Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Kadar Glukosa Darah Puasa Metode God-Pap Dengan Kadar Glukosa Darah Puasa Metode Stik Di Puskesmas Aek Raso Purba, Amril; Girsang, Rostiodertina; Ginting, Selamat; Hariati, Hariati; Sitorus, Friska Ernita; Malau, Pitto
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11956

Abstract

Diabetes melitus adalah salah satu penyakit berbahaya yang ditandai dengan penumpukan gula darah (glukosa) diatas nilai normal yaitu melebihi yaitu 120 mg/dl dalam keadaan puasa dan 180 mg/dl dalam keadaan tidak puasa. Pemeriksaan glukosa darah dapat menggunakan dua alat yaitu glukometer atau metode stik (point of care test) dan spektrofotometer (metode GOD-PAP). Tujuan penelitian ini Adalah untuk mengetahui perbandingan Kadar Glukosa Darah puasa metode GOD-PAP dengan Kadar Glukosa Darah puasa metode stik di Puskesmas Aek Raso. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan studi komparatif. Penelitian ini dilakukan secara observasi laboratorik dengan perolehan sampel sebanyak 20 sampel. hasil pemeriksaan kadar glukosa darah menggunakan metode GOD-PAP dengan metode stik di Puskesmas Aek Raso menunjukan bahwa dari 20 responden yang dilakukan pemeriksaan terdapat perbedaan rata-rata hasil pemeriksaan glukosa darah yang di lakukan dengan metode GOD-PAP dan metode Stik. Rata-rata kadar glukosa menggunakan metode stik 227,45 mg/dl dan rata-rata kadar glukosa menggunakan metode GOD-PAP 206,15 mg/dl. Hasil pemeriksaan metode Stik cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan hasil pemeriksaan glukosa darah metode GOD-PAP dengan selisih 21,3
Hubungan Lama Hemodialisa Dengan Fungsi Kognitif Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Di RSU Sembiring Deli Tua Girsang, Rostiodertina; Zuliawati, Zuliawati; Sitorus, Friska Ernita; Hariati, Hariati; Sembiring, Nora Ervina; Sembiring, Alprindo
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11040

Abstract

Gagal ginjal kronik adalah penurunan fungsi nefron ginjal yang lambat, progresif, samar (insidious) dan irreversible yang terjadi lebih dari 3 bulan, berapa kelainan struktural atau fungsional, dengan atau tanpa penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG). Saat terjadi penurunan jumlah nefron dan massa ginjal yang disertai dengan penurunan filtrasi glomerulus, sekresi tubulus, dan reabsorpsi secara bertahap, kondisi ini dapat berkembang tanpa gejala yang jelas. Akhirnya, gagal ginjal mencapai tahap akhir, di mana ginjal tidak lagi mampu membuang sisa metabolik dan mengatur keseimbangan cairan elektrolit dengan baik. Ada hubungan antara gangguan kognitif yang disebabkan oleh gagal ginjal dan ketidakmampuan ginjal untuk mengeluarkan metabolit beracun dari dalam tubuh melalui saluran kemih. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan teknik pengambilan sampling purposive sample yang berjumlah 51 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengukur fungsi kognitif adalah MMSE,yang merupakan instrument yang umum digunakan untuk menilai fungsi kognitif.Hasil penelitian berdasarkan hasil analsis statistik menggunakan Spearman Rank dengan nilai signifikasi p value 0,001 0,05 dengan kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara Lama Hemodialisa Dengan Fungsi Kognitif Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meneliti lebih lanjut terkait dengan faktor yang mempengaruhi gangguan kognitif pada pasien hemodialisa dan diharapkan kepada perawat meningkatkan kualitas asuhan keperawatan fungsi kognitif pada pasien hemodialisa yang beresiko gangguan kognitif
Pengembangan Produk Bahan Pangan Ikan Booster Olaha (PIBO) Pada Kelompok Resiko Tinggi Antenatal Dan Peningkatan Ekonomi Rumah Tangga Terdampak Banjir Di Desa Patumbak Tahun 2026 Bahtera Bindavid Purba; Friska Ernita Sitorus; Hendra Sutysna
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13204

