Claim Missing Document
Check
Articles

PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR Riza Fatimah Zahrah; Yusuf Suryana
Jurnal Tunas Bangsa Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.663 KB)

Abstract

Background of this research is the result of research in 2013 has been done, that the ability of resolving the question of the story still be difficulties faced by elementary school students on Mathematical subjects. The first difficulty students is difficult to understand the content of the matter of the story are presented. So that would give birth to the next difficulty, the difficulty students to change the math sentence sentence. On stage doing the operation count also students are still experiencing difficulties. The purpose of this research is to gain an overview of the upgrades solve stories and learning motivation of students in the subjects of mathematics. This research was carried out in Kramatmulya Subdistrict Brass Flagship SDN Unggulan Kuningan Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan. This research uses a quantitative approach with a descriptive method, the design used is the non-equivalent control group design. The results showed that the ability of the finish reserved the story increases with n-gain an average of 0.51. Abstrak Latar belakang dari penelitian ini adalah hasil penelitian tahun 2013 yang telah dilakukan, bahwa kemampuan menyelesaikan soal cerita masih menjadi kesulitan yang dihadapi oleh siswa Sekolah Dasar pada mata pelajaran Matematika. Kesulitan pertama siswa adalah sulit memahami konten dari soal cerita yang disajikan. sehingga akan melahirkan kesulitan yang selanjutnya yaitu, siswa kesulitan untuk mengubah kalimat cerita menjadi kalimat matematika. Pada tahap melakukan operasi hitung juga siswa masih mengalami kesulitan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang peningkatan kemampuan menyelesaikan soal cerita dan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran matematika. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Unggulan Kuningan Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, desain yang digunakan ialah non-equivalent control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menyelesaikan soal cerita meningkat dengan n-gain rata-rata sebesar 0,51. Kata Kunci: Pendekatan CTL, Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita
Penerapan media komik matematika terhadap peningkatan pemahaman konsep perkalian dan pembagian bilangan cacah di sekolah dasar Dedi Kurniawan; Karlimah Karlimah; Yusuf Suryana
JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika) Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jp3m.v1i1.137

Abstract

The background of the reaseach is difficulty student to understanding about multiplication and division at whole number and the use of instructional media that matches the stage of development for elementary school student. Therefore selected math comic in learning multiplication and division of whole numbers for elementary school students, because comics are mostly readed by elementary school students. Thus the formulation of the problem is how comics can be used as a media of learning mathematics, and how it affects the understanding of multiplication and division concept in whole numbers to elementary school students. General research purpose was to describe the mathematical model of the comic can be used as media of mathematics learning, and knowing its impact on understanding of multiplication and division concept in whole numbers to elementary school students. The research is quasi experimental design type Nonequivalent Control Group with purposive sampling. Data collection techniques used are questionnaires and tests. To analyze quantitative data, researcher use Microsoft Excel 2010 and SPSS 16.0. The result show that math comic media give positive influence in the understanding of multiplication and division concept in whole numbers other than conventional learning.
BIMIMA (BIANGLALA MINI MATEMATIKA) SEBAGAI INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATERI PECAHAN DI KELAS IV SEKOLAH DASAR Sindi Karmelia; Epon Nur'aeni L; Yusuf Suryana; Muhammad Rizal Wahid Muharram
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 4 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v5i4.11608

