Claim Missing Document
Check
Articles

PENETAPAN KADAR KLORIN PADA BEBERAPA MERK PEMBALUT WANITA YANG ADA DI PASARAN DENGAN METODE IODOMETRI Daulay, Anny Sartika; Lubis, Minda Sari; Sandika, M Teguh
Jurnal Farmanesia Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v4i2.2706

Abstract

Sanitary napkin is a device product used by women during menstruation, sanitary napkins function to absorb blood from the vagina so that the blood that comes out does not interfere. Currently, there are many problems that arise in sanitary napkins, due to the presence of chlorine additives which function as an ingredient in the initial bleaching process of sanitary napkins. The purpose of this study was to identify the color reaction test, and to determine the chlorine content by iodometry method in sanitary napkins on the market. This research is an experimental study using a sample of sanitary napkins on the market. Sampling by random sampling (random). Determination of chlorine in sanitary napkins by testing qualitatively with a color reaction and quantitatively using the iodometric method.Based on the results of the study, it was found that of the 5 (five) samples used, 3 (three) positive samples contained chlorine, namely samples A, B and sample C. The chlorine content obtained in sample A was 0.0035%, sample B was 0.0014 % and sample C is 0.0027%. According to YLKI, the normal threshold for the use of chlorine in sanitary napkins is 5-55 ppm, so the samples tested still meet the stipulated conditions.
PENETAPAN KADAR MINERAL KALSIUM DAN MAGNESIUM PADA LABU SIAM (Sechium edule (Jacq.) Swartz) MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Daulay, Anny Sartika; Ridwanto, Ridwanto; Rizki, Rahmad
Jurnal Farmanesia Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v7i1.2762

Abstract

Siamese pumpkin (Sechium edule (Jacq.) Swartz) is a plant originating from the cucurbitaceae tribe. This plant is a vegetable that grows in the subtropics that is used as food and at the same time used in medicine. Chayote contains secondary metabolites, minerals, and vitamins. The minerals contained in chayote include potassium, calcium, magnesium, sodium, phosphorus, zinc, iron and manganese. The purpose of this study was to determine the mineral content of potassium, calcium, and magnesium from old and young chayote and to determine the difference in mineral content of young and old chayote. The sample was taken by purposive sampling from Jalan Garu 2, Harjosari II Village, Medan Amplas District, North Sumatra. The sample consisted of old chayote and young chayote. Samples were treated with a wet digestion process. The assay was carried out using atomic absorption spectrophotometry with an air-acetylene flame. Quantitative analysis of potassium, calcium and magnesium was carried out at wavelengths of 766.5 nm, 422.7 nm and 285.2 nm, respectively. The results showed that the mineral levels of potassium, calcium, and magnesium in old chayote were (11.5926 -+ 2.2124) mg/100g, (31.1145 -+ 1.8648) mg/100g, (4.0623 -+ 2.6156) mg/100g. The mineral levels of potassium, calcium and magnesium in young chayote were (16.2461 -+ 2.2547) mg/100g, (16.5038 -+ 1.9765) mg/100g, (5.7721 -+ 0.1935), respectively. mg. There is a difference between the mineral content found in old chayote and young chayote with potassium and magnesium levels in old chayote being lower than young chayote and calcium levels in old chayote being higher than young chayote.
ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI BAKTERI ASAM LAKTAT PADA MINUMAN CLASSIC ENZYME BERBAGAI MACAM BUAH TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Harahap, Siti Salimah; Ridwanto, Ridwanto; Daulay, Anny Sartika; Rahayu, Yayuk Putri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.32917

