Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS MAHASISWA MELALUI BAHAN AJAR BERBASIS KETERAMPILAN METAKOGNISI Setiawan, S.Pd., M.Pd, Beni; Dores, Olenggius Jiran
J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2019): J-PiMat
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika STKIP Persada Khatu;istiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.746 KB) | DOI: 10.31932/j-pimat.v1i2.511

Abstract

Abstrak Kemampuan literasi matematis bolawins adalah kemampuan menerapkan konsep matematika dalam berbagai konteks, melakukan penalaran secara matematis dan menggunakan konsep, prosedur, serta fakta untuk menggambarkan, atau menjelaskan suatu kejadian. Seseorang jika mampu bernalar dan menganalisis melalui pengetahuan dan keterampilan matematikanya dalam penyelesaian masalah matematika maka ia memiliki kemampaun literasi yang baik. Diperlukan bahan ajar yang tepat untuk melibatkan kemampuan literasi seseorang. Bahan ajar yang melibatkan keterampilan metakognisi agar melibatkan kesadaran dalam memikirkan tentang proses berpikir. Tujuan penelitian adalah (1) mendeskripsikan kemampuan literasi; (2) mendeskripsikan bahan ajar yang melibatkat keterampilan metakognisi; (3) mendeskripsikan peningkatan kemampuan literasi matematis mahasiswa melalui bahan ajar berbasis keterampilan metakognisi. Subjek penelitian adalah mahasiswa STKIP Persada Khatulistiwa pada Prodi PGSD semester IV kelas B8 yang berjumlah 26  orang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan observasi. Analisis data dilakukan dengan uji gain dan uji korelasi. Diperoleh kesimpulan bahwa (1) terdapat peningkatan kemampuan literasi matematis mahasiswa setelah diterapkannya pembelajaran dengan bahan ajar berbasis keterampilan metakognisi; (2) diperoleh kontribusi yang sedang antara bahan ajar berbasis keterampilan metakognisi dalam peningkatan kemampuan literasi matematis mahasiswa. Kata Kunci: bahan ajar berbasis keterampilan metakognisi, kemampuan literasi matematis, mahasiswa
META-ANALISIS PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DAN KOMUNIKASI MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PBL Eka, Martha Genna Juliana; Awang, Imanuel Sairo; Setiawan, Beni
J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2020): J-PiMat
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika STKIP Persada Khatu;istiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/j-pimat.v2i2.850

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh motivasi belajar dan komunikasi dalam matematika yang masih rendah, sehingga banyak cara yang dilakukan oleh guru atau peneliti salah satunya dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar dan komunikasi matematika dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Jenis penelitian ini adalah penelitian Meta-analisis, pelaksanaan dilakukan dengan menelusuri dan mengganalisis artikel hasil penelitian sebelumnya dengan kata kunci yang sama. Data penelitian diperoleh dari sumber artikel yang ada pada jurnal. Teknik dan alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan dokumetasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan motivasi belajar dari peningkatan yang terkecil 7,19% sampai yang tertinggi sebesar 19,67% dengan rata-rata 0,35 berada pada kategori sedang dan Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan komunikasi matematika dari peningkatan yang terkecil 1,24% sampai yang tertinggi 31,8% dengan rata-rata peningkatan 0,32 yang berada pada klarisifikasi kategori sedang. Hal ini menunjukan bahwa model Problem Based Learning (PBL) dapat meninggkatkan motivasi belajar dan komunikasi matematika pada jenjang sekolah dasar. 
DECISION OF MA 3180/K / PDT/2019 (LEGAL ANALYSIS OF THE SALE AND PURCHASE OF JOINT PROPERTY PRE-DIVISION BY THE TEMPORARY LAND DEED OFFICER) Febrianty, Yenny; Kumala, Brik; Flora, Henny Saida; Setiawan, Beni
Gorontalo Law Review Vol 7, No 1 (2024): Gorontalo Law Review
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/golrev.v7i1.3363

