Claim Missing Document
Check
Articles

PEMILIHAN DAN SIKAP BAHASA WARGA BUBUHAN BANJAR DI PONTIANAK Indra Wardani, Dendy; ., Sukamto; Simanjuntak, Hotma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 5 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kekerapan pemilihan bahasa juga untuk mengetahui perbedaan sikap warga Bubuhan Banjar di Pontianak berdasarkan variabel sosial yaitu generasi. Serta untuk mengetahui keadaan Bahasa Banjar di Pontianak. Pendekatan pemilihan bahasa berdasarkan teori domain. Domain rumah, tetangga dan komunitas. Variabel sikap bahasa berdasarkan sikap masih menguasai, masih menggunakan, ingin mempertahankan, dan sikap afeksi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket. Jumlah responden 100 orang, dibagi sesuai klasifikasi umur. Umur 51 keatas (G1) 23 responden. umur 25-50 (G2) 27 responden, dan umur 25 ke bawah (G3) 50 responden. Hasil analisis data menunjukan bahwa rata-rata G1 masih menggunakan Bahasa Banjar di setiap domain. Sikap bahasa G1 positif. Pemilihan bahasa G2, rata-rata G2 menggunakan Bahasa Banjar sama banyak dengan Bahasa Indonesia/Melayu Pontianak disetiap domain. sikap bahasa G2 mulai negatif. Pemilihan bahasa G3, rata-rata G3 hanya menggunakan bahasa Indonesia/melayu Pontianak disetiap domain. Sikap bahasa G3 negatif.         Kata kunci:  Pemilihan bahasa, Sikap Bahasa, Bahasa Banjar Abtract: This study attempts to know the level election language also to knows the difference attitude residents bubuhan banjar in pontianak based on social variable for them.And to know the state of language banjar in pontianak.Approach election language according to the theory the domain.The domain house, neighbors and the community.Variable attitude language based on attitude still control, still use, want of retaining, and attitude afeksi.This research uses the quantitative.Technique data collection using a technique chief.The number of respondents 100 people, are divided according classifications age. Age 51 up (G1) 23 respondents. Age 25 to 50 (G2) 27 respondents, and the days of 25 down (G3) 50 respondents.The results of the analysis data showed that the average g1 still use of language banjar in each the domain.Language g1 positive attitude.Language g2 election, the average g2 use of language banjar as much with indonesian / malay pontianak luminance the domain.. Attitude language g2 start negative .Language g3 election , the average g3 only use indonesian / malay pontianak luminance the domain .Language g3 negative attitude . Keyword: Language Election, Language Attitude, Banjar Language
KOMPONEN MAKNA DALAM KEGIATAN BERLADANG PADI MASYARAKAT DAYAK KANAYATN KABUPATEN LANDAK Ritno, Ritno; Madeten, Sisilya Saman; Simanjuntak, Hotma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 7, No 6 (2018): Juni 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research is the words that exist in the activity of ‘paddy farming Dayak Kanayatn  Landak District, in Simpang Tiga Village, Village Tapakng, Sompak Subdistrict, Landak District Source of data in this study is the MPA spoken by the informants Dat collection techniques is a technique of simak and skill and fishing techniques  Data collection tools of paddy farming in the list of data card questions and recording devices Based on the results of the research analysis shows that the Camponent of Meaning in the Activity of Rice Field (MDKKLO has 33 component vocabulary akna 33,and the tpye of meaning 32 Components of MDKKL meaning that is analyzed with using the analysis of the meaning of the word paddy field, the form of the word paddy field  the meaning of rice fields, and the meaning of paddy fields, there are lexical meanings, grammatical meaning of paddy fields, referential eating of nonreferential meaning of rice fields, deotatif meaning connotative meaning of adi and the meaning of the term paddy fields Keywords: Component of Meaning, Rice Field
RELASI SEMANTIK KATA DALAM BAHASA MELAYU DIALEK SEKADAU Tambunan, Tiurmina Br; Saman, Sisiliya; Simanjuntak, Hotma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 2 (2013): Februari 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to describe the semantic relationships in a Malay word Sekadau in Sei Ringgin. The method used in this research is descriptive qualitative research forms. The data in this study are the words that contain the semantic relationships in the BMDS. Sources of data in this study is BMDS spoken by the people in the village of Sei Ringgin, Sekadau Hilir District. The techniques are used in this study is interviewing techniques, fishing techniques, and documentary studies. The data procedure analysis technique transcription stage, classification, analyzing data, and conclusions. Based on the analysis of existing data, it can be concluded that the BMDS are synonyms, antonyms, homonyms, hiponyms, and polysemy. