Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN LIMBAH PRODUK PERTANIAN DALAM PAKAN BUATAN YANG BERPROBIOTIK TERHADAP EFISIENSI PAKAN, PERTUMBUHAN, DAN KELULUSHIDUPAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) DALAM PRODUKSI KULTUR MASAL Suminto ,; Titik Susilowati; Sarjito ,; Diana Chilmawati
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 18, No 1 (2019): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.575 KB) | DOI: 10.31941/penaakuatika.v18i1.733

Abstract

Dumbo catfish (Clarias gariepinus) Sangkuriang strain is the consumption of freshwater fish that is much favored by many people, because its high nutrition and low price. The high price of feed and the low efficiency of feed utilization are an obstacle in the development of African catfish cultivation.  The purpose of this study was to determine the use of agricultural product wastes such as corn flour, wheat, soybean meal, curry and chicken eggs that have been made as pellet feed containing 32.58% protein, with the addition of probiotics (A) and without the addition of probiotics (B) on the efficiency of feed utilization, growth and survival of African catfish (C. gariepinus).This study used an experimental method by designed through a completely randomized design (CRD) with two treatments and each of three replications, respectively. The test fish seed used was African catfish (C. gariepinus) with an average weight of 2.04 ± 0.05 g and an initial density of 350 tails / m2 of pond area with a culture period during 60 days. The results of this study that self-made feed with material from agricultural wastes were sufficient to provide the results of the value of feed utilization efficiency (FUE) of  84.10 ± 1.83%, feed conversion ratio (FCR) of 1.03 ± 0.02, and survival rate (SR)of  95.79 ± 0.16%. The addition of probiotics to self-made feed with raw materials from agricultural wastes had a significant effect (p <0.05) to produce feed utilization efficiency (FUE)of 99.56 ± 5.64%, feed conversion ratio (FCR)of  0, 88 ± 0.04, relative growth rate (RGR) of 14.77 ± 0.66% / day, and the survival rate (SR) of  98.92 ± 0.29%, which has a higher value than feeding without probiotics.
PENGARUH PERENDAMAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava. L) TERHADAP KELULUSHIDUPAN DAN HISTOLOGI HATI IKAN PATIN (Pangasius hypophtalamus) YANG DIINFEKSI BAKTERI Edwardsiella tarda Endah Setyowati; Slamet Budi Prayitno; - Sarjito
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.797 KB)

