Muhammad Husaini
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 76 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Usaha Pengolahan Keripik Singkong di Desa Murung Kenanga Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar (Studi Kasus Usaha Keripik Singkong “Kita”) Archi Novi Nadila; Muhammad Husaini; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9428

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis besarnya biaya, penerimaan, dan keuntungan, kelayakan dan titik impas dari usaha keripik singkong “KITA”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar biaya total usaha keripik singkong selama bulan Januari yang dikeluarkan sebesar Rp 139.067.500,-/bulan dengan total penerimaan Rp 181.264.000,-/ bulan sehingga keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 42.196.500,-/bulan. Nilai Revenue cost ratio (RCR) yang diperoleh pada usaha keripik singkong tersebut sebesar 1,30 dan lebih besar dari 1, berarti usaha keripik singkong tersebut menguntungkan dan layak untuk diusahakan, karena setiap satu rupoiah biaya yang dikeluarkan diperoleh penerimaan sebesar 1,30 rupiah. Berdasarkan nilai BEP rupiah yang diperoleh sebesar Rp610.079 dan untuk niali BEP unit sebesar 87 bungkus, maka agar usaha tersebut tidak mengalami kerugian, maka penerimaan yang diperoleh usaha tersebut harus lebih besar dari nilai BEP tersebut.
Analisis Pemasaran Ubi Kayu di Desa Cindai Alus Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar Riska Nur Hasma; Muhammad Husaini; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i4.5965

Abstract

Desa Cindai Alus memiliki berbagai jenis varietas ubi kayu diantaranya yaitu varietas Gajah, Manggu, Sulawesi dan Mentega, dengan total produksi sebesar 11.293,45 kwintal. Hasil produksi tersebut dipasarkan oleh petani dengan berbagai cara, sehingga perlu diketahui pemasaran ubi kayu di Desa Cindai Alus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran, biaya pemasaran, marjin, farmer’s share, keuntungan serta tingkat efisiensi. Penelitian ini menggunakan metode survei, dengan jumlah populasi sebesar 70 orang. Dari jumlah tersebut diambil secara acak sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga Saluran pemasaran yaitu Saluran I, Saluran II dan Saluran III yang diikuti masing-masing petani sebesar 23,33%, 63,33% dan 13,33%. Biaya pemasaran tertingi ada di Saluran III yaitu Rp 662,22/kg, sementara yang terendah ada di Saluran II yaitu Rp 208,35/kg. Margin pemasaran tertinggi terjadi pada Saluran III sebesar Rp 2.500/kg, dan Saluran I dan II masing-masing Rp 1.000/kg. Keuntungan pemasaran tertinggi ada di Saluran III sebesar Rp 1.837,78/kg, Farmer’s share tertinggi terjadi pada Saluran I sebesar 100%, dan terendah pada Saluran III sebesar 37,5%. Efisiensi pemasaran secara ekonomis dan teknis terjadi pada Saluran II dengan nilai 8,33% dan Rp 20,83/km , sementara Saluran I dan II kurang efisien.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PEMBUATAN TAHU PUTIH DI KELURAHAN GUNTUNG PAYUNG KECAMATAN LANDASAN ULIN KOTA BANJARBARU (Studi Kasus Pabrik “Tahu Anyar”) Natalia Wulandari; Yusuf Azis; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i2.615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pemesanan bahan baku yang ekonomis per kali pesan (Economic Order Quantity), kelayakan (Revenue Cost Ratio) dan titik impas (Break Even Point) usaha pembuatan tahu putih, serta proses pemasaran tahu putih. Metode studi kasus merupakan sebagai pedoman dalam mengumpulkan data dengan menyeluruh, yaitu di Pabrik “Tahu Anyar” Kelurahan Guntung Payung Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah pemesanan sebanyak 68.100 kg selama 1 tahun terakhir degan pemesanan bahan baku kedelai yang optimal (EOQ) adalah sebesar 5.652 kg/ kali pesan dengan frekuensi pembelian sebanyak 12 kali pesan/tahun, sehingga diperoleh penghematan biaya persediaan sebesar Rp 163.875/kali pesan atau Rp 1.966.500/tahun dengan pemesanan bahan baku sebanyak 276 kg /kali pesan atau 3.312 kg/tahun. Keuntungan yang diper oleh adalah sebesar Rp 248.719.648/tahun dan mencapai titik impas (BEP) pada saat produksi tahu mencapai 6.304 papan atau 3.152 kg dan nilai jumlah penjualan sebesar Rp 157.600.000. Dengan kelayakan secara finansial diperoleh nilai RCR sebesar 1.31 maka RCR > 1. Pemasaran tahu putih melibatkan beberapa pihak diantaranya produsen, pedagang pengecer dan konsumen. Proses pemasaran dilakukan langsung oleh pemilik perusahaan dengan mengantar ke pengecer di pasar antasari dan wilayah Kota Banjarmasin serta ke konsumen di sekitar Kota Banjarbaru.Kata kunci: persediaan, biaya, titik impas, kelayakan usaha, pemasaran, industri.
ANALISIS KOMPARATIF PENGGUNAAN HAND TRACTOR DALAM USAHA TANI PADI KECAMATAN TEWEH SELATAN DI KABUPATEN BARITO UTARA Koko Windarko; Muhammad Husaini; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2613

