Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Pharmascience

Analysis of Antibiotics on Patients Surgery, before and after Used Guidelines for Antibiotics (PPAB) Lisa Narulita; Riefkah Bilal; Mohammad Akram; Suharjono Suharjono
Jurnal Pharmascience Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v7i1.8074

Abstract

ABSTRAK Sejak    tahun    2011    World   Health    Organisasi   (WHO)   dan    Komite Pengedalian Resisten Antimikroba  (KPRA) sejak 2015, untuk  menetapkan kebijakan penggunaan antibiotik  dengan menyusun formularium dan  Pedoman Penggunaan Antibiotik (PPAB). Penggunaan antibiotik  berlebihan berkontribusi pada resistensi maka  penelitian ini bertujuan, menganalisis besarnya perbedaan penggunaan antibiotik  pada pasien rawat  inap bedah sebelum digunakan PPAB (Periode  Mei 2018)  dan  setelah  digunakan  PPAB (Periode  Mei 2019)  dengan ATC  / DDD (Defined   Daily  Dose).  Jenis  dan   rancangan  penelitian  adalah deskriptif cross-sectional dengan data retrospektif. Data  yang  diambil  meliputi peresepan antibiotik  di ruang  bedah. Data dianalisis dengan uji tanda (sign test) dan  uji wilcoxon  dengan hasil sign test yang  bertanda negatif sebanyak 9 dan bertanda positif sebanyak 2 dan  uji wilcoxon  menyatakan Sig.(2-tailed 0,062) (α=0,05) artinya   penggunaan  antibiotik   sebelum  dan setelah digunakan PPAB tidak berbeda atau  sama berdasarkan statistik. Tetapi dari  persentasi  penggunaan  antibiotik   terdapat 9  antibiotik   yang penggunaannya  menurun setelah digunakan PPAB  seperti sefoperason 50%, seftriaxon  52%,  sefuroxime  87%,  sepirom  90%,  siproflosasin  17%,  gentamisin 99%, levofloxasin 60%, metronidazol 79% dan  moxifloksasin 86%. Disimpulkan PPAB  perlu ditingkatkan dalam penggunaan antibiotik  di RSUD dr.H.Slamet Martodirdjo dan  penggunaa seftriakson  dapat meningkatkan  multi drug resistant. Dengan  demikian perlu  adanya evaluasi dan  monitoring dalam menerapkan PPAB. Kata kunci: ATC/DDD; Pasien Bedah; PPAB  ABSTRACT Since  2011  the  World Health  Organization (WHO) and  the  National Antimicrobial  Resistant Control  Committee (KPRA) in indonesia since 2015, to establish antibiotic use policies by developing formularies and  Antibiotic  Use Guidelines (PPAB). Excessive use of antibiotics contributing to resistance, this study aims, analyzing the  magnitude of  differences in antibiotic use patients surgery before PPAB (May 2018  period)  and after  PPAB (May 2019  period)  with ATC / DDD (Defined  Daily Dose). Type and  design  of the  study is  descriptive cross-sectional with retrospective. Data  taken  included prescribing antibiotics. Data  were  analyzed by sign test and  Wilcoxon test with 9 negative sign and  2 positive sign results and  Wilcoxon  test stated Sig. (2-tailed 0.062)>  (α = 0.05), meaning that  use of antibiotics before and  after  PPAB is not different or the same based on statistics. But from the percentage of antibiotic 9   decreased  after    PPAB,   such  as   cefoperazone  50%,   cefriaxone   52%, cefuroxime  87%,  cefpirome  90%,  ciprofloxacin  17%,  gentamicin  99%, levofloxacin 60%, metronidazole 79% and  moxifloxacin 86%.  Concluded that PPAB needs to be improved in the use of antibiotics in RSUD dr.H. Islamet Martodirdjo and the use of ceftriaxone can increase multi drug resistant. Thus the need for evaluation and monitoring in implementing PPAB. Keywords:  ATC/DDD; Surgical Patients; PPAB
Analisis Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Bedah Umum dengan Metode ATC/DDD di RSAU Efram Harsana Lanud Iswahyudi Maospati Sahayuna, Dara Demi; Sindy, Sulih Probo; Solihin, Imron; Suharjono, Suharjono
Jurnal Pharmascience Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i1.8914

