Claim Missing Document
Check
Articles

SEMBUR KARO SEBAGAI OBAT ALTERNATIF PENYAKIT ASMA : KAJIAN LITERATUR DAN WAWANCARA DENGAN MASYARAKAT KARO Findi Septiani; Brema Pratama; Putri Agresia Sinaga; Rizki Fatahillah Hutasuhut; Sri Wahyuni Siregar; Togi Romaito Siagian; Cicik Suriani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengobatan tradisional sembur pada masyarakat Karo sebagai alternatif alami dalam mengatasi penyakit asma. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian literatur dan wawancara terhadap masyarakat Karo yang masih mempraktikkan pengobatan sembur. Hasil wawancara menunjukkan bahwa sembur dipercaya efektif meredakan sesak napas, batuk, dan memperbaiki sistem pernapasan. Ramuan sembur mengandung berbagai bahan herbal seperti jahe merah, lengkuas, temulawak, kencur, bawang putih, jinten, dan rempah lainnya yang memiliki sifat antiinflamasi, bronkodilator, serta ekspektoran. Penelitian ini menegaskan bahwa sembur merupakan warisan budaya dengan nilai medis yang potensial dikembangkan sebagai terapi komplementer penyakit asma, meskipun masih diperlukan uji ilmiah lanjutan untuk memastikan efektivitasnya secara klinis.
ANALISIS ETNOFARMAKOLOGI RAMUAN SEMBUR MASYARAKAT KARO UNTUK PENGOBATAN TRADISIONAL Findi Septiani; Desi Novianty Br Ginting; Irene Putri Dinanti Manurung; Louisa Assian Sinaga; Stevani Azharia Br Ginting; Yohana L Purba; Cicik Suriani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etnofarmakologi ramuan sembur masyarakat Karo sebagai pengobatan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun. Merupakan bagian integral dari pengetahuan tradisional masyarakat Karo. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan etnobotani dan etnofarmakologi dengan metode wawancara mendalam, observasi lapangan, serta dokumentasi terhadap tanaman obat yang digunakan. Hasil temuan menunjukkan bahwa ramuan sembur terdiri dari berbagai komponen tanaman herbal seperti daun balsam, beras, lada hitam, akar jeringau, jintan kecil, pala, jahe merah dan lainnya, yang diolah secara tradisional dengan teknik mencincang dan menjemurnya dibawah teruk matahari hingga kering, kemudian digunakan dalam bentuk semburan (inhalasi) atau kompres. Ramuan ini digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi kesehatan seperti masuk angin, sakit kepala, flu, demam, perut kembung. Selain itu, penelitian juga mengungkap nilai-nilai budaya dan kepercayaan yang terkandung dalam penggunaan ramuan ini, serta pentingnya pelestarian pengetahuan etnobotani sebagai bagian dari keanekaragaman hayati dan warisan budaya lokal. Dengan demikian, analisis etnofarmakologi ini tidak hanya mengungkap potensi farmakologis ramuan sembur, tetapi juga menekankan perlunya dokumentasi dan pendekatan berkelanjutan dalam pelestarian kekayaan obat tradisional masyarakat Karo.
ETNOBOTANI TEPAK SIRI DALAM TRADISI TARI DAN UPACARA ADAT MASYARAKAT MELAYU DI SUMATERA UTARA SEBAGAI BAGIAN DARI KEANEKARAGAMAN HAYATI Findi Septiani; Rosa Sari Amalia Nasution; Elza Amanda; Aisyah Amira Nasution; Aprilia Shofia Isyfi; Nurul Aini; Cicik Suriani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan yang digunakan dalam tepak sirih serta menganalisis makna simbolik dan nilai etnobotani yang terkandung di dalamnya pada masyarakat Melayu Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara, dokumentasi, dan studi literatur dengan pendekatan etnobotani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepak sirih terdiri atas lima bahan utama, yaitu daun sirih (Piper betle L.), pinang (Areca catechu L.), kapur (Calcium hydroxide), gambir (Uncaria gambir Roxb.), dan tembakau (Nicotiana tabacum L.). Setiap bahan memiliki makna simbolik: sirih melambangkan kesopanan, pinang keberanian, kapur ketulusan, gambir keteguhan, dan tembakau keakraban. Selain berfungsi dalam upacara adat seperti pernikahan, penyambutan tamu, dan tari persembahan, tepak sirih juga mencerminkan kearifan lokal dalam pemanfaatan dan pelestarian keanekaragaman hayati. Tradisi ini menjadi wujud harmoni antara budaya dan alam, serta sarana pendidikan moral masyarakat Melayu.