Abstract

Hand Tractor (HT) merupakan salah satu alat mesin pertanian yang digunakan untuk meringankan kerja seperti mencangkul lahan yang sangat luas dengan tenaga manusia. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui besar produktivitas, biaya total, penerimaan, keuntungan dan kelayakan usahatani padi dalam menggunakan (HT) dan yang tidak menggunakan (HT) serta mengetahui prospek penggunaan (HT) dalam usahatani padi. Penelitian dilaksanakan di Desa Trahean dan Butong Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara yang dimulai dari bulan Januari 2019 sampai dengan April 2019. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode proporsional random sampling, yaitu sebanyak 30 petani. Hasil penelitian menunjukan bahwa Produktivitas petani pengguna (HT) signifikan lebih besar (13,45%) jika dibandingkan dengan petani  (NHT). Besar biaya petani pengguna (HT) signifikan lebih kecil (34,84%) jika dibandingkan dengan petani (NHT). Besar penerimaan petani pengguna (HT) signifikan lebih besar (19,94%) jika dibandingkan dengan petani (NHT). Besar keuntungan petani pengguna (HT) signifikan lebih besar (73,18 %) jika dibandingkan petani pengguna (NHT). Kelayakan petani pengguna (HT) lebih layak jika dibandingkan dengan petani (NHT). Prospek penggunaan (HT)  kedepan lebih baik karena lebih mudah digunakan dan praktis, tidak membutuhkan waktu lama dalam pengolahan lahan, dan lebih menghemat upah tenaga kerja. Kata kunci: analisis komparatif, penggunaan alat, hand tractor.  
ANALISIS SALURAN DAN EFISIENSI PEMASARAN BERAS DI DESA BERANGAS KECAMATAN PULAU LAUT TIMUR KABUPATEN KOTABARU Rini Nurhayati; Muhammad Husaini; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i3.2923

