Muhammad Husaini
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 76 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Usahatani Bunga Melati dan Bunga Kenanga terhadap Total Pendapatan Keluarga Petani di Desa Pandak Daun Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Nurul Abadiyah; Luki Anjardiani; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7795

Abstract

Bunga melati dan bunga kenanga banyak diusahakan oleh keluarga petani di desa Pandak Daun Kecamatan Karang Intan. Bunga melati dan bunga kenanga banyak digunakan oleh masyarakat untuk kegaiatan pernikahan, kelahiran, kematian dan acara resmi lainnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, pendapatan total keluarga petani dan kontribusi usahatani bunga melati dan bunga kenanga terhadap total pendapatan keluarga petani Penelitian ini menggunakan metode survei terhadap populasi petani tersebut yang berjumlah 82 orang dan diambil sebagai sampel sebanyak 41 orang dengan teknik proportioneted random sampling. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total usahatani bunga melati dan bunga kenanga per usahatani sebesar Rp 1.791.738 atau per bulan sebesar Rp 597.246 dengan penerimaan per usahatani sebesar Rp 11.837.278 atau perbulan Rp 3.945.759. Pendapatan yang diperoleh keluarga petani per usahatani sebesar Rp 11.625.138 atau per bulan sebesar Rp 3.292.801 dan keuntungan perusahatani sebesar Rp 10.043.619 atau perbulan sebesar Rp 3.347.873. Pendapatan total keluarga petani selama periode Mei-Juli dari usahatani bunga melati, usahatani bunga kenanga, usaha pertanian (padi) dan non pertanian sebesar Rp 12.050.286 per usahatani, yang terdiri dari usahatani bunga melati dan bunga kenanga sebesar Rp 11.587.456 per usahatani, usaha pertanian (padi) dan usaha non pertanian, masing-masing sebesar Rp282.341 dan 180.488. Kontribusi pendapatan dari usahatani bunga melati dan bunga kenanga terhadap pendapatan total rumah tangga petani, masing-masing sebesar 40% dan 57% sisanya sebesar 3% dari usaha pertanian dan non pertanian.
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PEMASARAN INDUSTRI COKELAT BATANGAN (STUDI KASUS UMKM ABBA COKELAT DI KOTA BANJARBARU) Yolanda Citra Dewi; Yudi Ferrianta; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2628

Abstract

UMKM Abba Cokelat merupakan salah satu industri yang bergerak pada bidang kakao di Kota Banjarbaru yang telah dirintis sejak lima tahun yang lalu. Sebagai produsen pengolahan cokelat, UMKM tersebut mengolah cokelat balok menjadi coklat batangan dengan variasi jenis dan rasa.  Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan cokelat balok menjadi cokelat batangan dengan menggunakan metode Hayami dan untuk mengetahui strategi pemasaran dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan input sebesar 6 kg/hari diperoleh output sebesar 5,25 kg/hari atau 150 pcs/hari, dengan harga produk Rp 300.000/kg diperoleh nilai tambah sebesar Rp 79.949/hari dengan rasio nilai tambah sebesar 30%. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 58.995,33/hari, dengan rasio keuntungan sebesar 22%.  Balas jasa pemilik faktor produksi tenaga kerja dan sumbangan input lain masing-masing sebesar 9% dan 64%, sehingga keuntungan perusahaan sebesar 27%. Berdasarkan hasil analisis SWOT strategi pemasaran yang dilakukan berupa strategi agresif dengan lebih fokus pada strategi SO (Strength and Opportunities) yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada dengan kegiatan meningkatkan kualitas, kuanlitas serta mempertahankan kualitas produk untuk mempertahankan pelanggan dan pemasaran yang lebih luas, serta mengoptimalkan saluran distribusi untuk memperluas pemasaran.Kata kunci: cokelat, nilai tambah, strategi pemasaran 
Motivasi Petani Menanam Tanaman Sengon ( Paraserianthes falcataria L. Nelson) di Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah Haryogi Muliandri; Muhammad Husaini; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5972

