Claim Missing Document
Check
Articles

MODEL KEMITRAAN PEMBANGUNAN PEDESAAN DI KABUPATEN KOLAKA PROVINSI SULAWESI TENGGARA La Ode Mustafa Muchtar; Nunung Prajarto; Subejo Subejo
Agriekonomika Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v2i1.663

Abstract

  Approach model of local government in managing local development that has not been integrated so that the implementation of development programs so far has not fully realize a prosperous society in Kolaka regency. This research aims to describe the implementation of rural development, identify the factors inhibiting and driving the implementation of rural development, and describe the factors that determine the effectiveness of the implementation of rural development programs in Kolaka regency. The research design was a descriptive with qualitative approach. The results showed that the implementation of rural development programs through Gerbangmastra program entirely not maximized, because there are still obstacles that impede the achievement of objectives adequately. Public private partnerships, socialization of program development and community participation very determine the effectiveness of achieving objectives rural development through the implementation of Gerbangmastra programs. Public private partnership in the implementation of the program is not maximized, socialization of program uneven and community participation is still low, so the effectiveness of the achievement of development objectives through the implementation of Gerbangmastra program not maximized.     
Efektivitas Proses Pembelajaran Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi Sawah oleh Komunitas Petani di Lampung nFN Slameto; F. risakti Haryadi; nFN Subejo
Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v32n1.2014.35-55

Abstract

EnglishRice production enhancement in Lampung was carried out through implementing farmer field school of integrated crops management (FFS-ICM) of wetland rice. Learning process of farmer field school took place on various ethnic community of rice farmers. It was implemented through imitation of some stages, i.e. attention, retention, behavior production process, and motivation. There were some differences of learning process among ethnics and it affected its effectiveness. This study aimed to: (i) analyze the effectiveness of learning process of farmer field schools for farmers from some ethnics, i.e. Lampung, Javanese, and Balinese, and (ii) analyze influences of farmers’ characteristics, communication behavior, modeling characteristics, role of farmer groups, and counseling intensity on the effectiveness of  FFS-ICM of wetland rice among ethnics. The research was carried out through a survey of rice farmers participating in FFS-ICM of wetland rice with total samples of 286 farmers. The survey was conducted in Central Lampung, South Lampung, and West Barat regencies. Data of the study were analyzed using a variance difference test and a logistics regression model. Results of the study indicated that: (a) only the motivation stage of learning process of FFS-ICM between Balinese and Javanese ethnics was significantly different, (b) effectiveness probability of learning process of FFS-ICM was influenced by educational level, self-efficacy, risk taking, intelligence, result expectation, model competence, and role of farmer groups of those three ethnics. It implies the necessities of learning process for improving farmers’ motivation, farmer group empowerment, role model, and the key person of the ethnics.IndonesianPeningkatan produksi padi di Lampung diupayakan dengan implementasi inovasi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah. Salah satu upaya dilakukan dengan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) padi sawah. Pembelajaran sekolah lapang tersebut terjadi pada berbagai komunitas etnis petani padi. Proses pembelajaran dapat terjadi dengan peniruan melalui tahapan perhatian, pengingatan, pembentukan perilaku, dan motivasi. Namun, masih terjadi perbedaan nyata dalam pembelajaran antaretnis petani tersebut, sehingga berakibat pada efektivitas proses pembelajaran. Efektivitas proses pembelajaran diduga dipengaruhi banyak faktor dari dalam diri etnis petani dan dari luar. Tujuan penelitian adalah: (a) menganalisis perbedaan efektivitas proses pembelajaran Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) padi sawah petani etnis Lampung, Jawa, dan Bali dan (b) menganalisis pengaruh faktor karakteristik demografi petani, karakteristik psikografi petani, perilaku komunikasi petani, karakteristik modeling, peran kelompok tani, dan intensitas penyuluhan terhadap efektivitas pembelajaran SLPTT padi sawah. Metode penelitian dengan survei pada petani peserta SLPTT padi sawah. Jumlah sampel 286 petani. Lokasi penelitian di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Selatan, dan Lampung Barat. Analisis data menggunakan uji beda varians dan analisis regresi model logistik. Hasil penelitian menunjukkan, pada proses pembelajaran menunjukkan perbedaan nyata hanya tahapan motivasi petani antara etnis Bali-Jawa. Secara bersama probabilitas efektivitas proses pembelajaran SLPTT padi sawah ketiga etnis dipengaruhi tingkat pendidikan, keyakinan kemampuan diri, tingkat keberanian untuk berisiko, tingkat intelegensia, harapan akan hasil, kompetensi model, dan peran kelompok tani. Implikasinya bahwa diperlukan penyusunan materi pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi petani, diperlukan peningkatan pemberdayaan kelompok tani, pemberdayaan peran figur panutan, dan tokoh masyarakat tani.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI BEBERAPA ETNIS PETANI TERHADAP KARAKTERISTIK INOVASI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU PADI SAWAH DI LAMPUNG Slameto ;; F. Trisakti Haryadi; Subejo ;
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v17n1.2014.p%p

