Claim Missing Document
Check
Articles

PKM PENGARUSUTAMAAN LITERASI INFORMASI KEBENCANAAN KE DALAM PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR DI SD KRISTEN REHOBOT KUPANG TENGAH, DESA OEBELO, KEC. KUPANG TENGAH, KABUPATEN KUPANG, NTT Petrus Ana Andung; Leonard Lobo; Silvania Mandaru
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 2 (2020): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v1i2.511

Abstract

Hasil identifikasi masalah dan analisa situasi di Desa Oebelo, Kabupaten Kupang, NTT ditemukan bahwa ancaman bencana alam seperti banjir, dan angin puting beliung cukup serius terutama bagi para siswa SD Kristen Rehobot. Berdasarkan hasil assessment, SD Kristen Rehobot Kupang Tengah selalu dilanda bencana angin puting beliung setiap tahun. Kejadiannya terjadi pada siang hari pada jam-jam sekolah. Berdasarkan analisis situasi ditemukan belum pernah dilakukan upaya apapun untuk mengurangi risiko bencana baik banjir maupun angin puting beliung. Bahkan para guru juga mengaku, tidak memiliki kapasitas bagaimana melakukan tindakan penyelamatan diri dan juga ke anak-anak bila terjadi bencana. Sementara itu, anak-anak di sekolah belum pernah diajarkan tentang bagaimana melakukan upaya penyelamatan diri bila dalam kondisi bencana baik melalui materi di dalam kelas maupun luar kelas. Dengan demikian, permasalahan mitra terbagi atas dua bidang masalah yakni masalah keterbatasan literasi informasi (komunikasi) kebencanaan dan masalah ketiadaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengintegrasikan isu/topik pengurangan risiko bencana. Berdasarkan persoalan tersebut, maka dilakukan program PKM. Bentuk-bentuk kegiatan yang telah dilakukan antara lain (1) kampanye informasi penyadaran kepada para guru tentang pentingnya pengarus-utamaan literasi informasi kebencanaan dalam pembelajaran di sekolah baik di dalam kelas maupun di luar kelas melalui kegiatan ektrakurikuler atau ekskul. (2) penguatan kapasitas para guru SD melalui pelatihan tentang komunikasi kebencanaan. Hasil nyata dari kampanye informasi dan pelatihan ini, para guru mengalami peningkatan pemahaman mengenai upaya Pengurangan Risiko Bencana berbasis sekolah. Hal ini diindikasikan oleh adanya peningkatan pengetahuan guru berdasarkan hasil perbandingan antara pre-test dan post-test.  (3). Workshop pembahasan RPP Mata Pelajaran IPA dan Mulok untuk mengintegrasikan Literasi Informasi Kebencanaan. Inti kegiatan ini melakukan pembahasan secara teknis akan bagaimana mengintegrasikan pengetahuan dan informasi kebencanaan dalam RPP pada mata pelajaran IPA dan Mulok di SD Rehobot Kupang Tengah. Hasilnya, para guru berhasil mengintegrasikan materi kebencanaan ke dalam RPP.
KONSTRUKSI MAKNA ADAT MATETAN: (Studi Fenomenologi Pada Masyarakat Kerajaan Amanuban, Kabupaten Timor Tengah Selatan) La’azar, Hany Petronela Adriana; Andung, Petrus Ana; Nafie, Juan Ardiles
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 2 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v2i1.25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi makna adat matetan bagi masyarakat kerajaan Amanuban, Kabupaten Timor Tenggah Selatan serta untuk mengetahui motif masyarakat kerajaan Amanuban, Kabupaten Timor Tenggah Selatan melakukan Matetan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam (in depth interview), dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Matetan dimaknai sebagai bentuk penghargaan dan penghomatan bagi Usi dan Nope yang telah berpulang. Kedua Matetan dimaknai sebagai sarana penghibur. Ketiga Matetan dimaknai sebagai momen pemersatu. Dalam motif “karena”, atau yang disebebkan pada pengalaman masalalu. Berdasarkan hasil penilitian, peneliti melihat adanya kesamaan motif “karena” dari 8 (delapan) informan yakni masih mempercayi terhadapan leluhur sehingga motif pertama yang berorientasi pada masalalu dodasari pada menjalan kebiasaan leluhur, kedua sebagai motif prestise. Sedangkan dalam “untuk” berorientasi pada masa depan masyarakat Kerajaan Amanuban, Kabupaten Timor Tengah Selatan, melakukan Matetan. Berdasarkan hasil penilitian dan pembahasan, peneliti melihat adanya kesamaan motif “untuk” dari 8 (delapan) informan yakni untuk mempererat tali persaudaraan antara Nope dan Fetomone serta untuk melestarikan Budaya.
Komunikasi Virtual Penggemar BTS Di Akun Twitter @ARMY_Kupang Taga Doko, Hanna; Petrus Ana Andung; Emanuel Sowe Leuape
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 4 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v4i1.243