Abstract

Beras adalah salah satu kebutuhan pokok yang banyak dikonsumsi masyarakat. Beras merupakan hasil produksi yang dihasilkan oleh petani, selaku produsen dan masyarakat sebagai konsumen serta padi tersebut perlu diolah menjadi beras, sehingga perlu dianalisis saluran dan efisiensi pemasaran beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran beras dan untuk mengetahui margin pemasaran, farmer share dan efisiensi pemasaran beras di Desa Berangas Kecamatan Pulau Laut Timur Kabupaten Kotabaru dari bulan Maret 2019 sampai dengan Agustus 2019 Kecamatan Pulau Laut Timur Kabupaten Kotabaru di Desa Berangas. Penelitian ini menggunakan data primer sebanyak 30 orang dengan cara wawancara langsung dengan bantuan kuesioner sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi-instansi yang terkait dengan penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa saluran pemasaran yang ada di Desa Berangas terdiri dari dua saluran pemasaran, yaitu saluran I (Petani-Penggilingan-Pedagang Besar-Konsumen) yang di ikuti petani sebesar 33,33% dan saluran II (Petani-Penggilingan-Pedagang pengecer-Konsumen) yang di ikuti petani sebesar 66,67%. Margin pemasaran saluran I sebesar Rp 4.200,00/Kg, farmer share sebesar 62,05% dan efisiensi pemasaran sebesar 14,00%, Sedangkan saluran II diperoleh margin pemasaran sebesar Rp3.200,00/Kg, farmer share sebesar 70,09% dan efisiensi pemasaran sebesar 11,05%. Berdasarkan kedua saluran pemasaran tersebut, saluran yang paling efisien, saluran II karena total biaya yang dikeluarkan relatif kecil, total margin yang lebih kecil dan efisiensi pemasaran yang lebih kecil.
Analisis Usahatani Bunga Melati dan Usaha Merangkai Bunga Melati Adat Banjar di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Muhammad Anas Ariffullah; Muhammad Husaini; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.5982

Abstract

Usahatani bunga melati dan usaha rangkaian bunga melati adat Banjar merupakan usaha sampingan yang mampu menambah penghasilan masyarakat. Tujuan penelitian menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani bunga melati dan merangkai bunga melati serta nilai tambah yang diperoleh dari usaha merangkai bunga melati adat Banjar di Kecamatan Martapura. Populasi dalam penelitian ini adalah petani bunga melati sekaligus pengrajin perangkai bunga melati yang ada di Kecamatan Martapura yang berjumlah 89 orang, dari jumlah tersebut diambil sebanyak 30 orang dengan teknik acak sederhana. Untuk menjawab tujuan penelitian tersebut digunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan nilai tambah. Berdasarkan hasil penelitian, biaya total usahatani bunga melati dan rangkaian bunga melati Rp 4.177.248/bulan dengan penerimaan total Rp 5.548.733/bulan, maka pendapatan diperoleh Rp 3.363.897/bulan dan keuntungan Rp 1.361.487/bulan. Nilai tambah usaha pengolahan bunga melati menjadi rangkaian bunga melati adat Banjar sebesar Rp 38.444,44/set dengan rasio 34,19 persen/set.
Analisis Usahatani Melon di Kota Banjarbaru Budi Setiawan; Hamdani Hamdani; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10306

Abstract

Kota Banjarbaru merupakan Kabupaten atau Kota yang memiliki produksi tanaman buah melon terbesar di Kalimantan Selatan pada tahun 2019 jumlah produksi melon sebesar 1.807,00 ton dan untuk tahun 2020 yaitu 991,00 ton dimana pada tahun 2019 merupakan hasil terbanyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan usahatani melon, biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan usahatani, dan kelayakan usahatani melon di Banjarbaru. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Banjarbaru dengan total populasi 89 petani usahatani melon, sampel yang digunakan dalam penelitian ini ada sebanyak 30 responden petani usahatani melon dari yang diambil menggunakan teknik acak bertingkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani melon di Kota Banjarbaru diselenggarakan selama 4 bulan (1 periode tanam) dari pengolahan tanah, penyemaian benih, penanaman bibit melon, perawatan hingga panen. Pada umumnya petani menggunakan air sumur untuk sistem pengairannya. Biaya usahatani melon yang dikeluarkan dalam satu periode tanam yaitu 4 bulan adalah Rp Rp 12.115.796,39/usahatani dan untuk penerimaan yang didapatkan petani melon rata-rata sebesar Rp23.651.653,85 per usahatani. Adapun rata-rata pendapatan dari usahatani melon setiap usahatani memperoleh Rp 14.586.042, kemudian keuntungan rata-rata dari usahatani melon ini mencapai Rp 11.535.857,46 per usahatani. Keuntungan rata-rata yang diperoleh oleh petani melon sangat menguntungkan dengan perbandingan biaya yang dikeluarkan. Nilai RCR yang diperoleh senilai 1,95 yang artinya nilai tersebut lebih besar dari 1, maka dapat dikatakan usahatani melon tersebut layak untuk diusahakan dengan baik.
Persepsi Petani terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian Lapangan di BPP Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara Nove Munira; Mariani Mariani; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i2.5892