Abstract

Pembelajaran matematika di Sekolah Dasar sering kali dianggap sulit dan membosankan, hal ini dikarenakan karakteristik pembelajaran matematika yang bersifat abstrak. Oleh karena itu untuk memahami materi matematika yang masih bersifat abstrak siswa memerlukan alat bantu berupa media pembelajaran yang dapat membantu memperjelas materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti mengembangkan sebuah media pembelajaran interaktif yang bernama BIMIMA (Bianglala Mini Matematika) yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan dalam pembelajaran matematika khususnya pada materi pecahan di kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Media pembelajaran BIMIMA (Bianglala Mini Matematika) sebagai salah satu bentuk inovasi dari media yang ada di sekolah. Media pembelajaran BIMIMA dapat membantu meningkatkan semangat belajar siswa, membantu siswa dalam memahami materi pecahan yang disampaikan oleh guru, serta membuat siswa menjadi lebih aktif selama proses pembelajaran matematika berlangsung.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMAHAMI KONSEP PENJUMLAHAN BIANGAN CACAH DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KONKRET MELALUI PENDEKATAN PMRI Tita Tita; Yusuf Suryana; Geri Syahril Sidik
PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar Vol. 1 No. 1 (2021): PIWURUK: Jurnal Sekolah Dasar
Publisher : LPPM Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.204 KB) | DOI: 10.36423/pjsd.v1i1.640

Abstract

Abstract: This research was motivated by the students' low understanding of the sum of whole numbers which only achieved 23.53% completeness. The purpose of this study was to improve the students' ability to understand the concept of adding whole numbers less than 99 using concrete media with the PMRI approach. This research is a Classroom Action Research (PTK) using Kurt Lewin's research model which consists of 4 stages, namely: planning, implementing action, observation and reflection. Data were obtained from giving 3 evaluations to 34 class I SDN Cikalong students that had to be done individually, observations of student activities during learning including activeness, initiative, concentration, and collaboration, and documentation in the form of photos during learning. The use of concrete media with the PMRI approach can increase the ability to understand the concept of summing whole numbers. This is indicated by the increase in the average test of students' ability to understand the concept of addition in the evaluation of each cycle. In the first cycle the class average value achieved was 56.53 with the proportion of completeness learning 41.18%. Then in the second cycle the increase in the increase again is equal to 95.24 with the proportion of completeness of learning reaching 100%.Keywords: Concrete Media; PMRI Approach; Addition of Count Numbers. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa terhadap materi penjumlahan bilangan cacah yang hanya mencapai ketuntasan 23,53%. Tujuan dari penelitian ini yaitu meningkatkan kemampuan siswa memahami konsep penjumlahan bilangan cacah kurang dari 99 menggunakan media  konkret dengan pendekatan PMRI. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan model penelitian Kurt Lewin yang terdiri dari 4 tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Data diperoleh dari pemberian 3 buah soal evaluasi kepada 34 siswa kelas I SDN Cikalong yang harus dikerjakan secara individu, observasi terhadap aktivitas siswa selama pembelajaran meliputi keaktifan, inisiatif, konsentrasi, dan kerjasama, serta dokumentasi berupa foto- foto saat pembelajaran. Penggunaan media konkret dengan pendekatan PMRI pada dapat meningkatkan kemampuan siswa memahami konsep penjumlahan bilangan cacah. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata tes kemampuan memahami konsep penjumlahan siswa melalui evaluasi pada tiap siklus nya. Pada siklus I nilai rata-rata kelas yang dicapai adalah 56,53 dengan persentase ketuntasan belajar 41,18%. Kemudian pada siklus II mengalami peningkatan kembali yaitu sebesar 95,24 dengan persentase ketuntasan belajar mencapai 100%.Kata Kunci: Media Konkret; Pendekatan PMRI; Penjumlahan Bilangan Cacah.
Tinjauan Soal Penilaian Tengah Semester Pada Materi Matematika Berdasarkan Tingkat Kognitif Peserta Didik Di Sekolah Dasar Jamaludin Jamaludin; Epon Nur’aeni; Yusuf Suryana; Ika Fitri Apriani
DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Vol 5, No 3 (2022): September
Publisher : STKIP Andi Matappa Pangkep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/dikdas.v5i3.2171

