Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Amir Prihartono; Yusuf Suryana; Resa Respati
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 4 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.755 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i4.41896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jenis pola asuh orang tua, prestasi belajar peserta didik dan pengaruh dari pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar peserta didik. Dengan memahami perkembangan yang ada, diharapkan orang tua sebagai guru pertama dan terutama untuk anak-anak dapat meningkatkan pola asuh sesuai perkembangan, dan melihat kemampuan anak dari segi belajar untuk menunjang prestasi belajarnya. Pola asuh orang tua terbagi menjadi 3, yaitu 1) pola asuh demokratis, 2) pola asuh otoriter dan 3) pola asuh permisif. Masing masing pola asuh memiliki cara dan keunikan sendiri dalam pengasuhan. Penelitian ini menggunakan metode literature review atau studi kepustakaan, dimana data dikumpulkan melalui kajian terhadap berbagai artikel yang diperoleh dari berbagai sumber artikel ilmiah yang relevan dengan  dengan masalah penelitian menggunakan kata kunci “pola asuh”, dan “prestasi belajar”. Hasil dari kajian literature ini yaitu 1) Pola asuh orang tua, 2) Prestasi belajar. Adapun hasil dari kajian literatur ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh dari pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar peserta didik. Pola asuh yang baik dari orang tua akan berdampak besar terhadap meningkatnya prestasi belajar peserta didik di sekolah. Berdasar dari ketiga jenis pola asuh orang tua, jenis pola asuh demokratis dirasa paling tepat dan sangat dominan dalam pengaruhnya terhadap prestasi belajar peserta didik.
IMPLEMENTASI STRATEGI THINK-TALK-WRITE (TTW) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SD Niken Larasati; Karlimah Karlimah; Yusuf Suryana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2014): Pedadidaktika
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.473 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v1i1.4692

Abstract

Komunikasi matematis merupakan salah satu kemampuan yang penting dalam pemecahan masalah matematika karena dengan kemampuan komunikasi matematis, siswa mampu mengubah ide matematis ke dalam bentuk algoritma dan gambar, ataupun sebaliknya sehingga siswa mampu memecahkan masalah tersebut dengan baik. Namun berdasarkan observasi yang dilakukan, menunjukan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa dalam pemecahan masalah matematika masih sangat rendah. Penelitian tentang implementasi strategi think-talk-write terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa SD ini mempunyai tujuan untuk mendapatkan deskripsi mengenai perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa pada pembelajaran pemecahan masalah keliling dan luas segitiga menggunakan strategi think-talk-write dan tanpa menggunakan strategi think-talk-write. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen desain post-test only dengan populasi siswa kelas IV SD di kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap. Sampel terdiri dari 2 kelas, yang dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan purposive, yaitu siswa kelas IV SDN 01 Gandrungmangu sebagai kelas kontrol dan siswa kelas IV SDN 02 Gandrungmanis sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan adalah soal tes akhir (post-test) pemecahan masalah tentang keliling dan luas segitiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan komunikasi matematis siswa pada pembelajaran pemecahan masalah keliling dan luas segitiga menggunakan strategi think-talk-write termasuk ke dalam kategori rendah; (2) kemampuan komunikasi matematis siswa pada pembelajaran pemecahan masalah keliling dan luas segitiga tanpa menggunakan strategi think-talk-write termasuk ke dalam kategori sangat rendah (3) terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa pada pembelajaran pemecahan masalah keliling dan luas segitiga menggunakan strategi think-talk-write  dan tanpa menggunakan strategi think-talk-write. Rata-rata peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa pada pembelajaran pemecahan masalah keliling dan luas segitiga menggunakan strategi think-talk-write lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran tanpa menggunakan strategi think-talk-write.
Pengembangan Media Puzzle tentang Sejarah Kerajaan Hindu Budha di Indonesia untuk Siswa Sekolah Dasar Ervina Hafidah; Sumardi Sumardi; Yusuf Suryana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 4 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1275.928 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i4.26468