Abstract

Dalam kegiatan penyuluhan, kinerja penyuluh menjadi penting untuk menilai penyuluh yang berhasil dalam merubah pengetahun, sikap dan keterampilan petani dalam berusahatani. Dalammelakukan penilaian tersebut perlu diketahui pendapat atau persepsi petani.  Persepsi adalah proses petani untuk memahami, merasakan, mendapatkan manfaat dan mampu menginterpretasikan apa yang disampaikan oleh penyuluh dalam berusahatani padi melalui indra yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani terhadap kinerja penyuluh pertanian dan untuk mengetahui faktor internal petani yaitu umur, pendidikan, kekosmopolitan, luas lahan, lama berusahatani dan faktor eksternal yaitu akses terhadap informasi, partisipasi dalam kegiatan penyuluhan yang mempengaruhi persepsi petani terhadap kinerja penyuluh di Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 47 petani dari populasi sebanyak 471 petani yang diambil dengan teknik acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  persepsi petani terhadap kinerja penyuluh pertanian lapangan di BPP Babirik signifikan termasuk dalam kriteria persepsi positif dengan indeks rata-rata sebesar 0,54. Faktor internal petani yaitu pendidikan formal petani dan luas lahan, serta faktor eksternal petani yang terdiri dari  akses terhadap informasi dan partisipasi anggota kelompok tani signifikan mempengaruhi persepsi petani terhadap kinerja penyuluh. Sementara itu, faktor internal dan eksternal yang terdiri dari umur petani, pengalaman dalam berusahatani dan kekosmopolitan petani  tidak signifikan mempengaruhi persepsi petani terhadap kinerja penyuluh tersebut.
Analisis Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Karet di Desa Buntoi Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah Natasia Andriani; Muzdalifah Muzdalifah; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7797

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesejahteraan rumah tangga petani karet dan faktor pendapatan, pendidikan, jumlah anggota keluarga, anggota keluarga yang bekerja, dan penerima bantuan langsung tunai yang berpengaruh terhadap kesejahteraan rumah tangga petani karet. Penelitian dilaksanakan di Desa Buntoi Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah dengan jumlah populasi sebanyak 166 orang. Dari jumlah tersebut, diambil sampel sebanyak 33 orang petani karet dengan acak sederhana. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa pendapatan rumah tangga petani karet di Desa Buntoi adalah sebesar Rp 1.089.501,26/kapita/bulan berdasarkan kriteria Bank Dunia sebesar USD $2/kapita/hari atau Rp 860.520,00/kapita/bulan, maka sebesar 63,64% rumah tangga petani karet di Desa Buntoi Kecamatan Kahayan Hilir termasuk dalam kategori sejahtera, sedangkan sisanya sebesar 36,36% termasuk dalam kategori tidak sejahtera. Faktor pendapatan rumah tangga, jumlah anggota keluarga, dan anggota keluarga lain yang bekerja, berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan rumah tangga petani karet. Sedangkan, faktor pendidikan dan penerima bantuan langsung tunai (BLT) tidak berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan rumah tangga petani karet.
Analisis Pendapatan Usahatani Kelapa Sawit di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut Sri Ismiati Rahayu; Umi Salawati; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1301

