Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pendidikan Pancasila Sebagai Upaya Membentuk Sikap Toleransi Dalam Masyarakat Mochammad Alfian Prima Utama; Feila Salasya Ramadila; Annisa Tri Puji Rahayu; Miftahul Jannah; Jessy Nora Sandy; Ari Metalin Ika Puspita
Garuda: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Dan Filsafat Vol. 2 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/garuda.v2i2.3221

Abstract

Pancasila education in Indonesia aims to shape the character of a diverse society into a cohesive unity with a focus on the value of tolerance in a multicultural community. This article examines the role of Pancasila education in promoting a tolerant attitude amidst a culturally diverse society, with values such as social justice, unity, equality, and cooperation as the foundation of harmony amidst differences. Studies also indicate the potential to strengthen tolerance values through intercultural interactions, such as in the activity of hunting for takjil, which symbolizes togetherness among various community groups. By strengthening the understanding of Pancasila values, society can be more open and appreciative of differences, creating harmonious intercultural relationships.
Pendidikan Berkualitas untuk Semua: Mewujudkan Hak Asasi Manusia di Bidang Pendidikan Sheilatul Aulia; Narulita Diva Saraswati; Lidia Catraliya Hikmawati; Artika Iesa karunia illahi; Ari Metalin Ika Puspita
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 5 (2024): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i5.1280

Abstract

Pendidikan memegang peranan penting dalam menjamin kelangsungan bangsa dan negara. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan dasar dan menengah. Akses yang setara terhadap pendidikan sangat penting untuk menciptakan generasi masa depan yang cerdas, kompetitif, dan bermoral. Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) merupakan langkah strategis yang dilakukan pemerintah untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Pendidikan berkualitas untuk semua merupakan hak asasi manusia mendasar yang harus diwujudkan. Pendidikan merupakan pilar utama dalam memajukan bangsa dan meningkatkan kualitas hidup individu. Hak asasi manusia, termasuk hak atas pendidikan, diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Penerapan hak asasi manusia harus berpegang pada prinsip Pancasila. Pendidikan merupakan suatu proses untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi individu yang beriman, bermoral, dan bertanggung jawab. Program PIP dan KIP menjadi solusi konkrit untuk mengatasi kesenjangan pendidikan di Indonesia. Pemerintah perlu mengevaluasi peraturan terkait perlindungan hak asasi manusia di bidang pendidikan dan memfasilitasi individu dalam mengembangkan diri melalui pelatihan profesional. Pengawasan terhadap penerapan hak asasi manusia di bidang pendidikan perlu ditingkatkan, dan negara harus meratifikasi peraturan terkait pendidikan dasar. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah metode deskriptif. Pendekatan deskriptif digunakan untuk menggambarkan dan menjelaskan suatu objek atau situasi secara menyeluruh, memungkinkan pemahaman kondisi objek secara utuh, dan memberikan informasi yang akurat kepada pembaca
Analisis Perbedaan : Mengungkap Kesan dan Analisis Strategis Terhadap Sistem Negara Indonesia dan Jepang Revalina Aulia Sabrina; Michaelia Alriviany Putri; Silvia Devi Meitasari; Sri Ayu Endang Setyoningrum; Ari Metalin Ika Puspita
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 5 (2024): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i5.1283

Abstract

Artikel ini mengulas perbedaan sistem negara antara Indonesia dan Jepang serta implikasinya secara strategis. Sistem Ketatanegaraan memiliki keterlibatan demi menjaga kestabilan dan perkembangan negara itu sendiri. Melalui analisis mendalam, artikel ini menguraikan struktur pemerintahan, prinsip dasar, sistem politik, ekonomi, pendidikan, dan budaya dengan membandingkan dua negara yaitu Indonesia dan Jepang . Selain itu, artikel ini juga menandai kekuatan dan kelemahan masing-masing sistem negara serta meninjau kesempatan dan tantangan yang dihadapi. Dengan meninjau pembelajaran dari perbedaan ini, artikel ini menawarkan strategi pengembangan untuk memperkuat sistem negara Indonesia dengan merujuk pada praktik terbaik dari Jepang dengan metode penelitian ini menggunakan Library Research (Studi Literatur). Kesimpulannya, pemahaman mendalam tentang perbedaan ini memberikan wawasan penting untuk mengarahkan kebijakan dan langkah-langkah strategis menuju pembangunan yang lebih baik bagi kedua negara dalam konteks globalisasi dan dinamika geopolitik saat ini .
Peran Politik Dalam Dinamika Ekonomi: Pengaruh Kebijakan Politik Terhadap Pertumbuhan dan Stabilitas Ekonomi Amanda Dwi Kurnia; Maharani Zuroida; Ikhsaniyah, Salsabella Nur; Yobel Kriszaida Ebensher; Ari Metalin Ika Puspita
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 5 (2024): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i5.1287