Abstract

Penelitian mengangkat tema aktivitas penggunaan media sosial twitter di kalangan penggemar BTS (Beyond The Scene) yang berlokasi di Kupang. Kelompok penggemar ini tergabung dalam akun twitter @ARMY_Kupang. Kajian ini berfokus pada 1) pemanfaatan akun twitter @ARMY_Kupang, 2) rutinitas komunikasi virtual akun @ARMY_Kupang, dan 3) perilaku komunikasi penggunaan akun twitter @ARMY_Kupang. Penelitian ini menggunakan perspektif Interaksionisme Simbolik sebagai instrumen analisis data dan metode Etnografi Virtual sebagai skema kajian. Hasil penelitian ini menunjukkan pemanfaatan akun @ARMY_Kupang terpusat pada kegiatan fangirling berupa distribusi informasi terkini mengenai BTS. Rutinitas komunikasi virtual akun @ARMY_Kupang di media sosial twitter meliputi: Retweet dan Like, Replay, Hastag, Sharing Konten, Mengomentari Perkembangan Terbaru, Membagikan Informasi, Membahas Isu-Isu Terkait, Kampanye dan Inisiatif, Menyusun Acara dan Pertemuan Penggemar, dan Menghormati dan Mempromosikan Etika Media Sosial. Sedangkan perilaku penggunaan dalam akun @ARMY_Kupang, di antaranya: Mengikuti Akun, Menggunakan Hashtag, Mengomentari dan Retweet, Berpartisipasi dalam Proyek Komunitas, Membagikan Konten Kreatif, Mendukung dan Memberi Semangat, Berkomunikasi dengan Pengguna Lain, Mengikuti Perkembangan, dan Mencari serta Menyebarkan Informasi. Studi ini memberikan wawasan mendalam tentang media sosial twitter khususnya menjadi instrumen penting dalam membangun dan mempertahankan komunitas penggemar BTS.
PENGALAMAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA PEREMPUAN PELAKU TA’ARUF Islamiyah, Diah; Petrus Ana Andung; Fitria Titi Meilawati
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 4 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v4i1.287

Abstract

Ta’aruf merupakan proses perkenalan dalam Islam antara laki-laki dan perempuan yang ingin saling mengenal calon pasangannya untuk menuju jenjang pernikahan dikarenakan adanya batasan dalam proses perkenalan antara lawan jenis dalam perspektif islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman komunikasi interpersonal pada perempuan pelaku ta’aruf di komunitas Al Ilmu Kota Kupang serta motif perempuan melakukan ta’aruf. Penelitian ini menggunakan pendekatan atau jenis studi fenomenologi. Analisis data menggunakan Teori Fenomenologi Alfred Schutz untuk menggambarkan pengalaman komunikasi interpersonal perempuan pelaku ta’aruf. Sumber data diambil berdasarkan informan yang telah berhasil menikah melalui proses ta’aruf melalui proses wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan yang melakukan ta’aruf merasa puas dengan komunikasi interpersonal bersama pasangan saat proses perkenalan. Perempuan melakukan ta’aruf berdasarkan aturan dan batasan yang sudah ditetapkan dalam Islam. Perempuan memilih pasangan berdasarkan pertimbangan Agamanya dan mendapatkan pasangan sesuai dengan kriteria. Dalam proses ta’aruf perempuan memiliki hak untuk berhenti atau melanjutkan proses ta’ruf berdasarkan proses perkenalan yang telah dilakukan. Perempuan di Komunitas Al Ilmu memaknai ta’aruf sebagai metode perkenalan dalam Islam. Ta’aruf merupakan proses perkenalan yang pasti antara laki-laki dan perempuan tujuannya untuk menikah berbeda dengan hubungan pacaran karena dalam proses ta’aruf terdapat batas-batas yang harus dihindari calon pasangan. Sedangkan motif perempuan melakukan ta’aruf adalah karena perintah agama untuk menghindari agar terhindar dari perbutan zina. Selain karena pilihan dari diri sendiri, alasan melakukan ta’ruf juga karena dipengaruhi faktor eksternal yakni lingkungan pertemanan.
Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Mentor Dan Anak PPA Dengan Keterampilan Sosial Remaja Suki, Melfri; Andung, Petrus Ana; Meilawati, Fitria Titi
Journalism, Public Relation and Media Communication Studies Journal (JPRMEDCOM) Vol 5 No 2 (2023): JPRMedcom
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jprmedcom.v5i2.9771