Abstract

Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara Tahun 2025, mengalami bencana banjir yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian. Kondisi ini berdapak luas terhadap penurunan pendapatan keluarga dan penurunan berat badan pada kelompok rentan seperti ibu hamil, ibuk menyusui, bayi, balita dan anak-anak usia 5-10 tahun. Sebagai solusi strategis, Program Mahasiswa Berdampak dari Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua berpartisipasi dalam intervensi penanggulangan dampak bencana banjir  dengan program pemberian Produk Ikan Booster Olahan (PIBO) yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi pada kelompok sasaran Mitra Sehat dan membangun kemandirian ekonomi pada kelompok Mitra Ekonomi Sehat. Metode yang digunakan dalam program ini adalah inovasi produk PIBO berbahan baku belut sebagai sumber protein utama dan daging sapi yang dikemas dalam bentuk tahu isi dengan menggunakan teknologi penggiling daging GETRA TR8SH-MSA. PIBO diproduksi oleh 25 kepala keluarga Mitra Ekonomi Sehat dan didistribusikan kepada 25 kepala keluarga Mitra Sehat (100 orang sasaran) yang terdampak banjir selama 20 hari kerja. Program mahasiswa berdampak ini telah mendistribusikan produk PIBO kepada 100 orang sasaran Mitra Sehat sebanyak 2000 kemasan (1 kemasan 4 PIBO/orang sasaran) atau 400 PIBO per hari. Hasil pengukuran berat badan pada akhir program menunjukan peningkatan berat badan pada ibu hamil trimester 2 sebesar  rata-rata 1,7 kg (normal: 1,2 kg) , ibu menyusui rata-rata 0,65 kg (normal: tidak ada kenaikan), balita rata-rata 328 gram (normal: 130 gram), dan anak usia 5-10 tahun rata-rata 425 gram (normal: 150 gram). Pada kelompok Mitra Ekonomi Sehat telah diberikan teknologi untuk memproduksi PIBO, pelatihan produksi PIBO selama 2 hari, diskusi mendalam tentang rasa, disain, kemasan, dan distribusi PIBO di grosir sayur sebanyak 2 outlet dengan penjualan rata-rata 15 pick / hari (masa puasa)
Family support as a predictor of breastfeeding self-efficacy among postpartum mothers Tetty Junita Purba; Peny Ariani; Mutiara Dwi Yanti; Putri Ayu Yessy Ariescha; Friska Ernita Sitorus; Jekson Martiar Siahaan
Nursing and Health Sciences Journal (NHSJ) Vol. 6 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : KHD-Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/nhsj.v6i1.665

Abstract

While family support is widely acknowledged as a critical determinant of breastfeeding self-efficacy, research on its independent predictive effect remains sparse. This limitation is particularly pronounced among postpartum mothers in Indonesia, where context-specific evidence is currently insufficient. This study aimed to analyze the relationships and effects of family support, educational level, and parity status on postpartum mothers' breastfeeding self-efficacy. A multicenter cross-sectional study was conducted among 180 postpartum mothers recruited from nine primary health centers across urban, semi-urban, and rural areas using purposive sampling. Family support was measured using a Friedman-based questionnaire, and breastfeeding self-efficacy was assessed using the Breastfeeding Self-Efficacy Scale–Short Form (BSES-SF). Spearman correlation and multiple linear regression were performed. Family support showed a moderate positive correlation with breastfeeding self-efficacy (rs = 0.559, p < 0.01). In multivariate analysis, family support remained the strongest predictor of breastfeeding self-efficacy (β = 0.509, p < 0.01), followed by parity (β = 0.255, p < 0.001), whereas maternal education was not statistically significant. Family support is the primary determinant of breastfeeding self-efficacy among postpartum mothers. Interventions to improve breastfeeding outcomes should integrate family-centered support strategies, particularly for first-time mothers.
The Impact of a Structured Physical Exercise Program on Physical Function and Quality of Life among Patients with Chronic Kidney Disease Undergoing Hemodialysis Friska Ernita Sitorus; Alprindo Sembiring Meliala; Hariati Hariati; Jekson Martiar Siahaan; Rostiodertina Girsang; Bahtera Bindavid Purba; Putri Ayu Yessy Ariecha; Nurul Aini Siagian; Peny Ariani; Tetty Junita Purba; Elmina Tampubolon
Nursing and Health Sciences Journal (NHSJ) Vol. 6 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : KHD-Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/nhsj.v6i2.677