Abstract

Politik memegang peranan penting dalam dinamika ekonomi sebuah negara yang mempengaruhi pertumbuhan dan stabilitas ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak kebijakan politik terhadap perekonomian, dengan fokus pada pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan stabilitas ekonomi. Melalui analisis literatur dan studi pustaka, penelitian ini membahas lebih dalam tentang bagaimana faktor-faktor politik, termasuk stabilitas politik, kebijakan publik, dan intervensi politik dalam institusi ekonomi, mempengaruhi kinerja ekonomi suatu negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas politik yang kuat dan kebijakan publik yang konsisten mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sementara ketidakpastian politik dan intervensi politik yang tidak stabil dapat mengganggu stabilitas ekonomi suatu negara. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya reformasi kebijakan politik untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan stabilitas finansial. Implikasi kebijakan yang diusulkan termasuk penguatan institusi politik, perbaikan tata kelola ekonomi, dan peningkatan transparansi dalam proses pengambilan keputusan politik. Penelitian ini menggarisbawahi perlunya sinergi antara kebijakan politik yang stabil dan berkelanjutan dengan kebijakan ekonomi yang berorientasi pada pertumbuhan, untuk mencapai tujuan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
PENGARUH KONTEN BERBAGI PADA AKUN TIKTOK@WILLIESALIM TERHADAP GAYA HIDUP ANAK GENERASI ALFA Dian Intan Khairiah; Livia Agustin; Nazwa Mirza Sabrina; Siti Nabila Indah; Vivi Pratiwi; Ari Metalin Ika Puspita
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 5 (2024): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i5.1347

Abstract

Generasi Alpha adalah teknologi digital dan media sosial yang membantu terjadi dalam sejarah manusia. Mereka adalah generasi pertama yang sepenuhnya terlahir di abad ke-21 dan tumbuh dalam lingkungan yang kaya akan terdidik secara teknologi. Generasi Alpha diharapkan akan membentuk dan membuat kemampuan. Mental pengemis adalah kondisi yang membuat seorang merasa dan berpikiran bahwa selalu kekurangan dan gak terkucupi dalam hal finansial. Generasi alfa tumbuh di era teknologi sering terjangkit penyakit ini akibat media sosial terutama tiktok. Mereka tidak suka bekerja keras dan selalu mencari cara untuk memperkaya diri dengan meminta-minta. Dampak negatif adalah pengaruh kuat yang mendatangkan akibat negatif. Dampak adalah keinginan untuk membujuk, meyakinkan, mempengaruhi atau memberi kesan kepada orang lain. Dampak adalah pengaruh buruk yang lebih besar dibandingkan dengan dampak positif. Pengaruh preferensi dan pilihan gaya hidup pada Generasi Alpha adalah konten yang membantukan dan membantukan kemampuan dan pilihan gaya hidup anak-anak Generasi Alpha. Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengetahui pengaruh preferensi dan pilihan gaya hidup pada anak generasi alfa, untuk mengetahui sejauh mana paparan konten tiktok @WilleSalim berkontribusi pada pembentukan identitas dan ekspresi sosial pada anak generasi alfa, dan untuk mengetahui peran orang tua generasi alfa dalam mengawasi penggunaan media sosial terutama tiktok agar terhindar dari konten yang sensitive.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan cara melakukan observasi.
INOVASI PEMBELAJARAN MULOK DI SEKOLAH DASAR: PENGOLAHAN SUSU MENJADI ES KRIM Mei Dwi Purwanti; Heru Subrata; Ari Metalin Ika Puspita
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 3 (2024): Volume 09 No. 03 September 2024.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i3.15449