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendesain sebuah produk berupa media puzzle berbentuk kubus yang layak digunakan sebagai media pembelajaran IPS materi sejarah kerajaan Hindu Budha di Indonesia untuk siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian Design Based Research (DBR) dengan model yang dikembangkan oleh Reeves melalui empat tahap yaitu, identifikasi dan analisis masalah, mengembangkan solusi yang didasarkan pada patokan teori, design principle dan inovasi teknologi, melakukan proses berulang menguji dan memperbaiki solusi praktis, dan refleksi untuk menghasilkan design principle serta meningkatkan implementasi dari solusi secara praktis. Subyek penilaian produk untuk kelayakan media terbatas pada tiga ahli yaitu ahi materi IPS, ahli media, dan ahli pedagogik. Sasaran uji coba produk yaitu siswa sekolah dasar. Hasil dari penelitian berupa media pembelajaran berbasis permainan puzzle berbentuk kubus yang semua komponennya bertemakan materi sejarah kerajaan Hindu Budha di Indonesia. Dari hasil validasi media ini memiliki kelayakan dengan hasil validasi ahli materi IPS menyatakan layak untuk digunakan dengan revisi sesuai saran, validasi ahli media menyatakan layak untuk dugunakan dengan revisi sesuai saran, validasi ahli pedagogik menyatakan layak untuk dugunakan uji coba tanpa revisi. Hasil uji coba pertama menunjukan respon baik karena 97% siswa memberi jawaban “ya” terhadap 13 pertanyaan yang terdapat pada angket.  Sedangkan pada uji coba tahap kedua menunjukan sebanyak 100% siswa memeberi jawaban “ya” terhadap 13 pertanyaan pada angket, artinya siswa merespon sangat baik terhadap media puzzle yang dikembangkan. Jadi dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini bahwa Media Puzzle tentang Kerajaan Hindu Budha di Indonesia dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran yang dikembangkan. 
Meningkatkan Pemahaman Siswa SD Terhadap Konsep KPK Melalui Experiental Learning Herna Nurfadilah; Yusuf Suryana; Ahmad Mulyadiprana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i3.13154

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya penggunaan model pembelajaran dalam pelajaran matematika, juga dalam proses pembelajaran siswa cenderung pasif sehingga tidak mudah memahami konsep matematika. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah:(1) mendeskripsikan pemahaman siswa di kelas kontrol dan kelas eksperimen pada materi KPK sebelum diberikan pelakuan.(2) mendeskripsikan pemahaman siswa di kelas kontrol dan kelas eksperimen pada materi KPK setelah diberikan pelakuan.(3) mendeskripsikan peningkatan pemahaman siswa pada materi KPK dengan menggunakan model experiential learning dibandingkan dengan tanpa menggunakan model experiential learning. Model experiential learning adalah model pembelajaran berbasis pengalaman sehingga dianggap dapat meningkatkan pemahaman siswa karena siswa dituntut untuk mencari pemahamannya sendiri. Peneliti menggunakan Quasi Experimental Design  dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Instrumen yang digunakan yaitu pre-test dan post-test pada materi kelipatan persekutuan terkecil (KPK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) nilai rata-rata pre-test kelas kontrol 33,33% dan kelas eksperimen 33,33% termasuk pada kategori sedang. (2) nilai rata-rata post-test kelas kontrol 40% termasuk dalam kategori tinggi dan nilai rata-rata post-test kelas eksperimen 53,33% termasuk pada kategori sangat tinggi.(3) peningkatan pemahaman siswa pada konsep KPK di kelas eksperimen dengan menggunakan model experiential learning lebih baik dibandingkan dengan siswa di kelas kontrol tanpa menggunakan model experiential learning. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata n-gain kelas eksperimen lebih besar daripada kelas kontrol. 
Penerapan Model Kuantum TANDUR Dalam Pembelajaran Penjumlahan Dan Pengurangan Bilangan Cacah Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Imas Purnamasari; Yusuf Suryana; Elan Elan
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.755 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7145

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh anggapan masyarakat  yang menyatakan bahwa matematika tidak mudah dipelajari sehingga dampaknya banyak siswa SD kurang tertarik belajar matematika padahal dalam kehidupan ini tidak terlepas dari matematika. Selain itu, pemahaman siswa akan pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah khususnya masih sangat kurang. Hal tersebut menjadi permasalahan yang harus diselesaikan. Solusi yang dibutuhkan adalah adanya jembatan yang dapat menghubungkan antara konsep matematika dengan cara mempelajarinya, sehingga siswa mudah memahami konsep pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah. Alternatif solusi yang diberikan yaitu penerapan model pembelajaran kuantum TANDUR. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental, yaitu mencari perbandingan hasil pre-test dan post-test  pada kelas ekperimen (kelas yang diberi perlakuan) dengan kelas kontrol (kelas yang tidak diberi perlakuan). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan model kuantum TANDUR dalam pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sehingga diketahui dapat atau tidaknya penerapan model kuantum TANDUR tersebut untuk meningkatkan pemahaman siswa. Subjek penelitian ini adalah pemahaman siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Gunungpereng Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya Tahun Ajaran 2016/2017 yang terdiri dari kelas  eksperimen yaitu kelas I-B sebanyak 28 siswa dan kelas kontrol yaitu kelas I-A sebanyak 28 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen test dan wawancara tak berstruktur. Data yang didapatkan dari test selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif-kuantitatif. Berdasarkan data hasil penelitian,  diketahui bahwa perbandingan pemahaman siswa dalam pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol  adalah asymp sig sebesar 0,000 0,05 sehingga diterimnya Ha (hipotestis alternatif)dan ditolaknya H0 (hipotestis nol). Kata Kunci: Model kuantum TANDUR; Pemahaman Siswa; Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Cacah,; Wawancara Tidak Berstruktur.
Pengembangan Instrumen Tes Higher-Order Thinking Skill pada Pembelajaran Tematik berbasis Outdoor Learning di SD Desi Fitriani; Yusuf Suryana; Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.41 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7348

