Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

ANALISIS KETERAMPILAN KOLABORASI PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL PBL (PROBLEM BASED LEARNING) BERBASIS KEARIFAN LOKAL Nugraha, Rizki Ameilita; Setiawan, Beni
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v12i2.61622

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengembangan keterampilan kolaborasi peserta didik menggunakan model PBL berbasis kearifan lokal. Sampel yang digunakan yaitu total 61 peserta didik yang terbagi dalam kelas eksperimen 32 anak dan kelas kontrol 29 anak, dengan teknik purposive sampling. Desain dalam penelitian ini yaitu The Static-Group Comparison Design. Penelitian menggunakan instrumen yang meliputi lembar observasi keterampilan kolaborasi, keterlaksanaan pembelajaran, serta angket respon terhadap pembelajaran. Analisis dilakukan terhadap data keterampilan kolaborasi melalui perhitungan persentase dan uji Mann Whitney untuk menguji dugaan sementara. Penelitian yang dilakukan mendapat hasil berupa keterampilan kolaborasi peserta didik menjadi naik dan lebih tinggi kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol.
PENERAPAN MODEL INQUIRY LEARNING BERBASIS KEARIFAN LOKAL ROMOKALISARI TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK Darlian, Karisma Fildzah; Setiawan, Beni
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 12 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v12i3.61921

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterampilan proses sains peserta didik dalam pengajaran sains. Penelitian semacam ini menggunakan quasy experiment dengan menggunakan desain pretest-posttest dan desain Pretest-Posttest Control Group. Peserta didik SMP Negeri 63 Surabaya di kelas VII merupakan populasi dari penelitian ini. Melibatkan dua kelas: VII-A, yang merupakan kelas kontrol, dan VII-B, yang merupakan kelas eksperimen. Hasilnya berupa data kuantitatif berupa nilai keterampilan proses IPA yang ditentukan oleh tes esai. Hasil pengujian statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelas, dengan rata-rata N-gain kelas eksperimen secara signifikan lebih tinggi daripada kelas kontrol. Selain itu, ada peningkatan yang cukup besar dalam kemampuan proses sains di kelas eksperimen, seperti yang terlihat dari hasil pretest dan posttest yang diberikan. Sebaliknya, tidak ada perkembangan yang terlihat dalam keterampilan proses sains dari kelompok kontrol. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses sains siswa dipengaruhi secara signifikan ketika model pembelajaran inkuiri berbasis kearifan lokal diterapkan dalam pengajaran sains.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK Mufidah, Fiainil; Setiawan, Beni
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 12 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v12i3.62029

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis penerapan model Problem Based Learning berbasis kearifan lokal dalam membantu peserta didik di kelas VII SMP meningkatkan keterampilan berpikir kritisnya. Pelaksanaan penelitian yaitu dengan pemberian perlakuan yang berbeda pada dua kelas di suatu sekolah di Kabupaten Kediri. Penggunaan model pembelajaran berbasis masalah memunculkan pertanyaan-pertanyaan terkait kearifan lokal. Tes keterampilan berpikir kritis digunakan dalam mengumpulkan data baik sebelum dan setelah pelajaran pada tiap kelas. Analisis N-Gain melalui pre dan posttest membuktikan bahwa kelas yang mengikuti model Problem Based Learning berbasis kearifan lokal menghasilkan rata-rata kategori N-Gain yang lebih unggul daripada kelas yang diterapkan pembelajaran metode ceramah. Penelitian menunjukkan bahwa kelas yang berbasis kearifan lokal dan berfokus pada masalah mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Melalui penelitian ini dibuktikan bahwa model Problem Based Learning dengan berbasiskan kearifan lokal terbukti efektif mengembangkan berpikir kritis pada submateri Pencemaran Air.
ANALISIS PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK Laily, Shofia Zulfa; Setiawan, Beni
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v12i2.62060