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relasi semantik kata dalam bahasa Melayu Sekadau di Desa Sei Ringgin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata yang mengandung relasi semantik dalam BMDS. Sumber data dalam penelitian ini adalah BMDS yang dituturkan oleh masyarakat di Desa Sei Ringgin, Kecamatan Sekadau Hilir. Teknik yang digunakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, teknik pancing, dan studi dokumenter. Teknik analisis data dilakukan melalui tahap transkripsi, klasifikasi, menganalisis data, dan simpulan. Berdasarkan hasil analisis data, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam BMDS terdapat sinonim, antonim, homonim, hiponim, dan polisemi. Kata Kunci : Relasi Semantik, Relasi, Semantik
NOMINA BAHASA DAYAK POMPAKNG Mustaqim, Nursuki; Hanye, Paternus; Simanjuntak, Hotma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Penelitian tentang Nomina Bahasa Dayak Pompakng bertujuan mendeskripsikan ciri-ciri, bentuk dan fungsi nomina dalam bahasa Dayak Pompakng.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif sinkronis dengan bentuk penelitian kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ciri-cirinomina BDPyaitu, dalam kalimat yang predikatnya verba, nomina cenderung menduduki fungsi subjek, objek atau pelengkap, dan keterangan, nomina BDP dapat diikuti oleh adjektiva.Bentuk nomina BDP terbagi atas nomina dasardan  nomina turunan. Nomina BDP dapat menduduki fungsi sebagai subjek, predikat, objek,keterangan dan pelengkap.Afiks pembentuk nomina BDP menyatakan beberapa makna, yaitu, menyatakan makna orang yang dituakan, menyatakan makna orang yang bersifat, orang yang melakukan perbuatan yang dinyatakan oleh verba, sebagai tempat  atau wilayah kekuasaan. Kata kunci: Nomina, Bahasa, Dayak Abstract: Research onLanguageNounsDayakPompakngaims to describethe characteristics, form, functionandmeaning ofthe nounon the Dayak languagePompakng. The used methodisdescriptivesynchronousmethodwiththe qualitativeresearch form. Based on the resultsof this study concludedthatthe characteristics ofthe BDPnounthat is, thesentencepredicateverbs,nounstend tooccupythe function ofsubject, objectorcomplement, anddescription, the BDPcan befollowedby anounadjective. Nounform ofBDPis divided intobasicnounsandnounderivative. BDPnouncanoccupya functionassubject, predicate, object, informationandcomplementary. AffixformingnounsBDPstatedseveralmeanings, namely, conveys the meaning ofthe elder person, statingthenatureof meaning, peoplewhocommitacts thatexpressedbythe verb, asa placeorareaof power.   Keywords: Nouns, Language, Dayak
RELASI SEMANTIK KATA DALAM BAHASA BEKIDOH DAYAK JANGKANG DI KABUPATEN SANGGAU Linda, Marina; Saman, Sisilya; Simanjuntak, Hotma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 9 (2013): September 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan relasi semantik kata dalam bahasa Bekidoh Dayak Jangkang di Kabupaten Sanggau. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan bentuk penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata yang mengandung relasi semantik kata dalam BBDJ dan sumber data dalam penelitian ini adalah BBDJ yang digunakan oleh masyarakat di Desa Serambai Jaya, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau. Teknik pengumpul data dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, teknik pemancingan, dan teknik simak. Prosedur dan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah transkripsi, penerjemahan, klasifikasi, menganalisis data, dan membuat simpulan. Berdasarkan hasil analisis data, bahwa terdapat 51 sinonim, 48 antonim, 12 homonim, 10 hiponim, dan 15 polisemi dalam BBDJ. Kata kunci: Relasi, Relasi Semantik, Semantik Abstract: This thesis has a purpose to describe the semantic relation of words in Bekidoh Language of Dayak Jangkang (a native ethnic group) in Sanggau Regency. This thesis applies the descriptive method in form of qualitative research. The data in the research is the words contain the semantic relation in Bekidoh Language of Dayak Jangkang (BBDJ), and the source of data in the research is the BBDJ which is used by people in Serambai Jaya Village, Mukok Sub district, Sanggau Regency. The kinds of techniques in the research are interview, inducement, and attentive technique. The procedures and the technique of data analysis use are transcription, translation, classification, analysis, and conclusion. Based on the result of data analysis, the researcher concludes that there are 51 synonym, 48 antonym, 12 homonym, 10 hyponym, and 15 polysemy in Bekidoh Language of Dayak Jangkang or BBDJ (Bahasa Bekidoh Dayak Jangkang). Keywords: Relation, Semantic Relation, Semantic