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan instrumen tes kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher-order thingking skill) berbasis outdoor learning untuk siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk 1) mengembangkan instrumen tes kemampuan berpikir tingkat tinggi berbasis outdoor learning di sekolah dasar.; 2) memvalidasi instrumen tes melalui validasi ahli dan validitas empiris. Validasi ahli dilakukan dengan mengkonsultasikan rancangan produk pengembangan kepada dosen ahli. Validitas empiris dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi product moment, sedangkan penentuan reliabilitas menggunakan formula Alpha Cronbach. Penelitian ini menggunakan metode Design Based Research. Pengembangan model ini terdiri dari 4 tahap yaitu tahap yaitu 1) identifikasi dan analisis masalah oleh peneliti dan praktisi secara kolaboratif 2) mengembangkan solusi yang didasarkan pada patokan teori, design principle yang ada dan inovasi teknologi 3) melakukan proses berulang untuk menguji dan memperbaiki solusi secara praktis 4) refleksi untuk menghasilkan design principle serta meningkatkan implementasi dari solusi secara praktisi. Hasil penelitian berupa 1) 22 butir soal kemampuan berpikir tingkat tinggi; 2) validasi oleh para ahli menyatakan bahwa instrumen penilaian ini layak digunakan sebagai alat penilaian, sedangkan dalam validasi empiris dinyatakan secara keseluruhan hasil dari pengujian menggunakan rumus product moment butir soal telah dinyatakan valid. Penentuan reliabilitas dengan menggunakan formula alpha Cronbach memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,935 yang dikategorikan reliabel tinggi. Hasil yang diperoleh secara keseluruhan dalam penelitian pengembangan ini bahwa instrumen penilaian kemamuan berpikir tingkat tinggi ini dikatakan valid dan reliabel sebagai bentuk penilaian.
ANALISIS STRUKTURAL-SEMIOTIKA PADA MAKNA PUISI KARYA SISWA SD NEGERI 1 MEKARHARJA BANJAR Anri Barkah; Aan Kusdiana; Yusuf Suryana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 1 (2016): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.988 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v3i1.4763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) makna yang terkandung pada puisi karya siswa kelas V SD Negeri 1 Mekarharja, (2) makna sentral (tema) apa saja yang muncul, (3) makna sentral (tema) yang paling dominan muncul, serta (4) unsur apa saja pembentuk makna pada puisi tersebut. Penelitian ini didasari atas rasa ketertarikan peneliti terhadap makna yang terkandung pada puisi anak. Di balik kesederhanaannya, puisi anak memiliki makna yang dalam, wujud ekspresi perasaan dalam diri anak mengenai fenomena menarik yang terjadi di dalam kehidupannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan hasil analisis puisi dengan dua metode analisis struktural-semiotika Riffaterre, yakni (1) analisis ketidaklangsungan ekspresi: penggantian arti, penyimpangan arti, dan penciptaan arti dan (2) analisis dengan pembacaan heuristik dan hermeneutik. Hasil temuan adalah sebagai berikut. (1) Makna yang terkandung pada puisi karya siswa kelas V SD Negeri 1 Mekarharja sebagian besar merupakan ungkapan perasaan anak terhadap fenomena menarik yang terjadi di dalam kehidupannya. (2) Makna sentral (tema) yang muncul diantaranya adalah keindahan alam, pahlawan, persahabatan, benda kesayangan, cita-cita, kasih sayang orang tua, dan masalah belajar di sekolah. (3) Makna sentral (tema) yang paling dominan muncul adalah kasih sayang orang tua (ayah, ibu, ayah dan ibu). (4) Unsur-unsur pembentuk makna pada puisi-puisi tersebut diantaranya adalah gaya bahasa (simile, metafora, perumpamaan epos, personifikasi, allegori, sinekdok, paradoks, dan ironi), kata atau kalimat yang ambigu (menimbulkan banyak penafsiran), enjambemen, serta persajakan yang membuat ungkapan terasa begitu liris.
Cd Interaktif Berbasis Flash Sebagai Media Pembelajaran Kondisi Geografis Indonesia Kelas V Hema Halimatusyadiah; Yusuf Suryana; Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 4 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.533 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i4.26631

