Claim Missing Document
Check
Articles

Determination of Total Flavonoid of Ethanol Extract of Pegagan Leaves (Centella asiatica (L.) Urb) Using Maceration and Soxhletation Methods Wahyudi, Muhammad; Manik, Umi Chairani; Ridwanto, Ridwanto; Daulay, Anny Sartika; Rahmadani, Rahmadani
Indonesian Journal of Science and Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Science and Pharmacy
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/ijsp.v2i1.63

Abstract

A study was conducted to determine the total flavonoid content of ethanol extract of pegagan leaves (Centella asiatica (L.) Urb) using maceration and soxhletation methods. The study began with the preparation of pegagan leaf simplicia and its characterization, preparation of ethanol extract by maceration and soxhletation, phytochemical screening and determination of total flavonoid content of ethanol extract of pegagan leaves using visible spectrophotometry method. The results of phytochemical screening of ethanol extract of pegagan leaves indicated the presence of alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, steroid/triterpenoid and glycoside compounds. The results of determining the total flavonoid content in ethanol solvent extract by maceration were 31.6416±0.1534 mgQE/g and ethanol solvent extract by soxhletation were 20.832±0.0514 mgQE/g. Extraction of pegagan leaves by maceration method was more effective than soxhletation method.
PENETAPAN KADAR β-KAROTEN PADA BUAH RIMBANG (Solanum torvum Sw.) SEGAR DAN HASIL PEREBUSAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE Tuzzahra, Safira; Daulay, Anny Sartika; Ridwanto; Dikki Miswanda
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.3317

Abstract

Rimbang (Solanum torvum Sw.) potensi tumbuh subur pada iklim sub tropis dan tropis tersebar seluruh wilayah Indonesia. Tanaman rimbang ini juga biasa dikonsumsi oleh sebagian masyarakat dalam masakan kuliner seperti botok, tumis, balado, aneka sambal seperti sambal teri, sambal tomat, dan lainya. Buah dari tanaman rimbang ini dapat dikonsumsi mentah. Rimbang telah dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan merupakan sumber sayuran sehari-hari. Rimbang telah dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat terutama karena digunakan sebagai obat mata. Didalam tubuh, β-karoten diubah menjadi vitamin A yang keduanya dapat bertindak sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas. Dimana senyawa antioksidan ini mampu menetralisir zat – zat radikal bebas didalam tubuh yang merupakan sumber pemicu berbagai penyakit terutama penyakit degeneratif seperti penyakit jantung dan kanker. Vitamin A sangat mudah teroksidasi oleh udara dan rusak jika dipanaskan pada suhu yang tinggi. Akan tetapi studi mengenai proses pemasakan terhadap kandungan vitamin A masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kadar β – Karoten yang terkandung dalam ekstrak buah rimbang segar dan hasil perebusan. Tahapan penelitian ini meliputi pengolahan sampel, pemeriksaan analisis kualitatif dengan Kromatografi Lapis Tipis dan penetapan kadar β – Karoten pada buah rimbang segar dan hasil berbagai pengolahan menggunakan metode spektrofotometri visible. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah rimbang segar dan hasil berbagai pengolahan mengandung senyawa β – Karoten. Penentuan kadar β – Karoten dengan menentukan panjang gelombang maksimum β – Karoten dan perhitungan kadar β – Karoten menggunakan spektrofotometri visible. Hasil penentuan kadar β – Karoten ekstrak buah rimbang segar 1,3690 ± 0,0052 mg/g, dengan pengolahan rebus 1,0917 ± 0,0036 mg/g maka yang paling besar menghasilkan kadar β – Karoten terdapat pada ekstrak buah rimbang (Solanum torvum Sw.) yang segar.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI JAMUR Saccharomyces cerevisiae DARI AIR NIRA AREN DAERAH TANJUNG MORAWA nasution, Alfina Tri Utami; Daulay, Anny Sartika; Ridwanto
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.3318