NOMINA BAHASA DESA DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENGAJARAN BAHASA INDONESIA Bunga, Jimiana; Hanye, Paternus; Simanjuntak, Hotma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 2 (2013): Februari 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nomina Bahasa Desa dan Implementasinya dalam Pengajaran Bahasa Indonesia bertujuan untuk mendeskripsikan nomina bahasa Desa, khususnya pada bentuk, fungsi, makna, dan Implementasinya dalam pengajaran Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil penelitian: 1) Bentuk nomina Bahasa Desa terdiri nomina dasar dan nomina turunan, 2) Fungsi nomina Bahasa Desa dalam kalimat sebagai subjek, predikat, objek, konektif, keterangan, dan pelengkap, 3) Makna afiks pembentuk nomina dengan prefiks ke- menyatakan di-, dan prefiks peN menyatakan makna: orang, orang melakukan kegiatan, alat untuk melakukan kegiatan yang dinyatakan oleh verba, 4) Nomina Bahasa Desa pada pengajaran Bahasa Indonesia diajarkan kepada siswa khususnya nomina Bahasa Desa yang tidak ada dalam bahasa lain. Kata kunci: bentuk, fungsi, makna, dan implementasi. Abstract: Desa Language Noun and its implementation in Indonesian language teaching aimed to describe Desa language noun, especially in its form, function and implementation language teaching. the method used in this research is descriptive method. research findings: 1) the form of Desa language noun consists of base noun and deviation noun, 2) the function of Desa language noun as subject, predicate, object, conjunction, explanation and complement. 3) the meaning of affix as noun maker with prefix ke- to state di- and PeN prefix to state meaning: person, person does an activity, tool to do activity which is stated by verb, 4) Desa Language noun in Indonesian language teaching to syudents especially Desa language noun which can not be found in another language. Key words: form, function, meaning, and implementation.
RELASI SEMANTIK KATA DALAM BAHASA DAYAK SUHAID DIALEK SEJIRAM Agnes, Maksima; Hanye, Paternus; Simanjuntak, Hotma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 2 (2013): Februari 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul penelitian adalah Relasi Semantik Kata Dalam Bahasa Dayak Suhaid Dialek Sejiram. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk pendeskripsian Masalah umum Relasi Semantik Kata dalam BDSDS. Penelitian ini menggunakan metode desktriptif, berbentuk kualitatif. Sumber data yaitu cerita rakyat Bahasa Dayak Suhaid yang telah dituturkan oleh informan ditranskripsikan kedalam bentuk tertulis. Penelitian ini menggunakan teknik pengamatan langsung, yaitu teknik pancing, wawancara dan studi dokumenter. Alat pengumpul data yaitu daftar pertanyaan, instrumen gambar, cerita rakyat dan catatan khusus. Adapun kesimpulan penelitian sebagai berikut. 1) pertalian Relasi antara bentuk dan makna melibatkan: (a) Sinonim (Lebih dari satu bentuk bertalian dengan satu makna). (b) Polisemi (Bentuk yang sama memiliki lebih dari satu makna). 2) pertalian relasi antara dua makna melibatkan: (a) Hiponim (cakupan makna dalam sebuah makna yang lain). (b) Antonim (posisi sebuah makna di luar sebuah makna yang lain). 3) pertalian relasi antara satu bentuk mengacu kepada dua referen yang berlainan; Kata kunci: Relasi semantik, Makna dan Bentuk. Abstract: The title of this research is Relasi Semantik Kata Dalam BDSDS. This research is aimed to describe general problem of word semantic relation in Dayak Suhaid Language, Sejiram Dialect. This research conducted by using descriptive method, meanwhile qualitative. The data was collected from Dayak Suhaid folklore which was told by the informant and then transcribed into written format. This research uses direct observation, fishing technique, interview, and documentary study. The researcher is using questions list, picture instrument, folklore, and certain notes as the research instrument. As conclusions of this research are follows: 1) Relation connection between form and meaning involves: a) synonym (has more than one bond form in one meaning) b) polysemi (the same form with more than one meaning) 2) Relation connection between two meanings which. a) Hyponym (meaning scopes in other meanings) b) antonym (position of a meaning beyond another meaning). 3) Relation connection between one a form which refers two different references. Keywords: Semantic relation, meaning and form
