Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI PREMATUR MELALUI PENGATURAN SIKLUS PENCAHAYAAN DAN NESTING Dhona Andhini; Nanan Sekarwana; Siti Yuyun Rahayu Fitri
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 8 No. 1 (2021): Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.V8i1.15738

Abstract

Tujuan: Bayi prematur seringkali mengalami hipotermi karena berbagai sebab, salah satunya adalah luas permukaan yang lebih besar dari massa tubuh akibat berat badan yang rendah. Hipotermia sangat berbahaya karena dapat menyebabkan beberapa komplikasi yang akan menyebabkan bayi prematur dalam kondisi kritis dan akhirnya meninggal. Developmental care adalah suatu intervensi komprehensif yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan bayi prematur, berbagai keterbatasan menyebabkan intervensi pendukung developmental care tidak dapat diterapkan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh intervensi nesting dan pengaturan siklus pencahayaan yang merupakan komponen pendukung developmental care terhadap berat badan bayi prematur dengan usia gestasi antara 32-36 minggu. Metode: Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan desain pre test and post test nonequivalent control group, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan besar sampel 32 bayi prematur yang terdiri dari 16 responden pada kelompok yang mendapatkan pengaturan siklus pencahayaan dan nesting dan 16 responden pada kelompok yang mendapatkan perawatan standar di ruangan. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara rata-rata selisih berat badan bayi prematur pada kelompok yang mendapat perlakuan nesting dan pengaturan siklus pencahayaan dengan kelompok kontrol dengan nilai p value < 0,05 (p value 0,017). Simpulan: Penelitian ini merekomendasikan penggunaan intervensi nesting dan pengaturan siklus pencahayaan dalam penanganan bayi prematur di ruangan.
Scoping Review: Hubungan Frekuensi dan Durasi Penggunaan Popok Sekali Pakai terhadap Kejadian Infeksi Saluran Kemih Pada Bayi dan Anak Vina Rizki Amalia; Nanan Sekarwana; Harvi Puspa W
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.770

Abstract

Abstract. Urinary tract infection (UTI) is a trigger that often causes fever in infants and children. Inappropriate frequency and duration of using disposable diapers can cause UTIs in infants and children. The purpose of this study was to analyze the relationship between the frequency and duration of disposable diaper use with UTI events in infants and children. This research is a scoping review by searching for articles from the PubMed, SpringerLink, EBSCO HOST, Science Direct, Google Scholar, and SAGE databases. Research that met the inclusion criteria obtained 342 journals and those listed in the exclusion criteria were 337 journals. The test results referring to PICOS and the critical review test were obtained as many as 5 articles. This research was conducted in the period April-November 2021. The results of the study and analysis of 5 journals found 2 journals that reported a correlation between the frequency of changing disposable diapers and the incidence of UTI in infants and children. One journal reported an association between the duration of disposable diaper use and the incidence of UTI in children. Another journal reported that there was a significant correlation between the frequency and duration of using disposable diapers on the incidence of UTI in children, whereas another journal reported that there was no correlation between the number of diapers used per day and the incidence of UTI in children. The conclusion of this study is the frequency of replacement <4 times and duration of use >4 hours disposable diapers increases the risk of UTI in infants and children. Abstrak. Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan pemicu yang sering menyebabkan demam pada bayi serta anak. Frekuensi dan durasi pemakaian popok sekali pakai yang tidak tepat dapat berisiko terjadinya ISK pada bayi dan anak. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan frekuensi serta durasi pemakaian popok sekali pakai dengan peristiwa ISK pada bayi serta anak. Penelitian ini ialah scoping review dengan mencari artikel dari database PubMed, SpringerLink, EBSCO HOST, Science Direct, Google Scholar, serta SAGE. Penelitian yang memenuhi kriteria inklusi didapatkan sebanyak 342 jurnal serta yang tercantum dalam kriteria eksklusi sebanyak 337 jurnal. Hasil uji kelayakan yang mengacu kepada PICOS serta uji telaah kritis didapatkan sebanyak 5 artikel. Penelitian ini dilaksanakan pada periode April- November 2021. Hasil telaah serta analisis dari 5 jurnal didapatkan 2 jurnal yang melaporkan ada korelasi bermakna antara frekuensi penggantian popok sekali pakai terhadap peristiwa ISK pada bayi serta anak. Satu jurnal melaporkan ada hubungan antara durasi pemakaian popok sekali pakai terhadap peristiwa ISK pada anak. Satu jurnal yang lain melaporkan bahwa ada korelasi bermakna antara frekuensi serta durasi pemakaian popok sekali pakai terhadap peristiwa ISK pada anak, sebaliknya satu jurnal yang lain melaporkan tidak ada korelasi bermakna antara jumlah popok yang dipakai per hari dengan insiden ISK pada anak. Kesimpulan penelitian ini adalah frekuensi penggantian <4 kali dan durasi penggunaan >4 jam popok sekali pakai meningkatkan risiko terjadinya ISK pada bayi dan anak.
Scoping Review: Hubungan Sirkumsisi dalam Pencegahan Infeksi Saluran Kemih pada Anak Ratu Dobit; Nanan Sekarwana; Purnomo
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.1767

