Claim Missing Document
Check
Articles

Praktik Digital Public Relations dalam Upaya Meningkatkan Citra Positif Perusahaan PT. PLN (Persero) UIW NTT Carolin Mboeik; Petrus Ana Andung; Silvania S. E. Mandaru
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jpi.v5i2.4207

Abstract

Memasuki era digital, salah satu bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi komunikasi yang dilakukan oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT adalah dengan menerapkan praktik digital Public Relations dengan alat media sosial. Lewat akun resmi media sosial PLN NTT, sejumlah informasi bermanfaat terus dipublikasikan kepada masyarakat dengan tujuan memenuhi kebutuhan informasi masyarakat mengenai kelistrikan, membangun relasi yang baikantara PLN NTT dan masyarakat, sekaligus meningkatkan citra positif perusahaan yang kurang sesuai dengan yang diharapkan akibat pemadaman listrik yang beberapa kali terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dan peran digital public relationsdari PLN NTT. Penelitian ini dikaji menggunakan teori New Media konsep-konsep penting seperti digital public relations dan citra perusahaan. Hasil penelitian menunjukan PLN NTT mengelola digital PR dengan baik, termasuk dalam mengelola interaksi atau komunikasi dua arah dengan masyarakat. Memberikan informasi yang beragam dan menjawab hamper keseleluruhan pertanyaan masyarakat. Digital PR PLN NTT juga menjalankan banyak peran, diantaranya peran informatif dan edukatif untuk menjawab ambiguitas dalam kelompok-kelompok masyarakat.
Konstruksi Makna Ritual Ayam Rengki Dalam Kebudayaan Masyarakat Larantuka Fransisca Monica Riberu; Petrus Ana Andung; Ferly Tanggu Hana
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jpi.v6i1.5328

Abstract

Ritual Ayam Rengki merupakan rangkaian akhir dalam upacara kematian yang dilakukan pada malam ke-3 atau Nebo Besa dalam istilah masyarakat Larantuka. Ayam Rengki ini dimakan oleh Belake. Istilah Belake, adalah sebuah istilah Adat suku Lamaholot bagi laki-laki pada umumnya dan adat Larantuka pada khususnya. Belake merupakan orang yang berperan penting dalam ritual kematian karena keputusan-keputusan diambil berdasarkan suara Belake dan dilayani untuk memakan rengki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengalaman, Makna serta Motif dari Belake dalam menyelenggarakan Ritual Ayam Rengki. Penelitian ini dikaji menggunakan teori fenomenologi dan teori interaksi simbolik serta konsep-konsep penting seperti komunikasi nonverbal, komunikasi ritual, komunikasi antarbudaya, motif dan budaya masyarakat Larantuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Ayam Rengki ini dimaknai sebagai media untuk Belake melaksanakan kewajiban terakhirnya sebagai Belake serta mendapatkan hak untuk dilayani oleh Ana Opu dalam acara adat apapun serta motif tradisi ini masih terus dilaksanakan yaitu untuk meneruskan dan mempertahankan tradisi yang sudah ada serta sebagai sarana komunikasi antar sesama orang Larantuka di Kota Kupang. Tradisi ini dimaknai sebagai media untuk Belake melaksanakan kewajiban terakhirnya sebagai Belake serta mendapatkan hak untuk dilayani oleh Ana Opu dalam acara adat apapun. Motif tradisi ini masih terus dilaksanakan yaitu untuk meneruskan dan mempertahankan tradisi yang sudah ada serta sebagai sarana komunikasi antar sesama orang Larantuka di Kota Kupang.
DIGITAL MARKETING SM ENTERTAINMENT MELALUI SM CULTURE UNIVERSE PROJECT Soepeni R A H Dikky; Petrus Ana Andung; I Gusti A R Pietriani
Jurnal Digital Media dan Relationship Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Digital Media & Relationship
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jdigital.v4i2.803

