Claim Missing Document
Check
Articles

PENETAPAN KADAR β-KAROTEN PADA BUAH RIMBANG (Solanum torvum Sw.) SEGAR DAN HASIL PEREBUSAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE Tuzzahra, Safira; Daulay, Anny Sartika; Ridwanto; Dikki Miswanda
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.3317

Abstract

Rimbang (Solanum torvum Sw.) potensi tumbuh subur pada iklim sub tropis dan tropis tersebar seluruh wilayah Indonesia. Tanaman rimbang ini juga biasa dikonsumsi oleh sebagian masyarakat dalam masakan kuliner seperti botok, tumis, balado, aneka sambal seperti sambal teri, sambal tomat, dan lainya. Buah dari tanaman rimbang ini dapat dikonsumsi mentah. Rimbang telah dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan merupakan sumber sayuran sehari-hari. Rimbang telah dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat terutama karena digunakan sebagai obat mata. Didalam tubuh, β-karoten diubah menjadi vitamin A yang keduanya dapat bertindak sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas. Dimana senyawa antioksidan ini mampu menetralisir zat – zat radikal bebas didalam tubuh yang merupakan sumber pemicu berbagai penyakit terutama penyakit degeneratif seperti penyakit jantung dan kanker. Vitamin A sangat mudah teroksidasi oleh udara dan rusak jika dipanaskan pada suhu yang tinggi. Akan tetapi studi mengenai proses pemasakan terhadap kandungan vitamin A masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kadar β – Karoten yang terkandung dalam ekstrak buah rimbang segar dan hasil perebusan. Tahapan penelitian ini meliputi pengolahan sampel, pemeriksaan analisis kualitatif dengan Kromatografi Lapis Tipis dan penetapan kadar β – Karoten pada buah rimbang segar dan hasil berbagai pengolahan menggunakan metode spektrofotometri visible. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah rimbang segar dan hasil berbagai pengolahan mengandung senyawa β – Karoten. Penentuan kadar β – Karoten dengan menentukan panjang gelombang maksimum β – Karoten dan perhitungan kadar β – Karoten menggunakan spektrofotometri visible. Hasil penentuan kadar β – Karoten ekstrak buah rimbang segar 1,3690 ± 0,0052 mg/g, dengan pengolahan rebus 1,0917 ± 0,0036 mg/g maka yang paling besar menghasilkan kadar β – Karoten terdapat pada ekstrak buah rimbang (Solanum torvum Sw.) yang segar.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI JAMUR Saccharomyces cerevisiae DARI AIR NIRA AREN DAERAH TANJUNG MORAWA nasution, Alfina Tri Utami; Daulay, Anny Sartika; Ridwanto
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.3318

Abstract

Air nira merupakan cairan manis yang mengucur dari tandan aren, masyarakat dapat mengkonsumsi air nira dalam jangka waktu yang relatif singkat dikarenakan adanya jamur Saccharomyces cerevisia yang dikenal dapat memfermentasi glukosa menjadi etanol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi jamur Saccharomyces cerevisiae yang terdapat pada nira aren. Metode yang dipakai adalah eskperimental dengan tahapan: isolasi dan identifikasi jamur Saccharomyces cerevisie. Isolasi jamur dari nira aren dengan medium potato dextrose agar (PDA). Identifikasi dilakukan dengan pengamatan morfologi dengan mikroskop pada perbesaran 100×. Dari hasil penelitian diperoleh isolat murni jamur Saccharomyces cerevisiae yang secara morfologi memiliki kesamaan dengan genus Saccharomyces. Secara mikroskopik didapat kan hasil hasil yang sesuai bentuk sel bulat telur, tipe reproduksi vegetatif secara clusters of cells.
PENETAPAN KADAR GARAM PADA IKAN TERI MEDAN DENGAN VARIASI METODE DAN SUHU PERENDAMAN Nasution, Nur Sahadah; Daulay, Anny Sartika; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Nasution, Haris Munandar
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.4148

