Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Penyuluhan Kesehatan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebagai Upaya Pencegahan Infeksi Flu Burung pada Kader Kesehatan Puskesmas Kemiling Kota Bandar Lampung Perdani, Roro Rukmi Windi; Susantiningsih, Tiwuk
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v3i1.2023

Abstract

Serangan global Avian Infulenza atau flu burung telah terjadi sebanyak 3 kali. Propinsi Lampung sebagai salah satu lumbung ternak ayam tidak terlepas dari ancaman flu burung. Untuk pencegahan penularan kepada manusia antara lain dengan sosialisasi dan penyuluhan kesehatan mengenai infeksi flu burung. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan kesehatan dengan ceramah dan diskusi. Kegiatan ini dihadiri oleh 30 peseta yang terdiri dari kader kesehatan di Puskesmas Kemiling Bandar Lampung. Setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan yang didapatkan dari nilai pre tes dan pos tes yaitu 63% menjadi 68,8%. Terjadi peningkatan penegtahuan mengenai flu burung pada kader kesehatan di Puskesmas Kemiling Bandar Lampung.Kata kunci: Flu burung, pengetahuan, penyuluhan.
Penyuluhan Kesehatan tentang Bahaya Penyakit Diabetes Mellitus kepada Ibu-ibu Majelis Taklim Al Muttaqien di Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan Susantiningsih, Tiwuk; Kurniawaty, Evi; Mustofa, Syazili
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v3i1.2026