Abstract

As stated in Article 36 of Law No. 1 of 1974 respecting joint marriage, any spouse may operate on joint property with a permission. Investigating Supreme Court decision number 3180 K/PDT/2019—which deals with the sale and purchase of undivided joint property in the presence of the temporary land deed officer (PPAT)—and its legal implications is the goal of this research. This study uses conceptual, case, and legislative methods, and it is normative in character. Primary and secondary sources of law are consulted. Legal material analysis is an approach that uses a procedure that is prescriptive. In accordance with the results of the investigation, it is illegal for the PPAT to have issued a deed of sale and purchase and for M.Uzer and Deslina to have sold shares without Herlina's knowledge or approval. Given that the property being sold is still jointly owned, the sale and purchase are declared unlawful according to MA RI No. 701K/PDT/1997. As a consequence, the deed of sale and purchase is legally flawed, and the Certificate of Property Rights in Deslina's name is no longer enforceable.
Implementation of Guided Inquiry Learning Model Based on Local Wisdom of Tapai Jringkeng to Improve Students' Critical Thinking Skills Rosyidah, Naila; Setiawan, Beni; Romadhoni, Mohammad
Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jiecr.v7i1.2527

Abstract

Higher-order thinking skills are essential for students in the twenty-first century, with critical thinking being one of the most important. Despite its significance, Indonesian students' critical thinking skills often fall short of international standards. This may be attributed to science education that frequently overlooks socio-cultural environments. By integrating guided inquiry learning models with local wisdom, specifically tapai jringkeng, this study aims to examine the improvement of critical thinking skills in the 9-B class at SMPN 1 Kotaanyar. The research utilized a one-group pretest-posttest design involving 23 students. Data were gathered using an essay-based test consisting of five questions and analyzed with the N-gain formula. The findings revealed an N-gain score of 0.77, categorized as a high level, indicating a significant improvement in students' critical thinking skills. The study suggests that incorporating local wisdom into inquiry-based learning can enhance cognitive engagement and foster a deeper understanding of the context. Additionally, this research contributes to science education by offering a culturally responsive teaching model that fosters critical thinking through the inclusion of local wisdom.
Application of The Ethno-STEM Based Discovery Learning Model to Improve Students Science Literacy Setiawan, Beni; Nabila, Viona Alvinia; Romadhoni, Muhammad
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 13, No 4 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpsi.v13i4.48278

Abstract

Science literacy among students is fundamental to the development of the competencies and qualities needed in the 21st century. Therefore, teachers play an important role in helping students improve these skills through appropriate learning strategies. This study aims to describe students' science literacy integrated with Ethno-STEM, where the ethnoscience introduced is Sidoarjo's signature shrimp paste, using a pre-experimental design in a one-group pretest-posttest design. The research sample consisted of 31 ninth-grade students from class IX-B at one of Sidoarjo's public junior high schools. The instruments used were pretest and posttest sheets. Data collection techniques were conducted through tests, while data analysis techniques involved paired t-tests and N-Gain analysis. The t-test results showed a significant difference in the average science literacy scores before and after the implementation of the Etno-STEM-based Discovery Learning model. Additionally, the N-Gain analysis yielded a value of 0.8, which falls into the high category. Based on these findings, it can be concluded that the implementation of the discovery learning model based on Etno-STEM in science education on biotechnology is effective in improving students' science literacy
Pemanfaatan Teknologi Ai Dalam Mendukung Penulisan Artikel Ilmiah Bagi Guru Ipa Purnomo, Aris Rudi; Hariyono, Eko; Budiyanto, Mohammad; Setiawan, Beni
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL ABDI : Media Pengabdian Kepada masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abdi.v11i2.37469