Abstract

The success of K-pop in the world cannot be separated from the role of companies or private agencies in South Korea, one of which is SM Entertainment. In early 2021, SM announced the release of the SM Culture Universe Project. In the SM Culture Universe project, SM has some original SM content namely Re-Mastering & Re-Masterpiece, SM Classic, iScream, Beyond Live, and AR Technology on some of its products. To market this content/product, SM uses several social media, one of which is Instagram. On the main account @smtown, SM interacts with the public and carries out digital marketing activities on SMCU content. This study aims to map digital-based communication routines between SM Entertainment and fans through the SM Culture Universe Project and map the application of SM Entertainment's Digital Marketing to SM Culture Universe Project content through Instagram social media. This research was studied using the Virtual Ethnography method and analyzed with the theory of Social Constructions Of Technology and using important concepts such as digital media, social media activity, and digital marketing. The results show that the routine communication that occurs is that SM uploads content on Instagram @smtown to convey the SMCU project to the public. Feedback given by the public is in the form of social media activities such as leaving comments, liking, sharing, and so on. The form of digital marketing that SM Entertainment does to SMCU through Instagram @smtown is that SM makes content posts only in outline, while for more detailed information, SM has linked a link that can be connected to the official website www.smentertainment.com, www.smglobalshop.com and youtube, besides that, SM also marked a special Instagram account for SMCU content and album products or merchandise, namely @smtownstation, @screamrecords, @smglobalshop
Framing Media Barat terhadap Pemindahan Ibu Kota Nusantara Dinda Lisna Amilia; Petrus Ana Andung
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v5i2.194

Abstract

Isu lingkungan menjadi angle utama dari pemberitaan media-media barat terhadap pemindahan ibukota negara (IKN) di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisa secara umum framing pemberitaan media barat terhadap pemindahan IKN dari Jakarta ke Kabupaten Penajam Paser Utara. Media barat yang dipilih adalah The Washington Post (Amerika Serikat), Deutsche Welle (Jerman), dan The Guardian (Inggris). Analisis menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki yang struktur besarnya terdiri dari sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Hasil dari penelitian ini media-media tersebut memiliki agenda isu perubahan iklim yang membuat mereka menormalisasi pilihan ‘isu lingkungan’ sebagai angle utama dalam pemberitaan IKN di Indonesia. 
KONSTRUKSI MAKNA ADAT MATETAN: (Studi Fenomenologi Pada Masyarakat Kerajaan Amanuban, Kabupaten Timor Tengah Selatan) Hany Petronela Adriana La’azar; Petrus Ana Andung; Juan Ardiles Nafie
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 2 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.103 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi makna adat matetan bagi masyarakat kerajaan Amanuban, Kabupaten Timor Tenggah Selatan serta untuk mengetahui motif masyarakat kerajaan Amanuban, Kabupaten Timor Tenggah Selatan melakukan Matetan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam (in depth interview), dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Matetan dimaknai sebagai bentuk penghargaan dan penghomatan bagi Usi dan Nope yang telah berpulang. Kedua Matetan dimaknai sebagai sarana penghibur. Ketiga Matetan dimaknai sebagai momen pemersatu. Dalam motif “karena”, atau yang disebebkan pada pengalaman masalalu. Berdasarkan hasil penilitian, peneliti melihat adanya kesamaan motif “karena” dari 8 (delapan) informan yakni masih mempercayi terhadapan leluhur sehingga motif pertama yang berorientasi pada masalalu dodasari pada menjalan kebiasaan leluhur, kedua sebagai motif prestise. Sedangkan dalam “untuk” berorientasi pada masa depan masyarakat Kerajaan Amanuban, Kabupaten Timor Tengah Selatan, melakukan Matetan. Berdasarkan hasil penilitian dan pembahasan, peneliti melihat adanya kesamaan motif “untuk” dari 8 (delapan) informan yakni untuk mempererat tali persaudaraan antara Nope dan Fetomone serta untuk melestarikan Budaya.
KOMUNIKASI ANTARPRIBADI ANTARA MENTOR DAN MENTEE DALAM MEMBANGUN MOTIVASI BELAJAR : (Studi Kasus di SMA Kristen Pandhega Jaya) Yunias Lopes Beka; Petrus Ana Andung; Juan A. Nafie; Herman E. Seran
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 2 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.14 KB)