Abstract

Budidaya ikan patin (P. hypophtalamus) terus berkembang seiring adanya nilai ekonomis yang semakin baik. Budidaya Intensifikasi dapat mengakibatkan timbulnya penyakit seperti bakteri E. tarda. Infeksi bakteri tersebut dapat mengakibatkan kegagalan budidaya dan kerugian ekonomi. Penggunaan antibiotik terbukti meningkatkan resisten dan membahayakan kesehatan manusia, sehingga menggunakan bahan alami yaitu ekstrak daun jambu biji (P. guajava. L). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas ekstak daun jambu biji sebagai antibakteri terhadap bakteri E. tarda, mengetahui pengaruh perendaman dan dosis terbaik ekstrak daun jambu biji terhadap kelulushidupan dan histologi ikan patin yang terinfeksi bakteri E. tarda. Pelarut yang digunakan dalam ekstraksi daun jambu biji adalah etanol 96%. Ikan patin yang digunakan sebanyak 120 ekor dengan ukuran 7-9 cm dan disuntik bakteri E. tarda dengan kepadatan 107 CFU/ ml secara intramuscular. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan A (0 ppm), B (500 ppm), C (700 ppm) dan D (900 ppm). Perendaman ekstrak daun jambu biji dilakukan pada hari ke 2 pasca infeksi. Ekstrak daun jambu biji memiliki kemampuan sebagai antibakteri pada konsentrasi 500-1100 ppm. Hasil prosentase kelulushidupan ikan patin diantaranya adalah 10% (perlakuan A), 73,33% (perlakuan B), 96,67% (perlakuan C) dan 86,67% (perlakuan D). Perendaman ekstrak daun jambu biji berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kelulushidupan ikan patin yang diinfeksi bakteri E. tarda. Pengamatan histologi hati terdapat nekrosis, kongesti degenerasi dan melanomakrofag, dapat disimpulkan dosis terbaik ekstrak daun jambu biji untuk mengobati infeksi E. tarda adalah 700 ppm. Intensification of Catfish (P. hypophtalamus) aquaculture increases a disease risk, such as E. tarda infection. Infection of this bacteria resulted in economic disadvantage in aquaculture. The usage of antibiotics resulted in a high resistant and endanger for human health, therefore the use of  natural ingredient such as guava leaves (P. guajava. L) could be promoted. The aims of this research were to determine the sensitivity of  guava leaves extract  as  antibacterial toward E. tarda, determine the soaking effect and the best dose of guava leaves extract toward the survival rate and histhology of Catfish infected by E. tarda. Guava leaves extract was obtained by dipping in ethanol 96%. Catfish used were 120 fish, around 7-9 cm in size and were injected by E. tarda with density of 107 CFU / mL intramuscularly. This research used 4 treatments and 3 replication,namely were 0 ppm (treatment A), 500 ppm (treatment B), 700 ppm (treatment C) and 900 ppm (treatment D). The soaking of guava leaves extract was done in 2nd day post-infection. Guava leaves extract has ability toward antibacterial in 500-1100 ppm contentrate. The result showed that survival rate of Catfish were 10% (treatment A), 73,33% (treatment B), 96,67% (treatment C) dan 86,67% (treatment D). The soaking of guava leaves extract showed a significant effect (P<0.05) toward survival rate of Catfish infected by E. tarda. The histhology of liver howed of necrosis, congestion,degeneration and melanomacrofag. It can be concluded that the best guajava leaves extract to combat E. tarda infection was 700 ppm.
PRODUKSI PEMBENIHAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) STRAIN MUTIARA DAN PAYTON DENGAN PAKAN ALAMI CACING SUTERA DARI KULTUR YANG MEMANFAATKAN LIMBAH PERTANIAN Suminto Suminto; Titik Susilowati; Sarjito Sarjito; Diana Chilmawati
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 3, No 1 (2019): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.036 KB) | DOI: 10.14710/sat.v3i1.4199

Abstract

Ikan lele dumbo (C. gariepinus) merupakan salah satu ikan konsumsi air tawar yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Jenis ikan lele strain mutiara dan payton, sebagai hasil pemuliaan mulai dikembangkan produksi benihnya guna memenuhi konsumsi pasar. Peningkatan produksi benih ikan lele, baik strain mutiara maupun payton, dapat dilakukan dengan penggunaan jenis pakan alami berupa cacing sutera yang dikultur di media dari limbah pertanian sehingga dapat mengurangi biaya produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui produksi benih ikan lele dari strain mutiara dan payton dengan pemberian jenis pakan alami berupa cacing sutera yang dikultur menggunakan limbah pertanian. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan 5 kali ulangan. Ikan uji yang digunakan yaitu induk lele dumbo strain mutiara (rerata bobot betina 2.6±0.3 kg dan bobot jantan 1.5±0.1 kg) dan strain payton (rerata bobot betina 2.4±0.5 kg dan bobot jantan 1.2±0.2 kg). Perlakuan yang digunakan yaitu perlakuan A (strain mutiara) dan perlakuan B (strain payton). Variabel data yang diukur meliputi data produksi benih diantaranya jumlah telur (butir), HR (%) dan jumlah larva (ekor). Data lain yaitu TKP, FCR, RGR dan SR. Kualitas air pada media pemeliharaan tergolong dalam kisaran yang layak untuk pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan produksi telur strain mutiara 94510±1423.7 butir dan strain payton 93010±1970.3 butir. Nilai HR strain mutiara 85.35±0.51% dan strain payton 84.02±1.29%. Jumlah larva yang dihasilakn induk strain mutiara 81064.8±1034.3 ekor dan strain payton 78595.6±2400.3 ekor. Hasil TKP strain mutiara sebesar 7.92±0.51 gr/ind dan payton 5.53±0.52gr/ind. Nilai FCR benih lele mutiara sebesar 1.15±0.00 dan lele payton 1.25±0.00. Nilai RGR benih lele mutira sebesar 7.1±0.00% dan strain lele payton sebesar 6.9±0.00% dan nilai SR benih lele mutiara 85.00±0.00% dan benih lele payton sebesar 80.00±0.00%.
PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer Bloch, 1790) YANG DIBUDIDAYAKAN DENGAN SISTEM KERAMBA JARING APUNG (KJA) Seto Windarto; Sri Hastuti; Subandiyono Subandiyono; Ristiawan Agung Nugroho; Sarjito Sarjito
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 3, No 1 (2019): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.798 KB) | DOI: 10.14710/sat.v3i1.4195