Abstract

Motivasi adalah suatu proses psikologis yang dapat mencerminkan interaksi antara sikap, kebutuhan, persepsi dan keputusan yang terjadi pada diri petani. Kekuatan motivasi dapat digambarkan melalui motif, dan harapan petani. Motif merupakan faktor pendorong petani untuk melakukan tindakan. Tujuan penelitian mengetahui motivasi petani dan mengidentifikasi permasasalahan yang dihadapi petani dalam menanam tanaman sengon. Penelitian ini menggunakan metode survei. Jumlah sampel penelitian sebanyak 30 petani dari total populasi 118 petani sengon. Untuk mengetahui tujuanbsatu dan dua, digunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, motivasi petani menanam tanaman sengon terbagi kedalam dua bagian yaitu motivasi ekonomi dan sosial. Motivasi ekonomi termasuk dalam kategori tinggi dengan skor yang diperoleh sebesar 84.86% dari skor ideal. Dengan menanam sengon dapat meningkatkan pendapatan petani, meskipun setelah berumur 6-7 tahun setelah tanam dan ada jaminan harga sengon karena sudah ada pebrik pengolahan.  Hal yang sama dengan motivasi sosial, dengan skor yang diperoleh sebesar  92.86% dari skor ideal.  Dengan menanam sengon petani dapat berinteraksi terhadap sesama petani dan masyarakat sekitar, selain itu juga mendapatkan pembinaan dari pemerintah. Permasalahan utama dalam menanam sengon adalah kebakaran lahan, berikutnya hama tupai, keterbatasan modal dan tidak adanya kredit usaha dari pemerintah.
Analisis Perilaku Ekonomi Rumah Tangga Petani Karet di Kabupaten Tapin Nita Ariyani; Muhammad Husaini; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7785

Abstract

Kabupaten Tapin merupakan salah satu daerah sentra penghasil karet yang ada di Kalimantan Selatan, dan sebagai sumber mata pencaharian utama bagi rumah tangga petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui curahan tenaga kerja rumah tangga petani karet, pendapatan dan pengeluaran rumah tangga petani karet serta proporsi pengeluaran konsumsi pangan terhadap total pengeluaran rumah tangga petani karet. Penelitian dilakukan di Kabupaten Tapin di Desa Hatungun dan Desa Suato Lama, dilaksanakan pada bulan Juni 2021. Teknik pengambilan sampel dengan multi stage random sampling dengan jumlah sampel yang diambil yaitu 40 rumah tangga petani karet dari populasi sebanyak 700 rumah tangga petani yang tersebar ke dalam 2 desa terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curahan tenaga kerja rumah tangga petani karet untuk usahatani karet (on farm) sebesar 35,07 HKO/bulan dan non usahatani (non farm) sebesar 3,69 HKO/bulan, serta untuk mengurus rumah tangga (non ekonomi) sebesar 11,6 HKO/bulan sehingga total curahan tenaga kerja sebesar 50,36 HKO/bulan. Pendapatan rumah tangga petani dari usahatani karet adalah sebesar Rp 6.983.866 /bulan/usahatani, pendapatan dari non usahatani adalah sebesar Rp 143.000 per bulan, serta pendapatan sumber lainnya yaitu sebesar Rp 106.250 per bulan, sehingga total pendapatan rumah tangga petani sebesar Rp 7.233.116/bulan/usahatani. Pengeluaran rumah tangga petani karet terdiri dari pengeluaran pangan rata-rata sebesar Rp 1.588.575 per bulan, sedangkan pengeluaran non pangan rata-rata sebesar Rp 1.723.345 per bulan. Sehingga pengeluaran total mencapai sebesar Rp 3.311.920/bulan. Proporsi pengeluaran rumah tangga untuk pangan terhadap pengeluaran total rumah tangga petani seluruhnya sebesar 48%, sisanya sebesar 52% pengeluaran rumah tangga petani untuk keperluan non pangan.
Analisis Usahatani Ubi Kayu di Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura Kota, Kabupaten Banjar Rendy Fadillah Akbar; Hairi Firmansyah; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.1993