Abstract

Chronic kidney disease is a progressive condition characterized by a permanent decline in kidney function and requires renal replacement therapy, one of which is hemodialysis. Patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis often experience decreased physical function and quality of life due to activity limitations, fatigue, and psychological impacts. One non-pharmacological therapy that can be applied to address these problems is a physical exercise program. This study aims to determine the effect of a physical exercise program on physical function and quality of life among patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis at Sembiring General Hospital Deli Tua in 2026. This study used a quasi-experimental design using a one-group pretest–posttest approach. Sampling was conducted using a purposive sampling technique, resulting in a total sample of 54 respondents. Data analysis was performed using the Wilcoxon test with a significance level of α=0.05. The results showed that the mean score of physical function before the intervention was 54.56 and increased to 57.50 after the intervention. Similarly, the mean score of quality of life increased from 56.83 before the intervention to 58.93 after the intervention. The Wilcoxon test analysis revealed a p-value of 0.000<α=0.05 for both physical function and quality of life. The conclusion shows that the physical exercise program had a significant effect on improving physical function and quality of life among patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis at Sembiring General Hospital Deli Tua in 2026. It is recommended that physical exercise program can be implemented for patients with chronic kidney disease to enhance their physical function and quality of life.
Health Workers’ Experiences and Challenges in Providing Comprehensive Antenatal Care in Rural Primary Health Centers in West Nias District Putri Ayu Yessy Ariescha; Peny Ariani; Nur Mala Sari; Friska Ernita Sitorus
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 8, No 2 (2026): Contagion
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v8i2.26599

Abstract

Antenatal care (ANC) plays a critical role in reducing maternal and neonatal risks, yet its delivery in rural and remote areas remains constrained by geographic isolation, limited health resources, workforce shortages, and sociocultural barriers. This study explored the experiences and challenges of health workers in providing comprehensive ANC services in rural primary health centers in West Nias District, North Sumatra, Indonesia. A qualitative study with a grounded theory approach was conducted among 16 health workers, consisting of 11 midwives and five physicians, who were selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth semi-structured interviews, supported by field notes, limited participant observation, and review of relevant service documents. Data were analyzed using open, axial, and selective coding. The findings identified professional resilience as the core category explaining how health workers sustain ANC services in resource-limited and culturally complex settings. This resilience was shaped by four interrelated themes: limited resources and infrastructure, human resource constraints, sociocultural influences, and adaptation strategies. Health workers maintained service continuity through manual examination methods, mobile services, home visits, informal counseling, community-based education, and collaboration with village leaders, religious leaders, and traditional birth attendants. These strategies helped strengthen community trust and improve access to ANC services. The study highlights the need to strengthen rural maternal health systems through improved infrastructure, adequate staffing, supportive supervision, and culturally responsive service planning Keywords: Antenatal Care, Health Workers, Maternal Health, Professional Resilience, Rural Health Services, Community Collaboration
Strengthening the Role of Case Manager in Quality and Cost Control in Hospital: A Case Study at Sembiring General Hospital, Deli Serdang, North Sumatra Efrata Efrata; Alprindo Sembiring; Friska Ernita Sitorus
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 8, No 2 (2026): Contagion
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v8i2.25505

Abstract

Case managers in hospitals play a vital role in keeping healthcare services both high in quality and efficient in cost. With the financing system now using a packaged fee model, hospital leaders are under pressure to manage expenses effectively without compromising patient care. This study looks at how the case manager function is carried out at Sembiring General Hospital and explores the challenges faced in practice. Conducted in April 2025, the research used a qualitative case study approach with six informants: five case managers and one medical services director. Data were collected through semi-structured interviews and were analyzed thematically. Findings show that case managers encounter two main sets of challenges: organizational issues and professional care provider (PPA) issues. On the organizational side, the obstacles include limited IT/data support, unclear authority, and insufficient training. On the PPA side, challenges involve physicians’ willingness to accept input, collaboration among care providers, and adherence to clinical pathways. To strengthen the role of case managers, hospital management needs to reinforce their authority across all service units, especially among patient care professionals. Practical steps include adding a dedicated menu in the hospital information system (SIM RS) so case managers can monitor costs in real time, and issuing a director’s decree to formally confirm their duties and authority. These measures are essential to optimize case managers’ contribution to cost and quality control Keywords: The Role of Case Manager, Quality and Cost Control, Professional Care Provider
Pengembangan Produk Bahan Pangan Ikan Booster Olaha (PIBO) Pada Kelompok Resiko Tinggi Antenatal Dan Peningkatan Ekonomi Rumah Tangga Terdampak Banjir Di Desa Patumbak Tahun 2026 Bahtera Bindavid Purba; Friska Ernita Sitorus; Hendra Sutysna
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13204