Abstract

Classic Enzyme adalah cairan yang dihasilkan dari buah-buahan melalui proses fermentasi dengan waktu panen 1 tahun. Bakteri Asam Laktat dapat di isolasi dari minuman Classic Enzyme. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mendapatkan daya hambat antibakteri dari isolat BAL yang terdapat pada minuman classic enzyme. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan uji organoleptik, pengukuran pH dan % kadar asam laktat. Isolat yang telah diisolasi dikarakterisasi secara makroskopis (warna, bentuk, ukuran koloni) dan mikroskopis (pewarnaan Gram dan pewarnaan endospora). Uji biokimia (uji katalase dan tipe fermentasi). Uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri patogen dengan metode difusi cakram. Hasil Penelitian organoleptik classic enzyme memiliki aroma khas fermentasi, rasa asam, warna kuning muda keruh dan tekstur cair dengan pH 4,70 dan kadar asam laktat rata-rata 1,0717%. Dari isolasi 6 isolat yaitu BAL 1, BAL 2, BAL 3, BAL 4, BAL 5 dan BAL 6. Karakteristik makroskopis semua BAL berwarna putih susu, BAL 1, BAL 2, BAL 3 dan BAL 6 berbentuk batang sedangkan BAL 4 dan BAL 5 berbentuk bulat. Ukuran koloni berkisar 2,0-2,3 mm. pH sampel 4,70. Karakteristik mikroskopis semua isolat mempunyai pewarnaan gram positif dan endospora negatif. Karakteristik uji biokimia semua isolat katalase negatif dan tipe fermentasi homofermentatif. Semua isolat BAL dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter zona hambat berkisar 8,8 mm hingga 10,6 mm. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa isolat yang diisolasi dari Classic enzyme adalah Bakteri Asam laktat yang memiliki aktivitas antibakteri yang berpotensi sebagai sumber probiotik.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN ASETON DAUN ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL.) Fadillah, Nike; Pertiwi, Nia Novranda; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Daulay, Anny Sartika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.32249

Abstract

Senyawa fenolik berfungsi sebagai antioksidan yang dapat menghambat reaksi radikal bebas. Daun alpukat (Persea americana Mill.) memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan antibakteri karena mengandung senyawa fenolik, daun alpukat merupakan tanaman obat yang berpotensi sebagai bahan obat tradisional yang memiliki aktivitas seperti analgesik dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik total serta uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan aseton dari daun alpukat terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat eksperimental. Pada penelitian ini, langkah awal yang dilakukan adalah uji karakterisasi terhadap serbuk simplisia daun alpukat dan dimaserasi dengan etanol 96% dan aseton. Maserat yang diperoleh ditetapkan kadar fenolik total menggunakan spektrofotometri visible pada panjang gelombang 744 nm. Penentuan kadar fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu dengan standar asam galat. Kadar fenolik total dinyatakan dalam mg equivalent asam galat (GAE) per gram simplisia. Kemudian ekstrak etanol dan aseton di uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan menggunakan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol 96% daun alpukat memiliki kadar fenolik total sebesar 6,948 ± 0,054 mg GAE/g. Hasil kadar rata-rata fenolik total ekstrak aseton sebesar 2,123 ± 0,011 mg GAE/g. Hasil uji aktivitas antibakteri diperoleh zona hambat yang terbentuk terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan sampel ekstrak etanol konsentrasi 100% lebih besar dibandingkan dengan ekstrak aseton, dimana zona hambat yang terbentuk sebesar 27,78 mm dengan kategori sangat kuat. Sedangkan pada bakteri Escherichia coli sampel ekstrak etanol dengan konsentrasi 100%  yaitu 19,87 mm kategori kuat.
PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KUPU-KUPU (BAUHINIA PURPUREA L.) Nasution, Muhammad Amin; Asparyzha, Rhyzha; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Daulay, Anny Sartika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.32256

