung benang. 6). Merentangkan benang. 7). Mengikat benang untuk menentukan motif. 8). Pencelupan benang ke pewarna. 9). Menjemur benang yang sudah diwarnai. 10). Membuka ikatan motif. 11). Menggelar benang untuk menyusun dan merapikan motif. 12). Menenun. 13). Menggabungkan kedua sisi kain. 14). Pemasangan siput kecil sebagai hiasan. 15). Hasil. Selanjutnya nilai-nilai kearifan lokal yang dipersentasikan di dalam tenun ikat motif kulit ular (ula kulikeng) sebagai berikut: 1). Nilai sosial. 2). Nilai budaya. 3). Nilai ekonomi. 4). Nilai agama. 5). Nilai estetika.
TRANSFORMASI KEPERCAYAAN TRADISIONAL MARAPU MENJADI AGAMA ISLAM DI ARUBARA KELURAHAN TETANDARA, KECAMATAN ENDE SELATAN, KABUPATEN ENDE Gani, Mainal; Samingan, Samingan; Wasa, Damianus R.S
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8 No 2 (2023): Sajaratun. Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v8i2.3628

Abstract

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana sejarah kepercayaan tradisional Marapu di Arubara? 2) Bagaimana latarbelakang transformasi kepercayaan Marapu di Arubara? 3) Bagaimana perkembangan agama Islam di Arubara? Penelitian ini bertujuan untuk: 1) untuk mengetahui bagaimana sejarah kepercayaan tradisional Marapu 2) untuk mengetahui bagaimana latarbelakang transformasi kepercayaan Marapu di Arubara 3) bagaimana perkembangan agama Islam di Arubara. Penelitian menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif sedangkan pendekatan yang digunakan yaitu etnografi dan teknik penggumpulan yang digunakan ialah teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, transformasi kepercayaan tradisional Marapu terjadi di Kampung Arubara dengan adanya beberapa faktor penyebab seperti faktor dakwah/ syi’ar agama, perdagang dan pernikahan. Selain dari ketiga faktor utama ada faktor pendukung yang memperkuat terjadinya transformasi kepercayaan seperti faktor sosial, ekonomi dan hukum. Transformasi kepercayaan tradisional Marapu menjadi agama Islam di Arubara Kelurahan Tetandara Kecamatan Ende Selatan Kabupaten Ende ini terjadi karena adanya konflik perebutan lahan tanah milik masyarakat Sumba. Perebutan lahan tanah inilah yang mengakibatkan terjadinya peperangan antara masyarakat Sumba dengan kepala suku. Akibat terjadinya perebutan lahan ini maka sebagian masyarakat Sumba memilih meninggalkan tempat asalnya (Sumba) dan mencari tempat baru yaitu Arubara. Perkembangan agama Islam di Arubara terjadi sejak kedatangan Abdul Gani ( seorang ulama) yang berasal dari Mbongawani. Kedatangan beliau di Arubara membawa pengaruh besar karena mengajarkan tata cara sholat dan membaca al-qur’an serta beliau juga yang pertama kali mendirikan masjid dan menjadi imam pertama.
BIMA: SAMARAN SOEKARNO UNTUK MENGOBARKAN SEMANGAT PERJUANGAN RAKYAT HINDIA BELANDA Samingan, Samingan
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8 No 2 (2023): Sajaratun. Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v8i2.3770

Abstract

Dalam penelitian ini membahas tentang bagaimana Soekarno menggunakan nama samaran Bima untuk mengobarkan semangat perjungan rakyat Hindia Belanda. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang bagaimana Soekarno menggunakan nama samaran Bima untuk mengobarkan semangat perjungan rakyat Hindia Belanda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah karena penelitian berbasis sejarah. Dalam penelitian sejarah ada beberapa beberapa yang harus dilalui di antaranya, yaitu heuristik, kritik sumber, interprestasi dan historiografi atau penulisan sejarah. Adapun hasil dalam penelitian ini yaitu gagasan besar politik Soekarno tentang nasionalisme dituangkan dalam 500 artikel yang ditulis dan diterbitkan oleh majalah Oetoesan Hindia dengan nama samaran Bima untuk mengobarkan semangat pemberontakan pada masyarakat luas. Majalah Oetoesan Hindia diterbitkan Cokroaminoto sebagai alat propoganda partai Serikat Islam. Soekarno menggunakan nama samaran Bima agar bisa menyampaikan gagasan gagasan revolusinya dengan nyaman tanpa harus tertangkap oleh pemerintah Hindia Belanda.
RESISTENSI MASYARAKAT ADAT RENDU TERHADAP PEMBANGUNAN WADUK LAMBO DI DESA RENDUBUTOWE KECAMATAN AESESA SELATAN KABUPATEN NAGEKEO Azi, Maria Anjelina; Samingan, Samingan; Seto Se, Bonaventura R.
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 9 No 2 (2024): Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v9i2.5277