Abstract

The adolescent phase is a phase in the achievement of a very prominent self-identity, increasingly logical, abstract and ideal thinking Introducing adolescents to the outside world is very important for children's cognitive development. With PPA can shape children's social skills through interpersonal communication, teaching and programs that will be applied from the time the child enters the beginning to PPA until the child finishes and is considered capable of becoming a mature Christian person in faith, thought and also able to become a leader over himself and others. In this case, the design is made for teaching and programs that cover the themes, topics and concepts studied, including materials, experiences and processes by which mentors interact in order to achieve predetermined goals, namely holistic child development goals which include socio-emotional, intellectual, spiritual and physical (children's physical health). This study aims to analyze how much the Interpersonal Communication Relationship between Mentors and PPA Children Aged 15-18 Years with Adolescent Social Skills at PPA Bethlehem IO-722 West Oesapa. The theory used in this study is the Source Credibility Theory. Based on the results of the Pearson Correlation analysis between the variables of Interpersonal Communication (X) and Adolescent Social Skills (Y), it is known that the significance value is 0.000< 0.05. Thus, the hypothesis that reads there is a positive relationship between interpersonal communication mentors and PPA children aged 15-18 years with adolescent social skills. Data analysis using the Pearson Correlation Test (Product Moment) obtained r calculate 0.657. So based on rtable with a confidence level of 0.05 (rtable for 55 subjects with a confidence level of 5% is 0.265), it is understood that r count > r table (0.657>0.265) then Ha is accepted thus there is a significant relationship between interpersonal communication and social skills. Based on that, it can be concluded that the level of strength of the relationship is in the strong category. Also, positive values indicate a unidirectional relationship between Interpersonal Communication and Social Skills.
Cyberbullying dalam Media Sosial Facebook Liufeto, Yaveth Y.; Andung, Petrus Ana; Nafie, Juan A.
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 12 No 2 (2023): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v12i2.9242

Abstract

Cyberbullying merupakan suatu perilaku atau suatu tindakan yang ditujukan kepada seseorang secara berulang-ulang dengan sengaja, dengan cara memuat postingan berupa foto/video/teks melalui media digital salah satunya adalah media sosial facebook dengan tujuan menghina, mempermalukan, mengancam ataupun memaki seseorang. Cyberbullying juga tergolong sangat meresahkan karena dapat terjadi setiap saat dan konten dari cyberbullying dapat dengan mudah dan cepat tersebar. Salah satu media sosial yang menjadi sarana atau tempat terjadinya perilaku cyberbullying adalah facebook. Facebook merupakan salah satu media sosial dengan pengguna terbanyak di Indonesia. Dari cyberbullying dalam media sosial facebook penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tahapan atau prosedur terbentuknya cyberbullying pada media sosial facebook dalam grup Viktor Lerik bebas bicara new, pemaknaan tentang cyberbullying dan untuk mengetahui motif pelaku dalam melakukan cyberbullying dalam grup Viktor Lerik bebas bicara new. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisa media siber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur atau tahapan terjadinya perilaku cyberbullying dalam media sosial facebook pada grup Viktor Lerik terjadi melalui beberapa tahap yakni, bergabung dalam grup, lalu memposting konten yang bersifat bullying, dan kemudian postingan tersebut di komentari oleh anggota atau pengikut grup tersebut. Kedua pemaknaan tentang cyberbullying ditemukan dalam pesan gambar, pesan emotikon dan komentar yang ketiganya mengandung bentuk cyberbullying tentang image of victim spread (penyebaran foto), threatened physical harm (mengancam keselamatan fisik), dan opinion slammed (pendapat yang merendahkan) dengan caption menghina korban. Ketiga terdapat tiga motif yang mendasari terjadinya perilaku cyberbullying yakni tidak menyukai perilaku korban, balas dendam dan karena terpengaruh oleh pengguna lainnya
Komunikasi Antarpribadi Pelatih dan Penari Kabnani, George Paulus; Andung, Petrus Ana; Jelahut, Felisianus Efrem
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 13 No 1 (2024): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v13i1.9302