Abstract

Pendahuluan: Ikan teri Medan adalah jenis teri berwarna putih berukuran kecil yang sangat populer di Indonesia, dan dibuat dengan cara penggaraman dan pengeringan, yang menghasilkan produk teri kering. Garam dalam ikan teri Medan dapat menjadi pertimbangan bagi konsumen. Tujuan: Tujuan penelitian adalah menentukan kadar garam ikan teri Medan harga termahal dan termurah berdasarkan suhu perendaman serta perbandingan metode penetapan kandungan garam NaCl. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Argentometri yaitu metode Kohman dan metode Volhard. Titrasi metode Kohman ditandai terbentuknya endapan merah bata, titik akhir titrasi ditandai dengan terbentuknya endapan merah bata AgCrO4. Sedangkan metode Volhard merupakan titrasi tidak langsung dengan indikator FeCl3 dan terbentuk warna salmon (merah). Suhu perendaman air panas adalah 90-92 ºC dan air dingin pada T= 29 ºC. Hasil: Hasil kadar garam pada ikan teri Medan harga termahal metode Kohman pada perendaman air panas (T= 90-920C) dan air dingin (T=290C) masing-masing adalah 0,9472<µ<0,1073 mg/g dan 1,01099<µ<1,2892 mg/g, pada ikan teri termurah 0,0798<µ<0,1026 mg/g dan 0,4925<µ<0,6235 mg/g. Dengan metode Volhard pada ikan teri termahal maing-masing adalah 5,0043<µ<5,0658 mg/g dan 5,0281<µ<5,0319 mg/g pada ikan teri termurah 5,05267 <x<5,06071mg/g dan 5,0465<µ<5,0630 mg/g. Kata kunci: kadar garam NaCl, metode Kohman, metode Volhard
ANALISIS KADAR VITAMIN C HASIL PERASAN BUAH NANAS DAN KERIPIK NANAS DARI BEBERAPA DAERAH SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Mardhatillah, Wulan; Pulungan, Ainil Fithri; Ridwanto; Daulay, Anny Sartika
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.4166

Abstract

Buah nanas merupakan salah satu buah yang digemari dan dikonsumsi oleh masyarakat. Salah satu kandungan yang terdapat pada buah nanas adalah vitamin C. Vitamin C dapat berperan sebagai antioksidan dan efektif dalam menanggulangi radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh. Akan tetapi, kandungan vitamin C dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti lingkungan tempat tumbuh dan proses pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, kadar vitamin C pada buah nanas dan keripik nanas. Tahapan penelitian ini meliputi pengolahan sampel, skrining fitokimia, pemeriksaan analisis kualitatif, penentuan kadar vitamin C. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu kadar vitamin C sari nanas A sebesar 25.85000 ± 0.28250, sari nanas B sebesar 33.7500 ± 0.28250, sari nanas C sebesar 21.52500 ± 0.10076, sari nanas D sebesar 21.45000 ± 0.08899, keripik nanas A sebesar 15.11666 ± 0.11785, keripik nanas B sebesar 20.08333 ± 0.12382, keripik nanas C sebesar 12.0000 ± 0 dan keripik nanas D sebesar 11.93333 ± 0.12382.
KARAKTERISTIK DAN KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER TUMBUHAN ENDEMIK KAYU RARU (Cotylelobium lanceolatum Craib) Daulay, Anny Sartika; Ridwanto; Ihsan Fadhilah; Nasution, Haris Munandar
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.4236