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Apa Latar Belakang Resistensi Masyarakat Adat Rendu Terhadap Pembangunan Waduk Lambo? 2) Bagaimana Proses Resistensi Masyarakat Adat Rendu Terhadap Pembangunan Waduk Lambo? 3) Bagaimana Solusi Mengatasi Resistensi Masyarakat Adat Rendu Terhadap Pembangunan Waduk Lambo?. Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) Untuk menegetahui apa latar belakang resistensi masyarakat adat Rendu terhadap pembangunan waduk Lambo. 2) Untuk mengetahui bagaimana proses resistensi masyarakat adat rendu terhadap pembangunan waduk lambo. 3) untuk mengetahui bagaimana solusi untuk mengatasi resistensi masyarakat adat rendu terhadap pembangunan waduk lambo. Penelitian ini menggunakan metode sejarah. subjek dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci dan informan pendukung. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1) Pengumpulan Data, 2) Reduksi data, 3) Penyajian data 4) Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan bahwa waduk merupakan bendungan yang di buat oleh manusia dengan maksud untuk menampung air yang nantinya dimanfaatkan bagi pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Waduk ini memiliki banyak manfaat bagi masyarakat itu sendiri yaitu: 1) penyediaan air baku, 2) air irigasi persawahan 3) budidaya ikan air tawar, dan 4) pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Untuk pembangunan waduk tersebut, membutuhkan tanah sebagai lahan pembangunan waduknya. Akan tetapi, tanah-tanah ini umumnya milik masyarakat, sehingga pemerintah harus melakukan pembebasan.
Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) Pada Wanita Usia Subur di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Katis Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2021 Audina, marchella; Suratmi, Tri; Samingan, Samingan
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jukmas.v7i1.2642

Abstract

Kanker serviks merupakan penyebab kematian tertinggi setelah kanker payudara. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor resiko yaitu salah satunya hubungan seksual, wanita yang aktif secara seksual memiliki resiko tinggi mengidap kanker serviks. Kasus kanker serviks dapat ditekan dengan upaya pencegahan primer seperti meningkatkan atau intensifikasi kegiatan deteksi dini kanker serviks seperti pap Smears atau IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat). Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) Pada Wanita Usia Subur Diwilayah Kerja Puskesmas Simpang Katis Tahun 2021. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuaantitatif dan rancangan cross sectional. Populasi yang diambil dalam  penelitian ini yaitu wanita dengan usia subur (30-50 tahun) sebanyak 3,548 wanita. Jumlah sampel 108 responden. Teknik pengambilan sampel dengan cara Accidental Sampling. Analisis data menggunakan analisis statistik yang meliputi analisis univariat, analisis bivariat dan analisis multivariat. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 78,7% wanita usia subur yang tidak pernah melakukan pemeriksaan sebelumnya. Hasil analisis bivariat yang berhubungan signifikan adalah tingkat pendidikan p 0,000, sikap p 0,000, keterpaparan informasi p 0,000, keterjangkauan jarak p 0,014, dukungan suami p 0,000, dukungan tenaga kesehatan p 0,020. Hasil analisis multivariat logistik menunjukan variabel yang dominan adalah tingkat pengetahuan dengan nilai p 0,008 dan OR tertinggi sebesar 38,797. Diharapkan agar para pemangku kepentingan seperti Dinas Kesehatan dan Puskesmas Simpang Katis untuk meningkatkan lagi penyediaan informasi (leaflet, poster, banner buku saku) mengenai kesehatan masyarakat khususnya kanker serviks dan pencegahan deteksi dini kanker serviks, memberikan penyuluhan kesehatan maupun sosialisasi di puskesmas, posyandu, posbindu dengan bantuan kader kesehatan, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat.Kata Kunci : IVA, Pengetahuan, Perilaku, Wanita Usia Subur
Pengaruh Penyuluhan Terhadap Pengetahuan Santri Tentang Penyakit Skabies di Pondok Pesantren Al Hidayah Boarding School Kota Depok Tahun 2022 Wulandari, Rafina; Ulfa, Laila; Samingan, Samingan
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jukmas.v7i1.3067