Abstract

The Influence of Farmer Ethnic on Perception for Rice Integrated Crops Management in Lampung. Improving production of rice in Lampung was done by implementation of innovation of integrated crop management (ICM). The deployment acceleration by farmers field school (FFS) approach is implemented. The rate of adoption still tends slow. It was suspected because of the perception characteristic of innovations and factors that influence are different among ethnic farmers. The research was conducted to analyze the difference of the perception nature of innovation, and to know the factor that influence the perception nature for ICM innovation by farmers from Lampung ethnic, Java ethnic, and Bali ethnic. The research methods with survey on FFS-ICM of paddies participant was used. The sample total ware 286 farmers. The research was carried out on Juni-September 2013. The locations were in Lampung Tengah, Lampung Selatan and Lampung Barat regency, as representative of Bali ethnic, Java ethnic and Lampung ethnic, respectively. The data analysis was done with the difference variance and model linear regression. The result, indicate that the perception for innovation ICM of learning FFS between Lampung-Java-Bali ethnic were obvious different. Perception for innovation characteristic of Bali ethnic farmer was the highest, and Lampung ethnic farmer was the lowest. The perception for innovation characteristic ICM of paddies significantly influenced by attitudes towards change, the level of courage to risk, the model competence, the state model, the role of farmer groups, ethnic dummi. consideration of the factors influence, it is necessary to empower the role of farmer groups, and optimize the role model of farmers, and public figur to accelerate the deployment and adoption of ICM innovation. Keywords: perception, innovation characteristic, Lampung-Jawa-Bali ethnicProgram peningkatan produksi Padi di Lampung dilakukan dengan implementasi inovasi pengelolaan tanaman terpadu (PTT) padi sawah. Percepatan pemasyarakatannya dengan sekolah lapang (SL). Namun adopsinya masih cenderung berjalan lambat. Hal itu diduga karena adanya perbedaan persepsi atas karakteristik  inovasi dan faktor yang mempengaruhi persepsi terhadap karakteristik inovasi PTT. Penelitian ini bertujuan: menganalisis perbedaan persepsi petani atas karakteristik inovasi PTT padi sawah antara etnis Lampung, etnis Jawa dan etnis Bali; dan menganalisis faktor yang mempengaruhi persepsi petani atas karakteristik inovasi PTT padi sawah. Metode penelitian adalah survey pada petani peserta SL-PTT padi sawah sebanyak 286 petani. Lokasi penelitian di Kabupaten Lampung Barat mewakili petani etnis Lampung, Lampung Selatan mewakili petani etnis Jawa, dan Lampung Tengah mewakili petani etnis Bali. Analisis data berupa analisis perbedaan varians dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi atas karakteristik inovasi oleh petani etnis Lampung, Jawa, Bali berbeda nyata. Petani etnis Bali mempunyai persepsi inovasi paling tinggi sedangkan petani etnis Lampung paling rendah. Persepsi atas karakteristik inovasi keseluruhan etnis petani dipengaruhi secara nyata oleh sikap terhadap perubahan, keberanian untuk berisiko, kompetensi model, status model, dan peran kelompok tani. Untuk mempercepat adopsi bagi petani etnis Lampung perlu pembelajaran inovasi PTT padi sawah yang mudah dipahami sesuai karakteristiknya, melalui pemberdayaan peran kelompok, peran tokoh yang ditiru, dan meningkatkan intensitas penyuluhan. Kata kunci: persepsi, sifat inovasi, etnis Lampung-Jawa-Bali 
Strategi Komunikasi dalam Membangun Kebiasaan Makan Pangan Lokal Percepatan Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan di Kabupaten Bengkulu Utara M Zulkarnain Y; Subejo Subejo; Slamet Hartono
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v15i2.2164