Abstract

Penelitian iniĀ  bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan proses sains peserta didik, keterlaksanaan penerapan model pembelajaran PBL berbasis kearifan lokal, dan respon peserta didik setelah menerapkan model pembelajaran PBL berbasis kearifan lokal. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experiment dengan menggunakan rancangan percobaan The Only Pretest-Posttest Control Group Design. Sasaran penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII A dan VIII B di SMP Negeri 1 Maduran Lamongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis nilai pretest dan posttest kelas VIII B mengalami peningkatan keterampilan proses sains dengan N-gain sebesar 62,1% dengan kriteria cukup efektif dan pada kelas VIII A sebesar 19,7% dengan kriteria tidak efektif. Peserta didik memberikan respon dengan kategori baik terhadap penerapan model pembealajaran PBL berbasis kearifan lokal dengan persentase pada masing-masing aspek yaitu minat peserta didik 79%, KPS peserta didik sebesar 78%, dan kepuasan peserta didik sebesar 77%. Disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik pada materi zat aditif.
ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA TERHADAP PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN LKPD BERBASIS KEARIFAN LOKAL As'adah, Nur Asyiah; Setiawan, Beni
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 12 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v12i3.62066

Abstract

Pendidikan hendaknya mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di era abad ke-21. Salah satu keterampilan abad ke-21 yang perlu dimiliki siswa yaitu keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dengan penerapan model Discovery Learning berbantuan LKPD berbasis kearifan lokal pada materi pencemaran lingkungan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, tes, dan angket respon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, yang ditandai dengan skor N-Gain sebesar 0,64 dengan kriteria sedang. Keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model ini memiliki hasil persentase sebesar 97,3% dengan kategori sangat baik. Respon siswa terhadap pembelajaran menunjukkan hasil yang sangat baik, total persentase sebesar 78,46% dengan kriteria sangat tinggi.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN CORE UNTUK MELATIH KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS Tara, Santa Aktavia; Rismawati, Melinda; Setiawan, Beni; Dores, Olenggius Jiran; Andri, Andri
J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2024): J-PiMat
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika STKIP Persada Khatu;istiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/j-pimat.v6i2.4049

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan keval?dan, kepraktisan, keefektifan, dan respon siswa terhadap Modul Ajar Berbasis Model Pembelajaran CORE. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE dengan instrument penelitian menggunakan lembar validasi, lembar tes, dan angket. Teknik analisis data melalui tahapan validasi ahli, uji kepaktisan, uji keefektifan dan angket respon siswa. Dari hasil penelitian diketahui bahwa tingkat kevalidan modul ajar berbasis model CORE sebesar 0,86 dengan kategori sangat layak, kepraktisan sebesar 83,3% dengan kategori sangat praktis, keefektifan sebesar 88,3 dengan kategori sangat efektif, respon siswa sebesar 87%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa modul ajar berbasis model pembelajaran core pada materi bentuk aljabar dikatakan valid, prakris, efektif, dan menarik untuk melatih kemampuan koneksi matematis siswa.
Hilirisasi Penelitian Rekontruksi Sains Ilmiah Berbasis Pengetahuan Masyarakat Mengenai Budaya Ngeteh Sebagai Kearifan Lokal Bangsa Indonesia Sudarmin; Widiyatmoko, Arif; Setiawan, Beni; Sri Endang Pujiastuti, Rr
Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK) Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 13 Nomor 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRPK.132.08

Abstract

Indonesia has known tea and ngeteh culture since its ancestors and until now this culture has been preserved. Thus "Ngeteh" is the local wisdom of the Indonesian people. The community also has knowledge about the diversity of tea, the benefits of tea for health, how to make tea, and know the taste and aroma of tea. This research aims to downstream the results of the reconstruction of the original knowledge of the community into a culture of tea in the context of ethnoscience as a vehicle for learning chemistry, as well as for the conservation of tea culture as a form of Indonesian local wisdom. This type of research is research with an ethno-scientific approach which includes data collection activities, verification and reduction, conceptualization and validation, as well as scientific reconstruction and explanation. The results of the reconstruction of scientific knowledge are documented as a learning resource for organic chemistry of natural materials and to equip students with the character of local wisdom. Data analysis was carried out in a descriptive qualitative manner regarding the results of the reconstruction of scientific knowledge based on community knowledge regarding the Ngeteh culture. The results of the study were concluded. The results of the analysis of the discussion data can be concluded (1) the process of reconstruction and explanation of the community's knowledge about tea, tea water, tea making, tea culture and its benefits for health has been produced, (2) informants as research subjects stated that tea and tea have been well known by the people of Indonesia and tea has benefits for the body (3) the method of making tea, ngeteh, and the taste of tea water contains scientific concepts related to chemical concepts regarding the process of extraction, oxidation, enzymatic reactions, and (3) in tea, tea water contains secondary metabolites of alkaloids, flavonoids, tannins and saponins which cause bitterness and cure disease
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA PADA MATERI BARISAN DAN DERET ARITMATIKA Luti, Atrina; Setiawan, Beni; Delila Pentaugus, Tetrosa
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 4, Nomor 2, Tahun 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika jenjang Magister, FMIPA, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.445 KB) | DOI: 10.21009/jrpmj.v4i2.25081