Abstract

Penggunaan antimikoba pada pasien bedah umum pasca operasi digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi luka operasi. Namun pada penggunaan antimikroba yang tidak bijak dapat menyebabkan terjadinya resistensi antibiotik. Jika sudah terjadi resistensi antibiotik hal tersebut dapat menyulitkan terapi. Oleh karena itu, perlu dilakukannya pengendalian penggunaan antibiotik dengan cara penggunaan yang rasional / bijak. Pencegahan terjadinya resistensi antimikroba dapat dilakukan dengan menyesuaikan pemberian antibiotik pada pedoman terapi serta dapat dilakukan evaluasi secara kuantitatif maupun kualitatif secara berkala. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai DDD dari antibiotik di RSAU Efram Harsana Lanud Iswahyudi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-analitik dengan desain cross sectional dengan pengambilan data secara retrospektif pada pasien bedah umum RSAU Efram Harsana Iswahjudi selama peridoe Juli-September 2019. Dari laporan rekam medis peresepan antibiotik sebanyak 401 dari 339 rekam medis diperoleh hasil dengan pemakaian jenis antimikroba tertinggi  golongan sefalosporin ceftriaxon 15,909/100 pasien-hari dan pemakaian jenis antimikroba terendah yaitu ceftazidim 0,098/100 pasien-hari.  Kata Kunci: Pasien Bedah Umum, Antibiotik, ATC/DDD, Resistensi Antimikroba, DDD/100. The use of antimicrobials in postoperative general surgery patients is used to prevent wound infection. However, the use of antimicrobials that are not wise can cause antibiotic resistance. If antibiotic resistance has occurred this can complicate therapy. Therefore, it is necessary to control the use of antibiotics by means of rational use. Prevention of antimicrobial resistance can be done by adjusting the administration of antibiotics in the therapeutic guidelines and periodic quantitative and qualitative evaluations can be done. This study aims to determine the DDD value of antibiotics in general surgery patients at Efram Harsana Hospital Iswahjudi Lanud. This research is a type of descriptive study with a retrospective cross sectional design using ATC / DDD analysis. Data obtained from the medical records of general inpatients in Efram Harsana Hospital peridoe July-September 2019. From the medical record report prescribing antibiotics as many as 401 out of 339 medical records obtained results with the use of the highest type of antimicrobial cephalosporin ceftriaxon 15,909 DDD / 100 days of treatment and 100 days of treatment and obtained the results of the use of the highest antimicrobial type cephalosporin ceftriaxon 15,909 DDD / 100 days of hospitalization and The lowest use of antimicrobial types was ceftazidim 0.098 DDD / 100 days of hospitalization.
Kajian Literatur: Terapi Cairan Pada Sepsis Purwanto, Diyna Rusayliya; Suharjono, Suharjono; Nurmainah, Nurmainah
Jurnal Pharmascience Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.20168