FRASA BAHASA MELAYU DIALEK KETAPANG Yulianti, Dina; ., Sukamto; Simanjuntak, Hotma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 7 (2014): Juli 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna frasa Bahasa Melayu dialek Ketapang. Bentuk penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu bahasa Melayu dialek Ketapang yang dipakai masyarakat Kelurahan Mulia Kerta. Data dalam penelitian ini berupa frasa bahasa Melayu dialek Ketapang yang didapat melalui wawancara langsung dengan informan yang direkam kemudian diterjemahkan dan dicatat. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik wawancara, teknik simak libat cakap (SBLC), dan bercerita. Berdasarkan analisis data ditemukan frasa dalam BMDK dapat dibedakan atas (a) frasa endosentris yang meliputi frasa endosentris yang koordinatif, frasa endosentris yang apositif, dan frasa endosentris yang atributif. (b) frasa eksosentris. Bentuk frasa dalam BMDK berdasarkan kategori frasa yaitu frasa nominal, verbal, adjektival, preposisional, dan keterangan. Fungsi frasa dalam kalimat fungsi frasa verbal, adjektival, adverbial, nominal, dan numeralial. Hubungan makna antar unsur-unsur dalam frasa BMDK yakni makna frasa nomina, frasa verba, frasa numeralia, frasa adverbial, dan frasa preposisi. Kata kunci : Bentuk, fungsi, makna frasa dialek Ketapang   Abstract: this research purpose describe are form, function, and meaning of Malay language in Ketapang dialect. This research is in from of qualitative and descriptive methode. Data source of this research is Malay language in Ketapang dialect thas is spoken by native in Mulia Kerta district. Data in this reseacrh are in from of Malay language in Ketapang dialect that is gained through direct interview with interviewees that is recorder and translated then taken not. In aggregation data, the researcher user interviewing technique, listen and speak technique, and story telling. According to data analysis, it is found that phrase in KDMP can be disringuished into. (a) endocentric phrase that coveos coordinative endocentric, apositive endocentric phrase, and attributive endocentris phrase. (b) exocentrie phrase. Phrase form in KDMP according to phrase categores, they are: nominal phrase, verbal, adjectival, prepositional, and adverbial. Any functions of phrase in senteces, they are functioning as phrasal verb, adjectival phrase, adverbial phrase, nominal phrase, and numeral phrase. Meaning relatioship between elements in phrase KDMP, they are nominal phrase meaning, phrasal verb, numeral phrase, adverbial phrase and prepositional phrase. Keywords: categores, functions, meaning phrase Ketapang dialect
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM KUMPULAN CERITA RAKYAT MELAYU MEMPAWAH ZAMAN KERAJAAN Annisa, Ayu Novia; Simanjuntak, Hotma; Amir, Amriani
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 6 (2015): JUNI 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Latar belakang dilakukannya penelitian ini kerena fungsi bahasa adalah alat untuk menyampaikan pesan atau maksud dari penutur kepada mitra tutur. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk-bentuk tindak tutur ilokusi yang digunakan dalam kumpulan cerita rakyat Melayu Mempawah. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian bersifat kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa dalam cerita rakyat Melayu Mempawah digunakan tindak tutur ilokusi dalam bentuk verdiktif, asertif, direktif, ekspresif, dan komisif. Tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam kumpulan cerita rakyat Melayu Mempawah berjumlah 60 data dengan rincian 1 bentuk verdiktif, 22 bentuk asertif, 24 bentuk direktif, 6 bentuk ekspresif, dan 7 bentuk komisif. Berdasarkan data yang ditemukan, bentuk-bentuk tindak tutur ilokusi dalam kumpulan cerita rakyat Melayu Mempawah berperan dalam menjembatani maksud yang disampaikan penutur kepada mitra tutur.   Kata Kunci: Tindak Tutur, Lokusi, Ilokusi, Perlokusi.   Abstract. Motivation of this research becaused the function of language as an instrument to inform message or idea from a speaker to a speaker partner. The purpose of this research is to describe form of the illocutionary act which used in  Mempawah Malay folklore. This research method is descriptive method while the form is qualitative. Based on the data analysis, it is concluded on Mempawah Malay folklore using the  illocutionary act of verdictive, assertive, directive, expressive, and comissive type. The illocutionary act which concluded on Mempawah Malay folklore is totaled by sixty data with details one of verdictive type, twenty two assertive type, twenty four directive type, six expressive type, and seven commissive type. Based on  the concluded data, type of illocutionary act of the Mempawah Malay folklore have a role to connect the purpose of the speaker to a speaker partner.   Keywords: Speech Acts, Locutionary Act, Illocutionary Act, Perlocutionary Act.
