Claim Missing Document
Check
Articles

Indigenous Community-Based Cultural Tourism Communication Andung, Petrus Ana; Letuna, Mariana A. Noya; Nara, Maria Yulita; Leuape, Emanuel Sowe
Jurnal Komunikasi Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v15i1.20899

Abstract

Kampung Adat Ratenggaro (KAR) is a unique cultural tourism destination in Southwest Sumba Regency (SBD). This traditional village, which is located in the village of Maliti Bondo Ate, has traditional house buildings with quite unique shapes, historical tours in the form of stone graves, and Ratenggaro Beach natural attractions. This attraction makes many tourists come to visit the Ratenggaro Traditional Village. KAR tourism is now fully managed by indigenous peoples. This study aims to map the tourism communication model developed through the active involvement of indigenous peoples. This study is qualitative research using a case study approach. The study shows that the tourist destinations contained in the KAR highlighted the concept of tourism based on local branding by utilizing the local wisdom of the local community. Meanwhile, the involvement of local communities in KAR's tourism activities can be seen starting from tourism planning, and tourism promotion, to evaluation. The tourism communication model developed by KAR is based on indigenous peoples by placing the role of ndorumbaha (local tour guide) as a central figure in KAR tourism. Ndorumbaha is an essential figure in conducting KAR tourism communication. The ndorumbaha is tasked with conveying various information about what and how each KAR tourist attraction is to every visitor, both domestic and foreign. This tourism communication model in turn will be able to guarantee the creation of sustainable tourism with prominent local branding.
PERAN TIM SIAGA BENCANA DESA DALAM KOMUNIKASI BENCANA BERBASIS MASYARAKAT Monas, Paru Paulus; Petrus Ana Andung; Fitria Titi Meilawati
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 5 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v5i2.733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) dalam komunikasi bencana berbasis masyarakat di Desa Noemuke, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara mendalam dengan anggota TSBD, warga desa, dan perwakilan BPBD Kabupaten TTS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TSBD berperan penting dalam tiga fase bencana. Pada fase pra-bencana, TSBD melakukan sosialisasi risiko bencana melalui pemasangan papan informasi jalur evakuasi dan titik kumpul, serta pelatihan simulasi bersama LSM. Namun, kegiatan ini sering terhambat oleh ketergantungan pada LSM dan partisipasi warga yang rendah. Pada fase darurat bencana, TSBD menggunakan kombinasi metode tradisional (seperti teriak atau "koa") dan modern (telepon) untuk menyampaikan informasi evakuasi. Kendala utama adalah infrastruktur komunikasi yang terbatas dan ketergantungan pada jalur birokrasi yang berbelit. Di fase pasca-bencana, TSBD melakukan pendataan korban dan kerusakan, serta menyalurkan bantuan logistik. Tantangan di fase ini adalah proses pendataan yang masih manual dan lambatnya penyaluran bantuan akibat koordinasi yang rumit. Untuk meningkatkan efektivitas komunikasi bencana, penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas lokal, pemanfaatan teknologi sederhana dan kolaborasi multipihak. Selain itu, perlu adanya pelatihan rutin bagi anggota TSBD dan sosialisasi yang lebih intensif kepada masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan.  
Analisis Semiotika tentang Perbandingan Representasi Disabilitas dalam Film Miracle in Cell Nomor 7 Ngaddi, Wulan Triyeni; Petrus Ana Andung; Abner P. R. Sanga
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 5 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v5i2.788