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui penyelenggaraan usahatani ubi kayu, menghitung besarnya biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan tingkat kelayakan serta hambatan yang di hadapi selama proses usahatani ubi kayu di Desa Cindai Alus Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan metode survey pada kelompok tani di Desa Cindai Alus Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar yang melaksanakan budidaya ubi kayu, dengan jenis data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Populasi petani ubi kayu berjumlah 70 orang, dari tersebut jumlah yang diambil sebanyak 30 orang dengan teknik simpel random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diketahui penyelenggaraan usahatani ubi kayu di Cindai Alus Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar mendapatkan hasil yang baik sesuai dengan teori dan teknologi yang dianjurkan seperti cara pengolahan tanah secara guludan, penanaman yang menyesuaikan waktu, pemupukan dengan sesuai dosis anjuran, penyiangan dan penyemprotan insektisida sesuai dengan waktu masa tanamnya agar mendapatkan hasil panen yang baik sesuai. Rata-rata biaya eksplisit yang dikeluarkan sebesar Rp 17.581.541/UT dengan rata-rata luas lahan per usahatani adalah 1,05 hektar atau  Rp 16.702.464/ha. Rata-rata biaya implisit yang dikeluarkan sebesar Rp 3.054.006/UT atau Rp 2.901306/ha, maka total biaya rata-rata sebesar Rp 20.635.547/UT atau Rp 19.603.769/ha. Rata-rata penerimaan yang diperoleh sebesar Rp 49.903.333/ UT atau Rp 47.408.167/ha. Rata-rata pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 32.321.793/UT atau Rp 30.706.703/ha, dan rata-rata keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 29.267.767/UT atau Rp 27.804.397/ha. Hasil analisis RCR menunjukkan angka 2,47 untuk per UT dan 2,34 untuk per hektar yang artinya setiap pengeluaran Rp 1 diperoleh penerimaan sebesar  Rp 2,47 untuk  per usahatani dan 2,34 untuk per hektar, maka usahatani ubi kayu  menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Hambatan yang dihadapi oleh dalam penyelenggaraan usahatani ubi kayu diantaranya serangan penyakit pusarium/pembusukan dari luas tanam 35 ha dengan luas panen yang rusak 3,5 ha (10%) yang disebabkan cuaca yang tidak menentu serta kekeringan di musim kemarau.Kata kunci: usahatani, ubi kayu, keuntungan, RCR
ANALISIS DINAMIKA KONSUMSI PANGAN MASYARAKAT DI KOTA BANJARBARU Rika Pebri Ramadhani; Muhammad Husaini; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i1.582

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pola konsumsi pangan rumah tangga, pengaruh faktor (pendapatan keluarga, jumlah anggota, pendidikan terakhir ibu rumah tangga dan pekerjaan kepala keluarga) terhadap pengeluaran konsumsi pangan rumah tangga dan mengetahui skor Pola Pangan Harapan (PPH) di Kelurahan Cempaka Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pangan rumah tangga di Kelurahan Cempaka sebesar 1.699,8 kkal/kap/hr lebih rendah signifikan jika dibandingkan dengan standar konsumsi pangan nasional sebesar 2.000 kkal/kap/hr. Semua variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap pengeluaran konsumsi pangan rumah tangga pada taraf 5%. Skor PPH di Kelurahan Cempaka sebesar 80,7 sudah melebihi standar minimum nasional sebesar 80 tetapi belum mencapai skor ideal sebesar 100.Kata kunci: konsumsi pangan, pola pangan harapan, dinamika
Analisis Efisiensi Pemasaran Cabai Besar di Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Lisa Oktaviani; Muhammad Husaini; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.687

Abstract

Cabai merupakan salah satu tanaman holtikultura yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Permintaan cabai yang relatif kontinyu dan cukup tinggi apalagi pada saat hajatan atau hari besar yang membuat diperlukannya pasokan cabai yang mencukupi. Kecamatan Haruyan merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang memiliki produksi cabai besar tertinggi diantara Kecamatan yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran pemasaran, fungsi pemasaran, lembaga pemasaran, dan untuk mengetahui margin pemasaran, farmer’s share, dan efisiensi pemasaran. Metode penarikan contoh pada penelitian ini dilakukan dengan dua cara yaitu random sampling dengan sebanyak masing-masing 10 petani responden pada Desa Lokbuntar, Desa Tabat Padang dan Desa Pangabau Hilir Dalam dan menggunakan snowball sampling pada lembaga pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemasaran terdiri dari 3 saluran yang terbentuk (petani – konsumen, petani – pedagang pengumpul – pedagang pengecer – konsumen, dan petani – pedagang pengumpul, pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen). Saluran yang paling banyak dipilih oleh petani adalah saluran II dengan presentase 65,52%. Fungsi pemasaran yang dilakukan petani pada saluran I yaitu petani melakukan semua fungsi pemasaran sedangkan petani pada saluran lainnya petani hanya melakukan sebagian dari fungsi pemasaran. Saluran pemasaran yang efisien berdasarkan analisis margin, farmer’s share dan rasio keuntungan ada pada saluran IIA dan saluran IIB dengan masing-masing nilai total margin sebesar Rp.5.999/kg pada cabai merah, dan Rp.4500/kg pada cabai hijau di saluran IIA, sedangkan saluran IIB total margin sebesar Rp.6.417/kg pada cabai merah dan Rp.5.643/kg pada cabai hijau, farmer’s share sebesar 68% dan 63% untuk cabai merah dan cabai hijau pada saluran IIA sedangkan farmer’s share pada saluran IIB sebesar 65% pada cabai merah dan 56% pada cabai hijau, dan rasio keuntungan menujukkan keuntungan terhadap biaya pada saluran IIA dan IIB adalah efisien, tetapi pada pemasaran di Kecamatan Haruyan petani lebih banyak memilih saluran III karena petani sudah terikat hubungan berlangganan dengan para pedagang pengumpulKata kunci : saluran pemasaran, margin, efisiensi pemasaran
Tingkat Kesejahteraan Petani Pola Padi-Jeruk di Desa Kolam Kiri Dalam, Kecamatan Barambai Kabupaten Barito Kuala Sidiq Rahmadi; Muhammad Husaini; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.671