Abstract

Sepsis merupakan kondisi yang mengancam jiwa dan perlu penanganan tepat waktu untuk mengurangi angka kematian. Terapi cairan merupakan salah satu landasan manajemen sepsis. Terapi cairan atau resusitasi bertujuan untuk memperbaiki kekurangan volume darah untuk memastikan curah jantung dan perfusi darah organ normal serta untuk melindungi fungsi organ. Namun, panduan terapi cairan yang benar dan optimal pada pasien dengan sepsis masih menjadi masalah yang sulit karena tanda-tanda klinis dari respon cairan yang sulit, terutama pada pasien anak. Tinjauan naratif ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pemilihan jenis terapi cairan pada pasien sepsis. Jenis terapi cairan yang sering digunakan pada pasien sepsis adalah kristaloid dan koloid. Balanced kristaloid direkomendasikan sebagai cairan resusitasi lini pertama pada pasien dengan sepsis karena murah, tersedia secara luas, dan menyebabkan lebih sedikit efek samping serius. Namun, pertimbangan dalam memilih jenis terapi cairan pada sepsis lebih disarankan agar dilakukan pendekatan secara individu, menyesuaikan dengan kondisi klinis pasien sepsis.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Ridwan Achmad Ridwan, Achmad Agriawan Sudirman Ahmad Nasir ahmad, abraham Andri Geger Noviantoro Aprillia Wijaya, Stefani Ari Wibowo Arief Bachtiar Arina Dery Puspitasari Assiddiqy, Miftah Farid Atmajani, Wanudya Bagiyo, Harry Bagiyo, Harry Bagyo Yanuwiadi Bambang Eko Wahyono Bambang Sidharta Bambang Sudarmanto Budi Suprapti Budiatin, Aniek Setya Budiatin, Aniek Setya Chairunnisa Chairunnisa Chris Alderman Chrismawan A, Chrismawan A Chrismawan Ardianto Dea Ayu Nabilah Debora Shinta Liana Desiani, Ekanita Dewi Wara Shinta Didik Hasmono Dinda Monika Nusantara Ratri Diniah, Melisa Nur Djafar, Zaenab Dwiyatna, Surya Elvan Dwi Widyadi Emiliana Kasmudjiastuti Emy Sulistyo Astuti Endang Retnowati Eni Susanti Faizal Mustamin Fandyka Yufriza Ali Fasich Fasich Fransiska Maria Christianty Gratia, Veronica Hari Prasetyo Hasria Alang Heru Purwanto Hubby, Hubby I Gede Edy Sagitha I Ketut Mandikin Ilham Rizqy Isnain Imam Faozi Imam Susilo Indira D. Kharismawati Irfan Mustafa Irma Novrianti Irma Novrianti Irvina Harini Isnaeni Jaka Susila Jikrona, Rafi Joni Kusnadi Joni Wahyuhadi, Joni Jufri Ubrusun Junaidi Khotib Kenyo Alexandra Oktaviani Khaerani Khaerani Khusnul Fitri Hamidah Kusuma Arum Ningsih Kuwatno Kuwatno Lestiono, . Lestiono, . Lewi Tigor Simorangkir Lisa Narulita Lisa Narulita Liziyyannida Liziyyannida M. Yusuf Assegaf Mahardian R, Mahardian R Mahardian Rahmadi Mahfudz Mahfudz Makitalentu, Feybe Marcha Debby Saraswati Mareta Rindang Andarsari Medina, Farah Meita Rafika Fitriani Mohammad Akram Muhammad Aminuddin, Muhammad Muhammad Fathoni, Muhammad Mulja Hadi Santosa Narulita, Lisa Nasir, Ahmad Neldi, Vina Nia Kurniawan Nur Afni NUR CHAKIM Nurmainah Nurmainah Nurrofik, Agus Paulus Sugianto Prasetyanti, Intan Kris Prastuti Asta Wulaningrum Pratita, Dian Galuh Primadi Avianto Purwanto, Diyna Rusayliya Rahman, Gilang Mauladi Rahmawati Raising Ria Rositasati Riefkah Bilal risha fillah fithria Risthanti, Reine Risa Rosdiana, Eva Rudi Safarudin Rudi Wardana Rusdiana, Silvia Rusdiana, Silvia Safarudin, Rudi Sahayuna, Dara Demi Samirah Samirah Samirah Samirah, Samirah Sari, Erni A Semedi S J Shafira Muti Ardiana Shahroni, Abdul Mutholib Shofia Ummu, Lathifa Simorangkir, Lewi Tigor Sindy, Sulih Probo SJ, Semedi Solihin, Imron Sudirman, Agriawan Sukardiman Sumarno . Sumarno Sumarno Suryadi Suryadi Susilo, Dwi Hari Sutrisnaningsih, Evy Sari Suwardi Suwardi Toetik Aryani Tri Ardyati Umami, Zahra Veronica Gratia WENNY PUTRI NILAMSARI Widhiati Widhiati Widyadi, Elvan Dwi Wiwid Samsulhadi Wulan Panduwi Melasari Yance Anas yance yance Yen Yen Ari Indrawijaya YOGA DWI JATMIKO Yogiarto Yogiarto Yulia Ayu Purnamasari Yulistiani Yulistiani Yulistiani Yulistiani, Yulistiani Yulistiani, . Yuniati T Yuniati T Yuniati T, Yuniati Yusfar, Yunarti Yustiana Yustiana, Yustiana Zamrotul Izzah Zulfiana, Risa