Abstract

Penelitian ini mengkaji perbandingan bagaimana disabilitas digambarkan dalam film Miracle In Cell No. 7 versi original dari Korea Selatan dan versi remake Indonesia (2022). Film mencerminkan kondisi sosial dan membentuk pandangan masyarakat tentang disabilitas. Fenomena remake antar budaya sangat menarik untuk dilihat karena nilai serta konteks budaya yang berbeda dapat mengubah cara cerita disampaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana disabilitas digambarkan dalam kedua versi, mengidentifikasi tanda-tanda dan makna yang terkait, serta membandingkan perubahan makna di antara dua adaptasi tersebut. Penelitian ini menerapkan analisis semiotika dari Ferdinand De Saussure dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan fokus pada penentuan elemen visual, audio (penanda) dan makna yang berhubungan (petanda). Penelitian ini menganalisis adegan tertentu dari kedua film untuk mengeksplorasi bagaimana konteks budaya mempengaruhi representasi disabilitas intelektual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua versi kuat menggambarkan disabilitas intelektual dan membangkitkan empati, namun narasi dan visualnya berbeda. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa representasi disabilitas itu dinamis, dipengaruhi oleh konteks budaya, serta berfungsi sebagai sarana edukasi untuk menumbuhkan kesadaran dan empati.
Komunikasi Transendental Usif Boti dalam Ritual Halaika dan Pembentukan Harmoni Komunitas Andung, Petrus Ana; Nope, Hotlif Arkilaus; Doko, Meryana Micselen
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 14 No. 2 (2025): Komunikatif : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The Boti Dalam indigenous community in South Central Timor Regency, East Nusa Tenggara Province, continues to uphold the traditional Halaika belief system, which positions the Usif (king) Boti as both the spiritual leader and the guardian of social order. The study aims to explore the forms and meanings of the Usif Boti’s transcendental communication within Halaika rituals and to examine its contribution to maintaining social order and community harmony. The research adopts a constructivist paradigm with an ethnographic approach, and the data were collected through participant observation and in-depth interviews with the Boti King, community leaders, and members of the Boti Dalam community. The findings show that the Usif Boti’s transcendental communication is expressed through prayers and decrees addressed to Uis Neno (the sky deity) and Uis Pah (the earth deity) across various stages of life, particularly within the agricultural cycle. This form of communication is regarded as a sacred invocation that carries spiritual and moral legitimacy, and is therefore followed by all members of the Boti Dalam community. Through rituals such as onen (prayer), including the ninth-day observance (neon leuf) and the harvest thanksgiving (poi pah), the Usif Boti’s transcendental communication functions as a symbolic force that unites the community, sustains social order, and reinforces the value of fraternal love (lais manekat). The study concludes that the transcendental communication of the Usif Boti plays a central role as a symbolic instrument that supports social and economic harmony and order within the Boti Dalam community. ABSTRAK Masyarakat adat Boti Dalam di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur, masih mempertahankan sistem kepercayaan tradisional Halaika yang menempatkan Usif (raja) Boti sebagai pemimpin spiritual sekaligus penjaga keteraturan sosial. Tujuan penelitian antara lain mengeksplorasi bentuk dan pemaknaan komunikasi transendental Usif Boti dalam ritual Halaika, serta menelaah kontribusinya dalam membangun keteraturan sosial dan harmoni komunitas. Paradigma penelitian yang digunakan adalah konstruktivistik dengan pendekatan etnografi, dan data dihimpun melalui observasi partisipan serta wawancara mendalam dengan Raja Boti, tokoh masyarakat, serta warga Boti Dalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi transendental Usif Boti terwujud melalui doa dan titah yang dipersembahkan kepada Uis Neno (dewa langit) dan Uis Pah (dewa bumi) dalam berbagai tahapan kehidupan, khususnya dalam siklus pertanian. Komunikasi transendental Usif Boti dikonstruksi sebagai doa sakral yang mengandung legitimasi spiritual dan moral, sehingga ditaati oleh seluruh warga masyarakat Boti Dalam. Melalui ritual seperti onen (sembahyang) baik pada momentum hari kesembilan (neon leuf), maupun syukuran panen (poi pah), komunikasi transendental Usif Boti berfungsi sebagai simbol yang mengikat komunitas, menjaga keteraturan sosial, serta meneguhkan nilai kasih persaudaraan (lais manekat). Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi transendental Usif Boti memiliki peran sentral sebagai instrumen simbolik yang dapat menopang harmoni dan keteraturan sosial dan ekonomi dalam masyarakat Boti Dalam.
PELATIHAN DAN PEMBENTUKAN TIM SIAGA BENCANA SEKOLAH UNTUK MEWUJUDKAN SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA Andung, Petrus Ana; Swan, Maria Via Dolorosa Pabha; Doko, Meryana Micselen
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27584

