Claim Missing Document
Check
Articles

KOMUNIKASI INJIL MELALUI MEDIA DIGITAL YOUTUBE: (Studi Etnografi Pada @GMIT Kaisarea) Riwu Tadu, Simson; Petrus Ana Andung; Henny L.L Lada
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 5 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v5i2.739

Abstract

Pemanfaatan media digital telah mengubah cara gereja menyampaikan Injil, terutama sejak pandemi Covid-19 yang mendorong penggunaan live streaming YouTube sebagai sarana ibadah daring. GMIT Kaisarea BTN Kolhua menjadi salah satu gereja yang konsisten menggunakan YouTube untuk menjangkau jemaat lintas wilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola komunikasi pendeta dalam penyampaian Injil melalui live streaming serta perilaku komunikasi jemaat dalam ruang ibadah digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi virtual dan teori Social Presence. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan dan dokumentasi komentar jemaat pada kanal YouTube GMIT Kaisarea. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi pendeta bersifat satu arah, namun interaktif melalui kolom komentar. Jemaat terlibat aktif dengan memberikan salam, tanggapan, apresiasi, hingga permintaan doa, yang mencerminkan kehadiran sosial dalam ruang virtual. Kesimpulannya, YouTube terbukti efektif sebagai media komunikasi Injil yang mampu memperluas jangkauan pelayanan gereja dan membangun kebersamaan jemaat tanpa batas ruang dan waktu.
Indigenous Community-Based Cultural Tourism Communication Andung, Petrus Ana; Letuna, Mariana A. Noya; Nara, Maria Yulita; Leuape, Emanuel Sowe
Jurnal Komunikasi Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v15i1.20899

Abstract

Kampung Adat Ratenggaro (KAR) is a unique cultural tourism destination in Southwest Sumba Regency (SBD). This traditional village, which is located in the village of Maliti Bondo Ate, has traditional house buildings with quite unique shapes, historical tours in the form of stone graves, and Ratenggaro Beach natural attractions. This attraction makes many tourists come to visit the Ratenggaro Traditional Village. KAR tourism is now fully managed by indigenous peoples. This study aims to map the tourism communication model developed through the active involvement of indigenous peoples. This study is qualitative research using a case study approach. The study shows that the tourist destinations contained in the KAR highlighted the concept of tourism based on local branding by utilizing the local wisdom of the local community. Meanwhile, the involvement of local communities in KAR's tourism activities can be seen starting from tourism planning, and tourism promotion, to evaluation. The tourism communication model developed by KAR is based on indigenous peoples by placing the role of ndorumbaha (local tour guide) as a central figure in KAR tourism. Ndorumbaha is an essential figure in conducting KAR tourism communication. The ndorumbaha is tasked with conveying various information about what and how each KAR tourist attraction is to every visitor, both domestic and foreign. This tourism communication model in turn will be able to guarantee the creation of sustainable tourism with prominent local branding.
PERAN TIM SIAGA BENCANA DESA DALAM KOMUNIKASI BENCANA BERBASIS MASYARAKAT Monas, Paru Paulus; Petrus Ana Andung; Fitria Titi Meilawati
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 5 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v5i2.733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) dalam komunikasi bencana berbasis masyarakat di Desa Noemuke, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara mendalam dengan anggota TSBD, warga desa, dan perwakilan BPBD Kabupaten TTS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TSBD berperan penting dalam tiga fase bencana. Pada fase pra-bencana, TSBD melakukan sosialisasi risiko bencana melalui pemasangan papan informasi jalur evakuasi dan titik kumpul, serta pelatihan simulasi bersama LSM. Namun, kegiatan ini sering terhambat oleh ketergantungan pada LSM dan partisipasi warga yang rendah. Pada fase darurat bencana, TSBD menggunakan kombinasi metode tradisional (seperti teriak atau "koa") dan modern (telepon) untuk menyampaikan informasi evakuasi. Kendala utama adalah infrastruktur komunikasi yang terbatas dan ketergantungan pada jalur birokrasi yang berbelit. Di fase pasca-bencana, TSBD melakukan pendataan korban dan kerusakan, serta menyalurkan bantuan logistik. Tantangan di fase ini adalah proses pendataan yang masih manual dan lambatnya penyaluran bantuan akibat koordinasi yang rumit. Untuk meningkatkan efektivitas komunikasi bencana, penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas lokal, pemanfaatan teknologi sederhana dan kolaborasi multipihak. Selain itu, perlu adanya pelatihan rutin bagi anggota TSBD dan sosialisasi yang lebih intensif kepada masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan.  
Analisis Semiotika tentang Perbandingan Representasi Disabilitas dalam Film Miracle in Cell Nomor 7 Ngaddi, Wulan Triyeni; Petrus Ana Andung; Abner P. R. Sanga
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 5 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v5i2.788