Abstract

Implementation of the Independent Curriculum requires teachers to innovate and develop themselves through various independent teacher training and programs. The results can be shared by teachers through various platforms such as the Merdeka Mengajar Platform (PMM). However, various jobs in this era of rapid technological development are required to be completed quickly, teachers even must do multitasking work in order to carry out their professional duties optimally. As a result, teachers experience obstacles in producing scientific writing. This article has benefits 1) as a means of exchanging information and 2) as a tool to help document academic work. Through this activity, partners hope to increase their ability to produce good scientific writing so that they can contribute to knowledge for other teachers. Apart from that, scientific writing can also be used as an additional prerequisite for career advancement. This PKM activity provides solutions related to priority problems for partners. This PKM will train science teachers to write writing with design ideas assisted by artificial intelligence applications. The data sources used are data that can be obtained by teachers during class lessons or when teachers carry out assessments. From the implementation of PKM that has been carried out, science teachers have high enthusiasm when interacting with AI Chatbot-based applications such as ChatGPT, Copilot, Perplexity, and Connectedpapers. Teachers can draft scientific writing with the aim of exploring and describing their scientific writing ideas in written form. Participants gave positive responses regarding the implementation of PKM in Blitar City, namely 85% gave very good responses and the remaining 15% gave good responses.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI PENDEKATAN TaRL PADA PELAJARAN IPA KELAS VII SMPN 1 JOMBANG Zusdiana, Ina; Setiawan, Beni; Astriya, Ervina Vidia
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i1.5715

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pelajaran IPA materi ekologi dan keanekaragaman hayati melalui pendekatan TaRL. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dengan 31 peserta didik sebagai subjek penilitian. Deskriptif kuantitatif dengan indikator keberhasilan 75% peserta didik yang tuntas secara klasikal merupakan teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik pada pelajaran IPA materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati dengan menggunakan pendekatan TaRL dalam proses pembelajarannya. Peningkatan antara pra-siklus dan siklus I sebesar 29,1%, sedangkan peningkatan antara siklus I dan siklus II  sebesar 25,8%. Peningkatan hasil belajar antara pra-siklus ke siklus II sebesar 54,9%, dengan presentase ketuntasan klasikal peserta didik pada siklus II sebesar 77,4% yang dapat dikategorikan tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendekatan TaRL pada pelajaran IPA materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.
PENGEMBANGAN MEDIA BELAJAR SMARTCARD UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMPN 1 JOMBANG PADA MATERI UNSUR DAN SENYAWA Arifah, Ilmi; Setiawan, Beni; Hakim, Sulaiman
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i1.5714

Abstract

Berdasarkan observasi yang telah dilakukan dalam peneilian ini, siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Jombang kemampuan kognitifnya sangat baik. Namun, keaktifan belajarnya sangat kurang, sehingga berdampak pada prestasi bernalar kritisnya. Oleh sebab itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk menumbuhkan kemampuan bernalar kritis siswa supaya dapat aktif dalam pembelajaran maka dikembangkan media pembelajaran berupa smartcard tersebut. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah langkah model ADDIE yakni analisis, perencanaan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilaksanakan dengan menggunakan survei ahli media dan survei guru. Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan, ditunjukkan bahwa tingkat validitas materi dan media sudah sangat valid, dengan persentase kevalidan diperoleh sebesar 97,2%. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan media smartcard ini sangat cocok untuk diterapkan dalam pembelajaran. Media smartcard ini dapat digunakan dalam mata pelajaran IPA khususnya materi unsur senyawa, karena telah mencapai validitas dan dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa dengan hasil persentase peningkatan yang diperoleh adalah sebesar 80,2% yang masuk pada kriteria sangat tinggi.
PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MURID PADA MATERI GERAK BENDA KELAS VIII SMP DI BANGKALAN BERDASARKAN INDIKATOR ENNIS Abdullah, Muhammad Hafizh; Setiawan, Beni
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47320

Abstract

This study aims to map the profile of students’ critical thinking skills on the topic of motion at the junior high school level using a descriptive and empirical approach. The background of this research is based on the importance of critical thinking skills in science learning, as well as the gap between curriculum demands and actual classroom conditions. The study employs a quantitative descriptive design with a survey approach. The research subjects consist of 31 eighth-grade students who have studied the topic of motion. The instrument used is a multiple-choice test designed to measure five indicators of critical thinking, namely elementary clarification, basic support, inference, advanced clarification, and strategies and tactics. Data are analyzed using descriptive statistics, including mean, median, mode, standard deviation, as well as minimum and maximum values. The results of the study indicate that the average students’ critical thinking score is 65.4, which falls into the moderate category. Indicator-based analysis shows that the highest achievement is in the basic support indicator (71.0), followed by inference and advanced clarification (68.8), elementary clarification (63.4), and the lowest in strategies and tactics (54.8). These findings suggest that students are relatively capable of using information and drawing conclusions, but still have weaknesses in designing problem-solving strategies. Gender-based analysis shows no significant difference in the overall scores, although there are slight variations across certain indicators.
Pidana Mati Bersyarat: Pergeseran Filosofi Pemidanaan Dari Retributif Ke Rehabilitatif Dalam KUHP Nasional Aditia, Fanita; Setiawan, Beni; Kusuma Sumantri, Aditya; Ambron Ritonga, Wildan
PAMPAS: Journal of Criminal Law Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Faculty of Law, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/pampas.v7i1.52904