Abstract

The background of this research is students' mistakes in mathematical reasoning on arithmetic sequences and series material in class XI IIS Sma Joseph Khatulistiwa. From the results that have been observed by researchers, one of the causes of student errors in working on the description test questions is the lack of students' mathematical reasoning. The purpose of this study was to analyze students' mathematical reasoning in doing math problems, to explain the barriers to students' mathematical reasoning and to overcome the inhibiting factors of students' mathematical reasoning. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. The subjects of this study were 9 students of Joseph Khatulistiwa High School. The instrument used in this study used a description test of 3 questions for high school students in class XI IPS. There are 3 ways to analyze the data, namely by collecting the results of the description test. Collecting data by connecting students' mathematical reasoning test questions. To find out students' errors using arithmetic sequences and series material. The results of this research test will use indicators from mathematical reasoning, namely: (a) draw a conclusion, (b) determine a pattern. From the test results, it was shown that none of the students could answer correctly. By using the Newman error guide indicator, this means that students have not been able to understand a question and have not been able to think logically
Pemberdayaan guru IPA: Integrasi strategi understanding by design untuk meningkatkan kompetensi profesional dalam mendesain rencana pembelajaran Mahdiannur, Muhamad Arif; Martini, Martini; Astriani, Dyah; Setiawan, Beni; Qosyim, Ahmad
ABDIMASY: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): ABDIMASY: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : STAI Auliaurrasyidin Tembilahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46963/ams.v5i2.2329

Abstract

Improving teachers' competence in designing learning is essential for the quality of education. Many teachers struggle to develop effective lesson plans. This program aims to enhance the competence of science teachers in junior high schools in East Java through a hybrid workshop (offline and online) using the Understanding by Design (UbD) approach. The target participants were members of the Science Teachers' Association (MGMP). The program's effectiveness was assessed using a one group pre-posttest design, analyzed with raincloud plots, and the shift in pretest-posttest scores was evaluated using histograms and contingency tables. The results showed that the majority of participants experienced improvement, with 80% shifting to higher performance categories. The workshop successfully assisted teachers in developing lesson plans that align with student characteristics and curriculum goals. The long-term impact of the program is the enhancement of science teachers' pedagogical and pedagogical content knowledge.
MEMBANGUN KOMPETENSI GURU DALAM MEMANFAATKAN BAHAN DAUR ULANG SEBAGAI ALAT PERAGA MATEMATIKA YANG EFEKTIF Rismawati, Melinda; Sopia, Nurapni; Setiawan, Beni; Anggi, Grecia; Mambang, Juil
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 2 (2024): Edisi Nopember
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jppm.v3i2.4068

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan bahan daur ulang sebagai alat peraga dalam pembelajaran matematika, terutama di sekolah-sekolah dengan keterbatasan anggaran. Pelatihan intensif diberikan kepada guru untuk merancang, membuat, dan mengaplikasikan alat peraga berbahan daur ulang yang dapat membantu visualisasi konsep-konsep matematika. Hasil dari pelatihan menunjukkan peningkatan keterampilan guru sebesar 85% dalam penggunaan bahan daur ulang. Penerapan alat peraga di kelas terbukti meningkatkan keterlibatan siswa, dengan 82% siswa lebih antusias dan aktif dalam pembelajaran. Selain itu, efektivitas alat peraga dapat dilihat dari peningkatan nilai tes prestasi siswa dari 65% menjadi 82%. Alat peraga berbahan daur ulang tidak hanya memperkaya pengalaman belajar siswa, tetapi juga memberikan solusi efisien dan ramah lingkungan dalam pembelajaran matematika. Program ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah dengan anggaran terbatas, sekaligus mendukung pelestarian lingkungan melalui pengelolaan bahan daur ulang yang kreatif dan inovatif.Kata Kunci: alat peraga, bahan daur ulang, pembelajaran matematika