Abstract

Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Guna Memperkokoh Ketahanan Pangan Wilayah (Studi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta) Gesti Ika Janti; Edhi Martono; Subejo Subejo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.16666

Abstract

ABSTRACTThe need for non-agricultural land tended to increased. This encouraged the conversion of agricultural lands and if it was not regulated, it may threatened food resilience. The Government had established Law Number 41 Year 2009 regarding Sustainable Food Agricultural Land Protection to controled agricultural land conversion. This study aimed to identified and analyzed Sustainable Food Agricultural Land Protection policy planning, the obstacles faced and the solving strategy to realized regional food resilience in Bantul Regency.The research method was descriptive analytical qualitative approach. Bantul regency was selected as the research location because it had high land conversions and had not implemented any regulation to followed up Law Number 41 Year 2009. Informants in this study were selected by purposive sampling technique from those who formulated the planning and implementation of Sustainable Food Agricultural Land Protection policy in Bantul Regency and also the farmers. The research variables were focused on aspects of land conversion, sustainable food agricultural land policy, and regional food resilience. Data was collected by in-depth interview, observation, documentation, and literature study. The research result showed that Bantul Regency had not seriously prepared Sustainable Food Agricultural Land Protection policy regulation. So far, several studies had been conducted as basis of regulation formulation. The main obstacles were previous spatial planning policy, disobedience to the spatial planning regulations, budget allocation, interest groups, farmer’s willingness and agricultural land availability. To strengthened regional food resilience, the Government of Bantul Regency reviewed spatial planning policy, enforced  law of spatial planning regulations, supported budget allocation, set the Sustainable Food Agricultural Land Protection regulation, increased land productivity, and  protected existing agricultural lands. Although generally, the condition of food resilience of Bantul Regency was in medium category, Sustainable Food Agricultural Land Protection regulation must be implemented immediatelyABSTRAKKebutuhan lahan non pertanian cenderung mengalami peningkatan. Hal ini mendorong terjadinya alih fungsi lahan pertanian dan apabila tidak dikendalikan dapat mengancam ketahanan pangan. Pemerintah telah menetapkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan untuk mengendalikan alih fungsi lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perencanaan kebijakan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, kendala yang dihadapi serta strategi pemecahannya guna mewujudkan ketahanan pangan wilayah di Kabupaten Bantul.Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif analisis. Kabupaten Bantul dipilih menjadi lokasi penelitian karena mengalami aktivitas alih fungsi lahan yang tinggi dan belum menetapkan regulasi untuk menindaklanjuti Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009. Informan dalam penelitian ini diambil melalui teknik purposive sampling yang merupakan penyusun perencanaan sekaligus pelaksana kebijakan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Bantul serta petani. Variabel penelitian difokuskan pada aspek alih fungsi lahan, kebijakan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan, dan ketahanan pangan wilayah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan Pemerintah Kabupaten Bantul belum serius dalam mempersiapkan regulasi kebijakan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Sejauh ini telah dilakukan beberapa studi sebagai dasar penyusunan regulasi. Kendala utama terletak pada kebijakan penataan ruang yang telah disusun sebelumnya, pelanggaran hukum regulasi penataan ruang wilayah, alokasi anggaran perencanaan regulasi, interest groups, kesediaan petani dan ketersediaan lahan pertanian. Untuk memperkokoh ketahanan pangan wilayah, Pemerintah Kabupaten Bantul melakukan peninjauan kembali terhadap kebijakan penataan ruang, penegakkan hukum regulasi penataan ruang, pengalokasian anggaran, penetapan regulasi Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, pemberian insentif, serta melakukan kegiatan optimasi lahan, sertipikat tanah petani dan sinkronisasi data lahan pertanian. Meski secara umum kondisi ketahanan pangan wilayah di Kabupaten Bantul dikategorikan sedang, regulasi Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan mendesak untuk segera ditetapkan.
Hubungan Ketahanan Pangan Keluarga Dengan Status Gizi Balita (Studi Di Desa Palasari Dan Puskesmas Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang) Afrizal Arlius; Toto Sudargo; Subejo Subejo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 23, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1290.884 KB) | DOI: 10.22146/jkn.25500