Abstract

Sanggar Tari Exotic Flobamora sebagai salah satu komunitas seni tari di Nusa Tenggara timur, sehingga perlu memperhatikan Komunikasi Antarpribadi Pelatih dan Penari agar hubungan antar individu semakin dalam dan mempererat relasi dalam sebuah kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi atarpribadi Pelatih dan Penari di Sanggar Tari Exotic Flobamora serta faktor-faktor pemicu penari berlatih dan berhenti berlatih menari. Penelitian ini dikaji menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan dianalisis menggunakan teori Fundamental Interpersonal Relation Orientation (FIRO) yang dikemukakan oleh William Schutz . Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi antarpribadi di Sanggar Tari Exotic Flobamora terjadi antara Pelatih dan Penari saat rutinitas berlatih menari berlangsung mulai dari pemanasan hingga briefing diakhir latihan serta pementasan tari dan acara perayaan. Dalam penelitian ini telah ditemukan bahwa model komunikasi yang diterapkan Pelatih dan Penari ialah model interaktif. Adapun faktor pemicu mengapa ada penari yang masih berlatih menari dan ada yang berhenti berlatih menari disebabkan oleh manajemen konflik dalam bentuk positif dan negatif serta rasa nyaman dan tidak nyaman yang akan berdampak bagi performa serta keputusan berlatih atau berhenti berlatih menari di Sanggar Tari Exotic Flobamora.
Penggunaan Komunikasi Simbolik Tentang Pilpres 2024 Pada Media Sosial X Aslam, Muhammad; Andung, Petrus Ana; Pietriani, I Gusti Ayu Rina
Jurnal Riset Komunikasi Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jrk.v15i1.29598

Abstract

The 2024 Presidential Election in Indonesia presents a number of candidate pairs who are trying to capture public attention through various strategies, including intensive political communication on social media. One of the candidate pairs that has attracted public attention is Anies Baswedan and Muhaimin Iskandar, or often abbreviated as "Paslon Anies-Cak Imin." This type of research is qualitative using the Cyber Media Analysis method. Methodologically, Cyber Media Analysis (AMS) is another variant of research based on netnography or virtual ethnography. Each level of analysis in AMS will provide the conditions of virtual communities on the internet. The use of symbolic communication about the 2024 Presidential Election on social media X for Candidate Pair No. 1 was found as an expression to communicate the figure and character of Anies as an ideal leader for the Indonesian Nation.
KOMUNIKASI ANTARPRIBADI ANTARA MENTOR DAN MENTEE DALAM MEMBANGUN MOTIVASI BELAJAR : (Studi Kasus di SMA Kristen Pandhega Jaya) Beka, Yunias Lopes; Andung, Petrus Ana; Nafie, Juan A.; Seran, Herman Elfridus
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 2 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v2i2.39