Abstract

Di lahan pasang surut khususnya di Kabupaten Barito Kuala penerapan pola usahatani padijeruk di lahan guludan merupakan salah satu upaya meningkatkan pengoptimalan fungsi lahan usahatani yang telah tertata dengan sistem surjan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui biaya dan pendapatan petani padi-jeruk, tingkat kesejahteraan petani padi-jeruk dan faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan petani padi-jeruk di Desa Kolam Kiri Dalam. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kolam Kiri Dalam Kecamatan Barambai Kabupaten Barito Kuala yang dimulai dari bulan Februari 2018 sampai Juli 2018. Jumlah sampel sebanyak 35 orang petani pola padi-jeruk, diambil dengan cara acak sederhana. Hasil penelitian diperoleh besar biaya total yang dikeluarkan petani pada usahatani padi-jeruk adalah sebesar Rp 66.145.796,56/tahun, pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 61.838.143,67/tahun dan keuntungannya sebesar 21.556.034,87/tahun. Berdasarkan indikator tingkat kesejahteraan menurut BKKBN 20,00% pada tingkat sejahtera III dan 80,00% pada tingkat sejahtera III Plus. Sedangkan indikator tingkat kesejahteraan menurut Badan Pusat Statistik 100% petani padi-jeruk tidak miskin atau sejahtera dan tingkat kesejahteran menurut Bank Dunia 62,86% petani berada diatas garis kemiskinan atau sejahtera, sedangkan sisanya 27,14% petani berada dibawah garis kemiskinan atau tidak sejahtera. Faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kesejahteraan petani padi-jeruk adalah pendapatan perkapita petani (x1), pendidikan (x2), umur (x3) dan jumlah tanggungan keluarga (x4). Kata kunci: tingkat kesejahteraan, pola padi-jeruk
Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Pengeluaran Pangan Rumah Tangga di Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat Shania Sulie Punuh; Muhammad Husaini; Ahmad Yousuf Kurniawan
Frontier Agribisnis Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i2.5885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pangsa pengeluaran pangan dan non pangan rumah tangga dan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengeluaran pangan rumah tangga di Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat, dengan jumlah populasi sebanyak 464 rumah tangga. Dari jumlah tersebut diambil sebanyak 35 rumah tangga dengan teknik acak sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pangsa pengeluran pangan dan non pangan rumahtangga di Kelurahan Baru masing-masing sebesar 46,56% dan 53,44%. Sesuai kriteria yang telah ditetapkan, pangsa pengeluaran pangan lebih kecil dari 60% sehingga rumah tangga di Kelurahan Baru tergolong tahan pangan. Berdasarkan pangsa pengeluraan tersebut, sebesar 65,71% dari total rumah tangga tergolong  tahan pangan, sisanya sebesar 34,29% dari total rumah tangga tergolong tidak tahan pangan. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran pangan rumah tangga yaitu pendapatan rumah tangga, jumlah anggota keluarga dan pengeluaran pendidikan. Faktor-faktor yang lain yang meliputi pendidikan kepala keluarga, jenis pekerjaan, keikutsertaan BPJS, dan kepemilikan rumah tidak berpengaruh signifikan.
Analisis Pendapatan dan Kesejahteraan Petani Karet Rakyat Desa Batu Merah Kecamatan Lampihong Kabupaten Balangan Eka Tunggal Dewi; Yusuf Azis; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.2111

