Claim Missing Document
Check
Articles

EFEK PERENDAMAN DALAM EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera) TERHADAP INFEKSI Aeromonas hydrophila, PROFIL DARAH, PERTUMBUHAN, DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN MAS (Cyprinus carpio) Hasna, Salma Khoironnida; Sarjito, Sarjito; Haditomo, Alfabetian Harjuno Condro; Nurhayati, Dewi; Desrina, Desrina; Prayitno, Slamet Budi
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 20, No 2 (2024): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.20.2.74-84

Abstract

Bakteri Aeromonas hydrophila adalah patogen penyebab penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS) pada ikan mas dan umum dijumpai di Indonesia. Pengendalian bakteri ini dilakukan dengan menggunakan bahan kimia dan antibiotik yang dikhawatirkan dapat membahayakan lingkungan budidaya dan konsumen yang mengonsumsi ikan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan bahan alami yang ramah lingkungan, dapat menghambat pertumbuhan bakteri, serta efektif menyembuhkan penyakit MAS. Lidah buaya (Aloe vera) adalah salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai obat ikan karena memiliki aktivitas antibakteri yang mampu mengobati ikan mas dari infeksi A. hydrophila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak lidah buaya sebagai antibakteri, serta pengaruhnya terhadap status kesehatan ikan mas yang terinfeksi A. hydrophila. Efek antimikroba ditentukan secara in vitro dengan metoda cakram dan dilanjutkan dengan bioassay (empat perlakuan dan tiga kali ulangan) dengan merendam ikan mas yang sudah diinfeksi A. hydrophila dalam ekstrak lidah buaya dengan dosis sebagai berikut, perendaman ikan 0 ppm (A), 250 ppm (B), 500 ppm (C), dan 750 ppm (D). Data yang dikumpulkan meliputi ukuran zona hambat, gejala klinis, jumlah A. hydrophila, profil darah, bobot mutlak, SGR, kelulushidupan, dan kualitas air. Ekstrak lidah buaya menghasilkan diameter zona hambat berkisar antara 7,33-11,02 mm. Perendaman dengan ekstrak lidah buaya berpengaruh nyata terhadap jumlah bakteri, profil darah, pertumbuhan, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kelulushidupan ikan mas. Perlakuan D (dosis ekstrak lidah buaya 750 ppm) memberikan hasil terbaik dari semua parameter yang diukur. Aeromonas hydrophila is common carp pathogen that cause Motile Aeromonas Septicemia (MAS) disease and commonly found in Indonesia. Control of this bacteria is carried out using chemicals and it is worried that they can harm aquaculture environment and consumers who consume the fish. Therefore, it is required natural ingredients that are environmentally friendly, can inhibit bacterial growth, and effectively cure MAS. Aloe vera is one of the natural ingredients that can be used as fish medicine because it has antibacterial activity which is expected to be able to treat carp from A. hydrophila infection. This study aims to determine the effect of aloe vera extract as an antibacterial, and its effect on the health status of common carp that attacked by A. hydrophila. The antimicrobial effect was determined in vitro using disc method and continued by bioassay (four treatments and three replications) by immersing carp that infected by A. hydrophila in aloe vera extract with immersion doses of 0 ppm (A), 250 ppm (B), 500 ppm (C), and 750 ppm (D). The data collected included the size of inhibition zone, clinical symptoms, number of bacteria, blood profile, absolute weight value, SGR, SR, and water quality. Aloe vera extract produces inhibition zone diameters from 7,33-11,02 mm. Immersion in aloe vera extract had significant effect on the number of bacteria, blood profile, growth, but had no significant effect on the survival rate of common carp. Treatment D (dose of aloe vera extract 750 ppm) gave the best results from all parameters measured.
Analisis Kelayakan Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Berkelanjutan pada Tambak Plastik di Kabupaten Tegal Purwanto, Purwanto; Amalia, Ayu Rizki; Anggoro, Agung Doni; Muchtar, Muchtar; Sarjito, Sarjito; Wijayanto, Dian
Pena Akuatika : Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 23 No. 2 (2024): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/penaakuatika.v23i2.4822