Abstract

Senyawa fenolik diketahui memiliki efek biologis seperti antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Daun kupu-kupu (Bauhinia purpurea L.) diketahui mengandung fenolik, dimana senyawa golongan fenolik juga diketahui sangat berperan terhadap aktivitas antioksidan, karena semakin besar kandungan senyawa golongan fenoliknya maka semakin besar aktivitas antioksidannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolik total serta uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol dari daun kupu-kupu terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Pada penelitian ini dilakukan uji karakterisasi terhadap serbuk simplisia dan daun kupu-kupu dimaserasi dengan etanol 96%. Selanjutnya ekstrak etanol ditetapkan kadar fenolik total menggunakan Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 744 nm. Penentuan kadar fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu  dengan standar asam galat. Kadar fenolik total dinyatakan dalam mg equivalent asam galat (GAE)/g simplisia. Kemudian dilakukan uji aktivitas antibakter terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan menggunakan metode difusi agar.  Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh kadar fenolik total ekstrak etanol daun kupu-kupu sebesar 209,56 ± 0,5398 mg GAE/g. Data hasil uji antibakteri dianalisa statistika menggunakan uji One Way Anova menunjukkan adanya pengaruh perlakuan terhadap pertumbuhan bakteri uji dilihat dari nilai P<0,005. Hasil Penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun kupu-kupu mempunyai aktivitas antibakteri paling tinggi pada konsentrasi 100% terhadap Staphylococcus aureus dengan diameter zona hambat kategori kuat yaitu 19,12 mm sedangkan pada Escherichia coli termasuk kategori kuat dengan diameter zona hambat yaitu 13,57 mm.
Determination of secondary metabolite content of phenolic group from liquid smoke of coconut shell and husk (Cocos nucifera L.) using visible spectrophotometry Nabilla, Alfira; Daulay, Anny Sartika
Science Midwifery Vol 12 No 5 (2024): December: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

So far, waste in Indonesia has been increasing. One of the types of waste commonly found in the community is coconut shell and husk waste. However, these wastes contain compounds with potential benefits for health systems. One of the beneficial compounds for health is phenolics and flavonoids. This study aims to determine the total phenolic and flavonoid content in liquid smoke from coconut shells and husks of grades 3, 2, and 1. The stages of this research include raw material processing, pyrolysis, distillation, phytochemical screening, and determination of the liquid smoke content from coconut shells and husks of grades 1, 2, and 3 using visible spectrophotometry. The results showed that the liquid smoke from coconut shells and husks contained flavonoids, tannins, saponins, triterpenoids/steroids, and glycosides. The determination of flavonoid and total phenolic content was carried out by determining the maximum wavelength of quercetin and gallic acid and calculating the total flavonoid and phenolic content using UV-Vis spectrophotometry. The results of determining the total flavonoid content in liquid smoke from coconut shells and husks of grades 1, 2, and 3 were 0.0720±0.828; 0.08975±0; 0.3002±0.00166 mgQE/mL and 0.04393±0; 0.05336±0; 0.52776±0 mgQE/mL. The results of determining the total phenolic content in liquid smoke from coconut shells and husks of grades 1, 2, and 3 were 13.425±0.0447; 14.3583±5.1691; 19.4416±0.1084 mgGAE/mL and 17.016±0.0423; 18.40±0; 18.9083±0.0423 mgGAE/mL. The highest phenolic and flavonoid content was found in the grade 3 liquid smoke, while the lowest content was found in the grade 1 liquid smoke.
Determination of Total Flavonoid of Ethanol Extract of Pegagan Leaves (Centella asiatica (L.) Urb) Using Maceration and Soxhletation Methods Wahyudi, Muhammad; Manik, Umi Chairani; Ridwanto, Ridwanto; Daulay, Anny Sartika; Rahmadani, Rahmadani
Indonesian Journal of Science and Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Science and Pharmacy
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/ijsp.v2i1.63

Abstract

A study was conducted to determine the total flavonoid content of ethanol extract of pegagan leaves (Centella asiatica (L.) Urb) using maceration and soxhletation methods. The study began with the preparation of pegagan leaf simplicia and its characterization, preparation of ethanol extract by maceration and soxhletation, phytochemical screening and determination of total flavonoid content of ethanol extract of pegagan leaves using visible spectrophotometry method. The results of phytochemical screening of ethanol extract of pegagan leaves indicated the presence of alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, steroid/triterpenoid and glycoside compounds. The results of determining the total flavonoid content in ethanol solvent extract by maceration were 31.6416±0.1534 mgQE/g and ethanol solvent extract by soxhletation were 20.832±0.0514 mgQE/g. Extraction of pegagan leaves by maceration method was more effective than soxhletation method.
PENETAPAN KADAR β-KAROTEN PADA BUAH RIMBANG (Solanum torvum Sw.) SEGAR DAN HASIL PEREBUSAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE Tuzzahra, Safira; Daulay, Anny Sartika; Ridwanto; Dikki Miswanda
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.3317