Abstract

Abstract. Urinary Tract Infection is one of the most common infections in childhood and the main cause is Escherichia Coli bacteria. Boys who were not circumcised had a higher risk of UTI than those who were circumcised. The purpose of this study was to analyze the relationship between circumcision and the incidence of UTI in children. This research is a scoping review, by searching for articles from the PubMed, Science Direct, and Google Scholar databases. Articles that meet the inclusion criteria are 3,059 articles and those that are included in the exclusion criteria are 324 articles. The results based on the PICO(s) or Problem/Population Intervention Comparisson Outcome and critical review tests were obtained as many as 4 articles. This study was conducted in the period April-November 2021. The results of the study and analysis of four articles, all of the articles stated that there was a relationship between circumcision and a decrease in the incidence of UTI. Two articles stated that the rate of bacterial colonization was higher in children who were not circumcised. Two other articles stated that circumcision was proven to reduce the incidence of UTI because it reduced colonization of uropathogenic bacteria. The method of data collection is literature study. From this literature review study, it was concluded that circumcision can significantly reduce the risk of UTI incidence in children. Abstrak. Infeksi Saluran Kemih merupakan merupakan salah satu infeksi yang banyak terjadi pada masa anak-anak dan penyebab utamanya adalah bakteri Escherichia Coli. Anak laki-laki yang tidak dilakukan sirkumsisi memiliki risiko ISK lebih tinggi daripada yang disirkumsisi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan sirkumsisi dengan kejadian ISK pada anak. Penelitian ini merupakan scoping review, dengan mencari artikel dari database PubMed, Science Direct, dan Google Scholar. Artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi sebanyak 3,059 artikel dan yang termasuk dalam kriteria ekskulsi sebanyak 324 artikel. Hasil uji kelayakan berdasarkan PICO(s) atau Problem/Population Intervention Comparisson Outcome dan uji telaah kritis didapatkan sebanyak 4 artikel. Penelitian ini dilakukan pada periode April-November 2021. Hasil telaah dan analisis dari empat artikel, keseluruhan artikel menyatakan bahwa terdapat hubungan antara sirkumsisi dan penurunan insiden ISK. Dua artikel menyatakan bahwa angka kolonisasi bakteri lebih tinggi pada anak yang tidak disirkumsisi. Dua artikel lainnya menyatakan bahwa prosedur sirkumsisi terbukti efektif untuk menurunkan angka kejadian ISK karena berkurangnya kolonisasi bakteri uropatogen. Metode pengumpulan data adalah studi pustaka. Dari studi literature review ini, didapatkan kesimpulan bahwa sirkumsisi dapat menurunkan risiko angka kejadian ISK secara signifikan pada anak.
Hubungan Durasi Total Penggunaan Gadget Perhari dengan Kejadian Computer Vision Syndrome pada Mahasiswa Selama Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi COVID-19 Salsabila Berlianisa; Nanan Sekarwana; R. Kince Sakinah
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.1787

