Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Penentu Regenerasi Petani di Daerah Istimewa Yogyakarta Wati, Ratih Ineke; Maulida, Yuhan Farah; Subejo, Subejo
Jurnal Kawistara Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.95740

Abstract

Keberlanjutan sektor pertanian sangat tergantung pada keberhasilan dalam mempersiapkan regenerasi petani. Pada banyak negara berkembang termasuk Indonesia, secara umum sektor pertanian kurang populer karena generasi muda menilai sektor ini memiliki skala usaha sangat kecil, dijalankan secara konvensional, sulit memperoleh akses pembiayaan, lemah terhadap akses perlindungan, dan terbatas dalam layanan penyuluhan dan pendampingan. Namun demikian, usaha pertanian pada berbagai sub-sektor memiliki karakteristik yang berbeda yang nampaknya juga menjadi isu penting dalam proses regenerasi petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan faktor renerasi petani di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengkajian fenomena regenerasi petani dilakukan di tiga komoditas yang berbeda, yaitu komoditas tanaman pangan, komoditas hortikultura, dan komoditas perkebunan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Responden merupakan petani muda di ketiga kabupaten yaitu Kabupaten Sleman, Kabupaten Gunungkidul, dan Kabupaten Kulon Progo. Hasil penelitian menujukkan bahwa tingkat regenerasi petani di Daerah Istimewa Yogyakarta tergolong tinggi dan faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap regenerasi petani di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah umur petani muda, dukungan orang tua, dan dukungan pemuda tani lainnya. Faktor-faktor yang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap regenerasi petani di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah tingkat pendidikan, luas lahan, pendapatan, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), inisiatif bertani, dukungan pemerintah, dukungan kepemimpinan lokal, kepastian pasar dan harga, dan permodalan. Saran yang dapat dilakukan untuk mendorong regenerasi petani di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah (1) pelibatan pemuda tani dalam pengambilan keputusan baik di tingkat kelompok tani hingga ke program pemerintah ataupun stakeholders eksternal lainnya; (2) adanya pendampingan melalui perkumpulan pemuda sehingga terjadi pertukaran informasi, pengalaman, motivasi dari petani senior kepada petani muda; dan (3) Orang tua sebaiknya sudah mulai melibatkan petani muda sejak dini untuk mengenalkan dan memberi bekal terkait kegiatan usaha pertanian.
Comparing Farmers Capacity in Dealing with Huanglongbing Disease (A Case Study in Jember Regency) Zain, Hanita Athasari; Wastutiningsih, Sri Peni; Subejo, Subejo
Agro Ekonomi Vol 36, No 1 (2025): JUNE 2025
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ae.98681

Abstract

Jember Regency is included in top three regencies in Province of East Java that have the largest amount of Siamese citrus production, with a total of 116.473,5 tons which shows a decrease from previous year, that is 171.322,3 tons on 2021. There are two subdistricts in Jember Regency that become Siamese citrus centre, namely Semboro Subdistrict and Umbulsari Subdistrict. Semboro Subdistrict has a smaller land area of Siamese citrus than Umbulsari Subdistrict, but it has more productivity that reached up to 28 ton/ha. It is assumed that the intensity of Huanglongbing (HLB) disease and how farmers overcome the disease may cause the difference. HLB is an infectious disease caused by Liberibacter asiaticus and transmitted by citrus psyllid vector insect. Until now, there is no specific best treatment has been found for citrus crops affected by HLB disease. Thus, this research aims to measure and compare the farmers’ capacity level in overcoming HLB disease with Andragogy Theory as the used grand theory. After conducting a proportional random sampling, data of 30 farmers from Semboro Subdistrict and 32 farmers from Umbulsari Subdistrict were analyzed by independent sample t-test. The result shows there is no significant difference between farmers’ capacity level in Umbulsari and Semboro Subdistrict. The capacity level of farmers in Umbulsari Subdistrict is 62,33%, meanwhile in Semboro Subdistrict is 63,27%.
Faktor Penentu Regenerasi Petani di Daerah Istimewa Yogyakarta Wati, Ratih Ineke; Maulida, Yuhan Farah; Subejo, Subejo
Jurnal Kawistara Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.95740