Abstract

Rimbang (Solanum torvum Sw.) potensi tumbuh subur pada iklim sub tropis dan tropis tersebar seluruh wilayah Indonesia. Tanaman rimbang ini juga biasa dikonsumsi oleh sebagian masyarakat dalam masakan kuliner seperti botok, tumis, balado, aneka sambal seperti sambal teri, sambal tomat, dan lainya. Buah dari tanaman rimbang ini dapat dikonsumsi mentah. Rimbang telah dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan merupakan sumber sayuran sehari-hari. Rimbang telah dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat terutama karena digunakan sebagai obat mata. Didalam tubuh, β-karoten diubah menjadi vitamin A yang keduanya dapat bertindak sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas. Dimana senyawa antioksidan ini mampu menetralisir zat – zat radikal bebas didalam tubuh yang merupakan sumber pemicu berbagai penyakit terutama penyakit degeneratif seperti penyakit jantung dan kanker. Vitamin A sangat mudah teroksidasi oleh udara dan rusak jika dipanaskan pada suhu yang tinggi. Akan tetapi studi mengenai proses pemasakan terhadap kandungan vitamin A masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kadar β – Karoten yang terkandung dalam ekstrak buah rimbang segar dan hasil perebusan. Tahapan penelitian ini meliputi pengolahan sampel, pemeriksaan analisis kualitatif dengan Kromatografi Lapis Tipis dan penetapan kadar β – Karoten pada buah rimbang segar dan hasil berbagai pengolahan menggunakan metode spektrofotometri visible. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah rimbang segar dan hasil berbagai pengolahan mengandung senyawa β – Karoten. Penentuan kadar β – Karoten dengan menentukan panjang gelombang maksimum β – Karoten dan perhitungan kadar β – Karoten menggunakan spektrofotometri visible. Hasil penentuan kadar β – Karoten ekstrak buah rimbang segar 1,3690 ± 0,0052 mg/g, dengan pengolahan rebus 1,0917 ± 0,0036 mg/g maka yang paling besar menghasilkan kadar β – Karoten terdapat pada ekstrak buah rimbang (Solanum torvum Sw.) yang segar.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI JAMUR Saccharomyces cerevisiae DARI AIR NIRA AREN DAERAH TANJUNG MORAWA nasution, Alfina Tri Utami; Daulay, Anny Sartika; Ridwanto
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.3318

Abstract

Air nira merupakan cairan manis yang mengucur dari tandan aren, masyarakat dapat mengkonsumsi air nira dalam jangka waktu yang relatif singkat dikarenakan adanya jamur Saccharomyces cerevisia yang dikenal dapat memfermentasi glukosa menjadi etanol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi jamur Saccharomyces cerevisiae yang terdapat pada nira aren. Metode yang dipakai adalah eskperimental dengan tahapan: isolasi dan identifikasi jamur Saccharomyces cerevisie. Isolasi jamur dari nira aren dengan medium potato dextrose agar (PDA). Identifikasi dilakukan dengan pengamatan morfologi dengan mikroskop pada perbesaran 100×. Dari hasil penelitian diperoleh isolat murni jamur Saccharomyces cerevisiae yang secara morfologi memiliki kesamaan dengan genus Saccharomyces. Secara mikroskopik didapat kan hasil hasil yang sesuai bentuk sel bulat telur, tipe reproduksi vegetatif secara clusters of cells.
PENETAPAN KADAR GARAM PADA IKAN TERI MEDAN DENGAN VARIASI METODE DAN SUHU PERENDAMAN Nasution, Nur Sahadah; Daulay, Anny Sartika; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Nasution, Haris Munandar
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.4148