Abstract

Abstract. Since the government imposed PSBB during the Covid-19 pandemic, all people have been indirectly required to remain productive in carrying out all their activities, without exception for students who must continue their studies through online lectures. For students, gadgets are media that can support online lectures during the implementation of the PSBB. Gadgets are electronic devices that have practical functions. In addition to producing images and writing, this gadget emits wave radiation such as UV rays and X-rays. Computer Vision Syndrome (CVS) also known as visual fatigue or digital eye strain, is a combination of eye and vision related problems with prolonged use of gadgets. The purpose of this study was to analyze the total duration of gadget use per day with the incidence of computer vision syndrome in FK Unisba students' class of 2018 during distance learning during the COVID-19 pandemic. Collecting data using a questionnaire through a goggle form that has been validated and analyzed using bivariate analysis with the chi-square method. This research was conducted at FK Unisba with the subject being FK Unisba students' class 2018. This type of research is quantitative research with analytical observational methods accompanied by a cross-sectional approach for the period March–September 2021.The result for this research, the total duration of gadget use carried out by FK Unisba students' batch 2018 is >120 minutes per day or 2 hours continuously with a percentage of 100% (sig. o, ooo 0.05). This means that there is a relationship between the total duration of gadget use per day and the incidence of computer vision syndrome. Abstrak. Sejak diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) oleh pemerintah di masa pandemi Covid-19, semua masyarakat secara tidak langsung dituntut agar tetap produktif menjalani segala aktivitasnya tanpa terkecuali bagi mahasiswa yang harus tetap melanjutkan perkuliahannya melalui perkuliahan daring. Gadget merupakan media yang dapat menunjang perkuliahan daring selama diberlakukannya PSBB. Gadget adalah peranti elektronik yang memiliki fungsi praktis. Selain mengeluarkan gambar dan tulisan, gadget juga mengeluarkan radiasi gelombang seperti sinar UV dan sinar X. Computer Vision Syndrome (CVS) atau yang dikenal dengan istilah visual fatigue atau digital eye strain merupakan kombinasi masalah pada mata dan penglihatan yang terkait dengan penggunaan gadget yang berkepanjangan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan durasi total penggunaan gadget perhari dengan kejadian Computer Vision Syndrome pada mahasiswa selama pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini dilakukan di FK Unisba dengan subjek yaitu mahasiswa FK Unisba angkatan 2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik yang disertai dengan pendekatan cross sectional periode Maret – September 2021. Pengambilan data menggunakan kuesioner dalam bentuk goggle form yang telah tervalidasi dan di analisis menggunakan analisis bivariat dengan metode chi-square. Hasil penelitian menunjukan total durasi penggunaan gadget yang dilakukan oleh mahasiswa FK Unisba angkatan 2018 yaitu >120 menit per hari atau 2 jam secara terus menerus dengan persentase 100% (sig. o,ooo < 0,05). Artinya terdapat hubungan antara durasi total penggunaan gadget per hari dengan kejadian computer vision syndrome.
Gambaran Berat Badan Lahir Sebelum dan Selama Pandemi Covid-19 di Puskesmas Situ Kabupaten Sumedang Siti Nurrani Yuniasari; Nanan Sekarwana; Annisa Rahmah Furqaani
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.1996