EKSPLORASI PENGETAHUAN TRADISIONAL MASYARAKAT KARO TENTANG PEMANFAATAN BUAH GAMBIR PUTIH (Uncaria gambir Roxb) SEBAGAI OBAT DIARE Findi Septiani; Roulina Siburian; Chyntia Dwi Camelia; Nurul Ummi Lubis; Rahel Octavia Siaahan; Rizki Jumiati Hasibuan; Cicik Suriani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 10 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara keanekaragaman hayati yang tinggi sehingga banyak pengetahuan tradisional dalam pemanfaatan tanaman obat. Salah satu tanaman itu adalah gambir (Uncaria gambir Roxb.), yang ada pada tradisi masyarakat Karo di Sumatera Utara, khususnya jenis gambir putih, digunakan secara turun-temurun sebagai obat diare dan gangguan lambung. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik etnomedisin masyarakat Karo mengunakan gambir putih melalui pendekatan kualitatif dengan wawancara dan analisis tematik, dan diperkaya dengan telaah literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambir putih diolah dengan mencampurkan sari bangun-bangun (Coleus amboinicus Lour.) dan gula merah, kemudian diseduh air panas dan diminum dua kali sehari, serta dapat dikonsumsi langsung dengan rasa sepat yang kemudian meninggalkan sensasi manis dan aman bagi anak-anak. Ramuan ini diyakini efektif dalam mengatasi diare dan menurunkan asam lambung. Praktik tradisional ini tidak hanya mencerminkan kearifan lokal masyarakat Karo, tetapi juga memiliki dasar ilmiah yang kuat dan berpotensi dikembangkan sebagai fitofarmaka berbasis bahan alam Indonesia.
ECOENZIM : BIOTEKNOLOGI KONVESIONAL DALAM PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK Findi Septiani; Agita Setya Ningrum; Anastasia Sinaga; Gusni Katrina Zalukhu; Juli Nola Olivia Sinaga; Sinthya Syahputri; Cicik Suriani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 10 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah organik merupakan masalah lingkungan yang kian serius terkait pertambahan jumlah penduduk dan aktivitas manusia. Ecoenzim adalah cairan hasil fermentasi limbah organik yang memiliki beragam manfaat ekologis dan ekonomis. Penelitian ini bertujuan menjelaskan proses pembuatan ecoenzim melalui bioteknologi konvensional, peran mikroorganisme dalam fermentasi, efektivitas ecoenzim dalam menguraikan limbah organik, serta manfaatnya dalam pengelolaan lingkungan. Metode penelitian menggunakan eksperimen fermentasi limbah buah dan sayuran dengan gula merah selama tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan ecoenzim mengandung bakteri dan jamur penghasil enzim, serta senyawa bioaktif yang berperan dalam penguraian limbah dan pembersihan alami. Ecoenzim efektif menurunkan polutan air limbah dan berpotensi sebagai alternatif ramah lingkungan. Penggunaan ecoenzim dapat mengurangi pencemaran, mendukung pengelolaan limbah berkelanjutan, dan meningkatkan kualitas lingkungan.