Abstract

Keberlanjutan sektor pertanian sangat tergantung pada keberhasilan dalam mempersiapkan regenerasi petani. Pada banyak negara berkembang termasuk Indonesia, secara umum sektor pertanian kurang populer karena generasi muda menilai sektor ini memiliki skala usaha sangat kecil, dijalankan secara konvensional, sulit memperoleh akses pembiayaan, lemah terhadap akses perlindungan, dan terbatas dalam layanan penyuluhan dan pendampingan. Namun demikian, usaha pertanian pada berbagai sub-sektor memiliki karakteristik yang berbeda yang nampaknya juga menjadi isu penting dalam proses regenerasi petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan faktor renerasi petani di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengkajian fenomena regenerasi petani dilakukan di tiga komoditas yang berbeda, yaitu komoditas tanaman pangan, komoditas hortikultura, dan komoditas perkebunan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Responden merupakan petani muda di ketiga kabupaten yaitu Kabupaten Sleman, Kabupaten Gunungkidul, dan Kabupaten Kulon Progo. Hasil penelitian menujukkan bahwa tingkat regenerasi petani di Daerah Istimewa Yogyakarta tergolong tinggi dan faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap regenerasi petani di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah umur petani muda, dukungan orang tua, dan dukungan pemuda tani lainnya. Faktor-faktor yang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap regenerasi petani di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah tingkat pendidikan, luas lahan, pendapatan, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), inisiatif bertani, dukungan pemerintah, dukungan kepemimpinan lokal, kepastian pasar dan harga, dan permodalan. Saran yang dapat dilakukan untuk mendorong regenerasi petani di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah (1) pelibatan pemuda tani dalam pengambilan keputusan baik di tingkat kelompok tani hingga ke program pemerintah ataupun stakeholders eksternal lainnya; (2) adanya pendampingan melalui perkumpulan pemuda sehingga terjadi pertukaran informasi, pengalaman, motivasi dari petani senior kepada petani muda; dan (3) Orang tua sebaiknya sudah mulai melibatkan petani muda sejak dini untuk mengenalkan dan memberi bekal terkait kegiatan usaha pertanian.
Penerapan Pola Agroforestri Berbasis Kelapa dan Pendapatan Petani di Desa Samuda, Kabupaten Halmahera Utara Lewerissa, Ebedly; Budiadi, Budiadi; Hardiwinoto, Suryo; Subejo, Subejo
MAKILA Vol 14 No 1 (2020): Makila : Jurnal Penelitian Kehutanan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.312 KB) | DOI: 10.30598/makila.v14i1.2502

Abstract

This study aims to determine the application of agroforestry patterns and their contribution to the income of farmers in the village of Samuda, North Halmahera Regency. The research method used was a purposive sampling method, with 30 respondent farmers who had coconut-based agroforestry land. Data collection and analysis are done descriptively and quantitatively. The results showed that two patterns of agroforestry application, the Agrisilvikultur Tress Along with Borders pattern and the Agrisilvikultur Random Mixture pattern, we're able to make many ecological and economic contributions. From the ecological point of view, mixed agroforestry patterns can increase resistance to plant diseases, and economically, agroforestry patterns can increase farmers' average income. Completion of coconut-based agroforestry in the form of copra increased the average annual income of IDR 35,633,333.3/year and the average income from secondary crops by IDR. 1,249,637,500/year. While the average income from non-agroforestry products is IDR 34,550,000/year. Comparison of income and expenditure shows that the average income of farmers is greater than the expenditure, so the application of agroforestry patterns has a significant influence on the level of welfare of farmers in the study area.
Village Information System Development For Data Sovereignty Sulistyowati, Fadjarini; Subejo, Subejo; Sulhan, Muhamad
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 8 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/4ga0ex10