Abstract

Pesantren merupakan salah satu hunian  dengan kepadatan yang cukup tinggi. Kondisi di pondok pesantren tidak terawat, sanitasi buruk, kamarnya terlalu lembab dan penerangannya kurang, menyebabkan tingginya insiden skabies di pesantren. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan tentang penyakit skabies ditinjau dari personal hygiene dan sanitasi lingkungan terhadap pengetahuan santri di Pondok Pesantren Al Hidayah Boarding School Kota Depok. Jenis penelitian ini menggunakan pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi penelitian ini santri putra dan putri kelas VII sebanyak 82 responden dan sampel yang digunakan sebanyak 40 responden menggunakan teknik sampel Random Sampling.  Hasil penelitian menemukan sebagian besar santri (90%) telah memehami tentang tujuan sanitasi lingkungan, namun separuh dari santri (50%) tidak memahami tentang cara penularan scabies. Hasil analisis statistik terdapat perbedaan yang signifikan nilai pengetahuan antara sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan (p value 0,001). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan pengatahuan tentang scabies perlu dilakukan pada santri yang tinggal di pesantren. Pemahaman terhadap  pencegahan skabies melalui menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan pada santri sebaiknya diberikan secara intens yang dapat disampaikan dalam kurikulum Pendidikan kesehatan. Kata kunci : penyuluhan, pengetahuan, skabies.
Screening for Nutritional Status and Strengthening Healthy Lifestyle in Adolescents: Skrining Status Gizi dan Penguatan Pola Hidup Sehat Remaja Ulfa, Laila; Adawiyah, Asyifa Robiatul; Lestari, Dini Indah; Samingan, Samingan; Fidzikri, Nanda Berliana Tania
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i4.20069

Abstract

Lack of awareness among adolescents towards healthy lifestyle has an impact on the risk of non-communicable diseases. The purpose of this community service activity was to improve adolescent knowledge of a healthy lifestyle and screening their nutritional status by measuring their BMI-for-age to prevent the risk of malnutrition (underweight or overweight). Improvement knowledge of healthy lifestyles carried out by providing counseling on nutrition-balanced and physical activity. The results of the activity showed an increase in the mean of knowledge score from 9.95(±SD1,29) to 11.57(±SD2,12). BMI measurements showed that the majority of adolescents (62%) had normal nutritional status, 21% were overnourished, 11.6% were obese, and 4.2% were undernourished. Counseling on nutrition-balanced and physical activity could increase healthy lifestyle knowledge for adolescence, and there is a tendency for adolescence to lead a problem with overnutrition. Therefore, sustainable youth education program required to provide a healthy lifestyle.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA PEMBELAJARAN IPA KURIKULUM MERDEKA: STUDI ANALISIS KASUS Nisa, Husnul; Artika, Wiwit; Andayani, Dewi; Samingan, Samingan; Rahmatan, Hafnati
EduNaturalia: Jurnal Biologi dan Kependidikan Biologi Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/edunaturalia.v6i2.96683

