Articles
Pengaruh Interactive Learning terhadap Minat Belajar Siswa pada Penjumlahan Operasi Hitung Bilangan Bulat
Annisa Dahlia;
Oyon Haki Pranata;
Yusuf Suryana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 4 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (934 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i4.30129
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Interactive Learning Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Penjumlahan Operasi Hitung Bilangan Bulat”. Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil studi pendahuluan peneliti yang dilakukan di Sekolah Dasar. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah kesulitan belajar dalam matematika khususnya mengenai penjumlahan bilangan bulat masih kurang dipahami oleh siswa karena kurang maksimalnya penggunaan media tentang pengurangan bilangan bulat, sehingga tidak adanya minat siswa untuk belajar matematika. Adapun tujuan yang hendak dicapai adalah pengaruh minat belajar siswa dalam penjumlahan operasi hitung bilangan bulat melalui interactive learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode pre-eksperimen dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket dan observasi. Sampel penelitian adalah 31 siswa kelas IV SDN Kamulyan Manonjaya, Tasikmalaya. Berdasarkan analisis, hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pra perlakuan = 7,8065 dan rata-rata pasca perlakuan = 8,0968 dengan n1 = 31 dan n2 = 31 diperoleh thitung = 1,966. Dengan α = 5% diperoleh ttabel = 1,695. Berdasarkan tabel diperoleh 0,047 0,05, melalui perhitungan dengan menggunakan SPSS diperoleh data thitung ttabel dan p-value α , maka dapat disimpulkan penolakan terhadap H0. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil angket paska perlakuan lebih tinggi di bandingkan dengan rata-rata hasil angket pra perlakuan, maka dapat dikatakan bahwa interactive learning efektif untuk meningkatkan minat belajar siswa pada penjumlahan operasi hitung bilangan bulat. Hal ini menunjukan bahwa minat belajar siswa dapat ditingkatkan melalui pembelajaran berbasis interactive learning.
Pengaruh Strategi Pemecahan Masalah terhadap Kemampuan Siswa Menyelesaikan Soal Cerita Operasi Hitung Campuran
Sri Wulandari;
Oyon Haki Pranata;
Yusuf Suryana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (851.928 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i3.12642
Pemecahan masalah merupakan bagian dari pembelajaran matematika yang sangat penting untuk mendorong siswa mampu memecahkan masalah matematika. Salah satu pembelajaran matematika yang mendorong siswa mampu memecahkan permasalahan adalah dengan pemberian soal cerita. Namun masih banyak siswa sekolah dasar yang kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita karena kurangnya pemahaman seperti bagaimana cara menyelesaikan soal sehingga soal yang diberikan tidak bisa dijawab dan menjadi masalah bagi siswa itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siwa dalam memecahkan masalah dan mengetahui apakah terdapat perbedaan sebelum diberi perlakuan startegi pemecahan masalah dan setelah diberi perlakuan strategi pemecahan masalah, serta mencari pengaruh strategi pemecahan masalah. Metode penelitian yang dilaksanakan adalah metode Eksperimen dengan bentuk desain Pre Eksperiment One-Group Pretest-Posttest Design. Strategi pemecahan masalah berdasarkan teori Polya yang memiliki empat langkah penyelesaian yaitu memahami masalah, melakukan rencana penyelesaian, menyelesaikan penyelesaian dan memeriksa kembali. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan siswa menyelesaikan soal cerita operasi hitung campuran sebelum diberi perlakuan strategi pemecahan masalah masih sangat rendah, dan kemampuan siswa menyelesaikan soal cerita operasi hitung campuran setelah diberi perlakuan strategi pemecahan masalah adalah tinggi sehingga terdapat pengaruh strategi pemecahan masalah terhadap kemampuan siswa menyelesaikan soal cerita operasi hitung campuran
Desain Didaktis Volume Kubus dan Balok untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas V Sekolah Dasar
Hari Ahmad Zulfikar;
Yusuf Suryana;
Dindin Abdul Muiz Lidinillah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (698.862 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7205
Penelitian ini didasarkan pada hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan oleh peneliti mengenai pemecahan masalah volume kubus dan balok. Pemahaman konsep volume kubus dan balok tidak dimiliki oleh siswa secara utuh karena adanya hambatan belajar terkait keterbatasan konteks yang dialami siswa pada saat pertama kali mempelajari konsep volume kubus dan balok. Konsep tersebut menjadi pondasi dalam pemecahan masalah berkaitan dengan volume kubus dan balok, agar kemampuan berpikir kritis siswa dapat tercapai. Sehingga hambatan belajar yang dialami oleh siswa harus mendapatkan antisipasi dari guru melalui proses pembelajaran yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Peneliti merancang dan menyusun sebuah desain didaktis yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Desain didaktis tersebut dirancang dan disusun untuk mengatasi atau meminimalisir hambatan belajar yang dialami oleh siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Didactical Design Research (DDR) yang terdiri dari tiga tahapan. Tiga tahapan tersebut yaitu, analisis situasi didaktis sebelum pembelajaran yang wujudnya berupa Hypothetical Learning Trajectory (HLT) dan Antisipasi Didaktis Pedagogis (ADP), analisis metapedadidaktik, dan analisis retrospektif yang mengaitkan antara hasil analisis situasi didaktis dengan hasil analisis metapedadidaktik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik triangulasi data (observasi, wawancara dan dokumentasi). Proses pengembangan desain didaktis berupa bahan ajar dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 2 Setiamulya. Desain didaktis dikembangkan berbasis pemecahan masalah berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis yang pilih oleh peneliti, yaitu memfokuskan pertanyaan, mendefinisikan istilah dan pertimbangan dalam tiga dimensi (bentuk, strategi, dan isi), serta membuat dan menentukan pertimbangan nilai. Penelitian ini menghasilkan data mengenai hambatan belajar yang dialami oleh siswa, desain didaktis yang dapat meminimalisir hambatan belajar yang dialami oleh siswa, dan implementasi desain didaktis dalam proses pembelajaran.
Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Cooperative Integrated Reading Composition untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Soal Cerita Matematika
Nurtika Risyida;
Yusuf Suryana;
Hodidjah Hodidjah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 4 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (486.267 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i4.12559
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa di Sekolah Dasar dalam pembelajaran matematika soal cerita. Hal ini dimungkinkan kurang maksimalnya variasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan penelitian dengan menerapkan sebuah model pembelajaran yaitu model cooperative learning tipe CIRC. Tujuan penelitian ini secara umum untuk mendeskripsikan penerapan model cooperative learning tipe CIRC untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam soal cerita matematika, sehingga model pembelajaran ini dapat digunakan dan di kembangkan pada proses pembelajaran di sekolah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V-A dan V-B SDN Sambongpermai Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya. Sampel dalam penelitian ini beberapa siswa kelas V-A dan V-B yang dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan (purposive) yaitu 27 siswa kelas V-B sebagai kelas eksperimen dan 27 siswa V-A sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari soal uraian, lembar observasi dan lembar angket. Berdasarkan data yang diperoleh dan hasil analisis, disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah soal cerita matematika dengan menerapkan pembelajaran model cooperative learning tipe CIRC lebih baik dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah soal cerita matematika tanpa menerapkan model cooperative learning tipe CIRC. Hal ini ditunjukan dengan hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil posttest siswa kelas eksperimen 83,37 kelas kontrol 68,96, dan kualitas peningkatan (n-gain) kelas eksperimen 0,71 (tinggi) lebih besar dari kelas kontrol 0,41(sedang).
Pengaruh Penggunaan Media Objek Lingkungan Terhadap Keterampilan Peserta Didik Menulis Deskripsi
Wahyu Aziz;
Dian Indihadi;
Yusuf Suryana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (681.539 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32714
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media objek lingkungan terhadap keterampilan peserta didik menulis deskripsi di kelas IV SDN Maruyungsari 4 dengan jumlah sampel yang diambil yaitu sebanyak 10 peserta didik. Penggunaan media objek lingkungan ini menggunakan tema lingkungan sekitar dengan objek lingkungan melakukan riset langsung ke lapangan dan mengamati benda-benda yang ada di sekitar. Artinya peserta didik dapat melihat objek secara nyata penggunaan media objek lingkungan ini juga bertujuan agar peserta didik tidak mudah bosan saat pelajaran dan juga peserta didik bisa melihat secara nyata objek tersebut karena dihadirkan secara langsung di lingkungan sekitar. Penelitian ini menggunakan 5 metode pengumpulan data, soal Pre-test Post-test, uji N-Gain, uji normalitas,uji Paired Samples T,dan uji Hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perhitunganPaired sample T dengan menggunakan analisis SPSS 26. Hasil yang diperoleh dari perhitungan tersebut adalah nilai Sig.(2 tailed) sebesar 0,000. Dengan demikian bahwa nilai ini lebih kecil dari 0,05 dimana dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil perhitungan N-gain ternormalisasi kelas Eksperimen menunjukkan angka 0,13 yang berarti dalam kategori tinggi yang memliki arti bahwa terdapat pengaruh dengan adanya menggunakan media objek lingkungan terhadap keterampilan menulis deskripsi
Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 1 Manonjaya
Titing Sulastri;
Yusuf Suryana;
Syarip Hidayat
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (830.412 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32916