Abstract

Tanaman raru (Cotylelobium lanceolatum Craib) berasal dari familia Dipterocarpaceae. Kulit kayu raru diyakini oleh masyarakat daerah Sumatera Utara sebagai bahan yang memiliki kandungan senyawa yang berkhasiat sebagai antidiabetes yang dapat menurunkan kadar gula didalam darah. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan karakteristik dan kandungan metabolit sekunder ekstrak etanol dan methanol kulit kayu Raru (Cotylelobium lanceolatum Craib) sebagai langkah awal dalam penentuan senyawa kimia bahan alam yang berkhasiat obat anti diabetes. Dalam penelitian ini dilakukan karakterisasi makroskopik. Kemudian dilakukan ekstraksi pada sampel simplisia dengan metode maserasi. Variasi pelarut yang digunakan adalah etanol 96%, 70%, 50% dan metanol 95%, 70%, dan 50%. Karakterisasi terhadap organoleptis dilakukan pada kulit kayu raru segar dan simplisia. Pengujian metabolit sekunder dilakukan pada hasil ekstrak etanol dan metanol. Karakteristik organoleptis kulit kayu raru (Cotylelobium lanceolatum Craib) segar adalah : Bentuk Kulit silinder, tekstur keras dan tebal berkisar 3 mm; Berwana Coklat kehitaman; berbau khas kayu pada umumnya; Rasa: sangat pahit. Sedangkan simplisia kulit kayu raru yaitu berbentuk serbuk halus; Berwarna coklat kemerahan; berbau khas; Rasa sangat pahit. Hasil Skrining Fitokimia Simplisia dan ekstrak kulit kayu raru dilakukan untuk menentukan metabolit sekunder. Pada Serbuk simplisia dengan pelarut metanol dan Ekstrak metanol keduanya mempunyai kandungan metabolit sekunder yang sama yaitu: (+) Alkaloid, (+) Flavonoid, (+) Saponin, (+) Tanin, (+) Steroid/triterpenoid dan (-) glikosida. Sedangkan Ekstrak Etanol kulit kayu raru yaitu (-) Alkaloid, (+) Flavonoid, (+) Saponin, (+) Tanin, (+) Steroid/triterpenoid dan (-) glikosida. Ekstrak kulit kayu raru dengan pelarut methanol mengandung metabolit sekunder yang lengkap termasuk alkaloid tetapi tanpa glikosida.
PENENTUAN NILAI SPF (Sun Protection Factor) SEDIAAN LOTION EKSTRAK ETANOL KULIT ALPUKAT (Persea americana Mill.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV Sri Murni; Rafita Yuniarti; Minda Sari Lubis; Anny Sartika Daulay
Jurnal Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Februari
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tabir surya merupakan sediaan kosmetika yang digunakan untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari, sehingga mencegah terjadinya gangguan kulit karena terpapar sinar matahari. Tujuan untuk mengetahui mutu simplisia, metabolit sekunder, ekstrak etanol kulit alpukat, karektristis sedian lotion serta aktifitas tabir suraya ekstrak kulit alpukat dan lotion ekstrak etanol kuliat alpukat melalu pemantaun mutu nilai SPF. Metode yang digunakan pada penelitian ini metode eksperimental. Pada ekstrak etanol kulit alpukat dan lotion ekstrak etanol ditentukan nilai SPF dengan spektrofotometri UV. Yang diukur pada panjang gelombang 290-390nm dengan interval 5 nm evaluasi mutu fisik dilakukan terhadap uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar dan daya lekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simplisia kulit alpukat memiliki kadar air 4,7%kadar sari larut dalam air 25,5% kadar sari larut dalam etanol 22,6 % kadar abu total 3,55%, kadar abu tidak larut asam 0,5 % secara keseluruhan memenuhi standar MMI, dengan kandungan senyawa kimia berupa golongan flavonoid, saponin, dan triterpenoid. Uji SPF sediaan lotion ekstrak etanol kulit alpukat dibuat pada konsentrasi 0,3%; 0,36%; 0,48% dengan hasil berturut-turut 9,974; 9,934; 18,8. Organoleptis sediaan lotion secara keseluruhan memiliki bentuk kental dengan warna kecoklatan serta aroma mawar, pH homogen 6, viskositas lotion 1000ppm: 7740Cp; 3000ppm: 2310Cp; 4000ppm: 5890Cp; 5000ppm: 8770 daya sebar lotion dari konsentrasi 3000ppm: 4cm; 4000ppm: 6cm; 5000ppm: 7cm, daya lekat lotion dari konsentrasi 3000ppm: 4,12 dtk; 4000pm: 4,39 dtk; 5000ppm: 4,48 dtk.
Determination of Total Flavonoid Levels of Bajakah Wood Extract (Spatholobus Littoralis Hassk) on Various Ethanol Concentrations and Antibacterial Activity Test of Staphylococcus Aureus Rahmasari, Siti; Ridwanto, Ridwanto; daulay, Anny sartika; Nst, Haris Munandar
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 3 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i3.50927