Abstract

Penelitian ini mengkaji perbandingan bagaimana disabilitas digambarkan dalam film Miracle In Cell No. 7 versi original dari Korea Selatan dan versi remake Indonesia (2022). Film mencerminkan kondisi sosial dan membentuk pandangan masyarakat tentang disabilitas. Fenomena remake antar budaya sangat menarik untuk dilihat karena nilai serta konteks budaya yang berbeda dapat mengubah cara cerita disampaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana disabilitas digambarkan dalam kedua versi, mengidentifikasi tanda-tanda dan makna yang terkait, serta membandingkan perubahan makna di antara dua adaptasi tersebut. Penelitian ini menerapkan analisis semiotika dari Ferdinand De Saussure dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan fokus pada penentuan elemen visual, audio (penanda) dan makna yang berhubungan (petanda). Penelitian ini menganalisis adegan tertentu dari kedua film untuk mengeksplorasi bagaimana konteks budaya mempengaruhi representasi disabilitas intelektual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua versi kuat menggambarkan disabilitas intelektual dan membangkitkan empati, namun narasi dan visualnya berbeda. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa representasi disabilitas itu dinamis, dipengaruhi oleh konteks budaya, serta berfungsi sebagai sarana edukasi untuk menumbuhkan kesadaran dan empati.
Komunikasi Transendental Usif Boti dalam Ritual Halaika dan Pembentukan Harmoni Komunitas Andung, Petrus Ana; Nope, Hotlif Arkilaus; Doko, Meryana Micselen
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 14 No. 2 (2025): Komunikatif : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The Boti Dalam indigenous community in South Central Timor Regency, East Nusa Tenggara Province, continues to uphold the traditional Halaika belief system, which positions the Usif (king) Boti as both the spiritual leader and the guardian of social order. The study aims to explore the forms and meanings of the Usif Boti’s transcendental communication within Halaika rituals and to examine its contribution to maintaining social order and community harmony. The research adopts a constructivist paradigm with an ethnographic approach, and the data were collected through participant observation and in-depth interviews with the Boti King, community leaders, and members of the Boti Dalam community. The findings show that the Usif Boti’s transcendental communication is expressed through prayers and decrees addressed to Uis Neno (the sky deity) and Uis Pah (the earth deity) across various stages of life, particularly within the agricultural cycle. This form of communication is regarded as a sacred invocation that carries spiritual and moral legitimacy, and is therefore followed by all members of the Boti Dalam community. Through rituals such as onen (prayer), including the ninth-day observance (neon leuf) and the harvest thanksgiving (poi pah), the Usif Boti’s transcendental communication functions as a symbolic force that unites the community, sustains social order, and reinforces the value of fraternal love (lais manekat). The study concludes that the transcendental communication of the Usif Boti plays a central role as a symbolic instrument that supports social and economic harmony and order within the Boti Dalam community. ABSTRAK Masyarakat adat Boti Dalam di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur, masih mempertahankan sistem kepercayaan tradisional Halaika yang menempatkan Usif (raja) Boti sebagai pemimpin spiritual sekaligus penjaga keteraturan sosial. Tujuan penelitian antara lain mengeksplorasi bentuk dan pemaknaan komunikasi transendental Usif Boti dalam ritual Halaika, serta menelaah kontribusinya dalam membangun keteraturan sosial dan harmoni komunitas. Paradigma penelitian yang digunakan adalah konstruktivistik dengan pendekatan etnografi, dan data dihimpun melalui observasi partisipan serta wawancara mendalam dengan Raja Boti, tokoh masyarakat, serta warga Boti Dalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi transendental Usif Boti terwujud melalui doa dan titah yang dipersembahkan kepada Uis Neno (dewa langit) dan Uis Pah (dewa bumi) dalam berbagai tahapan kehidupan, khususnya dalam siklus pertanian. Komunikasi transendental Usif Boti dikonstruksi sebagai doa sakral yang mengandung legitimasi spiritual dan moral, sehingga ditaati oleh seluruh warga masyarakat Boti Dalam. Melalui ritual seperti onen (sembahyang) baik pada momentum hari kesembilan (neon leuf), maupun syukuran panen (poi pah), komunikasi transendental Usif Boti berfungsi sebagai simbol yang mengikat komunitas, menjaga keteraturan sosial, serta meneguhkan nilai kasih persaudaraan (lais manekat). Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi transendental Usif Boti memiliki peran sentral sebagai instrumen simbolik yang dapat menopang harmoni dan keteraturan sosial dan ekonomi dalam masyarakat Boti Dalam.
PELATIHAN DAN PEMBENTUKAN TIM SIAGA BENCANA SEKOLAH UNTUK MEWUJUDKAN SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA Andung, Petrus Ana; Swan, Maria Via Dolorosa Pabha; Doko, Meryana Micselen
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27584