Abstract

ABSTRACTThis study aims to (1) to examine the relationship of food security with the nutritional status of children under  five in the working area of Puskesmas Legok, Legok Subdistrict, Tangerang District. (2) to study the variety of efforts to improve food security in malnutrition prevention of children under five in the working area of Legok Puskesmas, Legok Subdistrict, Tangerang District. The population in this study were parents / mothers / fathers and children aged 0-59 months who suffered malnutrition and malnutrition (under normal conditions). The results of the study showed that: (1) Some respondents were in food insecurity category, about 36 %, In food sensitive category about 39% and foodstuff category only about 15% and less food category about 10%. (2) Community nutrition improvement program or toddlers Legok Puskesmas conducted daily, monthly and yearly, daily program are: Increasing exclusive breastfeeding without additional food and drinks for babies up to 6 months old. The monthly program is monitoring the development of underweight body weight (weighing the balita) which is weighing weight measurement of toddler to know growth pattern and growth of toddler body and its development. The annual program is monitoring the nutritional status of children under five and monitoring nutrition nutrient intake.Food security and nutritional status of toddlers are closely related, if the family of food security enough to affect the nutritional status so good, otherwise if the food is less then the nutritional status is likely to experience malnutrition and lack of nutritionABSTRAKPenelitian bertujuan ini adalah (1) untuk mengkaji hubungan ketahanan pangan dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Legok, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. (2) untuk mengkaji ragam upaya meningkatkan ketahanan pangan dalam penanggulangan gizi buruk balita di wilayah kerja Puskesmas Legok, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua/ ibu/ bapak dan balita umur 0-59 bulan yang menderita gizi buruk dan kurang gizi (di bawah kondisi normal).Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sebagian responden berada dalam kategori rawan pangan, sekitar 36%, pada kategori rentan pangan sekitar 39% dan kategori tahan pangan hanya sekitar 15% serta kategori kurang pangan sekitar 10%. (2) Program peningkatan gizi masyarakat atau balita Puskesmas Legok dilaksanakan secara harian, bulanan dan tahunan, program harian adalah : Peningkatan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif tanpa makanan dan minuman tambahan  untuk   bayi  berumur sampai umur 6 bulan. Program bulanan adalah pemantauan Perkembangan berat badan balita (Penimbangan  badan balita) yaitu penimbangan  pengukuran berat badan balita untuk mengetahui pola pertumbuhan dan perkembangan badan balita dan perkembangannya. Program tahunan adalah Pemantauan status gizi balita dan pemantauan asupan gizi gizi.Ketahanan pangan dan status gizi balita terdapat hubungan yang erat, jika keluarga ketahanan pangannya cukup akan mempengaruhi status gizinya jadi baik, sebaliknya jika pangannya kurang  maka status gizinya kemungkinan akan mengalami gizi buruk dan kurang
Peran Sarjana Membangun Desa (Smd) Terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat Dan Implikasinya Pada Ketahanan Ekonomi Masyarakat (Studi Tentang SMD Pada Kelompok Peternak Gunungrejo Makmur, Kabupaten Lamongan - Jawa Timur) Nasrudin Nasrudin; Edhi Marthono; Subejo Subejo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 23, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1357.387 KB) | DOI: 10.22146/jkn.28124