Abstract

Penelitian ini didasarkan oleh realita dimana adanya program unik yang dilakukan oleh SMA Kristen Pandhega Jaya yang tidak dilakukan oleh instansi pendidikan yang lagi di wilayah yang sama. Penelitian ini berfokus pada kegiatan komunikasi antarpribadi.Adapun judul yang diangkat pada penelitian ini adalah komunikasi antar pribadi mentor dan mentee dalam membangun motivasi belajar (Studi Kasus di SMA Kristen Pandhega Jaya) yang didasari akan kebutuhan remaja. Penelitian ini memiliki rumusan masalah yang diambil adalah pola komunikasi antarpribadi mentor dan mentee dan korelasi kegiatan komunikasi antarpribadi tersebut dengan motivasi belajar para mentor dan mentee. metode penelitian menggunakan metode intrumental case studyi. Analisis data pada penelitian ini adalah tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi dan kesimpulan yang sederhananya dilakukan dengan melakukan deskripsi langsung. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pola komunikasi yang dibangun dan terjadi di SMA Kristen Pandhega Jaya adalah Pola komunikasi yang kompleks karena semua pola komunikasi dapat terjadi di sekolah ini, yang sederhananya terbentuk dari berbagai kondisi waktu tertentu. Semua pola tersebut adalah Pola Linear (Komunikasi Satu Arah), Pola Interaktif (Komunikasi Dua Arah) dan Komunikasi Transaksional. Komunikasi ini dapat terbentuk tergantung pada proses pendekatan yang terjadi sebelumnya Sedangkan komunikasi mentor dan mentee dalam membangun motivasi belajar secara tidak langsung terbentuk dari kegiatan asramayang dilakukan di sekolah tersebut dan juga kegiatan komunikasi yang terjalin antara mentor dan mentee. Semakin dekat hubungan yang tercipta antara mentor dan mentee maka akan berdampakpada meningkatnya motivasi belajar para mentee.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI HIBURAN: (Analisis Konten Pada Channel YouTube Kaboax) Mesah, Aditya I.P.; Petrus Ana Andung; Emanuel S. Leuape
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 4 No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v4i2.442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih dalam mengenai bagaimana YouTube Kaboax Channel dimanfaatkan sebagai media hiburan dalam genre komedi dan bagaimana hal ini berhubungan dengan teori kultivasi George Gerbner. Penelitian ini menggunakan metode analisis konten untuk mengidentifikasi jenis komentar yang ditinggalkan oleh subscribers pada konten-konten channel tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa konten seperti "Selingkuh Dengan Mantan" dan "Gara-Gara Valentine" memperoleh respons positif yang signifikan dari penontonnya. YouTube Kaboax Channel berhasil mempertahankan minat dan keterlibatan subscribers melalui interaksi aktif dan kontinuitas dalam memproduksi konten komedi yang menghibur. Konsistensi dalam mempertahankan genre komedi tidak hanya memperkuat identitas channel, tetapi juga mempengaruhi persepsi penonton terhadap realitas sosial sehari-hari, sesuai dengan teori kultivasi Gerbner. Penelitian ini menegaskan bahwa YouTube Kaboax Channel efektif dalam memanfaatkan platform media sosial untuk menyediakan hiburan yang tidak hanya mengundang tawa, tetapi juga memengaruhi pandangan penonton terhadap realitas sosial di sekitarnya.
Co-Authors Abner P. R. Sanga Ali, Mohd Nor Shahizan Anisyah Melani Sabrina Antonia Bara Benge Tani Antonia Bara Benge Tani Aslam, Muhammad Azizah, Lulu Ayu Beka, Yunias Lopes Brian Sino, Leonardo Carolin Mboeik Christian J. Balalembang Clarisha Windrati Suseno Dian Wardiana Sjuchro Dinda Lisna Amilia Doko, Meryana Micselen Dupe, Frengky Emanuael S. Leuape Emanuel S. Leuape Emanuel Sowe Leuape Epifanius Putra Oro Felisianus Efrem Jelahut Ferly Tanggu Hana Ferly Tanggu Hana Ferly Tanggu Hana Fitri Titi Meilawati Fitria Titi Meilawati Fitria Titi Meilawati Fransisca Monica Riberu Hany Petronela Adriana La’azar Harry Harry Henny L.L Lada Herman E. Seran Herman Elfridus Seran Hermina Surya I Gusti A R Pietriani Islamiyah, Diah Juan A. Nafie Juan Ardiles Nafie Juan Ardiles Nafie Juvanty Godelva Tunliu Kabnani, George Paulus Kalvein Rantelobo Killa, William Gilbert Konradus, Blajan Laurencia Steffanie Mega Wijaya Kurniawati La’azar, Hany Petronela Adriana Leonard Lobo Letuna, Mariana A. N. Leuape, Emanuel Sowe Levis, Leta Rafael Liliweri, Aloysius Liufeto, Yaveth Y. Mandolang, Wesley Maria Eka Bonita Putri Maria V. D. P. Swan Maria V.D.P Swan Maria Y. Nara Maria Yulita Nara Mariana A. Noya Letuna Mariana A.N. Letuna Meilawati, Fitria Titi Mesah, Aditya I.P. Messakh, Jokobis Johanis Monas, Paru Paulus Monika Wutun Mufid Salim Muhammad Aslam Nafie, Juan A. Nafie, Juan Ardiles Nara, Maria Yulita Ngaddi, Wulan Triyeni Nof Andjela Hawali Nope, Hotlif Arkilaus Nope, Hotlif Arkilaus Nope, Hotlif Arkilaus Pietriani, I Gusti Ayu Rina Purwanti Hadisiwi Quidora Ledo Soera Ratih Melisa Kapitan Rihi Tugu, Putri Azalia Rihi Tugu, Putri Azalia Riwu Tadu, Simson Roky Konstantin Ara Rustono Farady Marta Sebastianus V. Fouk Runa Seran, Herman Elfridus Shara M. Da Costa Silvania Mandaru Silvania S.E. Mandaru Silvinus Wou Soepeni R A H Dikky Sowe Leuape, Emanuel Suki, Melfri Swan, Maria Via Dolorosa Pabha Taga Doko, Hanna Taka, Elvira Leonita Tuhana, Veki Edizon Uding, Ermenilda Putri Yermia Djefri Manafe Yoan E. Nahak Yohanes K.N. Liliweri Yohanes K.N. Liliwery Yunias Lopes Beka