p-Index From 2021 - 2026
13.083
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Journal of Educational, Health and Community Psychology Jurnal Keperawatan Sriwijaya BAGIMU NEGERI : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Jurnal Keperawatan Padjadjaran Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Ilmiah Dikdaya Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) JIK- JURNAL ILMU KESEHATAN PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Seminar Nasional Keperawatan Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Ners Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Journal of Borneo Holistic Health Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Pengabdian UNDIKMA Caring : Indonesian Journal of Nursing Science MEDIC MEdical Dedication Jurnal Kesehatan Tambusai An Idea Health Journal Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garuda Putih GENIUS JOURNAL (General Nursing Science Journal) TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Indonesian Nursing Journal of Education and Clinic (Jurnal Pendidikan dan Praktik Keperawatan Indonesia) Jurnal Keperawatan Universitas Jambi DUNIA KEPERAWATAN: JURNAL KEPERAWATAN DAN KESEHATAN Riset Informasi Kesehatan JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Bharasumba Jurnal Multidispliner Jurnal Multidisipliner Kapalamada ABDIMAS Jurnal Pelita Sriwijaya Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurusan Keperawatan Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery) Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Jurnal Keperawatan Universitas Jambi Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Galen: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis faktor risiko diabetes mellitus pada remaja Masdaf, Agino Saputra; Nurhusna, Nurhusna; Sari, Putri Irwanti; Oktarina, Yosi; Sari, Yulia Indah Permata
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2110

Abstract

Background: Diabetes mellitus in adolescents continues to increase due to modern lifestyles characterized by unhealthy diets, low physical activity, and obesity. Purpose: To analyze the relationship between physical activity, diet, and obesity (BMI) and the risk of diabetes mellitus in adolescents. Method: A quantitative, cross-sectional analytical study of 101 eleventh-grade respondents was conducted using purposive sampling. Instruments included the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), Food Frequency Questionnaire (FFQ), anthropometric measurements, and the Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC). Data analysis used frequency distribution and the Gamma test with α = 0.05. Results: The majority of respondents were aged 16-18 years (86.1%), female (59.4%), reported light physical activity (43.6%), had poor diet (50.5%), had a normal BMI (34.7%), and had a low risk of diabetes mellitus (84.2%). The Gamma test results showed a significant association between physical activity (p = 0.002; OR = 0.690), diet (p = 0.005; OR = 2.105), and BMI (p = 0.011; OR = 13.778) and the risk of diabetes mellitus. Conclusion: There is a significant association between physical activity, diet, and BMI and the risk of diabetes mellitus in adolescents.   Keywords: Adolescents; Body Mass Index; Diabetes Mellitus; Eating Patterns; Physical Activity.   Pendahuluan: Diabetes mellitus pada remaja terus meningkat akibat gaya hidup modern yang ditandai oleh pola makan yang tidak sehat, rendahnya aktivitas fisik, dan obesitas. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara Aktivitas fisik, pola makan, dan obesitas (IMT) dengan risiko Diabetes Mellitus pada remaja. Metode: Penelitian kuantitatif analitik cross-sectional pada 101 responden kelas XI dengan purposive sampling. Instrumen meliputi Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), Food Frequency Questionnaire (FFQ), pengukuran antropometri, dan Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC). Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Gamma dengan α = 0,05 Hasil: Mayoritas responden berusia 16-18 tahun (86.1%), perempuan (59.4%), aktivitas fisik ringan (43.6%), pola makan kurang baik (50.5%), IMT normal (34.7%), dan risiko diabetes melitus rendah (84.2%). Hasil uji Gamma menunjukkan hubungan signifikan antara aktivitas fisik (p = 0.002; OR = 0.690), pola makan (p = 0.005; OR = 2.105), dan BMI (p = 0.011; OR = 13.778) dengan risiko diabetes melitus Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik, pola makan, dan IMT dengan risiko diabetes mellitus pada remaja.   Kata Kunci: Aktivitas Fisik; Diabetes Mellitus; Indeks Massa Tubuh; Pola Makan; Remaja.
UJI EFEKTIVITAS HOLOGRAM 3D DALAM PEMBELAJARAN KESIAPSIAGAAN DI PESANTREN Kamila Dyanti, Tiara; Subandi, Andi; Martawinarti, Rts Netisa; Oktarina, Yosi; Sulistiawan, Andika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.52481