Abstract

 ABSTRACTThis research studied about the role of Bachelors Builds Villages (SMD) to improving the economy of local community and its implication toward the resilience of local community economy, through a SMD case study at the cattle farm and poultry farm of Gunungrejo Makmur in Gunungrejo village, Kedungpring sub-district, Lamongan Regency, East Java Province. This research aimed to analyze the role of SMD in enhancing the development of local community economy and its implication toward the resilience of local community economy.This research used descriptive qualitative method. The data was colected by using a deep interviews, field observations, Focus Group Discussion (FGD), academic journals, documentation and literature review. The data was analyzed by using a reduction data technique, data presentation, interpretation and conclusion withdrawal.The result showed that there were significant economy enhancements of local community in Gunungrejo Makmur which was involved in the cattle farm and poultry farm bussiness. Both of these two commodities were growing rapidly.The poultry commodities of Gunungrejo Makmur was especially became a model for many other farms whether in local or outside region. While the cattle farm commodity had been several times successfully awarded in the province as well as national level. Anything related to an unstable price and development problem  had been able to overcome by the farmers through anticipatory measures to minimize losses. Finally the role of Bachelors Builds Villages (SMD) had been implication to the resilience of local community ecomony in Gunungrejo Makmur group.ABSTRAKPenelitian ini mengkaji tentang peran Sarjana Membangun Desa (SMD) terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dan implikasinya pada ketahanan ekonomi masyarakat, dengan mengambil studi SMD pada kelompok peternak sapi potong dan ayam petelur Gunungrejo Makmur Desa Gunungrejo Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan. Adapun tujuan daripada penelitian ini yaitu untuk menganalisis peran SMD terhadap peningkatan ekonomi masyarakat serta implikasinya pada ketahanan ekonomi masyarakat.Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi di lapangan, FGD (Focus Group Discussion), jurnal akademik dan dokumentasi serta studi kepustakaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, interpretasi serta penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan ekonomi yang signifikan pada masyarakat terutama yang terlibat dalam usaha peternakan sapi potong maupun ayam petelur, serta kedua komoditas tersebut telah berkembang secara pesat. Untuk komoditas ayam petelur peternakan Gunungrejo Makmur terbukti sukses karena menjadi percontohan bagi banyak peternakan lain baik di daerah setempat maupun di luar daerah, sedangkan untuk komoditas sapi potong bukti suksesnya adalah beberapa kali telah berhasil mendapatkan penghargaan mulai tingkat provinsi sampai nasional. Adapun kendala-kendala utama seperti kendala harga yang tidak stabil dan kendala pengembangan, telah mampu diatasi oleh para peternak dengan langkah-langkah antisipatif untuk meminimalisasi kerugian. Secara ringkas adanya peran Sarjana Membangun Desa (SMD) tersebut telah berimplikasi pada ketahanan ekonomi masyarakat di kelompok peternak Gunungrejo Makmur
Akses, Penggunaan Dan Faktor Penentu Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Pada Kawasan Pertanian Komersial Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Di Perdesaan Yogyakarta Subejo Subejo; Ratih Ineke Wati; Mesalia Kriska; Najmu Tsaqib Akhda; Ade Intan Kristian; Ani Dwi Wimatsari; Paksi Mei Penggalih
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 24, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.30270