Abstract

Penelitian ini didasarkan oleh realita dimana adanya program unik yang dilakukan oleh SMA Kristen Pandhega Jaya yang tidak dilakukan oleh instansi pendidikan yang lagi di wilayah yang sama. Penelitian ini berfokus pada kegiatan komunikasi antarpribadi.Adapun judul yang diangkat pada penelitian ini adalah komunikasi antar pribadi mentor dan mentee dalam membangun motivasi belajar (Studi Kasus di SMA Kristen Pandhega Jaya) yang didasari akan kebutuhan remaja. Penelitian ini memiliki rumusan masalah yang diambil adalah pola komunikasi antarpribadi mentor dan mentee dan korelasi kegiatan komunikasi antarpribadi tersebut dengan motivasi belajar para mentor dan mentee. metode penelitian menggunakan metode intrumental case studyi. Analisis data pada penelitian ini adalah tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi dan kesimpulan yang sederhananya dilakukan dengan melakukan deskripsi langsung. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pola komunikasi yang dibangun dan terjadi di SMA Kristen Pandhega Jaya adalah Pola komunikasi yang kompleks karena semua pola komunikasi dapat terjadi di sekolah ini, yang sederhananya terbentuk dari berbagai kondisi waktu tertentu. Semua pola tersebut adalah Pola Linear (Komunikasi Satu Arah), Pola Interaktif (Komunikasi Dua Arah) dan Komunikasi Transaksional. Komunikasi ini dapat terbentuk tergantung pada proses pendekatan yang terjadi sebelumnya Sedangkan komunikasi mentor dan mentee dalam membangun motivasi belajar secara tidak langsung terbentuk dari kegiatan asramayang dilakukan di sekolah tersebut dan juga kegiatan komunikasi yang terjalin antara mentor dan mentee. Semakin dekat hubungan yang tercipta antara mentor dan mentee maka akan berdampakpada meningkatnya motivasi belajar para mentee.
KONVERGENSI SIMBOLIK DALAM MEMBANGUN KOHESIVITAS KOMUNITAS DANCE DI KUPANG : (ANALISIS TEMA FANTASI PADA HL2J DANCE CREW) Yoan E. Nahak; Petrus Ana Andung; Juan Ardiles Nafie; Herman Elfridus Seran
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 3 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v3i1.102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konvergensi simbolik dalam membangun kohesivitas pada HL2J Dance Crew dan juga untuk mendeskripsikan tema-tema fantasi dalam HL2J Dance Crew. Teori yang digunakan adalah teori konvergensi simbolik Ernest Bormann. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode Analisis Tema Fantasi dan subjek penelitiannya adalah anggota HL2J Dance Crew. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah autoetnografi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah empat konsep dalam analisis tema fantasi. Hasil penelitian yang ditemukan adalah tida dari empat konsep analisis tema fantasi yaitu tema fantasi, rantai fantasi, dan tipe fantasi, selain itu peneliti juga menemukan dua simbol yaitu symbol verbal dan non-verbal. Oleh karena itu, hasil penelitian ini menunjukan kohesivitas dalam HL2J Dance Crew tercipta melalui penyatuan simbol dan permainan fantasi-fantasi diantara para anggota HL2J Dance Crew.
REPRESENTASI MASYARAKAT YANG INKLUSIF DAN EKSKLUSIF DALAM FILM CODA Sebastianus V. Fouk Runa; Petrus Ana Andung; Muhammad Aslam
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 3 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v3i2.138