Abstract

Abstrak: Hasil identifikasi masalah ditemukan, sekolah mitra kegiatan Pengabdian kapada Masyarakat (PKM) selalu dilanda bencana angin puting beliung setiap tahun. Para guru mengaku, belum memiliki kapasitas dalam melakukan penyelamatan diri dan juga ke anak-anak bila terjadi bencana selama jam sekolah. Tujuan kegiatan PKM adalah memfasilitasi terbentuknya Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS), meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan TSBS tentang program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) serta terampil melakukan tindakan pertolongan dini pada korban saat kejadian bencana di sekolah. Metode kegiatan dalam bentuk pelatihan dan simulasi bencana. Mitra kegiatan terdiri dari guru dan siswa sebanyak 20 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari 90% peserta terhadap program SPAB melalui perbandingan skor pre-test dan post-test. Hasil evaluasi kegiatan simulasi bencana juga menunjukkan terjadinya peningkatan kesiapsiagaan dan ketrampilan dalam melakukan pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban bencana di sekolah. Kegiatan PKM juga berhasil membentuk struktur TSBS yang beranggotakan perwakilan guru, siswa, pegawai dan komite sekolah.Abstract: The problem identification results revealed that the partner of the community service activities (PKM) is struck by strong winds every year. Teachers reported lacking the capacity to conduct self-rescue or assist children during school hours in the event of a disaster. The objective of this Community Service Program activity is to facilitate the establishment of a School Disaster Response Team (TSBS), enhance the knowledge and skills of the TSBS members regarding the Safe School Program for Disaster Preparedness (SPAB), and train them in providing initial assistance to victims in case of disasters. The activity methods include training and disaster simulations. The activity partners consisted of 20 teachers and students. Results show a 90% increase in participants' knowledge of the SPAB program based on pre-test and post-test score comparisons. Simulation evaluations further demonstrated increased readiness and skill in search, rescue, and evacuation of disaster victims. The PKM activity also successfully formed a TSBS structure, including representatives from teachers, students, staff, and the school committee.
Akomodasi Komunikasi pada Mahasiswa Beda Budaya di Kota Kupang Andung, Petrus Ana; Hana, Ferly Tanggu; Tani, Antonia Bara Benge
Manajemen Komunikasi Vol 4, No 1 (2019): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.244 KB) | DOI: 10.24198/jmk.v4i1.23519

Abstract

Wawasan dan pemahaman multikultur belum mendapat perhatian serius dalam pendidikan tinggi. Bahkan, ketika mahasiswa baru memasuki pendidikan tinggi mereka tidak mendapat pelatihan khusus mengenai pengetahuan multikultur. Karena itu berbagai hasil penelitian baik di Indonesia maupun luar negeri memberikan data bahwa mahasiswa-mahasiswa luar daerah maupun asing cenderung mengalami berbagai kendala dalam hal adaptasi budaya. Karena itu, pilihan melakukan akomodasi komunikasi menjadi salah satu jawaban guna mengatasi kesenjangan komunikasi antar budaya. Salah satu kelompok mahasiswa di Universitas Nusa Cendana yang secara konsisten melakukan tindakan akomodasi komunikasi adalah mahasiswa etnis Manggarai. Karena itu penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengalaman akomodasi komunikasi mahasiswa etnis Manggarai dengan mahasiswa tuan rumah di Universitas Nusa Cendana, dan memetakan pemaknaan mahasiswa Manggarai sebagai mahasiswa perantau di Kota Kupang. Guna membantu menjelaskan hasil penelitian, teori komunikasi yang dipakai adalah interaksi simbolik. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan pengamatan. Data selanjutnya dianalisis menggunakan teknik enam langkah menurut Creswell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa etnis Manggarai melakukan tindakan akomodasi komunikasi sebagai solusi mengatasi penolakan sosial mahasiswa tuan rumah. Bentuk akomodasi komunikasi yang dilakukan meliputi konvergensi komunikasi dimana mahasiswa etnis Manggarai menirukan perilaku komunikasi mahasiswa tuan rumah Kota Kupang guna memuluskan terjadinya integrasi sosial di antara mereka. Konvergensi komunikasi juga dilakukan dalam bentuk “menanggalkan” sementara jati diri dan identitas asli saat berinteraksi dengan mahasiswa tuan rumah. Hasil penelitian lainnya, mahasiswa etnis Manggarai mengonstruksi pemaknaan atas status mahasiswa perantau sebagai pejuang ilmu dan pembawa perubahan dalam masyarakat dan keluarga di kampung halaman.
Upaya Implementasi Alat Bantu Belajar Bagi Guru SDI Pelus Ara – Kabupaten Manggarai Timur Leuape, Emanuel Sowe; Liliweri, Aloysius; Andung, Petrus Ana; Raya Sanga, Abner Paulus; Meilawati , Fitria Titi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.8443