Abstract

AbstrakUsaha budidaya udang vaname di Kabupaten Tegal dimulai pada tahun 2013. Prospek usaha yang besar membuat petambak banyak yang melakukan kegiatan usaha tersebut. Namun dalam tiga tahun terakhir terjadi penurunan produksi dan kualitas lingkungan. Selain itu naiknya biaya produksi setiap tahun dan harga udang yang fluktuatif, sehingga diperlukan studi kelayakan kegiatan usaha budidaya tersebut agar dapat berjalan secara berkelanjutan. Tujuan penelitian mengetahui kelayakan secara finansial jangka pendek dan panjang pada usaha budidaya udang vaname tambak plastik di Kabupaten Tegal. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode survei. Metode pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Jumlah responden sebanyak 30 orang Pengambilan data dengan wawancara menggunakan kuesioner, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan analisa usaha. Hasil penelitian menunjukan pada aspek finansial jangka pendek dan panjang dikategorikan layak. Namun pada nilai R/C ratio rata-rata mendekati 1 (satu) dan  rata-rata nilai rentabilitas mendekati suku bunga bank yaitu 14% serta pada analisis sensitivitas rata-rata petambak akan mengalami kerugian pada saat produksi turun 9.6% dan harga udang turun 6%. Hal ini terjadi karena banyak petambak yang panen tidak sesuai dengan waktunya atau panen dini sehingga produktifitas menjadi turun, ditambah harga udang di pasaran yang lagi turun. Kunci : Udang, Tambak Plastik, Finansial, BerkelanjutanWhite shrimp (Litopenaeus vannamei) farming in Tegal Regency begin in 2013. The great prospect of that type of business drive the fish farmer to farm the shrimp. However, there have been decreasing in the production and environment quality in the last three year. A feasibilit study of the shrimp farming is required to evaluate the sustainability of that business since the production cost is increasing continously and unstable shrimp price.The aim of the present study is to evaluate the short and long term financial feasibility, of shrimp farming using plastic pond methods in Tegal regency.In the present study, purposive sampling method is used. Meanwhile the respondents were taken by nonprobability sampling method. Data were collected by interview, questionaire, observation and documentation. The collected data from 30 respondences were then descriptively and financially analyzed. Results indicated that the short and long term financial aspects were categorized as worth it. However, the average R/C value are close to 1 (one) and the average rentability value as close to bank rate at 14%. Based on the sensitivity analysis, shrimp farmers will experience loss when production decrease 9.6% and price of the shrimp decrease 6%. That because the harvest is not at the right time or premature harvest which will decrease the productivity, also the low price of the shrimp. Keywords: shrimp, Plastic Ponds, financial, Sustainable
Penggunaan Media Tanam Berbeda Terhadap Performa Pertumbuhan Ikan Mas (Cyprinus carpio), Pakcoy (Brassica rapa L.) dan Kualitas Air Pada Sistem Akuaponik Skala Komersial Aji, Nisa Pamesty Rahma; Prayitno, S. Budi; Harwanto, Dicky; Sarjito, Sarjito
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 1 (2025): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i1.24978

Abstract

Industri akuakultur memegang peran dalam pemenuhan kebutuhan protein, sehingga ketersediaan lahan sangat dibutuhkan sebagai tempat budidaya ikan. Urban farming dapat dijadikan alternatif dalam kebutuhan pangan, karena sistem ini memanfaatkan lahan sempit yang diharapkan dapat memperoleh produktivitas yang tinggi dengan lahan terbatas. Salah satu sistem tersebut adalah akuaponik yang merupakan gabungan antara akuakultur resirkulasi dan hidroponik. Perlakuan yang digunakan berupa perbedaan media tanam dengan satuan percobaan berupa pipa paralon berjumlah 3 buah/sistem (14 lubang/pipa) dan 120 ekor/kolam. Prosedur penelitian yang dilakukan yaitu mempersiapkan alat dan bahan, persiapan wadah serta sistem, persiapan tanaman, penebaran benih, pemeliharaan ikan, dan monitoring sistem. Data yang dikumpulkan meliputi nilai SGR, SR, FCR, pertumbuhan bobot mutlak ikan mas, panjang mutlak ikan mas, pertumbuhan panjang dan jumlah daun tanaman pakcoy yang dianalisis menggunakan uji Independent T-Test. Kualitas air kolam dianalisis secara deskriptif. Hasil nilai performa pertumbuhan ikan mas terbaik pada media tanam arang sekam diantaranya bobot mutlak (16,305 g), panjang mutlak (4,29 cm), SGR (2%/hari). Media tanam arang sekam memberikan pertumbuhan tanaman terbaik berupa panjang mutlak tanaman (2,87 cm), rerata jumlah daun (7,45 helai), SR ikan mas (70,83%), dan FCR ikan mas (1,67). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa media tanam yang berbeda memberikan hasil yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan mas dan tanaman pakcoy. Media tanam arang sekam memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan mas pada sistem akuaponik, sedangkan media tanam sabut kelapa memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy. Performa kualitas air pada kedua media yang berbeda memberikan nilai yang optimal.
Design of Integrated Electrical Installations with Solar Panel in Muhammadiyah Ibtidaiyah Madrasah Building in Jurangono, Gemantar Village, Mondokan-Sragen Asyari, Hasyim; Sarjito, Sarjito; Mutiari, Dhani; Setyowati, Suryaning; Setiawan, Budi
Journal of Community Services and Engagement: Voice of Community (VOC) Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/voc.v3i3.5311