Abstract

ABSTRACT Utilization of information and communication technologies (ICTs) had changed the diversity of agricultural extension and communication services which required alternatives for users of the services. Higher and better speed of information services was considerably recquired for supporting the sustainability of commercial farming business which in turn could facilitate the achievement of  high status of food resilience. The goals of research were: (1). Describing access and function of ICTs for agricultural community, (2). Describing pattern on the usage of ICTs for supporting agricultural activities, (3). Analyzing the determinant factors on the usage of ICTs for supporting agricultural activities. The research method used in the study was analytical descriptive with survey research technique. The sites of study were commercial farming areas in Yogyakarta namely Patuk Gunungkidul, Turi Sleman, Sanden Bantul and Panjatan Kulon Progo. Sample were selected by using simple random sampling method. Data had been collected by using structured questionnaire, observation and indepth interview. While data analysis had been done by using descriptive statistic and multiple regression. Study results showed that (1). Ownership of ICTs media in all of research sites was considerably high including conventional media and new media which both had high capability providing information and entertaninment, but the function on education was still considerably limited, (2). Utilization of ICTs for supporting agricultural activities was: conventional media (television and radio) for providing information on technical production, policy and marketing, while new media (handphone and smartphone) for providing information on technical production, policy, marketing and financial aspect, (3). Determinant factors on ownership of ICTs were age and social status, and (4). Determinant factors on the usage of ICTs for supporting agricultural activities were age and sex of farmers.ABSTRAK Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menyebabkan adanya perubahan keragaman (diversifikasi) layanan penyuluhan dan komunikasi pertanian yang memberi alternatif lebih baik bagi para pengguna layanan. Kecepatan layanan informasi sangat diperlukan untuk mendukung keberlanjutan pertanian komersial sehingga pada gilirannya dapat berkontribusi pada pencapaian ketahanan pangan yang tinggi. Tujuan penelitian adalah (1) Mengetahui akses dan fungsi TIK bagi masyarakat pertanian, (2) Mengetahui pola penggunaan TIK untuk pertanian oleh masyarakat  pertanian dan (3) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan TIK untuk mendukung kegiatan pertanian. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan teknik penelitian survey. Lokasi penelitian adalah kawasan pertanian komersial di Yogyakarta yang mencakup Patuk Gunungkidul, Turi Sleman, Sanden Bantul dan Panjatan Kulon Progo. Sampel dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner terstruktur, observasi dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan dan regresi berganda. Hasil studi menunjukkan bahwa (1). Kepemilikan media TIK di semua lokasi kajian cukup tinggi (media konvensional dan media baru) yang mampu melayani penyediaan informasi dan hiburan, namun fungsi edukasi masih sangat terbatas, (2). Penggunaan media TIK untuk mendukung kegiatan pertanian: media konvensional (televisi radio) untuk teknis produksi, kebijakan dan pemasaran, sedangkan media baru untuk untuk informasi teknis produksi, pemasaran, kebijakan dan 
Studi Komparasi Praktik Perladangan Berpindah Dan Pertanian Menetap Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Masyarakat (Studi Pada Usahatani Kentang di Kabupaten Pegunungan Arfak) Umi Yuminarti; Dwidjono Hadi Darwanto; Jamhari Jamhari; Subejo Subejo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 24, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.35367