Abstract

    Pendidikan adalah suatu proses pembelajaran kepada peserta didik agar memiliki pemahaman terhadap sesuatu dan membuatnya menjadi seorang manusia yang kritis dalam berpikir. Pengajaran Ilmu pengetahuan sosial sangat penting bagi jenjang pendidikan dasar. karena siswa yang datang ke sekolah berasal dari lingkungan yang berbeda-beda. Pengenalan mereka tentang masyarakat tempat mereka menjadi anggota diwarnai oleh lingkungan mereka tersebut. Sekolah bukanlah satu-satunya wahana atau sarana untuk mengenal masyarakat. Para siswa dapat belajar mengenal dan mempelajari masyarakat baik melalui media massa, media cetak maupun media elektronika. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dari waktu ke waktu berkembang sangat pesat Hal ini ditunjukkan dengan teknologi informasi dan komunikasi yang telah berkembang seiring dengan globalisasi, sehingga interaksi dan penyampaian informasi akan berlangsung dengan cepat. Saat ini yang menjadi tren dalam dunia pendidikan sehubungan dengan pemanfaatan media adalah menggunakan berbagai media atau multimedia. Ada dua kategori multimedia, yaitu multimedia linear dan multimedia interaktif. Media pembelajaran berbasis multimedia interaktif dapat disimpan dalam kepingan CD (Compact Disc) sehingga lebih praktis dan penyebarannya akan lebih meluas, sehingga sekarang ini lebih banyak dikenal dengan nama media CD pembelajaran atau media CD Interaktif. Media pembelajaran CD Interaktif merupakan salah satu inovasi media pembelajaran ilmu pengetahuan sosial. CD Interaktif memberikan unsur kognitif berupa pemahaman materi melalui tayangan-tayangan pada tiap slide dan suara sebagai tambahan agar lebih menarik bagi siswa. Pemilihan penggunaan media CD Interaktif ini merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar siswa.
Pengembanagan Instrumen Penilaian Kinerja berbasis Outdoor Learning di SD Intan Dewi Agustin; Yusuf Suryana; Akhmad Nugaraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.94 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7299

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan instrumen penilaian kinerja berbasis outdoor learning di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menjelaskan pelaksanaan penilaian kinerja di sekolah dasar, 2) menjelaskan bentuk rancangan instrumen penilaian kinerja berbasis outdoor learning, 3) mengimplementasi rancangan instrumen penilaian kinerja dalam pembelajaran berbasis outdoor learning. Penelitian ini menggunakan metode Design Bases Research. Pengemabangan metode ini terdiri dari empat tahap yaitu 1) identifikasi dan analisis masalah oleh peneliti dan praktisi secara kolaboratif 2) mengembangkan solusi yang didasarkan pada patokan teori, design principle yang ada dan inovasi teknologi 3) melakukan proses berulang untuk menguji dna memperbaikisolusi secara praktis 4) refleksi untuk menghasilkan design principle serta meningkatkan implementasi dari solusi secara praktisi. Rubrik adalah suatu skala pemberian nilai yang terdiri dari serangkaian kriteria prestasi dan paparan tentang tataran prestasi di dalam pengerjaan tugas-tugas tertentu. Rubrik dapat dijadikan sebagai kriteria penilaian tentang dimensi untuk memutuskan kinerja siswa, suatu skala nilai untuk menilai kinerja siswa.  Hasil penelitian berupa 1) instrumen penilaian kinerja berbasis outdoor learning; 2) validasi oleh para ahli dinyatakan bahwa instrumen penilaian kinerja ini layak digunakan.
Pengaruh Media Kartu Permainan Uno Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Membandingkan Pecahan Sederhana Novita Dwi Lestari; Yusuf Suryana; Elan Elan
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.788 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i2.7143