Abstract

The Muhammadiyah Mondokan Branch Manager has a business charity in the field of education at the Elementary School level or often known as MI Muhammadiyah (MIM). MIM Gemantar was founded in 1978 with a basic education level. In carrying out its activities, MIM Gemantar is under the auspices of the Ministry of Religion. Accredited B on November 9, 2017. MIM Gemantar has the most apprehensive building conditions compared to the other four MIMs in Mondokan. On Monday, according to the news from Jateng, inews.id, it was reported that the roof of MI Muhammadiyah Gemantar had collapsed, resulting in the head of the school office and 2 students being injured. The incident of the collapse of the classroom roof occurred during teaching and learning activities or KBM taking place on Monday, January 9 2023 around 08.15 WIB. For the past four months, students from three classes have been assigned to one room. The room whose roof collapsed was used by three classes due to the small number of students, namely grades II, IV and VI. The purpose of this research is to design an integrated electrical installation with solar panels in the MIM Gemantar building which will be renovated. This has several benefits, including as a form of utilizing renewable energy and also as a learning medium for 4th year students with the theme of renewable energy. The method of this activity is for the team to obtain a floor plan of the building to be built, then carry out a design which is as simple as the implementation process, it is easy to update capacity, draw a single line and plan a budget. Currently the MIM Gemantar Mondokan Sragen building has finished building 4 classrooms, so it still requires the construction of 2 more classrooms. The source of electricity for the electrical installation of the 4 classroom buildings all use electrical energy from PLN. In the future, if funds are available and the manager wants the installation of solar panels, then only add according to the design results of a single line electrical installation that is integrated with solar panels on-grid (can be done in stages of 200 Wp, 400 Wp, even up to 1,000 Wp). The capacity of solar panels does not have to match the planned capacity, meaning that this capacity can be carried out in stages according to the conditions of the funds provided.
Implementation of Incinerator Technology for Creative Economy-Based Waste Management in the MARDIKO Scavenger Community, Piyungan, Bantul, Yogyakarta Sarjito, Sarjito; Magfirona, Alfia; Wiyadi
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 28, No. 2, July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v28i2.7842

Abstract

Considering the results of the community service implementation team's observations and investigations, there are three main problems faced by the MARDIKO Scavenger Group in Sitimulyo Piyungan Village, Bantul, Yogyakarta as a PkM partner in pioneering a creative economy-based cooperative. First, lack of knowledge and skills about waste processing that generates additional income. Second, scavengers in their daily lives only look for used goods from waste carried by garbage trucks heading to the disposal area. Third, community awareness and involvement in waste management are still very low, whereas if waste can be recycled, it will produce products that can be additional income for the scavenger group. The PkM implementation method is through the science and technology diffusion method by making and applying an incinerator to process non-organic waste and hazardous substances by burning. The purpose of burning waste is to process waste so that it can reduce its volume and danger, in addition to capturing or destroying hazardous substances that may be released during combustion. In resolving problems in the social, production and marketing fields experienced by the MARDIKO scavenger group, the implementation of the PKM program is carried out through 5 program stages, namely socialization and community awareness, training, application of incinerator technology, utilizing ash from burning for bricks, intensive assistance and evaluation of program sustainability.
Effect of Soaking Tawes Fish Eggs (Barbonymus gonionotus) in Tea Solution (Camellia sinensis) on the Hatchability and Survival of Larvae Puspitasari, Ika; Hastuti, Sri; Sarjito, Sarjito; Nurlatifah, Annisa Oktafianti
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 2 (2025): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i2.29360