Abstract

Abstract. Birth weight is heavy baby which weighed in time one first hour after born. Measurement or weighing can be done in the place facility health centers or places where mothers give birth, such as hospitals, health centers, and polindes. During the COVID-19 pandemic, there are several factors that affect birth weight. Coronavirus infection may increase the risk of pneumonia in pregnant women compared to non-pregnant women. The prevalence of infection cases in pregnant women will reach 25% by 2020. The further impact of COVID-19 infection on pregnant women is the emergence of concerns regarding neonatal growth and development. This study aims to determine the comparison of baby's birth weight before and during the COVID-19 pandemic at the Situ Health Center, Sumedang Regency. The population of this study is the medical record of the weight of newborns at the Situ Health Center, Sumedang Regency in 2019-2021, while the sampling technique uses the purposive sampling method and produces a sample of 237. The data used is secondary collected by recording data from medical records of newborns in 2019-2021. The analysis technique uses quantitative analysis. The results showed that the average birth weight before the COVID-19 pandemic was 3080,86 grams with a total sample of 116 and the average birth weight during the COVID-19 pandemic was 2794,38 grams with a sample size of 121. Abstrak. Berat bayi lahir adalah berat bayi yang ditimbang dalam waktu satu jam pertama setelah lahir. Pengukuran atau penimbangan dapat dilakukan di tempat fasilitas kesehatan atau tempat ibu bersalin, seperti rumah sakit, puskesmas, dan polindes. Pada masa pandemi COVID-19 terdapat beberapa faktor yang memengaruhi berat badan lahir. Infeksi coronavirus dapat meningkatkan risiko pneumonia pada wanita hamil dibandingkan dengan wanita yang tidak hamil. Prevalensi kasus infeksi pada wanita hamil mencapai 25% pada tahun 2020. Dampak lanjut dari infeksi covid-19 pada ibu hamil, yaitu munculnya kekhawatiran terkait pertumbuhan dan perkembangan neonatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbandingan berat badan lahir bayi sebelum dan selama pandemi COVID-19 di Puskesmas Situ Kabupaten Sumedang. Populasi dari penelitian ini adalah rekam medis berat badan bayi baru lahir di Puskesmas Situ, Kabupaten Sumedang pada tahun 2019-2021, sedangkan teknik sampling menggunakan metode purposive sampling dan menghasilkan sampel sebanyak 237. Data yang digunakan adalah data sekunder yang dikumpulkan dengan cara mencatat data dari rekam medis bayi yang baru lahir pada tahun 2019-2021. Teknik analisis menggunakan analisis kuantitatif. Hasil penelitiaan menunjukkan rata-rata berat badan lahir sebelum masa pandemi COVID-19 adalah 3080.86 gram dengan jumlah sampel 116 dan rata-rata berat badan lahir selama masa pandemi COVID-19 adalah 2794.38 gram dengan jumlah sampel 121.
Does Spiritual Health Correlate With Breastfeeding Mother’s Self-Efficacy In The Sub-District Area? Insi Farisa Desy Arya; Siti Aisyah; Elsa Pudji Setiawati; Nanan Sekarwana; Dida Akhmad Gurnida
Review of Primary Care Practice and Education (Kajian Praktik dan Pendidikan Layanan Primer) Vol 5, No 2 (2022): July
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/rpcpe.75987

Abstract

Spiritual health is an aspect that can provide motivation and purpose for someone to achieve their goals even in a difficult situation. One of the factors supporting the success of breastfeeding is the mother’s self-efficacy. Self-efficacy gives mothers confidence and strong motivation even in a difficult situation. This study aimed to determine the correlation between spiritual health and breastfeeding self-efficacy. This analytical correlational study used a cross-sectional approach. The study was conducted in October 2019 in Soreang Sub-district, Bandung Regency, one of the rural areas in Bandung Regency. The subjects of the study were chosen by cluster random sampling method and selected 52 subjects from 13 Posyandu in Soreang sub-districts. The primary data were obtained using instruments in the form of questionnaires. The level of the spiritual health of the subjects was obtained using Spiritual Health Inventory questionnaire. The level of breastfeeding self-efficacy of the subjects was obtained using the Breastfeeding Self-Efficacy Scale. Spearman rank correlation analysis indicated there is a correlation between spiritual health with breastfeeding self-efficacy, (p=0.029 r=0.303). According to the studied data, breastfeeding self-efficacy and spiritual health are correlated among breastfeeding mothers in Soreang Sub-district.
Cultural perceptions of child abuse in terms of parents’ perspective: a qualitative study in Bandung-Indonesia Reizkiana Feva Kosmah Dewi; Viramitha Kusnandi Rusmil; Sri Endah Rahayuningsih; Kuswandewi Mutyara; Nita Arisanti; Nanan Sekarwana; Meita Dhamayanti
Journal of Community Empowerment for Health Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcoemph.73142

Abstract

Child abuse (CA) is a serious problem and difficult to detect. According to World Health Organization, CA is responsible for 950,000 deaths of children. Many various cultural norms may affect CA. This research aims to determine the cultural perceptions of child abuse in terms of parents in Indonesia. A qualitative study using focus group discussions (FGDs) was conducted with 31 parents who were selected purposively. The FGDs centered on the CA definition, classification, frequency, level of CA (mild, moderate, and severe), and the difference between violence and discipline. The FGDs were divided into three groups based on level of education completeed: elementary and junior high school, senior high school, and bachelor’s degree. The process of the FGDs was recorded, transcribed, and analyzed using manifest qualitative content analysis. This study was conducted from December 2018 to April 2019 in Pamekaran, Soreang Bandung. Every culture in Indonesia perceived that CA is a form of parents’ emotion that could injure children physically and mentally. Indonesian cultures were not familiar with neglect and exploitation. Participants’ opinions regarding level of violence can be categorized as severe if leaving wounds, and needing to be hospitalized. The parents assumed there was CA if it occurred more than twice and/or leaving marks. The discipline purpose is not to mistreat, but for protecting their children’s life, building characters, and educating the children. In conclusion, a cultural perception of parents about CA is a form of parents’ emotion which leads to injury of children physically and mentally.
Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi pada Anak Usia 2-5 Tahun di Puskesmas Karang Tengah Kabupaten Cianjur Putri Rizkia; Nanan Sekarwana; Ratna Damailia
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6007