Abstract

The purpose is to reveal the assessment questions to review the percentage and suitability of that. The method used is a descriptive method of document analysis. The object is the mid-semester assessment of math class VI in one of the elementary schools in Cibeureum District, Tasikmalaya City. Data collection techniques through interviews and documentation studies. The instrument used is guidelines analysis sheets, a rubric / matrix based on Bloom's taxonomy and interview guidelines. Data analysis includes the stages of data collection, reduction, presentation and drawing conclusions. The results revealed that 80% questions were in accordance with the operational verb indicators at the cognitive level of C2 (understanding). The percentage of questions obtained is 100% of the total questions at the cognitive level C2 (understanding). From the responses of educators, it was obtained: (1) not paying attention to the preparation of learning assessments based on cognitive levels and tending to refer to operational verbs at the level of basic competence, (2) teacher tend to be have difficulty solving problems based on Higher Order Thinking Skills in mid -semester assessments.
Penggunaan Media Congklak Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Pembagian Bilangan Cacah di SD Jurinih Jurinih; Yusuf Suryana; Nana Ganda
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 6 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v5i6.12267

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang karena peneliti ingin mengetahui bagaimana peningkatan hasil belajar matematika tentang konsep pembagian bilangan cacah di kelas II SDN 1 Pagerageung, namun masih sebagian dari peserta didik yang belum dapat meningkatkan hasil belajarnya. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana keefektifan media congklak terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik pada materi pembagian bilangan cacah, selain itu media ini juga dapat memudahkan peserta didik menyelesaikan permasalahan terkait pembagian bilangan cacah yang mereka anggap rumit. Cara kerja media congklak ini sangat sederhana, untuk menyelesaikan soal pembagian, peserta didik hanya perlu memasukan biji congklak kedalam lobang sesuai dengan soal yang diberikan oleh guru dan menghitung berapa banyaknya biji pada seluruh lobang. Pemnfaatan media congklak ini dalam proses pembelajaran matematika dikelas dapat menghilangkan kesan matematika yang rumit dan sulit dimengerti. Karena dengan memanfaatkan media ini peserta didik dapat secara langsung menggali pengetahuan dan keterampilan dalam berhitung, membuat materi yang abstrak menjadi kongkret, serta peserta didik senang belajar karena disamping itu juga mereka dapat bermain. Sehingga peserta didik jadi lebih muda dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dan disetiap siklusnya meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakkan, observasi dan juga refleksi. Siklus berhenti ketika target keberhasilan telah tercapai. Instrument penggumpulan data yang di gunakan yaitu : Lembar tes hasil belajar, lembar observasi guru, lembar observasi peserta didik, dan wawancara dengan guru kelas II. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar pada setiap siklusnya. Peningkatan tersebut di tunjukkan dengan nilai rata-rata hasil belajar siklus I dengan nilai rata-rata 79% dan siklus II terjadi peningkatan dengan memperoleh nilai rata-rata 90%. Maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan media congklak dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika tentang konsep pembagian bilangan cacah pada kelas II SDN 1 Pagerageung.
Analisis Konsep Penjumlahan Dua Bilangan Cacah Melalui Permainan Ular tangga Untuk Siswa SD Kelas 1 Sri Mulyani; Epin Nuraeni L; Yusuf Suryana; Ika Fitri A
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 5 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v5i5.12147