Abstract

Ikan kakap putih (Lates calcarifer) merupakan salah satu komoditas budidaya laut unggulan di Indonesia, karena memiliki pertumbuhan yang relatif cepat, kelangsungan hidup dapat mencapai 86%, dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan budidaya. Kegiatan budidaya kakap putih di Indonesia saat ini masih belum banyak berkembang, salah satu faktor yang menghambat kegiatan pembesaran kakap putih di Indonesia adalah masih sulitnya pengadaan pakan rucah secara berkelanjutan dalam jumlah yang cukup. Salah satu upaya kegiatan pembesaran ikan kakap putih yang dapat dilakukan adalah dengan media keramba jaring apung (KJA) dan penggunaan pellet sebagai ganti pakan rucah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa pertumbuhan ikan kakap putih (Lates calcarifer) yang dibudidayakan dengan sistem keramba jaring apung (KJA). Hasil dari pengamatan performa pertumbuhan ikan kakap putih yang dibudidayakan dengan sistem KJA adalah nilai SGR 0,28%/hari, nilai pertumbuhan bobot mutlak 47 g, dan nilai kelulushidupan 82,5%. Hasil pengukuran parameter kualitas air meliputi salinitas berkisar 30–33‰, DO antara 4,89 hingga 5,89 mg/L, suhu antara 29 hingga 29,9ºC, pH antara 7 hingga7,8, kecerahan antara 9 hingga 9,5 m.
PENAMBAHAN EKSTRAK Sargassum sp. HASIL EKSTRAKSI ENZIMATIK PADA PAKAN TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) Tri Mulyadi; Sarjito Sarjito; Diana Rachmawati
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 4, No 1 (2020): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.275 KB) | DOI: 10.14710/sat.v4i1.5615

Abstract

Intensification of white shrimp (L. vannamei) cultivation causes accumulation of waste aquaculture in the water and environmental stress which causes pathogenic organisms to develop and attack aquaculture organisms, so that mass deaths occur. Various efforts have been made to overcome this through feed production by adding ingredient that can enhance the body's immune system, but also function as growth promoters. The material that has both functions is seaweed Sargassum sp. The aims of this study was to determine the addition effect of sargassum extract from enzymatic extraction on feed to the specific growth rate/SGR and feed convertion ratio/FCR of white shrimp (L. vannamei). These study was conducted by experimental method used a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 2 repetitions. The treatment was namely A (feed with the addition of sargassum extract 0 g/kg feed), B (feed with the addition of enzymatically protease sargassum extract 2 g/kg feed) and C (feed with the addition of enzymatically carbohydrase sargassum extract 2 g/kg feed). The results showed that the feed with the addition of sargassum extract from enzymatic extraction had a significant effect (P<0,05) on specific growth rate (SGR) and feed conversion ratio (FCR). Water quality of media is in the proper range for shrimp farming.
Pertumbuhan dan produksi telur harpacticoida, Tigriopus sp. dengan salinitas media yang berbeda Suminto Suminto; Sarjito Sarjito; Rosalina Safitri; Diana Chilmawati
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 3, No 2 (2019): SAT Edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.648 KB) | DOI: 10.14710/sat.v3i2.3957