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 1 Manonjaya. Hipotesis yang di uji yaitu: terdapat pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas V SDN 1 Manonjaya. Populasi dalam penelitian menggunakan seluruh siswa kelas V di Sekolah Dasar Negeri 1 Manonjaya yang berjumlah 41 siswa terdiri dari 21 siswa kelas VA dan 20 siswa kelas VB. Jenis penelitian adalah ex post facto. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kecerdasan emosional sedangkan prestasi belajar matematika sebagai variabel terikat. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan angket kecerdasan emosional dan dokumentasi prestasi belajar matematika. Teknik analis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan teknik analisis regresi sederhana. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan emosional siswa secara umum termasuk dalam kategori sedang dengan presentase 63.4 %. Sedangkan gambaran hasil belajar matematika siswa secara umum termasuk dalam kategori sedang dengan presentase 61,0 %. Dari hasil analisis inferensial menggunakan regresi linier sederhana, diperoleh persamaan Y = 70,636 + 0.081X. Dari hasil uji signifikan diperoleh nilai signifikan sebesar 0,028 dimana nilai signifikan 0,05 (0,028 0,05), dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar matematika
PENERAPAN METODE POSTER COMMENT UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS DI KELAS IV
Ajeng Noerjannah;
Yusuf Suryana;
Sumardi Sumardi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 2 (2016): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (417.718 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v3i2.5156
Penelitian ini berjudul “Penerapan Metode Poster Comment untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Pembelajaran IPS Kelas IV”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatan kemampuan berpikir siswa terhadap pembelajaran IPS. Dalam pembelajaran IPS sangat jarang terlihat kemampuan berpikir kreatif siswa muncul. Karena kadang kemampuan berpikir kreatif umunya digunakan dalam pembelajaran Kesenian, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam saja. Dengan menggunakan metode poster comment peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa dapat mengalami peningkatan. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberitahu adanya peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui tes uraian (essay) yang menjadi instrumen dalam penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen yaitu pre-experimental design (nondesign) menggunakan bentuk One-Group Pretest-Posttest Design . Melalui prettest tes yang digunakan sebelum penulis melakukan perlakuan terhadap siswa. Dan memberikan perlakuan dalam pembelajaran dengan menggunakan poster comment, setelah itu melakukan posttest. Dari hasil pengolahan data dan analisis yang dilakukan penulis terhadap perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa dengan menggunakan poster comment terdapat perbedaan antara perolehan nilai pretest dan posttest. Normal gain pada data yang telah dihitung berada pada kategori sedang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada penggunaan metode poster comment untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa di SD Negeri 1 Sindangrasa berpengaruh.
Model Pengembangan Karakter Percaya Diri Siswa Sekolah Dasar Melalui Program Ekstrakurikuler Pencak Silat Tapak Suci
Yusuf Khoerul Rizal;
Syarip Hidayat;
Yusuf Suryana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1237.4 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32894
Ekstrakurikuler dapat digunakan untuk mengembangkan karakter pada anak. Sikap percaya diri merupakan salah satu indikator penting berkaitan telah berhasilnya mengembangkan karakter dalam ekstrakurikuler. Kepercayaan diri ini berperan penting dalam proses pertumbuhan potensi anak terutama kemampuan dalam menyelesaikan setiap program ekstrakurikuler. Melalui program atau organiasasi ekstrakurikuler seperti olahraga, anak akan sering dilatih untuk tampil didepan khalayak. Pencak silat merupakan salah satu ekstrakurikuler olahraga yang memiliki banyak kegiatan untuk mengembangkan karakter percaya diri. Praktiknya, Pencak Silat memiliki banyak kegiatan yang dapat mengembangkan percaya diri. Kegiatan ini terdiri dari kegiatan pembukaan, kegiatan pemberian materi, dan kegiatan penutup. Di dalam tiap tahapan kegiatan, terdapat pengembangan sikap dan karakter percaya diri. Terdapat materi spiritual dan materi jasmani yang dipadukan secara bersamaan dalam pelaksanaan latihan. sehingga siswa akan kuat dan percaya diri baik jiwa dan raganya. Hal yang paling terlihat dalam Ekstrakrikuler Pencak Silat Tapak Suci adalah pengembangan dalam kemampuan peserta untuk tampil secara individu memperlihatkan hasil latihan dalam ujian kenaikan tingkat. Selain itu, terdapat peraturan dimana peserta tidak boleh melirik atau mencontek saat praktek jurus maupun ujian tulis. Sehingga apabila siswa aktif dan fokus, siswa dapat melewati itu semua dengan mudah karena rasa berani yang terus dikembangkan sehingga muncul karakter percaya diri.