Claim Missing Document
Check
Articles

MENINGKATKAN LITERASI KESEHATAN MENTAL MELALUI PSIKOEDUKASI PADA MAHASISWA BARU PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING Indrawati, Mulyani; Rasido, Ikhlas; Puswiartika, Dhevy; Hasan, Hasan
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.6069

Abstract

This research investigates the effectiveness of psychoeducational intervention in enhancing mental health literacy among first-year students in the Guidance and Counselling program. The research employed a quasi-experimental with pretest-post test a nonequivalent control group design, using two groups: an experimental group receiving psychoeducation and a control group receiving standard treatment (with 48 students in each group). Mental health literacy scale was assessed using a validated questionnaire administered as both a pretest and a posttest measure. Statistical analysis using the Mann-Whitney U test revealed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference between the experimental and control groups. The experimental group demonstrated substantial improvement, with mean scores increasing from 87.77 (pretest) to 114.13 (posttest), representing a gain of 26.36 points. In contrast, the control group showed minimal improvement, with scores rising from 87.40 to 95.00, a gain of only 7.60 points. These findings provide empirical evidence that psychoeducational intervention significantly enhances mental health literacy among first-year students. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi dalam meningkatkan literasi kesehatan mental mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pretest-posttest Non equivalent Control Group Design. Sampel terdiri dari dua kelompok: eksperimen dan kontrol, masing-masing terdiri dari 48 mahasiswa Instrumen yang digunakan adalah angket skala literasi kesehatan mental. Perlakuan menggunakan psikoedukasi pada kelompok eksperiman. Hasil analisis statistik menggunakan uji Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikansi 0.000 < 0.05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Rata-rata skor posttest kelompok eksperimen meningkat dari 87.77 menjadi 114.13, sedangkan kelompok kontrol dari 87.40 menjadi 95,00. Temuan ini membuktikan bahwa psikoedukasi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan mental mahasiswa baru.
Peningkatan Motivasi Siswa Sekolah Dasar dalam Pembelajaran IPS Menggunakan Media Audio Visual Rusmiati, Rusmiati; Puswiartika, Dhevy; Gamar, Mahfud Mahmud
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 1 (2024): January - April 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.1.2024.3624

Abstract

This research aims to describe teachers' efforts to increase student motivation, find out the learning media used and the magnitude of the increase in student motivation in learning social studies using audio-visual media. The subjects of this research were fifth grade students at SDN Dampala, Bahodopi District, who were active in the even semester of the 2023/2024 academic year. This research uses a qualitative description method based on an assessment rubric in the form of observation sheets, documentation and interviews. The results of the research show that teachers' efforts to increase student motivation can be seen from the better student response to the learning process, collaboration between students and also between students and teachers, as well as the creation of a supportive learning environment which is an important factor in increasing student motivation. The use of learning media can be seen from. The positive impact on student motivation during the learning process and increasing student motivation in social studies learning shows that effective integration of audio-visual media in learning can increase students' attention to social studies learning material.
Pendampingan guru BK dalam melaksanakan konseling resolusi konflik untuk meningkatkan solidaritas antar siswa di lingkungan sekolah Ratu, Bau; Puswiartika, Dhevy; Baan, Addriana Bulu; Herlina, Herlina; Elfira, Ninil
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Solidaritas antar siswa merupakan hal penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung perkembangan siswa. Namun, globalisasi dan individualisme menyebabkan menurunnya rasa solidaritas dan meningkatnya konflik di kalangan pelajar, seperti perkelahian, tawuran, bullying, dan tindakan kekerasan lainnya. Konseling resolusi konflik merupakan upaya untuk mengatasi konflik dan meningkatkan solidaritas antar siswa dengan memberikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan mengelola konflik secara benar serta mengembangkan budaya perdamaian. Kegiatan pendampingan dilakukan kepada 81 guru Bimbingan Konseling (BK) se-Kota Palu melalui pelatihan dan praktik langsung tahapan konseling resolusi konflik, meliputi membangun hubungan, memahami masalah, memperkuat persepsi kolaboratif, keterampilan resolusi konflik, dan penerapannya. Setelah pendampingan, kemampuan guru BK dalam melaksanakan konseling resolusi konflik meningkat, terutama pada keterampilan resolusi konflik dan penerapannya. Pendampingan lanjutan secara daring juga dilakukan untuk memfasilitasi pemahaman yang lebih baik. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali guru BK dengan keterampilan melaksanakan konseling resolusi konflik agar dapat meningkatkan solidaritas antar siswa di lingkungan sekolah.Abstract: Student solidarity is essential to creating an enabling learning environment and supporting student development. However, globalization and individualism lead to a decrease in the sense of solidarity and increased conflict among students, such as fighting, bidding, bullying, and other acts of violence. Conflict resolution counseling is an effort to overcome conflict and enhance student solidarity by providing knowledge, attitudes, and skills to manage conflict properly and develop a culture of peace. The supporting activities were carried out for 81 Teachers of Counseling (BK) in Palu City through training and practical stages of conflict resolution counseling, including building relationships, understanding problems, strengthening collaborative perceptions, conflict-resolution skills, and their application. Advanced online accompaniment is also done to facilitate better understanding. This activity aims to equip BK teachers with the skills to implement conflict resolution counseling in order to enhance solidarity among students in the school environment.
Pelatihan mindfulness sebagai upaya peningkatan komitmen pelayanan perangkat Desa Kabupaten Sigi Puswiartika, Dhevy; Ratu, Bau; Hasan, Hasan; Misnah, Misnah; Rizal, Rizal; Aditya, Rahul
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 9 No. 4 (2023): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020232325