Abstract

Tawes fish (Barbonymus gonionotus) is one of the fish with high production demand, but seed production is still low. One of the obstacles is fungal attacks. An alternative to overcome fungal attacks in the hatching phase of fish eggs is to use one of the plants that is anti-fungal. One alternative ingredient that is safe and can be used in controlling fungi is using tea. The active compounds of flavonoids, tannins, saponins found in tea are expected to be natural alternative ingredients for anti-fungals. This study aims to determine the effect and optimum concentration of tea solution (C. sinensis) on the hatching power and survival rate of tawes fish larvae (B. gonionotus). This study was conducted in April 2023 at the UPT Balai Benih Ikan Pandak Banyumas, Central Java. The method used was an experiment with a Completely Randomized Design (CRD) with 4 replications and 5 replications each. The hatching media was added with tea solution (C. sinensis) with concentrations A (0 g/l), B (3 g/l), C (6 g/l), and D (9 g/l). The data observed included the length of egg hatching time, yolk absorption time, egg hatchability (HR), survival rate (SR), and water quality. The results showed that soaking eggs in tea solution affected the hatching power of eggs and the survival of tawes fish larvae. The results of the hatching rate values in succession from treatments A to D were 64.00 ± 4.18a%, 81.00 ± 4.18c%, 85.00 ± 3.54c% and 71.00 ± 4.18b%, while the results of the survival rate values in succession from treatments A to D were 62.47 ± 3.15a%, 75.41 ± 9.46bc%, 79.90 ± 3.86c%, and 67.56 ± 6.33d). The optimum dose of soaking tawes fish eggs in tea leaf solution for the hatching power of eggs and the survival of tawes fish larvae was 4.96 - 4.98 g / l.
Pelatihan Ecoprint Berbasis Pemberdayaan Masyarakat untuk Pengelolaan Limbah Organik Alfiyani, Lina; Mukhlisin, Latutik; Rahman, Nuril Endi; Yulianto, Agus; Setiyadi, Noor Alis; Sarjito, Sarjito; Khuzaimah, Ima Siti; Jery, Jery; Sumini, Sumini; Afifah, Roidah Nur; Arifin, Arifin; Kewa, Kristofora Karolina
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1796

Abstract

Pelatihan ecoprint berbasis pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk mengelola limbah organik secara efektif di Desa Jerukgulung, meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus mendukung perekonomian lokal. Ecoprint, teknik pencetakan alami yang memanfaatkan daun, bunga, dan bahan organik lainnya, diusung sebagai solusi inovatif untuk memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai tambah. Program ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada masyarakat setempat dalam menciptakan produk ramah lingkungan, seperti kain ecoprint, yang dapat dipasarkan sebagai sumber pendapatan tambahan. Pelatihan ini melibatkan pengenalan proses pengolahan limbah organik menjadi bahan pewarna, teknik pencetakan, serta praktik keberlanjutan dalam pengelolaan limbah. Hasil yang diharapkan dari pelatihan ini meliputi peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang ecoprint, pengurangan limbah organik yang berpotensi mencemari lingkungan, dan penguatan ekonomi desa melalui produk kreatif. Pelatihan ini juga menjadi langkah awal menuju ekosistem pemberdayaan yang lebih luas, di mana keberlanjutan lingkungan dan kemandirian ekonomi dapat berjalan seiring. Diharapkan, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat tetapi juga menjadi contoh bagi program serupa di wilayah lain yang menghadapi tantangan serupa.
EFFECT OF PHYTASE SUPPLEMENTATION IN PLANT-BASED FEED ON FEED UTILIZATION AND GROWTH OF Pangasius hypophthalmus DURING THE GROW-OUT STAGE Rini, Endah Setyo; Rachmawati, Diana; Sarjito, Sarjito
Jurnal Riset Akuakultur Vol 19, No 3 (2024): September (2024)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.19.3.2024.243-257