Abstract

The bajakah plant is one of the biological plants used in traditional medicine. Bajakah is also a medicinal herbal plant that can be used in all its parts. This plant can be found in the depths of Kalimantan Province, but it has not spread to other regions. There has been no effort to cultivate bajakah because of the lack of understanding of the local population about the use of this plant. This research includes the stages of processing plant materials, making ethanol extracts, characterization examinations, phytochemical screening, and determining total flavonoid levels of ethanol extract of Bajakah wood using the visible spectrophotometry method and antibacterial activity. Bajakah wood extract was made by maceration method using ethanol concentrations of 96%, 70%, and 50%, and the extract obtained was concentrated with a rotary evaporator, then the total flavonoid level was determined using the visible spectrophotometry method and antibacterial activity tests were carried out against Staphylococcus aureus As a positive control using chloramphenicol and negative control using dimethyl sulfoxide. The results were obtained by determining the maximum wavelength of quercetin and operating time, measuring the quercetin calibration curve, and calculating the total flavonoid level using the visible spectrophotometry method. The results obtained in the determination of total flavonoid levels in Bajakah wood ethanol extract at a concentration of 96% were 349.888 ± 4.5022 mg QE/g, at a 70% concentration of 307.137 ± 6.7626 mg QE/g and a 50% concentration of 6.15173 ± 2.9148 mg QE/g.
Formulasi dan Uji SPF Sunscreen Powder dari Nanopartikel Ekstrak Kulit Jeruk Bali (Citrus maxima (Burm) Merr.): Formulation and SPF Testing of Sunscreen Powder from Nanoparticle Extract of Pomelo Peel (Citrus maxima (Burm) Merr.) Azri, Atika; Ridwanto, Ridwanto; Daulay, Anny SArtika; Dalimunthe, Gabena Indriyani
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.9256

Abstract

Radiasi ultraviolet (UV) merupakan salah satu ancaman utama bagi kesehatan kulit yang berkontribusi pada terjadinya penuaan dini, kerusakan DNA, dan peningkatan risiko kanker kulit. Senyawa antioksidan, seperti flavonoid yang banyak ditemukan pada tumbuhan, memiliki kemampuan untuk menetralkan radikal bebas yang dihasilkan akibat paparan sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan potensi ekstrak kulit jeruk bali, yang kaya akan flavonoid, sebagai tabir surya alami. Untuk meningkatkan stabilitas dan homogenitas formulasi, ekstrak kulit jeruk bali dimodifikasi menjadi nanopartikel, yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitasnya dalam sediaan tabir surya bubuk. Formulasi sediaan dilakukan dalam empat konsentrasi, yaitu formulasi blanko, F1 (5%), F2 (10%), dan F3 (15%). Evaluasi mutu fisik sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, derajat halus, daya lekat, derajat keasaman (pH), hedonik/kesukaan, dan Sun Protection Factor (SPF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji mutu fisik sediaan tabir surya bubuk berbasis ekstrak nanopartikel kulit jeruk bali memenuhi kriteria yang ditetapkan. Ekstrak nanopartikel yang dihasilkan memiliki ukuran 205,2 nm, indeks polidispersitas 0,359, dan zeta potensial -16,0 mV. Nilai SPF dari formulasi tabir surya bubuk berturut-turut adalah 1,617 (minimal), 7,946 (ekstra), 16,554 (ultra), dan 19,072 (ultra), menunjukkan efektivitas perlindungan yang signifikan terhadap sinar UV. Penelitian ini memberikan pengetahuan baru mengenai potensi penggunaan ekstrak tumbuhan sebagai alternatif dalam pengembangan produk tabir surya alami.
Formulasi Sabun Transparan Sari Wortel (Daucus carota L.) Sebagai Pelembab Kulit Miranza, Nona; Yuniarti, Rafita; Lubis , Minda Sari; Daulay, Anny Sartika
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 2 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i2.834

Abstract

Transparent soap is a type of soap that appears clear and attractive, with a finer foam. Carrots are one of the plants that contain compounds that can naturally moisturize the skin. The chemical compounds in carrots that can be used as skin moisturizers are present in high amounts. The aim of this study is to formulate transparent soap using carrot Juice as a skin moisturizer. The transparent soap formulation was made using carrot Juice at concentrations of 4%, 6%, and 8%. The evaluation of the transparent soap formulation included organoleptic testing, moisture content testing, foam height testing, pH testing, irritation testing, and hedonic testing. The results showed that the 8% concentration had the highest moisture content, at 14.45%. The highest foam height measurement was also observed at the 8% concentration, with an average of 8.3. The highest pH level was recorded at 8% concentration, with a value of 9.34. Skin analyzer testing indicated that the highest skin moisture level was achieved at 8% concentration, reaching 48%. The transparent carrot Juice soap met the standards set by the Indonesian National Standard (SNI) in terms of organoleptic properties, moisture content, foam height, pH, skin analyzer results, irritation testing, and hedonic testing. The conclusion of this study is that carrot Juice can be formulated into transparent soap that meets SNI requirements.
Penetapan Kadar Rhodamin B Pada Bumbu Tabur Dengan Metode KLT Dan KCKT Munthe, Ariska; Daulay, Anny Sartika; Ridwanto, Ridwanto; Pulungan , Ainil Fithri
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 2 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i2.845