Abstract

Abstract. Nutritional status is an essential indicator of children's growth. Intake of macronutrients is one factor that can affect children's nutritional status. Lack of nutrient intake will affect children's nutritional status of children which can hinder growth and development of children. Problems that can arise from these conditions require knowledge of the factors associated with undernutrition and overnutrition, and one example is the factor of nutrient intake. This study aimed to determine the relationship between the intake of macronutrients and nutritional status in children aged 2-5 years at the Karang Tengah Health Center, Cianjur Regency. This study used a cross-sectional analytic observational method. The number of samples taken was 50 people with consecutive sampling. The research instrument was a 24-hour food recall questionnaire. The statistical test used was the Chi-Square with a significant level of ɑ = 0.05. The results showed that of the 50 samples, there were 5 children (10%) with less macronutrient intake, 32 children (64%) with sufficient macronutrient intake, and 13 children (26%) with more macronutrient intake. Most of the children have good nutritional status (70%). The results of the Chi-Square test showed that there was a relationship between the intake of macronutrients and obtained a value of p = 0.027. There is a significant relationship between the intake of macronutrients and nutritional status in children aged 2-5. Abstrak. Status gizi merupakan salah satu indikator yang penting bagi pertumbuhan anak. Asupan zat gizi makro merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi status gizi anak. Ketidakseimbangan asupan zat gizi akan mempengaruhi status gizi anak yang dapat menghambat tumbung kembang anak. Permasalahan yang dapat timbul dari kondisi tersebut memerlukan pengetahuan tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya gizi kurang dan gizi lebih, salah satu contohnya adalah faktor asupan zat gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi makro dengan status gizi pada anak usia 2-5 tahun di puskesmas karang tengah kabupaten cianjur. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik jenis cross-sectional. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 50 orang dengan consecutive sampling Instrumen penelitian ini adalah kuesioner food recall 24 jam. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square dengan tingkat signifikan ɑ = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan dari 50 sampel terdapat 5 anak (10%) dengan asupan zat makro kurang, 32 anak (64%) dengan asupan zat makro cukup dan 13 anak (26%) dengan asupan zat makro lebih. Sebagian besar anak memiliki status gizi baik (70%). Hasil uji Chi-Square menunjukan ada hubungan antara asupan zat gizi makro diperoleh nilai p = 0,027. Ada hubungan yang bermakna antara asupan zat gizi makro dengan status gizi pada anak usia 2-5 tahun.
Sanitasi Lingkungan Berpengaruh terhadap Kejadian Skabies pada Santri Laki-laki di Pondok Pesantren Choirul Huda Ahmad Roisul Umam; Nanan Sekarwana; Mia Yasmina Andarini
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6146