Abstract

Karet merupakan salah satu perkebunan dengan nilai ekonomi tinggi, juga merupakan salah satu perkebunan yang cukup banyak dibudidayakan sebagai sumber pendapatan. Perkebunan karet merupakan salah satu sumber mata pencaharian sebagian besar masyarakat desa Batu Merah Kecamatan Lampihong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan kesejahteraan petani karet rakyat berdasarkan umur karet. Penelitan ini dilakukan di Desa Batu Merah, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan. Pemilihan lokasi penelitian didasarkan pada metode purposive dengan alasan bahwa Desa Batu Merah adalah salah satu desa di Kecamatan Lampihong yang merupakan salah satu desa dimana sebagian besar orang bekerja pada tanaman karet rakyat. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah petani karet di Desa Batu Merah dengan total 220 orang. Penentuan sampel dilakukan menggunakan Stratified Random Sampling dengan membedakan umur tanaman karet strata I ≤ 15 tahun dan strata II > 15 tahun. Jumlah sampel yang diambil 30 orang dengan sampel masing-masing yaitu strata I 21 orang dan strata II 9 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan petani karet rakyat di Desa Batu Merah strata I sebesar Rp8.284.638/kapita/tahun dan strata II sebesar Rp6.378.184/kapita/tahun. Kesejahteraan petani karet Bank Dunia menetapkan sebesar Rp10.909.200/kapita/tahun, yang menunjukkan bahwa pada strata I sebesar 33,33% petani karet sejahtera dan sisanya sebesar 66,67% petani karet tidak sejahtera. Pada strata II menunjukkan bahwa 100% petani karet tidak sejahtera.Kata kunci: kesejahteraan, pendapatan, petani karet rakyat
Co-Authors Abdullah Djafar Abdur Rahim Abdurrahman Abdurrahman Abdussamad Abdussamad Afrillia Wulandari Agustin Novita Anwar Ahmad Jaelani Ahmad Yousuf Kurniawan Akhmad Junaidi Alia Istiana Alpianor Alpianor Ambiya Noor Ananda Dea Saprila Anastasia Tri Astuti Anggi Puspita Devi Archi Novi Nadila Artahnan Aid Aurora Vianda Badaruddin Badaruddin Budi Setiawan Danang Biyatmoko Dea Ermaliyanda Dhea Widyasari Dini Setiyani Dwijono Hadi Darwanto Eka Radiah Eka Tunggal Dewi Elfa Refina Emy Rahmawati Erma Erma Feronika Pangaribuan Ferrianta, Yudi Fuzi Ash'ari Hafizianor Hafizianor Hairi Firmansyah Hairin Fajeri Hamdani Haryogi Muliandri Hayatun Najah Herliani Herliani Herni Safitri Istiqomah Istiqomah Jamiatul Aqidah Jangkung Handoyo Mulyo Jodi Setiawan Kamiliah Wilda Khairiana Khairiana Koko Windarko Latifah Latifah Lidiya Santi Lisa Oktaviani Luki Anjardiani Mariani Mariani Marleni Marleni Marni Marni Masyhudah Rosni Masyhuri Masyhuri Mira Yulianti Muhammad Anas Ariffullah Muhammad Andres Jerry Elmer Septian Muhammad Angga Prabowo Muhammad Fahrianor Muhammad Suprianur Mujerimin Mujerimin Muslima Hidayati Mutiara Novrista Elisya Muzdalifah Muzdalifah Natalia Wulandari Natasia Andriani Nina Budiwati Nita Ariyani Nove Munira Noviani Wulandari Novita Ariani Novita Dewi Utami Nurmelati Septiana Nurul Abadiyah Nurul Jannah Nurul Kholifah Pattra Negara Adi Rahmah Hidayah Rendy Fadillah Akbar Rifiana Rifiana Rika Pebri Ramadhani Rini Nurhayati Riska Nur Hasma Sarianah Sarianah Shania Sulie Punuh Sidiq Rahmadi Siti Naimah Sri Ismiati Rahayu Suprijanto Suprijanto Syahrul Fadhilah Taisirul Husna Taufik Hidayat Theresia Sintia Septy Umi Salawati Usamah Hanafie Wahyu Wahyu Wardatul Hayati Winda Noor Amalia Yanti, Nuri Dewi Yasiratul Baroroh Yolanda Citra Dewi Yurika Afrilia Anzar Yusuf Azis