Abstract

Air nira merupakan cairan manis yang mengucur dari tandan aren, masyarakat dapat mengkonsumsi air nira dalam jangka waktu yang relatif singkat dikarenakan adanya jamur Saccharomyces cerevisia yang dikenal dapat memfermentasi glukosa menjadi etanol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi jamur Saccharomyces cerevisiae yang terdapat pada nira aren. Metode yang dipakai adalah eskperimental dengan tahapan: isolasi dan identifikasi jamur Saccharomyces cerevisie. Isolasi jamur dari nira aren dengan medium potato dextrose agar (PDA). Identifikasi dilakukan dengan pengamatan morfologi dengan mikroskop pada perbesaran 100×. Dari hasil penelitian diperoleh isolat murni jamur Saccharomyces cerevisiae yang secara morfologi memiliki kesamaan dengan genus Saccharomyces. Secara mikroskopik didapat kan hasil hasil yang sesuai bentuk sel bulat telur, tipe reproduksi vegetatif secara clusters of cells.
PENETAPAN KADAR GARAM PADA IKAN TERI MEDAN DENGAN VARIASI METODE DAN SUHU PERENDAMAN Nasution, Nur Sahadah; Daulay, Anny Sartika; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Nasution, Haris Munandar
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.4148

Abstract

Pendahuluan: Ikan teri Medan adalah jenis teri berwarna putih berukuran kecil yang sangat populer di Indonesia, dan dibuat dengan cara penggaraman dan pengeringan, yang menghasilkan produk teri kering. Garam dalam ikan teri Medan dapat menjadi pertimbangan bagi konsumen. Tujuan: Tujuan penelitian adalah menentukan kadar garam ikan teri Medan harga termahal dan termurah berdasarkan suhu perendaman serta perbandingan metode penetapan kandungan garam NaCl. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Argentometri yaitu metode Kohman dan metode Volhard. Titrasi metode Kohman ditandai terbentuknya endapan merah bata, titik akhir titrasi ditandai dengan terbentuknya endapan merah bata AgCrO4. Sedangkan metode Volhard merupakan titrasi tidak langsung dengan indikator FeCl3 dan terbentuk warna salmon (merah). Suhu perendaman air panas adalah 90-92 ºC dan air dingin pada T= 29 ºC. Hasil: Hasil kadar garam pada ikan teri Medan harga termahal metode Kohman pada perendaman air panas (T= 90-920C) dan air dingin (T=290C) masing-masing adalah 0,9472<µ<0,1073 mg/g dan 1,01099<µ<1,2892 mg/g, pada ikan teri termurah 0,0798<µ<0,1026 mg/g dan 0,4925<µ<0,6235 mg/g. Dengan metode Volhard pada ikan teri termahal maing-masing adalah 5,0043<µ<5,0658 mg/g dan 5,0281<µ<5,0319 mg/g pada ikan teri termurah 5,05267 <x<5,06071mg/g dan 5,0465<µ<5,0630 mg/g. Kata kunci: kadar garam NaCl, metode Kohman, metode Volhard
ANALISIS KADAR VITAMIN C HASIL PERASAN BUAH NANAS DAN KERIPIK NANAS DARI BEBERAPA DAERAH SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Mardhatillah, Wulan; Pulungan, Ainil Fithri; Ridwanto; Daulay, Anny Sartika
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.4166

Abstract

Buah nanas merupakan salah satu buah yang digemari dan dikonsumsi oleh masyarakat. Salah satu kandungan yang terdapat pada buah nanas adalah vitamin C. Vitamin C dapat berperan sebagai antioksidan dan efektif dalam menanggulangi radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh. Akan tetapi, kandungan vitamin C dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti lingkungan tempat tumbuh dan proses pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, kadar vitamin C pada buah nanas dan keripik nanas. Tahapan penelitian ini meliputi pengolahan sampel, skrining fitokimia, pemeriksaan analisis kualitatif, penentuan kadar vitamin C. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu kadar vitamin C sari nanas A sebesar 25.85000 ± 0.28250, sari nanas B sebesar 33.7500 ± 0.28250, sari nanas C sebesar 21.52500 ± 0.10076, sari nanas D sebesar 21.45000 ± 0.08899, keripik nanas A sebesar 15.11666 ± 0.11785, keripik nanas B sebesar 20.08333 ± 0.12382, keripik nanas C sebesar 12.0000 ± 0 dan keripik nanas D sebesar 11.93333 ± 0.12382.
KARAKTERISTIK DAN KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER TUMBUHAN ENDEMIK KAYU RARU (Cotylelobium lanceolatum Craib) Daulay, Anny Sartika; Ridwanto; Ihsan Fadhilah; Nasution, Haris Munandar
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.4236