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan kelainan metabolik dengan etiologi multifaktorial. Penyakit ini ditandai oleh hiperglikemia kronis dan mempengaruhi metabolisme karbohidrat, protein serta lemak. Patofisiologi DM berpusat pada gangguan sekresi insulin dan/atau gangguan kerja insulin. Penyandang DM akan ditemukan dengan berbagai gejala seperti poliuria, polidipsia dan polifagia dengan penurunan berat badan. Komplikasi yang sering dari penyakit ini adalah makroangiopati dan mikroangiopati seperti stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, kebutaan bahkan amputasi dan kematian. Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahaya penyakit diabetes ini. Oleh karena itu perlu adanya upaya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam pendeteksian dini penyakit ini melalui peningkatan pengetahuan tentang bahaya penyakit diabetes mellitus. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan memberikan penyuluhan berupa ceramah interaktif dan penayangan video sedangkan untuk penerapan perilaku dilakukan dengan latihan atau simulasi. Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta yang merupakan ibu ibu Majelis Taklim Al Muttaqien di Kecamatan Kalianda. kuisioner yang sama diberikan kembali kepada peserta. Setelah dievaluasi terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan peserta penyuluhan mengenai bahaya penyakit Diabetes Mellitus dapat dilihat dari nilai kenaikan postest. Selain itu hasil jawaban kuisioner yaitu sebanyak 35 orang pada pretest mendapatkan nilai kurang dari 70, maka pada pemeriksaan jawaban posttest, terjadi peningkatan menjadi 50 orang mendapatkan nilai lebih dari 70. Dari hasil pengamatan di lapangan, jelas bahwa kegiatan penyuluhan tentang bahaya Penyakit Diabetes Mellitus ini perlu diadakan secara berkelanjutan agar pengetahuan masyarakat mengenai penyakit ini terutama ibu-ibu Majelis Taklim Al Muttaqien di Kecamatan Kalianda dapat meningkat.Keywords: Diabetes mellitus, peningkatan pengetahuan, penyuluhan.
THE UTILIZATION OF ETHANOL EXTRACT OF THE SOURSOP LEAVES (Annona muricata L.) AS BREAST CANCER CHEMOPREVENTIVE Karimah Ihda Husnayain; Asep Sukohar; Tiwuk Susantiningsih
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 1 No. 1 (2014): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The breast cancer is the highest incidence and causes of women mortality in the world. It is estimated every year that 12 million people suffering from the cancer and 7,6 million of them died. Cancer treatment includes surgery, radiotherapy and chemotherapy have more side effects. The preventions is needed to reduce the incidence of breast cancer. Then, a natural materials anticancer is needed as an alternative chemopreventive such as soursop (Annona muricata L.) which contains anticancer. The active substance in the soursop which is capable of acting as an anticancer is annonaceous acetogenins. Acetogenins in soursop leaves could selectively attack cancer cell growth. Acetogenins consist of active compounds that has cytotoxic activity which works by inhibiting the transport of adenosine triphosphate (ATP) in the mitochondria of breast cancer cells. The soursop leaf extract contains acetogenins as an anticancer agents that can prevent the growth of cancer cells that can not be controlled by the body's defense mechanism, so it can be concluded that the leaf extract of soursop can be used as an alternative chemopreventive against breast cancer. [J Agromed Unila 2014; 1(1):72-6] Keywords: acetogenins, breast cancer, soursop (Annona muricata L.)
Pengaruh Perlakuan Treadmill terhadap Jumlah dan Motilitas Sperma Mencit (Mus musculus L.) Obesitas Tiwuk Susantiningsih; Lana Asfaradilla
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini masih banyak masalah gizi yang dapat memengaruhi kualitas kesehatan salah satunya yaitu masalah kegemukan. Pencegahan epidemi kegemukan merupakan salah satu tantangan besar gizi dan kesehatan masyarakat baik di negara maju maupun negara berkembang. Terjadinya obesitas lebih ditentukan oleh terlalu banyaknya makan, terlalu sedikitnyaaktivitas atau latihan fisik, maupun keduanya. Latihan Treadmill selain meningkatkan kekuatan otot dan memperbaiki metabolisme tubuh, juga dapat meningkatkan penyerapan oksigen pada darah serta melatih otot jantung dan paru-paru). Penelitian tentang pelatihan fisik yang berlebihan (stres fisik) dengan penurunan kualitas spermatozoa menunjukkan bahwaterjadi peningkatan Reactive Oxygen Species (ROS) dalam seminal plasma dan penurunan perlindungan oleh antioksidan. Pelatihan fisik memulai respon fisiologis dan biokimia yang kompleks. Setiap gerakan otot yang cepat dimulai dengan metabolisme anaerobik. Tenaganya berasal dari pemecahan Adenosin Triphosphate (ATP) dengan hasil Adenosin Diphosphate (ADP) dan berlangsung di mitokondria. Jumlah sperma atau konsentrasi sperma dari spesies uji dapat ditentukan dari sampel ejakulat, epididimis, atau testis. Penentuan jumlah sperma epididimis biasanya hanya menggunakan sperma dari bagian kauda. [J Agromed Unila 2015; 2(3):343-346]Kata kunci: jumlah sperma, motilitas sperma, obesitas, treadmill
Peningkatan Ketrampilan Membuat Minuman Jasule Untuk Imunitas Dimasa Pandemi Covid-19 Di Pangkalan Jati Cinere Depok Susantiningsih, Tiwuk; Setyaningsih, Yuni; Irmarahayu, Agneta; Zulfa, Fajriati
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 1 (2021): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v6i1.5056

Abstract

During the Covid-19 pandemic, good immunity was needed to avoid the corona virus infection. One of the efforts to prevent corona virus infection was to increase the body's immune status. High body immunity can be obtained from eating healthy foods, getting adequate rest and avoiding stress / mental stress. One local wisdom of the people in Indonesia to increasing immunity level was the habit of consuming herbal drinks which were believed to increase immunity level because there were several very useful ingredients. One of the herbal drinks made from ginger and lemon was JASULE (Jahe Susu Lemon), which was a ginger milk drink with lemon added. In this training, the participants were given material about the importance of the herbal drink JASULE (Jahe Susu Lemon). The importance of growing ginger and lemon as a medicinal plant in the yard. Also given training in making JASULE drink until all participants can make it themselves. The training activities for making herbal drinks JASULE to increase body immunity level during the Covid-19 Pandemic were held in Pangkalan Jati Cinere, Depok. This activity was well received by all participants with enthusiasm and the questions asked. Participants gained additional knowledge and skills in making herbal drinks JASULE, which can be seen from the increasing in post test scores after counseling and training in making herbal drink JASULE to increasing body immunity level during the Covid-19 Pandemic in Pangkalan Jati Cinere, Depok was 42.4% ie from 47.9% to 90.3%.
Anti-inflammatory and hepatoprotective effects of Moringa oleifera fruit in obesity-induced liver injury Susantiningsih, Tiwuk; Thadeus, Maria Selvester; Citrawati, Mila; Setyaningsih, Yuni
MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Kesehatan Vol. 24 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v24i1.30081