Abstract

The development of the Village Information System (SID) mandated by Village Law No. 6 of 2014 is not merely a formality to fulfill obligations but its existence is crucial as documentation of village data consisting of population data, village potential and village programs. This can certainly occur if the village can interpret the data it has. The study aims to determine the development of SID and the use of data in development. The study used a descriptive analytical method, data collection techniques obtained from FGDs, interviews, observation and documentation. Data analysis used interactive analysis techniques. The results show that the Panggungharjo Village Government has developed SID independently with institutional support, funding, and professional human resources. SID supports more transparent administrative services, encouraging the emergence of various data-based public programs (scholarships and elderly assistance). These findings confirm that Panggungharjo has implemented the principle of data sovereignty, namely, the village has control over data and makes it the basis for development and public services.
BABAK BARU PENYULUHAN PERTANIAN DAN PEDESAAN (NEW ERA OF AGRICULTURAL AND RURAL EXTENSION) Subejo, Subejo
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 1 (2011): Juli
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Many parties have believed that agricultural and rural sector have been shifting toward diversification, commercialization, sustainability and efficiency. Those phenomenons have made it necessary for the paradigm changes of agricultural extension practices. From the perspective of political-economy, many dramatically changes have occurred including decentralization, democratization, liberalization and privatization. To respond to the new paradigm, countries worldwide have adopted a variety of institutional reform for agricultural and rural extension. In Indonesian case, by considering a big variation of farming conditions and farmer resources, choosing only single strategy for institutional reform of agricultural extension has been likely not appropriate. Funding and dervice of public extension are still hugely needed especially for food production and smallholder farming business. However, privatization of extension has been started from last decade for profitable farming commodities. Public-private-partnership is likely one among the solutions. for agricultural extension arrangements. Optimizing of accumulation and distribution of agricultural knowledge's that has been acknowledged as triangle knowledge model including research, education and extension where farmer is situated as a center of the system will be great solutions for overcoming various problems of agricultural development. From technical perspective, development and utilization of Informationd and Communication Technologies (ICTs) for agricultural extension has become promizing strategy. ICTs in some cases could guaranty high speed and effectiveness of information distribution for new technologies and innovations.
PROMOTING SOCIAL CAPITAL FOR RURAL COMMUNITY DEVELOPMENT (PERANAN MODAL SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT PEDESAAN) Subejo Subejo Subejo, Subejo
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 4 No. 1 (2008): Juli
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan proses perubahan paradigma pembangunan dari model top down menuju model bottom up, peranan masyarakat lokal menjadi semakin penting dalam berbagai tahapan proses pembangunan. Pemahaman yang mendalam tentang sumberdaya lokal utamanya komunitas lokal yang antara lain mencakup pola hubungan dan jaringan kerja sama yang lebih dikenal secara luas sebagai modal sosial (social capital) merupakan suatu kebutuhan yang mendasar dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.Pemanfaatan sumberdaya sosial secara optimal akan mendukung peningkatan efektivitas program pembagunan pedesaan. Hal ini tidak hanya memacu pertumbuhan ekonomi, namun juga sebagai penyangga dan pemelihara solidaritas sosial dan daya ikat masyarakat lokal. Pada akhirnya akan mendukung model pembangunan yang berkelanjutan bagi masyarakat pedesaan dan lingkungannya.Pemahaman yang komprehensif tentang sumberdaya social capital memungkinkan perencana pembangunan untuk mengidentifikasi secara tepat akan potensi sisi positif dan negatif. Hal ini sangat penting ketika merumuskan strategi penguatan sisi positif dan menekan sisi negatif potensi social capital dalam pembangunan masyarakat pedesaan.Dukungan dan penguatan terhadap pola jaringan dan kerjasama masyarakat yang semakin terbuka (inclusive) seperti tercermin dalam pergeseran dari dimensi bonding menuju bridging dan linking memungkinkan masyakat lokal untuk memperluas dan memperkuat berbagai aspek kerjasama.
MEMAHAMI DAN MENGKRITISI KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DI INDONESIA (COMPREHENDING AND PERCEIVING TO AGRICULTURE DEVELOPMENT POLICY IN INDONESIA) Subejo, Subejo
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 3 No. 1 (2007): Juli
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Economic development policy in Indonesia should be focused at sector which taking care of resident majority that is resident in rural with profession as farmer. Industrial development also should be focused at activities that have relation with the majority importance ( Joseph E. Stighlitz, 2004).
ANALISIS ISI STRUKTUR PERIKLANAN PERTANIAN INDONESIA PADA JARINGAN INTERNET INDONETWORK (CONTENT ANALYSIS OF ADVERTISING STRUCTURE OF INDONESIAN AGRICULTURE ON INTERNET NETWORK OF INDONETWORK) Supriyanto, Supriyanto; Kusumawardani, Dyah Pertiwi; Subejo, Subejo