Abstract

Perangkat desa berupaya untuk tetap berkomitmen dalam memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat di tengah situasi yang tidak menentu dan berubah drastis sebagai dampak pandemi Covid-19. Pelatihan mindfulness adalah pelatihan yang menempatkan kesadaran penuh pada sesuatu yang terjadi di momen saat ini dengan keterbukaan dan penerimaan. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui efektivitas pelatihan mindfulness dalam meningkatkan komitmen pelayanan pada perangkat desa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimental yang didukung oleh pendekatan kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini adalah 36 orang perangkat desa yang bekerja di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, yang terbagi dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Partisipan telah mengisi skala komitmen pelayanan sebelum dan sesudah pemberian pelatihan mindfulness. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan Paired-Samples T Test dengan bantuan software IBM® SPSS® Statistics. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah pemberian pelatihan mindfulness pada kelompok eksperimen, diketahui bahwa terdapat peningkatan skor komitmen pelayanan pada perangkat desa, sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami peningkatan skor komitmen pelayanan. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan mindfulness merupakan salah satu teknik yang efektif untuk meningkatkan komitmen pelayanan pada perangkat desa. Implikasi dari penelitian ini adalah komitmen pelayanan pada perangkat desa dapat dikembangkan dengan cara mempraktikkan teknik mindfulness. Materi dalam pelatihan teknik mindfulness yang telah dipelajari oleh para perangkat desa dapat ditindaklanjuti dengan latihan informal mindfulness secara rutin dan teratur, baik dalam lingkup pekerjaan, maupun kehidupan sehari-hari.
Media Pembelajaran Audio Visual dengan Teknik Role Playing dalam Mengembangkan Minat Belajar IPS pada Siswa Kelas V SD Negeri Umpanga Kabupaten Morowali Nasrah, Nasrah; Puswiartika, Dhevy; Mahfud, Mahfud; Ratu, Bau
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 14, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v14i1.608

Abstract

Social studies lessons are boring learning for students because the content is rote memorization. Based on the results of initial observations, it appears that the low interest in studying social studies for class V at Baiga State Elementary School is caused by students' disinterest in delivering monotonous material, teachers have difficulty providing concrete descriptions of learning material because they do not use the right media so that students have difficulty expressing facts, and arguments to develop within the topic. In general, interest in studying social studies among these students is low. This research aims to increase students' interest in learning social studies and describe the obstacles and solutions for implementing the role playing model with audio-visual media. This classroom action research was carried out in two cycles with planning, implementation, observation and reflection stages. The research results show that the role playing model with audio-visual media can increase students' interest in learning social studies. The obstacle in implementing the role playing model with audio visual media is that it is difficult for students to be suitable in playing the role of a teacher, where students are less imbued with their role, students are less active in asking questions during activities. The solution offered is that teachers pay more attention to the abilities of students in determining the role of each student so that they are more aware of their role.
BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK SELF CONTROL UNTUK MENGURANGI LONELINESS PADA SISWA Lestari, Mardi; Aras, Nurul Fitriah; Puswiartika, Dhevy; Hasan, Hasan; Wulandari, Riri Ayu; Irawan, Andi Wahyu
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 2 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - FEBRUARI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i2.206-214

