Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : FOUNDASIA

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SENSITIF BUDAYA Suyato, Suyato
FOUNDASIA Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v9i1.26157

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menggagas model Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yang sensitif terhadap keberagaman budaya sebagai alternatif model mainstream yang banyak dianut saat ini, yang dicirikan oleh pendekatan top-down, one-size-fits-all. Penulis berargumentasi bahwa pengembangan model PKn sensitif budaya diperlukan dalam rangka mengakomodasi tuntutan perkembangan masyarakat di era global, dimana seiring dengan proses globalisasi muncul gerakan berupa penyadaran kembali ke budaya asli atau proses yang lebih dikenal sebagai glocalization. Permasalahan yang dibahas dibatasi pada teori-teori yang bisa digunakan sebagai landasan pengembangan model Pendidikan Kewarganegaraan yang dapat menghasilkan warga negara yang locally embedded, globally connected. Berdasarkan kajian pustaka, ada dua kelompok besar teori yang dibahas, yaitu teori yang dikemukakan Cheng (2005) tentang pemberdayaan pengetahuan lokal dalam rangka menghadapi arus globalisasi dan Teori-teori tentang cosmopolitanism. Berdasarkan dua kelompok teori tersebut, disajikan saran praktis berkaitan dengan model Pendidikan Kewarganegaraan.Kata kunci: Kepekaan lintas budaya, Pendidikan kewarganegaraan
Tafsir atas buku "Democracy and Education" karya John Dewey oleh pendukung demokrasi Suyato, Suyato; Arpannudin, Iqbal
FOUNDASIA Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v13i1.54658

Abstract

Buku John Dewey, Democracy, and Education, yang diterbitkan pada tahun 1916, dianggap sebagai batu loncatan pendidikan demokrasi. Artikel ini bertujuan untuk menelusuri dan mengidentifikasi varian-varian interpretasi di kalangan Deweyan. Artikel ini merupakan tinjauan pustaka. Setidaknya ada delapan persepsi terkait dengan tulisan Dewey tentang pendidikan demokrasi. Ada elitis, liberal, neoliberal, deliberatif, multikulturalis, partisipatif, kritis, dan agonistik. Masing-masing memiliki konsepsi, implikasi, saran, kritik, dan debat yang berbeda terkait dengan tulisan Dewey. Namun dalam artikel ini, hanya menguraikan dua di antaranya, yakni liberalis dan neoliberalis. Pengajaran Demokrasi memiliki manfaat multitafsir tersebut. Disarankan agar guru memilih dan memodifikasi berbagai saran yang ditawarkan oleh sarjana pendidikan demokrasi mengikuti keadaan atau faktor kontekstual dalam mengajarkan demokrasi.Kata kunci: Demokrasi, pendidikan, Deweyan, pendidikan demokrasi