Abstract

Alat Bantu Belajar menjadi salah satu aspek penting dalam proses komunikasi pada bidang Pendidikan. Ketepatan pemilihan Alat Bantu Belajar akan mendorong proses pembelajaran yang bermutu. Selaku sekolah contoh pada kecamatan setempat, SDI Pelus Ara – Kabupaten Manggarai Timur belum optimal mengggunakan teknologi digital ke dalam kontek pembelajaran. Persoalan yang dihadapi pihak sekolah, yaitu: 1) Tenaga pendidik yang belum melek implementasi teknologi ke dalam kegiatan belajar – mengajar dan 2) Pihak sekolah belum memiliki sumber daya kompeten yang dapat menjadi inisiator sekaligus fasilitator dalam implementasi teknologi digital dalam pembelajaran. Maka, solusi yang ditawarkan kegiatan pengabdian ini, yaitu: 1) Pengenalan teknologi digital yang potensial diadopsi ke dalam aktivitas pembelaran sekolah dan 2) Workshop penerapan teknologi digital ke dalam kegiatan belajar-mengajar. Metode kegiatan ini terdiri dari: presentasi materi dan praktikum serta evaluasi berupa pretest-posttest. Narasumber tampil secara kompeten dan peserta antusiasme mengikuti pelatihan ini hingga usai.  Evaluasi kegiatan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman (meningkat 14,35%), serta keterampilan (peningkatan 24,83%) peserta mitra usia mengikuti pelatihan ini. Ke depannya, pihak sekolah diharapkan mulai menerapkan teknologi digital ke dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Pelatihan ini memberikan bekal bagi pihak sekolah, terutama tenaga pendidik untuk meningkatkan efektivitas belajar via pemanfaatan teknologi pembelajaran. Sementara manajemen sekolah menyediakan sarana-prasarana yang mendukung pemanfaatan teknologi pembelajaran ini.
Penguatan Literasi dan Simulasi Penanggulangan Bencana Banjir Berbasis Masyarakat di Desa Lawalu Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka Andung, Petrus Ana; Pabha Swan, Maria Via Dolorosa; Seran, Herman Elfridus
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1139

Abstract

Desa Lawalu, Kabupaten Malaka, adalah salah satu wilayah di provinsi NTT yang paling rawan bencana banjir berulang setiap tahun. Karena itu Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Beberapa masalah utama yang diidentifikasi adalah kurangnya pengetahuan aparat desa dan warga tentang manajemen penanggulangan bencana serta kurangnya keterampilan dalam tanggap darurat saat bencana terjadi. Sebagai solusi, PKM ini menawarkan dua kegiatan utama. Pertama, pelatihan kepada aparat desa dan warga mengenai manajemen penanggulangan bencana. Kedua, simulasi penanggulangan banjir. Metode pelaksanaan PKM mencakup beberapa tahapan, yaitu pra-kegiatan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Pada tahap awal, dilakukan sosialisasi kepada pemerintah desa, identifikasi peserta, serta penyusunan jadwal dan pemilihan narasumber. Pada tahap pelaksanaan, kegiatan meliputi pelatihan manajemen bencana dan simulasi tanggap darurat yang akan melibatkan TAGANA (Taruna Siaga Bencana) Kabupaten Malaka. Tahap monitoring dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program, termasuk evaluasi hasil pelatihan dengan metode pre-test dan post-test. Kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan aparat serta pemuda Desa Lawalu dalam manajemen penanggulangan bencana, dengan lebih dari 80% peserta menunjukkan peningkatan pemahaman setelah pelatihan. Selain itu, peserta juga mampu menerapkan langkah penyelamatan dan evakuasi korban secara tepat saat simulasi bencana banjir.
Interpersonal Communication Patterns Of Street Children With Peers (Ethnographic Study of Street Children in the Ramayana Area of Kupang) Mutia, Aditya Rahisa; Andung, Petrus Ana; Jelahut, Felicianus Efrem
Jurnal Komunikasi Vol 19, No 1 (2025): Maret
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ilkom.v19i1.21705