Abstract

Background: Hepatic metabolic disorders are closely associated with obesity and are characterized by systemic inflammation and liver injury. Moringa oleifera fruit contains various bioactive compounds with potential anti-inflammatory and hepatoprotective properties. However, evidence regarding its effects on obesity-induced liver injury remains limited..   Objective: This study aimed to evaluate the anti-inflammatory and hepatoprotective effects of Moringa oleifera fruit extract in an obesity-induced rat model..   Methods: This experimental study used 30 male Sprague-Dawley rats divided into five groups: normal control (N), obese control (O), obese rats treated with Moringa oleifera fruit extract at 500 mg/kg body weight once daily (OEMO1), twice daily (OEMO2), and obese rats treated with vitamin C (OC). Systemic inflammation was assessed by measuring serum C-reactive protein (CRP) levels using ELISA, while hepatic changes were evaluated through biochemical markers and histopathological analysis. Data were analyzed using one-way ANOVA followed by post hoc testing.   Results: Obese rats exhibited significantly elevated serum CRP levels and marked hepatic alterations compared to normal controls (p < 0.05). Administration of Moringa oleifera fruit extract significantly reduced CRP levels and improved hepatic histoarchitecture in obese rats, with the greatest effect observed in the twice-daily treatment group (OEMO2) (p < 0.05). The effects were comparable to or greater than those observed with vitamin C. Conclusions: Moringa oleifera fruit extract demonstrates significant anti-inflammatory and hepatoprotective effects in an obesity-induced rat model, suggesting its potential as a natural therapeutic agent for obesity-related liver injury.
Pelatihan Pembuatan Teh Daun Kelor Kayu Manis pada Ibu-ibu PKK Desa Pangkalan Jati Depok Setyaningsih, Yuni; Tiwuk Susantiningsih; Maria Selvester Thadeus; Mila Citrawati; Hikmah Muktamiroh; Melly kristanti
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.16121

Abstract

Kelor memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan seperti sebagai antibakteri, antiinflamasi, antioksidan dan lain-lain. Kelor dapat dikonsumsi sebagai sayuran, bubuk, jus atau teh. Kayu manis merupakan rempah yang memiliki manfaat sebagai antioksidan dan antidiabetes. Pemanfaatan daun kelor kayu manis belum pernah dilakukan di Desa Pangkalan Jati, Cinere, Depok, yang merupakan daerah perbatasan dengan ibu kota. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader PKK dalam membuat teh daun kelor kayu manis. Metode yang dilakukan dengan melakukan penyuluhan tentang manfaat daun kelor bagi kesehatan dan pelatihan pembuatan teh daun kelor kayu manis dari seduhan langsung dan merebus daun kelor. Hasil pengabdian ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan yang bermakna tentang manfaat daun kelor dengan uji Wilcoxon p 0,001. Kader PKK juga dapat melakukan pembuatan teh daun kelor kayu manis dengan baik. Pengabdian yang dilakukan berhasil meningkatkan pengetahuan kader tentang manfaat daun kelor dan meningkatkan keterampilan membuat teh daun kelor kayu manis. Diharapkan kader dapat mengaplikasikan pengetahuan yang sudah didapatkan dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan informasi pengetahuan ini kepada masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesehatan masyarakat.
Prevention of Anemia in Adolescent Girls in Pangkalan Jati Village, Cinere, Depok Citrawati, Mila; Thadeus, Maria Selvester; Susantiningsih, Tiwuk; Setyaningsih, Yuni
Abdimas Indonesian Journal Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.1518