Abstract

Tanaman raru (Cotylelobium lanceolatum Craib) berasal dari familia Dipterocarpaceae. Kulit kayu raru diyakini oleh masyarakat daerah Sumatera Utara sebagai bahan yang memiliki kandungan senyawa yang berkhasiat sebagai antidiabetes yang dapat menurunkan kadar gula didalam darah. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan karakteristik dan kandungan metabolit sekunder ekstrak etanol dan methanol kulit kayu Raru (Cotylelobium lanceolatum Craib) sebagai langkah awal dalam penentuan senyawa kimia bahan alam yang berkhasiat obat anti diabetes. Dalam penelitian ini dilakukan karakterisasi makroskopik. Kemudian dilakukan ekstraksi pada sampel simplisia dengan metode maserasi. Variasi pelarut yang digunakan adalah etanol 96%, 70%, 50% dan metanol 95%, 70%, dan 50%. Karakterisasi terhadap organoleptis dilakukan pada kulit kayu raru segar dan simplisia. Pengujian metabolit sekunder dilakukan pada hasil ekstrak etanol dan metanol. Karakteristik organoleptis kulit kayu raru (Cotylelobium lanceolatum Craib) segar adalah : Bentuk Kulit silinder, tekstur keras dan tebal berkisar 3 mm; Berwana Coklat kehitaman; berbau khas kayu pada umumnya; Rasa: sangat pahit. Sedangkan simplisia kulit kayu raru yaitu berbentuk serbuk halus; Berwarna coklat kemerahan; berbau khas; Rasa sangat pahit. Hasil Skrining Fitokimia Simplisia dan ekstrak kulit kayu raru dilakukan untuk menentukan metabolit sekunder. Pada Serbuk simplisia dengan pelarut metanol dan Ekstrak metanol keduanya mempunyai kandungan metabolit sekunder yang sama yaitu: (+) Alkaloid, (+) Flavonoid, (+) Saponin, (+) Tanin, (+) Steroid/triterpenoid dan (-) glikosida. Sedangkan Ekstrak Etanol kulit kayu raru yaitu (-) Alkaloid, (+) Flavonoid, (+) Saponin, (+) Tanin, (+) Steroid/triterpenoid dan (-) glikosida. Ekstrak kulit kayu raru dengan pelarut methanol mengandung metabolit sekunder yang lengkap termasuk alkaloid tetapi tanpa glikosida.
Formulasi dan Uji SPF Sunscreen Powder dari Nanopartikel Ekstrak Kulit Jeruk Bali (Citrus maxima (Burm) Merr.): Formulation and SPF Testing of Sunscreen Powder from Nanoparticle Extract of Pomelo Peel (Citrus maxima (Burm) Merr.) Azri, Atika; Ridwanto, Ridwanto; Daulay, Anny SArtika; Dalimunthe, Gabena Indriyani
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.9256

Abstract

Radiasi ultraviolet (UV) merupakan salah satu ancaman utama bagi kesehatan kulit yang berkontribusi pada terjadinya penuaan dini, kerusakan DNA, dan peningkatan risiko kanker kulit. Senyawa antioksidan, seperti flavonoid yang banyak ditemukan pada tumbuhan, memiliki kemampuan untuk menetralkan radikal bebas yang dihasilkan akibat paparan sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan potensi ekstrak kulit jeruk bali, yang kaya akan flavonoid, sebagai tabir surya alami. Untuk meningkatkan stabilitas dan homogenitas formulasi, ekstrak kulit jeruk bali dimodifikasi menjadi nanopartikel, yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitasnya dalam sediaan tabir surya bubuk. Formulasi sediaan dilakukan dalam empat konsentrasi, yaitu formulasi blanko, F1 (5%), F2 (10%), dan F3 (15%). Evaluasi mutu fisik sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, derajat halus, daya lekat, derajat keasaman (pH), hedonik/kesukaan, dan Sun Protection Factor (SPF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji mutu fisik sediaan tabir surya bubuk berbasis ekstrak nanopartikel kulit jeruk bali memenuhi kriteria yang ditetapkan. Ekstrak nanopartikel yang dihasilkan memiliki ukuran 205,2 nm, indeks polidispersitas 0,359, dan zeta potensial -16,0 mV. Nilai SPF dari formulasi tabir surya bubuk berturut-turut adalah 1,617 (minimal), 7,946 (ekstra), 16,554 (ultra), dan 19,072 (ultra), menunjukkan efektivitas perlindungan yang signifikan terhadap sinar UV. Penelitian ini memberikan pengetahuan baru mengenai potensi penggunaan ekstrak tumbuhan sebagai alternatif dalam pengembangan produk tabir surya alami.
Formulasi Sabun Transparan Sari Wortel (Daucus carota L.) Sebagai Pelembab Kulit Miranza, Nona; Yuniarti, Rafita; Lubis , Minda Sari; Daulay, Anny Sartika
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 2 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i2.834