Abstract

ABSTRACT This study examines the shifting cultivation farming and settled farming by Arfak farmers, and their implications on the community food security.  The research is conducted in Minyememut and Arion Villages at Hink District, and Suteibey and Igymbai Villages at Anggi District of Arfak Mountains Regency of West Papua Province.  The objective of the study is to compare potato farming, productivity and farmer income from potato farming.  The research uses analytical descriptive method, and in-depth interviews techniques for data collection, by using questionnaires, field observation and documentation.  Data analysis is done by tabulation analysis, data interpretation and conclusion withdrawal. The results show that potato farming is still done by using shifting cultivation system.  However, there has been a settled farming practice in Arfak Mountains Regency. Although the system used is different, but the two of the agricultural practices are still using the same technology.  Potato farms’ area of shifting cultivation is larger than the settled farming, so the production is greater.  On the other hand, the productivity of settled farming is higher than the shifting cultivation system. This condition shows that the shifting cultivation farming and settled farming have implications for supporting community food security in Arfak Regency.ABSTRAKPenelitian ini mengkaji usahatani kentang perladangan berpindah dan usahatani menetap yang dilakukan petani Arfak dan implikasinya pada ketahanan pangan masyarakat.  Penelitian ini dilakukan di kampung Minyememut dan Arion Distrik Hink, dan kampung Suteibey dan Igymbai Distrik Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak Provinsi Papua Barat.  Tujuan penelitian adalah melakukan komparasi usahatani kentang, produktivitas dan pendapatan petani dari usahatani kentang.   Metode dalam penelitian ini adalah diskriptif analitis, dan teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam menggunakan kuisioner, observasi lapang dan dokumentasi.  Analisis data dilakukan dengan analisis tabulasi, interpretasi data serta penarikan kesimpulan.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani kentang masih dilakukan dengan cara perladangan berpindah, namun telah ada yang mempraktekkan secara menetap di Kabupaten Pegunungan Arfak. Meskipun sistem yang digunakan berbeda, tetapi kedua praktek pertanian tersebut masih menggunakan teknologi sama.  Lahan tanaman kentang pada perladangan berpindah lebih luas, sehingga produksi lebih banyak. Namun produktivitas lahan usahatani menetap lebih tinggi dibanding perladangan berpindah dan secara statistik terdapat perbedaan. Sedangkan pendapatan yang diperoleh petani tidak terdapat perbedaan. Keadaan ini menunjukkan usahatani kentang perladangan berpindah dan usahatani menetap berimplikasi mendukung ketahanan pangan masyarakat di Kabupaten Pegunungan Arfak.   
Bentuk Dan Mekanisme Pemberdayaan Oleh Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Guna Mendukung Ketahanan Ekonomi Petani Tembakau di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah Nuryanti Nuryanti; Subejo Subejo; Budi Guntoro
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 24, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.35916