Abstract

Rhodamine B is a colouring substance in the form of green or reddish-purple crystals, which are odourless and in the form of a bright red solution (fluorescent). Rhodamin B is a colouring substance that can only be used in the textile, paint, paper, or clothing industries, so it cannot be added to food. Rhodamine B is often used as a coloring agent in paper and textiles. This substance is the most dangerous; if consumed, it can cause problems with liver function and liver cancer. The stages of this research include a sample solution, making Rhodamin B standard stock solution, and making a mobile phase. Examination of qualitative analysis using thin layer chromatography and determination of Rhodamine B levels in seasoning performance liquid chromatography method. The results of the research showed that in the qualitative examination, there were two samples containing Rhodamin B. Rhodamin B levels were determined by determining the retention time and calculating Rhodamin B levels using the high-performance liquid chromatography method. The result of deciding Rhodamine B levels in the two samples containing Rhodamin B was sample A; 2,8915 mcg/g  ,sampel B ; 19,6702 mcg/g  Mcg/g. Then, the highest levels of Rhodamin B are found in sample B.
Co-Authors Afrizani, Afrizani Akbar, Windi Hari Ali Djamhuri Alviana, Liya Anugrah, Bayu Asep Trizaldi Asparyzha, Rhyzha Azri, Atika Cici Andriani Daeng Elysa Putri Mambang Dalimunnthe, Gabena Indrayani Dalimunthe, Gabena Indriyani Dikki Miswanda Dina Agustia Parlin Dina Suciati Saragih Eva Fransiska Fadillah, Nike Fathur Rahman Fatur Rahman fatur Rahman, fatur Fithri Pulungan, Ainil Fitri Mulyani, Fitri Gabena Indrayani Dalimunthe Hafizha, Putri Harahap, Siti Salimah Haris Munandar Nasution Hasanah, Qori Hasrul Abdi Hasibuan Hindri Syahputri Ihsan Fadhilah Leni Handayani Lubis, Minda Sari M. Naufal Rifqi M. Pandapotan Nasution Makhfirah Manik, Umi Chairani Mardhatillah, Wulan Maya Syafira Mayang Sari Ritonga Merani Phaustina Lumban Gaol Miranza, Nona Muhammad Amin Nasution Muhammad Hizbullah Muhammad Wahyudi Munthe, Ariska Nabilla, Alfira nasution, Alfina Tri Utami Nasution, Kartika Zsaskia Nasution, Nur Sahadah Nia Novranda Pertiwi Nst, Haris Munandar Nur Hanifah Nur'ain Harahap Nurhayati Nurhayati Nurul Salsa Abya Ritonga Pasaribu, Mesi Wilia Afrima Pasaribu, Mesi Willia Afrima Putri Intan Sari Putri Theresia Harianja Rafita Yuniarti Rahayu Rahayu Rahmadani Rahmadani Rahmah, Ruhiya Rahmasari, Siti Rahmi Ayusasmita Gultom Retno Sekarini Rezky , Deswita Ina Ricky Andi Syahputra Ridwanto Ridwanto Ridwanto Ridwanto Ridwanto Rika Yuliana, Rika Risma Fauziah Pasaribu Rizki, Rahmad Rosaldi, Hikmah Rossa, Aliffa Sagita Marina Simatupang Sandika, M Teguh Sasnita, Merida Sekarini, Retno Shilvia, Fatin Siagian , Anggi Yani Sinaga, Novita Yulianti Sri Murni Supiyani, Supiyani Syahfitri , Adelya Syahputra, Ricky Andi Syalsabila Putri Tuzzahra, Safira Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Zulmai Rani