Abstract

Keberadaan kaum disabilitas belum sepenuhnya diterima dalam masyarakat. Persoalan ini juga terepresentasi dalam visualisasi hiburan berupa film yang menujukkan eksklusivitas dan inklusivitas masyarakat terhadap kaum disabilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tanda dan makna serta mengungkapkan representasi masyarakat yang inklusif dan eksklusif dalam film CODA menggunakan metode semiotika Ferdinand De Saussure. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai eksklusivitas sekaligus inklusivitas masyarakat khususnya terhadap disabilitas Tuli. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tanda dalam film CODA menggunakan tanda verbal dan nonverbal yang merepresentasikan nilai eksklusivitas dalam bentuk adanya sikap / perilaku diskriminasi terhadap kaum disabilitas Tuli, seperti: audisme dan stigma negatif. Sedangkan nilai inklusivitas ditunjukkan dengan adanya sikap keterbukaan dan komunikasi yang adaptif terhadap kaum disabilitas. Simpulan kajian ini menunjukkan bahwa masih banyak anggota masyarakat yang belum peka terhadap keberadaan kaum disabilitas Tuli. Hal ini ditunjukan dalam bentuk perilaku komunikasi yang tidak ramah terhadap kaum disabilitas Tuli. Visualisasi film CODA menggambarkan eksistensi kaum disabilitas Tuli belum mendapatkan perlakuan yang ramah dalam kehidupan sosialnya. Kajian ini menyarankan isu terkait perlakuan ramah terhadap kaum disabilitas perlu diangkat menjadi isu mainstream sehingga memperoleh atensi sosial. Sehingga kajian sejenis perlu dilakukan sehingga mendorong kesadaran publik untuk lebih peka dalam berinteraksi dengan kaum disabilitas.
KOMUNIKASI VISUAL MELALUI INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA PROMOSI: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce dalam Konten Promosi Edisi Hari Raya 2022 – 2023 pada Akun Instagram @lalamentik_square Ratih Melisa Kapitan; Petrus Ana Andung; Roky Konstantin Ara
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 3 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v3i2.154