Abstract

Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara Tahun 2025, mengalami bencana banjir yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian. Kondisi ini berdapak luas terhadap penurunan pendapatan keluarga dan penurunan berat badan pada kelompok rentan seperti ibu hamil, ibuk menyusui, bayi, balita dan anak-anak usia 5-10 tahun. Sebagai solusi strategis, Program Mahasiswa Berdampak dari Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua berpartisipasi dalam intervensi penanggulangan dampak bencana banjir  dengan program pemberian Produk Ikan Booster Olahan (PIBO) yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi pada kelompok sasaran Mitra Sehat dan membangun kemandirian ekonomi pada kelompok Mitra Ekonomi Sehat. Metode yang digunakan dalam program ini adalah inovasi produk PIBO berbahan baku belut sebagai sumber protein utama dan daging sapi yang dikemas dalam bentuk tahu isi dengan menggunakan teknologi penggiling daging GETRA TR8SH-MSA. PIBO diproduksi oleh 25 kepala keluarga Mitra Ekonomi Sehat dan didistribusikan kepada 25 kepala keluarga Mitra Sehat (100 orang sasaran) yang terdampak banjir selama 20 hari kerja. Program mahasiswa berdampak ini telah mendistribusikan produk PIBO kepada 100 orang sasaran Mitra Sehat sebanyak 2000 kemasan (1 kemasan 4 PIBO/orang sasaran) atau 400 PIBO per hari. Hasil pengukuran berat badan pada akhir program menunjukan peningkatan berat badan pada ibu hamil trimester 2 sebesar  rata-rata 1,7 kg (normal: 1,2 kg) , ibu menyusui rata-rata 0,65 kg (normal: tidak ada kenaikan), balita rata-rata 328 gram (normal: 130 gram), dan anak usia 5-10 tahun rata-rata 425 gram (normal: 150 gram). Pada kelompok Mitra Ekonomi Sehat telah diberikan teknologi untuk memproduksi PIBO, pelatihan produksi PIBO selama 2 hari, diskusi mendalam tentang rasa, disain, kemasan, dan distribusi PIBO di grosir sayur sebanyak 2 outlet dengan penjualan rata-rata 15 pick / hari (masa puasa)
Implementasi Support Group Berbasis Resiliensi Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia Hipertensi Hariati Data; Friska Ernita Sitorus; Rostiodertina Girsang; Jekson Martiar Siahaan
Health Community Service Vol. 3 No. 2 (2025): Nopember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v3i2.8132

Abstract

Hypertension is one of the most prevalent chronic diseases among older adults and significantly affects their physical, psychological, and social well-being. Community-based psychosocial interventions are essential to improve self-management and quality of life among elderly individuals with hypertension. This community service program aimed to implement a resilience-based support group to enhance adaptive coping mechanisms and overall quality of life among elderly hypertensive patients. The program was conducted over six sessions involving health education, stress management training, peer sharing, spiritual reinforcement, and lifestyle modification guidance. Thirty-five elderly participants were involved. Evaluation was conducted using pre–post knowledge assessment and WHOQOL-BREF-based quality of life indicators. The results showed a 38% increase in hypertension-related knowledge, a 26% improvement in psychological well-being scores, and increased social engagement among participants. The resilience-based support group proved effective in strengthening emotional regulation, medication adherence, and social support. Integrating structured support groups into primary healthcare services is recommended to ensure sustainable community empowerment in elderly hypertension management.
Implementasi Support Group Berbasis Resiliensi Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia Hipertensi Hariati Hariati; Friska Ernita Sitorus; Rostiodertina Girsang; Jekson Martiar Siahaan
Health Community Service Vol. 3 No. 2 (2025): Nopember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v3i2.8134