Abstract

Pendahuluan: Ikan teri Medan adalah jenis teri berwarna putih berukuran kecil yang sangat populer di Indonesia, dan dibuat dengan cara penggaraman dan pengeringan, yang menghasilkan produk teri kering. Garam dalam ikan teri Medan dapat menjadi pertimbangan bagi konsumen. Tujuan: Tujuan penelitian adalah menentukan kadar garam ikan teri Medan harga termahal dan termurah berdasarkan suhu perendaman serta perbandingan metode penetapan kandungan garam NaCl. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Argentometri yaitu metode Kohman dan metode Volhard. Titrasi metode Kohman ditandai terbentuknya endapan merah bata, titik akhir titrasi ditandai dengan terbentuknya endapan merah bata AgCrO4. Sedangkan metode Volhard merupakan titrasi tidak langsung dengan indikator FeCl3 dan terbentuk warna salmon (merah). Suhu perendaman air panas adalah 90-92 ºC dan air dingin pada T= 29 ºC. Hasil: Hasil kadar garam pada ikan teri Medan harga termahal metode Kohman pada perendaman air panas (T= 90-920C) dan air dingin (T=290C) masing-masing adalah 0,9472<µ<0,1073 mg/g dan 1,01099<µ<1,2892 mg/g, pada ikan teri termurah 0,0798<µ<0,1026 mg/g dan 0,4925<µ<0,6235 mg/g. Dengan metode Volhard pada ikan teri termahal maing-masing adalah 5,0043<µ<5,0658 mg/g dan 5,0281<µ<5,0319 mg/g pada ikan teri termurah 5,05267 <x<5,06071mg/g dan 5,0465<µ<5,0630 mg/g. Kata kunci: kadar garam NaCl, metode Kohman, metode Volhard
Co-Authors Afrizani, Afrizani Akbar, Windi Hari Ali Djamhuri Alviana, Liya Anugrah, Bayu Asparyzha, Rhyzha Azri, Atika Cici Andriani Daeng Elysa Putri Mambang Dalimunnthe, Gabena Indrayani Dalimunthe, Gabena Indriyani Dikki Miswanda Dina Agustia Parlin Dina Suciati Saragih Dinda Alvionita Lubis Dinda Sari Utami Dwi Shahputri Fadillah, Nike Falah Rambe, Raudhotul Fathur Rahman Fatur Rahman fatur Rahman, fatur Fithri Pulungan, Ainil Fitri Mulyani, Fitri FRANSISKA, EVA Gabena Indrayani Dalimunthe H., Fathur Rahman Hafizha, Putri Harahap, Siti Salimah Haris Munandar Nasution Hasanah, Qori Hasrul Abdi Hasibuan Hindri Syahputri Ihsan Fadhilah Kusumastuti, Melati Yulia Leni Handayani Lubis, Minda Sari M. Naufal Rifqi M. Pandapotan Nasution Makhfirah Manik, Umi Chairani Mardhatillah, Wulan Maulida, Helni Maya Syafira Mayang Sari Ritonga Merani Phaustina Lumban Gaol Miranza, Nona Muhammad Amin Nasution Muhammad Hizbullah Muhammad Wahyudi Munthe, Ariska Nabilla, Alfira Nadia, Syarifah Najhatus Syukriyyah Khaidir Nasution , Muhammad Amin nasution, Alfina Tri Utami Nasution, Kartika Zsaskia Nasution, Nur Sahadah Nia Novranda Pertiwi Nst, Haris Munandar Nur Ainun Nur Hanifah Nur'ain Harahap Nurul Salsa Abya Ritonga Pasaribu, Fatin Fairuz Pasaribu, Mesi Wilia Afrima Pasaribu, Mesi Willia Afrima Pulungan, Ainil Fitri Putri Intan Sari Putri Theresia Harianja Rahayu Rahayu Rahmadani Rahmadani Rahmah, Ruhiya Rahmasari, Siti Rahmi Ayusasmita Gultom Retno Sekarini Reza Widya Lubis Rezky , Deswita Ina Ridwanto Ridwanto , Ridwanto Ridwanto Ridwanto Ridwanto Ridwanto Rika Yuliana, Rika Risma Fauziah Pasaribu Rizki, Rahmad Rosaldi, Hikmah Rossa, Aliffa Sagita Marina Simatupang Sandika, M Teguh Sasnita, Merida Sekarini, Retno Shilvia, Fatin Siagian , Anggi Yani Sinaga, Novita Yulianti Sri Handayani Sri Murni Supiyani, Supiyani Syahfitri , Adelya Syahputra, Ricky Andi Syalsabila Putri Tuzzahra, Safira Ulmi, M Rayhan Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulmai Rani Zulmairani