Abstract

Transparent soap is a type of soap that appears clear and attractive, with a finer foam. Carrots are one of the plants that contain compounds that can naturally moisturize the skin. The chemical compounds in carrots that can be used as skin moisturizers are present in high amounts. The aim of this study is to formulate transparent soap using carrot Juice as a skin moisturizer. The transparent soap formulation was made using carrot Juice at concentrations of 4%, 6%, and 8%. The evaluation of the transparent soap formulation included organoleptic testing, moisture content testing, foam height testing, pH testing, irritation testing, and hedonic testing. The results showed that the 8% concentration had the highest moisture content, at 14.45%. The highest foam height measurement was also observed at the 8% concentration, with an average of 8.3. The highest pH level was recorded at 8% concentration, with a value of 9.34. Skin analyzer testing indicated that the highest skin moisture level was achieved at 8% concentration, reaching 48%. The transparent carrot Juice soap met the standards set by the Indonesian National Standard (SNI) in terms of organoleptic properties, moisture content, foam height, pH, skin analyzer results, irritation testing, and hedonic testing. The conclusion of this study is that carrot Juice can be formulated into transparent soap that meets SNI requirements.
Penetapan Kadar Rhodamin B Pada Bumbu Tabur Dengan Metode KLT Dan KCKT Munthe, Ariska; Daulay, Anny Sartika; Ridwanto, Ridwanto; Pulungan , Ainil Fithri
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 2 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i2.845

Abstract

Rhodamine B is a colouring substance in the form of green or reddish-purple crystals, which are odourless and in the form of a bright red solution (fluorescent). Rhodamin B is a colouring substance that can only be used in the textile, paint, paper, or clothing industries, so it cannot be added to food. Rhodamine B is often used as a coloring agent in paper and textiles. This substance is the most dangerous; if consumed, it can cause problems with liver function and liver cancer. The stages of this research include a sample solution, making Rhodamin B standard stock solution, and making a mobile phase. Examination of qualitative analysis using thin layer chromatography and determination of Rhodamine B levels in seasoning performance liquid chromatography method. The results of the research showed that in the qualitative examination, there were two samples containing Rhodamin B. Rhodamin B levels were determined by determining the retention time and calculating Rhodamin B levels using the high-performance liquid chromatography method. The result of deciding Rhodamine B levels in the two samples containing Rhodamin B was sample A; 2,8915 mcg/g  ,sampel B ; 19,6702 mcg/g  Mcg/g. Then, the highest levels of Rhodamin B are found in sample B.
Analisis Kadar Protein Pada Beberapa Jenis Susu Tinggi Protein Dengan Metode Kjeldahl dan Spektrofotometri Visible Syahfitri , Adelya; Daulay, Anny Sartika; Ridwanto, Ridwanto; Yuniarti , Rafita
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 2 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i2.865