Abstract

Phytic acid, found in many plant-based fish feed ingredients, is an anti-nutritional compound that binds with minerals, forming complexes that fish intestines cannot easily absorb. Adding phytase, an enzyme, to plant-based feeds has shown potential in enhancing nutrient absorption and has been effective for various aquaculture species. However, its impact on Pangasius hypophthalmus, a commonly farmed fish, remains underexplored. This study examines the effects of phytase on feed conversion ratio (FCR), feed utilization efficiency (EFU), protein efficiency ratio (PER), relative growth rate (RGR), and survival rate (SR) of P. hypophthalmus. Fish (average weight 11.55 g) were kept at a density of 40 fish m-³ in a fully randomized design with four treatments (0, 500, 1000, and 1500 FTU kg-1 feed) and three repetitions. Data on RGR, EFU, PER, FCR, SR, and water quality were analyzed. Results indicated that phytase significantly improved RGR, EFU, PER, and FCR (P<0.05), though SR remained unaffected. The optimal phytase dose, 738-810 FTU kg-1 feed, produced an EFU of 69.3% and an RGR of 4.77% per day during the grow-out stage. Water quality parameters remained stable and within optimal ranges across all treatments.Asam fitat, yang ditemukan dalam banyak bahan pakan ikan berbasis tanaman, adalah senyawa anti-nutrisi yang mengikat mineral, membentuk kompleks yang sulit diserap oleh usus ikan. Penambahan fitase, enzim, pada pakan berbasis tanaman menunjukkan potensi dalam meningkatkan penyerapan nutrisi dan telah efektif untuk berbagai komoditas budidaya. Namun, dampaknya pada Pangasius hypophthalmus, ikan yang umum dibudidayakan, masih belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini mengkaji efek fitase pada rasio konversi pakan (RKP), efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), rasio efisiensi protein (REP), laju pertumbuhan relatif (LPR), dan tingkat kelangsungan hidup (TKH) dari P. hypophthalmus. Ikan (berat rata-rata 11,55 g) dipelihara pada kepadatan 40 ikan m-³ dalam rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan (0, 500, 1000, dan 1500 FTU kg-1 pakan) dan tiga ulangan. Data LPR, EPP, REP, RKH, TKH, dan kualitas air dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa fitase secara signifikan meningkatkan LPR, EPP, REP, dan RKP (P<0,05), meskipun berpengaruh signifikan terhadap TKH. Dosis fitase optimal, 738-810 FTU kg-1 pakan, menghasilkan EPP sebesar 69,3% dan LPR sebesar 4,77% per hari selama tahap pembesaran. Parameter kualitas air tetap stabil dan dalam rentang optimal di semua perlakuan. 
KELIMPAHAN DAN JENIS BAKTERI Vibrio PADA AIR DAN SEDIMEN TAMBAK UDANG VANAME SISTEM MONOKULTUR DAN POLIKULTUR DENGAN Gracilaria sp. DI KABUPATEN BREBES Ariyati, Restiana Wisnu; Widowati, Lestari Lakhsmi; Rahmawati, Amelia; Sarjito, Sarjito; Rejeki, Sri
Jurnal Riset Akuakultur Vol 18, No 3 (2023): (September, 2023)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.18.3.2023.181-195