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa tentang materi membandingkan pecahan sederhana. Siswa masih kesulitan untuk memahami mana pecahan “lebih besar”, “lebih kecil” atau “sama dengan”. Selain itu, siswa juga masih kurang paham dengan tanda pertidaksamaan yang menunjukkan perbandingan pecahan. Hal ini disebabkan kurang adanya media pembelajaran dalam proses pembelajaran membandingkan pecahan sederhana. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu adanya media pembelajaran. Berdasarkan studi literatur, media kartu permainan uno cocok digunakan pada materi membandingkan pecahan sederhana. Melalui media kartu permainan uno, maka siswa akan belajar matematika lebih mudah dan menyenangkan. Rumusan masalah secara umum dalam penelitian ini mengangkat bagaimana pengaruh media kartu permainan uno terhadap hasil belajar siswa pada materi membandingkan pecahan sederhana. Sedangkan, tujuan penelitian secara umum adalah mendeskripsikan pengaruh media kartu permainan uno terhadap hasil belajar siswa pada materi membandingkan pecahan sederhana. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design dengan bentuk nonequivalent control group design. Sampel penelitian adalah kelas III-A dan III-B SDN 1 Lewo Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya dengan teknik pengambilan sampel yaitu sampling jenuh. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada materi membandingkan pecahan sederhana menggunakan media kartu permainan uno lebih baik daripada hasil belajar siswa tanpa menggunakan media kartu permainan uno.  Kata kunci: Media kartu permainan uno; hasil belajar siswa; membandingkan pecahan sederhana.
Co-Authors Aan Kusdiana Ahmad Mulyadiprana Ajeng Noerjannah Akhmad Nugaraha Akhmad Nugraha Aldi Prasetyo Aldi Purnama Amir Prihartono Andrea Gunawan Annisa Dahlia Anri Barkah Apriliya, Seni Asphar, Fahmi Qodrul Atik Sartika Azis Muslim Azis Muslim, Azis Chintia Faradila Putri Dede Romi Saepul Rohmat dedi kurniawan Della Rosaline Dena Fadila Desi Fitriani Desi Fitriani Dewi, Vivi Fitria Dian Indihadi Dian Indrihadi Dina Salamah Dindin Abdul Muiz Lidinillah Diniar Martiana Diniar Elan Elan, Elan Elsani, Sovia Enok, Enok Epin Nuraeni L Epon Nur'aeni Epon Nur'aeni L Epon Nur’aeni Epon Nur’aeni L Ervina Hafidah Ervina, Hafidah Fahmi Qodrul Asphar Febriani, Winarti Dwi Fikri Alamsyah Nugraha Firda Oktafia Fitri Nur Yanti Fitria Puspitasari Geri Syahril Sidik Ghullam Hamdu Gina Oktaviani Haifa Fatin Fauziyyah Hardianti, Dewi Hari Ahmad Zulfikar Hema Halimatusyadiah Herna Nurfadilah Hidayat, Syarip Hj. Epon Nur’aeni L. Hodidjah Hodidjah Ika Fitri A Ika Fitri Apriani Ima Rahmawati Imas Purnamasari Intan Dewi Agustin Irwan Faisal Rahman isnayati bahagiani Italyani Nurhaifa Jamaludin Jamaludin Julia, Cheri Jurinih Jurinih Karlimah Karlimah Lukman Nurdin Luthfiyya Nabilaputri Mardiyani, Anisa Mita Miftahur Rohmah Mita Safitri Muhammad Rijal Wahid Muharram Muhammad Rizal Wahid Muharram Muslihin, Heri Yusuf Nana Ganda nasihudin pono Niken Larasati Novita Dwi Lestari Nur, Lutfi Nur, Lutfi Nurtika Risyida Nurul Hasanah Nur’aeni L., Epon Oyon Haki P Oyon Haki Pranata Oyon Haki Pranata Prima Silmi Selvyanti Rayindha Melya Arrum Respati, Resa Rida Yanti Rina Lestari Rina Suprihatin Riza Fatimah Zahrah Rizqi Abdul Majid Roebi Abdoeloh Rosarina Giyartini Salwa Nur Albania Sindi Karmelia Siti Yunia Sovia Elsani Sri Fuji Lestari Sri Mulyani Sri Rahayu Sri Wulandari Sumardi . Sumardi Sumardi Sumardi Sumardi Susilawati, Lilis Syarip Hidayat Taufik Wibi Aonillah Tita Tita Titing Sulastri Titing Sulastri Titing Sulastri Vina Sundari Fitri Wahyu Aziz Widia Febrianti Sazida Winarti Dwi Febriani Wiwi Alawiyah Yunia, Siti Yusuf Khoerul Rizal