Abstract

Abstrak: Hasil identifikasi masalah ditemukan, sekolah mitra kegiatan Pengabdian kapada Masyarakat (PKM) selalu dilanda bencana angin puting beliung setiap tahun. Para guru mengaku, belum memiliki kapasitas dalam melakukan penyelamatan diri dan juga ke anak-anak bila terjadi bencana selama jam sekolah. Tujuan kegiatan PKM adalah memfasilitasi terbentuknya Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS), meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan TSBS tentang program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) serta terampil melakukan tindakan pertolongan dini pada korban saat kejadian bencana di sekolah. Metode kegiatan dalam bentuk pelatihan dan simulasi bencana. Mitra kegiatan terdiri dari guru dan siswa sebanyak 20 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari 90% peserta terhadap program SPAB melalui perbandingan skor pre-test dan post-test. Hasil evaluasi kegiatan simulasi bencana juga menunjukkan terjadinya peningkatan kesiapsiagaan dan ketrampilan dalam melakukan pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban bencana di sekolah. Kegiatan PKM juga berhasil membentuk struktur TSBS yang beranggotakan perwakilan guru, siswa, pegawai dan komite sekolah.Abstract: The problem identification results revealed that the partner of the community service activities (PKM) is struck by strong winds every year. Teachers reported lacking the capacity to conduct self-rescue or assist children during school hours in the event of a disaster. The objective of this Community Service Program activity is to facilitate the establishment of a School Disaster Response Team (TSBS), enhance the knowledge and skills of the TSBS members regarding the Safe School Program for Disaster Preparedness (SPAB), and train them in providing initial assistance to victims in case of disasters. The activity methods include training and disaster simulations. The activity partners consisted of 20 teachers and students. Results show a 90% increase in participants' knowledge of the SPAB program based on pre-test and post-test score comparisons. Simulation evaluations further demonstrated increased readiness and skill in search, rescue, and evacuation of disaster victims. The PKM activity also successfully formed a TSBS structure, including representatives from teachers, students, staff, and the school committee.
Co-Authors Abner P. R. Sanga Ali, Mohd Nor Shahizan Anisyah Melani Sabrina Antonia Bara Benge Tani Antonia Bara Benge Tani Aslam, Muhammad Azizah, Lulu Ayu Beka, Yunias Lopes Brian Sino, Leonardo Carolin Mboeik Christian J. Balalembang Clarisha Windrati Suseno Dian Wardiana Sjuchro Dinda Lisna Amilia Doko, Meryana Micselen Dupe, Frengky Emanuael S. Leuape Emanuel S. Leuape Emanuel Sowe Leuape Epifanius Putra Oro Felisianus Efrem Jelahut Ferly Tanggu Hana Ferly Tanggu Hana Ferly Tanggu Hana Fitri Titi Meilawati Fitria Titi Meilawati Fitria Titi Meilawati Fransisca Monica Riberu Hany Petronela Adriana La’azar Harry Harry Henny L.L Lada Herman E. Seran Herman Elfridus Seran Hermina Surya I Gusti A R Pietriani Islamiyah, Diah Juan A. Nafie Juan Ardiles Nafie Juan Ardiles Nafie Juvanty Godelva Tunliu Kabnani, George Paulus Kalvein Rantelobo Killa, William Gilbert Konradus, Blajan Laurencia Steffanie Mega Wijaya Kurniawati La’azar, Hany Petronela Adriana Leonard Lobo Letuna, Mariana A. N. Leuape, Emanuel Sowe Levis, Leta Rafael Liliweri, Aloysius Liufeto, Yaveth Y. Mandolang, Wesley Maria Eka Bonita Putri Maria V. D. P. Swan Maria V.D.P Swan Maria Y. Nara Maria Yulita Nara Mariana A. Noya Letuna Mariana A.N. Letuna Meilawati, Fitria Titi Mesah, Aditya I.P. Messakh, Jokobis Johanis Monas, Paru Paulus Monika Wutun Mufid Salim Muhammad Aslam Nafie, Juan A. Nafie, Juan Ardiles Nara, Maria Yulita Ngaddi, Wulan Triyeni Nof Andjela Hawali Nope, Hotlif Arkilaus Nope, Hotlif Arkilaus Nope, Hotlif Arkilaus Pietriani, I Gusti Ayu Rina Purwanti Hadisiwi Quidora Ledo Soera Ratih Melisa Kapitan Rihi Tugu, Putri Azalia Rihi Tugu, Putri Azalia Riwu Tadu, Simson Roky Konstantin Ara Rustono Farady Marta Sebastianus V. Fouk Runa Seran, Herman Elfridus Shara M. Da Costa Silvania Mandaru Silvania S.E. Mandaru Silvinus Wou Soepeni R A H Dikky Sowe Leuape, Emanuel Suki, Melfri Swan, Maria Via Dolorosa Pabha Taga Doko, Hanna Taka, Elvira Leonita Tuhana, Veki Edizon Uding, Ermenilda Putri Yermia Djefri Manafe Yoan E. Nahak Yohanes K.N. Liliweri Yohanes K.N. Liliwery Yunias Lopes Beka