Abstract

Tigriopus sp. merupakan salah satu copepoda harpaticoida yang digunakan sebagai pakan alami zooplankton untuk pakan ikan air laut dan udang. Tigriopus sp. lebih toleran terhadap perubahan kondisi lingkungan seperti suhu dan salinitas, yang dapat berpengaruh terhadap produktivitas dan kepadatan individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh salinitas media kultur yang berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi telur Tigriopus sp. dan mengetahui salinitas terbaik serta salinitas optimal bagi pertumbuhan dan produksi telur Tigriopus sp. Rancangan yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 5 kali ulangan. Tigriopus sp. dengan kepadatan awal 1 ind/ml pada masing-masing perlakuan, dikultur pada media dengan salinitas yang berbeda selama 20 hari pemeliharaan. Salinitas media tersebut diantaranya 14 ppt (perlakuan A), 18 ppt (perlakuan B), 22 ppt (perlakuan C), 26 ppt (perlakuan D), 30 ppt (perlakuan E) dan 34 ppt (perlakuan F). Diet mikroalga yang diberikan ialah dari jenis Chaetoceros calcitrans dan Isochrysis galbana dengan kebutuhan 511.349:231.129 sel/ind/hari. Hasil menunjukkan bahwa salinitas berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pertumbuhan namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap produksi telur Tigriopus sp. Hasil terbaik ditunjukkan pada perlakuan B (salinitas media 18 ppt) yang menghasilkan pertumbuhan dengan jumlah individu diakhir pemeliharaan sebanyak 47,8±0,31 ind/10 ml dan produksi telur Tigriopus sp. sebanyak 17,67±0,58 ind/10 ml. Jumlah individu terdiri dari stadia nauplii sebanyak 39,4±2,3 ind/10 ml, stadia copepodit sebanyak 3,8±1,1 ind/10 ml dan stadia dewasa sebanyak 5,4±2,1 ind/10 ml.
Optimalisasi Penanggulangan Masyarakat Di Bidang Kesehatan Di Era Pandemi Covid-19 Di Desa Gelogor, Kecamatan Kediri, Lombok Barat Arum Almuaromah, Dita; Sarjito, Sarjito
Abdi Geomedisains Vol. 3, No. 2, January 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/abdigeomedisains.v3i2.414

Abstract

Kondisi darurat akibat Covid-19 dalam kerangka negara kesatuan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, namun perlu peran dan tanggung jawab pemerintah daerah. Hal ini menjadi penting bagi pemerintah untuk melakukan inovasi kebijakan dalam penanganan pandemi Covid-19 tanpa mengesampingkan kebijakan yang telah di keluarkan oleh pemerintah pusat. Pada Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah 2021 di Lombok Barat ini penulis melakukan pengabdian Masyarakat secara langsung walaupun di masa pandemi. Beberapa program kerja unggulan penulis adalah webinar Hidup sehat ditengah pandemic Covid-19 dan  Pencegahan Stunting dan pernikahan usia dini. Dua program kerja ini adalah yang paling penulis unggulkan karena melihat kebutuhan dan keadaan masyarakat dimana desa Gelogor pernah masuk dalam daftar desa yang mengalami Stunting parah.
Pengaruh nanokitosan ekstrak daun bidara arab (Ziziphus spina-christi) dalam pakan terhadap gejala klinis, kadar eritrosit, hemoglobin, dan pertumbuhan ikan patin (Pangasius sp.) yang diinfeksi aeromonas hydrophila Aulia, Annisa Syahida; Sarjito, Sarjito; Desrina, Desrina
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 1 (2024): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i1.17797

Abstract

Ikan patin (Pangasius sp.) merupakan salah satu ikan konsumsi air tawar yang umum dikenal dan dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Salah satu jenis bakteri yang menyerang ikan patin adalah Aeromonas hydrophila. Bakteri ini menyebabkan terjadinya penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dan dosis terbaik penambahan chitosan nanopartikel daun bidara arab terhadap eritrosit, hemoglobin, dan pertumbuhan bobot mutlak ikan patin. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu dan Laboratorium Departemen Akuakultur, Gedung C Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro pada bulan Desember 2021-Agustus 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 perlakuan dan 3 ulangan. Ikan patin yang digunakan berukuran 7-9 cm sebanyak 150 ekor. Perlakuan yang diberikan yaitu penambahan K+ (tetrasiklin 10 ppm) dalam pakan, serta CNPs daun bidara arab dengan konsentrasi, A (0 ppm), B (450 ppm), C (500 ppm), dan D (550 ppm) selama 14 hari. CNPs daun bidara arab ditambahkan dalam pakan dengan metode repeletting. Parameter yang diamati meliputi gejala klinis, total eritrosit, Hb, pertumbuhan bobot mutlak, dan  kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CNPs daun bidara arab pada pakan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap eritrosit, Hb, dan pertumbuhan bobot mutlak ikan patin.
Utilization of Locally Available Feeds to Develop Sustainable Blue Swimming Crab (Portunus pelagicus) Farming in Central Java Ariyati, Restiana Wisnu; Trienes, Yoni; Rejeki, Sri; Hutabarat, Johannes; Haeruddin, Haeruddin; Sarjito, Sarjito; Saputra, Suradi Wijaya; Widowati, Lestari Lakhsmi; Schrama, Johan; Bosma, Roel H.
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 29, No 4 (2024): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.29.4.433-444