Abstract

Abstrak. Tanaman sawit merupakan tanaman yang memerlukan waktuvyang panjang untuk berproduksi. Biasanyavjangka waktu pada produksi tanaman tersebutvhingga mencapai puluhan tahun danvbisa dipanen lebih dari satuvkali. Di Kecamatan Batu Ampar perkebunan kelapa sawit menempati posisi kedua terbesar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan petani kelapa sawit dan total pendapatan rumah tangga petani kelapa sawit di Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut dan mengetahui kesejahteraan petani kelapa sawit di Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu dengan cara stratified random sampling yaitu cara pengambilan 30 sampel petani dari jumlah populasi sebanyak 73 petani yang terbagi ke dalam tiga strata. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui pendapatan rumah tangga adalah jumlah total dari pendapatan usahatani kelapa sawit dengan non usahatani dan tingkat kesejahteraan menggunakan acuan Bank Dunia. Berdasarkan hasil penelitian pendapatan bersih yang diperoleh petani kelapa sawit rata-rata sebesar Rp 50.092.499/tahun dan rata-rata untuk pendapatan non usahatani sebesar Rp 11.240.000/tahun. Kemudian untuk rata-rata pendapatan rumah tangga adalah Rp 61.332.499/tahun dan kontribusi pendapatan kelapa sawit terhadap pendapatan rumah tangga petani kelapa sawit adalah sebesar 81,67%. Tingkat  kesejahteraan petani kelapa sawit dengan pendapatan sebesar Rp 170.367,914 per kapita per hari, sementara acuan Bank Dunia adalah sebesar $2 per kapita per hari atau sebesar Rp 29.800 per kapita per hari (nilai tukar Desember 2018). Berdasarkan hal tersebut maka sebesar 70% petani yang berpendapatan di atas kriteria Bank Dunia tergolong sejahtera dan sisanya sebesar 30% yang berpendapatan di bawah acuan Bank Dunia tergolong tidak sejahtera.Kata kunci: tanaman tahunan, kelapa sawit, pendapatan, tingkat kesejahteraan 
Co-Authors Abdullah Djafar Abdur Rahim Abdurrahman Abdurrahman Abdussamad Abdussamad Afrillia Wulandari Agustin Novita Anwar Ahmad Jaelani Ahmad Yousuf Kurniawan Akhmad Junaidi Alia Istiana Alpianor Alpianor Ambiya Noor Ananda Dea Saprila Anastasia Tri Astuti Anggi Puspita Devi Archi Novi Nadila Artahnan Aid Aurora Vianda Badaruddin Badaruddin Budi Setiawan Danang Biyatmoko Dea Ermaliyanda Dhea Widyasari Dini Setiyani Dwijono Hadi Darwanto Eka Radiah Eka Tunggal Dewi Elfa Refina Emy Rahmawati Erma Erma Feronika Pangaribuan Ferrianta, Yudi Fuzi Ash'ari Hafizianor Hafizianor Hairi Firmansyah Hairin Fajeri Hamdani Haryogi Muliandri Hayatun Najah Herliani Herliani Herni Safitri Istiqomah Istiqomah Jamiatul Aqidah Jangkung Handoyo Mulyo Jodi Setiawan Kamiliah Wilda Khairiana Khairiana Koko Windarko Latifah Latifah Lidiya Santi Lisa Oktaviani Luki Anjardiani Mariani Mariani Marleni Marleni Marni Marni Masyhudah Rosni Masyhuri Masyhuri Mira Yulianti Muhammad Anas Ariffullah Muhammad Andres Jerry Elmer Septian Muhammad Angga Prabowo Muhammad Fahrianor Muhammad Suprianur Mujerimin Mujerimin Muslima Hidayati Mutiara Novrista Elisya Muzdalifah Muzdalifah Natalia Wulandari Natasia Andriani Nina Budiwati Nita Ariyani Nove Munira Noviani Wulandari Novita Ariani Novita Dewi Utami Nurmelati Septiana Nurul Abadiyah Nurul Jannah Nurul Kholifah Pattra Negara Adi Rahmah Hidayah Rendy Fadillah Akbar Rifiana Rifiana Rika Pebri Ramadhani Rini Nurhayati Riska Nur Hasma Sarianah Sarianah Shania Sulie Punuh Sidiq Rahmadi Siti Naimah Sri Ismiati Rahayu Suprijanto Suprijanto Syahrul Fadhilah Taisirul Husna Taufik Hidayat Theresia Sintia Septy Umi Salawati Usamah Hanafie Wahyu Wahyu Wardatul Hayati Winda Noor Amalia Yanti, Nuri Dewi Yasiratul Baroroh Yolanda Citra Dewi Yurika Afrilia Anzar Yusuf Azis