Abstract

Proses belajar di pesantren umumnya masih berpusat pada metode ceramah, sehingga kesempatan siswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih visual dan menarik menjadi terbatas. Kondisi ini membuat motivasi belajar dan pemahaman siswa terhadap materi kesiapsiagaan belum optimal. Kehadiran media hologram 3D menawarkan cara penyampaian materi yang lebih hidup dan mudah dipahami. Penelitian ini dilakukan untuk menilai seberapa efektif media hologram 3D dalam meningkatkan usability, motivasi belajar, serta menurunkan beban kognitif siswa. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif post-test only. Populasi penelitian adalah seluruh siswa Pondok Pesantren As’ad, dengan jumlah sampel 30 siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan tiga instrumen, yaitu System Usability Scale (SUS), Instructional Materials Motivation Survey (IMMS), dan Paas Cognitive Load Scale. Data dianalisis secara deskriptif melalui nilai rata-rata, persentase, dan kategori penilaian. Media hologram 3D menunjukkan tingkat usability yang tinggi dengan nilai rata-rata 3,47. Motivasi belajar siswa berada pada kategori tinggi mencapai 73,3%, sedangkan beban kognitif tercatat pada kategori rendah hingga sedang dengan nilai rata-rata 1,53. Media hologram 3D terbukti efektif sebagai sarana edukasi, karena mampu menarik minat siswa, membantu pemahaman materi, dan tetap menjaga beban kognitif pada tingkat yang wajar. Media ini layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran kesehatan di lingkungan pesantren.
Penerapan Posisi Head Up 30º pada Pasien Cedera Kepala Post Craniotomy dengan Penurunan Kapasitas Adaptif Intrakranial di Ruang ICU RSUD Raden Mattaher Kota Jambi Syifa Inayati; Yosi Oktarina; Amd Junaidi
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i2.16194

Abstract

ABSTRACT Decreased intracranial adaptive capacity in patients with head injury is a serious problem that arises due to the disruption of intracranial dynamics mechanisms in compensating cerebrospinal fluid, increasing intracranial pressure which can have an impact on brain tissue damage and threatening life safety. One of the nursing interventions to lower intracranial pressure is to apply the 30º head up position because this position can distribute cerebrospinal fluid to lower intracranial pressure. The design of this research uses a case report design. The subjects used were 1 head injury patient with decreased intracranial adaptive capacity. Data were analyzed using descriptive analysis by looking for signs of intracranial improvement from the first to the last day of intervention implementation. The application of the 30º head-up position in the head injury patient on the first day showed no visible signs of increased intracranial pressure as assessed from the vital signs were within the normal limit. On the second and third days, there were signs of increased intracranial pressure, characterized by an increase in blood pressure and pulse pressure. The application of the 30º head up position in patients with head injury with decreased intracranial adaptive capacity can be used as a nursing intervention to lower signs of increased intracranial pressure which specifically affects MAP, pain scale, and oxygen saturation. Keywords: Head Injury, Head Up Position 30º, Intracranial Adaptive Capacity  ABSTRAK Penurunan kapasitas adaptif intrakranial pada pasien cedera kepala menjadi suatu masalah serius yang timbul karena adanya gangguan mekanisme dinamika intrakranial dalam melakukan kompensasi cairan serebrospinal sehingga mengakibatkan peningkatan tekanan intrakranial yang dapat berdampak pada kerusakan jaringan otak dan mengancam keselamatan jiwa. Salah satu intervensi keperawatan untuk menurunkan tekanan intrakranial adalah dengan menerapkan posisi head up 30º karena posisi ini dapat mendistribusikan cairan serebrospinal untuk menurunkan tekanan intrakranial. Rancangan penelitian ini menggunakan desain studi kasus (case report). Subjek yang digunakan adalah 1 pasien cedera kepala dengan penurunan kapasitas adaptif intrakranial. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan melihat tanda-tanda peningkatan intrakranial dari hari pertama hingga hari terakhir penerapan intervensi. Penerapan posisi head up 30º pada pasien cedera kepala post craniotomy di hari pertama menunjukkan hasil tidak terlihat tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial yang dinilai dari tanda-tanda vital berada dalam batas normal. Pada hari kedua dan ketiga terlihat adanya sebagian tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial yang ditandai dengan adanya kenaikan tekanan darah dan tekanan nadi. Penerapan posisi head up 30º pada pasien cedera kepala dengan penurunan kapasitas adaptif intrakranial dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan untuk menurunkan tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial yang secara spesifik berpengaruh terhadap MAP, skala nyeri, dan saturasi oksigen. Kata Kunci: Cedera Kepala, Kapasitas Adaptif Intrakranial, Posisi Head Up 30º
Hubungan Health Locus of Control dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi di Puskesmas Sidorejo Kota Pagaralam Yayu Anggriani; Dini Rudini; Yosi Oktarina
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i1.10324