Abstract

The popularity of the blue swimming crab (Portunus pelagicus) has led to significant overfishing. Aquaculture offers a potential solution to reduce fishing pressure, given that P. pelagicus is relatively easy to hatch, has high fecundity, a short larval duration, and rapid growth. However, knowledge about feed preferences and feed-use efficiency in P. pelagicus is limited. This study compared the effectiveness of three locally available feeds. A total of 160 juvenile P. pelagicus were divided into five repetitions across four diet groups: PPV (shrimp pellets + Perna viridis flesh, crude protein = 45 %), PAI (shrimp pellets + Acetes indicus, crude protein = 45 %), P100 (shrimp pellets, crude protein = 30%), and P150 (shrimp pellets at 150% of the dry matter requirement, crude protein = 45%, iso-protein to both PPV & PAI). The experiment consisted of three phases: a one-week pre-trial to determine feeding rates, followed by a six-week culture period (Period-1) and an eight-week culture period (Period-2). Body weight and survival were measured biweekly, feed amounts were adjusted accordingly, and costs were recorded. Survival rates and feed conversion ratios were similar across all diets. Crab growth was lower in Period-2 than in Period-1 across treatments. The specific growth rates for PPV, PAI, and P150 were comparable, while P100 resulted in lower growth. The cost of PPV was higher than that of PAI, P100, and P150, with the economic feed conversion ratio for P100 and P150 outperforming PPV and PAI. Shrimp pellets proved to be an efficient feed for the grow-out phase of blue swimming crabs, though pellet size should match the crab’s size.
Assessing the Impact of Substrate and Shelter on Cannibalism in Blue Swimming Crab (Portunus pelagicus) Ariyati, Restiana Wisnu; Caesa, Genio; Rejeki, Sri; Hutabarat, Johannes; Haeruddin, Haeruddin; Sarjito, Sarjito; Widowati, Lestari Lakhsmi; Bosma, Roel
Jurnal Kelautan Tropis Vol 27, No 3 (2024): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/potensi.%Y.24653