Abstract

Infeksi bakteri Vibrio merupakan salah satu masalah yang banyak dihadapi pada budidaya udang vaname. Serangan vibriosis disebabkan oleh tingginya limbah organik di perairan. Rumput laut jenis Gracilaria sp. memiliki senyawa aktif dan kemampuan memperbaiki kualitas air sehingga dapat mereduksi kelimpahan bakteri Vibrio. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan dan jenis bakteri Vibrio pada budidaya udang vaname secara monokultur dan polikultur dengan Gracilaria sp. Sampel air dan sedimen diambil dari lima tambak monokultur dan lima tambak polikultur di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.  Bakteri Vibrio dihitung kelimpahannya dengan metode total plate count dan diidentifikasi secara morfologi, mikroskopis, dan uji biokimia. Kelimpahan bakteri Vibrio air di tambak polikultur lebih rendah (3,46 × 104  CFU mL-1) dibanding tambak monokultur (2,18 × 105  CFU mL-1). Bakteri V. alginolyticus terdapat pada substrat dan air di tambak monokultur, namun pada tambak polikultur hanya terdapat di air. Hal ini diduga karena Gracilaria sp. memiliki kandungan senyawa bioaktif (alkaloid, flavonoid, steroid, dan fenolik) yang berperan sebagai antibakteri alami. Lebih lanjut, kandungan nitrat dan fosfat di tambak polikultur (0,3-0,5 ppm dan 1,3-1,4 ppm) lebih rendah dibanding tambak monokultur (2,2-2,4 ppm dan  2,5-2,1 ppm). Kondisi ini menyebabkan Bakteri Vibrio fluvialis dan Vibrio vulnificus terdapat pada tambak monokultur yang memiliki nitrat dan fosfat yang lebih tinggi dari tambak polikultur. Hal ini menunjukkan bahwa Gracilaria sp. memiliki kemampuan dalam mereduksi nutrien melalui thallusnya, sehingga menciptakan lingkungan perairan yang lebih baik untuk mereduksi kelimpahan bakteri Vibrio. Vibrio bacterial infection is one of the problems often faced in Pacific white leg shrimp cultivation. Vibriosis attacks are caused by high levels of organic waste in waters. Gracilaria sp. has active compounds and the ability to improve water quality so that it can reduce the abundance of Vibrio bacteria. The aim of this study was to determine the abundance and types of Vibrio bacteria in cultivation of Pacific white leg shrimp in monoculture and polyculture with Gracilaria sp. Water and sediment samples were taken from five monoculture ponds and five polyculture ponds in Brebes, Central Java. The abundance of Vibrio bacteria was calculated using the total plate count method and identified morphologically, microscopically, and biochemically. The abundance of Vibrio bacteria in water of polyculture ponds was lower (3.46 × 104 CFU mL-1) than in monoculture ponds (2.18 × 105 CFU mL-1). Vibrio alginolyticus is found in the substrate and water of monoculture ponds, but in polyculture ponds it was only found in water. This was thought to be because Gracilaria sp. contains bioactive compounds (alkaloids, flavonoids, steroids, and phenolics) which act as natural antibacterials. Furthermore, the nitrate and phosphate content in polyculture ponds (0.3-0.5 ppm and 1.3-1.4 ppm) was lower than in monoculture ponds (2.2-2.4 ppm and 2.5-2.1 ppm). This condition caused Vibrio fluvialis and Vibrio vulnificus found in monoculture ponds which had higher nitrate and phosphate than polyculture ponds. This showed that Gracilaria sp. has the ability to reduce nutrients through its thallus, thus creating a better aquatic environment to reduce the abundance of Vibrio bacteria. 
Activity of Cellulolytic Bacteria Isolated From The Digestive Tract Of Jerbung Shrimp (Feneus marguensis) Fitriadi, Ren; Sabdaningsih, Aninditia; Budi Prayitno, Slamet; Soedibya, Petrus Hary Tjahja; Sarjito, Sarjito; Subagiyo, Subagiyo
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 14 No. 1 (2025): JAFH Vol. 14 No. 1 February 2025
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v14i1.66897