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a condition where blood pressure increases relentlessly. Pharmacological treatment is the primary management of hypertension to control blood pressure and prevent complications. Adherence to taking medication is necessary for the goal to be achieved, but a number of studies have found that adherence to treatment is still low. The purpose of this study was to determine the relationship between health locus of control and adherence to taking medication for hypertensive patients at Sidorejo Health Center in Pagaralam city. This study used quantitative methods and a cross sectional approach with a population of 428 people and 90 samples calculated using the Yamane formula. The sampling technique was consecutive sampling. The measuring instruments used were multidimensional health locus of control scales and morisky medical adherence scale-8 items with univariate data analysis in the form of frequency distribution and bivariate with Spearman Rank test. This research was conducted at Sidorejo Health Center in Pagaralam city. The results of this study obtained hypertensive patients with high health locus of control 41 people (45.6%) and low 49 people (54.4%). While the level of compliance with taking medication is high 20 people (22.2%), moderate 25 people (27.8%) and low 45 people (50%). The results of the Spearman Rank statistical test obtained a p value = 0.000 (p 0.05) and r = 0.671, meaning that there is a positive and strong relationship between health locus of control and compliance with taking medication for hypertensive patients at the Sidorejo Health Center in Pagaralam city. Health locus of control and compliance with taking medication in hypertensive patients is still relatively low. Health locus of control has a strong relationship and affects adherence to taking medication for hypertensive patients, it is hoped that this research can be an evaluation and policy basis as well as a source of reading for Sidorejo Health Center, Education and Nursing Profession and further researchers. Keywords: Health Locus of Control, Medication Adherence, Hypertension  ABSTRAK Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah meningkat tanpa henti. Pengobatan farmakologis merupakan penatalaksanaan utama hipertensi guna untuk mengontrol tekanan darah dan mencegah komplikasi. Kepatuhan minum obat diperlukan agar tujuan tercapai, namun sejumlah penelitian menemukan kepatuhan terhadap pengobatan masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan health locus of control dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Puskesmas Sidorejo kota Pagaralam. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan cross sectional dengan populasi sebanyak 428 orang dan 90 orang sampel yang dihitung menggunakan rumus Yamane. Teknik pengambilan sampel ialah consecutive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah multidimensional health locus of control scales dan morisky medical adherence scale-8 items dengan analisa data univariat berupa distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji Spearman Rank. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Sidorejo kota Pagaralam. Hasil penelitian ini didapatkan pasien hipertensi dengan health locus of control tinggi 41 orang (45,6%) dan rendah 49 orang (54,4%). Sedangkan tingkat kepatuhan minum obat tinggi 20 orang (22,2%), sedang 25 orang (27,8%) dan rendah 45 orang (50%). Hasil uji statistik Spearman Rank didapatkan nilai p value=0,000 (p0,05) dan r=0,671, artinya terdapat hubungan positif dan kuat antara health locus of control dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Puskesmas Sidorejo kota Pagaralam.Health locus of control dan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi masih tergolong rendah. Health locus of control mempunyai hubungan yang kuat dan mempengaruhi kepatuhan minum obat pasien hipertensi, diharapkan penelitian ini dapat menjadi evaluasi dan dasar kebijakan serta sumber bacaan bagi Puskesmas Sidorejo, Pendidikan dan Profesi Keperawatan serta Peneliti selanjutnya. Kata Kunci: Health Locus of Control, Kepatuhan Minum Obat, Hipertensi
The Effect of the Buteyko Breathing Technique on Asthma Control in Asthma Patients Munthe, Eliska Epriana Katarina; Oktarina, Yosi; Sari, Yulia Indah Permata
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 7 No 1 (2026): May 2026
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jini.v7i1.54734