Abstract

Abstract. Scabies is a disease caused by the parasite Sarcoptes scabiei var hominis. Scabies is transmitted through direct or indirect contact, according to the World Health Organization (WHO). Currently, scabies is still a problem in developing countries, with an estimated worldwide prevalence of around 200 million population; according to data from the Ministry of Health (Indonesian Ministry of Health), scabies is a disease of the skin that is often treated in health centers. This study aimed to determine the relationship between environmental sanitation and the incidence of scabies in male students at the Choirul Huda Islamic Boarding School, Rajeg District, Tangerang Regency. This study used a cross-sectional approach, involving 147 respondents who were taken by random sampling to obtain a minimum of 82 samples using a questionnaire at the Choirul Huda Islamic Boarding School from February to November 2022. The analysis using Chi-Square showed a significant relationship between sanitation (p -value=0.019) and the incidence of scabies in male students at the Choirul Huda Islamic Boarding School, Tangerang Regency. This study's results indicate a relationship between sanitation and the incidence of scabies in male students at the Choirul Huda Islamic boarding school, Tangerang Regency.Skabies merupakan sebuah penyakit yang disebabkan karena parasit Sarcoptes scabiei var hominis.Penyakit skabies ini menular melalui kontak langsung maupun tidak langsung, menurut World Health Organization ( WHO) saat ini skabies masih menjadi permasalahan di negara berkembang dengan prevalensi secara mendunia diperkiraan menjangkit kurang lebih 200 juta penduduk, menurut data KEMENKES (Kementrian Kesehatan Indonesia) skabies merupakan sebuah penyakit pada kulit yang kerap di tangani di puskesmas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan terhadap kejadian skabies pada santri laki-laki di Pondok Pesantren Choirul Huda Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan crossectional, dengan mengikutsertakan 147 responden yang diambil dengan metode random sampling untuk mendapatkan 82 sampel minimum menggunakan kuesioner di Pondok Pesantren Choirul Huda pada periode Februari – November 2022. Hasil analisis menggunakan Chi-Square menunjukan bahwa terdapat hubungan bermakna antara sanitasi (p-value=0,019) dengan kejadian skabies pada santri laki-laki di Pondok Pesantren Choirul Huda Kabupaten Tangerang. Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan antara sanitasi dengan kejadian skabies pada santri laki-laki di pondok pesantren Choirul Huda Kabupaten Tangerang.
Status Gizi Pasien Tuberkulosis Paru pada Anak Sebelum dan Sesudah Terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Aufa Salsabila Surahman; Nanan Sekarwana; Harvi Puspa Wardani
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6152