Abstract

Differentiated learning is a strategy that customizes learning content, processes, and activities to accommodate the diverse needs of students. It is a key approach for addressing the varied learning styles and abilities within a classroom. This study aims to identify the categories of differentiated learning module design, the implementation of differentiated learning, and the opportunities and challenges faced by teachers. The research uses a qualitative approach with a survey research design. The population consists of all science teachers at SMP Negeri 2 Banda Aceh, totalling five individuals. This study used a total sampling technique. The research parameters include categories of differentiated learning module design, categories of differentiated learning implementation in classroom, and the opportunities and challenges encountered by teachers. Data analysis was conducted using percentage calculations based on Guttman scale scoring. The results show that the science teachers’ differentiated learning modules have an average score of 86%, which falls into the good category. The implementation of differentiated learning reached 96.6%, classified as very good. Teachers viewed differentiated learning as providing opportunities to improve learning outcomes, student engagement, the use of technology, and the development of teacher competencies. However, the obstacles faced included difficulties in adjusting to student needs, limited resources, and unequal access to technology.
Co-Authors . Mudatsir . Supriatno Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Adawiyah, Asyifa Robiatul Agustina Agustina Alex Hartana Alfizar Alfizar Ali Sarong Amalia Amalia Amelia Putri Andayani, Dewi Andi Ulfa Tenri Pada Andi Ulfa Tenri Pada Andi Ulfa Tenri Pada Andi Ulfa Tenri Pada Anita Anita Anwar A. Rahman Aprillia, Yuna Trisuci Asiah MD Asyaratil Zaura Audina, Marchella Axnesia Ike Rianto Azi, Maria Anjelina Bonaventura R. Seto Se Budi Hartono Budi Tjahjono Cut Intan Evtia Nurina Cut Nisna Juwita Cut Nurmaliah Dede Setiadi Deno, Rosdiana Desi Ratnasari Devi Syafrianti Devi Syafrianti Dewi Andayani Dian Monika Dian Safitri Dickson, Dickson Dini Indah Lestari Djufri - Endang Rizeki Erlinda Erlinda Essy Harnelly Evi Apriana Faisal Mustafa Fatma wati Gani, Mainal Ghina Amirah Mulyani Hafnati Rahmatan Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin* HENDRIX INDRA KUSUMA Ida Sartika Irfa Masyura Ismaini, Mauli Ismul Huda Iswadi Iswadi Iswadi Iswadi Iswadi Iswadi Iswadi Iswadi Iswadi Iswadi Iswadi Iswadi Karla Amelia Khairil Khairil Khairil Khairil Khairil Khairil Khairil Khairil Khasna, Tri Mei Lisa Rauzatul Maretia Lisdar Idwan Sudirman Lismarita Lismarita M Ali Sarong M. Nasir Marianus Ola Kenoba Masruroh MASRUROH Millina Aprilla Mira Fitriana Moh Affifuzzin Mudatsir Mudatsir Mudatsir Mudatsir Mudatsir Mudatsir MUHAMMAD ADRIYAN FITRA Muhammad Rivai Muhibbuddin Muhibbuddin Muhibbuddin Muhibbuddin Muhibbuddin Muhibbuddin Muhibbuddin Muhibbuddin Muhibbuddin Muhibbuddin Mustafa Sabri Nabila Rizka Anisa Nanda Berliana Tania Fidzikri Nellyati Pulungan Nisa, Husnul Novi Yanti Novia Lestiandari Nugroho Susanto Nur Viya Lisma Nurhidayanti, Nurhidayanti Nurul Husna Oviana Lisa QURRATU AINI Rahmatan*, Hafnati Ratna, Lina Ririn Yuningsih Rivan Rinaldi Roe, Yosef Tomi Safrida Safrida Safrida Safrida Safrida Safrida Santi Susanti, Santi Sari Kolo, Nini Sari, Ria Kurnia Seku Abe, Yohana Sirtina Sirtina Siti Maryam Fadhilah Palestina Soekidjo Notoatmodjo Soraya, Siti Khaidah Subaeti, Tri Suci Hatru Ramadhani Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Sunargo, Bambang suratmi, tri Syaukani Syaukani Tara Raudhatul Jannah Tasya Karima Tuti Marjan Fuadi Ujang Sumarwan Ulfa, Laila W Wardiah Wardiah Wardiah Wardiah Wardiah Wardiah Wardiah Wasa, Damianus R. Sumbi Wasa, Damianus R.S Wenno, Max Robinson Wiwit Artika Wiwit Artika Wiwit Artika Wiwit Artika Wulandari, Rafina Yaumil Istiqlal M. Nur Yuliana Yuliana Yunizar Hendri Yuri Gagarin Yursal Yursal Zai, Sajid Ali Yousuf Zairin Thomy Zairin Thomy ZAIRIN THOMY Zulfiana Zulfiana Zulia Ananda Zuriani Rizki