Abstract

ABSTRACT Processing milk into ice cream in elementary schools is an educational activity that is useful for improving students' knowledge and skills in the field of food science and technology. This research aims to introduce the simple process of milk processing and its application in making ice cream. The research method used was descriptive qualitative method, which includes teaching the theory of milk composition and basic principles of ice cream making, as well as hands-on practice. In this activity, students were invited to understand the nutritional content of milk and practice making simple ice cream using the colligative principle of solution (freezing point drop). The results showed that the colligative properties of the solution can accelerate the process of freezing milk into ice cream. Students can easily understand the basic concepts taught and are able to make ice cream. In addition, this program also increases students' interest in science and entrepreneurial skills. Through this activity, it is hoped that students will not only gain new knowledge, but also be motivated to be more creative and innovative in applying the knowledge they have learned in their daily lives.
ECENG GONDOK SEBAGAI MEDIA EDUKATIF DALAM PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL DI SEKOLAH DASAR Devi Ristyana Puji Lestari; Heru Subrata; Ari Metalin Ika Puspita
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 3 (2024): Volume 09 No. 03 September 2024.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i3.15813

Abstract

Education is the main foundation in shaping the character and abilities of the younger generation. In Indonesia, the education curriculum continues to be adapted to current developments and local needs, including the introduction and preservation of local culture and wisdom through local content in elementary schools. Water hyacinth (Eichornia crassipes), although often considered a weed, has great potential as an educational medium. This research uses a qualitative approach with descriptive methods to explore the use of water hyacinth as an educational medium in local content learning at Krian 2 State Elementary School. Through data collection techniques in the form of in-depth interviews, direct observation, and documentation, this research reveals that the use of water hyacinth as a material teaching successfully increases student engagement, environmental understanding, as well as practical skills and creativity. Students are involved in the process of collecting, processing and utilizing water hyacinth to make various craft products, which not only provides practical experience but also increases their environmental awareness. The results of the research show that the use of water hyacinth in local content learning has a positive impact on students' understanding of local wisdom and environmental conservation. Students learn the values ​​of hard work, perseverance, responsibility, and cooperation through water hyacinth-based activities. This implementation is also relevant to the local content curriculum and can support community economic empowerment through the introduction of the concept of entrepreneurship. The conclusion of this research shows that water hyacinth has great potential as an educational medium, providing broad educational benefits, as well as forming students' characters who care about the environment and have an entrepreneurial spirit. Recommendations for further development include training and support for teachers, collaboration with local communities, and ongoing evaluation to ensure the success and sustainability of using water hyacinth as an educational medium.
A STRATEGI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA SEKOLAH PENGGERAK : TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Mei Dwi Purwanti; Hendratno; Ari Metalin Ika Puspita
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10 No. 01 Maret 2025 In Press.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.21059

Abstract

The independent curriculum is a curriculum with diverse intracurricular learning where content will be optimized so that learners have enough time to explore concepts and strengthen competencies. This study aims to ascertain and collect data related to the implementation of the independent curriculum in driving schools. This study is a systematic literature review, which aims to comprehensively review research related to the implementation of the independent curriculum in driving schools. The articles used were from 2022-2023. Principals and driving teachers have a major role in the implementation of the independent curriculum in driving schools. In its implementation, of course, obstacles are found. In addition, this study also describes activities in learning the independent curriculum. Keywords: Keywords: implementation, Merdeka curriculum, driving school
The Role of Indigenous Culture-Based Augmented Reality Media in Improving Cultural Understanding in Elementary Schools Hidayat, Arif Nur; Ganes Gunansyah; Ari Metalin Ika Puspita
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v4i3.1373

Abstract

Cultural learning in elementary schools (SD) has an important role in building national identity and instilling local wisdom values from an early age. However, students' low interest in cultural learning is a challenge for educators. The development of digital technology, especially Augmented Reality (AR), offers innovative solutions in enhancing a more interactive and engaging learning experience. This research aims to explore the role of local Indonesian indigenous culture-based AR media, particularly related to Javanese cultural elements, in improving the cultural understanding of elementary school students. A qualitative method was employed, involving semi-structured interviews with three elementary school teachers from Taman, Buduran, and Candi Districts in Sidoarjo Regency. The findings indicate that teachers are aware of the importance of cultural learning but face challenges in making the content appealing to students. AR is perceived as a promising tool to increase engagement by visualizing cultural objects such as traditional houses, clothing, and folklore through interactive media. However, barriers such as limited digital infrastructure, insufficient teacher training, and lack of localized AR content remain significant obstacles. In conclusion, while AR technology has strong potential to enhance cultural learning in Indonesian elementary schools, its success depends on cross-sectoral collaboration in content development, ongoing teacher professional development, and improved access to supporting technologies.
Harmoni Integrasi Nasional dalam Kegiatan Aktivis Sosial Putri Sa'adah; Muhammad Guntur Himawan; Rosa Nilla Nurjannah; Alika Atha Amani; Ari Metalin Ika Puspita; Santoso, Gunawan
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i5.1045