Abstract

Asthma is a chronic non-communicable disease that cannot be cured but can be managed through pharmacological and non-pharmacological strategies. This study aimed to determine the effect of the Buteyko breathing technique on asthma control among asthma patients in a primary care setting. A quasi-experimental pre-test and post-test design with intervention and control groups was used. The sample consisted of 42 respondents, with 21 participants in each group, selected using purposive sampling. The intervention group received supervised Buteyko breathing exercises twice a week for four weeks, while the control group received standard care. Asthma control was measured using the Asthma Control Test (ACT). Data were analyzed using paired t-tests and independent t-tests after normality assumptions were assessed. The intervention group showed a significant improvement in ACT scores after the Buteyko breathing intervention (mean score increased from 14.38 to 18.95; p < 0.001), while the control group showed no significant change (mean score decreased from 14.19 to 13.81; p = 0.088). The post-test ACT score was significantly higher in the intervention group than in the control group (p < 0.001), with a moderate effect size (Cohen's d = 0.64). These findings indicate that the Buteyko breathing technique may support asthma self-management and improve asthma control as a complementary non-pharmacological nursing intervention.
Pengaruh Slow Deep Breathing dan Genggam Jari terhadap Nyeri Pasien Kanker Rektum RSUD Raden Mattaher Jambi Regita Putri; Yosi Oktarina; Andika Sulistiawan; Dini Rudini; Andi Subandi
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/trilogi.v7i2.15566

Abstract

Pain is a major complaint in rectal cancer patients, significantly reducing quality of life. In addition to pharmacological therapy, pain management can be supported by non-pharmacological therapies such as slow deep breathing and finger grip therapy, but the effectiveness of their combination has been limitedly studied. This study aims to analyze the effect of combining these two therapies on pain in rectal cancer patients at Raden Mattaher Regional Hospital. Participants were assigned into intervention and control groups without randomization. The sample consisted of 40 respondents divided into 20 intervention groups and 20 control groups through a purposive sampling technique. Pain levels were measured using the Numeric Rating Scale (NRS) and Within-group differences were analyzed using Wilcoxon Signed Rank Test, while between-group differences were analyzed using Mann-Whitney test. The results showed that the average pain in the intervention group decreased from 4.80 to 2.40, while in the control group from 4.75 to 4.00. The Wilcoxon test showed a significant difference between the intervention group (p=0.000) and the control group (p=0.004), with a greater decrease in the intervention group. It was concluded that the combination of slow deep breathing and finger grip therapy was effective in reducing pain in rectal cancer patients.
ANEMIA GUARD BERBASIS MEDIA DIGITAL UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Fauzatul Fitri; Adellia Martha Syabillah; Abella Dwi Ariesti Ariesti; Indah Awaliyah Siregar; M. Husin Agung Putra; Meinarisa Meinarisa; Riska Amalya Nasution; Putri Irwanti Sari; RTS Netisa Martawinarti; Nurhusna Nurhusna; Yosi Oktarina; Kintan Resqitha Ekaputri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIMAS)
Publisher : STIKES Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/abdimas.v4i1.135

Abstract

SMAN 5 Kota Jambi, selaku mitra ditemukan data dari Dinas Kesehatan Kota Jambi bahwa dari seluruh SMA di Kota Jambi bahwa remaja putri memiliki kadar hemoglobin (Hb) paling rendah dan kepatuhan minum obat tablet tambah darah tidak teratur. Setelah dilakukan observasi menunjukkan rata-rata kadar Hb siswi hanya 9,39 g/dL (normal: 11,8-15 g/dL), disertai rendahnya pengetahuan dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Oleh karena itu Pengabdian ini memiliki tujuan: (1) meningkatkan pengetahuan siswi terkait anemia; (2) meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD; (3) meningkatkan kadar Hb pada siswi. Untuk mengatasi masalah mitra, tim mengembangkan program Anemia Guard, yaitu inovasi program berbasis teknologi melalui Digital Book dan Augmented Reality (AR). Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman, motivasi, dan kepatuhan remaja putri mengkonsumsi TTD terhadap pencegahan anemia. Hasil program menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dengan selisih 9,42 poin dari 17,52 menjadi 26,94, kepatuhan konsumsi TTD dengan selisih 64% dari 24% menjadi 88%, dan peningkatan kadar Hb sebesar 2,62 poin dari 9,39 g/dL menjadi 12,0 g/dL. Sehingga dapat disimpulkan bahwa program Anemia Guard telah berhasil mencapai tujuan program di mitra. Program ini menunjukkan potensi keberlanjutan implementasi pada kader di mitra dan duplikasi di sekolah lainnya. Dengan terlaksananya program ini, diharapkan semua pihak baik mitra maupun stakeholder mampu menduplikasi program Anemia Guard.
Body Image and Social Support as Contributing Factors to the Quality of Life of Breast Cancer Patients Elliza Puspika Sari; Yulia Indah Permata Sari; Yosi Oktarina
Journal of Ners and Midwifery Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v12i1.ART.p064-070