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 2 No. 2 (2006): Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was purposed to identify agricultural advertising structure in Indonesia on Indonetwork.co.id. Indonetwork has served a lot of agricultural advertising document and good system of archives which it was easy to be accessed. Basic method used in the study was descriptive analysis by using content analysis. Method of sampling was simple random sampling. A number of 800 agricultural advertising items has been selected randomly from 1733 of agricultural advertising items. The selection of sample in each province was done by using proportional frequencies approach. Proportional test and ANOVA test were used in the study in order to identify the trend of agricultural advertising structure in Indonesia at Indonetwork.The research showed that a larger number of agricultural product agency in the western part of Indonesia which have been advertized at Indonetwork was dominant. The persuasive content of advertising materials appeared in a bigger proportion. The cooperative opportunities have appeared on several advertising items explicitly. The Indonesian and combination of Indonesian and English were dominant as advertising language. There were only two companies in western part of Indonesia which got feedback from consumers. The advantages of agricultural advertising structure at Indonetwork may have a good chance to compete on global market widely.
KERANGKA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PEDESAAN MENUJU PEMBANGUNAN YANG BERKELANJUTAN (FRAMEWORK OF RURAL COMMUNITY EMPOWERMENT TOWARDS SUSTAINABLE DEVELOPMENT) Subejo, Subejo; Supriyanto, Supriyanto
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 1 No. 1 (2005): Juli
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rural community empowerment recently is becoming one of the central themes in the process of community development. The orientation of community development should be oriented in line and kept in pace with new approach of s sustainable development. Community empowerment process can be simplified into some strategic environmental aspects of development which covering production, economic, social and ecological issues. Rural community should be facilitated and supported in order to have enough capabilities in utilizing own and local resources in the optimum way. Steps of community empowerment process for rural community in brief are (1) identification and study on problems, potency and opportunities of rural people, (2) planning arrangement for group activities based on previous identification; (3) implementation of group activities planning; and (4) monitoring and evaluation on process and activity results continuously
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmadi Priyatmojo Ade Intan Christian Ade Intan Kristian Adrian Wirya Syahputra Afrizal Arlius Aida, Fairuz Husna Akhda, Najmu Tsaqib Amri Syarif Hidayat Amri Syarif Hidayat Anantasari, Esti Ani Dwi Wimatsari Ani Dwi Wimatsari Apredeah Monica Selvi Ari Widya Handayani Arif Wahyu Widada arkanudin budiyanto Astuti, Umi Pudji Athasari, Hanita Azrina Sabila Bertus Sumada Bangko, Bertus Sumada Budi Guntoro Budiadi Budiadi Budiyanto, Arkanudin Bunda, Agrit Kirana Chindra Yenni Wastika Christian, Ade Intan De Faveri, Stefano Dedi Muhammad Siddiq Devi, Laksmi Y. Dhanurseto Hadiprashada Dwidjono Hadi Darwanto Dwiningtyas Padmaningrum, Dwiningtyas Dyah Pertiwi Kusumawardani Dyah Woro Untari Edhi Marthono Edhi Martono Edhi Martono Edi Martono Eka Nur Jannah Emi Widiyanti Endang Sulastri Esti Anantasari Esti Anatasari F. risakti Haryadi F. Trisakti Haryadi F. Trisakti Haryadi F. Trisakti Haryadi Fadjarini Sulistyowati Fauziah, Beny Nabila Happy Ferdian Achmad Gagar Mewasdinta Gesti Ika Janti Guslimantasya, Pristianti Krisna Hadi, Syamsul Harsoyo Harsoyo Harsoyo Harsoyo Harsoyo harsoyo Harsoyo Harsoyo, Harsoyo Irham, Irham Isamayana Isamayana Jajat sudrajat Jamhari, Jamhari Jangkung Handoyo Mulyo Jangkung Handoyo Mulyo Khaerudin Imawan Krishna Agung Santoso Kusumawardani, Dyah Pertiwi LA MANI, LA La Ode Mustafa Muchtar La Ode Mustafa Muchtar La Ode Mustafa Muchtar La Ode Mustafa Muchtar Laksmi Y. Devi Laksmi Yustika Devi Larisu, Zulfiah Lewerissa, Yanti Amelia Lucie Setiana M Zulkarnain Y Masyhuri Masyhuri Maulida Surayya Maulida, Yuhan Farah Mesalia Kriska Mochamad Sugiarto Muchlashin, Anif Mudiyono Mudiyono Muh. Syaiful Ngatif Muhamad Muhamad Muhamad Sulhan Mukti Ahmad Nucrahya Nasrudin Nasrudin nFN Slameto Ngatif, Muh. Syaiful Nirmalasari Nirmalasari Nunung Prajarto Nunung Prajarto Nunung Prajarto Nur Hidayat Nur Hidayat nurhasanah, septi Nurhayati, Azizatun Nurkholipah Nurkholipah Nurul Chamidah nuryanti nuryanti Paksi Mei Penggalih Patrianisya Devi Pinjung Nawang Sari Prajarto, YA Nunung Rahima Kaliky Rahima Kaliky Rahima Kaliky, Rahima Rahima Kalily Rahmatika Irmasari Ratih Ineke Wati Ratih Ineke Wati Ratih Ineke Wati Raya, Alia Bihrajihant Resti Kinanthi Retnaningtyas, Triya Ayu Riesma Andiani Rif’ah Inayati Roso Witjaksono Roso Witjaksono Salim, Ishadiyanto Samsul Maarif Sari, Riya Fatma Selvi Marcellia Siwi Istiana Dinarti Slamet Hartono Slamet Hartono Slameto Slameto ; Slameto Slameto Sri Nuryani Hidayah Utami Sri Peni Wastutiningsih Suadi Suadi SUBEJO Subejo Subejo Subhan Kadir Sujatmiko, Tri Sukmo Pinuji Sumada Bangko, Bertus Sumada Bangko, Bertus Sunarru Samsi Hariadi Sunarru Samsi Hariadi Sunarru Samsi Hariadi Supriyanto Supriyanto Supriyanto Supriyanto Suputa Suputa Suryo Hardiwinoto Suyoto H S Suyoto Suyoto Tatag Handaka Toto Sudargo Umi Yuminarti Vijaysegaran, Shanmugam Wati, Ratih Ineke Wiyono wiyono Y. Andi Trisyono Yuhan Farah Maulida Zain, Hanita Athasari Zulfiah Larisu