Abstract

Loneliness pada siswa adalah kondisi yang disinyalir akibat dari kepribadian yang introvert, keluarga yang broken home, terlalu berekspektasi tinggi terhadap lingkungan, sering mendapatkan penolakan di lingkungan sekitar, kurangnya peran dan kasih sayang dari orang tua sehingga diperlukan penanganan khusus. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi efektivitas treatment bimbingan kelompok tentang strategi pengendalian diri dalam menurunkan perasaan loneliness siswa. Sampel penelitian ini berjumlah 8 orang siswa. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif non-equivalent control group design, sebuah desain kuasi-eksperimen. Kuesioner kesepian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Rumus uji Mann-Witney digunakan untuk pengolahan dan analisis data deskriptif dan inferensial. Skor rata-rata pre-test kelompok eksperimen adalah 41,8, sedangkan kelompok kontrol adalah 34,3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor tes awal siswa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berbeda sebesar 7,5. Skor rata-rata post-test kelompok eksperimen (31,6) dan kelompok kontrol (27,1) setelah perlakuan berbeda 4,5 poin. Loneliness siswa dapat dikurangi secara efektif dengan latihan pengendalian diri dalam konseling kelompok.
Meningkatkan Literasi Kesehatan Mental Pada Mahasiswa Baru Program Studi Bimbingan Konseling Melalui Pemberian E-Modul Ni Made Jesiliani; Ikhlas Rasido; Azam Arifyadi; Dhevy Puswiartika
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.11153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental pada mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Tadulako melalui pemberian e-modul. Penelitian ini didasarkan pada tingginya tekanan akademik dan emosional yang dialami mahasiswa baru, serta pentingnya literasi kesehatan mental dalam membekali mereka menghadapi tantangan tersebut. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent (Pretest-Posttest) Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 130 mahasiswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Intervensi diberikan dalam bentuk e-modul yang berisi materi tentang kesehatan mental, diikuti dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Instrumen penelitian berupa kuesioner literasi kesehatan mental dengan 33 item pernyataan. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara tingkat literasi kesehatan mental sebelum dan sesudah pemberian e-modul. Temuan ini membuktikan bahwa e-modul efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan mental mahasiswa baru. E-modul terbukti menjadi media pembelajaran yang fleksibel, menarik, dan mampu meningkatkan pemahaman kesehatan mental mahasiswa secara mandiri. Penggunaan e-modul sebagai alternatif edukasi kesehatan mental di perguruan tinggi.
From Reflection to Action: Empowering Students’ Multicultural Self-Efficacy through Youth Participatory Action Research (YPAR) Group Counseling Ratu, Bau; Puswiartika, Dhevy; Nurwahyuni, Nurwahyuni; Arifyadi, Azam; Fitriani, Dian; Hasan, Hasan; Lakadjo, Mohamad Awal
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 11 No. 4 (2025): December
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v11i4.17638

Abstract

This study investigates the effectiveness of multicultural group counseling integrated with the Youth Participatory Action Research (YPAR) approach in enhancing multicultural self-efficacy among Indonesian high school students. Using a mixed-methods method, nine students were selected through purposive sampling based on their willingness to participate, representation of cultural diversity, and absence of serious psychological concerns. They completed an eight-session YPAR-based group counseling intervention. Quantitative data were collected using the Multicultural Self-Efficacy Scale–High School Version (MSES–HS) and analyzed using descriptive statistics, the Wilcoxon signed-rank test, and effect size calculations. The results revealed a substantial increase in multicultural self-efficacy (ΔM = 88.78), representing approximately 49.8% of the total scale range, with all five dimensions—cultural knowledge, cultural values, cultural awareness, communication, and flexibility—showing significant improvement (p < .01; r = .89). Qualitative data derived from reflection journals, focus group discussions, and facilitator observations indicated enhanced intercultural empathy, increased communication confidence, and a shift from passive tolerance to proactive engagement. These findings align with Bandura’s self-efficacy and social learning theories and Corey’s group counseling framework, which emphasize experiential learning, peer modeling, and reflective dialogue. The integration of YPAR into multicultural counseling not only demonstrated statistical effectiveness but also fostered agency, cultural identity development, and a more participatory school climate. This study offers a culturally responsive and scalable intervention model for inclusive education, particularly in multicultural contexts such as Indonesia.
The Effect of Self Instruction Techniques to Reducing Academic Anxiety on Gifted Children Hidayah, Nabila Nurul; Hasan, Hasan; Rasido, Ikhlas; Puswiartika, Dhevy
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 12 No 2 (2025): KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/t7ph6n57

Abstract

Gifted children have above-average intellectual abilities, but are prone to anxiety due to high demands and expectations from both their environment and themselves. This study aims to examine the effect of individual counseling using self-instruction techniques in reducing academic anxiety in gifted children at SMP GOLDEN GATE PALU. The method used was Single Subject Research (SSR) with a reversal A-B design. The results showed that after the intervention (B) through four individual counseling sessions using the self instruction technique, the average score decreased to 4.75, with a downward data trend and a change level of 3 (from a score of 6 to 3). The percentage of overlap between conditions was 25%, indicating a significant change after the intervention was given. These findings show that the self-instruction technique through positive self instruction is effective in reducing academic anxiety in gifted children.
The influence of social pressure on the mental health of the final-year students at Tadulako University Sari, Kartini Kartika; Silalahi, Micha Felayati; Puswiartika, Dhevy; Rasido, Ikhlas
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling: Jurnal Kajian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling VOLUME 11 NUMBER 2 DECEMBER 2025
Publisher : Program Studi bimbingan Konseling PPs UNM Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jppk.v11i2.76701

Abstract

This study investigates the influence of social pressure on the mental health of final-year students at Tadulako University using a quantitative survey design with a saturated sample of 800 participants. Data were collected through Likert-scale questionnaires comprising 20 items on social pressure and 38 items on mental health, and subsequently analyzed using descriptive statistics and simple linear regression. The results indicate that students generally experienced high to very high levels of social pressure, while their mental health also fell within high to very high categories. Regression analysis produced the model Y = 32,782 + 0,422X, with a significance value of 0,000 and t = 1,211, confirming a positive and significant effect of social pressure on mental health. The coefficient of determination (R² = 0,948) demonstrates that social pressure explains 15,7% of the variance in mental health, with the remaining 84,3% attributed to other factors. These findings highlight the need for enhanced social support, counseling, and effective coping strategies to mitigate psychological burdens among final-year students