IDIOM BAHASA MELAYU DIALEK SANGGAU Trisna, Ina; Saman, Sisilya; Simanjuntak, Hotma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 2, No 3 (2013): Maret 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya penelitian yang komprehensif dalam mendeskripsikan Idiom Bahasa Melayu Dialek Sanggau. Bahasa Melayu Sanggau merupakan bahasa yang dipergunakan oleh masyakat Melayu khususnya di Kabupaten Sanggau. Hal yang diteliti dari bahasa ini adalah idiom. Permasalahan yang diteliti adalah bentuk, makna klasifikasi idiom. Dalam Penelitian ini menggunakan metode deskriptif berbentuk kualitataif. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan dan cerita rakyat yang telah dibukukan. Data dalam penelitian ini adalah ungkapan BMDS. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara dan studi dekumenter yang diunakan untuk menjaring ungkapan yang terdapat didalam cerita rakyat yang telah tertulis, sedangkan alat pengumpulan data yaitu pedoman wawancara dan kartu pencatat yang digunakan untuk menjaring ungkapan didalam cerita yang telah dibukukan, data dianalisis sesuai dengan masalah; dan data disimpulkan. Kata Kunci: idiom, Melayu Dialek Sanggau Astract: The background of this research is there is no comprehensive research yet in describing idiom in Sanggau Dialect of Malayan Language. Sanggau Malayan languange is the language used by Malayan peole especially in Sanggau regency. The element researched from this language is the idiom. The problem in this research is the form, idiom classification meaning. The method in this research is qualitatif descriptive method. The sources of data in this research are informant and folklor books. The data in this research is diom Sanggau dialect of Malayan language expressions. The techniques of collecting data in this researchare interview and decomentary study that used for sorting expressions in foklore books, while the tools of data collecting are interview guide and note card that used for sorting expressions in foklore books, the data anayzed based on the problem, and conclusion. Keywords:Idom, Sanggau Dialect of Malayan.
Co-Authors Afriani , Winda Agus Syahrani Agus Syahrani Agus Syahrani Agus Syahrani Agus Syahrani Agus Syahrani Agus Syahrani Agus Wartiningsih Ahadi Sulissusiawan Ahmad Rabi’ul Muzammil Ambarita, Getha Novianti Amriani Amir Amriani Amir Amriani Amir Ana Sisilia A Ananta, Dio Andriani, Yunita Arhami Khuzaifah Ari Rizky Akbar Arif, Mohamad Faisol Arneka Arneka Asit, Teresia Astonis, St. Sempuen Ayu Novia Annisa, Ayu Novia Azizi, Muhammad Hanif Buri, Viktorina Dela Safitri Dina Yulianti, Dina Djon Lasmono Dwi Hardianti Ella, Yosefha Elviana Elviana, Elviana Ersa, Olyvia Gloria Eusabinus Bunau Feni Feni Fitaliya, Fitaliya Hardianti, Dwi Hendreksen, Tommi Heni Yusnita Henny Sanulita Herawati Herawati Ina Trisna Indra Wardani, Dendy Jimiana Bunga Julianus Julianus Krystia, Yolenta Bella Laurensius Salem Liana Natasia Ersa Luwandi Suhartono Madeten, Sisilya Saman Maksima Agnes Margareta Margareta, Margareta Maria Fransiska Maria Fransiska Marina Linda Marini . Marpaung, Marpaung Martono Martono Mellisa Jupitasari Mubina, Muhammad Fathan Muzammil, Ahmad Rabi'ul Nainggolan, Kristina Natalia Febrina Nanang Heryana Nia Astriani Nurhidayah, Mareta Nursuki Mustaqim Oktiyadi, Rizky Pamurani, Ary Paternus Hanye Patriantoro . Pujilestari, Helena Putra, Ikhza Mahendra Rahma Fadhila Rahmat Rahmat Rasmawan, Ahmad Ritno, Ritno rizki, Nurul Rizky Oktiyadi Rizqiyah, Rizqiyah Rohani Rohani Rosdiana, Eva Rusmidah, Rusmidah Safhira, Bela Sanulita, Henny Sanulita Seli, Sesillia Septiani, Dea Sesilia Seli Sesiliya Saman Sisiliya Saman Sisilya Saman Siska Damayanti Siska, Margareta Siti Maryam Sukamto . Susissusiawan, Ahadi Sutrisno, Sutrisno Tiurmina Br Tambunan Tria Widarti Viktorianus, Viktorianus Wahyudi Wahyudi Wijaya, Eligia Winda Afriani Yenni Astuti Yeprarini, Yeprarini Yulia Damayanti Yuniarsih Yuniarsih Yunita Andriani Yustina, Intania