Abstract

Blue swimming crab (Portunus pelagicus) is one of Indonesia’s essential fishery commodities, but overfishing has depleted its population. Aquaculture, as an alternative to produce this crab, is hampered by high levels of cannibalism. Substrates or shelters can reduce cannibalism. This study compared the effectiveness of one substrate and two types of shelter for reducing cannibalism of P. pelagicus crablets. Crablets with average carapace length of 3.6 ± 2.2 cm and average weight of 6.4 ±1.5 g.ind-1 were stocked in 24 rectangular tarpaulin tanks with 1 m2 surface and 50 cm water depth. The stocking density was 8 crablets in each tank. A split-plot experimental design was applied with four main plots and two subplots with 3 replications. The main plot consisted of A0 (without shelter), A1 (seaweed), A2 (pipes), and A3 (seaweed and pipes), and sub-plots had either no-substrate (B0) or sand-substrate (B1). Cannibalism (K), survival (S), and four water quality parameters were recorded for 42 days. The data were analyzed using an ANOVA for a split-plot design and post-hoc Tukey. The results show that the sand substrate significantly (P>0.05) reduced cannibalism and increased survival of the P. pelagicus. Treatment A0B0, without substrate or shelter, showed the highest cannibalism (54±7%) and lowest survival rates (33±7%). While treatment A1B1, with Gracillaria sp. as shelter and sand as bottom-substrate resulted in the lowest cannibalism (4±7%) and highest survival rates (88±13%).
Co-Authors - Aminah - Desrina, - - Istikhanah - Susanti, - - Triyaningsih A. Harjuno Condro Haditomo A. Santoso Adhi Kurniawan Adi Santoso Afifah, Roidah Nur Agatya Sara Ardiantami, Agatya Sara Agil Setya Utomo, Agil Setya Agus Dwi Anggono Agus Pranoto Syah, Agus Pranoto Agus Yulianto Aji, Nisa Pamesty Rahma Alfabetian Condro Haditomo Alfabetian Harjuna Condro Haditomo Alfabetian Harjuno Condro Haditomo Alfia Magfirona Alfiyani, Lina Ali Djunaedi Amalia, Ayu Rizki Amanda Mega Putri, Amanda Mega ANGELA MARIANA LUSIASTUTI Anggoro, Agung Doni Anggun Putriani Situmorang, Anggun Putriani Aninditia Sabdaningsih Anisa Dwiaryani Latifah Annisa Oktafianti Nurlatifah, Annisa Oktafianti Aprilia Dwi Indriani Arifin Arifin Arum Almuaromah, Dita Asep Akmal Aonullah Astri Pujiati Aulia Resty Wijayanti Aulia, Annisa Syahida Ayi Santika Ayu Wulandari Bosma, Roel Bosma, Roel H. Briliani Ayu Wardani Budi Setiawan Buyung Junaidin, Buyung Caesa, Genio Chairulina Pitrianingsih CHONDRORESMI BANOR FAWWAZ Chyntia Arindita Dani Indrarini David Panca Wijaya, David Panca Desrina Desrina Dewi Nurhayati Dhani Mutiari Dian Ratna Sari Dian Wijayanto Diana Chilmawati Diana Chilmawati Diana Rachmawati Dicky Harwanto Ditha Cahyaningrum Ditha Febriana Dewanti Nineung Edward Raharja, Edward Endah Setyowati Eni Ashfa Ashofa Ervia Yudiati Fajar Basuki Famelia Meta Putri Fandy Malik Muhammad, Fandy Malik Fatian, Adella Spextania Ferdian Bagus Feriandika Fifiana Zulaekah Fitriadi, Ren Gina Saptiani Haeruddin Haeruddin Hasna, Salma Khoironnida Hasyim Asyari Ika Puspitasari Indah Febry Hastari Intan Eska Amalia Syahida Istiyanto Samidjan Jery, Jery Johannes Hutabarat Jokosisworo Jokosisworo Kewa, Kristofora Karolina Khuzaimah, Ima Siti Kurniawan Kurniawan Laksono Trisnantoro Lestari Lakhsmi Widowati Lilik Maslukah Lilik Setiyaningsih Linuwih Aluh Prastiti Lukman Anugrah Agung Lukman Lukman Marwenni Siregar, Marwenni Milza Apriliani, Milza Mita Umiliana, Mita Monica Nanda Muchtar muchtar Muhammad Burhan Mukhlisin, Latutik Nailil Muna Nida Qolbi Salma Rochani Noor Alis Setiyadi Nur Aklis Nur Annisa Nuri Nia Yanti, Nuri Nia Nurul Hidayati Ocky Karna Radjasa Panji Yusroni Anwar Prabowo, Anggit Bayu Pramudita Apriliyanti Prayitno, S. Budi Pungki Nanda Pratama Purwanto Purwanto Pusaka, Semerdanta R. Dewi Dharina Nurjannah Rahman, Nuril Endi Rahmawati, Amelia Rahmi Gusti Darma Raynol Simorangkir Rensiga Rintan Bunga Sari Restiana Ariyati Restiana Wisnu Ariyati Rini, Endah Setyo Ristiawan Agung Nugroho Rohita Sari Rosa Amalia Rosalina Safitri Rusydina Qamarul Salikin S. Budi Prayitno Sahala Hutabarat Sarastiti, Siwi Schrama, Johan Sekar Ayu Chairunnisa Seto Windarto Setyo Putro Rahmanto Setyowati, Suryaning Siti Nurjanah Siti Ziyadaturrohmah Siwi Hartanti Slamet B Prayitno Slamet Budi Prayitno slamet budi prayitno Soedibya, Petrus Hary Tjahja Sri Hastuti Sri Hastuti Sri Nurchayati Sri Nuryati Sri Rejeki Subagiyo Subagiyo Subandiyono Subandiyono Subroto Subroto Sulisyaningrum Sulisyaningrum Sumini Sumini, Sumini Suminto , Suminto - Suminto Suminto Suminto Suminto Suminto Suminto Suminto Suminto Suradi Wijaya Saputra Tita Elfitasari Titik Susilowati Tri Mulyadi Trienes, Yoni W. Widiatmoko Wiji Utami, Wiji Wijianto Wijianto Wisnu Widyantoro Wiyadi Yelliana Fatmawati Suwarno Yohanes Kristiawan Artanto