Abstract

Matematika merupakan ilmu yang melekat pada kehidupan sehari-hari dimana, pada pelajaran matematika terdapat penjumlahan serta pengurangan bilangan bulat. Dengan mahir berhitung serta memahami konsep penjumlahan serta pengurangan bilangan bulat akan memudahkan siswa dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Untuk menjaga pembejaran dengan menyenangkan tentunya dibutuhkan media pembelajaran yang mendukung dimana, siswa senantiasa belajar dengan kreatif dan memahami konsep-konsep dengan mudah. Menurut Afandi R (2015) menyatakan bahwa salah satu media pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif adalah permaianan. Dengan media permbelajaran berbasis permaianan siswa dapat berpikir aktif dan kreatif. Media pembalajaran ini merupakan alat bantu untuk memudahkan penyampaian guru dalam menjelaskan mengenai konsep matematia dengan cara yang interakrif.  Untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa media pembelajaran tentunya sangat membantu untuk guru dalam menjelaskan konsep matematika pernyataan ini didukung oleh teori perkembangan kognitif anak, menurut Piaget (1961) pada anak usia (7 sampai 14 tahun)termasuk kedalam tahapan operasional konkret. Dimana, siswa pada usia tersebut menggunakan logikanya tetapi dengan dukungan hal-hal konkret. Menurut peneliti media pembelajaran berbasis permainan dapat digunakan untuk siswa Sekolah Dasar mengingat media permaianan dalam proses pembelajaran menimbulkan interaksi dan pemikiran yang aktif bagi siswa.  Menurut A. F. Pakpahan dkk (2020) dalam bukunya yang berjdudul pengembangan media pembelajaran menyatakan bahwa media pembelajaran merupakan saluran pesan yang digunakan sebagai sarana komunikasi pada kegiatan belajar mengajar. Pesan yang dimaksud merupakan suatu informasi berupa materi pebelajaran dimana, keberadaaan media sebagai sarana agar penyampaian materi dan informasi bisa diterima dengan mudah oleh siswa. 
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN SPADE TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PERKALIAN DAN PEMBAGIAN DI SEKOLAH DASAR Azis Muslim; Epon Nur’aeni L; Yusuf Suryana; Muhammad Rijal Wahid Muharram
Attadib: Journal of Elementary Education Vol 6, No 2 (2022): Attadib: Journal of Elementary Education
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32507/attadib.v6i2.1345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan model pembelajaran SPADE dalam peningkatan hasil belajar matematika peserta didik pada materi perkalian dan pembagian di sekolah dasar. Dilatarbelakangi oleh kesulitan peserta didik terhadap proses belajar matematika materi perkalian dan pembagian. Pembelajaran yang telah dilaksanakan belum mencapai hasi sesuai harapan. Ditunjukkan dengan masih rendahnya hasil belajar peserta didik pada materi perkalian dan pembagian. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experiment dengan pengumpulan data menggunakan instrumen tes (pretest dan posttest). Sampel dalam penelitian ini peserta didik kelas II SDN 1 Sukamanah Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya dengan teknik saturation sampling. Kelas IIA sebagai kelompok eksperimen dan kelas IIB sebagai kelompok kontrol. Hasil analisis data pretest-posttest diolah menggunakan Microsoft Excel dan SPSS. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji-t menghasilkan skor signifikansi 0,026 dengan taraf signifikan sebesar 5% dan diperoleh skor thitung = 2,313 dengan taraf signifikansi 5% menghasilkan ttabel = 1,687. Dengan demikian, disimpulkan bahwa melalui penggunaan model pembelajaran SPADE dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi perkalian dan pembagian serta lebih baik daripada penggunaan model konvensional di Sekolah Dasar.
Pengembangan Perencanaan Pembelajaran Matematika Berbasis Higher Order Thinking Skill di Sekolah Dasar Prima Silmi Selvyanti; Yusuf Suryana; Oyon Haki Pranata
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 4 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.713 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i4.30135

Abstract

Perencanaan pembelajaran adalah salah satu tujuan untuk mencapai pembelajaran yang efektif dan efisien, oleh karena itu setiap satuan pendidikan harus menyusun perencanaan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. Perencanaan pembelajaran dalam bidang studi matematika di beberapa daerah Kabupaten Tasikmalaya sudah mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi namun belum maksimal. Hal tersebut menyebabkan pembelajaran matematika hanya dapat mengembangkan keterampilan berpikir rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan perencanaan pembelajaran matematika yang dibuat oleh guru dan menghasilkan produk perencanaan pembelajaran matematika berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS) di sekolah dasar, agar pembelajaran matematika menekankan keterampilan berpikir tingkat tinggi sesuai dengan ketentuan Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan Design Based Research (DBR) dengan menggunakan tahapan penelitian menurut Reeves, yaitu : 1)identifikasi dan analisis masalah oleh peneliti dan praktisi secara kolaboratif; 2)mengembangkan solusi yang didasarkan pada patokan teori, design principle yang ada dan inovasi teknologi; 3)melakukan proses berulang untuk menguji dan memperbaiki solusi secara praktis; 4)refleksi untuk menghasilkan design principle serta meningkatkan implementasi dan solusi secara praktisi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan observasi, wawancara, studi dokumentasi dan kuesioner. Lokasi penelitian di dua sekolah dasar di Kabupaten Tasikmalaya
Analisis Kebutuhan Buku Cerita Kampung Pulo Bermuatan Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Vina Sundari Fitri; Yusuf Suryana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 9, No 2 (2022): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.512 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v9i2.53034