Abstract

This research aims to understand the interpersonal communication patterns that occur between street children and their peers in Kupang City, as well as to identify the forms of communication that exist between street children and their peers. The research methodology used in this study is qualitative research with the ethnographic study method and the application of the FIRO-B (Fundamental Interpersonal Relation Orientation-Behavior) theory. The data collection techniques employed in this research include observation, interviews with 5 informants, and documentation. The research results indicate that the interpersonal communication pattern between street children and their peers uses Circular Communication pattern in communicating with fellow street children within the group, and also a two-way Linear Communication pattern when communicating with other street children. However, in communicating with non-street children peers, the communication pattern established tends to fail due to the gap between street children and non-street children peers. The forms of communication that occur between street children and their peers are Verbal Communication and Nonverbal Communication among fellow street children. Meanwhile, the forms of communication between street children and non-street children peers are Verbal Communication, Nonverbal Communication, and Digital Communication.
Co-Authors Abner P. R. Sanga Ali, Mohd Nor Shahizan Anisyah Melani Sabrina Antonia Bara Benge Tani Aslam, Muhammad Azizah, Lulu Ayu Beka, Yunias Lopes Brian Sino, Leonardo Carolin Mboeik Christian J. Balalembang Clarisha Windrati Suseno Dian Wardiana Sjuchro Dinda Lisna Amilia Doko, Meryana Micselen Dupe, Frengky Emanuael S. Leuape Emanuel S. Leuape Emanuel Sowe Leuape Epifanius Putra Oro Felisianus Efrem Jelahut Ferly Tanggu Hana Ferly Tanggu Hana Ferly Tanggu Hana Fitri Titi Meilawati Fitria Titi Meilawati Fitria Titi Meilawati Fransisca Monica Riberu Hana, Ferly Tanggu Hany Petronela Adriana La’azar Harry Harry Henny L.L Lada Herman E. Seran Herman Elfridus Seran Hermina Surya I Gusti A R Pietriani Islamiyah, Diah Jelahut, Felicianus Efrem Juan A. Nafie Juan Ardiles Nafie Juan Ardiles Nafie Juvanty Godelva Tunliu Kabnani, George Paulus Kalvein Rantelobo Killa, William Gilbert Konradus, Blajan Laurencia Steffanie Mega Wijaya Kurniawati La’azar, Hany Petronela Adriana Leonard Lobo Letuna, Mariana A. N. Leuape, Emanuel Sowe Levis, Leta Rafael Liliweri, Aloysius Liufeto, Yaveth Y. Mandolang, Wesley Maria Eka Bonita Putri Maria V. D. P. Swan Maria V.D.P Swan Maria Y. Nara Maria Yulita Nara Mariana A. Noya Letuna Mariana A.N. Letuna Meilawati , Fitria Titi Meilawati, Fitria Titi Mesah, Aditya I.P. Messakh, Jokobis Johanis Monas, Paru Paulus Monika Wutun Mufid Salim Muhammad Aslam Mutia, Aditya Rahisa Nafie, Juan A. Nafie, Juan Ardiles Nara, Maria Yulita Ngaddi, Wulan Triyeni Nof Andjela Hawali Nope, Hotlif Arkilaus Nope, Hotlif Arkilaus Nope, Hotlif Arkilaus Pabha Swan, Maria Via Dolorosa Pietriani, I Gusti Ayu Rina Purwanti Hadisiwi Quidora Ledo Soera Ratih Melisa Kapitan Raya Sanga, Abner Paulus Rihi Tugu, Putri Azalia Rihi Tugu, Putri Azalia Riwu Tadu, Simson Roky Konstantin Ara Rustono Farady Marta Sebastianus V. Fouk Runa Seran, Herman Elfridus Shara M. Da Costa Silvania Mandaru Silvania S.E. Mandaru Silvinus Wou Soepeni R A H Dikky Sowe Leuape, Emanuel Suki, Melfri Swan, Maria Via Dolorosa Pabha Taga Doko, Hanna Taka, Elvira Leonita Tani, Antonia Bara Benge Tuhana, Veki Edizon Uding, Ermenilda Putri Yermia Djefri Manafe Yoan E. Nahak Yohanes K.N. Liliweri Yohanes K.N. Liliwery Yunias Lopes Beka