Abstract

Physical changes due to the disease and treatment of breast cancer affect patients' body image and cause significant emotional impacts. Social support is crucial in helping patients cope with these changes, reducing stress, and improving overall quality of life. The aim of the research was to determine the correlation between body image and quality of life, and to assess the relationship between social support and quality of life of breast cancer patients at the Surgical Polyclinic of Raden Mattaher General Hospital Jambi. The research used a quantitative method with a cross-sectional approach. The sample comprised 61 breast cancer patients, obtained by using the Lemeshow formula and purposive sampling method. The research instruments included the Body Image Scale questionnaire, the modified MOS Social Support questionnaire (MSS), and the EORTC-QLQ-BR23 questionnaire. The univariate results showed that the average quality of life score was 56.70 (moderate category), body image had an average score of 24.18 (moderate category), and social support had an average score of 62.80 (moderate category). The bivariate analysis found a correlation between body image and quality of life with a p-value of 0.000 < 0.05 and r = 0.940 and a correlation between social support and quality of life with a p-value of 0.003 < 0.05 and r = 0.371. Nurses can improve patients' quality of life by providing education about physical changes, offering emotional support, referring patients to support groups, and involving families in the healing process.
Peningkatan Efikasi Diri Penderita Hipertensi melalui Edukasi dan Pelatihan Manajemen Non-Farmakologis Yosi Oktarina; Luri Mekeama; Yulia Indah Permata Sari; Andi Subandi; Nurhusna Nurhusna
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.7357

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan namun dapat dikendalikan melalui manajemen farmakologis dan non-farmakologis. Salah satu strategi non-farmakologis yang berperan penting adalah peningkatan efikasi diri pasien dalam melakukan perawatan diri. Hasil identifikasi awal di wilayah mitra menunjukkan bahwa sebagian besar penderita hipertensi belum memiliki kesadaran dan kemampuan yang memadai dalam melakukan perawatan diri. Sehingga hal ini menjadi dasar perlunya intervensi berbasis manajemen non farmakologis untuk meningkatkan efikasi diri penderita hipertensi, sehingga akan berdampak pada kemampuan perawatan diri pasien. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan efikasi diri pada penderita hipertensi. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui beberapa tahapan yang meliputi identifikasi permasalahan mitra, penyusunan rencana intervensi, pelaksanaan edukasi kesehatan tentang hipertensi, serta pelatihan peningkatan efikasi diri melalui pendekatan manajemen non-farmakologis, Pengabdian dilakukan pada 20 orang penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi. Setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian, Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor efikasi diri dari 3,29 menjadi 3,64 setelah intervensi. Adanya peningkatan efikasi diri diharapkan dapat meningkatkan kemampuan perawatan diri khususnya dalam mengendalikan tekanan darah
Effectiveness of create sensitivity model on glycemic control and quality of life among patients with type 2 diabetes Dini Rudini; Yulia Indah Permata Sari; Putri Irwanti Sari; Yosi Oktarina
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkp.v13i2.2608