Abstract

ABSTRACTIndonesian Tobacco Farmers Association (APTI) was an organization which was formed for facilitating tobacco farmers. This association had been conducting various efforts on farmer empowerment.This research was aimed to described the forms and mechanism of tobacco farmer’s empowerment developed by the APTI Temanggung to supported economic resilience’s farmer,This study used mixed research methods, with strategy of concurrent embedded (qualitative and quantitative method).The research results showed that there were 4 (four) programs which were successfully established and implemented by APTI Temanggung, namely (a). the empowerment program of APTI Central Java chapter to took care of farmers’ education, (b). Business Credit for Tobacco Farming (KUMPT) program, (c). mentoring, coaching and assisting tobacco farmers program, and (d). the main developmental program of APTI to advocated farmers about tobacco’s regulation. All forms of empowerment done by APTI were facilitated by using different empowerment mechanism for each program.ABSTRAK Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) sebagai organsiasi dengan tujuan untuk memfasilitasi petani tembakau dengan melakukan berbagai upaya pemberdayaan petani. Penelitian ini bermaksud untuk menggambarkan bentuk dan mekanisme pemberdayaan petani tembakau yang dikembangkan oleh (APTI) Temanggung guna mendukung ketahanan ekonomi petani tembakau. Penelitian ini menggunakan mixed methods dengan strategi embedded konkuren (kualitatif dan kuantitatif).Hasil penelitian menunjukkan bahwa program-program pemberdayaan yang berhasil dibentuk dan dilaksanakan APTI Temanggung ada 4 (empat) yaitu (a) program pemberdayaan APTI DPD Jateng peduli pendidikan, (b) program Kredit Usaha Mandiri Pertanian Tembakau (KUMPT), (c) program pembimbingan pembinaan dan pendampingan petani tembakau, dan (d) program pemberdayaan utama APTI adalah advokasi regulasi pertembakauan. Semua bentuk pemberdayaan yang dilakukan APTI Temanggung adalah fasilitasi dengan mekanisme tiap program berbeda-beda. 
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmadi Priyatmojo Ade Intan Christian Ade Intan Kristian Adrian Wirya Syahputra Afrizal Arlius Aida, Fairuz Husna Akhda, Najmu Tsaqib Amri Syarif Hidayat Amri Syarif Hidayat Anantasari, Esti Ani Dwi Wimatsari Ani Dwi Wimatsari Apredeah Monica Selvi Ari Widya Handayani Arif Wahyu Widada arkanudin budiyanto Astuti, Umi Pudji Athasari, Hanita Azrina Sabila Bertus Sumada Bangko, Bertus Sumada Budi Guntoro Budiadi Budiadi Budiyanto, Arkanudin Bunda, Agrit Kirana Chindra Yenni Wastika Christian, Ade Intan De Faveri, Stefano Dedi Muhammad Siddiq Devi, Laksmi Y. Dhanurseto Hadiprashada Dwidjono Hadi Darwanto Dwiningtyas Padmaningrum, Dwiningtyas Dyah Pertiwi Kusumawardani Dyah Woro Untari Edhi Marthono Edhi Martono Edhi Martono Edi Martono Eka Nur Jannah Emi Widiyanti Endang Sulastri Esti Anantasari Esti Anatasari F. risakti Haryadi F. Trisakti Haryadi F. Trisakti Haryadi F. Trisakti Haryadi Fadjarini Sulistyowati Fauziah, Beny Nabila Happy Ferdian Achmad Gagar Mewasdinta Gesti Ika Janti Guslimantasya, Pristianti Krisna Hadi, Syamsul Harsoyo harsoyo Harsoyo Harsoyo Harsoyo Harsoyo Harsoyo Harsoyo, Harsoyo Irham, Irham Isamayana Isamayana Jajat sudrajat Jamhari, Jamhari Jangkung Handoyo Mulyo Jangkung Handoyo Mulyo Khaerudin Imawan Krishna Agung Santoso Kusumawardani, Dyah Pertiwi LA MANI, LA La Ode Mustafa Muchtar La Ode Mustafa Muchtar La Ode Mustafa Muchtar La Ode Mustafa Muchtar Laksmi Y. Devi Laksmi Yustika Devi Larisu, Zulfiah Lewerissa, Yanti Amelia Lucie Setiana M Zulkarnain Y Masyhuri Masyhuri Maulida Surayya Maulida, Yuhan Farah Mesalia Kriska Mochamad Sugiarto Muchlashin, Anif Mudiyono Mudiyono Muh. Syaiful Ngatif Muhamad Muhamad Muhamad Sulhan Mukti Ahmad Nucrahya Nasrudin Nasrudin nFN Slameto Ngatif, Muh. Syaiful Nirmalasari Nirmalasari Nunung Prajarto Nunung Prajarto Nunung Prajarto Nur Hidayat Nur Hidayat nurhasanah, septi Nurhayati, Azizatun Nurkholipah Nurkholipah Nurul Chamidah nuryanti nuryanti Paksi Mei Penggalih Patrianisya Devi Pinjung Nawang Sari Prajarto, YA Nunung Rahima Kaliky Rahima Kaliky Rahima Kaliky, Rahima Rahima Kalily Rahmatika Irmasari Ratih Ineke Wati Ratih Ineke Wati Ratih Ineke Wati Raya, Alia Bihrajihant Resti Kinanthi Retnaningtyas, Triya Ayu Riesma Andiani Rif’ah Inayati Roso Witjaksono Roso Witjaksono Salim, Ishadiyanto Samsul Maarif Sari, Riya Fatma Selvi Marcellia Siwi Istiana Dinarti Slamet Hartono Slamet Hartono Slameto Slameto ; Slameto Slameto Sri Nuryani Hidayah Utami Sri Peni Wastutiningsih Suadi Suadi SUBEJO Subejo Subejo Subhan Kadir Sujatmiko, Tri Sukmo Pinuji Sumada Bangko, Bertus Sumada Bangko, Bertus Sunarru Samsi Hariadi Sunarru Samsi Hariadi Sunarru Samsi Hariadi Supriyanto Supriyanto Supriyanto Supriyanto Suputa Suputa Suryo Hardiwinoto Suyoto H S Suyoto Suyoto Tatag Handaka Toto Sudargo Umi Yuminarti Vijaysegaran, Shanmugam Wati, Ratih Ineke Wiyono wiyono Y. Andi Trisyono Yuhan Farah Maulida Zain, Hanita Athasari Zulfiah Larisu