NEUROBIOLOGI RASA ANDALIMAN DAN RELEVANSINYA DALAM TRADISI KULINER BATAK TOBA Cicik Suriani; Findi Septiani; Alya Meuthya Reayani Padang; Cindi Claudia Sipayung; Elis Putri Aldina Harahap; Helga Irene Purba; Umayra Umayra
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) merupakan rempah endemik Sumatera Utara yang dikenal sebagai “merica Batak” karena menghasilkan sensasi unik berupa pedas-getir, aroma sitrusi, dan rasa kebas di lidah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme biologis sensasi andaliman pada sistem indera pengecap, mengidentifikasi senyawa bioaktif yang berperan, serta menelaah perannya dalam menjaga keaslian kuliner Batak Toba. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan biologis dan etnografis, melalui wawancara, studi literatur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensasi kesemutan pada lidah berasal dari senyawa hydroxy-α-sanshool yang menstimulasi reseptor saraf trigeminal, sehingga menghasilkan sensasi mekanosensorik khas yang berbeda dari pedas capsaicin maupun dingin mentol. Selain itu, andaliman mengandung flavonoid, alkaloid, tannin, fenolik, dan minyak atsiri yang berfungsi sebagai antioksidan, antimikroba, serta berpotensi sebagai bahan pangan fungsional. Dari perspektif budaya, andaliman berperan penting dalam kuliner Batak Toba, khususnya pada hidangan arsik, naniura, saksang, dan manuk napinadar, yang dianggap belum otentik tanpa kehadiran rempah ini. Temuan ini memperlihatkan bahwa andaliman bukan hanya bumbu penyedap, tetapi juga representasi identitas kuliner Batak Toba yang menghubungkan aspek biologis, kesehatan, dan nilai budaya. Dengan demikian, pelestarian andaliman sangat penting baik untuk menjaga biodiversitas lokal maupun sebagai upaya mempertahankan warisan kuliner tradisional Indonesia.
RISET BIOLOGI BERBASIS STEM DI ERA METAVERSE Harahap, Fauziyah; Suriani, Cicik; Edi, Syahmi; Ningsih, Ayu Putri; Parasetya, Eko; Kamal, Samsul; Zahara, Nurlia; Armaniar, Armaniar
Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan Vol. 11 No. 1 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK XI 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pbio.v11i1.19410

Abstract

Revolusi Industri 4.0 dan era society 5.0 saat ini sedang kita hadapi. Seiring dengan hal tersebut, maka riset biologi juga berkembang pesat. STEM berperan penting dalam menggali potensi Biodiversitas dan riset biologi melalui berbagai model pembelajaran yang mengasah kemampuan berfikir kritis, berfikir kreatif, berkomunikasi dengan baik, berfikir tingkat tinggi (HOTS), berkolaborasi dalam proses pendidikan. Pelaksanaan Project base learning, Problem Base Learning, inquiry learning, Discovery Learning, Case Methode menjadi terintegrasi dengan proses pendidikan melalui STEM. Metaverse menawarkan cara baru bagi pengguna khusunya pada bidang pendidikan  untuk berkolaborasi secara virtual dan berperan didalamnya. Di dunia riset dan edukasi, metaverse membawa dampak, khusunya pada Biodiversitas Indonesia yang dapat divisualisasikan secara virtual.Kata kunci: Revolusi Industri 4.0, STEM, Metaverse
Development of Tissue Culture Textbook Based on Project Based-Learning to Improve Science Process Skills of Biology Department Students Universitas Negeri Medan Harahap, Salamah; Harahap, Fauziyah; Hasanah, Dwi; Sembiring, Gres Anjelia; Panggabean, Syakilah Kurnia Fahmi; Nadhilla, Annisa; Suriani, Cicik; Edi, Syahmi; Daulae, Abdul Hakim
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 12 No. 2 (2024): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i2.13786

Abstract

The research on the development of this textbook was carried out based on the results of the analysis of student needs, namely that there are no teaching materials that can improve students' science process skills in the Tissue Culture course at the Department of Biology, State University of Medan. This textbook is compiled based on the learning syntax of Project-Based Learning (PjBL). This study aims to develop a Project-Based Learning-based tissue culture textbook to improve students' science process skills. This research method uses the Research and Development (R&D) with Thiagarajan's 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate). The population of this study was students of the Biology Department of Universitas Negeri Medan with a sample of 47 people who were given a PjBL-based tissue culture textbook. The results showed that (1) the textbooks have been tested for feasibility by material experts (87,73) (2) instructional design experts (92) with a very feasible category, (3) the response of tissue culture lecturers (92) and (4) students based on individual tests (95.1), small group tests (93,75), and limited group tests (90.02) with a very good category and (5) the results of the calculation of N-Gain for science process skills were obtained at 0.66 which is in the medium category.