Abstract

Telah ada integrasi dari waktu yang sangat lama hingga saat ini. Kesinambungan dan perkembangan cepat sesuatu membuatnya sangat signifikan dan memberinya makna yang tidak hanya tak terlupakan tetapi juga memengaruhi orang lain. Mencari tahu apakah generasi bangsa masih memiliki rasa nasionalisme bawaan adalah tujuan dari penelitian ini. Memanfaatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi, pendekatan penelitian kualitatif digunakan. Esai ini menyoroti pentingnya rasa nasionalisme bangsa pada generasi sekarang dengan menggunakan pendekatan studi literatur, yang memerlukan pengumpulan informasi dari majalah terkait. Karena teknologi berkembang di mana-mana akhir-akhir ini, sangat penting bagi kita untuk saling mengingatkan untuk memiliki.
Co-Authors Achmad Khoirun Ni’am Aljunaidi Afif Rifa’i Alfatan Afifah Intan Febriyanti Alif Rohmatus Syukriya Alifia Yoranika Ramadhani Alika Atha Amani Alleanda Ria Paramitha Amanda Dwi Kurnia Ananda, Mia Lusy ANDI KRISTANTO Anggita Pasha Annisa Tri Puji Rahayu Aprilia Early Al Ghony Arif Nur Hidayat, Arif Nur Artika Iesa karunia illahi Bintang Purnama Putra Budi Purwoko Dessy Mega Harumawati Devi Ristyana Puji Lestari Dewi, Khristi Rosika Dhilla Adhika Prawesti Dian Intan Khairiah Ella Rahma Nura Aziza Evan Rasyid Nandana Feila Salasya Ramadila Fini Nur Aini Fitri Romadhona Frischa Amalia Imanda Ganes Gunansyah Gladistha Putri Dwi Gumilar Gunawan Santoso Haria Nansa Rahmadhany HENDRATNO Hendrik Pandu Paksi Heru Subrata Hildan Deswari Ikhsaniyah, Salsabella Nur Jessy Nora Sandy Kenyo Wangsa Euanggelion Lidia Catraliya Hikmawati Livia Agustin M. Ahlul ‘Ilmi Yuliantono Maharani Zuroida Mahdiyah Nur Fauziyyah Mariska Dwi Amanda Marky Cavalera Prasetya Mei Dwi Purwanti Mei Riska Indriana Merida Rahma Paramita Michaelia Alriviany Putri MIFTAHUL JANNAH Mochammad Alfian Prima Utama Mochammad Ja’far Sodiq Moh. Fairus Heriawan Muafi Abdus Syakur Muhammad Guntur Himawan Muhammed Nabil Ghulam Marzouk Nour El Ein MULYANI Mutiara Nora Ayu Nadi Suprapto Nadia Dewi Firdaus Najwa Meisya Albahri Narulita Diva Saraswati Nasywa Dellia Puteri Nazah Dwi Putricia Nazwa Mirza Sabrina Niken Salsavita Nur Farida Putri Sa'adah Rahul Ubaidillah Refida Muflichuna Suliyono Refina Faisyatul Adzkiya Rena Nur Aliya Yunilafaiza Revalina Aulia Sabrina Rida Wulandari Rizky Ainur Ridho Roihana Lathifatunnabila Rosa Nilla Nurjannah Rufika, Vivin Satria Al Fauzi Ramadhan Sheilatul Aulia Sheyla Nanda Azizah Silvia Devi Meitasari Siti Nabila Indah Sofinatuz Zuhro Sri Ayu Endang Setyoningrum Tasnim Mahhmudatur Riza Tasya Crisanti Manalu Ulfiatul Muizzah Vicky Dwi Wicaksono Vivi Pratiwi Yobel Kriszaida Ebensher