Abstract

Abstract. Nutritional status in pediatric tuberculosis (TB) patients plays an important role in the course of TB disease. After being given appropriate TB therapy, the infection process begins to decrease and there is an increase in the formation of fatty acids and a decrease in the process of lipolysis in the tissues. The purpose of this study was to analyze the differences in the nutritional status of pulmonary tuberculosis patients in children before and after therapy at the Children's Polyclinic at Al-Islam Hospital Bandung in 2019 – 2020. The research subjects were children with pulmonary TB aged 0 – 4 years who had completed therapy and were selected using a purposive sampling technique. This study used an analytic observational method with a cross-sectional design. Data on body weight (BB) and age were obtained from medical records and grouped into three categories of nutritional status. The number of samples in this study was 67 children with pulmonary TB. The results of the study showed that before TB therapy, 26 (39%) people had poor nutritional status, 40 (60%) people had normal nutritional status, and only one (1%) person had a risk of being overweight. After therapy, 13 (19%) people had underweight nutritional status, 50 (75%) normal weight nutritional status, and four (6%) people had a risk of being overweight. The results showed that there were significant differences in the nutritional status of children before and after TB therapy (p 0.001; <0.05). In conclusion, there are significant differences regarding the nutritional status of pulmonary tuberculosis patients in children before and after therapy. Keywords: Pediatric tuberculosis, nutritional status, therapy. Abstrak. Status gizi pada pasien tuberkulosis (TB) anak berperan penting dalam perjalanan penyakit TB. Setelah diberikan terapi TB yang tepat maka proses infeksi mulai berkurang dan terjadi peningkatan pembentukkan asam lemak dan penurunan proses lipolisis di jaringan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan status gizi pasien tuberkulosis paru pada anak sebelum dan sesudah terapi di Poli Anak Rumah Sakit Al – Islam Bandung tahun 2019 – 2020. Subjek penelitian adalah anak penderita TB paru berusia 0 – 4 tahun yang telah menyelesaikan terapi dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Data berat badan (BB) dan usia diperoleh dari rekam medis dan dikelompokkan menjadi tiga kategori status gizi. Jumlah sampel penelitian ini adalah 67 penderita TB paru anak. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebelum dilakukan terapi TB 26 (39%) orang memiliki status gizi BB kurang, 40 (60%) orang berstatus gizi BB normal, dan hanya satu (1%) orang yang memiliki risiko BB lebih. Sesudah dilakukan terapi sebanyak 13 (19%) orang memiliki status gizi BB kurang, sebanyak 50 (75%) berstatus gizi BB normal, dan empat (6%) orang memiliki risiko BB lebih. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada status gizi anak sebelum dan sesudah dilakukan terapi TB (p 0,001; <0,05). Simpulan, terdapat perbedaan yang signifikan terkait status gizi pasien tuberkulosis paru pada anak sebelum dan sesudah terapi. Kata Kunci: Tuberkulosis anak, status gizi, terapi.
Co-Authors Abdul Hadi Martakusumah Achadiyani Ackni Hartati Ade Hafni Aedi Budi Dharma Ag Soemantri Agus Darajat Ahmad Roisul Umam Ahmad Roisul Umam Ahmedz Widiasta Alfiah Rahmawati Amelia Harsanti Angela Rowan Anita Deborah Anwar Anne Dian Rachmawati Annisa Rahmah Furqaani Astuti Dyah Bestari Aufa Salsabila Surahman Aumas Pabuti Azhali M. S. Bachti Alisjahbana Bambang Sumintono Bambang Sumintono Bertram Fong Bethy S Hernowo Budi Firdaus Carmen Norris Catur E Suksesty Danny Hilmanto Dany Hilmanto Deasy Nurisya DEDDY MUCHTADI Dedi Rachmadi Dedi Rachmadi Deni Kurniadi Sunjaya Dessy R. Emril Dewi, Windy Krisanti Kusuma Dhona Andhini Dida A. Gurnida Dida Ahmad Gurnida Dida Akhmad Gurnida Dida Akhmad Gurnida Dida Akhmad Gurnida Dinan S. Bratakoesoemo dini riyantini sari dini riyantini sari, dini riyantini Djatnika Setiabudi Dzulfikar DLH Eddy Fadlyana Elsa Pudji Setiawati Elsa Pudji Setiawati Elsa Pudji Setiawati Elsa Puji Setiawati Endang Susilowati Endang Sutedja Farhati Farhati Farid Husin Farid Husin Firman Fuad Wirakusumah Fitri Nurlina Fitria Fitria Guswan Wiwaha Hadi Susiarno Hadiyati, Ida Harvi Puspa W Harvi Puspa Wardani Heda Melinda Nataprawira Heda Melinda Nataprawira Herman Susanto Herman, Herry Herry Garna Hertanto Wahyu Subagio Husin, Farid Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ida Hadiyati Ida Parwati Ike Rostikawati Husen Imelda, Imelda - Ina Rosalina Ina Rosalina Insi Farisa Desy Arya Intania, Sekky Irman Somantri Ishak Abdulhak Ismy, Jufriady Jambak, Muhammad Khalid Johanes C Mose Jufitriani Ismy Kurniaty Ulfah Kusnandi Rusmil Kuswandewi Mutyara Lailiyya, Nushrotul Lelani Reniarti Lelly Yuniarti Maimun Syukri Meida Erimarisya Meilani Meilani Meilani Meilani, Meilani Meita Damayanti Meita Dhamayanti Meita Dhamayanti Meita Dhamayanti Meita Dhamayanti Meita Dhamayanti Mia Yasmina Andarini Muhammad Heru Muryawan Nely Bonita Nita Arisanti Nita Arisanti Nita Arisanti Nita Arisanti Novina Novina Nur Suryawan Nurhalim Shahib Nurihsan, Achmad Juntika Nurizzatun Nafsi Nurusofa Surti Dewi Nurusofa Surti Dewi, Nurusofa Surti Nushrotul Lailiyya Oyoh Oyoh Paramita Diah Winarni Partini P Trihono Paul McJarrow Ponpon Idjradinata Purnomo Putri Rizkia R. Kince Sakinah Rachmat Soelaeman Ratna Damailia Ratu Dobit Reizkiana Feva Kosmah Dewi Rosalinna Rosalinna Ruswana Anwar Ryadi Fadil Salsabila Berlianisa Sekky Intania Sinta Dwi Juwita Siti Aisyah Siti Nurrani Yuniasari Siti Yuyun Rahayu Fitri Sri Endah Rahayuningsih Sri Endah Rahayuningsih Sri Hastuti Andayani Sylvia Rachmayati Titik Respati Titin Junaidi Uni Gamayani Uni Gamayani, Uni Veratiwi Veratiwi Vidi Permatagalih Viiola Irene Winata Vina Rizki Amalia Viramita K Rusmi Viramitha Kusnandi Rusmil Yani Triyani Yenny Purnama Yopi Wulandhari Yudi Mulyana Hidayat Yuni Susanti Pratiwi Yuni Susanti Pratiwi, Yuni Susanti Yusrawati Yusrawati Zahrotur Rusyda Hinduan