Abstract

Background: Type 2 diabetes significantly affects patients' quality of life (QOL). The "Create Sensitivity" model, integrating cognitive restructuring, patient discharge planning, self-care, and hope cultivation, offers a holistic approach to address these patients' psychological and emotional challenges. Purpose: This quasi-experimental study aimed to evaluate the effectiveness of the "Create Sensitivity" treatment model in improving glycemic control and quality of life in patients with type 2 diabetes compared to standard care. Methods: Seventy adults with type 2 diabetes were randomly assigned to either the "Create Sensitivity" intervention group (n=35) or a standard care control group (n=35). The intervention consisted of 12 weekly 2-hour group sessions. HbA1c levels, mean blood glucose, and QOL scores were measured at baseline and 12 weeks post-intervention. Data were analyzed using ANOVA with a significance level of p<0.05. Results: The "Create Sensitivity" intervention group showed significant improvements in HbA1c levels (8.7% to 5.88% vs. 8.03% to 7.71%, p<0.001), mean blood glucose levels (203.25 mg/dL to 122.12 mg/dL vs. 184.05 mg/dL to 175.02 mg/dL, p<0.001), and quality of life scores (31.63 to 58.54 vs. 37.14 to 39.8, p<0.001) compared to the control group receiving standard care, with large effect sizes for all outcomes. Conclusions: The "Create Sensitivity" program effectively improved glycemic control and QOL in patients with type 2 diabetes. Integrating psychological and behavioural strategies into diabetes management may enhance patient outcomes. Further research is needed to assess long-term impacts and broader applicability.
Co-Authors Abella Dwi Ariesti Ariesti Adek Putri Adellia Martha Syabillah Adila, Ratna Darma Agave Sidabutar Agustina, Rati Elvi Ahmad Ali Rahmatullah Aisya Rahmadanty Alief Nisha Syafria Amalia, Mita Amalya Nasution, Riska Amd Junaidi Andi Fidianto Andi Subandi Andika Sulistiawan Andika Sulistiawan Aryani, Tuti Astaria, Wike Astarina, Wike Auliah Triski Syahputri Azizi, Putri Dwi Charles A Simajuntak Dara Prima Dona Dasman, Adinda Dini Rudini Dini Rudini Dini Rudini EKA PUTRI Elliza Puspika Sari Elya Siti Mutmainah Endang Marlina Sihombing Enzahrona Rifnika Fa'iz Medica Putra Fadliyana Ekawaty Fathiya, Chika Khansa Fauzatul Fitri Febri Tri Andini Fidianto, Andi Firnaliza Rizona Gusmarta, Gusmarta Gustini, Sri Hasanul, Fikri Hayani, Lizda Herwansyah, Herwansyah Hidayatul Dwi Septia Indah Awaliyah Siregar Junizar, Hasny Dwi Kamariyah Kamariyah Kamariyah kamariyah, kamariyah Kamila Dyanti, Tiara Kintan Resqitha Ekaputri Kirana, Febiyora Chandra Lala Delva Santi Lasni Sashi Angriyani Sipahutar Laudy novia Laudy novia Laudy novia, Laudy novia Lisa Anita Sari Lisa Anita Sari Lizda Hayani Lorenza, Putri Suci Lukman, Muhammad Nasril Luri Mekeama Luri Mekeama M. A. Ade Saputra M. Husin Agung Putra Maghfirawati, Okti Marda Lia Martawinarti, RTS Netisa Masdaf, Agino Saputra Maulana, Muhammad Riski Isra Mawarti, Indah Meinarisa Meinarisa Meinarisa, Meinarisa Mertisa Panjaitan Mertisa, Mertisa Misriyani, Veni Mitia Eka Wati, Zela Muhammad Taqwa Munthe, Eliska Epriana Katarina Mutmainah Mutmainah Mutmainah Mutmainah Netisa Martawinarti NUR AYU HIJRATUN NIKMAH Nurhusna Nurhusna Nurhusna Nurhusna Nurhusna Nurhusna Nurhusna Nurhusna Nurlaili Andraini Nurlinawati Nurlinawati, Nurlinawati OKTARIA, RINA RINA Pebriani Pebriani Putra, Dimas Hendri Putra, Reyshar Pratama Putri Azdkia Zahara Putri Irwanti Sari PUTRI WULANDARI Putry, Afillza Mellia Rahmi, Skarina Ramadhita Fadhilah Reda Evinta Regita Putri Reny Haryani, Reny Rifki Wahyudi Riska Amalya Nasution Riska Amalya Nasution Rosa Amalia Rts Netisa Martawinarti RTS Netisa Martawinarti Rts Netisa Martawinarti Rts. Netisa Martawinarti Rudini, Dini Rudini, Dini Rut Berta Aprilla Utami Br Purba Samosir, Natalia Ruthanaya Sari, Yulia Indah Permata Septia, Hidayatul Dwi Sianturi, Gabriela Pricilia sihombing, Elprida Sintia, Fina Siska Siska Sri Mulyani Sri Mulyani Suryadi Imran Syifa Inayati Tiara Kamila Dyanti Tria Atika Juliani Tuti Aryani Tuti Aryani Utami, Fitri Veni Misriyani Veni Misriyani Vinola Adiesty Pratami Wike Astaria Wike Astria Yayu Anggriani Yesicca Magdalena Turnip Yulia Indah Permata Sari Yulia Indah Permata Sari Yuliana Yuliana Yurni yurni Yusnilawati Yusnilawati Yusnilawati Yusnilawati, Yusnilawati