Abstract

Co-Authors Aan Kusdiana Ahmad Mulyadiprana Ajeng Noerjannah Akhmad Nugaraha Akhmad Nugraha Aldi Prasetyo Aldi Purnama Amir Prihartono Andrea Gunawan Annisa Dahlia Anri Barkah Apriliya, Seni Asphar, Fahmi Qodrul Atik Sartika Azis Muslim Azis Muslim, Azis Chintia Faradila Putri Dede Romi Saepul Rohmat dedi kurniawan Della Rosaline Dena Fadila Desi Fitriani Desi Fitriani Dewi, Vivi Fitria Dian Indihadi Dian Indrihadi Dina Salamah Dindin Abdul Muiz Lidinillah Diniar Martiana Diniar Elan Elan, Elan Elsani, Sovia Enok, Enok Epin Nuraeni L Epon Nur'aeni Epon Nur'aeni L Epon Nur’aeni Epon Nur’aeni L Ervina Hafidah Ervina, Hafidah Fahmi Qodrul Asphar Febriani, Winarti Dwi Fikri Alamsyah Nugraha Firda Oktafia Fitri Nur Yanti Fitria Puspitasari Geri Syahril Sidik Ghullam Hamdu Gina Oktaviani Haifa Fatin Fauziyyah Hardianti, Dewi Hari Ahmad Zulfikar Hema Halimatusyadiah Herna Nurfadilah Hidayat, Syarip Hj. Epon Nur’aeni L. Hodidjah Hodidjah Ika Fitri A Ika Fitri Apriani Ima Rahmawati Imas Purnamasari Intan Dewi Agustin Irwan Faisal Rahman isnayati bahagiani Italyani Nurhaifa Jamaludin Jamaludin Julia, Cheri Jurinih Jurinih Karlimah Karlimah Lukman Nurdin Luthfiyya Nabilaputri Mardiyani, Anisa Mita Miftahur Rohmah Mita Safitri Muhammad Rijal Wahid Muharram Muhammad Rizal Wahid Muharram Muslihin, Heri Yusuf Nana Ganda nasihudin pono Niken Larasati Novita Dwi Lestari Nur, Lutfi Nur, Lutfi Nurtika Risyida Nurul Hasanah Nur’aeni L., Epon Oyon Haki P Oyon Haki Pranata Oyon Haki Pranata Prima Silmi Selvyanti Rayindha Melya Arrum Respati, Resa Rida Yanti Rina Lestari Rina Suprihatin Riza Fatimah Zahrah Rizqi Abdul Majid Roebi Abdoeloh Rosarina Giyartini Salwa Nur Albania Sindi Karmelia Siti Yunia Sovia Elsani Sri Fuji Lestari Sri Mulyani Sri Rahayu Sri Wulandari Sumardi . Sumardi Sumardi Sumardi Sumardi Susilawati, Lilis Syarip Hidayat Taufik Wibi Aonillah Tita Tita Titing Sulastri Titing Sulastri Titing Sulastri Vina Sundari Fitri Wahyu Aziz Widia Febrianti Sazida Winarti Dwi Febriani Wiwi Alawiyah Yunia, Siti Yusuf Khoerul Rizal