Abstract

Law Number 1 of 2023 concerning the Criminal Code introduced the concept of conditional death penalty as a radical innovation in the Indonesian penal system. This study aims to analyze the normative construction of conditional death penalty as a manifestation of the shift in the paradigm of punishment from a retributive to a rehabilitative orientation. The research method used is normative legal research with a legislative, conceptual, and philosophical approach. Primary legal materials include the National Criminal Code and related laws and regulations, while secondary legal materials include doctrine, punishment theory, and relevant scientific literature. This study reveals that conditional death penalty is the result of a dialectical synthesis between the retributive and rehabilitative paradigms that produces a fundamental philosophical paradox. The main findings of the study indicate: First, the construction of conditional death penalty creates an ambiguous ontological status for convicts—"living in the shadow of death" during a ten-year probationary period, which is contrary to the principle of human dignity. Second, there is an epistemological contradiction in the parameters of "commendable attitudes and actions" as the basis for criminal conversion, considering that moral transformation is not something that can be verified objectively and scientifically. Third, efforts to transform the "death row phenomenon" from a torturous waiting period into a hopeful probationary period actually creates prolonged uncertainty that violates the principle of legal certainty. Fourth, this retributive-rehabilitative synthesis fails to achieve systemic coherence because it is impossible to rehabilitate someone back into society while the threat of execution remains. This study concludes that the conditional death penalty, rather than being a progressive solution, actually creates juridical-philosophical complexity that questions the ability of the national criminal justice system to realize dignified justice and true legal certainty. ABSTRAK Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mengintroduksi konsep pidana mati bersyarat sebagai inovasi radikal dalam sistem pemidanaan Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi normatif pidana mati bersyarat sebagai manifestasi pergeseran paradigma pemidanaan dari orientasi retributif menuju rehabilitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan filosofis. Bahan hukum primer meliputi KUHP Nasional dan peraturan perundang-undangan terkait, sedangkan bahan hukum sekunder mencakup doktrin, teori pemidanaan, dan literatur ilmiah relevan. penelitian ini mengungkap bahwa pidana mati bersyarat merupakan hasil sintesis dialektis antara paradigma retributif dan rehabilitatif yang menghasilkan paradoks filosofis fundamental. Temuan utama penelitian menunjukkan: Pertama, konstruksi pidana mati bersyarat menciptakan status ontologis terpidana yang ambigu—"hidup dalam bayang-bayang kematian" selama masa percobaan sepuluh tahun, yang bertentangan dengan prinsip martabat manusia. Kedua, terdapat kontradiksi epistemologis dalam parameter "sikap dan perbuatan terpuji" sebagai basis konversi pidana, mengingat transformasi moral bukanlah sesuatu yang dapat diverifikasi secara objektif-ilmiah. Ketiga, upaya mentransformasi "death row phenomenon" dari masa tunggu yang menyiksa menjadi masa percobaan penuh harapan justru menciptakan ketidakpastian berkepanjangan yang melanggar asas kepastian hukum. Keempat, sintesis retributif-rehabilitatif ini gagal mencapai koherensi sistemik karena mustahil merehabilitasi seseorang untuk kembali ke masyarakat sementara ancaman eksekusi tetap menggantung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pidana mati bersyarat, alih-alih menjadi solusi progresif, justru menghasilkan kompleksitas yuridis-filosofis yang mempertanyakan kemampuan sistem pemidanaan nasional dalam mewujudkan keadilan bermartabat dan kepastian hukum yang hakiki.