Abstract

Introduction: Protein is an essential nutrient that serves as an energy source and plays a crucial role in tissue formation. Protein deficiency can lead to various health disorders, ranging from hair loss to serious conditions such as death. High-protein milk serves as an ideal protein source as it contains essential amino acids and complete nutrients, though its consumption should be adjusted to individual needs to avoid side effects. Research Objectives: This study aims to: (1) analyze protein content in high-protein milk (Whey, Casein, and Gainer) using the Kjeldahl and Visible Spectrophotometry methods, and (2) verify the consistency between analysis results and protein content claims on product packaging. Research Methods: Analysis was conducted using two methods: the Kjeldahl method as a high-precision standard method and Visible Spectrophotometry using Biuret reagent which is more sensitive. Each sample was analyzed with six repetitions to ensure data accuracy. Samples were selected purposively based on best-selling products. Results: The results showed the highest protein content in Whey (525.87 mg/g with Kjeldahl; 873.75 mg/g with Spectrophotometry), followed by Casein (316.87 mg/g; 720.83 mg/g), and the lowest in Gainer (227.5 mg/g; 570.5 mg/g). This consistent pattern indicates conformity with packaging claims, although there were value differences between the two methods. Conclusion: The findings emphasize the importance of verifying protein content in supplement products to ensure nutritional information accuracy for consumers. The differences between the two analysis methods are presumably due to their different analytical principles. This study contributes to developing accurate protein analysis methods for high-protein milk products.  
Co-Authors Afrizani, Afrizani Akbar, Windi Hari Ali Djamhuri Alviana, Liya Anugrah, Bayu Asep Trizaldi Asparyzha, Rhyzha Azri, Atika Cici Andriani D. Elysa Putri Mambang Daeng Elysa Putri Mambang Daeng Elysa Putri Mambang Dahnia Ayu Fitria Dalimunnthe, Gabena Indrayani Dalimunthe, Gabena Indriyani Dikki Miswanda Dina Agustia Parlin Dina Suciati Saragih Dinda Sari Utami Eli Handayani Elma Natasya Fadillah, Nike Falah Rambe, Raudhotul Fathur Rahman Fathur Rahman Fatur Rahman fatur Rahman, fatur Fithri Pulungan, Ainil Fitri Mulyani, Fitri FRANSISKA, EVA Gabena Indrayani Dalimunthe H., Fathur Rahman Habibie, Dian Hafizha, Putri Harahap, Siti Salimah Haris Munandar Nasution Haris Munandar Nst Hasanah, Qori Hasrul Abdi Hasibuan Hastri Kholifah Helni Maulida Hindri Syahputri Ihsan Fadhilah Imelda Natasia Br S Meliala Indah Triutami Harahap Irfan Ahmad Dasuki Nasution Lastri Afni Leni Handayani Leni Handayani Lubis, Minda Sari Lulu Ilma Khoirun Nissa M Rayhan Ulmi M. Naufal Rifqi M. Pandapotan Nasution M. Pandapotan Nasution Makhfirah Manik, Umi Chairani Mardhatillah, Wulan Maya Syafira Mayang Sari Ritonga Melati Yulia Kusumastuti Merani Phaustina Lumban Gaol Miranza, Nona Muhammad Amin Nasution Muhammad Hizbullah Muhammad Wahyudi Munthe, Ariska Nabilla, Alfira nasution, Alfina Tri Utami Nasution, Kartika Zsaskia Nasution, Nur Sahadah Nia Novranda Pertiwi Nomi Noviani Nomi Noviani Nur Ainun Nur Hanifah Nur'ain Harahap Nurul Salsa Abya Ritonga Nurul Shaleha Pasaribu, Mesi Wilia Afrima Pasaribu, Mesi Willia Afrima Pulungan, Ainil Fitri Putri Intan Sari Putri Theresia Harianja Rahayu Rahayu Rahmadani Rahmadani Rahmah, Ruhiya Rahmi Ayusasmita Gultom Retno Sekarini Rezky , Deswita Ina Ridwanto Ridwanto Ridwanto Rika Yuliana, Rika Risma Fauziah Pasaribu Rizki, Rahmad Rosaldi, Hikmah Rossa, Aliffa Safrida Safrida Sagita Marina Simatupang Sandika, M Teguh Sarmadansyah Sarmadansyah Sasnita, Merida Sekarini, Retno Selfiani Selfiani Shakila Salwa Shilvia, Fatin Siagian , Anggi Yani Sinaga, Novita Yulianti Siti Rahmasari Sri Murni Sri Wahyuni Supiyani Supiyani Supiyani, Supiyani Syahfitri , Adelya Syahputra, Ricky Andi Syalsabila Putri Syarifah Nadia Tamara Army Tuzzahra, Safira Ulmi, M Rayhan Winda Kesuma Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yulia Nanda Putri Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulmai Rani