Abstract

Penelitian ini berangkat dari konten visual promosi yang diunggah dan menjadi informasi public bagi masyarakat luas dimana didesain sesuai dengan hari raya yang dijadikan hari promosi sehingga memiliki, makna yang terkandung didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna tanda dari Konten Promosi dari akun Instagram @lalamentik_square yang diadakan oleh kedai kopi petir dan untuk menganalisis elemen komunikasi visual yang ada dalam Konten Promosi dari akun Instagram tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah, analisis semiotika Charles Sanders Peirce dengan menggunakan teknik pengambilan data melalui observasi virtual dan dokumentasi yang selanjutnya dikaji dengan teori AIDDA. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan ditemukan bahwa secara keseluruhan unsur semiotika Charles Sanders Peirce berdasarkan trikotomi Sign, Object dan Interpretant terkandung dalam visual konten promosi hari raya dari Kedai Kopi Petir. Konten visual promosi ini, juga menggunakan elemen komunikasi visual pada masing-masing konten sesuai dengan hal-hal yang identic dengan hari raya yang dimaksud secara menarik agar pesan promosi yang terkandung dapat tersampaikan dengan baik kepada khalayak melalui Instagram sebagai Media Promosi. Simpulan dari penelitian ini adalah, penggunakan desain yang tepat dan seimbang akan menampilkan makna yang tepat dan dapat dijadikan sebagai sebuah media promosi.
FENOMENA KOMUNIKASI IMAM DIOSESAN DALAM MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL Maria Eka Bonita Putri; Petrus Ana Andung; Maria V.D. Phaba Swan
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 3 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v3i2.173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang penggunaan media sosial oleh Imam Diosesan di Keuskupan Agung Kupang, bagaimana media sosial digunakan sebagai sarana penunjang kehidupan sehari-hari baik dalam hal pekerjaan, hiburan sampai komunikasi yang dalam prosesnya menghasilkan berbagai pengalaman-pegalaman komunikasi dari setiap penggunanya. Oleh karena itu penelitian ini secara khusus akan membahas tentang bagaimana pengalaman komunikasi para Imam dalam menggunakan dan memanfaatkan keunggulan media sosial milik mereka sebagai sarana pelayanan mereka pada umat serta apa saja makna yang diperoleh dari penggunaan media sosial tersebut. Penelitian ini dikaji menggunakan teori dan metode fenomenologi Alfred Schutz dengan pendekatan kualitatif dan Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan menjadi seorang Imam yang hidup dalam aturan dan tata cara hidup gereja katolik tidak membuat para Imam menutup mata akan kemajuan teknologi masa kini, gereja katolik juga secara resmi mendukung para Imamnya untuk secara langsung terlibat aktif dalam penggunaan media sosial dalam aktivitas pelayanan iman para imam dengan selalu memperhatikan atau berakar dalam cara hidup kristiani. Para Imam dengan cerdas dan bijak menggunakan media sosial sebagai suatu bentuk rasa syukur akan kekayaan intelektual manusia yang diberikan Tuhan di dunia dan melihat kehadiran media sosial sebagai suatu bentuk inovasi terbaru dalam melayani umat secara lebih realtime dan interaktif.
Co-Authors Abner P. R. Sanga Ali, Mohd Nor Shahizan Anisyah Melani Sabrina Antonia Bara Benge Tani Aslam, Muhammad Azizah, Lulu Ayu Beka, Yunias Lopes Brian Sino, Leonardo Carolin Mboeik Christian J. Balalembang Clarisha Windrati Suseno Dian Wardiana Sjuchro Dinda Lisna Amilia Doko, Meryana Micselen Dupe, Frengky Emanuael S. Leuape Emanuel S. Leuape Emanuel Sowe Leuape Epifanius Putra Oro Felisianus Efrem Jelahut Ferly Tanggu Hana Ferly Tanggu Hana Ferly Tanggu Hana Fitri Titi Meilawati Fitria Titi Meilawati Fitria Titi Meilawati Fransisca Monica Riberu Hana, Ferly Tanggu Hany Petronela Adriana La’azar Harry Harry Henny L.L Lada Herman E. Seran Herman Elfridus Seran Hermina Surya I Gusti A R Pietriani Islamiyah, Diah Juan A. Nafie Juan Ardiles Nafie Juan Ardiles Nafie Juvanty Godelva Tunliu Kabnani, George Paulus Kalvein Rantelobo Killa, William Gilbert Konradus, Blajan Laurencia Steffanie Mega Wijaya Kurniawati La’azar, Hany Petronela Adriana Leonard Lobo Letuna, Mariana A. N. Leuape, Emanuel Sowe Levis, Leta Rafael Liliweri, Aloysius Liufeto, Yaveth Y. Mandolang, Wesley Maria Eka Bonita Putri Maria V. D. P. Swan Maria V.D.P Swan Maria Y. Nara Maria Yulita Nara Mariana A. Noya Letuna Mariana A.N. Letuna Meilawati, Fitria Titi Mesah, Aditya I.P. Messakh, Jokobis Johanis Monas, Paru Paulus Monika Wutun Mufid Salim Muhammad Aslam Nafie, Juan A. Nafie, Juan Ardiles Nara, Maria Yulita Ngaddi, Wulan Triyeni Nof Andjela Hawali Nope, Hotlif Arkilaus Nope, Hotlif Arkilaus Nope, Hotlif Arkilaus Pietriani, I Gusti Ayu Rina Purwanti Hadisiwi Quidora Ledo Soera Ratih Melisa Kapitan Rihi Tugu, Putri Azalia Rihi Tugu, Putri Azalia Riwu Tadu, Simson Roky Konstantin Ara Rustono Farady Marta Sebastianus V. Fouk Runa Seran, Herman Elfridus Shara M. Da Costa Silvania Mandaru Silvania S.E. Mandaru Silvinus Wou Soepeni R A H Dikky Sowe Leuape, Emanuel Suki, Melfri Swan, Maria Via Dolorosa Pabha Taga Doko, Hanna Taka, Elvira Leonita Tani, Antonia Bara Benge Tuhana, Veki Edizon Uding, Ermenilda Putri Yermia Djefri Manafe Yoan E. Nahak Yohanes K.N. Liliweri Yohanes K.N. Liliwery Yunias Lopes Beka