Abstract

Bacteria found in the digestive tract of shrimp mostly play a major role in nutrient absorption. One of the nutritional contents that is quite difficult for shrimp to absorb is fiber. Bacteria that can degrade fiber content are known as cellulolytic bacteria. This study aimed to determine the activity index of cellulolytic bacteria found in the digestive tract of shrimp. The research method includes sampling shrimp with three different categories based on average length and weight, divided into three categories such as large (22.2 g ± 87.3 cm), medium (17.1 g ± 36.7 cm), and small (13.4 g ± 18.8 cm) taken from the north coast waters of Pemalang and the south coast waters of Cilacap. Furthermore, bacterial isolation, morphological observation, calculation of bacterial abundance, and testing of cellulolytic activity were carried out. The results showed that 150 bacteria were successfully isolated from both locations at different sizes and a total of 68 bacterial isolates had cellulolytic activity. There were 22 potential isolates from each coastal water that had a great cellulolytic activity index, ranging from 1.4 to 7.0. Moreover, the most potential activities were performed by 8 bacterial isolates encoded with GM.1, GM.2, GM.3, GM.4, GM.5, GM.6, GM.7, and GM.8 with a range of cellulolytic index obtained ranging from 3.0-7.0. The high activity index of the cellulolytic bacteria obtained is a fairly promising potential as a probiotic candidate that plays a role in degrading fiber in food found in the digestive tract of shrimp so that it can accelerate its growth.
Co-Authors - Aminah - Desrina, - - Istikhanah - Susanti, - - Triyaningsih A. Harjuno Condro Haditomo A. Santoso Adhi Kurniawan Adi Santoso Afifah, Roidah Nur Agatya Sara Ardiantami, Agatya Sara Agil Setya Utomo, Agil Setya Agus Dwi Anggono Agus Pranoto Syah, Agus Pranoto Agus Yulianto Aji, Nisa Pamesty Rahma Alfabetian Condro Haditomo Alfabetian Harjuna Condro Haditomo Alfabetian Harjuno Condro Haditomo Alfia Magfirona Alfiyani, Lina Ali Djunaedi Amalia, Ayu Rizki Amanda Mega Putri, Amanda Mega ANGELA MARIANA LUSIASTUTI Anggoro, Agung Doni Anggun Putriani Situmorang, Anggun Putriani Aninditia Sabdaningsih Anisa Dwiaryani Latifah Annisa Oktafianti Nurlatifah, Annisa Oktafianti Aprilia Dwi Indriani Arifin Arifin Arum Almuaromah, Dita Asep Akmal Aonullah Astri Pujiati Aulia Resty Wijayanti Aulia, Annisa Syahida Ayi Santika Ayu Wulandari Bosma, Roel Bosma, Roel H. Briliani Ayu Wardani Budi Setiawan Buyung Junaidin, Buyung Caesa, Genio Chairulina Pitrianingsih CHONDRORESMI BANOR FAWWAZ Chyntia Arindita Dani Indrarini David Panca Wijaya, David Panca Desrina Desrina Dewi Nurhayati Dhani Mutiari Dian Ratna Sari Dian Wijayanto Diana Chilmawati Diana Chilmawati Diana Rachmawati Dicky Harwanto Ditha Cahyaningrum Ditha Febriana Dewanti Nineung Edward Raharja, Edward Endah Setyowati Eni Ashfa Ashofa Ervia Yudiati Fajar Basuki Famelia Meta Putri Fandy Malik Muhammad, Fandy Malik Fatian, Adella Spextania Ferdian Bagus Feriandika Fifiana Zulaekah Fitriadi, Ren Gina Saptiani Haeruddin Haeruddin Hasna, Salma Khoironnida Hasyim Asyari Ika Puspitasari Indah Febry Hastari Intan Eska Amalia Syahida Istiyanto Samidjan Jery, Jery Johannes Hutabarat Jokosisworo Jokosisworo Kewa, Kristofora Karolina Khuzaimah, Ima Siti Kurniawan Kurniawan Laksono Trisnantoro Lestari Lakhsmi Widowati Lilik Maslukah Lilik Setiyaningsih Linuwih Aluh Prastiti Lukman Anugrah Agung Lukman Lukman Marwenni Siregar, Marwenni Milza Apriliani, Milza Mita Umiliana, Mita Monica Nanda Muchtar muchtar Muhammad Burhan Mukhlisin, Latutik Nailil Muna Nida Qolbi Salma Rochani Noor Alis Setiyadi Nur Aklis Nur Annisa Nuri Nia Yanti, Nuri Nia Nurul Hidayati Ocky Karna Radjasa Panji Yusroni Anwar Prabowo, Anggit Bayu Pramudita Apriliyanti Prayitno, S. Budi Pungki Nanda Pratama Purwanto Purwanto Pusaka, Semerdanta R. Dewi Dharina Nurjannah Rahman, Nuril Endi Rahmawati, Amelia Rahmi Gusti Darma Raynol Simorangkir Rensiga Rintan Bunga Sari Restiana Ariyati Restiana Wisnu Ariyati Rini, Endah Setyo Ristiawan Agung Nugroho Rohita Sari Rosa Amalia Rosalina Safitri Rusydina Qamarul Salikin S. Budi Prayitno Sahala Hutabarat Sarastiti, Siwi Schrama, Johan Sekar Ayu Chairunnisa Seto Windarto Setyo Putro Rahmanto Setyowati, Suryaning Siti Nurjanah Siti Ziyadaturrohmah Siwi Hartanti Slamet B Prayitno Slamet Budi Prayitno slamet budi prayitno Soedibya, Petrus Hary Tjahja Sri Hastuti Sri Hastuti Sri Nurchayati Sri Nuryati Sri Rejeki Subagiyo Subagiyo Subandiyono Subandiyono Subroto Subroto Sulisyaningrum Sulisyaningrum Sumini Sumini, Sumini Suminto , Suminto - Suminto Suminto Suminto Suminto Suminto Suminto Suminto Suminto Suradi Wijaya Saputra Tita Elfitasari Titik Susilowati Tri Mulyadi Trienes, Yoni W. Widiatmoko Wiji Utami, Wiji Wijianto Wijianto Wisnu Widyantoro Wiyadi Yelliana Fatmawati Suwarno Yohanes Kristiawan Artanto