Optimasi Sterilisasi Eksplan Biji Manggis (Garcinia mangostana L.) Menggunakan Natrium Hipoklorit Secara In vitro Harahap, Fauziyah; Asri, Elita; Hasairin, Ashar; Edi, Syahmi; Suriani, Cicik; Daulae, Abdul Hakim; Panggabean, Nurul Huda
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 2 (2025): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i2.15281

Abstract

This study evaluates the effects of NaOCl concentration and immersion time on contamination levels and viability of in vitro mangosteen seed explants, aiming to identify the optimal sterilization protocol. Conducted at YAHDI Tissue Culture Laboratory, Medan, Indonesia, a Randomized Complete Block Design tested three treatment combinations: (1) 15% and 10% NaOCl for 5 minutes, (2) 20% and 15% NaOCl for 15 minutes, and (3) 30% and 20% NaOCl for 25 minutes. After immersion, explants were rinsed three times with sterile distilled water. Observations spanned 12 MST, with data analyzed using ANOVA and Games-Howell post hoc tests; contamination sources were qualitatively described. Results showed the first combination had the lowest effectiveness, the second was better but suboptimal, while the third significantly delayed contamination and yielded the highest explant survival rate of 86.1%. The third treatment also prolonged the contamination-free period compared to others. Fungal and bacterial contaminants were predominant, highlighting the need for effective disinfectants against both. These findings indicate that the third combination is a promising sterilization protocol for mangosteen seed explants, especially for hard endocarp tissues prone to contamination.
Variasi Waktu Dan Sterilisasi Untuk Anggrek Cattelya sp. Sebelum Penanaman In-Vitro Harahap, Fauziyah; Br Bangun, Edmy Febriani; Suriani, Cicik; Edi, Syahmi; Ningsih, Ayu Putri; Nusyirwan, Nusyirwan
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8081

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mendapatkan teknik sterilisasi yang terbaik untuk eksplan batang anggrek Cattleya sp. muda. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan YAHDI Perum Pelabuhan Jl. Lambung No. 8 Tanah 600 Medan Marelan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental laboratorium dalam mencobakan beberapa teknik sterilisasi. Untuk mengetahui teknik sterilisasi yang tepat, penelitian ini menggunakan eksplan lapang anggrek Cattleya Sp. dengan jenis pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dianalisis dan ditabulasi menggunakan parameter penelitian hari terkontaminasi, persentase eksplan yang terkontaminasi, persentase eksplan browning, persentase eksplan yang membengkak, persentase eksplan yang membentuk bakal tunas dan persentase eksplan hidup. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 2 teknik sterilisasi yang optimal dalam sterilisasi eksplan lapang Anggrek Cattleya Sp. yaitu teknik sterilisasi 2 dan 4. Teknik sterilisasi 2 menggunakan zat sterilan deterjen, akuades steril, Tween-20, benomil 50%, agrimicin, NaOCl 15% 10% dan alcohol 70% kemudian teknik sterilisasi 4 dengan zat sterilan Clorox 1,05%, HgCl 0,02% dan akuades steril merupakan teknik sterilisasi yang tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan rendahnya tingkat kontaminasi eksplan dan tampaknya spot-spot hijau pada eksplan dimana eksplan akan mengalami pertumbuhan tunas. Faktor-faktor yang menyebabkan kontaminasi pada eksplan Anggrek Cattleya Sp. adalah kurangnya kehati-hatian praktikan pada saat melakukan sterilisasi eksplan lapang, kontaminasi endogenus yang tinggi dan penggunaan zat steril yang kurang tepat
Co-Authors . SUHARSONO A Aryeni Afni Nurjanah Agita Setya Ningrum Aisyah Amira Nasution Alvina Oktavia Alya Meuthya Reayani Padang Amelia Patra Harahap Ananda Adilla Anastasia Sinaga Anisah Huzaifah Annisa Ridha Riyani Aprilia Shofia Isyfi Armaniar, Armaniar Ashar Hasairin Asih Maulida Hasni Asri, Elita Aswarina Nasution Ayu Putri Ningsih Bertha Angelina sidauruk Br Bangun, Edmy Febriani Brema Pratama Chairani Fadilla Chyntia Dwi Camelia Cindi Claudia Sipayung Cindi Santika Ramadina Daulae, Abdul Hakim Daulay, Abdul Hakim Desi Novianty Br Ginting Desi Sakinah Tinendung Elis Putri Aldina Harahap Elista Sianturi Elza Amanda Emia Sapna Marsyalina Br Barus Eni Susanti Ermy Veronica Sitompul Fadillah, Yulia Rahmah Fauziyah Harahap Fauziyah Harahap Findi Septiani Geovany Panjaitan Grace Violencia Gusni Katrina Zalukhu Hamzah, A. Hadian Pratama Harahap, Salamah Hasanah, Dwi Hasratuddin . Helga Irene Purba Imelda Sri Ulina Br Purba Irene Putri Dinanti Manurung Juli Nola Olivia Sinaga Kairani, Anita Lia Rahmawati Louisa Assian Sinaga Maylani Magdalena Br Malau Mufti Sudibyo, Mufti Muhammad Fadhal Faiq Muhammad Fahrizal, Muhammad Nadhilla, Annisa Nadilla Putri Nasution, Ahmad Luthfi Abdillah Nasution, Aswarina Nur Alifah Fitriyana Siallagan Nurdyana Nasution Nurhasanah Nurhasanah Nurlela Br Ginting Nurlia Zahara Nursamsu Nursamsu Nurul Aini Nurul Ummi Lubis Nusyirwan Nusyirwan Panggabean, Nurul Huda Panggabean, Syakilah Kurnia Fahmi Parasetya, Eko Puji Prastowo, Puji Puspita, Wina Dyah Putri Agresia Sinaga Putri Diana Rafi Alwaliyyu Rafiqah Yusna Siregar Rahel Octavia Siaahan Ratih Indah Sundari Rini Syahrayni Hasibuan Rizki Fatahillah Hutasuhut Rizki Jumiati Hasibuan Roedhy Poerwanto Rosa Sari Amalia Nasution Roulina Siburian Sakinah Warohmah Samsul Kamal Sanimah Sari, Elvira Nanda Sari, Wina Dyah Puspita Sembiring, Gres Anjelia Sihombing, Josephine Gloria Margareth Sinthya Syahputri Sinuraya, Kenari Br Siti Rahma Sari siti rahmah Sitompul, Rahmadi Sohifah, Sohifah Sopi Yanti Sri Dewi Nainggolan Sri Wahyuni Siregar Stevani Azharia Br Ginting Subhan Abadi Nasution Suci Rahayu Syafitri, Ade Syahmi Edi Syarifuddin Syarifuddin Tawaria Anasari Barus Togi Romaito Siagian Umayra Umayra Vanesia Syhana EZ Sinaga Wasis Wuyung Wisnu Brata Wina Dyah Puspita Sari Yohana L Purba Yunda Safitri Zahara Ain Nur Syahru ⁠Intan Dwita Syahfitri