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang banyak dialami lansia dan berdampak pada kesejahteraan fisik, psikologis, serta sosial. Pengelolaan hipertensi pada kelompok usia lanjut memerlukan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pemeriksaan tekanan darah, tetapi juga memperkuat dukungan psikososial dan kemampuan adaptif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan support group berbasis resiliensi untuk meningkatkan kualitas hidup lansia hipertensi. Kegiatan dilaksanakan selama enam sesi pada 35 lansia hipertensi usia 60 tahun ke atas di wilayah kerja puskesmas. Intervensi mencakup edukasi hipertensi, penguatan resiliensi, manajemen stres, sharing pengalaman, penguatan spiritual, dan komitmen perubahan perilaku. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan, observasi partisipasi, serta pengukuran indikator kualitas hidup berdasarkan domain fisik, psikologis, dan sosial. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari 56 menjadi 77, peningkatan domain fisik dari 60 menjadi 70, domain psikologis dari 55 menjadi 69, dan domain sosial dari 58 menjadi 74. Sebagian peserta juga mulai lebih teratur berolahraga, patuh minum obat, dan mampu mengelola stres. Temuan ini menunjukkan bahwa support group berbasis resiliensi relevan sebagai strategi pemberdayaan komunitas untuk meningkatkan kualitas hidup lansia hipertensi.
Co-Authors Alprindo Sembiring Meliala Amirah, Nada Amril Purba Amril Purba Ariani, Peny Ariescha, Putri Ayu Yessy Bahtera Bindavid Purba Bahtera Bindavid Purba Bahtera Bindavid Purba Banjarnahor, Ujur Anwar Barus, Bunga Rimta Barus, Dewi Tiansa Batubara, Saiful Bunga Mari Sembiring Daniel Suranta Ginting Dewi Tiansa Barus Dwi Albari Santira Dwina, Idil Adriati Efrata Efrata Efrata Sembiring Efriza Efriza Efriza Efriza ELISABETH DAME MANALU Elmina Tampubolon Elmina Tampubolon Elmina Tampubolon Elok Lidiya Wati FAHDI, FIRDAUS Fithri Handayani Lubis GINTING, SELAMAT Ginting, Suventi Safrina Girsang, Rostiodertina Handayani, Shintya Harahap, Mery Silvia Hariati Hariati Data Hariati Hariati Hasian, Muhammad Tsawaby Hendra Sutysna Hendra Sutysna Hengky Frengki Manulang Herawati Bukit Herlina J. EL- Matury Herri Novita Tarigan Insani, Septa Dwi Irwandi Irwandi Irwandi Irwandi Ivonna Hasfika J.El-Matury, Herlina Joko Sutejo Jon Piter Sinaga Jon Piter Sinaga, Jon Piter Leni Surniati Silaban M. Yogi Riyantama Isjoni malau, pitto Maria Hermita Manik Mendrofa, Wardah Nisa Fitri Muhammad Rifqi Azhary Mutiara Dwi Yanti Novrika Silalahi Nur Mala Sari Nurul Aini Siagian Pasaribu, Sumihar Peny Ariani Peny Ariani Pitto Pratiwi Malau Purba, Amril Purba, Bahtera David Putri, Rizqi Nanda Rachmasari, Novita Rentawati Purba RENY JULIANA SIHOMBING Rini Debora Silalahi Rita Ayu Butar-butar Riyantoi, Riyanto Rosa, Amelia Rostiodertina Girsang Rostiodertina Girsang Rusli, Kevin Santira, Dwi Albari Sari, Nur Mala Selamat Ginting Sembiring, Nora Ervina Sembiring, Rasman Gunadi Sembiring, Ripando Jhon Satria Siagian, Nurul Aini Siahaan, Jekson Martiar Silalahi, Rini Debora Siti Marlina Sri Sudewi Praitiwi Sitio Suci Erawati Suventy Safrina Ginting Tanjung, Lina Febriani Tetty Junita Purba Tetty Junita Purba Tetty Junita Purba Wardani Nasution Zuliawati, Zuliawati