Abstract

Stunting remains a major public health issue that must be addressed today. Stunting represents a significant nutritional problem that affects social and economic life both within and across communities. There is clear evidence that stunted individuals have higher mortality rates and greater disease incidence. Contributing factors to stunting include inadequate nutritional intake during pregnancy, which leads to fetal growth restriction, marking the beginning of stunting. Stunting prevention education is essentially an activity or effort to convey messages to communities, groups, or individuals with the expectation that they will gain knowledge that can influence their attitudes and behaviors. The youth of the Al Muhajirin Mosque in Pangkalan Jati, Cinere, Depok, have limited knowledge regarding the dangers of anemia among adolescent girls and its link to stunting. The objective of this community service activity was to educate the youth members of Al Muhajirin Mosque about the dangers of anemia and the importance of iron supplementation to reduce the risk of stunting in children. Our finding that this activity can increase adolescents’ understanding of anemia and stunting, thereby contributing to the reduction of anemia and stunting rates in Pangkalan Jati, Cinere, Depok.
Education on Making Chicken Porridge and Moringa Oleifera Leaves to Prevent Stunting in Mothers PKK Cadres in Pangkalan Jati Cinere Depok Susantiningsih, Tiwuk; Wahyuningsih, Sri; Savitri, Pritha Maya; Irmarahayu, Agneta; Saputra, Dwi Arwandi Yogi; Setyaningsih, Yuni
Abdimas Indonesian Journal Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.1519

Abstract

Moringa leaves contain bioactive compounds such as flavonoids and polyphenols which have antioxidant and anti-inflammatory properties. The benefits of adding Moringa leaves to chicken porridge as infant formula is that it can enhance the nutritional quality of the porridge, making it a more balanced and complete meal. The protein content from the chicken combined with the vitamins, minerals, and antioxidants from Moringa leaves creates a good synergy for infant growth.  Adding Moringa leaves to chicken porridge as infant formula is a smart step to enhance the nutritional value of infant food. The benefits of making Moringa leaf chicken porridge are not yet widely known by the public, so its use for daily consumption is still rare. Therefore, we conducted an educational activity on making moringa leaf chicken porridge for PKK mothers and Posyandu cadres in Pangkalan Jati, Cinere, Depok. This community service initiative involved educating PKK cadres about the benefits of adding Moringa leaves to chicken porridge by providing training on how to make chicken porridge with Moringa leaves, so it can be applied by families and the surrounding community to improve public health and serve as complementary food to enhance breast milk production.
Pendidikan Remaja dalam Pencegahan Stunting melalui Pencegahan Pernikahan Dini di Pangkalan Jati, Cinere, Depok Maria Selvester Thadeus; Mila Citrawati; Tiwuk Susantiningsih; Yuni Setyaningsih
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v5i2.2298

Abstract

Pernikahan dini masih marak terjadi di Indonesia, yang menimbulkan berbagai tantangan kesehatan dan sosial. Kedewasaan yang dibutuhkan untuk menikah tidak hanya mencakup kesiapan biologis, tetapi juga kesiapan psikologis, sosial, mental, dan spiritual. Pernikahan dini memiliki dampak negatif bagi kaum muda dan generasi mendatang. Mengingat kaitannya yang erat dengan tradisi budaya setempat, pencegahan pernikahan dini memerlukan kerja sama yang sinergis antara pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada remaja mengenai bahaya pernikahan dini dan kesehatan reproduksi, serta mengedukasi mengenai hubungan antara pernikahan dini dan stunting pada remaja Masjid Al Muhajirin, Pangkalan Jati Cinere Depok. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya pencegahan terhadap pernikahan dini dan sebagai strategi konvergensi untuk pencegahan stunting pada remaja. Program ini terdiri dari tiga tahap yaitu pengumpulan data, konseling/sosialisasi, dan evaluasi. Penilaian pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan postest untuk mengukur pemahaman peserta mengenai risiko pernikahan dini dan pencegahan stunting. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai risiko pernikahan dini serta hubungannya dengan stunting. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan berbasis masyarakat di kalangan kelompok remaja dapat menjadi strategi yang efektif untuk mencegah pernikahan dini dan mengurangi prevalensi stunting dalam jangka panjang.